cover
Contact Name
Mohamad Aprianto Paneo
Contact Email
apriyanto07@ung.ac.id
Phone
+6282292479459
Journal Mail Official
pharmsociety@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 06, Kota Tengah, Kota Gorontalo, 96128, Gorontalo, Indonesia.
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society
ISSN : -     EISSN : 28295064     DOI : 10.37905/phar.soc.v2i3.20816
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society merupakan Jurnal yang dirilis oleh Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo. Pengembangan Jurnal ini bekerja sama dengan Organisasi Profesi Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Gorontalo Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society menerima publikasi dari dosen, mahasiswa dan semua kalangan yang terkait dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian dan bidang-bidang ilmu lainnya. Jurnal ini telah memiliki nomor e-ISSN 2829-5064 dan tentunya dengan kehadiran jurnal ini dapat membantu dalam menyebarluaskan ide-ide, kegiatan pengabdian, dan hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk menangani permasalahan ataupun problematika yang ada di masyrakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society berfokus pada : Pelayanan kepada masyarakat. Pelatihan (Training), Pemecahan masalah (Problem solving), dan Keterbaharuan teknologi tepat guna Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan wilayah tertinggal/kurang maju Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Articles 96 Documents
Pemanfaatan Rempah Tradisional Kunyit Kawasan Teluk Tomini Sebagai Vitamin Herbal dalam Pencegahan Jantung Pada Masyarakat Pentadu Barat, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo Tuloli, Teti Sutriyati; Pomalango, Zulkifli B; Paneo, Mohamad Aprianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 3 (2023): Vol 2, Nomor 3 (2023)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v2i3.21597

Abstract

Aterosklerosis merupakan penyebab umum penyakit serebro-kardiovaskular dan merupakan kondisi pembuluh darah bisa kronis. Fungsi mekanistik kurkumin terhadap aterosklerosis sebagian disebabkan oleh efek anti-inflamasi dan anti-oksidatifnya serta penghambatan proliferasi dan migrasi sel otot polos pembuluh darah. Untuk itu, pengabdian dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan peran aktif masyarakat, dalam  program pencegahan penyakit jantung melalui pemanfaatan kunyit yang diolah menjadi serbuk minuman dan makanan. Metode pelaksanaan yang digunakan pada kegiatan ini terdiri atas dua bagian, yaitu Seminar dan Workshop. Seminar tentang pentingnya kunyit dalam menjaga kesehatan jantung disampaikan langsung oleh dosen pembimbing lapangan dan Workshop pembuatan suplemen herbal dipraktikan langsung oleh mahasiswa peserta KKN Profesi kesehatan didampingi langsung oleh dosen pembimbing lapangan serta pembuatan disaksikan langung oleh peserta undangan yang terdiri dari pemerintah desa dan masyarakat. Pembuatan produk herbal minuman herbal frape di praktikan langsung oleh tamu undangan kegiatan. Produk Puding dan Minuman herbal frappe mendapatkan respon positif pada saat disuguhkan kepada undangan. Respon berupa aroma, dan rasa yang baik,serta efek segar yang dirasakan pada saat dikonsumsi. Selain itu Kedua produk ini dapat meningkatkan kesehatan jantung khususnya untuk masyarakat yang bekerja sebagai di waktu cuaca ekstrim seperti nelayan yang merupakan mata pencaharian terbesar didesa pentadu barat, dan dinilai  dapat meningkatkan ekonomi desa, karena kedua produk suplemen herbal ini potensi untuk dijual serta dapat dimasukan dalam program peningkatan gizi masyarakat.  
Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Awam Untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa Menolong Korban Henti Jantung Ibrahim Suleman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 2 (2023): Vol 2. Edisi 2 , 2023
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3731/phar.soc.v2i2.20903

