cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6,152 Documents
Efektivitas Terapi Pijat Bayi terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia Dini Ni Made Nitiasih Pulasari; Ni Made Dwi Purnamayanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9254

Abstract

Masa bayi merupakan periode emas yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk kualitas tidur sebagai salah satu indikator utama kesehatan bayi. Tidur yang berkualitas berperan penting dalam proses pematangan otak, perkembangan fisik, stabilitas emosi, serta peningkatan sistem imun. Namun, gangguan tidur pada bayi masih sering terjadi dan dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perilaku, serta kondisi kesehatan bayi secara menyeluruh. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang banyak diteliti untuk mengatasi masalah tersebut adalah pijat bayi. Pijat bayi dipercaya mampu meningkatkan kualitas tidur melalui efek relaksasi, stimulasi hormon serotonin, serta aktivasi sistem saraf parasimpatik yang membuat bayi merasa lebih nyaman dan tenang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi berdasarkan hasil Systematic Literature Review dengan pendekatan PRISMA. Sumber data diperoleh dari 20 artikel penelitian yang relevan dan dipublikasikan pada berbagai jurnal ilmiah nasional maupun internasional. Hasil sintesis menunjukkan bahwa hampir seluruh penelitian menyatakan adanya pengaruh positif pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 0–12 bulan. Pijat bayi terbukti mampu meningkatkan durasi tidur, mengurangi frekuensi terbangun pada malam hari, memperbaiki pola tidur, serta memberikan efek relaksasi yang mendukung kenyamanan bayi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pijat bayi efektif, aman, dan dapat dijadikan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur bayi secara optimal. Selain bermanfaat bagi bayi, pijat bayi juga memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak melalui sentuhan yang menenangkan Oleh karena itu, edukasi mengenai teknik pijat bayi yang benar perlu diberikan kepada orang tua maupun tenaga kesehatan secara berkelanjutan.
Penerapan Pijat Oksitosin sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Multipara Ni Luh Lusi Triani; Ni Made Dwi Purnamayanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9256

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang optimal merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, terutama pada ibu multipara yang telah memiliki pengalaman persalinan sebelumnya. Produksi ASI yang tidak lancar dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi psikologis ibu, kelelahan pascapersalinan, kurangnya stimulasi hormon, serta minimnya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dinilai efektif untuk membantu meningkatkan produksi ASI adalah pijat oksitosin. Pijat ini dilakukan pada area tulang belakang hingga skapula guna merangsang pelepasan hormon oksitosin yang berperan dalam proses pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu multipara berdasarkan hasil literature review dari berbagai penelitian terdahulu. Metode penelitian menggunakan systematic review dengan pendekatan PRISMA terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya peningkatan produksi ASI setelah dilakukan pijat oksitosin, baik ditinjau dari volume ASI, frekuensi menyusui, maupun tanda kecukupan ASI pada bayi. Selain itu, pijat oksitosin juga membantu ibu merasa lebih rileks dan nyaman selama masa menyusui. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu multipara serta dapat dijadikan intervensi pendukung dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Penerapan pijat oksitosin secara rutin oleh tenaga kesehatan maupun anggota keluarga diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan program ASI eksklusif, memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi, serta menurunkan risiko penghentian menyusui dini. Oleh karena itu, edukasi mengenai teknik pijat oksitosin perlu diberikan secara berkelanjutan pada masa antenatal dan postnatal bagi ibu.
Keterkaitan Literasi Digital dengan Kemampuan Membaca Kritis Mahasiswa dalam Menghadapi Informasi di Media Sosial Safinatun Najah; Sheren Yolandha Putri; Dike Setiawan; Dian Triwulansari; Dwi Ratna Swari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9260

