cover
Contact Name
Sita Meiningtyas Perdani Putri
Contact Email
phcjournal21@gmail.com
Phone
+6287899595523
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Public Health Concerns
ISSN : 27770826     EISSN : 2776592X     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat dan ditindaklanjuti dengan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan; pelatihan menuju perilaku hidup bersih dan sehat; peningkatan pengetahuan pengobatan alternatif; dan pengetahuan tentang kebutuhan gizi. Terbit bulan April, Juli, Oktober dan Desember.
Articles 287 Documents
Penyuluhan Kesehatan Tentang Hipertensi Dan Terapi Komplementer Timun Rudi Winarno; Muhammad Ricko Gunawan; Chelda Ernita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.448 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i2.204

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Dari hasil prevalensi di Puskesmas Hanura Lempasing Kabupaten Pesawaran di dapat data penyakitnya 21,28 % warga memiliki penyakit hipertensi. Masyarakat di dusun aryo jipang rt 02 desa sukajaya lempasing yang menderita hipertensi memiliki beberapa faktor seperti umur, pola hidup, lingkungan sekitar dan obesitas. Hal tersebut perlu tindaklanjut lagi. Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami tentang hipertensi dan terapi komplementer timun Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang hipertensi dan terapi komplementer timun menggunakan power point dan ke dua setelah diberikan penyuluhan hipertensi dan terapi komplementer timun, responden diberikan Tanya jawab tentang hipertensi dan terapi komplementer timun serta mendemonstrasikan terapi komplementer timun. Hasil: Responden memahami tentang hipertensi dan terapi komplementer timun Simpulan: responden dapat memahami tentang hipertensi dan terapi komplementer timun
Latihan fisik (senam) sebagai terapi komplementer dan modalitas dalam mengatasi kelelahan pada anak kanker Dini Maulinda; Deswinda; Gita Adelia; alfianur alfianur; Dendy Kharisna
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.732 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i2.206

Abstract

Pendahuluan: Kasus kanker pada anak menjadi penyebab kematian pada anak. Kanker yang banyak menyerang anak yaitu leukimia, Leukemia adalah penyakit keganasan sel darah yang ditandai dengan sel darah putih abnormal dalam sumsum tulang. Beberapa penderita kanker sangat rentan terhadap fatigue akibat kelelahan fisik dan mental yang disebabkan oleh proses terapi yang panjang akibat kemoterapi yang dilakukan secara terus menerus. Salah satu intervensi untuk penanganan kelelahan kemoterapi seperti latihan aerobik. Dampak latihan tersebut dibuktikan dapat mengurangi kelelahan dan meningkatkan kebugaran fisik pada pasien kanker. Tujuan: Memperkenalkan dan menerapkan latihan aerobic pada anak dengan kanker. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dimulai dengan identifikasi masalah kelelahan akibat kemoterapi, merumuskan solusi, melakukan sosialisasi dan membuat jadwal terstruktur dengan pengurus YKAKI. Selanjutnya pelaksanaan senam diikuti oleh 15 orang yang terdiri dari ibu pasien kanker, anak pasien kanker, dan pengurus YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia) dengan metode ceramah/penyuluhan tentang Latihan Fisik Sebagai Terapi Komplementer dan Modalitas dalam Mengatasi Kelelahan Pada Anak Kanker. Hasil: Responden menyatakan bahwa dengan melakukan latihan Aerobic membuat tubuh menjadi segar dan mengurangi kelelahan. Simpulan: Responden dapat memahami tentang kebugaran jasmani seperti latihan aerobic.  
Penyuluhan kesehatan seksual dan reproduksi pada remaja putri di PMB Eliza Dainty Maternity; Muhammad Hatta; Eliza
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.518 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i2.209

