cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024" : 12 Documents clear
The The Correlation Between Work Family-Conflict and Work Stress of Female Teachers of Private Elementary Schools in Cipayung District Siti Ulfah Fauziah; Widianti, Dini; Mardhiyah, Dian
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4053

Abstract

Peran utama seorang Perempuan ialah sebagai ibu rumah tangga yang menjaga rumah dan mengasuh anak-anaknya, namun saat ini banyak Perempuan yang mempunyai dua peran baik sebagai ibu rumah tangga mapun bekerja di luar rumah, hal tersebut mengakibatkan adanya konflik peran ganda yang harus dijalani. Dengan peran ganda tersebut cenderung mengakibatkan stres dalam pekerjaan nya maupun peran nya sebagai ibu rumah tangga. Sehingga perlu adanya penelitian yang meneliti hubungan antara konflik peran ganda dengan stres kerja. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui adanya hubungan antara konflik peran ganda degan stres kerja pada guru Perempuan di sekolah dasar, Cipayung Depok. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden yang diambil ialah 122 responden dari guru Perempuan sekolah dasar cipayung depok dengan metode kuesioner dalam pengumpulan data dan melakukan uji rank spearman dengan SPSS versi 27. Hasil penelitian bahwa adanya korelasi antara konflik peran ganda dan stres kerja pada guru Perempuan Sekolah Dasar Swasta di Kecamatan Cipayung berdasarkan hasil oleh data SPSS menunjukan nilai p = 0.002 < dari 0,05 yang artinya bahwa hipotesis diterima.
Gambaran Burnout Syndrom terhadap Ciri Kepribadian Ekstrovert dan Introvert pada Mahasiswa Kedokteran di Jakarta Azzahra, Sabna; Kusuma, Indra; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4067

Abstract

ABSTRAK Burnout Syndrom pada Mahasiswa Kedokteran sering terjadi secara signifikan terkait dengan beban kuliah yang berat yang perlu perubahan pengaturan akademik dan organisasi. Salah satu penyebab dari burnout syndrom yaitu kepribadian Introvert. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Burnout Syndrom Terhadap Ciri Kepribadian Ekstrovert dan Introvert Pada Mahasiswa Kedokteran Di Jakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Jakarta. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret 2023 sampai Agustus 2023. Sampel diambil dengan convenience sampling. Besaran sampel dihitung dengan rumus Lameshow dan didapatkan sebanyak minimal 97 mahasiswa yang bersedia menjadi responden. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah 315 Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Jakarta. Hasil dari penelitian didapatkan Burnout Syndrom pada mahasiswa kedokteran di Jakarta mayoritas masuk kategori sedang yaitu 291 responden (92.4%), kategori berat yaitu 19 responden (6.0%), dan paling sedikit dengan kategori ringan yaitu 5 responden (1.6%). Dimensi sinisme mayoritas kategori sedang yaitu 286 responden (90.8%), berat 20 responden (6.3%), dan ringan 9 responden (2.9%). Dimensi kelelahan emosional mayoritas masuk kategori sedang 284 responden (90.2%), berat 20 responden (6.3%), dan ringan 11 responden (3.5%). Dimensi penurunan pencapaian pribadi mayoritas masuk kategori sedang yaitu 270 responden (85.7%), berat 39 responden (12.4%), dan ringan 6 responden (1.9%). Hasil kepribadian mayoritas Introvert yaitu 174 responden (55.2%) sedangkan kepribadian Ekstrovert yaitu 141 responden (44.8%). Nilai probabilitas uji chi square sebesar 0,100 dimana nilai ini lebih besar dari 0,05 maka didapatkan hasil tidak terdapat Hubungan antara Burnout Syndrom Terhadap Ciri Kepribadian Ekstrovert Dan Introvert Pada Mahasiswa Kedokteran Di Jakarta. ABSTRACT Burnout Syndrome among medical students often occurs significantly in connection with the heavy academic workload that requires changes in academic and organizational arrangements. One of the causes of burnout syndrome is Introverted personality. This research aims to determine the Description of Burnout Syndrome on Extroverted and Introverted Personality Traits in Medical Students in Jakarta. This study is a descriptive analytic type with a cross-sectional research design. The sample in this study consists of Medical Faculty students in Jakarta. Data collection was conducted from March 2023 to August 2023, using convenience sampling. The sample size was calculated using the Lameshow formula, and a minimum of 97 students willing to participate were obtained. The total number of subjects in this study was 315 Medical Faculty students in Jakarta. The results of the study revealed that Burnout Syndrome in medical students in Jakarta mostly fell into the moderate category, with 291 respondents (92.4%), followed by the severe category with 19 respondents (6.0%), and the least in the mild category with 5 respondents (1.6%). The dimension of cynicism mostly fell into the moderate category, with 286 respondents (90.8%), severe with 20 respondents (6.3%), and mild with 9 respondents (2.9%). The dimension of emotional exhaustion mostly fell into the moderate category, with 284 respondents (90.2%), severe with 20 respondents (6.3%), and mild with 11 respondents (3.5%). The dimension of reduced personal achievement mostly fell into the moderate category, with 270 respondents (85.7%), severe with 39 respondents (12.4%), and mild with 6 respondents (1.9%). The majority of respondents had an Introverted personality, with 174 respondents (55.2%), while Extroverted personality was exhibited by 141 respondents (44.8%). The chi-square test probability value was 0.100, where this value is greater than 0.05, indicating that there is no relationship between Burnout Syndrome and Extroverted and Introverted Personality Traits in Medical Students in Jakarta.
Pengaruh Edukasi dengan Booklet Terhadap Pengetahuan Tentang Perubahan Iklim dan Kesehatan pada Mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas YARSI dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam Ramadhan, Rayhan; Ernawati, Kholis; Kenconoviyati; Arifandi, Firman; Almaudoody, Daffa Naufal Hamid
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4075

