cover
Contact Name
Sita Meiningtyas Perdani Putri
Contact Email
phcjournal21@gmail.com
Phone
+6287899595523
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Public Health Concerns
ISSN : 27770826     EISSN : 2776592X     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat dan ditindaklanjuti dengan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan; pelatihan menuju perilaku hidup bersih dan sehat; peningkatan pengetahuan pengobatan alternatif; dan pengetahuan tentang kebutuhan gizi. Terbit bulan April, Juli, Oktober dan Desember.
Articles 335 Documents
Penyuluhan kesehatan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) Dina Dwi Nuryani; Nurul Aryastuti; Nurhalina Sari; Echa Rafika; Eka Yuliana; Endang Setiawati; Desy Fatmawaty
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.45 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.239

Abstract

Background: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time, resulting in growth disorders in children, namely the child's height is lower or shorter (short) than the normal standard of growth. From the results of the validation of data validation of families at risk of stunting in neighbourhood 5-16, Srengsem Village, Panjang District, Bandar Lampung, it is known that not many people know about stunting and how to prevent it. So that some of them think that their children/toddlers are shorter than their age due to genetic or hereditary factors so that they do not require further treatment. Purpose: Respondents can know, understand about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program Methods: The implementation of the method used in community service is carried out in 2 stages, namely, firstly, Public Health students explain stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program using power points and secondly after being given counseling about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program, respondents were given questions and answers about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program and demonstrating the prepared Healthy Kitchen menu. Results: Respondents understand about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program. Conclusion: Respondents can understand stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program and are expected to be able to apply it in their respective homes and in their daily food menu.   Pendahuluan: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar normal pertumbuhannya. Dari hasil verifikasi validasi data KK yang beresiko stunting yang ada di Rt 5-16 Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung diketahui bahwa belum banyak yang mengetahui stunting dan bagaimana pencegahan nya. Sehingga beberapa dari mereka beranggapan bahwa anak/ balitanya lebih pendek dari usianya adalah karena faktor genetik atau keturunan sehingga tidak memerlukan penanganan lebih lanjut. Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat). Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa Kesehatan Masyarakat menjelaskan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) menggunakan power point dan kedua setelah diberikan penyuluhan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat), responden diberikan tanya jawab tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) dan mendemonstrasikan menu DASHAT yang telah disiapkan. Hasil: Responden memahami tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat). Simpulan: Responden dapat memahami tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) dan diharapkan dapat mengaplikasikannya di rumah masing-masing dan pada menu makanan sehari-hari.
Tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue di Kelurahan Pidada Teguh Pribadi; Aryanti Wardah; Adinda Wulan Adha; Marlina Agustina; Apriyanti Safutri; Restiana Cahyani
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.113 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i3.248

