cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
PENGARUH JARAK TANAM BERBEDA TERHADAP PENYERAPAN NITROGEN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii PADA SISTEM BUDIDAYA TERINTEGRASI Perdana, Dimas Putra; Junaidi, Muhammad; Scabra, Andre Rachmat
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.253 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4362

Abstract

Budidaya laut yang semakin pesat menyebabkan permasalahan limbah budidaya yang sulit dihadapi. Budidaya rumput laut dengan sistem IMTA yang memanfaatkan limbah budidaya ikan dapat mempengaruhi pertumbuhan rumput laut menjadi lebih baik. Salah satu jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan adalah jenis Kappaphycus alvarezii. Penyerapan unsur hara oleh rumput laut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu jarak tanam penanaman. Pengaturan jarak tanam dalam budidaya rumput laut diharapkan dapat mengoptimalkan produksi rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisa jarak tanam dan posisi budidaya yang optimal untuk mengetahui penyerapan nitrogen dan pertumbuhan pada rumput laut Kappaphycus alvarezii. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 Perlakuan dan masing – masing perlakuan dilakukan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan yaitu jarak tanam 20 cm, jarak tanam 30 cm, jarak tanam 40 cm, dan jarak tanam 50 cm yang ditempatkan mengelilingi KJA berdasarkan arah mata angin yaitu utara, timur, selatan dan barat. Hasil dari penelitian ini yaitu nilai penyerapan nitrogen paling tinggi terdapat pada jarak tanam 30 cm dengan nilai rata – rata 2,88 μmol/g/day dan posisi selatan dengan nilai rata – rata 2,35 μmol/g/day. Nilai pertumbuhan bobot mutlak tertinggi terdapat pada jarak tanam 30 cm dengan nilai rata – rata 135,1925 g dan posisi selatan dengan nilai rata – rata 112, 527 g. Nilai laju pertumbuhan spesifik tertinggi terdapat pada jarak tanam 30 cm dengan nilai rata – rata 3,005 % dan posisi selatan dengan nilai rata – rata 2,5 %. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu jarak tanam dan posisi budidaya yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap penyerapan nitrogen, pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan spesifik rumput laut Kappaphycus alvarezii. Kata kunci: rumput laut, jarak tanam, posisi, nitrogen
PENAMBAHAN OODEV DALAM PAKAN UNTUK MENGINDUKSI PEMATANGANGONAD INDUK IKAN BIAWAN (Helostoma teminkii) farida .; tuti puji lestari; hastiadi hasan; japari arismunanda
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.349 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1314

Abstract

Jika penangkapan ikan biawan tidak mempertimbangkan kaidah-kaidah kelestarian, maka kondisi ini dapat mengakibatkan penurunan populasi ikan tersebut, sehingga perlu upaya pembudidayaan untuk mencukupi kebutuhan pasar serta untuk memelihara kelestarian sumberdaya ikan ini agar potensinya tetap lestari. Dalam kegiatan pembenihan membutuhkan indukan biawan yang siap bereproduksi, hal ini menjadi salah satu kendala bagi pembudidaya untuk mendapatkan indukan yang siap untuk memijah. Untuk mempercepat pematangan gonad dalam pemijahan maka perlu adanya bahan tambahan dalam pakan, salah satunya penambahan OODEV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempercepat kematangan gonad ikan biawan dan untuk mengetahui dosis yang efektif dari penggunaan hormon OODEV melalui pencampuran pakan terhadap maturasi ikan biawan. Metode penelitian ini adalah eksperimen.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 4  ulangan yaitu perlakuan A (kontrol), perlakuan B (pakan+OODEV 0,5 ml/kg pakan) dan perlakuan C (pakan+OODEV 1 ml/kg pakan) sedangkan variable pengamatan: Histologi Gonad, Gonad Somatik Indeks (GSI), Hepato Somatik Indeks (HSI), pertambahan bobot mutlak, proksimat pakan, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai GSI, HSI, pertambahan bobot mutlak dan tingkat kelangsungan hidup pada induk ikan biawan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil histologi gonad yang dilihat dari persentase nilai GSI, HSI, proksimat pakan dan gonad bahwa gonad pada induk ikan biawan mengalami perkembangan gonad selama 8 minggu pemeliharaan. Hasil histologi menunjukkan bahwa penambahan OODEV 0,5 ml/kg pakan mampu mempercepat pematangan gonad ikan selama 8 minggu, dilihat dari perkembangan telur sudah pada tahap mature dan diameter telur sudah seragam dibandingkan dengan dosis yang lain. Kata kunci: Helostoma teminkii, OODEV, induksi pematangan gonad
PENGGUNAAN SERBUK DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa Korth)SEBAGAI ANESTESI DALAM PROSES TRANSPORTASI BENIH IKAN TENGADAK (Berbonymusscwanenfeldii) Ahad Ridwan; Rachimi .; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.713 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i2.718

