cover
Contact Name
Sita Meiningtyas Perdani Putri
Contact Email
phcjournal21@gmail.com
Phone
+6287899595523
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Public Health Concerns
ISSN : 27770826     EISSN : 2776592X     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat dan ditindaklanjuti dengan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan; pelatihan menuju perilaku hidup bersih dan sehat; peningkatan pengetahuan pengobatan alternatif; dan pengetahuan tentang kebutuhan gizi. Terbit bulan April, Juli, Oktober dan Desember.
Articles 335 Documents
Pengabdian masyarakat tentang gizi daun kelor Diah Astika Winahyu; Rindi Fatmawati; Selomita Nabela Putri; Ni Kadek Diah Ayu Safitri
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.310

Abstract

Pendahuluan: Daun kelor biasanya dimasak sebagai sayur untuk pengobatan, maupun untuk menjaga kesehatan. Tumbuhan ini memiliki tinggi batang sekitar 7 sampai 11 meter, memiliki bunga dengan warna putih kekuning-kuningan yang mengeluarkan bau semerbak, serta memiliki buah dengan bentuk segitiga memanjang biasa nya disebut kelentang. Tujuan: Untuk memberikan pengetahuan terkait kandungan gizi daun kelor, kemudian penjelasan tentang stunting, dan pemanfaatan daun kelor untuk memenuhi gizi pertumbuhan dan perkembangan anak dengan cara penambahan sari daun kelor pada olahan makanan. Metode: Metode yang dilakukan adalah dengan cara penyuluhan kepada masyarakat kelurahan Karang Maritim khususnya kepada ibu-ibu yang masih memiliki balita dan anak-anak. Dari penyuluhan ini dijelaskan kandungan apa saja yang terkandung dalam daun kelor, manfaat daun kelor, serta dilakukan juga pelatihan pembuatan makanan berbahan daun kelor sebagai inspirasi bagi ibu-ibu untuk memberikan makanan yang sehat  dan terpenuhi untuk anak. Hasil: Para peserta penyuluhan dapat menerima penyuluhan yang disampaikan dengan baik. Ada ketertarikan yang besar dari peserta untuk tahu lebih lanjut mengenai pemanfaatan daun kelor. Hal ini dapat dilihat dari begitu banyaknya peserta yang sangat antusias dalam memberikan pertanyaan seputar daun kelor. Simpulan: Dari hasil pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan di kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang, Masyarakat sangat antusias dan menerima penjelasan tentang gizi daun kelor dengan sangat baik. Sehingga dapat diterapkan dalam memenuhi gizi pada anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan untuk mencegah terjadinya stunting. Kata kunci: Kelor; Gizi dan Stunting.
Penyuluhan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat membuang sampah pada tempatnya Setiawati Setiawati; Rahma Elliya; Wahid Tri Wahyudi; Refsi Erpiyana; Dian Angen Saputra; Ratu Ratna Dila
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.311