Abstract

Henti jantung (cardiac arrest) merupakan kondisi dimana hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba pada orang dengan diagnosa penyakit jantung atau tidak, serta terjadi dengan cepat begitu tanda dan gejalanya terlihat. Kasus henti jantung merupakan momok menakutkan bagi semua orang. Pengetahuan tentang bantuan hidup dasar khususnya pada kasus henti jantung sejatinya sangat penting dan harus diketahui oleh semua kalangan masyarakat awam mengingat peran masyarakat awam sebagai penolong pertama utamanya masyarakat yang berada dekat dengan lokasi korban yang mengalami henti jantung. Tujuan kegiatan PkM ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada Siswa SMA Negeri Kabila Kabupaten Bone Bolango tentang menolong korban henti jantung melalui bantuan hidup dasar (BHD). Target yang diharapkan dalam kegiatan PkM ini adalah dapat memberikan informasi mengenai bantuan hidup dasar pada para remaja yang tergolong siswa setingkat sekolah menegah atas (SMA) itu penting untuk dilakukan sehingga mereka sudah dapat melakukan tindakan RJP yang merupakan bagian dari pemberian bantuan hidup dasar dengan baik dan benar. Luaran PkM berupa pengetahuan yang dapat direalisasikan oleh siswa, artikel yang dipublikasikan di jurnal pengabdian kepada masyarakat, laporan hasil pelaksanaan PkM. Kegiatan PkM dilaksanakan di Sekola Menengah atas Negeri satu Kabila Kabupaten Bone Bolango Pada bulan Februari sampai dengan Maret 2023. Sasaran Kegiatan PkM adalah Siswa SMA N 1 Kabila Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini meliputi ceramah. Demonstrasi dan tes kognitif.
Optimalisasi Pilar Percepatan Pencegahan Stunting di Tingkat Desa dalam Rangka Catch to Grow Up pada Balita Boekoesoe, Lintje; Suryadi, A. Mu'thi Andy; Ahmad, Zul Fikar; Nurdin, St. Surya Indah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 3 (2023): Vol 2, Nomor 3 (2023)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v2i3.22119

Abstract

Stunting adalah bentuk kekurangan gizi anak dengan pertumbuhan yang berada dibawah standar. Data menunjukkan masih terdapat banyak kasus stunting di desa. Perlu untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mengoptimalkan pilar percepatan pencegahan stunting. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Dulangeya, Kecamatan Botumoito,. Metode yang digunakan untuk mengoptimalisasi dua pilar yaitu survei dan FGD, serta penyuluhan kesehatan. Peserta kegiatan adalah pemerintah desa, toko masyarakat, kader kesehatan, serta kelompok sasaran seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang memiliki balita. Kegiatan berlangsung dari tanggal 22-30 Juli tahun 2023 yang bertempat di Desa Dulangeya. Secara umum kedua kegiatan berjalan dengan baik dan mendapatkan respon yang positif dari pemerintah dan masyarakat. Kedua program pengabdian dapat mendukung optimalisasi pilar pertama dan kedua dalam percepatan penanggulangan stunting. Kedepannya diharapkan ada tindak lanjut dalam bentuk peraturan desa yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan stunting.
PELATIHAN TANGGAP DARURAT BENCANA BAGI KADER KESEHATAN BERBASIS IPE DI KAWASAN TELUK TOMINI DESA LOPO KABUPATEN GORONTALO Suleman, Ibrahim; Yusuf, Zuhriana K
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 3 (2023): Vol 2, Nomor 3 (2023)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v2i3.22124

