cover
Contact Name
Aef Herosandiana
Contact Email
lppm@unisa-bandung.ac.id
Phone
+628112289357
Journal Mail Official
jkeb.aisyiyahbdg@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kh. Ahmad Dahlan No.6 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
ISSN : 25024981     EISSN : 2549290X     DOI : https://doi.org/10.33867/jaia
Core Subject : Health, Social,
The topics to be discussed are topics related to mother and child care. For topics related to children are approved until the age of children <18 years
Articles 99 Documents
Gambaran Faktor Predisposing Yang Mempengaruhi Rendahnya Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Puskesmas Cileunyi Madinatul Munawaroh
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.157 KB) | DOI: 10.33867/jaia.v4i2.125

Abstract

ABSTRAK ASI merupakan makanan pertama, utama dan terbaik bagi bayi, yang bersifat alamiah. Rendahnya angka bayi yang disusui dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor pemudah (predisposing factors, faktor pendukung (enabling factors) dan faktor pendorong (reinforcing factors). Data yang didapat dari Profil Kesehatan Jawa Barat tahun 2014, bahwa hanya 20,67% bayi usia 0-6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif dari jumlah total bayi usia 0-6 bulan yaitu 12.508. Cakupan pemberian ASI eksklusif bagi bayi 0-6 bulan di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 61,1%, namun mengalami penurunan pada tahun 2014 menjadi 33,6%. Metode penelitian ini menggunakan desain deskritif. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi berusia lebih dari 6 bulan sebanyak 63 orang yang tidak memberikan ASI Eksklusif. Sampel yang digunakan yaitu total sampling. Tekhnik pengumpulan data menggunakan questioner dan analisa data yang digunakan univariat.. Hasil penelitian dari 63 responden ibu dengan tingkat pendidikan terakhir ibu sebanyak 44.4% berpendidikan SMP-SMA, 42.9% SD, 7.9% tidk pernah sekolah dan 4.8% akademi tinggi/PT. Frekuensi pengetahuan ibu terhadap ASI Eksklusif sebesar 65.1% berpengetahuan kurang, 31.7% berpengetahuan cukup dan 3.2% berpengetahuan baik. Budaya yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklsusif sebanyak 63.5% terdapat tradisi tertentu dan 36.5% tidak terdapat tradisi tertentu. Penelitian ini merekomendasikan agar petugas kesehatan dapat meningkatkan dukungan melalui edukasi, dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif melalui penyuluhan oleh bidan dan para kader khususnya penyuluhan yang terfokus kepada ibu hamil dan ibu menyusui. Breastfeeding constitute the food of first , main and best for baby , that is natural .An infant who is being suckled this matters can be influenced by various factors , good factors pemudah ( predisposing factors , by factors in support of ( enabling options factors ) and motivation factor ( reinforcing factors ) .The data obtained from health profile west java 2014 , that only 20.67 % of children aged 6-0 months are breastfed of the total number of children aged 6-0 months namely 12.508 . The scope of the provision for the exclusive breastfeeding 0-6 months in indonesia in 2013 % 61,1 reached , but fell in 2014 to 33,6 % .The methodology applied deskritif design .The population study areas is that women have babies aged over 6 months as much as 63 people who do not give exclusive breastfeeding .The sampling method used the total sample .Using questioner tekhnik data collection and analysis of the data used univariat .. The results of the study of 63 respondents mother with education levels last mother 44.4, smp-sma % have as many as 42.9, primary percent percent had 7.9 tidk 4.8 percent high school and academy /. ptThe frequency of the breastfeeding exclusive knowledge of as much as percent less, 65.1 knowledge knowledgeable 31.7 percent moderate and percent. 3.2 knowledge eitherThe culture that affects as many as breastfeeding eksklsusif 63.5 % tradition 36.5 percent certain there is no particular tradition. his study recommended that health workers to increase support through education, and increased community knowledge about the importance of breastfeeding exclusively through extension activities by the midwife and kaders especially extension that focus to pregnant women and nursing mother.
HUBUNGAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA MENENGAH DI SEKOLAH MENEGAH ATAS PASUNDAN 2 KOTA BANDUNG TAHUN 2018 iceu mulyati
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.278 KB) | DOI: 10.33867/jaia.v4i2.126

