cover
Contact Name
Aulia Rahman
Contact Email
auliarahman1985@unsam.ac.id
Phone
+6285226355407
Journal Mail Official
auliarahman1985@unsam.ac.id
Editorial Address
https://ejurnalunsam.id/index.php/jsnbl/about/editorialTeam
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan
Published by Universitas Samudra
ISSN : 23560770     EISSN : 26852705     DOI : 10.33059/jsnbl.v10i2
The Seuneubok Lada journal only publishes scientific works resulting from empirical and theoretical research to develop science. The focus of the Seuneubok Lada Journal is the field of historical education, social history and culture. History education includes the study of history education in schools which include; 1. History Teaching Methods, 2. History Education Curriculum, 3. History Education Management and Technology while social and cultural history includes; 1. Archaeological Studies 2. Ethnographic Studies 3. Social and Cultural Anthropological Studies 4. Social and Political History Studies 5. Hysterography
Articles 238 Documents
School Security and Safety Challenges in Nigeria: Evaluating the Existential Threats of Domestic Terrorism in the North East Region Awajiowa Nte
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 10 No 2 (2023): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v11i2.8627

Abstract

Abstract The ubiquity of terrorism cannot be overemphasized as it has become a global common phenomenon. Schools are easy prey of terrorist attack since they lack the maximum security apparatuses that other state institutions possess. All over the world, terrorist attacks have taken place inside and beside school premises raising serious concern for government, security experts and school authorities. The recurring events of school shootings that keep taking place in the United States of America, Beslan Russia and even in Norway have proven that no school is totally immune from attacks by insiders, criminals, terrorists and non-state actors. Consequently, schools should be protected from these threats given the public emotion, sensitivity and global concerns about places of learning. In the last decade or so, Nigeria has gone through the harrowing experiences of terrorist attacks on schools especially in the Northern part of the country and the North East in particular by Boko Haram, ISWAP and currently armed bandits. This study therefore examines this ugly menace that has defied sustainable solutions to insecurity and safety threats in Schools. The study is descriptive in nature and gathered information from materials already available and questionnaires from individuals and schools authorities.
Peranan Ulama Dalam Perang Aceh Tahun 1873-1912 Febri Setiawan; Hanafiah Hanfiah; Reni Nuryanti
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 10 No 2 (2023): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v11i2.8705

Abstract

The Acehnese war against the Dutch in 1873-1912, the resistance of the Acehnese sultanate to the ulama, is historically sociological in that the roles of ulama and umara cannot be separated in the life of the Acehnese people, where they both have an influence on the social life of the Acehnese people, so they have a special position between the two. The aims of this research are: (1) to find out the historical background to the emergence of ulama during the Aceh war of 1873-1912 (2) to find out the role of ulama in the Aceh war of 1873-1912. This research uses a type of historical research method with a library research approach, data collection techniques using materials related to research originating from scientific journals, literature and library study authors, data analysis techniques to describe and interpret the data obtained appropriately. needs that include data display and verification. The results of this research are that (1) the background to the emergence of ulama during the Aceh war of 1873-1912 was caused by four factors, namely political factors, religious factors, cultural factors, social factors and the war against the Dutch. (2) the role of the ulama in 1873-1912 was to increase the enthusiasm of the Acehnese people in implementing Islamic law.
PELESTARIAN KAWASAN SITUS BERSEJARAH MASJID GAMPONG TEUNGOH, KECAMATAN LANGSA KOTA, KOTA LANGSA Amelia, Mentari
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 10 No 2 (2023): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v10i2.4877