Abstract

Background: PHBS is all health behaviors that are carried out on the awareness of an individual so that families and family members can help themselves in the health sector, and play an active role in the community in daily activities. Clean and Healthy Living Behavior is one way to share experiences regarding pattern or behavior of healthy living in the wider community, groups or individuals by providing information or conducting counseling to the community, this is done as one of the information or knowledge. There is some knowledge that can be shared such as educational materials, it can increase knowledge and insight so that people can understand responsiveness and care more about clean and healthy lifestyle behaviors. Purpose: Respondents can know and understand about disposing of waste in its place. Method: The implementation of the method used in this counseling is carried out in 2 stages, namely the first to explain about disposing of waste in its place and secondly after the counseling is to dispose of waste in its place using leaflets, respondents are given questions and answers about disposing of waste in its place. Result: Respondents understand about disposing of garbage in its place. Conclusion: There is a significant influence between counseling on Clean and Healthy Behaviour on the cleanliness of students in disposing of garbage in its place to school children at Public Elementary School 1 Panjang Utara Bandar Lampung. Keywords: Application of PHBS; Counseling; Throw Garbage in its Place Pendahuluan: PHBS ialah segala perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran seorang individu hingga keluarga dan anggota keluarganya dapat membantu diri sendiri dalam bidang kesehatan, dan berperan aktif terhadap masyarakat dalam kegiatan sehari-hari. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan salah satu cara untuk menyalurkan pengalaman mengenai pola atau perilaku hidup sehat dalam masyarakat luas kelompok ataupun individu dengan cara memberikan informasi atau melakukan penyuluhan kepada masyarakat, hal ini dilakukan sebagai salah satu informasi atau pengetahuan. Ada beberapa pengetahuan yang dapat dibagikan seperti materi edukasi, hal tersebut dapat menambah pengetahuan serta wawasan sehingga masyarakat dapat memahami tanggap serta lebih perduli terhadap  perilaku cara hidup yang bersih dan sehat. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang membuang sampah pada tempatnya. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam penyuluhan ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama menjelaskan tentang membuang sampah pada tempatnya dan kedua setelah dilakukan penyuluhan membuang sampah pada tempatnya menggunakan leaflet, responden diberikan tanya jawab tentang membuang sampah pada tempatnya. Hasil: Responden memahami tentang membuang sampah pada tempatnya Simpulan: Adanya pengaruh yang signifikan antara penyuluhan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap kebersihan siwa/siswi dalam membuang sampah pada tempatnya pada anak sekolah di SDN1 Panjang Utara, Bandar Lampung.
Pengetahuan tentang penanganan pertama cedera olahraga pada siswa akademi sepak bola Sri Mulyati Rahayu; Maria Ulfah jamil; Inggrid Dirgahayu; Wempi Budiana; Herlina Husein; Diana Ulfah
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.327

Abstract

Introduction: Football is a form of physical activity that can be played by both men and women. This sport is inseparable from the use of the feet which involve body structures such as joints and muscles. The problem that often occurs in soccer players is experiencing injuries that can occur to the ankles due to sprains or collisions between players. Serious injury can occur if there is a hard impact on the neck and head area. Sports injuries can cause disturbances in physical activity, psychology, and achievement. The solution to dealing with repetitive sports injuries is by providing education about the first treatment for soccer sports injuries. Purpose: To increase knowledge in the first handling of soccer sports injuries to students at the Ebod Jaya Football Academy and Cimahi FC. Methods: Descriptive with pre-test and post-test design. Population is 60 students, sample is 35 students, with purposive sampling technique. Results: The results obtained were that more than half of the respondents had insufficient knowledge about the first handling of soccer sports injuries before being given education (54%) and more than half of the respondents had sufficient knowledge about the first handling of soccer sports injuries after being given education (69%). Conclusion: Half of the respondents had sufficient knowledge about the first treatment for soccer sports injuries after being given education.   Keywords: Knowledge; First Handling; Injury; Football.   Pendahuluan: Olahraga sepak bola merupakan bentuk aktivitas fisik yang  bisa dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. Olahraga ini tidak terlepas dari penggunaan kaki yang melibatkan struktur tubuh seperti sendi dan otot. Permasalahan yang sering terjadi pada pemain sepak bola adalah mengalami cedera yang dapat terjadi pada pergelangan kaki akibat terkilir atau benturan antar pemain. Cedera berat dapat terjadi jika ada benturan keras pada daerah leher dan kepala. Cedera olahraga dapat menimbulkan gangguan aktivitas fisik, psikis, dan prestasi. Solusi untuk mengatasi cedera olahraga berulang dengan diberikan edukasi tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola.  Tujuan:  Untuk meningkatkan pengetahuan dalam penanganan pertama cedera olahraga sepak bola pada siswa Akademi sepak bola Ebod Jaya dan Cimahi FC. Metode: Deskriptif dengan pre-test dan post-test design. Populasi 60 siswa, sampel 35 siswa, dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil yang didapatkan lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan kurang  tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola sebelum diberikan edukasi (54%) dan lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan cukup tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola setelah diberikan edukasi (69%). Simpulan: Setengah responden memiliki pengetahuan cukup tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola setelah diberikan edukasi.
Penyuluhan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Dina Dwi Nuryani; Agung Aji Perdana; Audrey Adelita; Delima Selviyani Putri; Dinda Rachma Syarifah; Rossy Meliyana
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.227