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara mahasiswa memperoleh, mengakses, dan mengolah informasi, khususnya melalui media sosial yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Kemudahan akses informasi di media sosial tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran informasi yang tidak akurat, hoaks, maupun informasi yang belum terverifikasi. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital dan membaca kritis menjadi keterampilan yang sangat penting dimiliki mahasiswa agar mampu menyaring informasi secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi digital dengan kemampuan membaca kritis mahasiswa dalam menghadapi informasi di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa sebagai responden penelitian. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel literasi digital dan kemampuan membaca kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara literasi digital dan kemampuan membaca kritis mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki tingkat literasi digital tinggi cenderung lebih mampu mengevaluasi informasi secara objektif, membedakan fakta dan opini, serta menilai kredibilitas sumber informasi yang diperoleh dari media sosial. Sebaliknya, mahasiswa dengan tingkat literasi digital rendah cenderung lebih mudah menerima informasi tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan membaca kritis mahasiswa di tengah derasnya arus informasi digital. Oleh karena itu, penguatan literasi digital perlu terus dikembangkan dalam lingkungan pendidikan guna mendukung kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Pengaruh E-Wom dan Desain Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion Lokal Erigo Sebagai Bagian Dari Penguatan Ekonomi Kreatif Deny Fahlevi Ananda; Dedy Dwi Arseto; Willy Cahyadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh electronic word of mouth dan desain produk terhadap keputusan pembelian produk fashion lokal Erigo sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh followers Instagram Erigo sebanyak 2.340.315 pengikut. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sebanyak 100 responden dengan teknik accidental sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Teknik analisis data menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa electronic word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Erigo. Hal ini menunjukkan bahwa ulasan, rekomendasi, dan testimoni konsumen di media sosial mampu meningkatkan keyakinan konsumen dalam melakukan pembelian. Desain produk juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, yang menunjukkan bahwa variasi desain, model terbaru, dan kesesuaian dengan tren fashion menjadi faktor penting dalam menarik minat konsumen. Secara simultan, electronic word of mouth dan desain produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Erigo. Dengan demikian, semakin baik penyebaran informasi positif melalui media digital dan semakin menarik desain produk yang ditawarkan, maka keputusan pembelian konsumen terhadap produk fashion lokal akan semakin meningkat.
Pentahelix Magang Berdampak untuk Peningkatan Efektivitas Pelayanan di Kantor Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya Kimmy Jorgensen; Verra Rizki Amelia; Theresia Octaviani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9267

Abstract

Kegiatan magang mahasiswa di Kantor Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya merupakan salah satu bentuk implementasi konsep Pentahelix yang menekankan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, dan media dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. Program magang ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mahasiswa dalam membantu pelaksanaan administrasi pemerintahan serta meningkatkan efektivitas pelayanan di lingkungan kantor kecamatan. Kegiatan magang dilaksanakan pada beberapa divisi, yaitu Umum dan Kepegawaian, Pelayanan, Kesejahteraan Sosial (Kesos), dan Pemerintahan. Metode yang digunakan meliputi observasi, partisipasi aktif, dokumentasi, serta pendampingan langsung terhadap aktivitas pelayanan dan administrasi kantor. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa memberikan kontribusi positif dalam mendukung kelancaran pelayanan publik. Mahasiswa membantu proses pengelolaan administrasi, pengarsipan dokumen, registrasi surat masuk dan keluar, pelayanan masyarakat, pendataan bantuan sosial, serta penyusunan laporan kegiatan secara lebih tertib, sistematis, dan akurat. Kehadiran mahasiswa juga membantu meningkatkan efisiensi kerja pegawai karena beberapa tugas administratif dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan terorganisasi. Selain itu, program magang memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu administrasi dan akuntansi di lingkungan pemerintahan, sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan pemecahan masalah. Dengan demikian, implementasi konsep Pentahelix melalui kegiatan magang mahasiswa mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan efektivitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah.
Pemberdayaan UMKM melalui Fasilitasi NIB dan Digitalisasi Promosi di Negeri Nalahia, Kecamatan Nusa Laut, Kabupaten Maluku Tengah Rifki Kurniawan; Styven Karl Talahatu; Dita Mulwan Tomia; Gloria Florens Leiwakabessy; Costansa Nanlohy; Frederik Willem Ayal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9273

