cover
Contact Name
Lutfan Lazuardi
Contact Email
lutfan.lazuardi@ugm.ac.id
Phone
+62274547490
Journal Mail Official
jmpkfk@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Farmako Sekip Utara, Yogyakarta, Indonesia 55281 Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan (The Indonesian Journal of Health Service Management)
ISSN : 14106515     EISSN : 28286774     DOI : https://doi.org/10.22146/jmpk.v25i03.5186
Core Subject : Health,
Misi JMPK adalah menerbitkan, menyebarluaskan dan mendiskusikan berbagai tulisan ilmiah mengenai manajemen pelayanan kesehatan yang membantu manajer pelayanan kesehatan, peneliti, dan praktisi agar lebih efektif. Jurnal ini ditujukan sebagai media komunikasi bagi kalangan yang mempunyai perhatian terhadap ilmu manajemen pelayanan kesehatan antara lain para manajer, pengambil kebijakan manajerial di organisasi-organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, dinas kesehatan, Kementerian Kesehatan, pusat-pusat pelayanan kesehatan masyarakat, BKKBN, pengelola industri obat, dan asuransi kesehatan, serta institusi pendidikan penelitian.
Articles 135 Documents
ANALISIS TERCAPAINYA TARGET SKRINING PROGRAM KESEHATAN JIWA MELALUI E-JIWA DI PUSKESMAS “X” DKI JAKARTA Anggun Kusumasari, Jorra Putri; Soewondo, Prastuti
Journal of Health Service Management Vol 27 No 3 (2024)
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v27i3.18285

Abstract

ABSTRACT Background: The high prevalence of mental disorders in Indonesia, especially in DKI Jakarta, has not been balanced with the achievement of the national mental health screening target. Puskesmas X has shown significant success in achieving the screening target through the implementation of E-Jiwa. Objective: This study aims to analyze the factors that affect the achievement of the target of the mental health screening program at Puskesmas X. Method: This study uses a qualitative approach with in-depth interview, observation, and document review methods on the implementation of the program. Results: The target of the screening program with E-Jiwa at Puskesmas X DKI Jakarta was achieved because it was supported by adequate human resources, digital-based infrastructure and technology such as E-Jiwa, as well as effective management in planning, implementation, and supervision. The implementation of E-Jiwa simplifies the screening process, but challenges in limited resources and service coverage remain. Conclusion: The success of Puskesmas X in the implementation of E-Jiwa can be a strategic model to be applied in other health centers in achieving the national target of mental health. Keywords: e-jiwa, health center, mental health, screening ABSTRAK Latar belakang: Tingginya prevalensi gangguan jiwa di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta, belum diimbangi dengan capaian target skrining kesehatan jiwa nasional. Puskesmas X menunjukkan keberhasilan signifikan dalam mencapai target skrining melalui implementasi E-Jiwa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tercapainya target program skrining kesehatan jiwa di Puskesmas X. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap pelaksanaan program. Hasil: Tercapaianya target program skrining dengan E-Jiwa di Puskesmas X DKI Jakarta karena didukung oleh sumber daya manusia yang memadai, infrastruktur dan teknologi berbasis digital seperti E-Jiwa, serta manajemen yang efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Implementasi E-Jiwa mempermudah proses skrining, namun tantangan dalam keterbatasan sumber daya dan cakupan pelayanan tetap ada. Kesimpulan: Keberhasilan Puskesmas X dalam pelaksanaan E-Jiwa dapat menjadi model strategis untuk diterapkan di puskesmas lain dalam mencapai target nasional kesehatan jiwa. Kata Kunci : e-jiwa, kesehatan jiwa, puskesmas, skrining
DISTRIBUSI INSENTIF COVID-19 DAN KEPUASAN KOMPENSASI TENAGA KESEHATAN RSUD ALIMUDDIN UMAR DI MASA PANDEMI COVID-19 Anantawikrama, Widyan Putra
Journal of Health Service Management Vol 28 No 01 (2025)
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v28i01.4868