Abstract

Perhatian dunia banyak mengarah pada perubahan iklim yang terjadi pada beberapa tahun terakhir. Aktivitas manusia yang mengubah komposisi atmosfer bumi dan variabilitas iklim yang dirasakan dapat menyebabkan perubahan iklim secara langsung atau tidak langsung. Banyak dampak diberbagai aspek yang disebabkan oleh perubahan iklim, salah satunya dalam aspek kesehatan. Maka dari itu, peneliti bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap pengetahuan tentang perubahan iklim dan dampaknya terhadap kesehatan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Angkatan 2021 Universitas YARSI. Penelitian ini dirancang menggunakan pra-eksperimental dengan jenis one group pretest and posttest design. Sampel yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Angkatan 2021 Universitas YARSI yang berjumlah 48 orang. Media yang digunakan untuk memberikan edukasi pada penelitian ini berbentuk booklet yang berjudul “Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan” yang dibuat oleh peneliti pada tahun 2023. Selain itu, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berjumlah 20 pertanyaan. Untuk sebaran distribusi variabel digunakan analisis univariat. Sedangkan untuk analisis perbandingan tingkat pengetahuan menggunakan analisis bivariat yaitu uji Wilcoxon. Tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas YARSI Angkatan 2021 sebelum dilakukan edukasi dengan media booklet yang masuk dalam kategori sangat baik hanya 5 orang (10,4%). Sedangkan untuk tingkat pengetahuan setelah diberikan edukasi kepada responden yang masuk dalam kategori sangat baik terdapat 35 orang (72,9%). Hasil Analisis didapatkan nilai p-value yaitu p = 0,000. Hasil analisis membuktikan bahwa terdapat pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap pengetahuan perubahan iklim dan dampaknya bagi kesehatan pada mahasiswa Universitas YARSI. Perlu dilakukan penelitian pengaruh edukasi menggunakan media lain terhadap pengetahuan tentang perubahan iklim dan dampaknya terhadap kesehatan.
Perbandingan Kadar Amilum pada Nasi Putih Baru Matang dengan Nasi Putih yang Disimpan dalam Penanak Nasi dengan Berbagai Variasi Waktu menggunakan Uji Iodida Mutiara Sabri, Syifa; Sandra, Yurika
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4142

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus adalah suatu kondisi kesehatan yang ditandai oleh tingginya kadar gula darah melampaui batas normal, yang secara signifikan terkait dengan pola konsumsi makanan, khususnya sumber karbohidrat yang melimpah dalam kelompok serelia seperti beras. Beras, yang selanjutnya diolah menjadi nasi, merupakan jenis karbohidrat yang tersedia dan dapat menyebabkan peningkatan cepat kadar gula darah. Masyarakat cenderung lebih menyukai nasi yang disajikan dalam keadaan panas, dan seringkali nasi disimpan untuk kemudian dipanaskan kembali saat akan dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis nasi yang memiliki kandungan amilum terbaik dalam pencegahan diabetes melitus. Metode: Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimental in vitro dengan membagi sampel menjadi kelompok 0, 4, 12, dan 24 jam. Kemudian, sampel ini diuji untuk mengukur kadar amilum menggunakan uji iodida, dan hasil data dianalisis menggunakan uji T-test untuk mengevaluasi perbandingan kadar amilum. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar amilum pada nasi baru matang sebesar 12,60% lebih tinggi dibandingkan nasi yang disimpan dalam penanak nasi dengan berbagai variasi waktu 4 jam, 12 jam, 24 jam sebesar 11,73%, 10,77%, dan 9,80%. Selanjutnya, hasil analisis uji T-test menunjukkan bahwa nilai p-value < 0,05. Kesimpulan: Dari temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat amilum pada nasi yang baru dimasak lebih tinggi dibandingkan dengan nasi yang disimpan dalam penanak nasi.
Korelasi Tingkat Pendidikan dan Nilai Akademik dengan Pengetahuan dan Stigma HIV/AIDS pada Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 dan Siswa/i MAN 13 Jakarta Viontika, Vivian; Intan Farida Yasmin
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4169

Abstract

Pendahuluan Tingkat pendidikan seseorang dapat mempengaruhi pengetahuan HIV/AIDS pada remaja. Tingkat pendidikan yang tinggi memiliki pengetahuan yang lebih baik terhadap HIV/AIDS. Tingkat pendidikaan yang tinggi pada remaja belum tentu memiliki stigma yang baik terhadap ODHA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat korelasi tingkat pendidikan dan nilai akademik dengan pengetahuan dan stigma HIV/AIDS pada mahasiswa FK YARSI Angkatan 2022 dan siswa MAN 13 Jakarta. Metodologi Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penilitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik nonrandom sampling dengan metode purposive sampling diambil dari sampel siswa/i kelas X MAN 13 Jakarta dan mahasiswa/i FK YARSI Angkatan 2022 berusia > 15 tahun dan bersedia menjadi responden. Hasil Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik responden antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna (p>0,05) kecuali usia dan pend. Ibu (p<0,05). Karakteristik pendidikan antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna (p>0,05). Pengetahuan dan stigma terkait HIV/AIDS antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna (p>0,05) kecuali pada pengetahuan terkait penularan HIV (p<0,05). Terdapat korelasi lemah pada variabel pend. ibu, nilai semester dan IPK dengan pengetahuan (r=0,047;r=0,19) dan variabel pend. ayah, nilai semester dan IPK dengan stigma (r=0,033;r=0,036). Seluruh variabel korelasi tidak berbeda bermakna (p>0,05) kecuali korelasi antara nilai semester dan IPK dengan pengetahuan (p<0,05). Simpulan Karakteristik responden antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna kecuali usia. Karakteristik pendidikan tidak berbeda antara siswa dan mahasiswa. Pengetahuan dan stigma antara siswa dan mahasiswa juga tidak berbeda bermakna. Terdapat korelasi lemah antara pengetahuan dengan pendidikan ibu, nilai semester, dan IPK serta korelasi lemah antara stigma. Introduction Person's level of education can influence knowledge of HIV/AIDS in adolescents. Higher level of education has better knowledge of HIV/AIDS. High level of education among teenagers does not necessarily have a good stigma towards PLWHA. The aim of this research is to see the correlation between education level and academic grades with knowledge and stigma of HIV/AIDS among students at the Faculty of Medicine, YARSI University Class of 2022 and students at MAN 13 Jakarta. Method This research design uses a quantitative descriptive type of research with a cross sectional design. Sampling was taken using a non-random sampling technique using a purposive sampling method with a sample of students grade X in MAN 13 Jakarta FK YARSI Class of 2022 students are > 15 years old and are willing to be respondents. Result The research results showed that the characteristics of respondents between pupils and students did not differ significantly at (p>0.05) except for age and education mother (p<0.05). Educational characteristics between pupils and students are not significantly different at (p>0.05). Knowledge and stigma related to HIV/AIDS between pupils and students did not differ significantly at (p>0.05), except for knowledge related to HIV transmission, (p<0.05). There is a weak correlation in the variables of mother's education, semester grades and GPA with knowledge (r=0.047; r=0.19) and father's education variables, semester grades and GPA with stigma (r=0.033; r=0.036). All correlation variables were not significantly different at (p>0.05) except for the correlation between semester grades and GPA and knowledge at (p<0.05). Conclusion The characteristics of respondents between students and medical students did not differ significantly except for age. Educational characteristics do not differ between students and medicalstudents. Knowledge and stigma between students and medical students also do not differ significantly. There is a weak correlation between knowledge and maternal education, semester grades, and GPA as well as a weak correlation between stigma.
Pengaruh Karakteristik Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Rumah terhadap Angka Bebas Jentik (ABJ) di RW 02 dan RW 05 Kelurahan Cipinang Cempedak Kecamatan Jatinegara Kota Jakarta Timur serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Azzahra, Nurul Amini; Indrawati, Isna; Mahmud, Amir
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4216

Abstract

KATA KUNCI Demam Berdarah Dengue, Jumantik Rumah, Angka Bebas Jentik, Jenis Pekerjaan, Usia. ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Angka kejadian DBD di Indonesia setiap tahunnya masih tinggi. Upaya pencegahan yang paling tepat yaitu dengan dilakukannya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. PSN 3M Plus ini dilakukan dengan melibatkan juru pemantau jentik (Jumantik) di setiap rumahnya. Keberhasilan PSN 3M Plus akan diukur melalui indikator Angka Bebas Jentik (ABJ). Tujuan dari penelitian adalah mengetahui hubungan karakteristik Jumantik rumah, khususnya pekerjaan dan usia terhadap Angka Bebas Jentik di rumahnya masing – masing.di RW 02 dan RW 05 Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan cross-sectional, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa didapatkan 56 rumah dengan angka bebas jentik (83,6%) dari 67 sampel terpilih dan 11 rumah dengan angka tidak bebas jentik (16,4%). Rumah dengan ABJ tertinggi (70,1%) adalah rumah dengan Jumantik Rumah yang tidak bekerja. Dari analisis data memperlihatkan terdapat hubungan jenis pekerjaan jumantik rumah terhadap angka bebas jentik (p=0,007), sedangkan usia jumantik rumah tidak mempengaruhi ABJ (p=0,718). Dari dua variabel pekerjaan dan usia yang diteliti, hanya variabel pekerjaan jumantik rumah yang berpengaruh terhadap Angka Bebas Jentik. Menurut pandangan Islam, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dengan keikutsertaan Jumantik rumah sesuai dengan tujuan Maqashidul syariah yaitu Hifz an-Nafs. KEYWORDS Dengue Hemorrhagic Fever, Jumantik Rumah, larva free rate, kind of work, age. ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus transmitted through the bites of Aedes aegypti mosquito. The incidence of dengue fever in Indonesia is still high every year. The most appropriate prevention effort is the Eradication of Mosquito Nests (PSN) 3M Plus. The PSN 3M Plus was carried out by involving larva monitoring interpreters (Jumantik) in their homes. The success of the PSN 3M Plus will be measured by the larva Free Rate (ABJ) indicator. The goal of this research is To find out the relationship between caharacteristic of Jumantik Rumah and the larva free rate in their own house in RW 02 and RW 05 in Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, East Jakarta. This study is a research with a cross-sectional approach, using simple random sampling technique. Data analysis was performed by chi-square test using IBM SPSS Statistics 25. The results showed that there were 56 houses out of 67 samples with larva-free rates (83.6%) and 11 houses not larvae-free (16.4%). The highest larva free rate (70,1%) are found in the group of Jumantik rumah that not working. From data analysis, there is a relationship between the type of work of Jumantik Rumah and larva-free rate (p=0.007), while the age is not related (p=0.718). From two varables that analysed in this study, it shown that only working type of Jumantik Rumah that related to the larvae-free rate, while the age is not related. According to the Islam, the activity of eradicating mosquito’s nests with the participation of community including Jumantik at home is in accordance with the objectives of Maqashidul syariah, namely Hifz an-Nafs.
Hubungan antara Usia dan Jenis Kelamin dengan Kanker Kolorektal di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta Tahun 2015−2020 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Adilah Ulinnuha; Ainur Rahmah, Nunung; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4219