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari adanya bencana alam yaitu melalui mitigasi bencana. Karena keadaan darurat dapat terjadi kapanpun dan dimanapun tanpa terkecuali. Pelatihan kader kesehatan terkait tanggap bencana merupakan salah satu solusi dalam mewujudkan peningkatan kesehatan masyarakat dan wilayah yang  rentan akan terjadinya bencana.Tujuan pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan yakni pelatihan tanggap darurat kepada kader kesehatan dengan penerapan IPE (interpersonal education) untuk memaksimalkan potensi dari berbagai tim baik kesehatan ataupun stakeholder yang ada.  Program KKN Profesi Kesehatan dilaksanakan selama 45 hari, bersama Dosen Pembimbing Lapangan dan 70 orang mahasiswa, diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang ditawarkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan siap dalam menghadapi bencana.Kegiatan PkM KKN PK 2023 dengan metode Interprofessional Education (IPE) telah berhasil dilaksanakan dengan melibatkan tim pengabdi yang berasal dari empat profesi yang ada di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Olahraga dan Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa. Kelompok sasaran pada kegiatan ini adalah tokoh masyarakat dan kader kesehatan sejumlah 40 orang. Kegiatan dilakukan secara interprofesi dengan metode wawancara, penyuluhan, pelatihan dan praktik langsung kepada masyarakat. Dukungan masyarakat terlihat dari jumlah pasien yang hadir pada waktu pemeriksaan hingga mencapai 92%.Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari adanya bencana alam yaitu melalui mitigasi bencana. Karena keadaan darurat dapat terjadi kapanpun dan dimanapun tanpa terkecuali. Pelatihan kader kesehatan terkait tanggap bencana merupakan salah satu solusi dalam mewujudkan peningkatan kesehatan masyarakat dan wilayah yang  rentan akan terjadinya bencana.Tujuan pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan yakni pelatihan tanggap darurat kepada kader kesehatan dengan penerapan IPE (interpersonal education) untuk memaksimalkan potensi dari berbagai tim baik kesehatan ataupun stakeholder yang ada.  Program KKN Profesi Kesehatan dilaksanakan selama 45 hari, bersama Dosen Pembimbing Lapangan dan 70 orang mahasiswa, diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang ditawarkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan siap dalam menghadapi bencana.Kegiatan PkM KKN PK 2023 dengan metode Interprofessional Education (IPE) telah berhasil dilaksanakan dengan melibatkan tim pengabdi yang berasal dari empat profesi yang ada di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Olahraga dan Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa. Kelompok sasaran pada kegiatan ini adalah tokoh masyarakat dan kader kesehatan sejumlah 40 orang. Kegiatan dilakukan secara interprofesi dengan metode wawancara, penyuluhan, pelatihan dan praktik langsung kepada masyarakat. Dukungan masyarakat terlihat dari jumlah pasien yang hadir pada waktu pemeriksaan hingga mencapai 92%.    
Pembentukan Kader Remaja Peduli Stunting Dalam Upaya Penanggulangan Masalah Gizi Pada Balita amalia, Lia; mokodompis, Yasir; Hiola, Faramita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 3 (2023): Vol 2, Nomor 3 (2023)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v2i3.22011

Abstract

Stunting adalah masalah gizi kronis yang berdampak buruk pada kesehatan dan perkembangan anak. Prevalensi stunting di Asia Tenggara dan Indonesia masih tinggi, melebihi standar World Health Organization (WHO). Pengabdian masyarakat sebagai pendekatan pencegahan stunting melibatkan seluruh komunitas dan memerlukan partisipasi aktif masyarakat, termasuk remaja. Pembentukan kelompok remaja peduli stunting menjadi kunci penting dalam hal ini, remaja adalah calon orang tua masa depan yang dapat menghindari pernikahan dini dan memahami pentingnya kesehatan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Botumoito dengan metode participatory community service. Hasilnya mencakup pemahaman siswa tentang pencegahan stunting, serta komitmen remaja karang taruna sebagai agen perubahan yang merupakan bagian integral dalam mengurangi angka stunting, meningkatkan kesehatan di Desa dan perkembangan anak-anak di masa depan. Edukasi melalui sistem pendidikan dapat membentuk pola pikir sehat sejak usia dini, kegiatan ini menggambarkan pentingnya melibatkan remaja dalam pencegahan stunting melalui pemahaman dan pelatihan yang sesuai. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Desa Botumoito.
Pengenalan Sejak Dini tentang Resistensi Antibiotik Kepada Mahasiswa Farmasi UNG dan Siswa SMK Farmasi di Kota Gorontalo melalui Program School of AMR PD IAI Gorontalo Paneo, Mohamad Aprianto; Tuloli, Teti Sutriyati; Thomas, Nur Ain; Latif, Multiani S; Taupik, Muhammad; Djuwarno, Endah Nurrohwinta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 3, No 1 (2024): Vol 3. No. 1 (2024)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v3i1.25010