Abstract

Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan, informasi tentang seks serta persepsi remaja mengenai seluk beluk seks yang salah merupakan salah satu indikator meningkatnya perilaku seks bebas di kalangan remaja. Tujuan: memberikan pengetahuan kepada remaja awal tentang kesehatan seksual dan reproduksi pada remaja. Metode: merancang dan pembuatan bahan praktek pengabdian, memberikan materi tentang kesehatan reproduksi remaja dengan metode penyuluhan. Hasil: peserta sangat antusias dalam kegiatan penyuluhan, terlihat dari 85% peserta aktif dalam kegiatan (bertanya dan menjawab pertanyaan). Selain itu berdasarkan evaluasi secara lisan 80% peserta dapat menjelaskan kembali tentang definisi kesehatan reproduksi remaja, cara menjaga organ reproduksi, infeksi organ reproduksi, HIV – AIDS. Simpulan: Peserta penyuluhan mendapat pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan seksual pada remaja.
Workshop Tentang Bantuan Hidup Dasar Dan Penanganan Awal Pada Pasien Trauma Pada Perawat Pelaksana Tri Wijayanto; Tiara Tiara; Seno Maryadi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.274 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i3.216

Abstract

Pendahuluan:  Dewasa ini bencana alam, kecelakaan kendaraan bermotor, kebakaran, dan kerusuhan serta berbagai penyakit yang dapat mengakibatkan henti jantung juga sering terjadi. Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pelayanan tingkat pertama yang dapat menangani kasus kegawat darurat pre hospital. Untuk mencegah kematian dan kecacatan pada pasien henti jantung ataupun trauma adalah melakukan bantuan hidup dasar dan penanganan awal pasien trauma. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan pengetahuan dan ketrampilan perawat pelaksana atau tim gawat darurat dalam melakukan bantuan hidup dasar dan penanganan awal pasien trauma. Tujuan: Peserta mampu memahami dan melakukan bantuan hidup dasar dan penanganan awal pada pasien trauma. Metode: Kegiatan workshop ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu tahap 1 memberikan materi tentang bantuan hidup dasar dan penanganan awal pada pasien trauma dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan dilanjutkan dengan tahap 2 mendemostrasikan cara melakukan bantuan hidup dasar dan penanganan awal pada pasien trauma secara offline dengan menerapkan protocol kesehatan. Hasil: Peserta mampu memahami dan melakukan bantuan hidup dasar dan penanganan awal pada pasien trauma dibuktikan dengan hasil nilai pretest rata-rata 5,19 dan hasil nilai post tes rata-rata 7,09 sehingga selisih nilai rata-rata post test dan pre test sebesar 1,9. Simpulan: Responden mampu memahami dan melakukan bantuan hidup dasar dan penanganan awal pada pasien trauma.
Peningkatan pengetahuan wawasan masyarakat tentang Diabetes Mellitus dan senam kaki Diabetik Antonij Sitanggang; Flora Sijabat; Endang Sihaloho; Mery Malau; Hartaty Daeli; Femin Marya Natha Silaban
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.145 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i3.218

Abstract

  Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. DM sudah merupakan salah satu ancaman bagi kesehatan umat manusia pada abad 21. Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan keempat terbesar dalam jumlah penderita diabetes di dunia. Mengingat jumlah penderita DM yang terus meningkat dan besarnya biaya perawatan pasien diabetes yang terutama disebabkan oleh karena komplikasinya, maka perawatan pasien DM perlu mendapatkan perhatian. Tujuan: Dapat  menambah wawasan masyarakat tentang perawatan pada klien dengan diabetes mellitus dan senam kaki diabetik. Metode: Melakukan pre-test dan post-test, melaksanakan pendidikan kesehatan tentang penyakit diabetes melitus dan perawatan pada pasien penderita DM pada masyarakat di Lingkungan XI dengan metode ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Hal ini dilakukan dengan metode projector, poster, leaflet dan print out power point. Menjelaskan dan mendemonstrasikan tentang latihan senam kaki untuk penderita diabetes melitus. Hasil: Responden memahami tentang pentingnya perawatan pada klien dengan diabetes mellitus dan senam kaki diabetik. Simpulan: Responden mengetahui tentang pentingnya perawatan pada klien dengan diabetes mellitus dan senam kaki diabetik.
Edukasi kesehatan tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kesulitan makan pada anak usia prasekolah Andri Yulianto; Mella Dwi Novitasari; Desi Arimadiyanti; Wahyu Widayati
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.943 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i3.219

Abstract

Pendahuluan : Kesulitan makan disebut sebagai feeding problem sebagai ketidakmauan anak untuk mengkonsumsi, menolak, dan memilih makanan yang dihidangkan. Tujuan: ini yaitu untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kesulitan Makan pada Anak Usia Prasekolah di Paud Mutiara Sejati Pringsewu Barat Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian ini yaitu Observasional Analitik dengan pendekatan Cros Sectional, teknik sampling yang digunakan yaitu Total Sampling dengan jumlah sampel yaitu 40 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan analisis stastistik mengunakan Chis-quare(a = 0,05). Hasil : penelitian didapatkan Anak prasekolah yang mengalami kesulitan makan sebanyak 15 responden (37,5%) sedangkan tidak mengalami kesulitan makan sebanyak 26 responden (62,5%). Tidak ada hubunganantara pendidikan ibu dengan kesulitan makan pada anak prasekolah (4-6 tahun)p-value= 0.159 >α (0,05). Ada hubunganantara status ekonomi keluarga dengan kesulitan makan pada anak prasekolah (4-6 tahun) p-value= 0.017 <α (0,05). Simpulan : dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan kesulitan makan pada anak dan terdapat hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kesulitan makan pada anak prasekolah. Pendahuluan : Kesulitan makan disebut sebagai feeding problem sebagai ketidakmauan anak untuk mengkonsumsi, menolak, dan memilih makanan yang dihidangkan. Tujuan: ini yaitu untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kesulitan Makan pada Anak Usia Prasekolah di Paud Mutiara Sejati Pringsewu Barat Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian ini yaitu Observasional Analitik dengan pendekatan Cros Sectional, teknik sampling yang digunakan yaitu Total Sampling dengan jumlah sampel yaitu 40 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan analisis stastistik mengunakan Chis-quare(a = 0,05). Hasil : penelitian didapatkan Anak prasekolah yang mengalami kesulitan makan sebanyak 15 responden (37,5%) sedangkan tidak mengalami kesulitan makan sebanyak 26 responden (62,5%). Tidak ada hubunganantara pendidikan ibu dengan kesulitan makan pada anak prasekolah (4-6 tahun)p-value= 0.159 >α (0,05). Ada hubunganantara status ekonomi keluarga dengan kesulitan makan pada anak prasekolah (4-6 tahun) p-value= 0.017 <α (0,05). Simpulan : dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan kesulitan makan pada anak dan terdapat hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kesulitan makan pada anak prasekolah.
Edukasi kesehatan tentang status vaksinasi dengan kejadian stunting Andri Yulianto; Yusnita Yusnita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.105 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.221

Abstract

Introduction: Stunting conditions at birth affect the development or growth of children so that stunting toddlers in the future will have difficulty in achieving optimal physical and cognitive development. Objective: To determine the relationship between vaccination status and the incidence of stunting. Methods: Analytical observational research with a case-control study approach. The sampling technique used is simple random sampling with a sample size of 99 respondents. Collecting data using observation sheets and MCH handbooks. statistical analysis using Chi Square Statistical Test. Results: From 33 toddlers 1-3 years old, there were 19 (57.6%) respondents who experienced stunting with a history of vaccination status in the incomplete category and 14 (42.4%) complete respondents. there is a relationship between vaccination status and the incidence of stunting in infants aged 1-3 years, the P value is 0.011 (smaller than alpha = 0.05). Conclusion: There is a relationship between vaccination status and the incidence of stunting in infants aged 1-3 years in the Work Area of ​​the Wates Health Center.   Pendahuluan: Kondisi stunting saat lahir berpengaruh terhadap perkembangan atau pertumbuhan anak sehingga balita stunting di masa dating akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status vaksinasi dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian observasional analitik dengan penekatan  studi kasus control. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel yaitu 99 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan buku KIA. analisis stastistik mengunakan Uji Statistik Chi Square. Hasil: Diketahui dari 33 balita 1-3 tahun didapatkan yang mengalami stunting dengan riwayat status vaksinasi dalam kategori tidak lengkap sebanyak 19 (57,6%) responden dan lengkap 14 (42,4%) responden. ada hubungan status vaksinasi terhadap kejadian stunting pada bayi usia 1-3 tahun  diperoleh nilai P sebesar 0,011 (Lebih kecil dari nilai alpha = 0,05). Simpulan: Ada hubungan status vaksinasi terhadap kejadian stunting pada bayi usia 1-3 tahun  di wilayah kerja Puskesmas Wates.
Penyuluhan jus buah apel dan air dugan sebagai MP-ASI di Posyandu Garuda, Pidada Panjang Robby Candra Purnama; Intan Aprelia Yuniar; Meilani Zein; Risma Eka Agustina; M Luthfi Hafidz
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.254 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i3.225

Abstract

Background: Complementary food for breast milk is food or drink that contains nutrients given to children to meet their nutritional needs. Apples or in the Latin name Malus domestica are very good for toddlers as a drink (juice) to replace breast milk, this is because besides being delicious, apples have many health benefits for babies. This apple juice has several health benefits for babies, namely improving digestion, treating dysentery, relieving coughs, and nourishing the body. Coconut water or the Latin name Cocos nucifera is highly recommended as a baby's first drink after the baby has completed the journey of exclusive breastfeeding for 6 months. The various nutrients and properties contained in coconut water make it worthy to be called the second best drink after breast milk. Coconut water contains monolaurin, a substance from lauric acid that can build immunity and maintain the health of your little one. Purpose: To further improve the health of children under five and under-fives, as well as to maintain the growth and development of children during their growth period. Methods: In this community service activity the respondents are all mothers who have children under five and toddlers in the area of Posyandu Garuda, Panjang District. This activity uses poster media as a means of presenting material that can be read and taken home for respondents. Result: Counseling on complementary drinks made from apple juice and coconut water in the working area of ​​the Garuda Posyandu went well. Around 50 participants attended. This counseling is expected to increase knowledge of the quality of health to the community so that many toddlers and under-fives are guaranteed nutrition and nutrition. Conclusion: There is an increase in knowledge of breastfeeding mothers or mothers who have toddlers about the importance of consuming breast milk substitutes, who initially did not know the efficacy of apple juice and coconut water. Pendahuluan: Makanan pendamping ASI merupakan makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Buah Apel atau dalam nama latin Malus domestica sangat baik dikonsumsi balita sebagai  minuman (jus) pengganti asi, hal ini karena selain lezat, apel memiliki banyak manfaat kesehatan untuk bayi. Jus apel ini memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan pada bayi yaitu melancarkan pencernaan, mengobati disentri, meredakan batuk, dan menyehatkan tubuh. Air dugan atau nama latin Cocos nucifera sangat disarankan sebagai miuman pertama bayi setelah bayi menuntaskan perjalanan ASI eksklusif selama 6 bulan. Berbagai nutrisi dan khasiat yang terkandung di dalam air kelapa membuatnya layak untuk disebut sebagai minuman terbaik kedua setelah ASI. Air dugan mengandung monolaurin, zat dari asam laurat yang dapat membangun kekebalan tubuh serta menjaga kesehatan Si Kecil. Tujuan: Untuk lebih meningkatkan kesehatan anak balita dan baduta, serta menjaga tumbuh kembang anak dikala masa pertumbuhan. Metode: Dalam kegiatan pengabdian masyarkat ini respondennya adalah seluruh ibu yang memiliki  baduta dan balita yang berada diwilayah Posyandu Garuda Kecamatan Panjang, Kegiatan ini menggunakan media poster sebagai sarana mempersentasikan materi yang dapat dibaca dan dibawa pulang bagi responden. Hasil: Penyuluhan tentang minuman pendamping asi dari jus buah apel dan air kelapa diwilayah kerja posyandu Garuda berjalan dengan lancar. Peserta yang hadir sekitar 50 responden, dengan di adakan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mutu kesehatan kepada masyarakat agar banyak balita dan baduta yang terjamin gizi dan nutrisi nya. Simpulan: Adanya peningkatan pengetahutan ibu menyusui atau ibu yang mempunyai balita tentang pentinganya mengonsumsi minuman pengganti asi, yang awalnya tidak mengetahui khasiat dari jus buah apel dan air buah kelapa saat ini lebih memahami.
Penyuluhan zat pewarna alami makanan dan minuman: Indonesia Radho Al Kausar; Septiani Pratama Putri Surya; Helen Tata Eriantika; Aprilia Bela Santika; Etika Indah Prestrisiyani; Yesi Alfio Nita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.871 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i3.231

Abstract

Baground: Food color is one of the factors that consumers consider when choosing and evaluating food. Therefore, the use of colorants in food seems to have become an obligation for all food manufacturers. The health effects of using synthetic dyes is why we have to go back to nature by using natural dyes. Indonesia is a country rich in natural dyes such as carotenoids, anthocyanins, betalains and chlorophyll. Natural dyes are not only dyes that can be used for food, but also have the ability to maintain health and prevent and reduce the occurrence of various diseases such as diabetes, hypercholesterolemia and cancer. Therefore, the concept of returning to natural dyes, although with some disadvantages, still has advantages, namely safe and beneficial for health. Perpose: Develop natural dyes to be safe and also delicious to use in food. Methode: This activity is carried out using qualitative methods with interviews as well as observations and filling out questionnaires conducted to the general public, whether students, students, or the general public. Results: The use of synthetic dyes in food is beneficial for both producers and consumers. Conclusion: Indonesia as a source of natural dyes, namely carotenoids, anthocyanins, betalains and chlorophyll is very large. Pendahuluan: Warna makanan merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan konsumen saat memilih dan menilai makanan. Oleh karena itu, penggunaan pewarna pada makanan sepertinya sudah menjadi kewajiban bagi semua produsen makanan. Efek kesehatan dari penggunaan pewarna sintetis adalah mengapa kita harus kembali ke alam dengan menggunakan pewarna alami. Indonesia merupakan negara yang kaya akan zat warna alami seperti karotenoid, antosianin, betalain dan klorofil. Pewarna alami bukan hanya pewarna yang dapat digunakan untuk makanan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjaga kesehatan serta mencegah dan mengurangi terjadinya berbagai penyakit seperti diabetes, hiperkolesterolemia dan kanker. Oleh karena itu konsep kembali ke pewarna alami meskipun dengan beberapa kekurangan namun tetap memiliki kelebihan yaitu aman dan bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan: Mengembangkan Zat pewarna alami agar aman dan juga enak untuk digunakan pada makanan. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan juga observasi serta pengisian angket yang dilakukan kepada para masyarakat umun baik itu secara mahasiswa, siswa, atau warga umum. Hasil: Penggunaan pewarna sintetis dalam makanan bermanfaat bagi produsen dan konsumen. Simpulan: Indonesia sebagai sumber pewarna alami yaitu karotenoid, anthosianin, betalain dan klorofil sangat besar.
Penyuluhan zat makanan berbahaya di Sekolah Dasar Negeri 01 Keteguhan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung: Indonesia Radho Al Kausar; Tiara Azizah; Sabila Pramudia; Muhammad Fikri Maula; Minjar Wati
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.885 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.232

Abstract

Background: Improper application of synthetic chemical preservatives such as borax and formaldehyde in food products that endanger human health needs important attention from the government and the public because their use is increasing along with the increasing need for food that can be stored and consumed for a longer time. as well as some economic reasons. Based on these facts, Malahayati University students are ready to do community service to overcome this problem by explaining the impact and simple detection methods of these prohibited chemicals and explaining effective, safe and simple ways to preserve food for the general public in a specified location in Teluk Betung Timur District, Keteguhan Village. After the activity, it was found that the people who attended the event experienced an increase in the percentage of understanding about the impact of chemical preservatives on health, how to detect them simply and how to make natural preservatives in food. Perpose: Efforts to overcome the exposure of school children to unhealthy and unsafe snack foods, it is necessary to promote food safety through counseling. Methode: Educational activities begin with studying and adapting real situations that occur in the lives of the people of Central Java in general through the distribution of an initial questionnaire where this questionnaire contains several questions that can represent the level of public understanding of the types and effects of preservatives on food and other snacks, including community knowledge about ingredients - natural preservatives that are safe for consumption. Results: To see the success of simple detection of borax and formalin content in children's snacks with purple trumpet flowers, participants were evaluated by asking participants to practice simple detection of borax and formalin content in children's snacks with purple trumpet flowers by observing using a simple detection assessment questionnaire. borax and formalin content in children's snacks with purple trumpet flowers. Conclusion: Based on the results of the questionnaires given before and after the counseling, there was a spike in the percentage of public understanding of the dangers of these additives, including how to easily detect the possible presence of borax and formalin in food. In addition, the community also understands natural ways to preserve food such as the drying method.   Pendahuluan: Penerapan bahan pengawet kimia sintetik yang tidak tepat seperti boraks dan formaldehida pada produk pangan yang membahayakan kesehatan manusia perlu mendapat perhatian penting dari pemerintah dan masyarakat karena penggunaannya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan pemenuhan pangan yang dapat disimpan dan dikonsumsi dalam waktu yang lebih lama. serta beberapa alasan ekonomi. Berdasarkan fakta tersebut, mahasiwa Universitas Malahayati siap untuk melakukan pengabdian masyarakat untuk mengatasi masalah ini dengan menjelaskan dampak dan cara deteksi sederhana dari bahan kimia terlarang tersebut serta menjelaskan cara yang efektif, aman dan sederhana untuk mengawetkan makanan untuk masyarakat umum di lokasi yang ditentukan di Kecamatan Teluk Bentung Timur, Kelurahan Keteguhan. Setelah dilakukan kegiatan, diketahui bahwa masyarakat yang hadir pada acara tersebut mengalami peningkatan persentase pemahaman tentang dampak pengawet kimia terhadap kesehatan, cara mendeteksinya secara sederhana dan cara pembuatan pengawet alami pada makanan. Tujuan: Upaya penanggulangan paparan anak sekolah terhadap makanan jajanan yang tidak sehat dan tidak aman, perlu dilakukan usaha promosi keamanan makanan melalui penyuluhan. Metode: Kegiatan PKM diawali dengan mempelajari dan mengadaptasi situasi nyata yang berlangsung dalam kehidupan umum masyarakat jawa tengah melalui penyebaran kuesioner awal dimana kuisioiner ini mencakup beberapa pertanyaan yang dapat merepresentasikan tingkat pemahaman masyarakat terhadap jenis dan pengaruh dari bahan pengawet pada makanan dan jajanan lainnya termasuk pengetahuan masyarakat terhadap bahan pengawet alami yang aman dikonsumsi. Hasil: Untuk melihat keberhasilan deteksi sederhana kandungan boraks dan formalin pada makanan janjanan anak dengan bunga terompet ungu, peserta dilakukan evaluasi dengan cara peserta diminta mempraktekkan cara deteksi sederhana kandungan boraks dan formalin pada makanan janjanan anak dengan bunga terompet ungu dengan observasi dengan menggunakan kuesioner penilaian pelaksanaan deteksi sederhana kandungan boraks dan formalin pada makanan janjanan anak dengan bunga terompet ungu. Simpulan: Berdasarkan hasil kuisioner yang diberikan pra dan pasca penyuluhan, didapatkan lonjakan persentase pemahaman masyarakat terhadap bahaya zat additives tersebut, termasuk cara mendeteksi kemungkinan adanya kandungan boraks dan formalin pada makanan dengan yang mudah. Di samping itu, masyarakat turut memahami cara alami mengawetkan makanan seperti dengan metode pengeringan.

Page 5 of 29 | Total Record : 287


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 10 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2024): PHC Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan More Issue