cover
Contact Name
Sita Meiningtyas Perdani Putri
Contact Email
phcjournal21@gmail.com
Phone
+6287899595523
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Public Health Concerns
ISSN : 27770826     EISSN : 2776592X     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat dan ditindaklanjuti dengan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan; pelatihan menuju perilaku hidup bersih dan sehat; peningkatan pengetahuan pengobatan alternatif; dan pengetahuan tentang kebutuhan gizi. Terbit bulan April, Juli, Oktober dan Desember.
Articles 335 Documents
Promosi kesehatan perilaku hidup bersih dan sehat mencuci tangan dengan menggunakan sabun Dewi Kusumaningsih; Rachmat Rizkiawan; Suci Nur Indah Sari; Taufiq Hidayat
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.259

Abstract

Background: Public health is one of the main things in advancing the lives of the nation's young generation, the large number of children is 30% of the total population of Indonesia, around 73 million people. School-age children are a golden period for growth and development of life. By instilling the values ​​of clean and healthy living behavior it can potentially be a way of change by promoting clean and healthy living behavior for behavior change from an early age, whether carried out in schools, families, and communities The emergence of various infectious diseases that often attack school-age children (age 6 -10 years), generally related to clean and healthy living behavior. Therefore, early planting in learning places is important and can be done through an approach by the health sector. Purpose: To increase children's knowledge and understanding about clean and healthy living behavior and washing hands with soap properly by cultivating and practicing it in everyday life. Method: The implementation of this activity went through several stages, namely conducting field surveys, holding TPQ meetings to explain technicians for health education activities, providing media to be used for counseling in the form of leaflets, videos and posters, buying tools and materials for the implementation of extension activities. Results: The children were asked to memorize the 6 steps of the hand washing motion shown in the video, and an assessment of the process was carried out in the form of asking the children to do the movement until all participants could do good and correct hand washing movements and the children could answer the questions. questions asked by the presenters regarding the material that has been presented. Conclusion: The participants at TPQ Tahfidz Nurussalam, Pinang Jaya Village, Bandar Lampung City knew about the knowledge of clean and healthy living behavior washing hands on health problems and participants were able to wash their hands using the right soap in order to reduce health problems that existed in the community. Keywords: Clean and Healthy Living Behavior; Hand Wash; Soap Pendahuluan: Kesehatan masyarakat merupakan salah satu hal utama dalam memajukan hidup generasi muda bangsa jumlah anak yang besar yaitu 30% dari total keseluruhan penduduk Indonesia sekitar 73 juta orang. Pada anak usia sekolah merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan kehidupannya. Dengan menanamkan nilai nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dapat berpotensi sebagai suatu cara perubahan dengan mempromosikan PHBS untuk perubahan perilaku sejak dini, baik dilakukan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat Munculnya berbagai penyakit infeksi yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10 tahun), umumnya berkaitan dengan PHBS. Oleh karena itu, penanaman sejak dini di tempat pembelajaran adalah hal yang penting dan dapat dilakukan melalui pendekatan oleh pihak kesehatan. Tujuan: Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman anak anak tentang perilaku hidup bersih dan sehat serta cuci tangan dengan memakai sabun yang benar dengan membudayakan dan mempraktekan dalam kehidupan sehari hari. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahapan yaitu melakukan survey lapangan, mengadakan pertemuan pihak TPQ untuk menjelaskan tentang teknisi kegiatan pendidikan kesehatan, menyediakan media yang akan digunakan untuk penyuluhan berupa media leaflet, video dan poster, membeli alat dan bahan untuk pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Hasil: Anak-anak diminta buat menghafal 6 langkah gerakan mencuci tangan yang ditayangkan pada video tersebut, serta dilakukan penilaian proses berupa meminta anak-anak melakukan gerakan tersebut sampai semua peserta bisa melakukan gerakan cuci tangan yang baik serta benar dan anak anak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pemateri seputar materi yangsudah disampaikan. Simpulan: Para peserta di TPQ Tahfidz Nurussalam Kelurahan Pinang Jaya Kota Bandar Lampung mengetahui tentang pengetahuan PHBS Cuci tangan terhadap masalah kesehatan dan peserta dapat melakukan cuci tangan memakai sabun yang benar agar mengurangi masalah kesehatan yang ada di dalam masyarakat.
Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) sebagai penambahan zat besi untuk balita usia (6 – 24 bulan) dan pencegahannya terhadap stunting Robby Candra Purnama; Amelia Putri; Dhana Putri Arini; Fanjeli Intani; Renaldi Wijaya
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.261