Abstract

Perubahan pola penyakit dapat disebabkan oleh perubahan pola hidup masyarakat. Masalah utama masyarakat di bidang kesehatan salah satunya adalah keganasan. Peristiwa penyakit keganasan, khususnya kejadian kanker kolorektal selalu meningkat tiap tahunnya. Kanker kolorektal adalah penyakit keganasan di bagian usus besar. Usia dan jenis kelamin dapat berhubungan peningkatan resiko terjadinya kanker kolorektal. Umur adalah lamanya hidup manusia dari lahir sampai tutup usia. Rata-rata usia manusia saat ini mengikuti zaman Nabi. Semakin bertambahnya usia maka manusia semakin rentan untuk terkena penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kanker kolorektal di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta Tahun 2015−2020 dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Rancangan penelitian menggunakan metode retrospektif cross sectional dengan cara melihat rekam medik pada populasi seluruh pasien yang didiagnosis klinis sebagai kanker kolorektal yang dirawat inap di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta pada tahun 2015−2020. Sampel dipilih dari populasi yang sesuai kriteria. Umur, jenis kelamin, diagnosis kanker kolorektal dimasukan ke komputer dan dianalisis menggunakan Program Statistical package for social science (SPSS). Selanjutnya dilakukan uji Chi-Square. Pada penelitian ini menunjukan hasil tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistic antara umur dan jenis kelamin dengan karsinoma kolon. Pasien yang berusia >50 tahun memiliki risiko 1,90 kali lebih besar mengalami karsinoma dan pasien dengan usia 40−50 tahun memiliki risiko 1,429 kali lebih besar mengalami karsinoma dibandingkan dengan pasien yang berusia <40 tahun. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu Tidak ada hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kanker kolorektal di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta Tahun 2015−2020. Menurut pandangan Islam rata-rata usia manusia saat ini mengikuti zaman Nabi. Semakin bertambahnya usia maka manusia semakin rentan untuk terkena penyakit.
Efektivitas Ekstrak Etanol Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) Untuk Menurunkan Kadar LDL dan Trigliserida pada Tikus Putih Jantan Tripratomo, Arya Yoedha; Juniarti
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4225

Abstract

Latar Belakang: Kolesterol merupakan sterol eukariotik yang merupakan konstituen penting dari membran sel. Kolesterol dapat terakumulasi dan terdepsit secara abnormal dalam bentuk batu empedu dan atheroma. Konsumsi makanan tinggi lemak menjadi peneyebab utama meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. Buah stroberi dikenal memiliki banyak kandungan yang berpotensial memberikan efek positif bagi kesehatan manusia. Metode: Penelitian ini merupakan uji eksperimental laboratorium dengan desain pre-test dan post-test dengan grup kontrol. Tikus (Rattus norvegicus) sejumlah 25 ekor diinduksi dengan pakan kuning telur kemudian dibagi menjadi lima kelompok perlakuan berbeda. Kelompok ke 2-4 diberikan ekstrak etanol buah dengan dosis berturut-turut 18,75 mg/150gBB, 37,5/150gBB, dan 75 mg/150gBB. Pada hari ke-8 dan ke-16 darah tikus diambil untuk diukur kadar LDL dan trigliseridanya serta dihitung perubahan keduanya. Data tersebut kemudian diuji dengan uji ANOVA dan didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok apabila nilai p < 0,05. Hasil: Pengolahan data dengan uji ANOVA menunjukan adanya perbedaan signifikan perubahan kadar LDL dan trigliserida antar kelompok dengan perlakuan yang berbeda. Kelompok dengan pemberian ekstrak etanol buah stroberi menunjukan penurunan kadar LDL dan peningkatan kadar trigliserida Kesimpulan: Terdapat perbedaan perubahan kadar LDL dan trigliserida yang signifikan antara kelompok tikus dengan perlakuan yang berbeda.
Pengaruh Pemberian Teh Hijau (Camellia sinensis) terhadap Profil Lipid Mahasiswa FK YARSI pada Status Gizi Obesitas dan Status Gizi Normal Devira Herwinashanti; Weni, Linda; Juniarti
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4226