Abstract

Background: In Indonesia, the spread of dengue hemorrhagic fever (DHF) continues to increase, especially when entering the rainy season. Many people are easily infected with the dengue virus. There were 1,016,612 cases of DHF from 2000 to 2009 in 60 countries and Asia ranks first with the highest number of DHF sufferers every year. In Southeast Asia, Indonesia is the country with the highest dengue cases. In 2017 the Ministry of Health recorded dengue cases in Indonesia reaching 68,407 cases. While in Lampung it reached 6,340 cases with the highest case being in Bandar Lampung with a total of 1,048 cases. The community must have a responsibility and play an active role in the prevention and eradication of dengue disease. Everyone should be concerned about preventing the spread disease dengueThe movement to eradicate mosquito nests is carried out with 3M Plus.  Purpose: To determine the level of knowledge and behavior of the community in the prevention of dengue hemorrhagic fever. Methods: This researcher collects data with quantitative methods by distributing questionnaires. The population is the Pidada Village community and the sample is 25 residents of the Gang Rajawali community, Pidada Village. Result: The research shows that the research shows that the majority of the people have good knowledge and behavior regarding dengue fever, as many as 20 respondents (80%) and 23 respondents (92%). Conclusion: Most of the respondents have good knowledge and behavior in supporting efforts to prevent and spread dengue hemorrhagic fever. Community knowledge and behavior about DHF can be used as a fundamental force to support DHF prevention programs and can reduce the incidence of DHF, especially in Pidada Village.   Pendahuluan: Di Indonesia penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih terus meningkat terlebih ketika memasuki musim hujan banyak masyarakat yang dengan mudah terjangkit virus dengue. Terdapat 1.016.612 kasus DBD tahun 2000 sampai 2009 di 60 negara dan Asia menduduki urutan pertama dengan jumlah penderita DBD terbanyak pada setiap tahunnya. Di Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara dengan kasus DBD tertinggi. Pada tahun 2017 Kementerian Kesehatan mencatat kasus DBD di Indonesia mencapai 68.407 kasus. Sedangkan di Lampung mencapai 6.340 kasus dengan kasus tertinggi berada di Bandar Lampung dengan total kasus 1.048. Masyarakat harus memiliki tanggung jawab dan berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD. Semua masyarakat harus peduli akan pencegahan penyebaran penyakit DBD. Gerakan pemberantasan sarang nyamuk dilakukan dengan 3M Plus. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue. Metode: Dalam peneliti ini mengumpulkan data dengan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner. Populasi adalah masyarakat Kelurahan Pidada dan sampel berjumlah 25 warga masyarakat Gang Rajawali Kelurahan Pidada. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa Penelitian menunjukkan bahwa Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik mengenai penyakit demam berdarah yaitu sebanyak 20 responden (80%) dan 23 responden (92%). Simpulan: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik dalam mendukung upaya pencegahan dan penyebaran penyakit demam berdarah dengue. Pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang penyakit DBD dapat dijadikan kekuatan mendasar untuk mendukung program pencegahan DBD dan dapat menurunkan angka kejadian penyakit DBD terutama di Kelurahan Pidada.
Penyuluhan kesehatan tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat Teguh Pribadi; Umi Romayati Keswara; Slamet Widodo; Melki Alparizi; Leni Marlena; Laili Pritasari; Hesti Wulandari
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.761 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.249

Abstract

Introduction: School Children Snacks conducted by the Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia Directorate of Food Inspection and Certification together with 26 supervisory agency/ the Food and Drug Supervisory Centers throughout Indonesia show that 45% of School Children Snacks do not meet the requirements because they contain hazardous chemicals such as formaldehyde, borax, rhodamine, and containing Food Additives such as cyclamate andbenzoate exceeds the safelimit. Purpose: Respondents can know, understand about healthy snacks and unhealthy snacks.                                                                                                                           Method: Implementation of the method used in counseling at Public Elementary School 1 Way Gubak is done by 3 stages, namely the first, students of the Psychology profession asking the difference between healthy and unhealthy snacks at, secondly, the presenters of Psychological students explained about healthy and unhealthy snacks using a Power point back, and the third asked questions related to the difference between healthy and unhealthy snacks after being explained. Results: Respondents understand about healthy and unhealthy snacks. Conclusion: Respondents can understand about healthy snacks and unhealthy snacks.   Pendahuluan: Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan bersama 26 Balai Besar / Balai POM di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa 45% PJAS tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin, dan mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti siklamat dan benzoat melebihi batas aman. Tujuan: Responden dapat mengetahui,Memahami tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam penyuluhan di Sdn 1 Way Gubak ini dilakukan dengan 3 tahap, yaitu yang pertama mahasiswa profesi Psik menanyakan perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat, yang kedua penyaji mahasiswa menjelaskan tentang jajanan sehat dan tidak sehat menggunakan Power point balik, dan ketiga tanya jawab terkait perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat setelah di jelaskan. Hasil: Responden memahami tentang jajanan sehat dan tidak sehat. Simpulan:  Responden dapat memahami tentang Jajanan Sehat dan Jajanan tidak sehat.
Edukasi penggunaan masker, ketika batuk/bersin dan cuci tangan pakai sabun untuk pencegahan penularan Covid-19 pada siswa/siswi Sekolah Dasar Rahma Elliya; Setiawati Setiawati; Wahid Tri Wahyudi; Marlena; Nopriani; Budiarti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.906 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.252

