cover
Contact Name
Muhammad Zaki Pahrul Hadi
Contact Email
zakipahrulhadi@gmail.com
Phone
+6285292915566
Journal Mail Official
jishum@journal.ikmedia.id
Editorial Address
Jln. Gotong Royong, Kebon Bawak Timur - Kebon Sari - Ampenan – Mataram 83118
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by CV Insan Kreasi Media
ISSN : -     EISSN : 29620120     DOI : https://doi.org/10.57248/jishum
JISHUM: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora [e-ISSN 2962-0120] | DOI 10.57248] is intended to develop itself as a pioneer journal in social sciences and humanities. Starting from the year 2022, it publishes all papers in English and Indonesian. Areas relevant to the scope of the journal include Social Sciences, Education, Media and Communication studies, Law, Tourism, Arts and Culture, Linguistics, Literature and Philosophy. Research as well as literary study articles submitted to JISHUM should be original and have never been published anywhere. All submitted articles will be blinded peer-reviewed by panel of experts in the concern field of study. The manuscripts should follow guide line as found in the journal template for the purpose of both reviewing and editing.
Articles 227 Documents
Peranan Kepemimpinan Kepala Desa Untuk Meningkatkan Partisipasi Warga Dalam Pembangunan Fisik di Desa Penambangan Sidoarjo Hidayati, Dinda Ade Kusuma; Zaman, Akhmad Qomaru; Lestari, Bernadetta Budi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Maret (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v1i3.133

Abstract

Abstrak Penelitian ini didasarkan pada peranan kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan partisipasi warganya pada kegiatan pembangunan fisik yang ada di Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peranan kepemimpinan kepala desa untuk meningkatkan partisipasi warga dalam pembangunan fisik, untuk menemukan bentuk-bentuk partisipasi warga dalam pembangunan fisik, serta untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dalam pembangunan fisik di Desa Penambangan Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dengan wawancara kepada kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat serta Badan Pengawas Desa (BPD), data sekunder dengan dokumen RPJM, RKP, dan APBDes tahun 2021. Setelah itu data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi. Seluruh data diuji kredibilitasnya dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepala desa berperan sangat baik dan membawa banyak perubahan dan kemajuan dari berbagai bidang, misalnya bidang fisik pembangunan, bidang formal dan sumber daya manusianya. Kepala Desa juga sudah membawa perubahan pada pemerintahan desa yang dulunya beku masalah pemerintahannya dan sekarang sudah tidak lagi. Bentuk kemajuan dan perubahan desa dibuktikan dengan salah satunya yaitu berdirinya pujasera atau BUMDES dan pasar desa yang bisa dimanfaatkan warga untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian warga sekitar. Bentuk partisipasi warga adalah ikut serta secara langsung dalam kegiatan pembangunan fisik desa. Kepala Desa berperan sangat baik dalam meningkatkan partisipasi warga yaitu dengan memotivasi warga serta mengadakan sosialisasi dan merencanakan program pembangunan secara bersama-sama. Faktor-faktor penghambat dalam pembangunan fisik adalah 0,0%, maksudnya tidak ada hambatan baik itu dari segi pembangunan maupun pelayanan kepada warga Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Kata Kunci: Kepemimpinan, Partisipasi Warga, Pembangunan Fisik
Program Panti Rehabilitasi Sosial Narkoba Sahabat Suci Hati Dalam Penanganan Klien Penyalahgunaan Narkoba Aini, Zaratul; Yulhelna; Yatim, Yenita
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Maret (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v1i3.123

Abstract

Masalah obat-obatan terlarang atau penyalah gunaan narkoba di Indonesia sudah menjadi masalah yang serius. Seseorang yang awalnya tidak mengenal narkoba berubah menjadi pecandu yang sulit lepas dari kecanduannya. Program rehabilitasi sosial ini merupakan persiapan untuk kembali ke masyarakat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktural-fungsional yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pemilihan informan 8 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi non partisipan, wawancara mendalam dan studi dokumen. Sedangkan unit analisis data yang digunakan kelompok dengan analisis data Milles dan Huberman adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rehabilitasi sosial di Sahabat Suci Hati terbagi menjadi beberapa tahapan yaitu rawat inap hingga rawat jalan. Rawat inap dilakukan selama 60-90 hari yang disesuaikan dengan kebutuhan klien dengan rumus 60 hari rawat inap dan selanjutnya dilihat apakah klien mengalami perubahan selama mengikuti program atau tidak. Selama program rawat inap, klien diberikan pemeriksaan urin dan asesmen awal, kemudian klien diberikan rencana perawatan. Rawat inap dilakukan selama 60-90 hari yang disesuaikan dengan kebutuhan klien dengan rumus 60 hari rawat inap dan selanjutnya dilihat apakah klien mengalami perubahan selama mengikuti program atau tidak. Selama program rawat inap, klien diberikan pemeriksaan urin dan asesmen awal, kemudian klien diberikan rencana perawatan.
Implementasi Asas Kebebasan Berkontrak dan Pengaruhnya Terhadap Kegagalan Pekerjaan Konstruksi Agustina
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Maret (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v1i3.140