Abstract

Transportasi benih ikan sangat berpengaruh besar dalam hal kematian massal pada ikan, hal ini dikarenakan didalam perjalanan ikan mengalami goncangan serta oksigen yang tersedia selama pengangkutan tidak mencukupi terutama di daerah  yang waktu tempuhnya lama.Salahsatu usahauntukmengurangi kematian benihtengadak yang di sebabkan stress adalah dengan upaya pembiusan atau anestesi pada ikan selama transportasi. Salah satu bahan alami yang potensial digunakan sebagai anestesi alami adalah daun kratom. Kandungan utama dari daun kratom ini adalah  alkaloid indol, yaitu mitraginin  (66,2%) dan  7-hidroksimitraginin (2,0%). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan serbuk daun  kratom yang tepat sebagai anestesi dalam proses transportasi basah dengan sistem tertutup benih ikan tengadak.Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu kontrol, pemberian serbuk daun kratom 0,15/ liter, 0,20/liter dan 0,25iter. Hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian serbuk 0,25 memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan tengadak dibandingkan perlakuan lainnya. Setelah dilakukan analisisa data, ternyata perlakuan memberikan pengaruh yang nyata terhadap masa sedatif, masa induksi,kelangsungan hidup, dan biomassa. Kata Kunci :  benih ikan tengadak, masa sedatif, induksi, kelangsungan hidup, biomassa
PENGARUH KOMBINASI TEPUNG AMPAS KELAPA DENGAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN KARPER (Cyprinus carpio) Lalu Nurrahman Ramdhani; Muhammad Junaidi; Fariq Azhar
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.116 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i1.2603

Abstract

Ikan karper (Cyprinus carpio) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang sudah popular pada masyarakat. Ikan karper juga merupakan salah satu sumber protein yang ada perairan tawar yang bisa lebih mudah dijangkau oleh masyarakat dan proses budidayanya tergolong cukup mudah, hal ini yang menyebabkan ikan karper begitu dinikmati dan permintaanya terus meningkat. Kandungan tepung ampas kelapa yang masih mengandung nutrisi dan serat kasar akan membantu ikan karper untuk tumbuh optimal. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September 2020. Penelitian ini menggunakan benih ikan karper dengan ukuran 5-8 cm sebanyak 150 ekor, dan dipelihara dengan wadah berukuran 49cm x 40cm x 34cm. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P1(Kontrol), P2 (kombinasi tepung ampas kelapa 5%), P3 (kombinas tepung ampas kelapa 10%), P4 (kombinasi tepung ampas kelapa 15%) dan yang terakhir P5 (kombinasi tepung ampas kelapa 20%). Data yang telah diperoleh akan diuji dengan menggunakan analisi sidik ragam ANOVA dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa P3 (kombinasi tepung ampas kelapa 10%) adalah perlakuan yang terbaik dan mempengaruhi pertumbuhan mutlak sebanyak 3,06 cm, bobot mutlak sebesar 68,15 g dan laju pertumbuhan spesifik sebesar 0,24%. Dapat disimpulkan bahwa kandungan serat kasar pada tepung ampas kelapa membantu pertumbuhan ikan karper.
IMOTILISASI BENIH IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevani) MENGGUNAKAN KONSENTRASI LARUTAN DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides) YANG BERBEDA PADA TRANSPORTASI TERTUTUP Farida .; Rachimi .; Jefrry ramadhan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.518 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.496

