cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
PENAMBAHAN HORMONE OODEV DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN FREKUENSI PEMIJAHAN IKAN CUPANG (BETTA SPLENDENS) DILUAR MUSIM PEMIJAHAN Lestari, Tuti Puji; Farida, Farida; Hasan, Hastiadi; Nurdidayat, Nurhidayat
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.185 KB) | DOI: 10.29406/jr.v11i1.5266

Abstract

Ikan cupang merupakan ikan hias air tawar yang memijah tergantung dengan musim pemijahan dan hanya dapat memijah satu hingga dua kali pemijahan dalam musimnya. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penambahan hormone Oodev dalam pakan untuk meningkatkan frekuensi pemijahan ikan cupang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari lima perlakuan dan 3 ulangan, yaitu dosis hormon Oodev: 0.0 ml.kg-1 ikan; 0.5 ml.kg-1 ikan; 1.0 ml.kg-1 ikan; 1.5 ml.kg-1 ikan; dan 2.0 ml.kg-1 ikan. Ikan uji yang digunakan sebanyak 135 induk betina dan 135 induk jantan dengan bobot ± 1.15 – 2.15 gr ekor-1 dan sudah mencapai tingkat kematangan gonad II. Dosis pakan yang diberikan sebesar 5% per bobot biomas dengan frekuensi pemberian tiga kali sehari (pagi, siang dan sore) dan diberikan secara at satiation selama 45 hari. Parameter yang diamati meliputi: frekuensi pemijahan; fekunditas; fertilisasi; hatching rate; survival rate larva; dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi hormone Oodev dapat meningkatkan frekuensi pemijahan 3-5 kali pemijahan; fekunditas berkisar antara 306-333 butir; fertilisasi 80.13-82.70%; hatching rate 78.65-82.82%; survival rate larva 61.73–73.35% dan survival induk 72.22-86.11%. berdasarkan analisis regresi menunjukkan adanya hubungan positif antara induksi oodev terhadap frekuensi pemijahan dan menghasilkan dosis optimal sebesar 1.15 mL.kg-1 ikan. Kata kunci: Betta splendens, Hormon Oodev, Frekuensi Pemijahan
PENGARUH PENAMBAHAN MADU PADA PENGENCERAN SPERMA TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA IKAN BAUNG (Mystus nemurus) Debby Urabi; Farida Farida; Tuti Puji Lestari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.943 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan madu pada pengenceran sperma terhadap motilitas spermatozoa ikan baung. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan campuran larutan madu dan NaCl yang digunakan adalah perlakuan A (0 ml madu dalam 100 ml NaCl), perlakuan B (0,3 ml madu dalam 99,7 ml NaCl), perlakuan C (0,6 ml madu dalam 99,4 ml NaCl) dan perlakuan D (0,9 ml madu dalam 99,1 ml NaCl) Hasil penelitian mengenai penambahan madu dalam pengenceran sperma terhadap motilitas spermatozoa ikan baung memberikan hasil terbaik pada perlakuan D dengan nilai motilitas individu 75,85% dan motilitas massa dengan skor 3-4 (banyak sperma bergerak cepat dan sangat cepat, yang dicirikan dengan adanya pergerakan ditempat dan pergerakan ekor yang cepat).Kata Kunci ; Madu, sperma, motilitas, fertilisasi, Mystus nemurus
STUDI HEMATOLOGI IKAN NILA MERAH DI SENTRA PRODUKSI BUDIDAYA PERIKANAN AIR TAWAR SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.277 KB) | DOI: 10.29406/rya.v1i1.225

