Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) is a peer-reviewed and open-access academic journal with a focus on education. This journal is published bi-monthly by CV. Publikasi Indonesia. Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) provides a means for sustained discussion of relevant issues that fall within the focus and scopes of the journal which can be examined empirically. This journal publishes research and study on education management, curriculum, education assessment, education policy, education technology, learning and teaching, and culture.
Articles
1,628 Documents
Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Tematik Melalui Teknik Supervisi Individual
Katarina Tampubolon
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.145 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i2.104
Dalam proses pembelajaran tematik, aspek siswa harus sebagai perhatian utama, kegiatan belajar tidak lagi berpusat pada guru (teacher centre) & guru wajib menyajikan pembelajaran menggunakan banyak metode, supaya pembelajaran dapat berlangsung menggunakan efektif dan berguna bagi siswa, maka metode yang dipilih wajib dapat membuatkan kreatifitas mereka sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Apabila dikaitkan dengan tingkat perkembangan anak, pembelajaran terpadu adalah pendekatan pembelajaran yang memerhatikan dan menyesuaikan anugerah konsep sesuai dengan taraf perkembangan anak. Oleh karenanya, ketua sekolah hendak menaikkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran tematik melalui teknik supervisi individual. Supervisi pada global pendidikan sangatlah penting. Hasil refleksi siklus I merupakan hasil pembelajaran tematik dalam daur I homogen-homogen 42,83 (B) Guru yg mendapatkan nilai C 2 orang yang menerima nilai B tiga orang dan yang mendapatkan nilai A 1 orang. Kegiatan pelaksanaan pembelajaran melalui peer teaching menampakan meningkat dibanding output kondisi awal yang rata-ratanya 37,16 (C) peningkatannya 13,23% namun masih ada guru yg mendapat nilai cukup 2 orang maka perlu adanya tindakan siklus II. Hasil refleksi siklus II merupakan berdasarkan data output pembelajaran tematik pada siklus II homogen-homogen 63 (A) Guru yang menerima nilai B 2 orang dan yang menerima nilai A 4 orang. Kegiatan aplikasi pembelajaran melalui aktivitas supervisi individual lebih meningkatkan kemampuan guru pada menerapkan pembelajaran tematik. Siklus II ini menunjukkan meningkat dibanding hasil siklus I (B) peningkatannya 32,01% dan sudah NIR terdapat guru yang mendapatkan nilai C. Maka NIR perlu dilaksanakan siklus III karena sudah terbukti peningkatan kemampuan guru pada menerapkan pembelajaran tematiknya.
Milestone Awal BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan Menuju Corporate University
Budiman Tahir
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.665 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i2.105
Penelitian bertujuan mengeksplor perkembangan pemikiran tentang Corporate University melalui metode kulitatif dengan pendekatan content-analysis. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa eksistensi Corporate University semakin diakui dapat meningkatkan keunggulan kompetitif suatu organisasi seperti Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) atau Badan Diklat lain. Lembaga tersebut hingga beberapa tahun kedepannya mempunyai tantangan yang sangat kompleks, akibat dari muncul berbagai permasalahan. Oleh karena itu, Corporate University menjadi sebuah keniscayaan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan milestone awal dengan melakukan pembenahan dan mengkritisi diri sendiri (self assessment) tentang apa yang telah dimiliki, apa yang belum, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. Beberapa aspek milestone awal perlu ditindaklanjuti untuk menuju Corporate University.