Abstract

Background: Clean and healthy living is something that people should implement in their daily lives. So health promotion efforts to the community are very important to prevent disease. One of the PHBS programs that can be carried out is Washing Your Hands with Soap. The focus of hand washing in the education sector is elementary school children, because children are an important component as carriers of change. Purpose: To provide education regarding Hand Washing with Soap (CTPS) behavior at Public Elementary School 3 Keteguhan, East Teluk Betung District, Bandar Lampung City so that students' knowledge increases. Method: Using lecture and question and answer methods. Results: Students focused on listening and actively asked questions about Hand washing Behavior with Soap (CTPS) material. Conclusion: The activity consisted of 2 activities, namely education about Hand Washing Behavior with Soap (CTPS) attended by 65 students and a question and answer session. Keywords: Hand Wash; Knowledge;  Student Pendahuluan: Hidup bersih dan sehat merupakan suatu hal yang seharusnya memang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat. Maka upaya promosi kesehatan kepada masyarakat sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit. Salah satu program PHBS yang dapat dilakukan adalah Cuci Tangan Pakai Sabun. Fokus cuci tangan di bidang pendidikan adalah anak – anak sekolah dasar, karena anak – anak merupakan komponen penting sebagai pembawa perubahan. Tujuan: Untuk memberikan edukasi mengenai Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di SD Negeri 3 Keteguhan, KecamatanTelukBetungTimur, Kota Bandar Lampung agar pengetahuan siswa meningkat. Metode: Menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil: Siswa fokus mendengarkan dan aktif bertanya mengenai materi Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Simpulan: Kegiatan terdiri dari 2 aktifitas yaitu edukasi tentang Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dihadiri sebanyak 65 siswa dan dilakukan sesi tanya jawab.
Perilaku hidup bersih dan sehat (tata cara pembuatan hand sanitizer) Shinta Wulandari; Putri Wulan; Erick Bagas Pane; Ridho Akdhani Adzki; Diki Saputra
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.228