Abstract

Pandemi COVID-19 meningkatkan risiko dan beban pekerjaan tenaga kesehatan (nakes), yang diapresiasi oleh pemerintah dengan pemberian insentif COVID-19 oleh Kementerian Kesehatan yang realisasinya mencapai hampir 5 persen dari APBN Kesehatan 2021. Dalam penerapan sistem insentif, penelitian sebelumnya menetapkan bahwa evaluasi sistem insentif adalah bagian krusial dari membangun sistem insentif yang efektif. Evaluasi distribusi insentif di RSUD Alimuddin Umar (RSAU) sebagai satu-satunya RS tipe C pemerintah di Kabupaten Lampung Barat dapat memberi gambaran sistem insentif di tingkat kabupaten dan memberi masukan pada stakeholder kesehatan untuk perbaikan sistem insentif kedepannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses distribusi insentif COVID-19, mengukur kepuasan kompensasi nakes di masa pandemi COVID-19, dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi kepuasan kompensasi nakes terhadap insentif COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan unit analisis terjalin, yang dilakukan di RSUD Alimuddin Umar pada Maret-April 2022. Kepuasan kompensasi diukur pada 100 subjek dengan modifikasi Comprehensive Compensation Satisfaction Questionnaire yang dideskripsikan secara kuantitatif. Proses distribusi insentif dan faktor yang mempengaruhi kepuasan kompensasi terhadap insentif dideskripsikan dengan semi-structured interview dan diinterpretasikan secara kualitatif. Prosedur distribusi insentif di RSUD Alimuddin Umar sudah sesuai dengan regulasi dari Kementerian Kesehatan walaupun dalam pelaksanaan pemberian insentif terdapat beberapa kendala seperti perubahan yang berubah-ubah secara mendadak, sehingga sempat terkendala dalam pembiayaan dan kekecewaan nakes akibat dibatasinya jumlah nakes yang diberi insentif. Sebagian besar nakes RSAU puas terhadap kompensasi finansial, insentif COVID-19, non-finansial. Aspek kepuasan kompensasi yang mendapat rerata nilai tertinggi adalah kepuasan mengenai besaran insentif COVID-19, cara pembagian kompensasi finansial dan prosedur kompensasi non-finansial. Kepuasan mengenai perbedaan kompensasi antar profesi dan kemanfaatan kompensasi non-finansial menjadi aspek dengan nilai rerata terendah diantar aspek lain. Dari hasil wawancara juga didapatkan faktor yang mempengaruhi kepuasan tenaga kesehatan RSAU terhadap insentif COVID-19 adalah perasaan diapresiasi oleh pemerintah, besaran insentif yang melebihi ekspektasi tenaga kesehatan, perbandingan insentif antar nakes, dan kesesuaian prosedur insentif COVID-19 dengan peraturan.
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN TURNOVER INTENTION PERAWAT RUMAH SAKIT AKADEMIK UNIVERSITAS GADJAH MADA Dira Mediani; Meliala, Andreasta; Ratmasari, Dewi
Journal of Health Service Management Vol 28 No 01 (2025)
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v28i01.8664

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan tenaga kerja merupakan salah satu masalah global di bidang sumber daya manusia. Salah satu penyebab terjadinya kurangnya tenaga kerja adalah tingginya turnover rate pada sebuah organisasi. Turnover diawali dengan niatan untuk meninggalkan pekerjaan atau yang disebut dengan turnover intention. Banyak faktor yang mempengaruhi turnover intention salah satunya adalah kepuasan kerja. Angka turnover di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada cukup tinggi setiap tahunnya. Diduga hal ini terjadi dikarenakan belum puasnya pegawai dengan pekerjaannya. Hal ini ditandai dengan angka keterlambatan dan ketidakhadiran yang masih cukup tinggi dan juga permasalahan terkait status kepegawaian. Permasalahan ini perlu diperbaiki karena angka turnover yang tinggi akan membawa dampak yang negatif kepada rumah sakit. Tujuan: Mengidentifikasi faktor terkait kepuasan kerja perawat serta hubungan antara kepuasan kerja dengan turnover intention perawat Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada. Metode: Jenis penelitian ini adalah mixed methods dengan desain sequential explanatory. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2023. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan rancangan analitik cross sectional study dengan melakukan survei kuesioner kepada 182 perawat Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada. Instrumen pada pendekatan kuantitatif ini adalah Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) untuk mengukur kepuasan kerja dan Turnover Intention Scale-6 (TIS-6) untuk mengukur turnover intention. Sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan menggunakan metode wawancara mendalam kepada 4 orang pihak manajemen Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada. Hasil: Tingkat kepuasan kerja perawat di RS Akademik UGM adalah 100% sangat puas. Persentase perawat dengan yang memiliki keinginan untuk meninggalkan pekerjaan sebesar 16.5% dan yang tidak memiliki niatan untuk pindah kerja adalah sebesar 83.5%. Hasil uji Spearman’s Rank Correlation pada kepuasan kerja dan turnover intention menunjukkan p value sebesar 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi yaitu -0.416. Faktor kompensasi pada kepuasan kerja merupakan faktor yang paling mempengaruhi turnover intention. Kesimpulan: Terdapat hubungan tidak searah antara kepuasan kerja dengan turnover intention pada perawat RS Akademik UGM. Dengan diketahuinya bahwa kepuasan kerja perawat RS Akademik UGM berhubungan dengan niatan atau keinginan mereka untuk meninggalkan pekerjaannya, maka penting bagi pihak manajemen untuk selalu menjaga bahkan meningkatkan kepuasan kerja dari perawat RS Akademik UGM guna menurunkan jumlah perawat yang berniat untuk melakukan resign. Kata Kunci: Kepuasan kerja, turnover intention, Minnesota Satisfaction Questionnaire, Turnover Intention Scale-6.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN LEAN MANAGEMENT PADA PROSES PENGADAAN PERSEDIAAN DI RUMAH SAKIT PUSAT PERTAMINA Fadma Sari, Puspita
Journal of Health Service Management Vol 27 No 4 (2024)
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v27i4.8780