Abstract

Kondisi kesehatan ikan nila sulit ditentukan secara visual, karena ikan nila seringkali tidak menunjukkan tanda-tanda yang mengindikasi ikan tersebut terserang penyakit sehingga diperlukannya metode lain (hematologi) untuk mengetahui kondisi kesehatan ikan nila, selain pengamatan morfologi dan gejala klinis yang tampak dari luar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi hematologi ikan nila merah ditingkat pembudidaya ikan melalui parameter hematologis serta untuk mengetahui jenis parasit yang terdapat pada ikan nila merah yang dipelihara di Sentra Produksi Budidaya Perikanan Air Tawar Sungai Kapuas Kota Pontianak. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Basah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak pada tanggal 4 – 10 Desember 2012 selama ±7 hari. Pengumpulan sampel darah ikan nila merah sebagai obyek penelitian dilakukan langsung di Sentra Produksi Ikan Air Tawar Sungai Kapuas Kota Pontianak yang diambil dari pembudidaya ikan pada 5 lokasi penelitian. Masing-masing ikan diambil darahnya melalui vena caudalis untuk diperiksa meliputi kadar hemoglobin (Hb), nilai hematokrit, jumlah sel darah merah (eritrosit) dan jumlah sel darah putih (leukosit). Hasil pemeriksaan darah ikan menunjukkan bahwa kadar Hb 3,72±0,88 – 5,48±0,58 g/dl, nilai hematokrit 21,18±7,59%–32,70±6,90%, jumlah eritrosit berkisar antara 10,68±1,73–13,95±2,21 x 106sel/mm3, jumlah leukosit 355.625–958.125 sel/mm3.Kata kunci: Hematologi, Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus), Sungai Kapuas, Pontianak
IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN PADA IKAN RINGAU (DATNIOIDES MICROLEPIS) YANG DILALULINTASKAN DI STASIUN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN PONTIANAK ., Raudiah; Prasetio, Eko; ., Farida; Sudarto, Triadana
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.976 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i2.3066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri patogen dan mengetahui prevelensi serangan bakteri pada ikan ringau yang dilalulintaskan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan. Dalam penelitian ini menggunakan metode survey yaitu pengumpulan data yang dikumpulkan secara observasi, yakni melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek yang akan diteliti. Sehingga data-data tentang kejadian atau keadaan yang terjadi berdasarkan atas kenyataan yang ada. Data yang telah dikumpulkan diperkuat dari kutipan pustaka yang berhubungan dengan topik penelitian guna mendapatkan gambaran umum yang diperlukan. Jumlah sampel sebanyak 102 ekor, 55 ekor ikan diantaranya tidak tampak ada tanda-tanda gejala klinis ikan sakit sedangkan 47 ekor ikan lainnya menunjukan gejala klinis eksternal seperti terdapat luka pada punggung dan tubuh ikan, insang berwarna pucat, sirip ekor dan sirip punggung geripis dan bagian internal terdapat hati yang berwarna pucat. Selama masa penelitian ditemukan 5 jenis bakteri diantaranya Aeromonas hydrophila, Plesiomonas shigeliodes, Pseudomonas anguilliseptica, Pasteurella haemolytica dan Chromobacterium violaceum yang menginfeksi ikan ringau yang dilalulintaskan di Stasiun KPIM Pontianak. Tingkat prevelensi bakteri patogen pada ikan ringau infeksi bakteri patogen tertinggi yaitu Aeromonas hydrophila yang terjadi pada musim penghujan dibulan September 2020 dengan tingkat prevalensi 66,67%. Prevalensi infeksi bakteri tertinggi kedua adalah infeksi bakteri Plesiomonas shigelloides dengan tingakt prevalensi sebesar 60% yang terjadi pada dibulan Februari 2021. Bakteri patogen yang mendominasi selama pengamatan yaitu serangan bakteri Plesiomonas shigelliodes dengan tingkat dominasi sebesar 39,21% dan dominasi kedua yaitu bakteri Aeromonas hydrophila dengan tingkat dominasi sebesar 30,39%.
PENGGUNAAN TEPUNG DAUN TURI ( Sesbania grandiflora ) DALAM PAKAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) yuni tri dea vega; eka Indah Raharjo; farida farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.95 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase penggunaan tepung daun turi yang terbaik dan sesuai dalam komposisi pakan buatan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan gurami. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012) dengan 4perlakuan dan 3 kali ulangan. Susunan perlakuan adalah Perlakuan A : Tepung daun turi  0 % dalam pakan (kontrol), Perlakuan B : Tepung daun turi  15% dalam pakan , Perlakuan C : Tepung daun turi  30 % dalam pakan dan Perlakuan D : Tepung daun turi  45 % dalam pakan. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari yang bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan berat dan panjang spesifik, konversi pakan, kelangsungan hidup, retensi protein,retensi lemak serta kualitas air sebagai faktor penunjang. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung daun turi 30 % pakan menghasilkan pertumbuhan yang sangat baik pada benih ikan gurami dengan berat rata – rata 3,80 % dan panjang rata – rata 3,40 %. Untuk nilai konversi pakan menghasilkan nilai rata – rata 2,56,kelangsungan 
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN TEPUNG DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn) UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI Aeromonas sp. PADA IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Rachimi .; Aprilia Ramadani; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.5 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.708