Abstract

Background: Covid-19 cases increase, the government has also made various efforts by working, studying, and worshiping from home as an effort to stop the spread of the corona virus. Elementary school is the main target in implementing healthy living. Schools have an important role in educating students about health and hygiene behaviors. In addition, during the covid-19 pandemic, washing hands with soap at school, wearing masks is very important to prevent the transmission of covid-19. In addition, children spend a very long time (about 7 hours a day) at school and many objects in school become disease transmission because they are used together. Purpose: The purpose of this activity is to provide knowledge about preventing the transmission of covid-19 such as the use of masks, cough/sneeze etiquette and hand washing with soap. Methods: The method used in this activity is a lecture method and a simulation of health protocols in the form of washing hands, how to use and remove masks correctly and demonstrate good coughing and sneezing etiquette. Results: The results of the pre and post tests showed that 27 students could answer 6 (22 percent), how to prevent covid-19 3 (11 percent), how to use and remove masks 9 (33 percent), how to cough etiquette. and sneezing 3 (11 percent), how to wash hands with soap properly and correctly 4 (15 percent) while for the post test given to students after being given education, students who can answer as many questions as how to prevent covid-19 are 15 (56 percent), how to prevent covid-19 14 (52 percent), how to use and remove masks 27 (100 percent), how to cough and sneeze etiquette 27 (100 percent), how to wash hands with soap properly and correctly 25 (93 percent). Conclusion: It can be said that there was an increase in students knowledge regarding COVID-19, the use of masks, coughing/sneezing etiquette and washing hands with soap.   Pendahuluan: Sejalan dengan semakin meningkatnya kasus covid-19 maka pemerintah telah melakukan berbagai upaya dengan memberlakukan bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah sebagai upaya memutus penyebaran virus corona. Sekolah dasar adalah sasaran utama dalam implementasi hidup sehat. Sekolah memiliki peran penting dalam mendidik siswa mengenai perilaku kesehatan dan kebersihan. Selain itu selama masa pandemi covid-19, cuci tangan pakai sabun di sekolah, penggunaan masker menjadi sangat penting dilakukan guna mencegah penularan covid-19. Selain itu, anak-anak menghabiskan waktu yang sangat panjang (sekitar 7 jam sehari) di sekolah dan banyak benda-benda di sekolah yang menjadi penularan penyakit dikarenakan dipakai bersama-sama. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan berkaitan pencegahan penularan covid-19 seperti penggunaan masker, etika batuk/bersin dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Metode: Pada kegiatan ini di gunakan metode ceramah dan simulasi protokol kesehatan berupa cara cuci tangan, cara menggunakan serta melepas masker yang benar dan memperagakan etika batuk dan bersin yang baik. Hasil : Dari pre test menunjukan dari 27 siswa siswi dapat menjawab pertanyaan cara penularan covid-19 sebanyak 6 (22 persen), cara pencegahan covid-19 3 (11 persen), cara menggunakan dan melepas masker 9 (33 persen), cara etika batuk dan bersin 3 (11 persen), cara cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar 4 (15 persen). Sedangkan untuk post test yang diberikan kepada siswa siswi setelah diberikan edukasi, siswa siswi yang dapat menjawab pertanyaan cara penularan covid-19 sebanyak 15 (56 persen), cara pencegahan covid-19 14 (52 persen), cara menggunakan dan melepas masker 27 (100 persen), cara etika batuk dan bersin 27 (100 persen), cara cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar 25 (93 persen). Simpulan : Dari kegiatan ini dapat di ketahui  bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa-siswi berkaitan tentang covid-19,  penggunaan masker, etika batuk/ bersin dan cuci tangan pakai sabun.
Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tentang mencuci tangan menggunankan sabun pada anak di Kelurahan Sumber Agung Kemiling Bandar Lampung Muhammad Ricko Gunawan; Triyoso Triyoso; Rudi Winarno; Dewi Kusumaningsih; Nirwanto Nirwanto; Aprilia Ismi; Nurlaini; Taufik Sofa; Veni Andriyani
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.462 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.253

Abstract

Introduction: Health is a state of well-being of body, soul and social that allows everyone to live socially and economically productive. Therefore, health is a very important thing to pay attention to because it will underlie the improvement of the quality and quantity of life in the community. This can be done with clean and healthy living behavior, one of which is by washing hands with soap. Without us knowing it, germs and bacteria that stick to the hands are very dangerous to health. Children are one of those who experience a fairly high level of play activity. However, the habit of washing hands with good soap is not realized by some children. Children view soap as only useful for removing dirt and odors. To carry out a hand washing program, wash hands with soap, the availability of water and soap for washing hands is actually not a problem but an obstacle is a factor in children's habits. For this reason, the role of caregivers/early childhood educators is needed to provide useful programs for children, namely getting used to washing hands with soap after completing activities or other activities. Objective: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts are able to understand and apply clean and healthy living behaviors about washing hands with soap properly and correctly. Method: The implementation of the method used is based on ibM. Providing information and visual training to children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts. Results: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts can receive well about the application of clean and healthy living behavior by washing their hands. Conclusion: There is a significant increase in children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung villages on the awareness of the importance of washing hands.   Pendahuluan: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Oleh karena itu kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup dalam masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Tanpa kita sadari, kuman dan bakteri yang menempel pada tangan sangat membahayakan kesehatan.anak-anak adalah salah satu yang mengalami aktivitas bermain yang cukup tinggi. Namun, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun yang baik itu tidak disadari oleh sebagian anak-anak. Anak-anak memandang sabun hanya bermanfaat untuk menghilangkan kotor dan bau. Untuk melakukan program mencuci tangan cuci tangan dengan sabun, ketersedian air dan sabun untuk mencuci tangan sebenarnya bukan masalah tapi menjadi hambatan adalah faktor kebiasaan anak-anak. Untuk itu diperlukan peran pengasuh/pendidik anak usia dini untuk memberikan program yang bermanfaat kepada anak, yaitu membiasakan mencuci tangan dengan sabun setelah selesai melakukan kegiatan mau pun aktivitas lainnya. Tujuan: Anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung mampu memahami dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat tentang mencuci tangan menggunakan sabun dengan baik dan benar. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan yaitu berbasis ibM. Pemberian informasi dan pelatihan visual pada anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung. Hasil: Anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung bisa menerima dengan baik tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan. Simpulan: Terdapat peningkatan yang signifikan pada anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung atas kesadaran pentingnya mencuci tangan.
Peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga Dewi Lutfianawati; Rilyani Rilyani; Eka Trismiyana; Sutikno Sutikno; Muhammad Roby; Mutiara Ayu Daniati; Ria Mustika
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.066 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.257

Abstract

Background: The prevalence of children's nutritional problems is still high, not only the lack of nutritional problems resulting in children stunting and underweight, and more nutrients that cause obesity and diabetes. One of the causes of nutritional problems is ignorance about healthy menu and lack of awareness of nutrient Purpose: This activity aims to improve the knowledge of mothers on balanced nutrition in the fulfillment of family nutrition. Education is held in Panjang Selatan. The subjects that followed the activities amounted to 25 mothers -housewives. Methods: This activity consists of 3 stages including  preparation stage, implementation stage and interview stage. Data is obtained from pretest results and post tests and discussions. Results: From this activity is an increase in the knowledge of the mother about balanced nutrition in the fulfillment of family nutrition, there is an increase from 12 percent to 76 percent. Conclusion: With this activity there was a significant increase in knowledge for housewives in Panjang selatan village about balanced nutrition.   Pendahuluan: Prevalensi masalah gizi anak masih tinggi, tidak hanya masalah gizi kurang yang mengakibatkan anak –anak stunting dan berat badan di bawah normal, dan gizi lebih yang menyebabkan obesitas dan diabetes. Salah satu penyebab permasalahan gizi yaitu ketidaktahuan mengenai menu sehat dan kurangnya kesadaran akan kadar gizi (Keluarga sadar gizi). Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga. PKM dilaksanakan di Desa Panjang Selatan. Subjek yang mengikuti kegiatan berjumlah 25 ibu –ibu rumah tangga. Metode: Metode dari kegiatan ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap wawancara. Data diperoleh dari hasil pretest dan post tes dan diskusi. Hasil: Dari kegiatan ini dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga, terjadi peningkatan dari 12 persen menjadi 76 persen. Simpulan: Dengan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan untuk ibu-ibu rumah tangga di Desa Panjang Selatan mengenai gizi seimbang.
Hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan pengetahuan kebersihan gigi dan mulut di SDN 1 karang maritim Bandar Lampung Prima Dian Furqoni; Vera Yulyani; Linawati Novikasari; Andi Bunga Silvia; Dewa Ayu Neli; Dina Martiani; Asep Rahmad Hidayat
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.944 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.260

Abstract

Background: One of the problems in Indonesia that needs attention is the problem of dental and oral health. Improper clean and healthy living behavior in school-age children can cause various diseases, one of which is dental and oral hygiene problems. One of the triggering factors that are thought to be related to dental and oral hygiene is lack of knowledge. Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between clean and healthy living with knowledge of dental and oral hygiene in school-age children. Methods: This type of research is a type of quantitative research using a descriptive correlation research design using a cross sectional approach. The population in this study were 3rd grade students of Elementary School 1 Karang Maritim. The sample in this study were members of the population taken by simple random sampling with a total of 27 respondents. Results: Based on the results of research conducted on August 12, 2022 regarding the relationship between Clean and Healthy Lifestyle Behavior with knowledge of brushing teeth in grade 3 students of Elementary School 1 Karang Maritim, Bandar Lampung City, the results of the study of respondents with knowledge of brushing their teeth with poor knowledge were 1 students (3.7 percent), with good knowledge as many as 26 students (96.3 percent). Conclusion: It can be concluded that there is a relationship between clean and healthy living behavior with knowledge and dental and oral hygiene with a p-value of 0.000 <0.05.   Pendahuluan: Salah satu masalah di Indonesia yang perlu diperhatikan adalah masalah tentang kesehatan gigi dan mulut. Perilaku hidup bersih dan sehat yang tidak baik pada anak usia sekolah dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit salah satunya yaitu permasalahan kebersihan gigi dan mulut. Salah satu faktor pemicu yang diduga berhubungan dengan kebersihan gigi dan mulut yaitu kurangnya pengetahuan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hidup bersih dan sehat dengan pengetahuan kebersihan gigi dan mulut pada anak usia sekolah. Metode: Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif kolerasi menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 SDN 1 Karang Maritim. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota populasi yang diambil secara simple random sampling dengan jumlah 27 responden. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2022 tentang hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan pengetahuan menggosok gigi pada siswa kelas 3 SDN 1 Karang Maritim Kota Bandar Lampung diperoleh hasil penelitian responden dengan pengetahuan menggosok gigi dengan pengetahuan buruk sebanyak 1 siswa (3,7 persen), dengan pengetahuan baik sebanyak 26 siswa (96,3 persen). Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan pengetahuan dan kebersihan gigi dan mulut dengan nilai dilihat p-value 0,000 < 0,05.
This community service manuscrip Penyuluhan kesehatan: Pencegahan penularan HIV-AIDS pada remaja di Pondok Pesantren Al Falah Desa Telagawaru Kecamatan Labu Api, Lombok Barat Tahun 2022 Heny Marlina Riskawaty; Raudatul Jannah; Bahjatun Nadrati; Lalu Dedy Supriatna; Dini Ardiani; Elmiana
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.035 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.285

Abstract

Background: HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a type of virus that attacks the human immune system and can cause AIDS. AIDS stands for Acquired Immuno Deficiency Syndrome, which means a collection of symptoms or syndrome due to decreased immunity caused by HIV infection. Purpose: To identify youth's knowledge about HIV/AIDS. Method: The time required from preparation to implementation is approximately 2 weeks. Results: All of the youth who were respondents participated in this activity until it was finished and identified good knowledge of youth about HIV/AIDS. Suggestion: It is hoped that the puskesmas can partner with both public and private schools and Islamic boarding schools to conduct more intensive counseling on how to prevent HIV/AIDS transmission in adolescents.   Pendahuluan: HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sejenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan dapat menimbulkan AIDS. AIDS adalah singkatan dari Accquired  Immuno Deficiency Syndrome, yang berarti kumpulan gejala atau sindroma akibat menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi virus HIV. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Metode: Waktu yang dibutuhkan dari persiapan sampai dengan pelaksanaan kurang lebih adalah 2 minggu. Hasil: Seluruh remaja yang menjadi responden mengikuti kegiatan ini sampai selesai dan teridentifikasi pengetahuan remaja yang baik mengenai HIV/AIDS. Saran: Diharapkan pada pihak puskesmas dapat bermitra dengan sekolah-sekolah baik negeri, swasta maupun pondok pesantren untuk melakukan penyuluhan lebih intensif tentang cara mencegah penularan HIV/AIDS pada remaja.
Penyuluhan tentang HIV/AIDS pada laki-laki berisiko tinggi di Kota Bandar Baru Kabupaten Deli Serdang Antonij Sitanggang; Frida Liharis Saragih; Yunida Turisna Octavia Simanjuntak
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.454 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.299

Abstract

Background: The number of HIV/AIDS cases globally in 2015 was 36.9 million. New infections in 2012 were estimated at 2.3 million, with a total of 2 million incident cases. The number of PLWHA in North Sumatra Province in 2012 was estimated at 26,141, of which 40.14 percent were in Bandar Baru City, 4.1 percent were PLHIV working woman and 26.6 percent PLHIV were customers and their regular partners. Purpose: To increase the knowledge of high-risk men about HIV/AIDS, so that they are able to improve their attitudes and behavior to prevent HIV/AIDS. Method: Counseling was carried out by field officers together with lecturers from Sari Mutiara University of Indonesia using counseling media in the form of flipcharts. Pretest and posttest were carried out before and after the activity to determine the increase in respondents' knowledge of the material provided. Results: The majority of respondents aged 20-35 years, highly educated (senior high school/collage). The highest increase in correct answers is in knowledge; that currently there are medicines for HIV/AIDS sufferers that must be taken for life, HIV can be transmitted from mother to child during pregnancy, HIV is not transmitted through sharing eating/drinking utensils, HIV can be transmitted from mother to child during breastfeeding, and people HIV-infected can only be known through a blood test. Conclusion: The knowledge of men at high risk about HIV/AIDS increased on average before and after the counseling was carried out. Pendahuluan: Jumlah kasus HIV/AIDS secara global pada tahun 2015 sebanyak 36,9 juta. Infeksi baru di tahun 2012 diperkirakan 2,3 juta, dengan jumlah insiden sebanyak 2 juta kasus. Jumlah ODHA di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2012 diperkirakan sebanyak 26.141, dari jumlah tersebut 40,14 persen nya berada di Kota Bandar Baru, sebanyak 4,1 persen adalah ODHA WPSL dan 26,6 persen ODHA pelanggan serta pasangan tetap nya. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan laki-laki berisiko tinggi tentang HIV/AIDS, sehingga mampu meningkatkan sikap dan perilakunya untuk mencegah HIV/AIDS. Metode: Penyuluhan yang dilakukan oleh petugas lapangan bersama-sama dengan dosen dari Universitas Sari Mutiara Indonesia dengan menggunakan media penyuluhan berupa lembar balik. Pretest dan posttest dilaksanakan sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan responden terhadap materi yang diberikan. Hasil: Mayoritas responden berusia 20-35 tahun, berpendidikan tinggi (SMA/PT). Peningkatan jawaban benar tertinggi adalah pada pengetahuan; bahwa saat ini sudah ada obat untuk penderita HIV/AIDS yang harus diminum seumur hidup, HIV dapat ditularkan dari ibu ke anaknya selama kehamilan, HIV tidak menular melalui penggunaan alat makan/minum bersama, HIV dapat ditularkan dari ibu ke anaknya selama menyusui, dan orang yang terinfeksi HIV hanya bisa diketahui melalui tes darah. Simpulan: Pengetahuan laki-laki berisiko tinggi tentang HIV/AIDS rata-rata meningkat sebelum dan sesudah penyuluhan dilaksanakan.
Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan sekolah SDN 1 Karang Maritim Bandar Lampung Nurhalina Sari; Diah Astika Winahyu; Hardini Ariningrum; Khoidar Amirus; Desna Sari Putri; Chanita Sari Manulang; Hafiratul Fitri Usfa; Trisia Dira Yuniar
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.309

Abstract

Pendahuluan: Munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10) ternyata umumnya berkaitannya dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), untuk itu diperlukannya edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada anak mulai sejak usia 6-10 tahun. Tujuan: Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait pentingnya menerapkan PHBS di lingkungan tatanan sekolah, hal ini dilakukan agar upaya untuk menurunkan penyakit yang muncul akibat kurangnya menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Metode: Metode yang dilakukan adalah dengan cara edukasi dengan menggunakan media video, berupa video animasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Penyuluhan ini di khususkan bagi siswa-siswi kelas 3 SDN 1 Karang Maritim Bandar Lampung. Hasil: Dalam penyuluhan ini dijelaskan pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, edukasi membuang sampah pada tempatnya, dan memberikan contoh  cara mencuci tangan dengan baik dan benar. Simpulan: Dari penyuluhan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa siswa-siswi SDN 1 karang Maritim dapat meningkatkan pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat cara mencuci tangan dengan baik dan benar dan membuang sampah pada tempatnya. Kata kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat; Siswa; Edukasi.

Page 6 of 34 | Total Record : 335


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 1 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 10 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2024): PHC Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan More Issue