Abstract

Latar Belakang Alokasi dana besar pada persediaan berpotensi menimbulkan idle money, dan biaya yang tidak sedikit untuk pemesanan dan penyimpanan, serta risiko kerugian untuk setiap inventory yang kedaluwarsa. Di sisi lain, kondisi stock out berdampak pada hilangnya pendapatan, menyebabkan lamanya waktu tunggu pelayanan, serta dapat membawa konsekuensi serius pada keselamatan pasien. Di RS Pusat Pertamina, persediaan mengambil porsi 20% dari struktur biaya rumah sakit. Inventory turn over ratio di semester pertama tahun 2022 berkisar pada 1.13-1.60, kemudian bergerak menjadi 1.8-1.98 pada tengah tahun kedua. Angka kekosongan obat obat kurang dari 1% karena pencatatan yang belum memadai. Implementasi lean management diharapkan dapat menjadi solusi terhadap berbagai masalah tersebut. Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan desain action research, yang dilakukan di RS Pusat Pertamina, dengan mengintervensi seluruh data jumlah pemesanan obat, jumlah obat terjual, harga beli rata-rata, dan lead time periode Januari s.d Maret 2023 (pre intervensi) dan periode 2 Mei s.d 23 Juni 2023 (post intervensi). Data yang tidak lengkap dieksklusi. Focused group discussion dilakukan dengan staf Instalasi Farmasi yang terlibat dalam proses pengadaan obat. Hasil Teridentifikasi kecenderungan peningkatan inventory value pasca intervensi di PDSA siklus kedua sebesar 16,11%. Hal ini diikuti dengan data perputaran persediaan yang justru mengalami perbaikan menjadi 2.6 di bulan Mei. Efektivitas proses (VAR) keseluruhan sebelum lean 5%, di akhir siklus PDSA kedua 4%, dan di akhir siklus PDSA ketiga 8%. Pada sub proses evaluasi kebutuhan, di awal pengukuran diperoleh VAR 82%, lalu di akhir siklus PDSA kedua menjadi 75%, dan 91% di akhir siklus PDSA ketiga. Kesimpulan Implementasi lean management meningkatkan inventory value namun berhasil menurunkan insiden kekosongan obat, dengan perputaran persediaan yang baik. Efisiensi waktu proses teridentifikasi dari peningkatan nilai VAR, walaupun belum dapat dilihat kemaknaannya secara statistik karena keterbatasan penelitian. Kata Kunci Lean management, persediaan, perencanaan kebutuhan obat, perputaran persediaan, kekosongan obat
IMPLEMENTASI PELATIHAN RESPECTFUL MIDWIFERY CARE PADA BIDAN UNTUK MEMBERIKAN PENGALAMAN POSITIF IBU BERSALIN DI TIGA FASILITAS KESEHATAN PRIMER DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Purinda Meygaratri, Adisty
Journal of Health Service Management Vol 27 No 4 (2024)
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v27i4.10501