Abstract

Background: Complementary food for breast milk (MP-ASI) is additional food given to infants after the age of 6 to 24 months, in order to meet nutrition other than breast milk. At this age, babies need more nutrition. Purpose: This counseling aims to provide knowledge regarding good complementary foods and the substances needed for babies. This is done because breast milk is no longer able to meet the baby's needs continuously. Method: The method used is by conducting educational outreach to the people of Pidada Village, Panjang District. This counseling is specifically for breastfeeding mothers who have toddlers aged 6-24 months. Results: From this counseling, various kinds of complementary foods and drinks were explained. Also given the ways of manufacture of the advantages of these products. Giving MP-ASI starting from the age of 6 months helps your little one to recognize foods other than breast milk. If your child is familiar with food at the right age, he also tends to be more receptive to foods other than breast milk. Conclusion: From the counseling that has been carried out, it is concluded that the community can increase their understanding of giving MP-ASI to toddlers aged 6-24 months and not giving MP-ASI too early (less than 4 months) because there will be a risk of stunting. Keywords: Complementary Feeding; Nutrition; Stunting. Pendahuluan: Makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan tambahan yang diberikan terhadap bayi setelah berusia 6 sampai berusia 24 bulan, guna memenuhi gizi selain dari ASI. Pada usia tersebut bayi lebih membutuhkan banyak gizi. Tujuan: Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait makanan pendamping ASI yang baik serta zat-zat yang diperlukan bagi bayi. Hal ini dilakukan karena ASI sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan bayi secara terus-menerus. Metode: Metode yang dilakukan adalah dengan cara melakukan penyuluhan edukasi terhadap masyarakat Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang. Penyuluhan ini dikhususkan bagi para ibu menyusui yang memiliki balita berusia 6-24 bulan. Hasil: Dari penyuluhan ini dijelaskan macam-macam makanan dan minuman pendamping ASI. Diberikan pula cara-cara pembuatannya dari kelebihan produk tersebut. Pemberian MP-ASI mulai dari usia 6 bulan membantu si kecil untuk mengenal makanan selain ASI. Jika si kecil sudah mengenal makanan di usia yang tepat, ia juga cenderung lebih mudah menerima makanan selain ASI. Simpulan: Dari penyuluhan yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa masyarakat dapat meningkatkan pemahaman mengenai pemberian MP-ASI pada balita yang berusi 6-24 bulan dan tidak memberi MP-ASI terlalu dini (kurang dari 4bulan) karena akan berisiko terjadi nya Stunting.
Penyuluhan PHBS dan memperagakan cara menggosok gigi yang baik dan benar serta cara mencuci tangan menggunakan sabun Shinta Wulandari; Amelia Amelia; Aminatus Sholikah; Irma Tiara Rizki
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.312

Abstract

Background: PHBS (Clean and Healthy Living Behavior) is very important to do, so that healthy life can be carried out properly. Therefore, everyone must be able to apply clean and healthy living behavior into daily life. Purpose: This counseling is to motivate children about the importance of doing PHBS in their daily life. Method: activities that we carry out in the form of counseling and assistance with lecture methods, as well as practice. With the theme of clean and healthy behavior (PHBS), namely how to brush teeth properly and correctly and carry out how to wash hands using soap. Results: The results of the program showed that they were able to know how to brush their teeth properly and correctly and how to wash their hands with soap. Conclusion: students are expected to be able to apply PHBS (Clean and Healthy Life Behavior) in their daily lives well.
Menuju masyarakat sadar perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam rangka mencegah stunting di Kelurahan Panjang Selatan, Kota Bandar Lampung Dewi Lutfianawati; Vera Yulyani; Kurnia Rama Yudha; Zelda Nora Afriza
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.318