Abstract

Pelestarian kawasan situs bersejarah masjid Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, merupakan suatu peninggalan situs cagar budaya dimana situs cagar tersebut berbentuk bangunan Masjid yang di beri nama masjid Istiqomah, Masjid Istiqomah sendiri di bangun pada tahun1323H, atau tahun 1901M, dengan luas bangunan 11x11 yang dimana diprakarsai oleh Teuku Banta berdan , Masjid Istiqomah sendiri memiliki suatu peninggalan sejarah yang dimana masjid tesebut adalah masjid yang pertama kali berdiri ataupun yang di bangun di Kota Langsa, Masjid tertua yang ada di Kota langsa yang dimana merupakan sebagai saksi sebagai penyebaran Islam di Kota Langsa dan juga merupakan masjid yang pertama kali ada di Kota langsa pada zaman dahulu. .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kawasan bersejarah Masjid Gampong Teungoh dan penulisn juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelestarian kawasan situs bersejarah Masjid Gampomg Teugoh.Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bersifat pada kata- kata atau data dan gambaran pada suatu llingkungan tertentu yang langsung menjadikan sebuah llingkungan dilapangan sebagai fokus utama, selain itu penelitian ini lebih menonjolkan pada sebuah proses yang dan makna yang terjadi dalam sebuah lingkungan.Hasil dari penelitian yang penulis dapat ialah kawasan situs cagar budaya seperti Masjid Istiqomah Gampong Teungoh dimana salah satu situs cagar budaya yang terdapat di Kota Langsa dan dimana bengunan ini ialah bangunan Masjid yang pertama kali ada di Kota langsa sehingga bangunan ini dapat berfungsi dengan baik, dan juga potensi ataupun perkembangan yang terjadi ialah dimana bangunancagar budaya ini dapat menjadikan suatu bangunan situs sejarah dapat memberikan suatu aspek pembelajaran terhadap pelajar dan juga terhadap masyarakat mengenai kawasan bersejarah dan juga seberapa pengaruhnya masjid terhadap perkembangan islam khususnya di Kota Langsa.Penulis juga menyarankan kepada pemerintah dan juga kepada masyarakat khususnya masyarakat Gampong Teungoh agar dapat menjaga keutuhan masjid istiqomah dan juga dapat melakukan perawatan sehingga masjid tersebut dapat menjadikan suatu potensi kawasan bersejarah dan dapat melakukan pelesatarian dengan sangat baik.
PERKEMBANGAN IKATAN PANCAK SILAT DI KOTA LANGSA PADA TAHUN 2008-2017 Dewi, Mutiara
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 10 No 2 (2023): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v10i2.4878

Abstract

Skripsi ini berjudul” PERKEMBANGAN IKATAN PENCAK SILAT DI KOTA LANGSA PADA TAHUN 2008-2017” Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Menelusuri proses terbentuknya Olahraga pencak silat melalui IPSI ( Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia)Kota langsa dan untuk mengetahui bagaimana perkembangan olahraga pencak silat dikota langsa untuk menelusuri prestasi pencak silat kota langsa.Adapun metode penelitian pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunanakan metode penelitian kualitatif historis dimana dalam metode penelitian kualitatif lebih mengutamakan data dan analisis lapangan dan penelitian bersifat sejarah.penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung pengumpulan datanya berupa pernyataan-pernyataan mengenai isi,sifat,ciri,keadaan,gejala,pola-pola hubungan yang terjadi dalam suatu masyarakat.dalam pengumpulan data,peneliti mengumpulkan data peneliti menggunakan wawancara mendalam dan observasi dilapangan.Adapun hasil dari penelitian ini yang penulis dapat adalah olahraga pencak silat sendiri memiliki perkembangan yang sangat baik,dan juga olahraga ini adalah sebagai olahraga yang patut diperhitungkan dikarenakan perkembangan dan juga peminatnya sudah jauh lebih baik,dalam hal lain perkembangan olahraga ini memiliki sesuatu kemajuan untuk prestasi kota langsa sendiri perkembangan olahraga pencak silat ini memiliki kemajuan yang sangat baik khususnya untukkota langsa.Dengan adanya tulisan ini semoga bisa memberikan informasi terkait lahirnya ikatan pencak silat di indonesia khususnya kota langsa untuk menambah wawasan atau pengetahuan bagi mahasiswa dan masyarakat tentang bagaimana proses lahirnya ikatan pencak silat di kota langsa.
NILAI – NILAI FILOSOFIS DALAM TARI TRADISIONAL ULA-ULA LEMBING PADA MASYARAKAT ACEH TAMIANG Retno Dumilawati
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 10 No 2 (2023): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v10i2.4879

Abstract

Skripsi ini berjudul “Nilai-Nilai Filosofis Tarian Ula-ula Lembing Pada Masyarakat Aceh Tamiang.” Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji dan mendapatkan hasil penelitian dari lima aspek dari Nilai Filosofis Tarian Ula-ula Lembing, yaitu: (a) Nilai Filosofis, (b) Nilai estitika, (c) Tari tradisional, (d) aspek pendukung tari, (e) Tarian Ula-ula Lembing. Untuk mengkaji lima aspek tersebut penulis menggunakan metode penelitian lapangan yang bertindak sebagai pengamat partisipan, dengan melakukan wawancara, perekaman data dalam bentuk audiovisual, dan analisis data. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif dengan memilih beberapa informan kunci. Untuk menganalisis nilai filosofis tari digunakan teori proses gerak tari, untuk proses gerak digunakan teori weighted scale. dan untuk fungsi teori fungsionalisme. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (A) Proses gerak dibentuk oleh: gerak salam, gerakan silat pembuka, gerak Ula-ula Lembing, gerak jud kedidi, gerak tari ula-ula lembing keluar masuk, gerak kayuh perahu, gerak pungku pangke, gerak rencah terbang. Pola lantai yang di laukan perseorangan, motif tarian, jumlah penari. Guna Ula-ula Lembing adalah: memeriahkan acara, menyambut tamu atau undangan, sarana penyaluran bakat, mempresentasikan keindahan, dan sarana belajar seni. Di sisi lain fungsinya adalah: sebagai hiburan, kebertahanan dan kesinambungan kebudayaan, simbol keberadaan masyarakat, komunikasi,ekonomi, dan penyatuan masyarakat.
PEWARISAN BUDAYA DAN KONSERVASI NILAI MELALUI TRADISI MELAWAT DI SIMEULUE, ACEH Mawadda Rahma; Aulia Rahman; Guntur Arie Wibowo
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 10 No 1 (2023): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v10i1.9024