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta menempati persentase kelahiran melalui tindakan sectio caesarea yang cukup tinggi. Peran faskes primer menjadi penting khususnya mendukung ibu hamil tanpa faktor resiko untuk melakukan persalinan normal. Klinik yang akan bertahan di era kompetisi butuh model pelayanan yang berfokus kepada pasien (patient center care). Keunggulan pelayanan klinik terletak pada keunikan serta kualitas seperti apa yang diberikan. Faktor yang paling penting dalam penguatan layanan primer adalah kompetensi SDM bidan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Bidan dituntut tidak hanya mempunyai kemampuan skill klinis yang baik tetapi asuhan non klinis seperti sikap, kepedulian, pendekatan woman center care untuk mensupport dan membangun persepsi positif tentang persalinan normal menjadi penting guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Bagaimana peran bidan bisa menjadi agent of change di faskes primer untuk memberikan pengalaman positif ibu bersalin. Kata kunci : Respectful Maternity Care, Respectful Midwifery Care, Employee Empowerment, Bidan, Pelatihan SDM, Kepemimpinan
EVALUASI MANFAAT PENERAPAN CLINICAL PATHWAY SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT BETHESDA LEMPUYANGWANGI Ferni
Journal of Health Service Management Vol 27 No 4 (2024)
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v27i4.11987

Abstract

Background: Cesarean section (SC) is one of the most performed surgical procedures in the world, as well as in Bethesda Lempuyangwangi Hospital (RSBL). This action is included in the high volume and high-cost category, so a guide is needed to reduce variations in patient care. Clinical pathway (CP) is a tool to improve the process of preparation, management, and clinical outcomes of patients. RSBL has developed a CP for SC since 2019, but there has never been an evaluation of the benefits of its implementation. Objectives: To evaluate the benefits of SC CP implementation on laboratory test compliance, prophylactic antibiotic prescribing compliance, incidence of surgical wound infection, length of stay, and APGAR score. Methods: This was an observational analytic study with an ex-post facto research design. The subjects of this study were all patients undergoing elective SC surgery at RSBL who met the inclusion criteria in the period before and after the implementation of SC CP. The variables evaluated were compliance with laboratory tests, compliance with prophylactic antibiotic prescribing, incidence of surgical wound infection, length of stay, and APGAR score. Results: Compliance of laboratory tests increased from 6.7% to 100%, compliance of prophylactic antibiotic prescribing increased from 3.4% to 84.3%, the incidence of surgical wound infection decreased from 1.10% to 0.0%, and variation in the length of stay decreased from 2-4 days to 3 days (100%). The mean first-minute APGAR score did not change (7), while the 5th and 10th-minute scores decreased from 9 to 8, and 10 to 9, respectively. Conclusions: The implementation of CP SC was beneficial in improving laboratory testing compliance and prophylactic antibiotic prescribing compliance, reducing the incidence of surgical wound infection, and reducing variation in the length of stay, but could not improve the APGAR score. Keywords: Clinical pathway, sectio caesarea, laboratory testing, prophylactic antibiotic, length of stay
KESIAPAN ORGANISASI DALAM IMPLEMENTASI LEAN MANAGEMENT DI RSUD BAGAS WARAS KLATEN Anggita Ratna Damayanti; Andreasta Meliala; Tjahjono Kuntjoro
Journal of Health Service Management Vol 27 No 4 (2024)
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v27i4.13016