Code-Switching And Code-Mixing Used By English Teachers At Homy School Palangka Raya
Ipan Dwi Nata
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.22 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i3.106
Code-switching and code-mixing become one of the issues existing not only in informal situations but also in a formal situations such as in the teaching-learning process. Homy School Palangka Raya, the teacher should speak both Bahasa Indonesia and English which trigger the use of code-switching and code-mixing because this school applied two curriculums: national curriculum K-13 and UK curriculum. So, the objectives of this research are to identify the types of code-switching and code-mixing used by the teachers of English at Homy School Palangka Raya in English class and the influences on students’ understanding of the lessons. This descriptive qualitative research observed and collected the data by joining the class where the teachers were teaching. The research result showed that there were 53 (fifty-three) occurrences of code-mixing, in the form of the insertion of words (11), the insertion of phrase (29), the insertion of hybrid (10), and the insertion of idiom (2). While there were 67 (sixty-seven) occurrences of code-switching in the form of metaphorical (5) and conversational code-switching (30). Regarding the influences of code-switching and code-mixing on the students’ understanding of the English, the lesson revealed that most of the students (seventy-two percents) who claimed that the use of code-switching and code-mixing in the English teaching-learning process at Homy School Palangka Raya can make them understand easily and make their communication with their teacher more effective.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris Melalui Metode Problem Based Introduction Pada Materi Simple Present Kelas VIII
Aziz Najimuddin
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.034 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i3.108
Adapun hasil pengamatan guru di kelas, pada mapel Bahasa Inggris khususnya materi simple present, siswa Kelas VIII E SMP Negeri 1 Mandirancan menunjukkan hasil belajar yang rendah, hal ini ditunjukkan adanya nilai harian yang rendah atau tidak mencapai KKM. KKM yang diharapkan pada mapel Bahasa Inggris Kelas VIII E adalah 75 jadi seharusnya nilai siswa ≥ 75. Nilai harian kemarin, hanya 6 siswa yang mencapai nilai di atas KKM, selebihnya melaksanakan remedi untuk mencapai nilai lebih dari KKM. Oleh karenanya guru berinisiatif menggunakan model pembelajaran yang tidak biasa dipakai di kelas, yakni menggunakan metode problem based introduction. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Mandirancan tahun ajaran 2018/2019, sedangkan sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Mandirancan yang berjumlah 29 orang. Hasil penelitian pra siklus, Jumlah Siswa Tuntas Belajar mencapai 6 siswa. Nilai rata-rata baru mencapai 59,16 berarti masih di bawah KKM. Hasil observasi menunjukkan skor 49 artinya aktifitas siswa di dalam kelas kurang baik. Pada Siklus I Jumlah Siswa Tuntas Belajar mencapai 23 siswa, nilai rata-rata mencapai 75,83. Artinya metode problem based introduction efektif di gunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi simple present. Hasil observasi menunjukkan skor 97 artinya aktifitas siswa di dalam kelas cukup baik. Akan tetapi agar lebih kondusif lagi pembelajaran Bahasa Inggris materi simple present maka peneliti hendak melaksanakan siklus II. Pada siklus II Jumlah Siswa Tuntas Belajar mencapai 29 siswa, nilai rata-rata mencapai 82,77. Artinya metode problem based introduction efektif di gunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi simple present. Hasil observasi menunjukkan skor 133 Artinya Aktifitas siswa di dalam kelas sangat baik.
Marketing Mix Method Sebagai Strategi Pemasaran Pendidikan di SMA Kristen Barana
Musa Masing;
Rahma Widyana
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (219.612 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i3.111
Artikel ini membahas tentang marketing mix sebagai strategi pemasaran di SMA Kristen Barana dengan tujuan penelitian ini untuk menciptakan lembaga pendidikan swasta yang berkualitas yang mampu bersaing dengan sekolah pada umumnya. Strategi pemasaran yang dimaksud adalah adanya kondisi pemasaran yang kondusif serta mampu memberikan dampak pada sekolah itu sendiri, masyarakat dan konsumen. Tujuan dari manajemen pemasaran jasa pendidikan untuk memepermudah lembaga dalam memasarkan jasa pendidikannya kepada mayarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Kristen Barana strategi pemasaran yang dilakukan adalah Marketing Mix yang terdiri dari 2 langkah yaitu perencanaan dan pelaksanaan. Perencanaan meliputi Identifikasi Pasar, Segmentasi Pasar, Target dan untuk pelaksanaan meliputi Produk, Harga, Tampat, Promosi, Sumber Daya Manusia, Proses. Oleh karena itu disimpulkan bahwa marketing mix yang ada di SMA Barana dilakukan secara maksimal dan objektif.
Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Penerapan Pembelajaran Card Sort
Bardin
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (380.629 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i3.112
Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dapat memaksimalkan hasil capaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui penerapan metode card sort. Metode penelitian tindakan (action research) dilakukan terhadap mata pembelajaran PAI tentang materi Rukun shalat pada siswa kelas IV SD Negeri 11 Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan Tahun Ajaran 2019/2020. Indikator hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar pada tahap pra siklus sebesar 39,3%, siklus I 72,14%, dan siklus II mencapai 87,45%. Nilai rata-rata hasil tes siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan yaitu pada tahap pra siklus 54,8, siklus I 73,3, dan siklus II meningkat menjadi 78,9. Penerapan metode Card sort dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam memudahkan guru dalam mencapai target pembelajaran yang diinginkan serta dapat mengoptimalkan suasana belajar siswa untuk menyempurnakan hasil belajar siswa. Selain itu, penerapan metode Card sort juga dapat merangsang dan memunculkan aktivitas siswa. Sehingga dapat disimpulkan dengan menggunakan metode pembelajaran card sort, prestasi belajar siswa pada materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam mengenal rukun shalat dapat ditingkatkan.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pembuatan Video Pembelajaran Melalui In House Training (IHT) di SMP Negeri 26 Depok
Farida Nurbaiti
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (484.606 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i3.113
Media pembelajaran yang dinilai cukup efektif untuk pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) adalah video pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti yang merupakan kepala sekolah SMPN 26 Depok mengadakaan Penelitian Tindakan Sekolah untuk melihat apakah In House Training (IHT) dapat meningkatkan kompetensi guru dalam membuat video pembelajaran sebagai media dalam PJJ. Penelitian dilakukan dengan subjek penelitian ini adalah guru, sedangkan penelitian dilakukan di SMPN 26 Depok berjumlah 40 orang pada bulan Juli sampai Desember 2020. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi, dan angket. Peneitian ini termasuk kedalam penelitian tindakan sekolah untuk inovasi, data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan dengan dua siklus dan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksaan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus dilaksanakan kegiatan IHT dengan narasumber dari pihak pihak luar yang ahli dalam bidang teknologi pembelajaran dan rekan sejawat dengan topik pembuatan video pembelajaran dengan teknik screencast, green screen, dan editing video dengan filmora. Pada akhir siklus dua diperoleh bahwa dalam dalam bulan Juli-November 2020, SMPN 26 Depok berhasil mengembangan youtube chanel video pembelajaran duaenam dengan alamat https://s.id/video_pembelajaran_duaenam. Pada akhir November 2020 chanel tersebut sudah berisi 157 video pembelajaran dan video Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Berdasarkan hasil observasi dan refleksi diri maka IHT dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menguasai TIK untuk pembelajaran. Hal ini terlihat dari hasil refleksi diri guru SMPN 26 Depok yang menyatakan sebanyak 89,5% dan pada siklus 2 sebanyak 94,9% guru merasakan peningkatan kompetensi TIK nya. Selain itu, sebanyak 90% guru SMPN 26 Depok telah berkontribusi dalam pembuatan video pembelajaran dan menggunakannya untuk PJJ.
Peningkatan Kemampuan Musikal Sebagai Media Terapi Musik Untuk Guru-Guru Musik
Hafid Zuhdan Bahtiar
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (448.294 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i3.114
Gangguan autistik, merupakan suatu bentuk kelainan mental. Penyebabnya masih belum diketemukan. Gangguan yang terjadi hingga mencapai 2 dari 5 kasus setiap 10.000 anak usia di bawah 12 tahun. Salah satu terapi yang diterapkan untuk penyembuhan adalah menggunakan media musik. Berdasarkan observasi di beberapa sekolah khusus autis, banyak yang sudah menerapkan metode tersebut, salah satunya dan yang menjadi tempat penelitian penulis yaitu di SLB YPAC Semarang. Tulisan ini akan memberikan contoh pelatihan musik dengan media yang ada disekitar kita dan dapat digunakan menjadi salah satu cara untuk mengembangan kreativitas dalam belajar musik. Hal ini ditujukan agar memberikan pengembangan terhadap guru musik di YPAC Semarang sehingga mampu memberikan pelayanan terapi musik lebih optimal. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Metode Kodaly dengan konsep Building Ritme. Hasil penelitian terhadap partisipatif di lapangan menunjukkan bahwa musik digunakan sebagai sarana memperkuat ingatan (reinforcement) melalui proses pengulangan lagu sederhana. Guru-guru mampu menerima proses Latihan dengan baik. Dengan melihat hasil Tindakan yang dilakukan oleh penulis selama 2 kali Tindakan. Nilai dan keaktifan guru-guru musik di YPAC meningkat. Tingkat kreatif dan kemampuan mengembangkan media praktek terapi juga meningkat.
Upaya Meningkatkan Kinerja Guru Melalui Supervisi Akademik dengan Teknik Individual di SMPN 9 Depok
Salim Bangun
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (638.233 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i3.115
Sebagai tenaga profesional, guru perlu memiliki kemampuan khusus, yang tidak mungkin dilakukan oleh mereka yang bukan guru. Tujuan penelitian ini untuk membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan bagi murid-muridnya melalui Supervisi Akademik. Metode penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Sekolah yang dilaksanakan pada bulan Juli 2020 sampai dengan Desember 2020. Subjek penelitiannya yaitu guru SMP Negeri 9. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara dengan menggunakan formulir wawancara, RPP, pengamatan pembelajaran dan penelitian administrasi. Berdasarkan hasil penelitian yaitu nilai rata-rata evaluasi kinerja guru dari pra siklus ke siklus 1 meningkat 8 poin, dan evaluasi guru dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat 11 poin Hal ini dapat dilihat jumlah guru yang masuk kategori “baik” pada pra siklus adalah dari 0% menjadi 40% pada siklus 1 dan 2. Pada saat yang sama, jumlah guru di kategori pra-siklus "sangat baik" adalah 0%, meningkat menjadi 40% dalam siklus
Meningkatkan Kreativitas dan Inisiatif Guru Melalui Model Pembelajaran Daring dalam Masa Pandemi COVID-19
Jumani
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.776 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i3.116
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran daring dalam meningkatkan kreativitas dan inisiatif guru dalam mengelola pembelajaran dirumah di SMPN 6 Toboali. Metode penelitian tindakan sekolah ini menggunakan jenis penelitian tindakan yang diadopsi dari model penelitian Elliot. Penelitian dilakukan di SMP N 6 Toboali, Bangka Selatan pada tahun pelajaran 2019/2020 saat terjadi pandemi COVID-19. Subjek penelitian adalah guru kelas 7,8 dan guru kelas 9. Objek penelitiannya adalah home learning melalui pembelajaran daring selama periode COVID-pandemi. 19. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi serta dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran daring dapat mengatasi pelaksanaan pembelajaran selama periode COVID -19 melalui kreativitas dan inisiatif guru dalam mengelola pembelajaran di rumah. Kreativitas dan inisiatif guru mengalami peningkatan dalam pembuatan RPP sebesar 18%, pengelolaan pembelajaran daring sebesar 12%, aktivitas siswa sebesar 17% dan nilai belajar siswa sebesar 9,6% dari siklus I ke siklus II dalam pembelajaran. Setelah ada inisiatif aktif, tindakan kreatif dan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran di rumah, pembelajaran dapat berjalan lancar dalam menghadapi pandemi COVID-19.