Abstract

This study aims to comprehensively discuss the implementation of the principle of freedom of contract in construction work contracts, and examine the legal consequences of unequal work contracts in construction work. This type of research is normative in nature with a descriptive-analytical approach to studying existing legal symptoms and problems and testing them based on statutory regulations and legal norms. The results of this study indicate that the principle of freedom of contract in construction work contracts cannot be fully implemented, due to the use of standard clauses in the preparation of contracts. An unbalanced work contract can have legal consequences for the interests of the parties resulting in a dispute arising, so that the contract can be canceled or declared null and void.  
Mengenang Kebijakan BJ Habibie Dalam Lepasnya Timor Leste dari Indonesia Ngenget, Indiana; Jaya, Indra
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Maret (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v1i3.141

Abstract

Artikel ini menganalisis faktor-faktor yang mendasari kebijakan politik B.J. Habibie dalam lepasnya Timor Leste dari Indonesia tahun1999. Metode penelitian ini kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif analisis. Hasil penelitian, dari sejarah politik terdapat perbedaan pandangan mengenai perspektif integrasi dan aneksasi dari pemerintah Indonesia dan masyarakat Timor Leste yang menolak Indonesia. Masuknya Indonesia ke wilayah ini berawal dari kegagalan proses dekolonisasi oleh Portugal. Negara-negara Barat khawatir melihat perkembangan partai politik (Fretilin) yang mempunyai faham komunis akan mengancam Kawasan ini, sehingga Indonesia didorong untuk masuk ke daerah ini. Indonesia berkuasa di Timur Leste selama 23 tahun, persoalan politik daerah ini tidak pernah tuntas. Segala upaya telah dilakukan pemerintah Indonesia baik berupa pembangunan fisik dan sosial budaya, namun tidak mampu mempengaruhi hati rakyat Timor Leste, yang tetap menolak Indonesia. Ketika konstelasi politik internasional telah berubah secara dramatis, dari konteks perang dingin (Komunisme) ke isu-isu yang lebih lunak seperti hak asasi manusia atau demokratisasi. Perubahan konstelasi politik internasional, negara-negara Barat yang sebelumnya mendukung integrasi wilayah Timor Leste ke Indonesia, akhirnya berbalik arah. Bersama pihak anti integrasi di Timor Leste, mereka menjadi kekuatan besar dalam menekan dan menyalahkan kekuasaan pemerintah Indonesia. Pada sisi lain, PBB tetap konsisten tidak mengakui kedaulatan Indonesia di wilayah ini. Ketika B.J. Habibie menggantikan Soeharto, terjadi eforia reformasi dan menghadapi kenyataan persoalan Timor Timur telah menjadi beban bagi Indonesia. B.J. Habibie memiliki pandangan yang berbeda dengan pendahulunya dalam melihat kompleksitas masalah Timor Leste dan akhirnya mengeluarkan kebijakan politik sebagai solusi yang komprehensif. Kesimpulan kebijakan politik pemerintahan B.J Habibie mengenai dua opsi referendum (jajak pendapat) yang menyebabkan lepasnya Timor Leste dari wilayah Indonesia, memiliki keterkaitan dengan faktor sejarah politik, dimensi lokal, kekuasaan dengan militeristik, permasalahan HAM, serta tekanan politik internasional.
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 5 Pekanbaru Susanto, Ram; Ibrahim , Bedriati; Asril
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Maret (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v1i3.142