Abstract

Peredaran tayangan yang mengandung materi pornografi membuat semua pihak waspada karena berdasarkan penelitian yang dirilis pada pertengahan Juni 2015 oleh KPAI ditemukan sekitar 97% siswa SMP maupun SMA pernah menonton video porno. Dampak negatif media sosial yaitu dapat mengganggu privasi, membuat ketagihan sehingga dapat mengganggu waktu untuk belajar dan dapat mempengaruhi para remaja untuk melakukan perilaku seks.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemanfaatan media sosial dengan perilaku seksual remaja menengah di SMA P2 Kota Bandung tahun 2018. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Analisa data berupa analisis bivariat. Populasi pada penelitian ini adalah remaja di SMA P2 Kota Bandung sebanyak 488 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah quota sampling, jumlah sampel yang dijadikan responden yaitu sebanyak 90 orang.Hasil penelitian diketahui bahwapemanfaatan media sosial pada remaja menengah di SMA P2 Kota Bandung sebagian besar berisiko sebanyak 73 orang (81,1%), perilaku seksual remaja menengah di SMA P2 Kota Bandung sebagian besar berisiko sebanyak 69 orang (76,7%) terdapat hubungan antara pemanfaatan media sosial dengan perilaku seksual dengan nilai p-value (0,000) lebih kecil dari nilai α (0,05).Simpulan didapatkan bahwa terdapat terdapat hubungan antara pemanfaatan media sosial dengan perilaku seksual. Saran untuk pihak sekolah bisa melakukan penyuluhan perilaku seksual hubungannya penggunaan media sosial.
GAMBARAN SIKAP DAN DUKUNGAN KELUARGA PADA IBU HAMIL DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN PENOLONG PERSALINAN DI DESA JATISARI KECAMATAN KUTAWARINGIN KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2019 Antri Ariani
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.295 KB) | DOI: 10.33867/jaia.v4i2.127

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. Mengingat sekitar 90% kematian ibu terjadi pada saat persalinan sehingga kematian ibu bersalin erat kaitannya dengan penolong persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap dan dukungan keluarga pada ibu hamil dalam mengambil keputusan penolong persalinan di Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung tahun 2019. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Sampel yang digunakan Purposive Sampling yaitu seluruh ibu hamil sebanyak 43 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariant. Hasil penelitian diketahui bahwa Sebagian besar ibu hamil berusia 20 – 35 tahun sebanyak 33 orang (76,7%). Lebih dari setengahnya ibu hamil berpendidikan dasar sebanyak 29 orang (67,4%). Lebih dari setengahnya ibu hamil berparitas multigravida sebanyak 26 orang (60,5%). Hampir seluruhnya ibu hamil tidak bekerja sebanyak 39 orang (90,7%). Lebih dari setengahnya sikap ibu hamil negatif sebanyak 22 orang (51,2%). Lebih dari setengahnya dukungan keluarga tidak mendukung sebanyak 24 orang (55,8%). Diharapkan tenaga kesehatan/bidan dapat bekerjasama dengan paraji untuk mengubah sikap ibu hamil. Serta perlu adanya peningkatan keterlibatan keluarga/suami dalam kesehatan ibu mulai dari kehamilan sampai dengan pemilihan penolong persalinan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Garawangsa Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut Nurlatifah -
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.833 KB) | DOI: 10.33867/jaia.v4i2.129