Abstract

Background: Stunting is still a problem for Indonesian children under five. Stunting and malnutrition are two related problems. This stunting effort needs a multidimensional approach that requires cross sectoral collaboration, not only the health sector but also the non health sector. This includes the provision of drinking water and environmental sanitation, education and knowledge about balanced nutrition, and child care patterns, infant feeding anf strengthening sosial protection vulnerable group. Purpose: Increased public understanding of stunting and efforts to prevent stunting. The achievement of equitable distribution of basic health services for mothers and children and the healthy growth of children in Panjang Selatan Village are monitored in a sustainable manner. Method: Preparation of the work program that has been agreed upon by the group is then compiled in an appropriate format. The program achievements are environmental clean-up, stunting-free movement, healthy kitchens to deal with stunting (DASHAT), and additional programs in the form of socializing work programs, planting TOGA (Family Medicinal Plants) Result: The result which were felt during KKL activities in Panjang Selatan Village, you are a solid team. , the participation of the residents who were quite enthusiastic in every KKL activity/program and the full support of all members of the Panjang Selatan Village, from the Head of the Kelurahan to the staff of the Long Selatan Subdistrict, the Dusun Head - the Dusun Head and the cadres. Conclusion: With this activity can create a stunting-free community as well as improving the nutritional quality of the community with community-based empowerment activities and students through KKL activities in Panjang Selatan Village, Panjang District, Bandar Lampung City. Keywords: Stunting; PHBS; Counseling. Pendahuluan: Stunting masih menjadi permasalahan bagi anak balita di Indonesia. Masalah stunting dan kurang gizi merupakan dua permasalahan yang saling berkaitan. Upaya penurunan stunting ini perlu pendekatan multidimensional yang membutuhkan kerja sama lintas sektoral tidak hanya dari sektor kesehatan namun juga non kesehatan, termasuk di dalamnya penyediaan air minum dan sanitasi lingkungan, pendidikan dan pengetahuan tentang gizi seimbang dan pola asuh anak, pemberian makanan bayi serta penguatan perlindungan sosial kelompok rentan. Tujuan: Meningkatkan pemahaman masyarakat terkait stunting dan upaya upaya pencegahan stunting.Tercapainya pemerataan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak serta pertumbuhan anak yang sehat di Kelurahan Panjang Selatan terpantau secara berkelanjutan. Metode: Melakukan penyusunan program kerja yang telah disepakati kelompok kemudian disusun dengan format yang sesuai. Capaian program yaitu bersih-bersih lingkungan, gerakan bebas stunting, dapur sehat atasi stunting (DASHAT), dan program tambahan berupa sosialiasi program kerja, penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Hasil: Hasil yang  di dapat dan dirasakan selama kegiatan KKL di Kelurahan Panjang Selatan ini adalah kerjasama tim yang solid, partisipasi warga yang cukup antusias dalam setiap kegiatan/program KKL serta dukungan penuh dari segenap perangkat Kelurahan Panjang Selatan, mulai dari Kepala Kelurahan hingga staf staf Kelurahan Panjang Selatan, Kepala Dusun - Kepala Dusun dan para kader. Simpulan: Dengan kegiatan ini dapat mewujudkan masyarakat bebas stunting serta peningkatan kualitas gizi masyarakat dengan kegiatan pemberdayaan berbasis kolaborasi masyarakat dan mahasiswa melalui kegiatan KKL di Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.
Penyuluhan kesehatan tentang diabetes melitus dengan senam kaki diabetes Respa Agustina Anggara; Fransisca Melyana Melyana; Rita Purnama Sari
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.179

