cover
Contact Name
Hafiz Muchti Kurniawan
Contact Email
hafizkurniawan@unaja.ac.id
Phone
+6282362857012
Journal Mail Official
hafizkurniawan@unaja.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Adiwangsa Jambi (UNAJA) Jl. Sersan Muslim RT.24 Kel. Thehok Kec. Jambi Selatan Kota Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
ISSN : -     EISSN : 29853281     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah jurnal kebidanan yang menerbitkan karya ilmiah bagi akademisi, dan praktisi. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak dapat diakses terbuka, menerima artikel penelitian original dan relevan dalam ruang lingkup kesehatan Ibu dan Anak sepanjang siklus daur kehidupan wanita. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak ini diterbitkan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak menyambut dan mengundang para peneliti dari seluruh dunia untuk mengirimkan artikel penelitian asli, untuk dipublikasikan di jurnal ini. Semua Artikel diterbitkan segera setelah diterima. Penerbit Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak adalah Universitas Adiwangsa Jambi.
Articles 126 Documents
Gambaran Paritas dan Tingkat Kecemasan pada Saat Masa Nifas di PMB Heti Setia Ningsih Pontianak yunita, antonia; Presty, Marsela Renasari; Efrosina Ludovika Kalista
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paritas dalam gangguan kecemasan postpartum berkaitan dengan status obstetri ibu postpartum. Kecemasan adalah suatu bentuk emosi yang tidak dapat dikontrol oleh diri individu sehingga membuat individu tersebut tidak nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Paritas dan Tingkat Kecemasan Pada Saat Masa Nifas Di PMB Heti Setia Ningsih Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 01 sampai 25 Mei 2024, sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang sudah pernah mengalami masa nifas, dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasilnya yaitu paritas ibu, yaitu sebanyak 19 (54,29%) responden, merupakan ibu primipara. Kemudian kecemasan ibu selama masa nifas, yaitu sebanyak 21 (60,00%) responden, mengalami kecemasan sedang. Dengan adanya penelitian tentang kecemasan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan masukan untuk tenaga kesehatan supaya lebih meningkatkan cara memberi informasi dan pembelajaran tentang kecemasan terutama bagi ibu-ibu yang habis melahirkan supaya dapat mengontrol emosi dalam melalui masa nifas.
Pengaruh Terapi Tablet Fe dan Madu Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Nurjanah, Fatihah Wari
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja putri, terutama akibat defisiensi zat besi. Anemia adalah komplikasi medis di mana jumlah dan ukuran sel darah merah, atau konsentrasi hemoglobin, berada di bawah kisaran acuan. Anemia pada remaja dapat berdampak negatif pada kinerja kognitif dan pertumbuhan mereka. Anemia di Indonesia pada wanita usia subur (15–49 tahun) mengalami peningkatan dari 21,6% pada tahun 2018 menjadi 22,3% pada tahun 2019. Anemia dapat ditanggulangi dengan terapi farmakologi dan non farmakologi. Terapi farmakologi yaitu tablet Fe dan non farmakologi yaitu makanan atau minuman yang mengandung zat besi serta vitamin C seperti madu. Madu memiliki kandungan zat besi dan vitamin C yang dapat mempercepat penyerapan besi dalam tubuh. Tujuan dari penelitian menganalisis madu terhadap perubahan status anemia remaja putri yang diberi tablet Fe. Desain penelitian quasy experiment  dengan rancangan  pretest posttest with control group design. Subjek penelitian adalah remaja putri yang mengalami kadar hemoglobin rendah (<12 g/dL). Pengambilan data dilakukan selama 30 hari dengan jumlah responden 40 remaja. Kelompok perlakuan diberikan madu dan tablet Fe, sedangkan kelompok kontrol diberikan tablet Fe. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan paired sample t test dan Mann-Whitney.  Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok perlakuan mengalami peningkatan kadar hemoglobin sebesar 1,31 gr/dL. Kesimpulan: Kombinasi tablet Fe dan madu lebih efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan hanya pemberian tablet Fe saja. 
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Prenatal Yoga Untuk Mengurangi Kecemasan Selama Kehamilan Di Puskesmas Kampung Bali Pontianak Tahun 2023 Putri; astuty, Lina Astuty; Ernesontha, Youlenta
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IUD merupakan metode kontrasepsi jangka panjang dan memiliki tingkat efektivitas tinggi (97 – 99 %), mekanisme kerja IUD yaitu dengan munculnya reaksi peradangan dalam cavum uteri yang akan membuat sperma mati, benang yang menggantung turun ke vagina semakin menyebabkan iritasi dan peradangan pada serviks uteri. Sehingga IUD sebenarnya berpotensi menyebabkan infeksi. Latar Belakang: Prenatal yoga merupakan suatu olahraga yang dapat meningkatkan kesehatan, ketenangan dan kebahagiaan, dimana setelah melakukan yoga pikiran akan menjadi lebih fokus, lebih berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari dan mengurangi keluhan yang terjadi selama kehamilan. Tujuan: untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Prenatal Yoga Untuk Mengurangi Kecemasan Selama Kehamilan Di Puskesmas Kampung Bali Pontianak 2023. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang pengertian kehamilan yaitu sebanyak 25 responden (83%) memiliki pengetahuan baik, pengetahuan ibu hamil tentang prenatal yoga yaitu sebanyak 15 responden (50%) memiliki pengetahuan kurang, pengetahuan ibu hamil tentang tujuan prenatal yoga yaitu sebanyak 30 responden (100%) memiliki pengetahuan baik, pengetahuan ibu hamil tentang prinsip prenatal yoga dalam kehamilan yaitu sebanyak 13 responden (43%) memiliki pengetahuan kurang, pengetahuan ibu hamil tentang modifikasi dan postur-postur yang harus dihindari untuk setiap trimester yaitu sebanyak 23 responden (77%) memiliki pengetahuan cukup, pengetahuan ibu hamil tentang postur-postur dalam prenatal yoga yaitu sebanyak 16 responden (53%) memiliki pengetahun kurang. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pendidikan,umur dan pekerjaan. Penelitian ini didukung oleh teori Siregar (2019), dimana semakin tinggi pendidikan seseorang semakin banyak juga pengetahuan yang di miliki. Menurut teori Nursalam (2013), dimana dengan banyaknya ibu yang tidak berkerja secara tidak langsung ibu akan mendapatkan infomasi yang lebih sedikit mengenai prenatal yoga dan semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikir seseorang, sehingga pengetahuan yang di peroleh semangkin banyak. Kesimpulan: Dari hasil penelitian pengetahuan ibu hamil tentang prenatal yoga dikategorikan cukup, sebanyak 15 responden dengan persentase (50%) di Puskesmas Kampung Bali Pontianak.
ANALISIS FAKTOR –FAKTOR YANG BERHUBUNGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM FISIOLOGIS DI RUANGAN PERINATOLOGI RSU. MAYJEN. H.THALIB KOTA SUNGAI PENUH Hutabarat, Sabar; Asmajaya, Rudi; Usman, Ismail; Setiawan, Rahman; Diane Marlin
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian neonatus masih menjadi masalah global yang penting.Setiap tahun diperkirakan 4 juta bayi meninggal dalam empat minggu pertama dengan 75% kematian terjadi dalam 7 hari pertama Data WHO mayoritas dari semua kematian neonatal (73%) terjadi pada minggu pertama kehidupan dan sekitar 36% terjadi 24 jam pertama kehidupan. Salah satu penyebab dari kematian tersebut adalah ikterus neonatorum yang tidak di tangani dengan tepat serta tidak diketahui apa saja faktor penyebab dari ikterus neonatorum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berhubungan kejadian icterus neonatorum fisiologis di ruangan perinatologi RSU. Mayjen H.A.Thalib Sungai Penuh tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 119 orang. Pengambilan data menggunakan data sekunder yaitu data rekam medis pasien. Data yang di peroleh dianalisis menggunakan software SPSS, menggunakan uji chi-square Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara Usia kehamilan (p=0,000), BBLR (p=0,000), Asfiksia (p=0,000) dan usia bayi (p=0,013) dengan kejadian icterus neonatorum di ruangan perinatologi RSU. Mayjen H.A.Thalib Sungai Penuh tahun 2024. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi instansi kesehatan dan tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan terhadap bayi, khususnya neonatus mengenai ikterus Neonatorum.
LITERATURE REVIEW : MENYUSUI DAN PENGURANGAN RISIKO KANKER PAYUDARA PADA WANITA DI INDONESIA Desweni, Erin
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan ancaman bagi kaum wanita. Walaupun sudah ada pengobatan terbaik, tetapi perjuangan melawan kanker payudara tidak selalu berhasil. Hal itu karena masih kurangnya perhatian kaum wanita dalam memahami kanker payudara agar terhindar dari serangan penyakit mematikan tersebut. Di Indonesia, kanker payudara lebih sering diketahui pada stadium lanjut, dimana sebanyak 70% menyebabkan tingginya angka kematian. Oleh karena itu, penting untuk selalu dilakukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SARARI) pada wanita mulai usia 20 tahun sebagai usaha untuk screening. faktor-faktor yang berhubungan dengan kanker payudara salah satunya adalah riwayat menyusui. Studi meta analisis ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apa hubungan antara riwayat menyusui dengan kejadian kanker payudara pada wanita diindonesia. Studi ini dilakukan dengan mengumpulkan 20 artikel pada jurnal ilmiah nasional melalui aplikasi google scholar yang berkaitan dengan hubungan antara riwayat menyusui dengan kejadian kanker payudara pada wanita diindonesia mulai dari tahun 2013 sampai 2024. Dan dari penelitian didapatkan hasil bahwa semakin lama ibu menyusui, dapat menurunkan risiko terserang kanker payudara karena pada saat menyusui kadar hormon estrogen tidak dominan dalam tubuh.
HUBUNGAN KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI BCG TERHADAP KEJADIAN TB PARU PADA ANAK BALITA Marlin, Diane; Rahmawati, Dwi; astria, niki; Usman, Ismail; Asmajaya, Rudi; Setiawan, Rahman; Hutabarat, Sabar
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (Global TB Report, 2022), estimasi jumlah orang terdiagnosis TBC tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 Dari 10,6 juta kasus tersebut, terdapat 6,4 juta orang yang telah dilaporkan dan menjalani pengobatan dan 4,2 juta orang lainnya belum ditemukan/ didiagnosis dan dilaporkan. dari total 10,6 juta kasus di tahun 2021, setidaknya terdapat 6 juta kasus adalah pria dewasa, kemudian 3,4 juta kasus adalah wanita dewasa dan kasus TBC lainnya adalah anak-anak, yakni sebanyak 1,2 juta kasus. Desain penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk menggambarkan adanya Hubungan Ketepatan waktu Imunisasi BCG Terhadap Kejadian TB Paru Pada Anak Balita Di Puskesmas Bukit Indah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2024 Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bukit Indah pada bulan Februari s/d Maret 2024. Jumlah sampel sebanyak 33 orang, menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 responden mengalami TB paru, 2 responden (0.06%) mendapatkan imunisasi BCG tepat waktu, sedangkan 31 responden (93%) dengan imunisasi tenggang mengalami Tb . Berdasarkan uji statistik pada tabel Fisher's Exact Test diperoleh nilai p= (0,00) Dari hasil penelitian ini hendaknya sebagai tenaga kesehatan lebih meningkatkan kualitas pelayanan dalam penanganan penyakit tuberkulosis pada anak dan menggalakkan tindakan preventif penyakit TB Paru melalui penyuluhan kesehatan, pendidikan kesehatan maupun promosi kesehatan kepada masyarakat
Perbandingan Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Berat Badan Pada Balita Gizi Kurang Di Puskesmas Pintas Tuo Kabupaten Tebo Tahun 2025 Mefi Maisaroh; kurniasari, lidya
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu strategi yang dilakukan agar kebutuhan gizi anak balita gizi buruk tercukupi yaitu dengan program Pemberian Makanan Tambahan. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan. Penelitiannya ini bersifat kuantitatif dengan jenis quassy experimental dengan rancangan one group before and after design untuk mengetahui apakah ada Perbandingan Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Balita Gizi Kurang Di Puskesmas Pintas Tuo Kabupaten Tebo Tahun 2025. Data diolah dan dianalisa dengan uji independent sample t-test. Sampel berjumlah 30 anak yang mengalami gizi kurang pada bulan Januari – Desember 2024, penelitian ini dilaksanakan Di Puskesmas Pintas Tuo Kabupaten Tebo Tahun 2025. Tehnik pengambilan sample dalam penelitian ini adalah Total Sampling, Variabel dependen pada penelitian ini adalah Peningkatan Berat Badan Balita, sedangkan variabel independennya adalah pemberian makanan tambahan (PMT). Gambaran berat badan balita sebelum diberikan PMT rata-rata 9,9 dan setelah rata-rata berat badan balita 10,5. Ada perbedaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Balita (12-59 bulan) Gizi  Kurang Di Puskesmas  Pintas Tuo Kabupaten Tebo Tahun 2025 dengan p value 0,045. Saran agar lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama ibu balita mengenai PMT berbahan lokal dan mengadakan pelatihan kader mengenai PMT balita.