Abstract

Di tengah arus perubahan zaman, menjaga tradisi adalah salah cara untuk menghadapi tantangan modernitas. Ini memungkinkan masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara perubahan dan pelestarian budaya mereka. Tradisi Melawat di Simeulue memiliki nilai penting dalam mempertahankan budaya lokal, menguatkan ikatan sosial, dan mempromosikan nilai-nilai positif dalam masyarakat. Dengan menjaga dan mewariskan tradisi melawat, masyarakat Simeulue akan merasa terhubung dengan akar budaya mereka sambil menghadapi perubahan zaman yang terus berlanjut. Penelitian ini membahas asal-usul tradisi melawat di Simeulue dan mengidentifikasi kontribusi tradisi melawat dalam melestarikan warisan budaya Simeulue, termasuk upaya pelestarian dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap budaya mereka sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Melawat di Simeulue memiliki akar sejarah yang kuat. Tradisi ini muncul pada saat masyarakat Simeulue pertama kali memeluk agama Islam oleh Teuku di Ujung. Kedatangan Teuku di Ujung bertujuan untuk menyebarkan agama Islam di Simeulue dengan cara mengajak masyarakat Simeulue untuk mengunjungi desa-desa di Kabupaten Simeulue. Inilah yang kemudian melahirkan tradisi Melawat di Simeulue, yang terus berkembang hingga saat ini berkat peran Teuku di Ujung dalam memperkenalkan agama Islam di wilayah tersebut. Selanjutnya, perkembangan tradisi Melawat dari tahun ke tahun mengalami banyak perubahan. Dahulu, transportasinya biasanya menggunakan jalur laut, tetapi sekarang telah berkembang menjadi lebih fleksibel dengan adanya opsi transportasi darat. Pada masa lalu, cara menyampaikan niat untuk berkunjung biasanya dilakukan dengan mengirim kabar melalui orang yang akan pergi ke seberang pulau atau melalui masyarakat setempat. Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi ini telah mengadopsi metode surat-menyurat sebagai cara yang lebih efisien untuk mengkomunikasikan niat untuk melakukan kunjungan.
Dinamika Perubahan Tradisi Boyongan Di Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang(1980-2022) Salsabila, Helminia
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 11 No 1 (2024): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v11i1.9183

Abstract

Masyarakat Jawa percaya bahwa melestarikan tradisi sangat penting dilakukan dengan cara menggelar ritual-ritual keagamaan agar nilai-nilai kearifan lokal pada suatu daerah tetap terjaga salah satunya adalah tradisi boyongan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji informasi tentang pengertian tradisi boyongan, mengetahui dinamika perubahan tradisi boyongan di Desa Turipinggir, dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode sejarah (Historis) yang merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk menelaah peristiwa sejarah baik secara literatur ataupun terjun langsung ke lapangan, langkah-langkahnya adalah 1) Heuristik. 2) Kritik. 3) Interpretasi. 4) Historiografi. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa Tradisi boyongan merupakan slamatan yang dilakukan pada saat akan menempati rumah baru. Seiring dengan berkembangnya waktu perubahan tradisi boyongan di Desa Turipinggir mengalami perubahan antara lain berkaitan dengan peralatannya, partisipasi masyarakat pada tradisi tersebut, dan perubahan pada proses pelaksanaanya. Hal tersebut disebabkan karena dua faktor yaitu internal dan eksternal. Faktor internal antara lain yaitu penemuan baru, perkembangan pendidikan, dan berkembangnya paham agama di masyarakat. Faktor eksternal meliputi kontak dengan daerah atau budaya lain dan berkembanya IPTEK.
Akulturasi Budaya Islam dan Jawa dalam Slawatan Ngelik Sukatriningsih
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 11 No 1 (2024): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v11i1.10101