Abstract

Ikan patin merupakan komoditas hasil budidaya perikanan yang pasarnya cukup menjanjikan. Penyakit merupakan salah satu kendala dalam budidaya ikan yang dapat menyebabkan penurunan tingkat produksi ikan. Penyakit yang sering menyerang ikan patin adalah penyakit bakteri yang juga biasa menyerang ikan-ikan air tawar jenis lainnya, yaitu Aeromonas sp. Penggunaan daun sirsak (Annona muricata Linn) yang ramah lingkungan dan murah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi tepung daun sirsak yang tepat untuk pencegahan infeksi bakteri  Aeromonas sp. pada ikan Patin. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan yang berbeda dengan 3 kali ulangan yaitu perlakuan A 0 g/kg pakan, B 50 g/kg pakan, C 60 g/kg pakan, D 70 g/kg pakan, E 80 g/kg pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis tepung daun sirsak yang efektif yaitu perlakuan C dengan dosis 60 % g/kg mampu mengasilkan nilai kelangsungan hidup tertinggi sebesar 66,6 % atau 3 ekor yang mati dari total 10 ekor sampel. Kata kunci : Ikan Patin, Tepung Daun Sirsak, Kelangsungan hidup
EFEKTIVITAS PEMBERIAN HORMON TIROKSIN (T4) DAN PHOTOPERIODE TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN BAUNG (Mystus nemurus) Eka Yandra; Usman Muhammad Tang; Henny Syawal
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.185 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i2.1675

Abstract

Hormon tiroksin (T4) mampu membantu mengatur proses metabolisme dan memacu laju pertumbuhan pada ikan. Fotoperiod menjadi salah satu solusi dalam memecah permasalahan pertumbuhan pada ikan nocturnal. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis hormon Tiroksin (T4) yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan ikan baung (Mystus nemurus) yang dipelihara dengan manipulasi fotoperiod. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Faktorial menggunakan dua faktor dan tiga kali ulangan. Dosis hormon yang diberikan adalah 0, 2, 4 dan 6 mg/kgpakan dengan lama  pencahayaan 0, 12 dan 24 jam/hari. Jenis ikan yang digunakan adalah benih ikan baung berukuran 5,7 cm, berumur 60 hari. Ikan dipelihara dalam keramba yang ditempatkan pada bak kayu dilapisi terpal, berukuran 40 x 60 x 30 cm dengan padat tebar 14 ekor/keramba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara lama penyinaran dan dosis tiroksin (0 jam/hari dan 6 mg/kg pakan) berpengaruh nyata terhadap retensi lemak (91,68±6,54 %) dan glikogen hati (3,27±0,26 µg/mg). Lama penyinaran (0 jam/hari) berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang mutlak (4,30±1,95 cm), pertumbuhan bobot mutlak (4,87±0,44 g), laju pertumbuhan harian (2,22±0,11 %), kelulushidupan (98,21±3,57 %), rasio konversi pakan (1,71±0,07), retensi protein (19,29±2,41 %), retensi lemak (77,71±10,09 %), glikogen otot (4,36±0,38 µg/mg) dan glikogen hati (2,46±0,91 µg/mg). Dosis hormon tiroksin (6 mg/kg pakan) berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang mutlak (4,41±0,13 cm), pertumbuhan bobot mutlak (4,93±0,45 g), laju pertumbuhan harian (2,24±0,11 %), kelulushidupan (97,62±2,38 %), retensi protein (20,28±1,27 %), glikogen otot (4,39±0,36 µg/mg) dan glikogen hati (2,43±0,73 µg/mg).Kata kunci : Hormon tiroksin, photoperiod, pertumbuhan, Mystus nemurus.
PEMIJAHAN IKAN BIAWAN (Helostoma temminckii) SECARA SEMI BUATAN DENGAN RASIO JANTAN YANG BERBEDA TERHADAP FERTILISASI, DAYA TETAS TELUR DAN SINTASAN LARVA Hastiadi Hasan; Farida .; Suherman .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.347 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.697