Hubungan Cacingan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK)  Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Penyengat Olak Tahun 2024 Lailatul Badriyah; Mariati; badriyah12, 1lailatul_
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2021 cakupan ibu hamil KEK sebanyak 592 (Dinkes Kabupaten Muaro Jambi, 2022). Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Penyengat Olak pada tahun 2021 jumlah ibu hamil yang menagami KEK sebanyak 14 penderita, kejadian ini meningkat pada tahun 2022 ibu hamil KEK sebanyak 35 penderita.  Salah satu faktor penyebab tidak lansung yaitu ibu hamil pernah mengalami cacingan, Penyakit cacingan merupakan penyakit cacing usus yang ditularkan melalui tanah atau sering disebut “Soil Transmitted Helminthes” (STH). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crossectional bertujuan melihat hubungan cacingan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil, penelitian ini dilakukan di puskesmas Penyengat Olak pada bulan Februari 2024. Populasi penelitian ini adalah adalah seluruh ibu hamil  pada tahun 2024 sebanyak 38 ibu hamil. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengisian pengukuran LILA dan pemeriksaan laboratorium. Analisa data dalam penelitian ini secara Univariat dan Bivariat. Berdasarkan hasil penelitian dari 38 responden tidak ada responden yang mengalami cacingan pada ibu hamil dan mengalami KEK sebanyak 9 (23.7%) responden dan tidak KEK sebanyak 29 (76.3%) responden. Hasil uji statistic Tidak ada Hubungan cacingan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil di puskesmas Penyengat Olak Tahun 2024. Ibu hamil diharapkan untuk terus dapat menerapkan tindakan pencegahan infeksi cacingan dalam kegiatan sehari-hari sehingga ibu dan calon bayi dalam kandungan tetap sehat. Puskesmas khususnya di bagian Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) agar dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan pada ibu hamil terkait infeksi cacingan. Petugas kesehatan diharapkan dapat dijadikan referensi dan informasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terkait faktor risiko infeksi cacingan.
Hubungan Induksi Persalinan Terhadap Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir Tahun 2022 Mustikasari, Yesi; Feilen Desriandita
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia bayi baru lahir adalah kegagalan seorang bayi dalam mengawali dan mempertahankan pernapasan saat lahir secara teratur. Penyebab kematian neonatal adalah bayi berat lahir rendah (BBLR) (35,2%), asfiksia (27,4%), infeksi (3,4%), kelainan congenital (11,4%),tetanus neonatorum(0,3%), dan lainnya (22,5%) (Kemenkes RI, 2021). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan induksi persalinan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RS Bhayangkara Jambi.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bersalin normal di RS Bhayangkara Jambi tahun 2022.Jumlah sampel pada kelompok kasus ditentukan dengan total populasi sebesar 105 bayi asfiksia dan 105 bayi yang tidak asfiksia pada kelompok kontrol, kemudian dianalisa secara univariat dan bivariat dengan. Hasil penelitian gambaran induksi persalinan persalinan di RS Bhayangkara Jambi menunjukan tidak melakukan induksi persalinan (63,3%). Kasus asfiksia sebanyak 105 kasus dan  kontrol 105 responden. Secara uji statistikAda hubungan bermakna antara induksi persalinan terhadap kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RS Bhayangkara Jambi dengan nilai P-Value (0,000) < α (0,05) .
Hubungan Komunikasi Orangtua Dan Pendidikan Orangtua Terhadap Perilaku Seksual Beresiko Pada Remaja Desa Bernai Kecamatan Sarolangun Kiki Risdayanti; Intami, Eprina; Kristy Mellya Putri; Sri Mulyati
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku seksual dikatakan berisiko apabila perilaku tersebut membawa akibat yang tidak diinginkan seperti tindakan aborsi, hamil diluar nikah, penyakit menular seksual (PMS), penelitian ini mulai dilakukan pada bulan maret 2024. Jenis Penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitik yaitu untuk mengetahui gambaran dan menganalisis Hubungan Komunikasi Orang Tua Dan Pendidikan Orang Tua Terhadap Perilaku Seksual Beresiko Pada Remaja Desa Bernai Tahun 2024. Jumlah populasi 283 orang, sampel 74 orang menggunakan tekhnik Sistematis Random Sampling. Hasil penelitian mayoritas adalah resiko tinggi 38 responden (51,4%). Berdasarkan  komunikasi orang tua mayoritas adalah tidak efektif 41 responden (55,4%). Berdasarkan pendidikan orang tua mayoritas adalah pendidikan menengah (SMA) 32 responden (43,2%). Berdasarkan komunikasi dan pendidikan Dari hasil uji statistik diperoleh nilai P value 0,000<0,05. yang artinya ada hubungan antara komunikasi orang tua dan pendidikan orangtua terhadap perilaku seksual beresiko. Saran Untuk Remaja diharapakan untuk lebih mendekatkan diri dan terbuka ke orang tua tentang kesehatan reproduksi, upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan sosialisasi terhadap remaja tentang kesehatan reproduksi remaja.

Page 12 of 13 | Total Record : 126