Abstract

Kematian ibu masih merupakan masalah pokok yang dihadapi oleh bangsa indonesia, dimana AKI di Indonesia tahun 2002-2003 yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup. Di Propinsi Jawa barat tahun 2006 pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah 69,58%. Sementara di Kabupaten Garut pada tahun 2007 pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan sebesar 70,06% dimana hal itu masih dibawah target Standar Pelayanan Minimal (SPM) Garut pada tahun yang sama yaitu 75%. Di wilayah kerja Puskesmas Garawangsa dari 222 kelahiran pada kurun waktu bulan januari sampai dengan bulan juli 2008, 49,7% persalinan ditangani oleh tenaga kesehatan dan sebagian lagi 50,3% persalinan ditangani oleh tenaga non kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan tenaga penolong persalinan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu-ibu yang melahirkan pada bulan Januari sampai dengan bulan Juli di wilayah kerja Puskesmas Garawangsa Kec. Sucinaraja Kab. Garut tahun 2008, dengan sampel penelitian diambil secara proportional stratified random sampling berjumlah 143 orang. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS, analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian mendapatkan bahwa 72 orang responden (50,3%) dari 143 responden memilih tenaga non kesehatan sebagai penolong persalinan. Dari hasil analisa univariat ternyata jumlah ibu dengan pendidikan rendah lebih besar dibandingkan yang berpendidikan tinggi demikian pula halnya dengan pengetahuan rendah. Hasil uji statistik chi-square pada analisa bivariat ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga dan pendapatan keluarga sedangkan variabel pengambil keputusan memilih penolong persalinan tidak terbukti adanya hubungan.
GAMBARAN PELAKSANAAN SEBELUM DAN SESUDAH PIJAT BAYI 6-12 BULAN TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI DI BIDANKU SAHABATKU KOTA BANDUNG TAHUN 2019 meda yuliani
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.925 KB) | DOI: 10.33867/jaia.v4i2.131

Abstract

Dampak bayi kurang tidur secara tidak langsung belum ditemukan secara pasti, namun dampak secara langsung apabila tidur bayi tidak terpenuhi diantaranya bayi tampak lemas, selalu rewel, menagis, dan susah untuk tidur kembali. Hasil wawancara terhadap 10 orang yang datang ke Bidanku Sahabatku mengenai alasan melakukan pijat bayi adalah semuanya mengatakan karena anak sering terbangun dan rewel pada saat tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan sebelum dan sesudah pijat bayi 6-12 bulan terhadap kualitas tidur bayi di Bidanku Sahabatku Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan terhadap variabel yang diteliti tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain dalam hal ini adalah gambaran kualitas tidur sebelum dan setelah dilakukan pijat bayi. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling, yaitu sebanyak 32 orang dengan teknik analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa kualitas tidur bayi sebelum dilakukan pijat bayi seluruhnya tidak nyenyak sebanyak 28 orang (100%) dan kualitas tidur bayi setelah dilakukan pijat bayi sebagian besar nyenyak sebanyak 22 orang (78,6%) Simpulan didapatkan bahwa sebagian besar bayi tidur nyenyak setelah dilakukan pijat bayi. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada pihak pendidikan untuk memberikan pelatihan asuhan komplementer terhadap bidan sebagai salah satu alternatif meningkatkan kemampuan bidan dalam melayani kebutuhan bayi dan saran bagi tempat penelitian supaya terus meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan yang melakukan pijat bayi dengan mengikutsertakan dalam berbagai pelatihan.
EFEKTIVITAS PELATIHAN FAMILY CENTERED CARE TERHADAP PERSEPSI KELAHIRAN PREMATUR PADA KELUARGA BAYI PREMATUR Evi Kusumahati; Angga Wilandika
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.644 KB) | DOI: 10.33867/jaia.v5i1.140

Abstract

Persalinan preterm diperkirakan menjadi faktor risiko pada 50% dari kematian neonatal.Kelahiran prematur mengakibatkan bayi membutuhkan perawatan khusus di ruang NICU.Pendekatan perawatan berpusat pada keluarga atau dikenal dengan Family CenteredCare (FCC) mampu meningkatkan kualitas hidup pada bayi dengan kelahiran prematurmelalui keterlibatan keluarga secara langsung dalam memberikan asuhan terutama pascaperawatan intensif di rumah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapanFCC terhadap persepsi keluarga bayi dengan kelahiran prematur di ruang NICU RSUDKota Bandung. Jenis penelitian preeksperimental menggunakan desain one group pre-posttest. Teknik pengambilan sampel random sampling yaitu keluarga bayi dengan riwayatkelahiran prematur yang memberikan probabilitas yang sama pada setiap sampel untukterpilih dalam kelompok intervensi dengan Instrumen menggunakan kuesioner. Terdapatperbedaan yang signifikan pada persepsi keluarga terhadap kelahiran prematur sebelumdan sesudah dilakukan FCC. Hasil analisis uji beda, nilai Pearson Chi Square = 98,746 dannilai probabilitas (Asymp. Sig) diperoleh 0,001< 0,05.
GAMBARAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI SALAH SATU PUSKESMAS KABUPATEN BANDUNG PERIODE MARET-APRIL 2019 Dewi Nurlaela Sari; Tika Vivi Ambarwati
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.123 KB) | DOI: 10.33867/jaia.v5i1.144