Abstract

Resistensi antibiotik telah menjadi perhatian utama dalam bidang kesehatan global karena dampaknya yang serius terhadap pengobatan infeksi bakteri. Fenomena ini terjadi ketika bakteri mengembangkan kemampuan untuk bertahan hidup dan berkembang biak meskipun terpapar antibiotik, mengurangi atau bahkan menghilangkan efektivitas obat tersebut. Penyebab utama resistensi antibiotik termasuk penggunaan antibiotik yang berlebihan, penggunaan yang tidak tepat, dan penyebaran gen resistensi melalui lingkungan. Konsekuensinya meliputi tingkat infeksi yang sulit diobati, peningkatan biaya perawatan kesehatan, dan peningkatan angka kematian. Upaya untuk mengatasi resistensi antibiotik melibatkan pendekatan multidisiplin termasuk penggunaan antibiotik yang bijaksana, pengembangan antibiotik baru, pengendalian infeksi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah ini. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk memberikan edukasi sejak dini melalui program school of AMR Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) kepada siswa dan mahasiswa bahwa pentingya mengenal antibiotik dan memutus rantai resistensi antibiotik. Kegiatan dilaksanakan dengan beberapa metode yang terdiri dari edukasi yang diberikan langsung oleh apoteker dan dosen, kemudian diskusi dan tanya jawab serta yang terakhir yaitu pemberian pre dan post kuesioner untuk melihat ketercapaian hasil dari kegiatan yang diberikan. Hasil menunjukan kenaikan yang progresif dari sebelumnya rata-rata pemahaman peserta berada dibawah nilai 80% menjadi rata-rata direntang 90%. Hal ini menunjukan pemberian edukasi secara terstruktur dan diberikan langsung oleh yang memiliki kompetensi akan memberikan dampak yang baik. Kegiatan seperti ini harus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan harapan generasi berikutnya bebas dari penggunaan antibiotik yang tidak bijak.
PEDOMAN ASUHAN KEPERAWATAN (PAK) PADA PERAWAT DI RSUD. TOTO KABILA BONE BOLANGO Dulahu, Wirda Y; Djamaluddin, Nurdiana; Liputo, Gusti Pandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 3 (2023): Vol 2, Nomor 3 (2023)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v2i3.21552

Abstract

Pelayanan keperawatan secara keseluruhan memiliki peranan penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan  kesehatan. Panduan Asuhan Keperawatan (PAK) adalah istilah teknis sebagai pengganti Standar Asuhan Keperawatan (SAK). Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mensosialiasikan standar/pedoman asuhan keperawatan yang baik dan benar. Dalam pelaksanaan pengabdian ini di RSUD Toto Kabila Bone Bolango dihadiri sejumlah 2 orang pejabat rumah sakit dan 28 perawat yang terdiri dari kepala ruangan, ketua tim dan perawat pelaksana. Hasil yang didapatkan seluruh peserta mengetahui lebih dalam terkait pelaksanaan asuhan keperawatan yang sesuai dengan standar pedoman asuhan keperawatan yang telah diterbitkan oleh Organisasi Profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Optimalisasi Program Sekolah Siaga Bencana: Upaya Perlindungan Komprehensif terhadap Ancaman Bencana Tanah Longsor di Sekolah Dasar 47 Dumbo Raya Suleman, Ibrahim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 3, No 2 (2024): Volume 3, Nomor 2, Tahun (2024)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v3i2.25825