Abstract

Background: There are around 422 million people with diabetes aged 18 years worldwide or 8.5% of the world's population. However, 1 in 2 people with Diabetes do not know that they have Diabetes. Therefore, diabetes sufferers are often found at an advanced stage with complications such as; heart attacks, strokes, serious leg infections and risk of amputation, and end-stage kidney failure. Purpose: After conducting outreach to the people of Hamlet 7 Mutun RT. 04, it is hoped that the public can understand about diabetes mellitus and prevention and apply diabetes mellitus treatment at home. Method: Counseling and lecture activities via leaflets and flip-flop sheets were then followed by question and answer discussions and practice of diabetic foot exercises. Results: Counseling and theoretical lectures were delivered by nursing students accompanied by supervisors who were attended by the community of Dusun 07 Mutun Rt 04 as many as 25 people. Implementation of counseling using leaflets and back-to-back sheets. After that, the question and answer session between nursing profession students and participants accompanied by facilitators and health education ended at 15.30 WIB. Conclusion: After conducting outreach, the community of Hamlet 07 Mutun Rt 04 understood about high blood sugar (diabetes mellitus) and were able to practice diabetic foot exercises. Keyword: Diabetic Foot Exercises; Diabetes Mellitus; Health Education. Pendahluan: Ada sekitar 422 juta orang penyandang diabetes yang berusia 18 tahun di seluruh dunia atau 8,5% dari penduduk dunia. Namun 1 dari 2 orang dengan Diabetes tidak tahu bahwa dia penyandang Diabetes. Oleh karena itu, sering ditemukan penderita Diabetes pada tahap lanjut dengan komplikasi seperti; serangan jantung, stroke, infeksi kaki yang berat dan berisiko amputasi, serta gagal ginjal stadium akhir. Tujuan: Setelah dilakukan penyuluhan kepada masyarakat dusun 7 mutun RT. 04, diharapkan masyarakat dapat memahami tentang diabetes militus dan pencegahan serta mengaplikasikan perawatan diabetes militus dirumah. Metode: Kegiatan penyuluhan dan ceramah melalui leaflet dan lembar bolak balik kemudian dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dan praktek senam kaki diabetik. Hasil: Penyuluhan dan ceramah teori disampaikan oleh mahasiswa keperawatan yang didampingi oleh dosen pembimbing yang diikuti oleh masyarakat dusun 07 mutun Rt 04 sebanyak 25 orang. Pelaksanaan penyuluhan menggunakan leaflet dan lembar bolak balik. Setelah itu sesi tanya jawab antara mahasiswa profesi ners dengan peserta yang di damping oleh fasilitator dan penyuluhan kesehatan selesai pukul 15.30 WIB. Simpulan: Setelah dilakukan penyuluhan masyarakat dusun 07 mutun Rt 04 memahami tentang gula darah tinggi (diabetes melitus) dan mampu mempraktekkan senam kaki diabetes.
Penyuluhan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan membuang sampah pada tempatnya Andoko Andoko; Eka Trismiana; Eka Sri Surani; Elpi Ulandari; Epilasari Epilasari
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.313

Abstract

Background: Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) is one way to maintain the quality of health. In PHBS there are several indicators that can be used as a reference in the implementation of PHBS, one of which is not throwing garbage anywhere. The behavior of throwing garbage in any place can certainly cause various disease problems, one of which is diarrhea or types, these diseases are susceptible to being experienced, especially in children. So, it’s important to teach children to throw garbage in its place. Purpose: To raise awareness and provide training to elementary school students about clean and healthy living behavior through activities to dispose of waste in its place. Method: The method used in this outreach activity is carried out in several stages. The first stage, students from the PSIK study program explained about the material for clean and healthy living behavior through activities to dispose of garbage in its place using leaflets and the second stage, after being given counseling the students (respondents) were given a question and answer session related to the material that had been delivered by the presenters. Results: The students (Respondents) have understood and practiced about clean and healthy living behavior through the activities of disposing of garbage in its place. Conclusion: Students (Respondents) have implemented clean and healthy living behavior by not throwing garbage anywhere. Keywords: Clean and Healthy Lifestyle (PHBS); School Age Children; Throw garbage in its place; Pendahuluan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk menjaga kualitas kesehatannya. Dalam PHBS terdapat beberapa indikator yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan PHBS salah satunya adalah dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Perilaku membuang sampah di sembarang tempat tentunya dapat menimbulkan berbagai masalah penyakit salah satunya yaitu penyakit diare ataupun types, penyakit tersebut rentan dialami terutama pada anak-anak. Sehingga penting untuk mengajarkan anak untuk membuang sampah pada tempatnya. Tujuan: Untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan pelatihan kepada siswa-siswi SD tentang perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan membuang sampah pada tempatnya. Metode: Metode yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap yang pertama, mahasiswa dari prodi PSIK menjelaskan tentang materi perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan membuang sampah pada tempatnya menggunakan lembar leaflet dan tahap kedua, setelah diberikan penyuluhan siswa-siswi (responden) diberikan sesi tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan oleh pemateri. Hasil: Siswa-siswi (Respoonden) sudah memahami dan mempraktikan tentang perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan membuang sampah pada tempatnya. Simpulan: Siswa-Siswi (Responden) sudah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan tidak membuang sampah pada sembarang tempat.
Penyuluhan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui kegiatan mencuci tangan pakai sabun Ratna Susanti; Ferli Randani; Liza Ayu Pratiwi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i3.314

Abstract

Introduction: The problem of health behavior in school-age children is certainly related to personal hygiene and the environment. One of the health problems is the lack of awareness in washing hands using soap. Purpose: The purpose of this activity is so that students can realize the importance of cleanliness and be able to get used to having clean and healthy living behavior, one of which is by getting used to washing hands using soap in a good and correct way after completing activities inside and outside the room. Method: The method used in this outreach activity is carried out in several stages. The first stage, students from the PSIK study program explained about the material for clean and healthy living behavior through washing hands with soap using leaflets and the second stage, after being given counseling students (respondents) were given a question and answer session related to the material that had been delivered by the presenters. Results: Respondents (students) can understand and apply clean and healthy living behavior through washing hands with soap. Conclusion: Respondents (students) can understand and practice clean and healthy living behavior through washing hands with soap in a good and right way after doing or before doing activities.   Keywords: Education; PHBS; School Age Children; Washing Hands with Soap.   Pendahuluan: Permasalahan perilaku kesehatan pada anak usia sekolah tentunya berkaitan dengan kebersihan perorangan serta lingkungannya. Salah satu masalah kesehatannya yaitu kurangnya kesadaran dalam melakukan tindakan cuci tangan menggunakan sabun. Tujuan: Dilakukannya kegiatan ini agar siswa-siswi dapat menyadari pentingnya kebersihan dan mampu membiasakan diri untuk berperilaku hidup bersih dan sehat salah satunya dengan terbiasa mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang baik dan benar setelah selesai melakukan kegiatan didalam maupun diluar ruangan. Metode: Metode yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap yang pertama, mahasiswa dari prodi PSIK menjelaskan tentang materi perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan mencuci tangan dengan sabun menggunakan lembar leaflet dan tahap kedua, setelah diberikan penyuluhan siswa (responden) diberikan sesi tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan oleh pemateri. Hasil: Responden (Siswa-siswi) bisa memahami serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan mencuci tangan dengan sabun. Simpulan: Responden (Siswa-siswi) dapat mengerti dan mempraktikan terkait perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan mencuci tangan dengan sabun dengan cara yang baik dan benar setelah melakukan ataupun sebelum melakukan kegiatan.
Edukasi gizi seimbang sejak dini pada anak prasekolah sebagai upaya pencegahan masalah stunting Djunizar Djamaludin; Nurul Aryastuti; Tiya Nadila; Sisca Hidayanti; Uswatun Hasanah
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i3.315

Abstract

Introduction: The problem of stunting nutrition can not only be intervened in the first thousand days of life (1000 HPK) but can still be intervened at pre-school age to school age and adolescents so that the impact does not get worse to the next stage. Therefore, various efforts need to be made to prevent this nutritional problem from being overcome. One of the efforts that can be done is nutrition education to parents, children, and schools from an early age in the community. This educational activity is part of community service activities. Purpose: This counseling aims to increase the knowledge and attitudes of mothers, children, and teachers in the application of balanced nutritious food consumption in children from an early age. This is an effort to prevent and overcome sustainable stunting at school age in the Pinang Jaya Region. Method: The intervention method used to achieve this goal is interactive counseling using audio-visual counseling media. A total of 40 participants attended Results: After the counseling activities, it was found that all participants, both mothers and children, experienced an increase in knowledge related to the application of balanced nutrition in children's daily menus by an average of 80%. Conclusion: From the results of the counseling, it was concluded that there was a need for mentoring activities from the puskesmas to provide nutrition education to pre-school and school children as well as monitoring the nutritional status of children in schools so that children avoid nutritional problems and have good nutritional status.   Keywords: Children; Education; Stunting; Preschool.   Pendahuluan: Masalah gizi stunting tidak hanya dapat diintervensi pada seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) namun masih bisa dilakukan intervensi pada usia pra sekolah hingga usia sekolah dan remaja agar tidak semakin parah dampaknya ke tahap selanjutnya. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mencegah agar masalah gizi ini dapat diatasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah edukasi gizi kepada orangtua, anak, dan pihak sekolah sejak dini di masyarakat. Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan: penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu, anak, dan guru dalam penerapan konsumsi makanan bergizi seimbang pada anak sejak usia dini. Hal ini sebagai upaya mencegah dan mengatasi stunting yang berkelanjutan pada usia sekolah di Wilayah Pinang Jaya. Metode: Metode intervensi yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan penyuluhan interaktif menggunakan media penyuluhan audio visual. Sebanyak 40 peserta yang hadir Hasil: Setelah kegiatan penyuluhan diperoleh hasil bahwa seluruh peserta baik ibu, dan anak mengalami peningkatan pengetahuan terkait penerapan gizi seimbang pada menu harian anak dengan rata-rata sebesar sebesar 80%. Simpulan: Dari hasil penyuluhan disimpulkan bahwa perlu adanya kegiatan pendampingan dari puskesmas untuk memberikan edukasi gizi pada anak pra sekolah dan anak sekolah serta monitoring status gizi anak di sekolah agar anak terhindar dari masalah gizi dan memiliki status gizi yang baik.
Pemanfaatan seledri sebagai TOGA dalam upaya pencegahan kolestrol Agustina Retnaningsih; Ria Deni Budiarti; Nur Aisyah Putri; Adynda Berlyana; Dhea Adzilla Arkhananta; Isnita Mayang Afiva; Muhammad Rizki
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.316

Abstract

Introduction: TOGA is a home-grown plant that has medicinal properties, TOGA planting can be done in pots or in the land around the house. The celery plant is an example of TOGA (Family Medicinal Plant) which is very easy to find and has many benefits that are good for health, for example as a lowering of high cholesterol levels. Purpose: To introduce the benefits of Family Medicinal Plants (TOGA), then explain about cholesterol, and the use of celery plants as a prevention of high cholesterol levels. Method: This method is carried out by direct counseling to the women of the Rajawali Posyandu, North Panjang Village. Results: From this counseling, it explained the understanding of TOGA plants (family medicinal plants), the benefits of traditional medicinal plants, one of which was celery, and a demonstration of how to process celery into juice to prevent high cholesterol levels for mothers. Conclusion: From the counseling that has been carried out, it is concluded that the mothers understand what has been conveyed in the counseling on processing celery into celery juice to prevent high cholesterol levels. Mothers also understand that celery has many health benefits. Keywords: Celery; Cholesterol; TOGA. Pendahuluan: TOGA merupakan tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat, Penanaman TOGA dapat dilakukan di pot atau di lahan sekitar rumah. Tumbuhan seledri adalah contoh TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang sangat mudah ditemukan dan memiliki banyak manfaat yang baik untuk Kesehatan, contohnya sebagai penurun kadar tinggi kolestrol. Tujuan: Untuk mengenalkan manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA), kemudian menjelaskan tentang kolestrol, dan pemanfaatan tanaman seledri sebagai pencegah tingginya kadar kolestrol. Metode: Dilakukan dengan cara penyuluhan langsung kepada ibu ibu posyandu rajawali kelurahan Panjang utara. Hasil: dari penyuluhan ini menjelaskan pengertian dari tanaman TOGA (tanaman obat keluarga), manfaat dari tanaman obat tradisiolan salah satunya seledri, serta dilakuka demostrasi cara pengolahan seledri menjadi jus untuk pencegahan tingginya kadar kolestrol bagi ibu ibu. Simpulan: dari penyuluhan yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa dimana ibu-ibu paham atas apa yang telah sampaikan pada penyuluhan pengolahan seledri menjadi jus seledri untuk mencegah tinggi kadar kolesterol. Ibu-ibu juga paham bahwa seledri memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Pengabdian masyarakat tentang pemberdayaan masyarakat sehat tanpa efek samping dengan olahan toga serai dan jahe Agustina Retnaningsih; Karlina Herawati; Amelia Fransiska; Mertalia Apriza; Erina Handayani; Abdul Aziz
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.317

Abstract

Background: Human resource health efforts area tangible manifestation of the community's role in health development, one of which is TOGA (Family Medicinal Plants). TOGA is a home-cultivated plant that has medicinal properties, one example is ginger and lemongrass. Purpose: This community service aims to provide knowledge as well as information about the TOGA plant, especially the content and benefits of ginger and lemon grass for health. Method: The method use to cadres and members of the Rajawali Integrated Health Service Center, North Panjang District. Results: From this counseling, the benefits of TOGA were explained, how to plant TOGA, and examples of how to make drinks made from ginger and lemongrass were given to members of the Rajawali Integrated Health Service Center, North Panjang District. Conclusion: From the counseling that has been carried out, it is concluded that the community can increase knowledge about family medicinal plants (TOGA) and know the benefits of TOGA. Keywords: Ginger; Integrated Health Service Center; Lemongrass; TOGA. Pendahuluan: Upaya Kesehatan bersumber daya manusia merupakan wujud nyata peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan, salah satunya adalah dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). TOGA adalah tanaman hasil budi daya rumahan yang berkhasiat sebagai obat, salah satu contohnya adalah jahe dan serai. Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan sekaligus informasi tentang tanaman TOGA terutama kandungan dan manfaat dari jahe dan serai untuk kesehatan. Metode: Metode yang dilakukan adalah dengan sosialisasi kepada anggota posyandu Rajawali di Kelurahan Panjang Utara. Hasil: Dari penyuluhan ini dijelaskan manfaat TOGA, cara menanam TOGA, dan diberikan contoh cara membuat minuman berbahan dasar jahe dan serai kepada anggota posyandu Rajawali di Kelurahan Panjang Utara. Simpulan: Dari penyuluhan yang telah dilakukan disimpulkan bahwa, masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan tentang tanaman obat keluarga (TOGA) serta tahu manfaat dari TOGA.

Page 8 of 34 | Total Record : 335


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 1 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 10 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2024): PHC Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan More Issue