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aktivitas yang telah berlangsung berabad-abad lamanya di masyarakat. Bahkan diyakini bahwa pendidikan telah berlangsung sejak manusia ada dalam rangka mengenal dirinya sendiri dan lingkungannya demi memajukan peradabannya menuju yang lebih baik. Pendidikan karakter merupakan salah satu bentuk perwujudan hasil Program Nasional yang diselenggarakan oleh Kemendiknas pada tanggal 14 Januari 2010 sebagai gerakan nasional.. Pembelajaran sejarah merupakan salah satu komponen yang penting dari sistem kegiatan pendidikan, dimana dalam pembelajaran sejarah merupakan sarana yang efektif untuk meningkatkan integritas dan kepribadian bangsa melalui proses belajar-mengajar dalam konteks yang lebih sederhana, selama ini pendidikan karakter hanya dibebankan pada dua mata pelajaran saja yaitu mata pelajaran Agama dan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKN), khususnya terkait dengan akhlak dan budi pekerti peserta didik. Oleh karena itu dengan memasukan pendidikan karakter ke dalam mata pelajaran sejarah akan mendorong pembentukan karakter itu sendiri, ditambah lagi peserta didik kelas X yang masih dalam masa transisi yang mana dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), dan juga melihat kondisi saat sekarang ini kegiatan pembelajran baru memasuki tahap pembelajran tatap muka terbatas. Artinya selama covid-19 melanda Indonesia, peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran secara online atau dalam jaringan, hal ini tentu menyebabkan pendidikan karakter di sekolah tidak optimal. Selain itu ketika hanya menggantungkan pembentukan karakter peserta didik hanya melalui pembelajaran Agama dan Pendidikan Kewarganegaran (PKN) saja tidak cukup. Dengan demikian, penulis tertarik untuk menulis kajian mengenai pendidikan karakter ini. Banyak faktor yang menjadi pendorong dalam pembuatan penulisan ini, diantaranya yakni SMA Negeri 5 Pekanbaru yang diteliti ini berada Pekanbaru, belum banyak dilirik para peneliti lainnya dalam hal konteks pendidikan karakternya dalam pembelajaran sejarah, maka dari itu penulis memilih SMA Negeri 5 Pekanbaru. Adapun tujuan penelitian ini yaitu 1) Mengetahui perencanaan guru sejarah dalam melaksanakan pendidikan karakter di SMA Negeri 5 Pekanbaru 2) Mengetahui pelaksanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 5 Pekanbaru 3) Mengetahui evaluasi guru sejarah pada saat penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah yang dikembangkan oleh guru yang berorientasi pada pendidikan karakter di SMA Negeri 5 Pekanbaru. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Pendidikan karakter di SMA Negeri 5 Pekanbaru selama masa peralihan sudah terlaksana tetapi dari delapan belas indikator hanya sembilan indikator yang diterapkan. Kata kunci : Implementasi, Pendidikan Karakter, Pembelajaran Sejarah.
Improving Students’ Reading Comprehension Using PQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review) at the Second Grade students of MTs. Al-Muini Sesela Terasne; Hafiz, Hairori Sahrul
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Maret (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v1i3.143

Abstract

The purpose of the research was to know students’ reading comprehension PQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review) at the second grade students of MTs. Al-Munini Sesela. It was classroom action research. It was done in two cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection stages. Subject of the research was 28 students. Instruments used were students' test, students' and teacher’s activities used observation sheets, at the end of each cycle. The percentage of students' reading comprehension improves time by time. In pre-cycle, the percentage was 46% (not enough), in cycle I was 46% (not enough) and in cycle II was 82% (very good). Meanwhile, percentage of students' Activity also improves. In pre-cycle, the percentage is 52% (enough), in cycle I is 69% (good) and in cycle II was 80% (very good). It concludes that PQ3R ((Survey, Question, Read, Recite, and Review) able to improve students’ reading comprehension at the second grade students of MTs. Al-Munini Sesela.
Penanaman Sikap Nasionalisme Pada Siswa Penggemar K-Pop di Kelas XI SMK Negeri 12 Surabaya Yuliananda, Aldila; Suhari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Maret (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v1i3.136

Abstract

Kemajuan teknologi dan informasi semakin meluas dimana televisi, radio, surat kabar dan internet digunakan sebagai media untuk menyampaikan atau menyebarkan informasi kepada masyarakat di berbagai belahan dunia. Kemajuan teknologi dan informasi memungkinkan masyarakat untuk saling terbuka dengan informasi yang ada dan memudahkan masyarakat untuk saling berbagi informasi melalui jaringan internet. Dengan adanya jaringan internet, masuknya budaya asing melalui teknologi dan informasi menjadi sangat mudah. Salah satu budaya asing yang masuk ke Indonesia adalah budaya dari Korea Selatan atau yang biasa dikenal dengan k-pop. K-pop adalah genre musik asal Korea yang terdiri dari pop, dance, hip-hop, rock, R&B, dan musik elektronik. K-pop telah menarik banyak perhatian dari masyarakat Indonesia, karena bakat dan penampilan para grup idola yang membuat k-pop sangat populer di Indonesia. Perkembangan k-pop berkembang tidak hanya dalam hal musik tetapi juga drama, film, pakaian, dan acara televisi. Dampak dari semakin meluasnya k-pop ke Indonesia tentunya akan mempengaruhi budaya asli yang ada di Indonesia, tidak hanya itu juga akan merubah sikap nasionalisme generasi muda. Sikap nasionalisme ini akan melemah atau hilang jika hal-hal tersebut dibiarkan, seharusnya generasi muda sekarang tetap memiliki rasa nasionalisme atau sikap nasionalisme tanpa harus meninggalkannya. pakaian dan acara televisi juga. Dampak dari semakin meluasnya k-pop ke Indonesia tentunya akan mempengaruhi budaya asli yang ada di Indonesia, tidak hanya itu juga akan merubah sikap nasionalisme generasi muda. Sikap nasionalisme ini akan melemah atau hilang jika hal-hal tersebut dibiarkan, seharusnya generasi muda sekarang tetap memiliki rasa nasionalisme atau sikap nasionalisme tanpa harus meninggalkannya. pakaian dan acara televisi juga. Dampak dari semakin meluasnya k-pop ke Indonesia tentunya akan mempengaruhi budaya asli yang ada di Indonesia, tidak hanya itu juga akan merubah sikap nasionalisme generasi muda. Sikap nasionalisme ini akan melemah atau hilang jika hal-hal tersebut dibiarkan, seharusnya generasi muda sekarang tetap memiliki rasa nasionalisme atau sikap nasionalisme tanpa harus meninggalkannya.
An Analysis of Teacher’s Directive Speech Act in Learning English at SMKN 2 Mataram Muhammad Romzi; Dewi, Puspita; Hadi, Muhammad Zaki Pahrul
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v1i4.132

Abstract

This research aims to identify the types of directive speech acts, the directive speech act strategies, and the types of directive speech act that are most widely used by English teachers at SMKN 2 Mataram. The research method used is the mixed method. The source of the data in this study was one of the teachers who taught English at SMKN 2 Mataram majoring in the Tourism Industry. Data were obtained from spoken sources, by listening to the teacher's speech acts to students in the learning process in the classroom. The data collection techniques used in this study are SLBC, the recording technique, and the note-taking/transcript technique. The technique of analyzing data uses 3 ways, namely: reduce data, display data, and draw or verify data. The research results show that there are 5 types of directive speech acts, namely directive speech telling 31.65%, asking 27.85%, suggesting 8.86%, Advising 10.76%, and Challenging 20.89%. Furthermore, there are 2 speech strategies, namely direct 96.30% and indirect 3.70%. Telling is the highest percentage of the types of directive speech acts used by teachers, even though what should be needed is other types of directive speech acts. Because based on many studies, directive telling has little effect on providing understanding to students in the learning process. The results of this study are expected to contribute to teachers being able to convey various directive speech acts in the classroom with the right strategy in the learning process. Therefore, the teacher's speech acts must be able to direct students to the learning process.
Improving Students’ Speaking Skills through Cooperative Learning in Vocational School Context Ilmi, Annisa Nurul
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v1i4.150

Abstract

Speaking is one of important language skills that should be mastered by vocational school students in order to be able to compete in 21st century. It is of the most frequently utilized and most challenging language abilities. The aim of the study is to improve students’ speaking skills through cooperative learning. It categorizes as action research study consisting of plan, implementation, observation, and reflection adapted from Kemmis, McTaggart, and Nixon. Thirty six students who were in the tenth grade of Public Vocational School 7 Yogyakarta majoring tourism participated in the study. They consisted of 33 females and 3 males. Two cycles and eleven meetings were applied during the research. The data were collected through observation, interview, questionnaire, and assessment. The findings shows that the students’ speaking skills improved during the teaching and learning process through some activities such as using classroom English; applying cooperative learning methods: two stray two stay, think-pair-share, numbered heads together, and inside outside circle methods; encouraging the students to be aware with their performance and be able to do self-correction as well as giving feedback to other performance; adapting the learning materials to suit students’ needs; and motivating students to bring a dictionary and install electronic dictionary in their mobile. The students speaking scores before and after implementing cooperative learning show significant improvement from the total mean of the class 482.5 to 512.5. To sum up, cooperative learning is successful in improving the students’ speaking skills. The results of the research provide useful insight for teachers considering improving language skills by using cooperative learning. Keywords: speaking skills, cooperative learning, action research, vocational school
Perkembangan Sosial Ekonomi Papua Kabupaten Merauke 2005-2014 Sabaru, Nidandy; Bedriati Ibrahim; Bunari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v1i4.152

Abstract

The development of Merauke began with the first expansion in 2002 and then the last expansion in 2006. This expansion was carried out so that the government could manage its administrative area optimally and efficiently, besides that it was also intended as a way to initiate development in the region. The purpose of this research is to see how the relationship between the development of the region and the socio-economic conditions of the people in Merauke Regency. This research is a historical research in which the data to be used is historical or historical in nature. The results of this study conclude that regional expansion affects the socio-economic life of the people of Merauke Regency, both in the fields of education, health, employment and income.

Page 6 of 23 | Total Record : 227