Abstract

Bencana memiliki dampak yang besar pada masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas, yang rentan karena keterbatasan fisik, mental, dan sosial. Program kesiapsiagaan bencana seperti Sekolah Siaga Bencana (SSB) dapat menjadi solusi untuk mengurangi dampak bencana terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak di lingkungan sekolah. Melalui SSB, siswa dilatih untuk memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang tepat dalam menghadapi situasi bencana. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya tanah longsor dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana melalui program SSB. Metode pelatihan mencakup ceramah dan praktik simulasi evakuasi, dengan peserta utamanya adalah siswa dari Sekolah Dasar No. 47 Dumbo Raya. Pemilihan kelompok rentan didasarkan pada karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap bencana tanah longsor dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana setelah mengikuti program ini. Selain itu, pelatihan ini juga berhasil meningkatkan kemampuan siswa dan kelompok rentan untuk melakukan evakuasi dengan aman dan efektif. Program SSB perlu terus disosialisasikan dan didukung oleh pihak-pihak terkait untuk memastikan kesiapsiagaan optimal dalam menghadapi bencana tanah longsor dan upaya mitigasi di Kota Gorontalo.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat Mengenai Penyakit Akibat Infeksi di Puskesmas Kota Timur Gorontalo Puluhulawa, Lisa Efriani; Paneo, Mohamad Aprianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 3, No 1 (2024): Vol 3. No. 1 (2024)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v3i1.24944

Abstract

Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan pemahaman yang baik dari masyarakat untuk pencegahan dan pengendaliannya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit infeksi yang dilakukan di Puskesmas Kota Timur Gorontalo. Dengan menggunakan sampel sebanyak 30 responden, hasil pengabdian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pemahaman yang baik tentang gejala umum penyakit infeksi dan cara pencegahannya. Namun, masih terdapat kekurangan dalam pemahaman mengenai definisi penyakit infeksi, jenis-jenis organisme penyebab infeksi, dan faktor-faktor penyebab penyebaran infeksi. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat maka dilakukan pendekatan yang lebih terfokus dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, terutama di Puskesmas Kota Timur, untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang penyakit infeksi dan langkah-langkah pencegahannya. Hasil dari upaya pengabdian yang dilakukan melalui diskusi yang lebih intensif dalam penyuluhan kesehatan memainkan peran penting dalam peningkatan pemahaman masyarakat  terhadap penyakit infeksi.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Terkait dengan Jenis Kemasan Pangan yang Aman Manno, Mohamad Reski; Paneo, Mohamad Aprianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 3, No 1 (2024): Vol 3. No. 1 (2024)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v3i1.24958

Abstract

Kemasan pada pangan merupakan salah satu fungsi yang membuat pangan menjadi aman untuk dikonsumsi. Ada banyak jenis kemasan yang digunakan pada pangan mulai dari jenis kertas, plastik sampai stryofoam. Banyaknya penggunaan berbagai jenis kemasan pada pangan sehingga perlu diberikan edukasi pada masyarakat mengingat pada masing-masing jenis kemasan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Edukasi mengenai kemasan produk makanan ini menjadi penting mengingat kemasan tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik konsumen saja tetapi pemilihan bahan dan bentuk kemasan mempengaruhi kandungan nutrisi dalam makanan tersebut. Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan pada masyarakat Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara bertahap mulai dari Pre-test, penyuluhan mengenai peran dan fungsi kemasan, keamanan kemasan pangan serta dilakukan Post-test. Setelah itu diberikan sesi tanya jawab. Dari hasil tanya jawab diketahui bahwa banyak dari masyarakat cimahi yang tidak mengetahui keamanan dari  kemasan serta kelebihan dan kelemahan dari masing-masing jenis kemasan yang sering digunakan pada pangan.

Page 5 of 10 | Total Record : 96