Abstract

Kejadian kelebihan berat badan dan obesitas berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada penduduk usia di atas 18 tahun masing-masing sebesar 13,6% dan 21,8%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kejadian di tahun 2013. Masalah kelebihan berat badan dan obesitas merupakan salah satu factor risiko terjadinya dislipidemia. Dislipidemia ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, VLDL, dan menurunnya kadar HDL. Konsumsi obat golongan statin dan mengubah pola hidup merupakan factor yang dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, VLDL, dan meningkatkan kadar HDL. Salah satu bentuk menjaga keseimbangan kadar profil lipid dapat dilakukan dengan mengonsumsi teh hijau. Teh hijau mengandung zat aktif berupa epigallocatechin gallate (EGCG) yang berperan dalam menghambat sintesis kolesterol, mengurangi penyerapan lemak di usus, dan meningkatkan ekspresi reseptor LDL di hati. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan pretest posttest control group design. Cara penetapan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga didapatkan 32 responden. Analisis data penelitian ini menggunakan Shapiro Wilk dan Independent T-test SPSS 25.0. Penelitian ini memiliki hasil yang diperolah dari perhitungan selisih (gain score) sebelum dan sesudah pemberian teh hijau pada kelompok kontrol maupun perlakuan. Sehingga, didapatkan p-value kolesterol total sebesar p=0,535, trigliserida sebesar p=0,006, LDL sebesar p=0,960, HDL sebesar p=0,012, dan VLDL sebesar p=0,006. Pemberian 2,5 gram teh hijau selama 14 hari berturut-turut secara signifikan dapat menurunkan kadar trigliserida, VLDL, dan meningkatkan kadar HDL (p<0,05). Namun, teh hijau tidak signifikan dalam menurunkan kadar kolesterol total dan kadar LDL (p>0,05).
The Potential of Transmission in Neonates Born to Mothers Infected with Covid-19 and Its Review According to The Islamic Perspective Medina Nursalfa, Azzahra; Souvriyanti, Elsye; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4229

Abstract

Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) is a new type of disease that occurs in humans, has a causative agent, namely the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Transmission of COVID-19 can occur through droplets and close contact with infected patients. Groups that can be at risk of infection are the elderly and patients with certain medical conditions. Meanwhile, transmission of respiratory viral infections is rare intrauterine. There was two reported cases explaining the possibility of congenital infection in two neonates within 48 hours after birth in the isolation of COVID-19 from the amniotic fluid, placenta, and nasopharynx. This research is a descriptive study with quantitative data collection and cross sectional design. The sample of this study was neonates born to mothers infected with COVID-19 at Yarsi Hospital and Pertamina Jaya Hospital Jakarta. The results showed that there was a 1.4% potential for transmission. As many as two out of 139 neonates born to infected mothers experienced COVID-19 transmission. As a result of being infected with COVID-19 the maternal mortality rate is 1.4% and for neonates 1.4%. Vertical transmission of COVID-19 from infected pregnant women to neonates has little potential. Nevertheless, prevention must still be carried out so that transmission does not occur and has a major impact on the mother and baby.

Page 1 of 2 | Total Record : 12