Abstract

Negeri Nalahia, Kecamatan Nusa Laut, Kabupaten Maluku Tengah merupakan salah satu desa kepulauan di Provinsi Maluku yang memiliki potensi ekonomi lokal cukup besar, namun para pelaku usahanya masih beroperasi secara informal tanpa legalitas usaha yang memadai. Dari sekitar lima unit usaha yang teridentifikasi, hanya tiga yang telah memiliki dokumen legalitas resmi. Kondisi ini menyebabkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) tidak dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR), program bantuan pemerintah, maupun platform pemasaran digital. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas Pattimura tahun 2026 hadir bertujuan sebagai upaya konkret untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) via sistem Online Single Submission (OSS) dan pelatihan digitalisasi promosi. Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 5 Februari hingga 6 Maret 2026 dengan menggunakan pendekatan pendampingan langsung dan pelatihan berkelompok dalam satu ruangan . Hasil kegiatan menunjukkan terdapat dua belas pelaku usaha berhasil mendapatkan NIB dan sembilan belas pelaku usaha berhasil membuat akun media sosial untuk keperluan promosi, degan bantuan dari sosialisasi ini terbukti dengan salah satu di antaranya berhasil mendapatkan pesanan dari konsumen di luar pulau dalam waktu kurang dari dua minggu setelah pelatihan. dProgram ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas legalitas dan pemasaran Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) lokal secara berkelanjutan.
Analisis dan Pengembangan Sistem Informasi Point Of Sale (POS) Pada UMKM Mie Gaok Darren Hoir Putra; Muhammad Idham Kholid; Alvin Andrianto; Nanang Nanang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan sistem informasi Point of Sale (POS) pada UMKM Mie Gaok guna meningkatkan efisiensi operasional transaksi penjualan. Latar belakang penelitian didasarkan pada permasalahan sistem kasir sebelumnya yang memiliki performa lambat, belum mendukung pengelolaan stok, serta masih menyebabkan penggunaan pencatatan manual ketika kondisi pelanggan ramai. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, studi pustaka, dan analisis sistem untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan kelemahan sistem berjalan. Pengembangan aplikasi dilakukan menggunakan framework React Native dengan dukungan Supabase sebagai backend-as-a-service dan database real-time. Sistem yang dirancang mencakup fitur autentikasi pengguna, pengelolaan produk, transaksi kasir, perhitungan pembayaran dan kembalian otomatis, manajemen bahan baku, pengelolaan resep, riwayat transaksi, serta stok opname. Perancangan sistem divisualisasikan melalui activity diagram, use case diagram, sequence diagram, class diagram, dan Entity Relationship Diagram untuk memastikan alur sistem berjalan terstruktur. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fitur aplikasi berjalan dengan baik tanpa kendala signifikan serta mampu mempercepat proses transaksi dan meminimalkan kesalahan pencatatan pesanan. Implementasi sistem POS berbasis mobile ini juga membantu pemilik usaha dalam memantau laporan penjualan harian, mingguan, dan bulanan secara lebih akurat dan real-time. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat mendukung digitalisasi operasional UMKM Mie Gaok serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan secara efektif. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi pengembangan aplikasi kasir mobile lainnya bagi UMKM yang membutuhkan sistem transaksi modern terintegrasi dan efisien berkelanjutan.
Penerimaan dan Penggunaan Teknologi Generative AI dalam Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Menggunakan TAM Agra Tiadef; Daniel Arsa; Miranty Yudistira
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9283