Abstract

RSUD Bagas Waras Klaten has some potential wastes of process which leads to the need of lean management to improve service quality and efficiency. Although implementation of lean management has been proven in improving quality, patient safety, effectivity, and cost efficiency, it is also potential to fail if some readiness elements are not met. Lean management readiness assessment is required to describe inhibiting as well as supporting elements in implementing lean management.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESENJANGAN PELAYANAN BAGI PASIEN BPJS KESEHATAN DAN PASIEN UMUM: TINJAUAN SISTEMATIS TERHADAP PRAKTIK KLINIK DI INDONESIA Mangero, Alexsius Felix; Suprayogi, Andrew; Boenjamin, Azizah
Journal of Health Service Management Vol 28 No 01 (2025)
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v28i01.16534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesenjangan pelayanan kesehatan antara pasien BPJS Kesehatan dan pasien umum di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya isu ketidakmerataan pelayanan di fasilitas kesehatan, dimana pasien BPJS Kesehatan sering kali mendapatkan pelayanan yang kurang optimal dibandingkan dengan pasien umum. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan sistematis (Systematic Review) dengan pendekatan PRISMA untuk menyaring dan menganalisis literatur terkait dari berbagai studi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap kesenjangan ini, termasuk prosedur administratif yang rumit, insentif finansial bagi tenaga medis yang cenderung lebih rendah untuk pasien BPJS, keterbatasan fasilitas kesehatan, sikap dan persepsi negatif dari tenaga medis terhadap pasien BPJS dan regulasi kebijakan BPJS yang rumit. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya perbaikan dalam sistem regulasi BPJS, peningkatan insentif bagi tenaga medis, serta upaya peningkatan kesadaran dan pendidikan bagi tenaga medis untuk memastikan kesetaraan pelayanan kesehatan bagi semua pasien. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan yang lebih adil dan efektif dalam pelayanan kesehatan di Indonesia.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN READMISI PADA PASIEN BPJS RAWAT INAP DI RSUP PERSAHABATAN Pratiwi, Annisa Endah
Journal of Health Service Management Vol 27 No 4 (2024)
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v27i4.17468

Abstract

ABSTRACT Background: Readmission is often regarded as an indicator of poor quality of care and is used to assess hospital performance. The readmission rate also reflects the hospital's response to the shift in payment systems following the implementation of BPJS as Indonesia's national health insurance. In 2023, RSUP Persahabatan reported a readmission rate index (RaR) of 12%. Objectives: This study aims to analyze the factors affecting readmission events among BPJS inpatients in 2023 at RSUP Persahabatan and to formulate strategies to reduce the readmission rate. Methods: This research employed a mixed-methods sequential explanatory design. Quantitative analysis was conducted on BPJS inpatient records from 2023 for patients aged 18 years or older who experienced readmission. Data sources included BPJS claims and electronic medical records. Qualitative analysis was conducted through focus group discussions. Quantitative data were analyzed using chi-square tests and multivariate logistic regression. Results: Significant relationships were found between readmission and variables such as comorbidity, Charlson Comorbidity Index (CCI), severity level, polypharmacy, length of stay, admission through the emergency department, history of ED visits and inpatient care, and alignment with the clinical pathway (p<0.05). Patients who did not receive care aligned with the clinical pathway had a five-fold increased risk of readmission. Strategies to reduce readmission involve three stages: during admission, while the patient is still in care, and after discharge. Conclusions: Readmission at RSUP Persahabatan is prevalent among chronic patients with severe comorbidities. Adherence to the clinical pathway is crucial for reducing readmission rates and is a reflection of service quality. Efforts to reduce readmission must involve management and clinicians, requiring the integration of technology and a commitment to comprehensive patient care. Keywords: Readmission, reducing readmission, service quality.
AUDIT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN METODE FRAMEWORK 4.0 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA Wasita, Rai Riska Resty; Firsta Adnyana, Gabriel
Journal of Health Service Management Vol 28 No 01 (2025)
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v28i01.17663

Abstract

Background: Wangaya Regional General Hospital (RSUD) has utilized a hospital management information system (SIMRS) since 2013 to support every health service process in the hospital. In its implementation, several obstacles are still encountered that can hinder the objectives of SIMRS as well as obstacles in the preparation of recommendations for SIMRS development, resulting in management having difficulty in determining the direction and policies for SIMRS development. Objectives: To determine the level of maturity of the implementation and recommendations in the development of SIMRS in order to increase the effectiveness of achieving the mission of Wangaya Hospital, Denpasar City as a Regional Public Service Agency (BLUD). Methods: Quantitative descriptive research with a case study approach. A sample of seven SIMRS officers was obtained by total sampling. The data collection method was by observing the implementation of SIMRS and providing questionnaires referring to the maturity level based on the 4 COBIT 4 domains. Results: Based on the research results, the maturity level values ​​were obtained in the Planning and Organization, Acquisition and Implementation, Delivery and Support, and Monitoring and Evaluation domains with an average maturity level valu e of 3 (Defined Level). Conclusions: This shows that the SIMRS maturity level of Wangaya Hospital is generally at level 3 (Defined Level), while in general the SIMRS maturity level that Wangaya Hospital wants to achieve is at level 5 (Optimized Level). It is necessary to carry out governance that is aligned by creating SIMRS procedures and policies that are in accordance with the strategy of Wangaya Hospital, Denpasar to achieve the hospital's vision and mission.