Abstract

Abstract Slawatan ngelik or Javanese shalawat ngelik is an acculturative Javanese Islamic performance art in the form of the practice of reading shalawat Barzanji with local nuances characterized by Javanese langgam in terms of rhythm, accent, technique (ngelik), and instruments. Slawatan ngelik is also the core procession in the Muludan tradition in Kauman community. The purpose of this research is to find out the forms of acculturation that exist in slawatan ngelik. This research is a field research with descriptive qualitative research method. Data collection techniques consist of observation, interviews, and documentation. The approach used is cultural anthropology. The results show that slawatan ngelik contains elements of Islamic culture, namely, the tradition of Maulid Nabi and slawatan with the activity of reading the book Maulid al-Barzanji combined with elements of Javanese culture, namely, Javanese-style macapat rhythm with ngelik technique (high voice), musical instruments, and players consisting of gladen and panjak. This combination shows that slawatan ngelik is an Islamic-Javanese folk performance art. Keywords: acculturation, art, slawatan ngelik Abstrak Slawatan ngelik atau shalawat Jawa ngelik ialah seni pertunjukan Islam Jawa akulturatif berupa praktik membaca shalawat Barzanji bernuansa lokal dengan ciri khas langgam Jawa dari segi irama, logat, teknik (ngelik), dan instrumennya. Slawatan ngelik juga menjadi prosesi inti dalam tradisi Muludan di masyarakat Kauman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk-bentuk akulturasi yang ada dalam slawatan ngelik. Penelitian ini berjenis lapangan (field research) dengan metode penelitan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan yang dipakai adalah antropologi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slawatan ngelik memuat unsur-unsur budaya Islam yaitu, tradisi Maulid Nabi dan slawatan dengan aktivitas pembacaan kitab Maulid al-Barzanji yang berpadu dengan unsur-unsur budaya Jawa yaitu, irama berlanggam Jawa ala macapat dengan teknik ngelik (suara tinggi), instrumen karawitan, dan pemain yang terdiri dari gladen serta panjak. Perpaduan ini menunjukkan kalau slawatan ngelik merupakan seni pertunjukan rakyat bernafaskan Islam-Jawa. Kata kunci : akulturasi, kesenian, slawatan ngelik
Badan Kemandirian Ekonomi: Taktik Indonesia Menghadapi Blokade Belanda (1945-1949) Widya, Syndy
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 11 No 1 (2024): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v11i1.10256

Abstract

Blokade yang dilakukan Belanda terhadap Indonesia pasca proklamasi mengakibatkan perekonomian Indonesia kian memburuk setelah perang kemerdekaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya pemerintah Indonesia dalam melakukan penerobosan blokade Belanda pada tahun 1945-1949. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis, teknik pengumpulann data yang digunakan adalah teknik kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan mengalami blokade yang dilakukan oleh Belanda, sebagai upaya penerobosannya pemerintah Indonesia pada saat itu membentuk suatu bandan kemandirin ekonomi, diantarannya: 1) Badan Penyelenggara Perusahaan Gula Negara (BPPGN), 2) Badan Perancang Ekonomi (BPE).
Analisis Pengaruh Politik Ekonomi Tjong A Fie Di Tanah Deli Rahma Dita, Alya
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 11 No 1 (2024): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v11i1.10257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh politik ekonomi Tjong A Fie di tanah Deli. Sejak masa kolonial, masyarakat Tionghoa telah menjadi suku pendatang yang terus bertambah dan memiliki peran penting khususnya di bidang politik dan ekonomi. Mereka dipercaya dalam menjalankan sektor lukratif (big business), sehingga berhasil membangun imperium bisnis di Hindia Belanda. Mereka juga bekerjasama dengan para petinggi yang menjadi tokoh politik yang sangat berpengaruh. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat langkah, yaitu; heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menganalisis buku-buku dan artikel peneliti terdahulu. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Tjong A Fie memiliki hubungan dekat dengan berbagai bangsa seperti Melayu, Arab, India maupun orang Belanda. Ia dikenal dengan kegiatan filantropisnya yang besar dan turut memberikan pengaruh terhadap politik dan masyarakat disekitar tempat tinggalnya. Tjong A Fie pernah ditunjuk sebagai wijkmeester dan Kapten (kapitein) di Kota Medan. Ia juga direkomendasikan Sultan Deli sebagai anggota gemeenteraad (dewan kota) dan culturraad (dewan kebudayaan) gemeente (kotapraja) Medan. Kerajaan bisnis Tjong A Fie meliputi perkebunan, pabrik kelapa sawit, pabrik gula, bank, dan perusahaan kereta api.