Abstract

This study aims to analyze the acceptance and use of Generative AI technology in learning activities at Senior high school 3 Sungai Penuh City using the Technology Acceptance Model (TAM) approach. The development of Artificial Intelligence provides opportunities to improve the effectiveness, personalization, and quality of learning. However, the implementation of this technology at the secondary education level still faces challenges such as low digital literacy, limited user readiness, and the lack of research related to the impact of Generative AI on students’ academic achievement. Preliminary research results indicate that most students and teachers are familiar with and have used services such as ChatGPT, Gemini, and Perplexity AI in learning activities. This study employs a quantitative method using the Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) approach. The variables analyzed include Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), Attitude Toward Using (ATU), Behavioral Intention (BI), Actual Use (AU), and Student Grades. Data were collected through questionnaires distributed to students as respondents. The results are expected to show that perceived ease of use and perceived usefulness positively influence attitudes, behavioral intentions, and the actual use of Generative AI, which in turn impacts students’ academic achievement. This study is expected to provide both theoretical and practical contributions to the development of Generative AI utilization in secondary education.
Analisis Yuridis Tanggung Jawab Marketplace terhadap Kerugian Konsumen Akibat Barang yang Tidak Sesuai Deskripsi pada Transaksi E-Commerce Aditia Agustian Aripin; Moch Rizki Raisyan Deliansyah; Mochamad Zahran Shabira; Muhamad Fisabilillah; Farahdinny Siswajanthy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9285

Abstract

Perkembangan transaksi e-commerce di Indonesia telah meningkatkan pemakaian marketplace menjadi tempat jual-beli yang sederhana dan cepat. Namun, situasi ini juga menimbulkan masalah hukum yang berkaitan dengan kerugian konsumen, terutama ketika produk yang diterima tidak sesuai dengan informasi yang diberikan oleh penjual. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tanggung jawab marketplace terhadap kerugian konsumen berdasarkan prosedur hukum acara perdata, serta menilai relevansi perlindungan hukum yang disediakan oleh Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan aturan hukum yang berkaitan dengan transaksi elektronik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, doktrin, dan analisis putusan pengadilan. Analisis menunjukkan bahwa peran marketplace pada hakikatnya adalah sebagai penyedia platform perdagangan elektronik yang secara normatif tidak selalu mendapatkan beban tanggung jawab langsung atas pelanggaran kontrak yang dilakukan oleh penjual. Namun, marketplace bisa dimintai pertanggungjawaban jika terbukti lalai dalam menyediakan sistem yang aman, tidak melaksanakan kewajiban untuk memverifikasi penjual, atau tidak memberikan mekanisme penyelesaian konflik yang memadai. Dari sudut pandang hukum acara perdata, konsumen memiliki hak hukum (legal standing) untuk mengajukan gugatan melalui jalur gugatan perdata, baik secara individual maupun melalui class action. Penelitian ini menegaskan perlunya pengaturan yang lebih jelas mengenai tanggung jawab marketplace untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen.
Pengembangan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Pada Materi Keberagaman Budaya IPAS Siswa Kelas V Di SDN 001 Simpang Tanah Lapang Annisya Febrima M; Muhamad Nukman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9286

Abstract

Permasalahan utama dalam proses pembelajaran yang sering ditemukan adalah belum optimalnya penggunaan media pembelajaran yang mendukung kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan kreativitas guru serta kurangnya pemahaman guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi. Kondisi ini berdampak pada rendahnya minat dan keterlibatan siswa dalam mengikuti pembelajaran, khususnya pada materi keberagaman budaya dalam mata pelajaran IPAS. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan mudah digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengembangan serta tingkat validitas media Augmented Reality (AR) pada materi keberagaman budaya IPAS siswa kelas V SD Negeri 001 Simpang Tanah Lapang. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas enam validator yang meliputi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar validasi yang diberikan kepada masing-masing validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Augmented Reality (AR) yang dikembangkan memperoleh kategori sangat valid tanpa revisi. Hal tersebut ditinjau dari hasil rata-rata penilaian validator ahli materi sebesar 93,75%, ahli bahasa sebesar 92,05%, dan ahli media sebesar 91,67%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media Augmented Reality (AR) layak digunakan sebagai media pembelajaran karena telah memenuhi standar kelayakan dari aspek materi, bahasa, dan media serta mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif bagi siswa sekolah dasar.