Abstract

Transportasi benih ikan jelawat (Leptobarbus hoevani) merupakan kegiatan penting dalam keberhasilan pembesaran ikan jelawat. Pemanfaatan bahan pembius lokal seperti daun bandotan (Ageratum conyzoides) dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan transportasi basah berupa aktivitas metabolisme benih yang tinggi yang menyebabkan stres dan sintasan benih menjadi rendah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan daun bandotan yang paling baik untuk teknik imotilisasi dan pengaruhnya terhadap tingkat sintasan benih ikan jelawat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan A (0 ml/L), B (2 ml/L larutan daun bandotan), C (4ml/L larutan daun bandotan), dan D (6 ml/L larutan ekstrak daun bandotan), masing-masing perlakuan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah masa induksi, masa sedatif, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air (amoniak,suhu, oksigen terlarut dan pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi larutan daun bandotan antar perlakuan berbeda nyata (P>0,01) terhadap periode masa induksi, masa sedatif dan sintasan setelah trasportasi. Konsentrasi yang sesuai untuk teknik imotilisasi sebesar 4 mg/L dengan tingkat kelangsungan hidup benih 73,33%. Kata kunci: daun bandotan, ikan jelawat, imotilisasi, induksi, sedatif, kelangsungan hidup
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN KAKAP PUTIH Lates calcarifer, Bloch DENGAN PEMBERIAN DOSIS PROBIOTIK YANG BERBEDA Surnawati .; Nurliah .; Fariq Azhar
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.891 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1449

Abstract

Kakap Putih Lates calcarifer, Bloch merupakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis penting sebagai ikan konsumsi. jumlah pakan yang dihabiskan dalam kegiatan budidaya ikan kakap putih pada tahap pendederan sekitar 50-60%. Lactobacillus casei merukan jenis bakteri asam laktat yang terdapat di dalam probiotik dan dapat mneghasilkan enzim yang mampu menghidrolisis bahan pakan yang lebih komleks menjadi bahan yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna oleh benih ikan kakap putih. Penambahan probiotik pada pakan merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk dapat mengefesiensi jumlah pakan dalam kegiatan pemeliharaan ikan kakap putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan kakap putih. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 27 Maret-27 April 2019, bertempat di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri adari 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, yaitu P1 dosis 0% (control), P2 0.5%, P3 1% dan P4 2%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95% melalui program SPSS dan uji lanjut Tukey untuk mengetahui perlakuan terbaik. Parameter yang diamati meliputi SGR, pertumbuhan mutlak, tingkat kelangsungan hidup, FCR dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan pemberian probiotik memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan spesifik dan berat mutlak, tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan panjang mutlak, tingkat kelangsungan hidup dan FCR. Dosis terbaik, yaitu 2% yang dapat memberikan pertumbuhan optimum terhadap benih ikan kakap putih (Lates calcarifer, Bloch).
PENGARUH EKSTRAK DAUN KETEPENG (Cassia alata L. ) TERHADAP PENCEGAHAN JAMUR SAPROLEGNIA SP. PADA TELUR IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) Agung Tri Bowo; Sunarto .; Rachimi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.892 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.258

Abstract

Tujuan penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui pengaruh ekstrak daun ketepeng terhadap pencegahan jamur saprolegnia.sp pada telur ikan gurame. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan yang akan diberikan yaitu Perlakuan A (kontrol),  B (10 ppm), C(30  ppm) D (60 ppm), E ( 90 ppm).  Variabel pengamatan dan analisis adalah : telur yang terserang jamur, daya tetas telur, kelangsungan hidup larva, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun ketepeng dengan konsentrasi 60 ppm menunjukkan hasil terbaik dalam menghambat pertumbuhan jamur saprolegnia sp, sedangkan B (10 ppm) memberikan daya tetas telur ikan gurame dan kelangsungan hidup larva yang tinggi pada telur ikan gurame. Kata kunci :  Ekstrak Daun Ketepeng, Pencegahan Jamur Saprolegnia sp.,Telur Ikan Gurame
Pengaruh Insulin dan Larutan Gula terhadap Frekuensi Gerakan Sirip Dada, Mulut dan Operkulum Ikan Mas Koki Carrasius auratus Wiyoto, W.; Mubarak, A S; Tahya, A M; Nisaa, K; Farizah, N; ., Mulyasari; ., Robin; Khasani, I; Yamin, M; Purnamawati, Purnamawati; Junior, M Zairin
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.877 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i1.3516