Abstract

Background: Hand Sanitizer is a dosage form that can be used as an antiseptic. Hand Sanitizer is a hand sanitizer liquid that is used to kill germs on hands. Hand sanitizer contains an active ingredient of 96% alcohol. Alcohol is widely used as an antiseptic for the skin surface which serves to kill germs on the hands. With a hand sanitizer, it will make it easier for people to do activities outside the home. Purpose: Using H2O2 (Hydrogen Peroxide) as an antiseptic in the form of hand sanitizers and hand sanitizers is an alternative to prevent the spread of the covid-19 virus because it contains alcohol and other substances that can kill viruses that stick especially in the hand area. Method: 96% alcohol, geliserin, 3% hydrogen peroxide, then made into a liquid form in extra concentration and added with lemon essence. Results: The results of the preparation showed that all were homogeneous and white in color with the aroma of a mixture of lemon essence with a distinctive lemon aroma. The results of making antiseptic hand sanitizers got positive control. Counseling about PHBS and about the procedures for making hand sanitizers at SD N 01 Pinang Jaya went smoothly. Participants who were present were around 33 students in the first room and 29 students in the second room, by holding this counseling it is expected to increase knowledge of the quality of health for children to better maintain hand hygiene by using hand sanitizers to prevent transmission of the covid-19 virus. Conclusion: The conclusion that can be drawn from the description of community service activities (Elementary School) at SD N 01 Pinang Jaya, Pinang Jaya Kemiling is an increase in health knowledge to children about maintaining hand hygiene by using hand sanitizers.  Keywords: Hand Sanitizer; Antiseptic Spray As Hand Sanitizer; Counselling  Pendahuluan: Sediaan Hand Sanitizer merupakan bentuk sediaan yang dapat digunakan sebagai antiseptik. Hand Sanitizer adalah cairan pembersih tangan yang digunakan untuk membunuh kuman pada tangan. Hand sanitizer mengandung bahan aktif alkohol sebesar 96%. Alkohol banyak digunakan sebagai antiseptic untuk permukaan kulit yang berfungsi untuk membunuh kuman ditangan. Dengan adanya hand sanitizer akan memudahkan masyarakat pada saat melakukan aktivitas diluar rumah. Tujuan: MenggunakanH2O2 ( Hidroigen Peroxida ) sebagai antiseptik dalam bentuk hand sanitizer dan Hand sanitizer menjadi salah satu alternatif pencegahan menularnya virus covid-19 karena mengandung alkohol dan zat lain yang dapat membunuh virus yang menempel terutama di area tangan. Metode: Alkohol 96%, geliserin, hidrogen peroxsida 3%, kemudian dibuat menjadi bentuk cair dalam konsentrasi ektra dan di tambahkan lemonessen. Hasil: Hasil sediaan tersebut menunjukan bahwa semua homogen dan berwarna putih dengan aroma campuran lemonessen dengan aroma khas lemon. Hasil pembuatan antiseptik hand sanitizer mendapatkan kontrol positif.Penyuluhan tentang PHBS dan tentang tatacara pembuatan hand sanitizer di SD N 01 Pinang Jaya berjalan dengan lancar. Peserta yang hadir sekitar 33 siswa/i diruang pertama dan 29 siswa/I diruang kedua, dengan di adakan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mutu kesehatan kepada anak-anak agar lebih menjaga kebersihan tangan dengan menggunakan hand sanitizer untuk mencegahan penularan virus covid-19 Simpulan: Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian kegiatan pengabdian masyarakat (Sekolah Dasar) diSD N 01 Pinang Jaya, Pinang jaya Kemiling yaitu adanya peningkatan pengetahuankesehatan kepada anak-anak tentang menjaga kebersihan tangan dengan menggunakan hand sanitizer
Penyuluhan kesehatan tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (stunting) Eka Yudha Chrisanto; Riska Wandini; Vera Yulyani; Nirwanto Nirwanto; Mardani Mardani; Mega Dewi Anggraini; Utari Aditia Selvianti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.247

Abstract

Background: Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. From the results of the preliminary study at the Panjang Health Center in Bandar Lampung City, it was found that 39.95% of children experienced stunting problems. Children who experienced stunting problems in the Kelurahan Panjang Selatan neighborhood I and II can be caused by several factors such as environmental sanitation, food and beverage processing and mother’s knowledge of stunting. This needs further follow-up. Purpose: Respondents can find out about the influence of access to water and sanitation on health problems (Stunting). Methods: The implementation of the method used in community service is carried out in 2 stages, firstly, students of the Nursing Science Study Program (PSIK) explain the effect of water clean and sanitation on health problems (Stunting) using leaflets and secondly, after being given counseling about the effect of water clean and sanitation to health problems (Stunting), respondents were given questions and answers about the affect of clean water and sanitation on health problems (Stunting). Results: Respondents understand about the effect of clean water and sanitation on health problems (Stunting). Conclusion: Respondents can do their own way to prevent and reduce the risk of stunting in children, one of which is by implementing clean water treatment and improving adequate and good sanitation facilities. Keywords: Health Education; Effect of Clean Water; Sanitation; Stunting. Pendahuluan: Stunting merupakan suatu kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Dari hasil prevalensi di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung di dapat data sebesar 39,95% anak mengalami masalah stunting.Anak yang mengalami masalah stunting di wilayah Kelurahan Panjang Selatan Lingkungan I dan II dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti sanitasi lingkungan, pengolahan makanan dan minuman serta pengetahuan ibu terhadap stunting. Hal tersebut tentunya perlu ditindak lanjut lagi. Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami terkait pengaruh air bersih dan sanitasi terhdap masalah kesehatan (Stunting) pada anak. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu pertama mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) menjelaskan tentang pengaruh dari air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting) menggunakan lembar leaflet dan ke dua setelah diberikan penyuluhan tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting), responden diberikan Tanya jawab tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting). Hasil: Responden memahami tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting). Simpulan: Responden dapat melakukan sendiri cara untuk mecegah dan mengurangi resiko terjadninya stunting pada anak salah satunya dengan pengolahan air bersih dan perbaikan fasilitas sanitasi yang memadai serta baik untuk diterapkan.
Penyuluhan kesehatan tentang cermat memilih jajanan sehat untuk anak Nurul Nepiana; Muhammad Ricko Gunawan; Raihan Saputra; Erna Oktalia
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.254

Abstract

Background: Availability and food safety are basic human rights. One of the community groups who often experience problems due to food poisoning are school-age children. Elementary school age children (7-13 years) certainly have not been able to determine what is good for their body health, including in terms of choosing healthy snacks. The number of traders who peddle or sell fast food in the school environment is a problem for children’s health. Early efforts that must be done are to provide counseling to parents and children regarding the importance of choosing healthy snacks. Purpose: To determine the level of public understanding about careful behavior in choosing healthy roads. Method: Extension activities were carried out in RT 05 North Panjang. The implementation of this counseling activity was carried out in 2 stages, namely first, Students of The Nursing Science Study Program (PSIK) explained how to choose healthy snacks for children to the community, especially parents and children using sheets, leaflets and the second after the community outreach was given a question and answer session about the importance of choosing healthy snacks for children. Results: The community or respondents can understand and practice in choosing healthy snack menus for children. Conclusion: The community or respondents can understand in choosing healthy snack menus for children. Keywords: Careful Choice; Children; Health Education; Healthy Snacks Pendahuluan: Ketersediaan serta keamanan pangan merupakan hak asasi manusia yang mendasar. Salah satu kelompok masyarakat yang tentunya sering mengalami masalah akibat keracunan makanan adalah anak usia sekolah. Anak usia sekolah dasar (7-13 tahun) tentunya belum mampu dalam menentukan hal yang baik untuk kesehatan tubuhnya termasuk dalam hal memilih jajanan yang sehat. Banyaknya pedagang yang menjajakan atau menjual makanan cepat saji di lingkungan sekolah merupakan masalah bagi kesehatan anak. Upaya dini yang harus dilakukan yaitu memberikan penyuluhan kepada orang tua serta anak terkait pentingnya memilih jajanan ringan yang sehat. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat tentang perilaku cermat dalam memilih jajanan yang sehat. Metode: Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di RT 05 Panjang Utara. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu Pertama Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) menjelaskan tentang cara memilih jajanan sehat untuk anak kepada masyarakat terutama orang tua serta anak menggunakan lembar leaflet dan yang kedua setelah dilakukannya penyuluhan, masyarakat diberikan sesi Tanya jawab tentang pentingnya memilih jajanan ringan yang sehat untuk anak. Hasil: Masyarakat atau Responden dapat memahami serta mempraktikan dalam memilih menu jajanan sehat untuk anak. Simpulan: Masyarakat atau Responden dapat memahami dalam memilih menu jajanan sehat untuk anak.
Penyuluhan kesehatan demam berdarah dangue di Kelurahan Pidada, Panjang Bandar Lampung Rika Yulendasari; Rilyani Rilyani; Slamet Widodo; Al Khairul Rizwan; Alisah Rahmah Hidayah; Herliza
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.255

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever is a disease caused by the Dengue virus which is transmitted to humans through the bites of Aedes Aegypti and Aedes Albocpictus mosquitoes.  According to the 2020 statistical data, the flood rate in Pidada is the highest from other long areas, for the population of the Pidada sub-district is the area with the highest population density after the northern and southern lengths according to BPS data in 2020. The things above are one of the risk factors for the emergence of mosquitoes.  Aedes eagypti in the Pidada Village, Panjang District, Bandar Lampung, which is the trigger for dengue fever. Purpose: Respondents can know, understand, understand, be able to prevent the occurrence of DHF and how to control it. Method: the method in this counseling consists of the first stage of participant attendance, the second distribution of leaflets and snacks, the third explanation and presentation of counseling about DHF, the fourth question-and-answer session, the fifth distribution of door prizes, the six measurements, blood pressure, GDS, and temperature, and the last  Lastly is documentation. Results: Respondents can know, understand, understand, able to prevent the occurrence of DHF and how to control it. Conclusion: Respondents can know about DHF and how to control it.  Keyword: DHF; Education; Health Pendahuluan: Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Menurut data statistic 2020 angka banjir di pidada  yang paling tinggi dari wilayah panjang lainnya, untuk jumlah penduduk kelurahan pidada merupakan daerah dengan kepadatan penduduk yang terbanyak setelah panjang utara dan selatan menurut data BPS tahun 2020. Hal-hal diatas menjadi salah satu factor resiko timbulnya nyamuk aedes eagypti di Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang Bandar Lampung yang menjadi pemicu penyakit DBD. Tujuan: Supaya responden dapat mengetahui, memahami, mengerti, mampu dalam mencegah terjadinya DBD dan cara pengendaliannya. Metode: Metode dalam penyuluhan ini terdiri dari tahapan pertama absensi kehadiran participant, kedua pembagian leaflet dan snack, ketiga penjelasan dan pemaparan penyuluhan tentang DBD, keempat sesi tanya-jawab, kelima pembagian doorprize, keenam pengukuran, tensi, GDS, dan suhu, dan yang terakhir adalah pendokumentasian. Hasil: Responden dapat mengetahui, memahami, mengerti, mampu dalam mencegah terjadinya DBD dan cara pengendaliannya. Simpulan: Responden dapat mengetahui tentang DBD dan cara pengendaliannya.
Penyuluhan kesehatan tentang gizi seimbang pada bayi dan balita Teguh Pribadi; Umi Romayati; Aryanti Wardiyah; Ria Mu’alifah; Riri Anjeli; Kiki Erlita Ananda
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.256

Abstract

Introduction: One of the causes of malnutrition and stunting is the behavior and practice of parents in giving food to infants and toddlers that are not good. Good nutritional status of toddlers plays an important role for growth and development, especially during the golden period in the first five years. The results of nutritional status monitoring (PSG) in 2017 in Indonesia showed the prevalence of stunting for toddlers was 27.5%, underweight toddlers 8.0%, very thin toddlers 3.1%, underweight toddlers 22.8% and undernourished toddlers as much as 17.8%. Purpose: To increase mother’s knowledge about the nutritional status of toddlers so that they can reduce the incidence of malnutrition or less than normal toddlers. Method: The method used in this health education is carried out in several stages. The first stage is PSIK students explain about balanced nutrition in infants and toddlers using leaflets and the second after being given public education (respondents) are given a question and answer session about balanced nutrition in infants and toddlers. Results: Respondents (Community) can understand and apply balanced nutrition for infants and toddlers. Conclusion: Respondents (Community) can know and apply the balanced nutrition that should be given to infants and toddlers. Keywords: Balanced Nutrition; Nutritional Status; Toddler Pendahuluan: Salah satu penyebab terjadinya gizi buruk dan stunting yaitu perilaku dan praktek orang tua dalam pemberian makanan pada bayi dan anak yang kurang baik. Status gizi balita yang baik sangat memegang peranan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan terutama pada tahap golden period di lima tahun pertama. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) pada tahun 2017 di Indonesia menunjukkan prevalensi stunting balita sebesar 27,5%, balita kurus 8,0%, balita sangat kurus 3,1%, balita risiko kurus 22,8% dan balita dengan gizi kurang sebanyak 17,8%. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang status gizi balita sehingga dapat menurunkan kejadian balita gizi buruk atau kurang dari normal. Metode: Metode yang digunakan dalam penyuluhan kesehatan ini yaitu dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap yang pertama yaitu mahasiswa PSIK menjelaskan tentang gizi seimbang pada bayi dan balita menggunakan lembar leaflet dan yang kedua setelah diberikan penyuluhan, masyarakat (responden) diberikan sesi tanya jawab tentang gizi seimbang pada bayi dan balita. Hasil: Responden (Masyarakat) bisa memahami dan menerapkan tentang gizi seimbang bagi bayi dan balita. Simpulan: Responden (Masyarakat) bisa mengetahui dan menerapkan tentang gizi seimbang yang harus diberikan bagi bayi dan balita.
Sari kacang hijau sebagai makanan pendamping ASI (MP-ASI) dalam upaya pencegahan stunting Robby Candra Purnama; Dewi Lutfianawati; Isnaini Luqi Nira; Wayan Ayu Novalia; Yolanda Anisa Kadil Putri
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.258

Abstract

Background: After the age of 6 months the baby is started to be given Complementary food for breast milk (MP-ASI) is food that is easy to consume and digest by babies. MP ASI given must provide additional nutrition to meet the nutritional needs of a growing baby. Although breast milk is the best food for babies, babies >6 months old need more vitamins, minerals, protein, and carbohydrates. This high nutritional need cannot only be obtained from breast milk, but also requires additional complementary foods. One type of complementary food for breastfeeding (MP-ASI) that can be given by infants and toddlers is green bean juice. Purpose: To increase respondents' knowledge about the benefits and processing of mung bean juice as complementary food for breast milk (MP-ASI) for infants and toddlers. Method: In this counseling using demonstration and lecture methods. Results: Respondents can know and understand the benefits of mung bean juice and can make their own mung bean juice as complementary food for breast milk (MP-ASI) for infants and toddlers to prevent stunting. Conclusion: Respondents can know and understand the benefits of mung bean juice and can make their own mung bean juice as complementary food for breast milk (MP-ASI) for infants and toddlers to prevent stunting. Keywords: Complementary Foods for Breastfeeding; Green Bean Extract;  Prevention of Stunting Pendahuluan: Setelah berusia 6 bulan bayi mulai di berikan Makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan yang mudah dikonsumsi dan dicerna oleh bayi. MP ASI yang diberikan harus menyediakan nutrisi tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang sedang bertumbuh. Walaupun ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, bayi berusia >6 bulan membutuhkan lebih banyak vitamin, mineral, protein, dan karbohidrat. Kebutuhan gizi yang tinggi ini tidak bisa hanya didapatkan dari ASI, tetapi juga membutuhkan tambahan dari makanan pendamping ASI. Salah satu jenis makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bisa diberikan oleh bayi dan balita yakni sari kacang hijau. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan responden tentang manfaat dan pengolahan sari kacang hijau sebagai makanan pendamping ASI (MP-ASI) bagi bayi dan balita. Metode: Dalam penyuluhan ini menggunakan metode demonstrasi dan ceramah. Hasil: Responden dapat mengetahui dan memahami manfaat sari kacang hijau serta dapat membuat sendiri sari kacang hijau sebagai makanan pendamping ASI (MP-ASI) bagi bayi dan balita guna pencegahan stunting. Simpulan: Responden dapat mengetahui dan memahami manfaat sari kacang hijau serta dapat membuat sendiri sari kacang hijau sebagai makanan pendamping ASI (MP-ASI) bagi bayi dan balita guna pencegahan stunting.

Page 7 of 34 | Total Record : 335


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 1 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 10 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2024): PHC Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan More Issue