Abstract

ABSTRAKInisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan langkah awal keberhasilan pencapaian ASIEksklusif. Permasalahan yang terjadi di lapangan IMD tidak dimanfaatkan dengan baik.Faktor ibu, bayi dan lingkungan dapat berperan dalam pelaksanaan IMD tersebut. Penelitianini dilakukan untuk mengetahui gambaran faktor internal dan eksternal pelaksanaanIMD di Puskesmas Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun 2019. Metode penelitian inimenggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah ibu bersalin normal,sampel diambil dengan cara purposive sampling dengan jumlaj 39 responden. Analisisdata menggunakan Analisis univariat dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitiandidapatkan bahwa pengetahuan, pendidikan dan sikap responden merupakan faktor internalyang memengaruhi terlaksanaya IMD. Adapun yang menjadi faktor eksternal pelaksanaanIMD yaitu peran keluarga dan dukungan dari petugas kesehatan. Simpulan dari penelitianini yaitu pengetahuan, pendidikan, sikap, peran keluarga dan dukungan petugas kesehatanmerupakan faktor yang berperan dalam pelaksaanan IMD. IMD diharapkan dapat dijadikanStandar Operasional Prosedur (SOP) dalam asuhan kebidanan.Kata kunci : faktor eksternal, faktor internal, IMDAbstractFirst breast milk (IMD) is the first step to the works of achieving Exclusive ASI. Problems thatoccur in the field of IMD are not utilized properly where it is influenced by several factors bothfrom mother, baby or the environment. For this reason, this research was conducted to determinethe description of internal and external factors in implementing IMD in the RancaekekHealth Center in Bandung Regency in 2019. This research method uses the descriptive method.The population in the study were normal maternity mothers, the sampling technique was purposivesampling. Representation numbered 39 people. Data analysis was performed Univariateanalysis in provided with frequency distributions. An knowledge, education, and attitudeswere internal factors that influenced the implementation of IMD. While the external factorsfor implementing IMD are supporting from anyone, both families or midwives. Conclusions forthe study are knowledge, education, attitudes, family roles and support of health workers arefactors that play a role in the implementation of IMD. It is expected that IMD can be used as aStandard Operating Procedure (SOP) in midwifery care.Keywords: external factors, IMD, internal factors
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI Reni -
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.78 KB) | DOI: 10.33867/jaia.v5i1.145

Abstract

Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang profesional untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil beserta janin yang dikandungnya. salah satu aspek yang mendukung keberhasilan konsep pelayanan antenatal terpadu dan komprehensif adalah pengetahuan ibu TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan , paritas terhadap pengetahuan ibu mengenai ANC. METODOLOGI: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dan dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di BPM Bidan Wulan Majalaya Kabupaten Bandung tahun 2019, dengan jumlah sampel dalam penelitian terdiri dari 20 responden dari bulan Oktober – November 2019, Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data diperoleh dari lembar kuesioner. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis Chi Square. HASIL: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu hamil dengan pengetahuan dengan nilai ρ =0,029, Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan pengetahuan dengan nilai ρ = 0.418, Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur ibu hamil dengan pengetahuan ρ = 0.455, Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan pengetahuan dengan nilai ρ =0.826 KESIMPULAN: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan mempunyai hubungan yang signifikan dengan pengetahuan Ibu hamil sedangkan umur, paritas dan pekerjaan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan Ibu Hamil mengenai ANC di BPM Bidan Wulan. SARAN: maka perlu diadakan program pendidikan kesehatan untuk memotivasi sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan responden mengenai Ante Natal Care sebagai deteksi dini kasus pathologis.
HUBUNGAN PERAN ORANGTUA DALAM MEMBIMBING ANAK MERAWAT GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES PADA ANAK USIA SEKOLAH 10-12 TAHUN DI SDN DAYEUH KOLOT 12 KABUPATEN BANDUNG Yusi Sofiyah; Evie Oktavianie; Eli Lusiani
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.725 KB) | DOI: 10.33867/jaia.v5i1.146

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang dapat memengaruhi kesehatan. Kebersihan gigi dan mulut yang diabaikan akan menimbulkan masalah salah satunya karies gigi. pencegahan karies gigi seorang anak memerlukan peran serta orang tua, peran orang tua berpengaruh pada pemeliharaan kesehatan dan kebersihan gigi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubugan peran orang tua dalam membimbing anak merawat gigi dengan kejadian karies pada anak usia sekolah 10-12 tahun di SDN Dayeuh Kolot 12 Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan rancangan cross-sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan Non Probability Sampling dengan jumlah sampel 109 pasang orang tua dan anak. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 64(58,7%) responden berperan aktif dan 91(83,5%) orang mengalangi karies dikategori sedang. Hasil uji Spearman Rank didapatkan hasil p-value(0,002) dan koefisien korelasi sebesar -0,294. Kesimpulan pada penelitian ini adalah hubungan antara peran orang tua dengan kejadian karies di SDN Dayeuh Kolot 12 Kabupaten Bandung. Rekomendasi dari penelitian ini adalah untuk lebih meningkatkan peran aktif orang tua merawat kesehatan gigi anak agar tidak terjadi karies gigi.
HUBUNGAN LINGKAR LENGAN ATAS (LILA) IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN BERAT BAYI LAHIR TAHUN 2019 KRISTINA PASKANA
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.45 KB) | DOI: 10.33867/jaia.v5i1.154

Abstract

ABSTRAKBadan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa angka kejadian Berat Badan LahirRendah (BBLR) merupakan indikator masalah kesehatan publik, diantaranya kesehatanibu, malnutrisi, dan buruknya fasilitas kesehatan (Riskesdas, 2018). Upaya memaksimalkankebutuhan nutrisi saat hamil berguna untuk menekan kejadian BBLR (Kemenkes RI, 2019).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lingkar lengan atas ibu hamil trimesterIII dengan berat bayi lahir di Puskesmas Seginim. Metodologi penelitian menggunakansurvei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh ibu post partumperiode April-Juni 2019 berjumlah 51 orang. Data dianalisis menggunakan chi-square. HasilPenelitian : ibu dengan LILA < 23,5 sebagian besar melahirkan bayi berat lahir < 2.500 grsebesar 11,8%, dan ibu dengan LILA > 23,5 sebagian besar melahirkan bayi dengan berat> 2.500 gr sebesar 74,5%. Uji statistik chi-square menunjukkan 15,3 dan nilai ρ = 0,000 <ά = 0,05. Maknanya: Ada hubungan LILA ibu hamil trimester III dengan berat bayi lahir diPuskesmas Seginim Tahun 2019.Kata kunci : berat bayi lahir, kurang energi kronik, lingkar lengan atasAbstractThe World Health Agency (WHO) states that, the incidence rate of BBLR in population levelis an indicator of public health problems, including maternal health, malnutrition, and poorhealth facilities (Riskesdas, 2018). Maximizing nutritional needs during pregnancy is doneto minimize the incidence of BBLR (Kemenkes RI, 2019). The purpose of the study knows therelationship of upper arm circumference III trimester pregnant women with baby birth inSeginim Public Health Center. The research methodology uses an analytical survey with across sectional approach. The population is entire post-partum mother of April to June 2019,amounting to 51 people. Data analyzed using Chi-square. Research result: Mother with LILA< 23.5 mostly gave birth weight baby birth < 2,500 gr by 11.8%, and mother with LILA > 23.5mostly give birth to a baby with weight > 2,500 gr of 74.5%. The Chi-square statistical testshows 15.3 and the value ρ = 0.000 < ά = 0.05. Meaning: There is a link between the upperarm circumference of the III trimester of pregnant women with the weight of babies born inSeginim Public Health Center in 2019 years.Keyword: baby birth weight, less chronic energy, upper arm circumference

Page 3 of 10 | Total Record : 99