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jantan dan betina pada pemijahan secara semi buatan yang dapat menghasilkan fertilisasi , daya tetas telur dan sintasan larva ikan biawan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan adalah perlakuan A= 1 Jantan:1 betina , perlakuan B=2 Jantan:1 betina, perlakuan C= 3 Jantan:1 betina  dan perlakuan D= 4 Jantan:1betina. Hasil penelitian menunjukkan dengan perbandingan induk jantan dan betina berpengaruh nyata terhadap fertilisasi rate 88,17 % , daya tetas  88,22 %,  kelangsungan hidup  84,34 % dan kualitas air sebagai pendukung yaitu suhu 26-290C,  pH 6,5–7,0 dan DO 5,0-6 ,0 mg/l. Kata Kunci : ikan biawan, pembuahan, daya tetas, kelangsungan hidup
ANALISIS MORFOMETRIK DAN POLA PERTUMBUHAN IKAN JUARO (Pangasius polyuranodon) DI PERAIRAN SUNGAI KAMPAR DAN SUNGAI SIAK PROVINSI RIAU Lauura Hermala Yunita; Windarti .; Muhammad Fauzi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.351 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i2.1649

Abstract

Pangasius polyuranodon commonly inhabit rivers in Riau such as Kampar and Siak Rivers. Evironmental condition of those rivers, however, are different. The Siak River has bad water quality, while that of the Kampar River is better and thus affects the morphological characteristic of the fish in general. To understand the morphological charateristic of fish from both rivers, a study has been conducted in March – June 2019. Fish was sampling once and they were analyzed in the laboratory. Results shown that general characteristics of the fish from both sampling areas are similar. The length-weight relationship, however, shoun that fish from the Siak River was smaller than that of the Kampar River. There was 170 – 360 mm TL, 41 – 474 gr BW and b value was 3,00 (isometric) for the fish of the Kampar River and there was 160 - 290 mm TL, 23 – 100 gr BW and b value was 1,83 (negative allometric). Secondary sexual characteristic of the fish from the Kampar River occured at around 250 mm TL, while that of the Siak River was 190 mm TL. Based on data obtained it can be concluded fish from the Kampar River growing faster than fish from the Siak River.
PENGARUH VITAMIN C DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN BIAWAN (Helostoma temmincki) Farida .; Hastiadi Hasan; Fitri Dayanti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.429 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai penggunaan vitamin C yang dicampurkan kedalam pakan buatan dengan dosis yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Susunan perlakuan adalah perlakuan A: 0 mg vitamin C/kg pakan (control), perlakuan B: 100 mg/kg pakan, perlakuan C: 200 mg/kg pakan, perlakuan D: 300 mg/kg pakan, perlakuan E: 400 mg/kg pakan. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari yang bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan berat dan panjang spesifik, konversi pakan, kelangsungan hidup, serta kualitas air sebagai faktor penunjang. Pada masa pemeliharaan terlihat jelas kandungan vitamin C dari masing – masing perlakuan dimanfaatkan, tetapi tingkat pemanfaatannya untuk masing – masing perlakuan tidak sama dan ini diperlihatkan dengan terjadinya peningkatan kadar vitamin C dari setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian vitamin C dengan dosis 400 mg/kg pakan menghasilkan pertumbuhan yang sangat baik pada benih ikan biawan dengan berat rata – rata 2,89% dan panjang rata – rata 1,20%, dikarenakan penggunaan vitamin C secara baik memacu laju pertumbuhan dengan adanya pertambahan bobot tubuh pada benih ikan biawan. Jumlah pakan yang diberikan selama masa pemeliharaan dimanfaatkan secara baik oleh tubuh ikan, tidak hanya sebagai sumber energi tetapi juga dimanfaatkan sebagai pertumbuhan serta metabolisme. Untuk nilai konversi pakan menghasilkan nilai rata – rata 1,50%, serta kelangsungan hidup mencapai 100%.Kata Kunci : vitamin C, ikan biawan, laju pertumbuhan

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue