cover
Contact Name
Zidnal Falah
Contact Email
cerdikapublikasiindonesia@gmail.com
Phone
+6285322218207
Journal Mail Official
cerdikapublikasiindonesia@gmail.com
Editorial Address
Greendland Sendang Residence Blok H.1 Sendang, Kec. Sumber, Kab. Cirebon , Cirebon, Provinsi Jawa Barat, 45611
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 27746291     EISSN : 27746534     DOI : 10.36418
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia adalah jurnal yang diterbitkan sebulan sekali oleh CV. Publikasi Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia akan menerbitkan artikel ilmiah dalam lingkup ilmu sosial, sains dan ilmu kesehatan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian atau kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini atau ulasan buku ilmiah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,144 Documents
Implementasi Elektronik Manajemen Penyidikan dalam Optimalisasi Penyidikan Tindak Pidana oleh Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Kalimantan Timur Fabiola Umaida; Septi Ariadi; Prawitra Thalib
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3818

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi Elektronik Manajemen Penyidikan dalam mengoptimalkan proses penyidikan tindak pidana oleh Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Kalimantan Timur. Di era digital saat ini, teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyidikan, terutama dalam pengumpulan, analisis, dan pengamanan bukti digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi untuk menggali bagaimana perangkat digital serta perangkat lunak forensik diintegrasikan ke dalam aktivitas penyidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Elektronik Manajemen Penyidikan, seperti komputer berperforma tinggi, tablet dan smartphone khusus, serta peralatan forensik digital, secara signifikan mempercepat proses investigasi dan meningkatkan akurasi pengumpulan bukti. Namun, adopsi teknologi tersebut lebih banyak dipelopori oleh inisiatif individu penyidik daripada kebijakan institusional formal, menandakan perlunya penguatan budaya organisasi dan kebijakan yang mendukung. Selain itu, pelatihan berkelanjutan dan manajemen teknologi menjadi faktor kunci untuk memastikan pemanfaatan optimal perangkat digital. Studi ini menyimpulkan bahwa Elektronik Manajemen Penyidikan memberikan kontribusi penting dalam peningkatan kualitas penyidikan tindak pidana dan merekomendasikan pengembangan kebijakan institusional yang sistematis serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan kejahatan di era digital.
Kewenangan Notaris dalam Membuat Akta Elektronik dengan Memanfaatkan Konsep Cyber Notary Umar Lebe Tuasikal; Merry Tjoanda; Novyta Uktolseja
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3819

Abstract

Perkembangan transaksi elektronik dan akselerasi transformasi digital di Indonesia telah mendorong kebutuhan terhadap pemanfaatan konsep cyber notary dalam pembuatan akta elektronik. Kebutuhan tersebut muncul karena aktivitas bisnis dan hubungan hukum masyarakat semakin menuntut pelayanan yang cepat, efisien, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Penjelasan Pasal 15 ayat (3) UUJN telah mengakui konsep cyber notary melalui kewenangan notaris untuk mensertifikasi transaksi elektronik, sedangkan Pasal 16 ayat (1) huruf m UUJN mensyaratkan kehadiran fisik para pihak dalam proses pembuatan akta. Ketidaksinkronan pengaturan tersebut menimbulkan kesenjangan norma yang berdampak pada ketidakpastian hukum mengenai kewenangan notaris dalam membuat akta elektronik dan implementasi konsep cyber notary di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan pluralisme hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan notaris dalam membuat akta elektronik melalui pemanfaatan konsep cyber notary telah memperoleh landasan normatif dalam Penjelasan Pasal 15 ayat (3) Undang-Undang Jabatan Notaris yang memberikan kewenangan kepada notaris untuk mensertifikasi transaksi elektronik. Namun, pengaturan tersebut belum memberikan kepastian hukum secara komprehensif mengenai mekanisme pembuatan akta elektronik karena ketentuan dalam Undang-Undang Jabatan Notaris masih menekankan kehadiran fisik para pihak, pembacaan akta secara langsung, dan penandatanganan konvensional sebagaimana diatur dalam Pasal 16 ayat (1) huruf m UUJN. Implementasi pengaturan konsep cyber notary merupakan bagian dari akselerasi transformasi digital di Indonesia dalam rangka mewujudkan pelayanan hukum yang efektif, efisien, dan modern. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain belum adanya pengaturan teknis yang komprehensif, keterbatasan infrastruktur teknologi, keamanan data elektronik, serta belum optimalnya harmonisasi antara UUJN dan UU ITE.
Pemungutan Zakat Profesi ASN melalui BAZNAS: Antara Kebijakan dan Persetujuan Anisa Rahayu; Eni Widyaningsih
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3820

Abstract

Penelitian ini membahas pro dan kontra pengelolaan zakat profesi yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di kalangan ASN guru sebagai bagian dari praktik lembaga nonprofit di Indonesia. Fenomena ini muncul karena adanya kebijakan yang dilakukan oleh BAZNAS terkait pemotongan zakat profesi sebesar 2,5% dari penghasilan ASN di Jakarta yang dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan BAZNAS. Di sisi lain, kebijakan tersebut dianggap mampu meningkatkan efektivitas pengumpulan dana zakat dan menguatkan program sosial untuk para penerima zakat. Namun, kebijakan itu justru  memicu munculnya kritik dari sebagian guru yang berstatus ASN di sekolah negeri yang menganggap potongan tersebut terkesan memaksa, kurang transparan sampai menambah beban ekonomi. Perdebatan ini menjadi penting untuk diteliti sebab berkaitan dengan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga nonprofit berbasis keagamaan seperti BAZNAS. Penelitian ini menggunakan Trust Theory dari Mayer, Davis, dan Schoorman untuk melihat seperti apa relasi kepercayaan yang terbentuk di tengah masyarakat terhadap suatu Lembaga. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan Stakeholder Theory dari Freeman untuk mengeksplorasi hubungan antara pemerintah daerah, BAZNAS, ASN guru juga masyarakat sebagai penerima manfaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sedangkan data penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap kebijakan pemotongan zakat profesi dari penghasilan ASN guru. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang dinamika zakat profesi di lingkungan ASN guru yang di kelola langsung oleh BAZNAS. Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya transparansi lembaga nonprofit, juga menjadi bahan evaluasi bagi BAZNAS sebagai lembaga nonprofit juga pemerintah yang menaunginya dalam membangun sistem pengelolaan zakat yang dapat dipercaya masyarakat.
Pertanggungjawaban Pidana Penegak Hukum dalam Kasus Salah Tangkap Berdasarkan Prinsip Kesamaan di Mata Hukum Ferdy Irawan; Maryano; Kristiawanto
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3829

Abstract

Salah tangkap oleh aparat penegak hukum merupakan penyimpangan prosedural yang merugikan korban secara fisik, psikis, sosial, dan hukum, serta menciderai prinsip keadilan. Padahal, KUHAP telah mengatur syarat penangkapan yang sah, yakni adanya bukti permulaan cukup dan prosedur yang sesuai. Ketika aparat melakukan salah tangkap, pertanggungjawaban pidana menjadi isu krusial berdasarkan prinsip equality before the law. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana aparat dan penerapan prinsip persamaan di hadapan hukum dalam kasus salah tangkap. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum terdiri atas UUD 1945, KUHAP, KUHP, buku, jurnal, dan putusan pengadilan. Analisis dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aparat dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila perbuatannya memenuhi unsur tindak pidana, baik karena kesengajaan maupun kelalaian yang mengakibatkan hilangnya kemerdekaan seseorang secara melawan hukum. Namun dalam praktik, penerapan equality before the law masih terhambat oleh impunitas institusional, lemahnya pengawasan, dan kecenderungan penyelesaian pelanggaran aparat melalui sanksi etik, bukan melalui proses pidana. Kesimpulannya, pertanggungjawaban pidana aparat penting untuk melindungi hak korban, mencegah penyalahgunaan wewenang, dan mewujudkan penegakan hukum yang adil serta profesional. Diperlukan penguatan regulasi, pengawasan independen, dan reformasi institusional agar prinsip persamaan di hadapan hukum benar-benar terwujud.
Analisis Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi terhadap Produktivitas Pemanen di Perkebunan Kelapa Sawit Dini Gustiningsih; Jimmy Pandapotan Pardede; Jojon Soesatrijo
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3859

Abstract

Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis dalam perekonomian Indonesia, namun produktivitas pemanen di perkebunan seringkali menghadapi tantangan yang berkaitan dengan faktor kepemimpinan dan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja pemanen kelapa sawit di PT Surya Intisari Raya 1. Studi ini berfokus pada pengaruh kedua elemen tersebut motivasi dan kepemimpinan terhadap hasil kerja pemanen. Metode probability sampling digunakan untuk memilih sampel sebanyak 83 responden. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh para pemanen tandan buah segar (TBS) dan kemudian dianalisis menggunakan teknik kuantitatif asosiatif. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan SPSS; secara spesifik, Tabel kontingensi, bersama dengan uji chi-square, digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor motivasi dan kepemimpinan memiliki nilai p sebesar 0,004, yang kurang dari 0,05. Oleh karena itu, hipotesis nol (H0) ditolak, karena hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan motivasi memberikan pengaruh besar terhadap kinerja mesin pemanen gabungan. Menurut penelitian ini, motivasi dan kepemimpinan berdampak pada produktivitas pemanen kelapa sawit di PT Surya Intisari Raya 1.
Analisis Kesiapan Sekolah dalam Mengadopsi Teknologi Pembelajaran Adaptif: Perspektif Guru Himam Nur Wahidin; Wiji; Wahyu Arohman H; M. Ali Basroh; Retno Wahyu Ningsih
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3860

Abstract

Transformasi digital pendidikan ditandai oleh kemunculan teknologi pembelajaran adaptif (adaptive learning technology) berbasis kecerdasan buatan yang menjanjikan personalisasi proses belajar. Keberhasilan adopsi di sekolah menengah atas tidak ditentukan semata oleh kecanggihan sistem, melainkan sangat bergantung pada kesiapan ekosistem sekolah dengan guru sebagai aktor utama penjembatani teknologi dan praktik kelas. Artikel ini menganalisis kesiapan sekolah dalam mengadopsi teknologi pembelajaran adaptif dari perspektif guru melalui systematic literature review berpedukan protokol PRISMA 2020 terhadap tiga basis data ditambah grey literature dan forward citation tracking, dengan asesmen risiko bias menggunakan instrumen JBI. Hasil sintesis menunjukkan kesiapan sekolah dapat dipetakan ke dalam lima dimensi utama, yaitu infrastruktur teknologi dan sumber daya, kompetensi dan literasi digital guru, sikap serta penerimaan psikologis guru, kepemimpinan dan dukungan kelembagaan, serta kesiapan pedagogis dalam pembelajaran berdiferensiasi. Kelima dimensi diintegrasikan ke dalam Model Konseptual Tiga Lapis dengan Ethical-Permeating Layer yang mengangkat Intelligent-TPACK Çelik sebagai kerangka etis pemersatu, sehingga menghasilkan posisi diferensial terhadap kerangka readiness global seperti UNESCO ICT-CFT dan UNESCO AI Competency Framework for Teachers 2024. Implikasi praktis disusun berdasarkan lima domain kerangka UNESCO tersebut dengan memperhatikan tiga generasi ALT, Explainable AI, dan strategi komunitas belajar profesional tematik AI.
Hubungan Kebiasaan Sarapan dengan Indeks Massa Tubuh Pelajar SMK Negeri 44 Jakarta Nur Asiah; Sri Wuryanti; Tuty Herawati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3861

Abstract

Meskipun sarapan menyediakan sumber energi dan zat-zat gizi yang penting bagi remaja, kebiasaan melewatkan sarapan mengalami peningkatan di kalangan remaja Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dengan indeks massa tubuh pada remaja. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan 381 pelajar SMK Negeri 44 Jakarta. Peserta dikategorikan berdasarkan frekuensi sarapan: setiap hari, kadang-kadang (4-6 kali/minggu), dan jarang/tidak pernah (1-3 kali/minggu). Pengukuran berat badan dan tinggi badan dilakukan untuk menentukan indeks massa tubuh. Uji korelasi Pearson digunakan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dengan indeks massa tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17,1% siswa tergolong obesitas, dengan 57,2% siswa memiliki status gizi normal. Sebanyak 15% siswa yang jarang atau tidak pernah sarapan memiliki IMT > 25 kg/m² (obesitas), sementara 49,7% siswa yang tidak pernah melewatkan sarapan memiliki indeks massa tubuh normal. Analisis statistik menunjukkan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan pada remaja memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan indeks massa tubuh (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat kecenderungan hubungan antara kebiasaan sarapan dan status gizi, faktor-faktor lain seperti aktivitas fisik, pola makan secara keseluruhan, dan metabolisme individu mungkin berperan lebih dominan dalam menentukan indeks massa tubuh pada populasi remaja.
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi dan Pengendalian Internal Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah dengan Etika Aparatur Sipil Negara Sebagai Variabel Moderating Wahyu Marthen Erlindo Manuain; Norman Duma Sitinjak; Parawiyati Parawiyati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3554

Abstract

Otonomi daerah sebagai suatu kebijakan yang memberi kewenangan bagi pemerintah di tingkat daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pemerintah pusat maka akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah menjadi hal yang penting untuk diterapkan di pemerintah daerah. Penelitian bertujuan dalam menganalisis pengaruh sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah dengan etika ASN sebagai variabel moderasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner. Skala yang digunakan untuk mengolah kuesioner dalam penelitian ini adalah skala Likert. Populasi penelitian adalah pegawai di dinas-dinas yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Alor. Jumlah sampel penelitian sebanyak 69 pegawai dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dan regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah pada pemerintah daerah di Kabupaten Alor. Pengendalian internal berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah pada pemerintah daerah di Kabupaten Alor. Sistem informasi akuntansi berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah dimoderasi etika ASN.
Ekonomi Tanpa Batas 2026: Strategi Konvergensi Wilayah untuk Menciptakan Pertumbuhan Super Cepat, Merata, dan Berkelanjutan di Era Transformasi Global Daniel Ebenezer Silaban
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3588

Abstract

Transformasi ekonomi global 2026 yang ditandai oleh digitalisasi, fragmentasi rantai pasok, dan transisi energi menuntut negara berkembang seperti Indonesia untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memastikan pemerataan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi konvergensi wilayah untuk mendorong pertumbuhan yang cepat, merata, dan berkelanjutan di Indonesia pada era transformasi global. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan dukungan data sekunder dari Badan Pusat Statistik, World Bank, Bappenas, dan IMF, serta dianalisis menggunakan model ?-convergence dan ?-convergence. Temuan menunjukkan bahwa ketimpangan PDRB per kapita antarwilayah masih sangat tinggi, dengan DKI Jakarta mencapai sekitar 10 kali lipat dibanding Nusa Tenggara Timur, dan proses konvergensi berlangsung lambat (weak convergence) karena terkendala oleh ketimpangan infrastruktur, konsentrasi investasi di Pulau Jawa, rendahnya kualitas SDM di wilayah timur, serta akses teknologi yang tidak merata. Penelitian ini menawarkan konsep "superhub ekonomi regional" sebagai strategi baru percepatan konvergensi berbasis konektivitas tinggi dan efek rambatan (spillover effect) yang mengintegrasikan wilayah tertinggal ke dalam ekosistem ekonomi nasional. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa strategi konvergensi berbasis superhub ekonomi regional yang didukung oleh pemerataan infrastruktur, desentralisasi investasi, penguatan SDM lokal, dan percepatan transformasi digital dapat mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan.
Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis dengan Kemandirian pada Siswa SMA X di Pringsewu Desta Yuliantika; Fixi Intansari
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3782

Abstract

Kemandirian adalah kemampuan seseorang untuk mengambil langkah, membuat pilihan, serta memikul tanggung jawab atas tindakannya secara otonom tanpa bersandar pada orang lain. Pembentukan karakter ini sangat dipengaruhi oleh gaya pengasuhan demokratis, di mana orang tua menerapkan aturan yang relevan dengan perkembangan anak sekaligus memberikan kebebasan yang membangun untuk mencegah dampak pergaulan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara gaya pengasuhan demokratis orang tua dan tingkat kemandirian siswa di SMA X Pringsewu. Desain kuantitatif diterapkan dalam studi ini, yang melibatkan 116 partisipan dari sekolah tersebut yang dipilih melalui metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala psikologi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, yaitu Skala Pola Asuh Demokratis dan Skala Kemandirian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment melalui perangkat lunak SPSS versi 25 for Windows. Temuan statistik memperlihatkan nilai koefisien r = 0,385 serta probabilitas p = 0,000 (p < 0,01). Angka tersebut mengindikasikan keberadaan korelasi positif yang signifikan antara kedua variabel yang diuji. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan pola asuh demokratis, maka semakin tinggi pula kemandirian siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur perkembangan remaja dan menawarkan implikasi praktis bagi orang tua, guru, serta konselor sekolah dalam merancang intervensi untuk menumbuhkan kemandirian siswa. Korelasi ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan perkembangan kemandirian. Penerapan komunikasi terbuka, pemberian kesempatan mengambil keputusan, serta penghargaan terhadap pendapat siswa dapat mendukung terbentuknya sikap bertanggung jawab, percaya diri, dan mampu mengelola tindakan secara mandiri dalam kehidupan siswa.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress) Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 7 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 6 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 5 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 12 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 11 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 10 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 9 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 8 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 7 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 6 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 12 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 11 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 10 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 03 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 9 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 8 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 7 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 6 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 5 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 12 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 11 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 10 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 09 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 08 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 7 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 6 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 5 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 4 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 12 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 11 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 10 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 9 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 8 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 7 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 6 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 5 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 4 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 12 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 7 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 6 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 5 (2021): CERDIKA: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 4 (2021): Cerdika : Jurnal ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 3 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): CERDIKA: Jurnal Ilmiah Indonesia More Issue