Abstract

Insulin merupakan hormon peptida yang berperan sangat penting dalam proses metabolisme. Percobaan ini bertujuan untuk mengukur pengaruh pemberian insulin terhadap kondisi, metabolisme dan konsumsi oksigen ikan mas koki melalui penghitungan frekuensi gerakan sirip dada, mulut dan operkulum. Ikan uji yang digunakan adalah ikan mas koki dengan bobot rata-rata 5,26 ± 0,27 g dan panjang rata-rata 8,11 ± 1,45 cm. Penelitian terdiri dari tiga percobaan yang meliputi (1) pergerakan pada ikan yang diberi insulin dilanjutkan dengan penambahan larutan gula, (2) pergerakan pada ikan yang diberi larutan gula kemudian diinjeksi dengan atau tanpa insulin, (3) pergerakan pada ikan pada suhu rendah diikuti dengan diinjeksi insulin lalu pemberian larutan gula. Pemberian insulin baik yang pada media pemeliharaan maupun melalui injeksi meningkatkan frekuensi gerakan mulut dan operkulum yang mengindikasikan bahwa insulin meningkatkan laju metabolisme dan konsumsi oksigen ikan. Suhu media yang rendah menurunkan semua pergerakan ikan, namun pemberian insulin dapat mengembalikan aktivitas ikan menjadi seperti pada suhu normal. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian insulin dan larutan gula berpengaruh secara nyata pada tingkah laku ikan, laju metabolisme dan konsumsi oksigen pada ikan mas koki.
PENGARUH PEMBERIAN DEDAK HALUS FERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PEMBERIAN PAKAN IKAN JELAWAT(Leptobarbus hoevvenii Blkr) hendry yanto; Rachmat Hutomo Setiawan; eka indah raharjo; farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.463 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i02.1013

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan kadar dedak halus fermentasi yang sesuai dan terbaik terhadap laju pertumbuhan harian dan tingkat kelangsungan hidup ikan jelawat. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan yaitu kadar dedak halus tidak fermentasi 10% (A), kemudian10% dedak halus fermentasi (B),  20% (C), 30% (D) dan 40% (E). Analisis statistic menggunakan analisis ragam, dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya digunakan Uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dedak halus fermentasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap retensi protein, retensi lemak, laju pertumbuhan harian, dan efesiensi pemanfaatan pakan (P<0,05). Pakan dengan kadar 30% dedak halus fermentasi menghasilkan laju pertumbuhan harian (3,03%) dan efesiensi pemberian pakan (55,93%) dan kelangsungan hidup (100%) adalah yang terbaik untuk ikan jelawat.
EFEKTIFITAS EKSTRAK RUMPUT LAUT (Sargassum polycystum) SEBAGAI ANTI BAKTERI PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila Eka Indah Raharjo; Sunarto .; Iwan .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.073 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis rumput laut (Sargassum polycystum) sebagai anti bakteri  pada ikan mas (Cyprinus carpio) yang terinfeksi  bakteri Aeromonas hydrophila secara optimal. Hewan uji yang digunakan adalah ikan mas panjang 8-15cm dengan kepadatan 10 ekor/akuarium, Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. konsentrasi ekstrak Sargassum polycystum antara lain adalah, perlakuan A (control), B (9%), C (12%), D (15%). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah Uji in vitro, gejala klinis, kadar hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, kelangsungan hidup dan Kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Sargassum polycystum dengan dosis 15% dapat di jadikan sebagai anti bakteri pada ikan mas.Kata kunci: Sargassum polycystum, Aeromonas hydrophila, anti bakteri

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue