cover
Contact Name
Sita Meiningtyas Perdani Putri
Contact Email
phcjournal21@gmail.com
Phone
+6287899595523
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Public Health Concerns
ISSN : 27770826     EISSN : 2776592X     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat dan ditindaklanjuti dengan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan; pelatihan menuju perilaku hidup bersih dan sehat; peningkatan pengetahuan pengobatan alternatif; dan pengetahuan tentang kebutuhan gizi. Terbit bulan April, Juli, Oktober dan Desember.
Articles 335 Documents
Penyuluhan gizi seimbang pada anak di Posyandu Permata Bunda Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang Dhiny Easter Yanti; Zahra Shafa Anisa; Ghina Gabrilla Yusuf; Nuke Indrawati; Novita Sari
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.319

Abstract

Background: Nutrition knowledge is a person's knowledge related to food and health which plays an important role in determining health status. Improved nutritional status is important for improving health. Good nutritional intake will not be fulfilled without healthy food, namely foods that contain nutrients that the body needs. Direct factors that affect a person's nutritional status are intake and infectious diseases. Various factors behind these two factors, one of which is knowledge of nutrition. Purpose: To provide knowledge and information about balanced nutrition for children at Posyandu Permata Bunda, Pidada Village, Panjang District. Method: Preparing community service materials that will be delivered, starting from laptops, ppt, LCDs and preparing snacks in the form of milk and biscuits for children. The implementation of community service is carried out on Thursday / August 4, 2020. Community service lasted for 180 minutes which was carried out directly with mothers and children who were present at the Posyandu. The implementation runs smoothly and orderly. Results: Lack of motivation of cadres in providing information about the importance of balanced nutrition for children, can be done using a mosque or mobile counseling using a car if it is still hampered due to the covid-19 pandemic. Conclusion: The conclusion of the counseling is that the mother's support factor greatly influences the nutrition of her child by eating nutritious foods. Suggestion: For mothers to increase information about balanced nutrition to their children, by looking at the internet and looking for what foods can be consumed for children under five and giving healthy food to their children to avoid disease. Keywords: Balanced Nutrition; Child; Integrated Healthcare Center. Pendahuluan: Pengetahuan gizi merupakan pengetahuan seseorang yang berhubungan dengan makanan dan kesehatan yang berperan penting dalam menentukan derajat kesehatan. Perbaikan keadaan gizi penting untuk meningkatkan kesehatan. Asupan Gizi yang baik tidak akan terpenuhi tanpa makanan yang sehat yaitu makanan yang mengadung zat-zat gizi yang diperlukan tubuh. Faktor langsung yang mempengaruhi status gizi seseorang adalah Asupan dan penyakit Infeksi. Berbagai faktor yang melatar belakangi kedua faktor tersebut salah satunya pengetahuan gizi. Tujuan: Untuk memberikan pengetahuan sekaligus informasi tentang gizi seimbang pada anak di Posyandu Permata Bunda Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang. Metode: Mempersiapkan materi pengabdian masyarakat yang akan di sampaikan , mulai dari laptop, ppt , LCD dan mempersiapkan snack berupa susu dan biskuit untuk anak Pelaksanaan Pengabdian masyarakat dilakukan pada hari Kamis / 4 Agustus 2020 . Pengabdian masyarakat berlangsung selama 180 menit yang dilaksanakan langsung bersama Ibu dan anak yang hadir di Posyandu. Dalam pelaksanaan berjalan dengan tertib dan lancar . Hasil: Kurangnya motivasi kader dalam memberikan informasi tentang pentingnya gizi seimbang anak, dapat dilakukan menggunakan toak masjid ataupun penyuluhan keliling menggunakan mobil apabila masih terhambat dikarenakan pandemi covid-19. Simpulan: Kesimpulan dari penyuluhan tersebut Faktor dukungan ibu sangat berpengaruh terhadap gizi anaknya dengan makan-makanan yang bergizi. Saran:  Bagi ibu-ibu untuk meningkatkan informasi mengenai gizi seimbang kepada anak-anaknya, dengan cara melihat internet dan mencari makanan apa saja yang boleh dikonsumsi kepada anak-anak balita  dan memberikan makanan yang sehat kepada anak-anaknya agar terhindar dari penyakit.
Pengabdian masyarakat pelatihan pembuatan makanan berbahan daun kelor Diah Astika Winahyu; Aninda Tri Lestari; Tri Paulinda Rahayu; Tria Anggianti; Sofan Aruki
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.320

Abstract

Background: Moringa leaf is a plant with a myriad of benefits, one of which is anti-inflammatory and anti-allergic. Moringa leaves are small in size, also have an oval shape and stem. Moringa plants are able to live in various types of soil, do not need intensive care, are resistant to the dry season, and are easy to breed. The use of Moringa plants is one of the efforts that can be done in dealing with health problems, one of which is stunting. Purpose: This service aims to provide training to the community in the Karang Maritim sub-district to increase knowledge about the use of Moringa leaves as a snack to prevent stunting problems and skills regarding the availability of nutritious food for children's growth. Method: The method used is to conduct counseling and training on how to make Moringa-based food in the Karang Maritime Village. This training is aimed at mothers who have babies and toddlers. Results: This training activity provides knowledge to the community about the types of processed food from Moringa leaves. By explaining the procedure for processing Moringa leaves into nutritious food and also explaining the benefits of Moringa leaves themselves. Conclusion: From this training it can be concluded that the community got an increase in knowledge after being given training on food processed using Moringa leaves. Keywords: Moringa Leaves; Nutritious Food; Stunting. Pendahuluan: Daun kelor merupakan tanaman dengan segudang manfaat salah satunya sebagai anti peradangan dan anti alergi. Daun kelor ukurannya kecil, juga memiliki bentuk oval dan bertangkai. Tanaman kelor mampu hidup diberbagai jenis tanah,tidak perlu perawatan intensif,tahan terhadap musim kemarau,dan mudah dikembangbiakkan Pemanfaatan tanaman kelor adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menangani masalah kesehatan salah satunya tentang stunting. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat di kelurahan Karang Maritim untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai kudapan untuk mencegah masalah stunting dan keterampilan tentang adanya makanan bergizi untuk pertumbuhan anak-anak. Metode: Metode yang digunakan adalah dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan mengenai cara membuat makanan berbahan kelor di kelurahan karang maritim. Pelatihan ini ditujukan kepada ibu-ibu yang memilik anak bayi dan balita. Hasil: Kegiatan pelatihan ini memberikan pengetahuan terhadap masyarakat tentang jenis makanan olahan dari daun kelor dan melatih masyarakat untuk mengolah daun kelor yang baik dan benar sehingga dapat menghasilkan makanan yang lezat dan bergizi bagi anak. Dengan menjelaskan tata cara mengolah daun kelor menjadi makanan yang bergizi dan juga menjelaskan manfaat dari daun kelor itu sendiri. Simpulan: Dari pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat mendapat peningkatan pengetahuan sesudah diberikannya pelatihan tentang makanan yang diolah menggunakan bahan daun kelor.
Pelatihan kader kesehatan dalam pengamatan efek samping penggunaan Kontrasepsi hormonal di wilayah kerja Puskesmas Onekore: Efek Samping Kontrasepsi Hormonal Martina Bedho; Khrispina Owa
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2024): PHC
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i4.345

Abstract

Background: Onekore Public Health Center has 24 Posyandu, the only active village health worker (Kader) are Posyandu Kompi C. Meanwhile, 32% of acceptors are obesity and have hypertension. According to the results of the study showed that there was an effect of the long use of hormonal contraception on the incidence of obesity. While the research was conducted in Kumasi sub-district, Ghana, India, because some of the acceptors experienced long and heavy menstruation, no menstruation, and vaginal discharge, they were afraid of modern contraceptive methods. Perpose: So the community service team of the Ende Nursing DIII Study Program was motivated to empower health cadre village health worker (Kader) to help midwives identify side effects of using hormonal contraception through community service activities. Method: The method used is lecture, discussion, simulation and practicum by the target audience. Result: The results of community service showed that all acceptors had good knowledge (83.33%) in the pretest while the posttest (100%) but did not know about the duration of using hormonal contraception either by injection, implant and pill except for one village health worker (Kader) (3.57%). The skills achieved are that all 28 health village health worker (Kader) (100%) can measure height, weight, assess normal weight and measure blood pressure. Conclusion: Based on the results of community service at the Onekore Community Health Center, it was concluded that all cadres had good knowledge (100%) while the cadres skills in measuring weight, TB, blood pressure and calculating weight were normal (> 80%). Keywords: Empowerment; Health Cadres; Hormonal Contraceptives; Knowledge; Side effects. Pendahuluan: Puskesmas Onekore memilki 24 Posyandu, kader kesehatan yang aktif hanya Posyandu Kompi C. Sementara akseptor yang mengalami obesitas dan hipertensi 32%. Hasil penelitian di 3 Puskesmas Kota Ende menunjukan ada pengaruh lama penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap kejadian obesitas. Penelitian di kecamatan Kumasi Ghana India, sebagian akseptor mengalami haid yang lama dan banyak, tidak haid, dan keputihan sehingga mereka takut akan metode kontrasepsi modern. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan pelatihan kader kesehatan Puskesmas Onekore, agar dapat mengamati efek samping pada akseptor dengan penggunaan kontrasepsi hormonal. Metode: Metode yang digunakan ceramah oleh tim pengabdian masyarakat, diskusi, simulasi, praktikum oleh khalayak sasaran. Hasil: Menunjukan semua akseptor memiliki pengetahuan cukup (60%) pada pretest, namun belum tahu tentang lama penggunaan kontrasepsi hormonal baik secara suntik, implant dan pil kecuali satu kader (3,57%). Sedangkan post test kader kesehatan berpengetahuan baik (80%), Keterampilan yang dicapai semua kader kesehatan 18 orang (100%) dapat mengukur tinggi badan, menimbang berat badan, menilai berat badan normal dan mengukur tekanan darah. Simpulan: Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat di Puskesmas Onekore mendapatkan simpulan bahwa semua kader memiliki pengetahuan baik (100%) Sedangkan ketrampilan kader dalam mengukur BB, TB, tekanan darah, dan menghitung BB normal (> 80%).
The Pelatihan resusitasi jantung dan paru (RJP): Manajemen henti jantung di luar rumah sakit untuk kader kesehatan desa Benny Arief Sulistyanto; Irnawati Irnawati; Sri Hayati; Evra Yusandra; Atika Noviyanti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i3.348

Abstract

Background: Cardiac arrest may occur anywhere and anytime. Therefore, everyone should know how to perform CPR to assist a victim before an ambulance arrives. Purpose: To increase knowledge about CPR, improve skills on how to do Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) correctly; and increasing the awareness of village health cadres to help residents who have stopped breathing and cardiac arrest by immediately performing CPR. Method: These activities involved checking blood pressure, pulse, oxygen saturation, and CPR training. Result: The result of this community service activity was that the compression quality among participants was very good. The average chest compression rate was 118 x/minute, which was following the recommendations of AHA 2020. The average compression depth was slightly deeper than the recommendation, which was 68 mm (6.8 cm). Conclusion: It is expected that the community will engage in cardiopulmonary resuscitation (CPR) in cardiac arrest, irrespective of the potential difficulties that may arise from the administration of CPR. Keywords: Cardiopilmonary Resuscitation; Community Service; CPR; Health Cadres Pendahuluan: Henti jantung dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, setiap orang harus memiliki kemampuan untuk melakukan RJP agar dapat menolong korban sebelum ambulan tiba. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai RJP, meningkatkan keterampilan cara melakukan Resusitasi Jantung dan paru (RJP) dengan benar; dan meningkatkan kesadaran kader kesehatan desa untuk menolong warga yang mengalami henti nafas dan henti jantung dengan segera melakukan RJP. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, nadi, saturasi oksigen, dan pelatihan RJP. Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kualitas kompresi peserta pengabdian masyarakat sudah sangat baik. Rata-rata kecepatan kompresi dada sudah sesuai dari rekomendasi rentang kecepatan kompresi dari AHA 2020 yaitu 118 x/menit. Rata-rata kedalaman kompresi peserta sedikit lebih dalam yang direkomendasikan berkisar 5-6 cm, sedangkan rata-rata kedalaman kompresi peserta adalah sebesar 68 mm (6,8 cm). Simpulan: Masyarakat diharapkan dapat segera melakukan RJP kapanpun dan dimanapun menemukan warga dengan henti nafas dan henti jantung tanpa khawatir akan resiko komplikasi yang mungkin diakibatkan oleh tindakan RJP. 
Penyuluhan kesehatan tentang pencegahan risiko jatuh pada lansia dengan penggunaan alat bantu gerak Desmon Wirawati
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i1.392

Abstract

Background: Elderly is the final stage of human development or life process. Elderly people experience anatomical and physiological changes in their bodies. This decrease in function causes elderly people to fall easily. Programs to prevent falls in the elderly can include carrying out gradual mobilization exercises using assistive devices for the elderly. Purpose: To raise awareness and increase the knowledge of elderly people regarding the risk of falls and to implement training in using walking aids as an effort to prevent falls. Method: The method used is counseling about the risk of falls to the elderly at the Husnul Khotimah Nursing Home in Tangerang. The number of elderly people who took part in the counseling was 18 people. Activities will be carried out for one month, namely 27 November - 23 December 2023. Results: The results of the TUG assessment were more than half, namely 11 elderly people or 61.11% of elderly people had a high risk of falling, and 11.11% or 2 elderly people were normal. The risk of falls experienced by the elderly is due to many factors, including the physical weakness of the elderly in using mobility devices, such as weakness in the lower extremities, decreased vision and hearing function, health conditions or illnesses experienced such as gout, hypertension and DM. and the unwillingness of elderly people to use assistive devices for movement. Conclusion: The conditions experienced cause elderly people to have difficulty moving so they are at risk of falling. Another factor that puts elderly people at risk of falling is environmental factors. The underwear environment shows that the floor is made of slippery ceramics, on the walls of the room or along the hallway the underwear is not equipped with a handle on the wall, there is not enough lighting, and the influence of drugs consumed by the elderly. Suggestions: Suggestions for nursing home managers are that they can provide ongoing assistance to the elderly in the use of mobility aids. Nursing home staff are also expected to be able to minimize external factors that cause falls in the elderly. Keywords: Elderly; Fall Prevention; Fall Risk. Pendahuluan: Lanjut usia (lansia) adalah tahap akhir dari tahap perkembangan atau proses kehidupan manusia. Lansia mengalami perubahan secara anatomis dan fisiologis pada tubuh. Penurunan fungsi ini mengakibatkan lansia menjadi mudah terjatuh. Program pencegahan masalah jatuh pada lansia dapat dilakukan diantaranya dengan melakukan latiihan mobilisasi bertahap menggunakan alat bantu pada lansia. Tujuan: Untuk menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan pengetahuan lansia terkait risiko jatuh dan mengaplikasikan latihan penggunaan alat bantu jalan sebagai upaya untuk mencegah kejadian jatuh Metode: Metode yang digunakan yaitu penyuluhan risiko jatuh kepada lansia di Panti Werda Husnul Khotimah Tangerang. Jumlah lansia yang mengikuti penyuluhan sebanyak 18 orang. Kegiatan dilakukan selama satu bulan yaitu 27 November - 23 Desember 2023. Hasil: Hasil Penilaian TUG lebih dari sebagaian yaitu 11 orang lanjut usia atau 61.11% lansia mengalami risiko jatuh tinggi, dan 11.11% atau 2 oarang lanjut usia normal. Risiko jatuh yang dialami lansia disebabkab karena banyak faktor diantaranya adalah karena kondisi kelamahan fisik yang dimiliki lansia dalam menggunakan alat gerak, seperti kelemahan pada ekstremitas bawah, penurunan fungsi penglihatan dan pendengaran, kondisi kesehatan atau penyakit yang dialami seperti asam urat, hipertensi, dan DM, serta ketidak mauan lanjut usia menggunakan alat bantu dalam bergerak. Simpulan: Kondisi yang dialami menjadi penyebab lansia mengalami kesulitan bergerak sehingga mengalami risiko jatuh. Faktor lain yang membuat lanjut usia berisiko jatuh adalah karena faktor lingkungan. Lingkungan panti terlihat lantai terbuat dari keramik yang licin, di dinding kamar atau sepanjang lorong panti tidak dilengkapi dengan pegangan pada dinding, pencahayaan yang kurang, serta pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi oleh lanjut usia. Saran: Saran untuk pengelola panti diharapkan dapat melakukan pendampigan secara berkelanjutan pada lanjut usia dalam penggunaan alat bantu gerak. Petugas panti juga diharapkan dapat meminimalkan faktor eksternal penyebab jatuh pada lanjut usia.
Massage effleurage dan petrissage virgin coconut oil (VCO) menurunkan risiko gangguan integritas kulit pada pasien stroke Djunizar Djamaludin; Eka Yudha Chrisanto; Desi Risnarita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i1.401

Abstract

Background: Impaired skin integrity is the most common nursing problem in stroke patients who experience prolonged bed rest. This condition causes infection, pain and psychological impacts. Nursing interventions prevent damage to skin integrity in stroke patients, one of which is by applying massage effleurage and petrissage virgin coconut oil (VCO). Purpose: To determine the implementation of nursing care between two stroke patients using the application of massage effleurage and petrissage virgin coconut oil (VCO). Method: Descriptive research with a case study approach regarding nursing care using massage effleurage and petrissage virgin coconut oil (VCO) on the risk of skin integrity disorders in stroke patients in the neurology room at Dr. H. Abdul Moeloek hospital Lampung Province in 2024. The instrument used was a medical surgical nursing care format sheet in the form of a pressure ulcer risk observation sheet using the Braden scale. Results: The use of VCO effleurage and petrissage massage can help reduce the risk of skin/tissue integrity disorders by improving skin health and moisture. The results of implementation for the two clients showed slight differences in the results of the Braden scale. This happened because when the implementation was carried out, client 1 started actively changing sleeping positions on the right/left side every 2 hours on the 2nd day, while client 2 started being active on the 3rd day. Conclusion: Nursing care carried out by providing massage effleurage and petrissage VCO nursing actions can reduce the risk of skin/tissue integrity disorders in stroke patients.   Keywords: Effleurage And Petrissage Massage Using Virgin Coconut Oil (VCO); Risk of Skin/Tissue Integrity Disorders; Stroke.   Pendahuluan: Gangguan integritas kulit menjadi masalah keperawatan yang paling sering terjadi pada pasien stroke yang mengalami tirah baring lama. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya infeksi, rasa nyeri, dan dampak psiokologis. Intervensi keperawatan mencegah kerusakan integritas kulit pada pasien stroke, salah satunya dengan penerapan massage effleurage dan petrissage virgin coconut oil (VCO). Tujuan: Untuk mengetahui implementasi asuhan keperawatan antara kedua pasien stroke menggunakan penerapan massage effleurage dan petrissage virgin coconut oil (VCO) Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus mengenai asuhan keperawatan penerapan massage effleurage dan petrissage virgin coconut oil (VCO) terhadap risiko gangguan integritas kulit pada pasien stroke di Ruang Neurologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2024. Instrumen yang digunakan adalah lembar format asuhan keperawatan medikal bedah berupa lembar observasi risiko dekubitus menggunakan skala Braden. Hasil: Penggunaan massage effleurage dan petrissage VCO dapat membantu menurunkan risiko gangguan integritas kulit/jaringan dengan meningkatkan kesehatan dan kelembapan kulit. Hasil implementasi pada ke 2 klien didapatkan sedikit perbedaan hasil skala Braden. Hal tersebut terjadi karena pada saat implementasi dilakukan, klien 1 mulai aktif mengubah posisi tidur miring kanan/kiri setiap 2 jam pada saat hari ke-2, sedangkan pada klien 2 mulai aktif pada hari ke-3. Simpulan: Asuhan keperawatan yang dilakukan dengan memberikan tindakan keperawatan massage effleurage dan petrissage VCO dapat menurunkan risiko gangguan integritas kulit/jaringan pada pasien stroke.   Kata Kunci: Massage Effleurage; Petrissage Virgin Coconut Oil (VCO); Risiko Gangguan Integritas Kulit/Jaringan; Stroke.
Sosialisasi pencegahan penyakit pneumonia pada anak di wilayah kerja Puskesmas Satelit Pahoman Rizwan, Al Khairul; Elvania, Dewa Ayu Neli; Mardani, Mardani; Alfian, Rika; Mardiani, Wiwin; Apriyanti, Apriyanti; Yuniarti, Yuniarti; Noprianti, Noprianti; Rita, Desi Risna; Kusumaningsih, Dewi; Setiawati, Setiawati; Novikasari, Linawati
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i1.406

Abstract

Pendahuluan: Penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian, khususnya pada anak-anak. Di Indonesia, berdasarkan data pada tahun 2005, sebanyak 28% kematian anak masih disebabkan oleh infeksi yakni infeksi saluran pernapasan. Salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada bayi dan balita adalah pneumonia. Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang mengenai jaringan paru-paru. Tujuan: Untuk mensosialisasikan pencegahan penyakit pneumonia pada anak. Metode: Penelitian yang dilakukan melalui ceramah dan menggunakan media leaflet mengenai sosialisasi penyakit pneumonia pada anak. Penelitian dilakukan pada tanggal 5 Januari 2024 di Puskesmas Satelit Pahoman, Tanjung Agung Raya. Materi sosialisasi yang diberikan yaitu pengertian, penyebab, tanda dan gejala, penatalaksanaan, serta pencegahan pneumonia. Materi disampaikan selama 15 menit dilanjutkan dengan tanya jawab selama 5 menit. Hasil: Salah satu faktor penyebab pneumonia adalah lingkungan dan udara yang tidak sehat. Anak yang tinggal di lingkungan yang padat, sirkulasi udara yang buruk, serta keluarga yang merokok berpotensi lebih besar terkena penyakit ini. Sehingga dalam pencegahannya, menjaga lingkungan dan udara tetap bersih sangat penting untuk dilakukan Simpulan: Penyebab paling umum pneumonia adalah virus dan bakteri, diikuti oleh jamur dan parasit. Pneumonia juga dapat dikatakan sebagai komplikasi dari penyakit yang lain terutama penyakit yang terjadi secara kronis. Kata Kunci: Anak; Kesehatan Masyarakat; Pneumonia.
Penyuluhan kesehatan gastritis Trisnantyas, Calvyn Reza; Pangesti, Dimas Ning
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i2.45

Abstract

Pendahuluan: Gastritis merupakan penyakit pada lambung yang terjadi akibat peradangan dinding lambung. Pada dinding lambung atau lapisan mukosa lambung ini terdapat kelenjar yang menghasilkan asam lambung dan enzim pencernaan yang bernama pepsin. Untuk melindungi lapisan mukosa lambung dari kerusakan yang diakibatkan asam lambung, dinging lambung dilapisi oleh lendir (mukus) yang tebal. Apabila mukus tersebut rusak, dinding lambung rentan mengalami peradangan.  Tujuan: adalah untuk mengetahui dan meningkatkan wawasan masyarakat awam mengenai penyakit gastritis. Metode: Menggunakan penyuluhan berbasis daring melalui Zoom Cloud Meetings. Terdapat dua hasil interpretasi akhir dari penyuluhan ini. Secara kuantitatif, hasil evaluasi akhir penyuluhan didapatkan dari skor yang menunjukkan penurunan lewat metode one group pretest-posttest design. Hasil: Setelah diberikan penyuluhan kesehatan, lalu dilakukan evaluasi melalui sesi Tanya jawab dengan peserta. Terdapat 3 peserta yang bertanya pada penyuluhan tersebut dan 2 peserta lainnya diberikan pertanyaan oleh penyuluh. Semua peserta dapat memahami, dan menjelaskan sesuai yang telah disampaikan pada saat penyampaian materi. Berikut gambar pelaksanaan penyuluhan.
Penyuluhan kesehatan tentang penyakit demam berdarah Saraswati, Ika; Wulan, Sarinah Sri
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i2.46

Abstract

Pendahuluan: Virus Dengue ditemukan di daerah tropik dan sub tropik kebanyakan di wilayah perkotaan dan pinggiran kota di dunia ini Penyakit DBD pertama kali dikenal di Filipina pada tahun 1953. Sedangkan kasus DBD di Indonesia pertama kali ditemukan di Surabaya pada tahun 1968 dengan jumlah kasus sebanyak 58 penduduk. Hingga pada tahun 2009 terjadi peningkatan jumlah provinsi dan kota yang endemis DBD, dari dua provinsi dan dua kota menjadi 32 provinsi dan 382 kota dengan jumlah kasus 158.912 penduduk. Hal ini disebabkan oleh perubahan iklim dan rendahnya kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Indonesia dengan jumlah kasus 68.407 tahun 2017 mengalami penurunan yang signifikan dari tahun 2016 sebanyak 204.171 kasus. Sedangkan perbandingan kasus kematian pada tahun 2017  berjumlah 493 kasus jika dibandingkan tahun 2016 berjumlah 1.598 kasus, kasus ini mengalami penurunan hampir 3 kali lipat. Tujuan: Agar masyrakat menegetahui tentang penyakit demam berdarah. Metode: Pembuatan pre planing, persiapan leaflet dan lembar balik untuk pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini menggunakan media lembar balik yang digunakan sebagai sarana dalam mempresentasikan materi dan leaflet yang dapat dibaca dan dibawa pulang untuk oleh peserta penyuluhan. Sigmomanometer untuk mengukur tekanan darah peserta, masker dan hand sainitaizer. Hasil: Setelah diberikan penyuluhan kesehatan, lalu dilakukan evaluasi melalui sesi Tanya jawab dengan peserta. Terdapat 3 peserta yang bertanya pada penyuluhan tersebut dan 2 peserta lainnya diberikan pertanyaan oleh penyuluh. Semua peserta dapat memahami, dan menjelaskan sesuai yang telah disampaikan pada saat penyampaian materi.
Penyuluhan kesehatan tentang penyakit asma Sekarlati, Tiwi; Maryuni, Sri
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i2.48

Abstract

Asma adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan yang bisa menyerang siapa saja, namun penderita paling banyak adalah para anak-anak. Menurut KEMENKES (2008) , 100 hingga 150 juta orang di dunia menderita asma, jumlah ini diperkirakan akan meningkat sebanyak 18.000 kasus setiap tahunnya. Setiap negara di dunia memilki kejadian kasus asma yang berbeda-beda..Tujuan dari penyuluhan kesehatan ini yaitu agar  masyarakatdapatmengetahukonsepdaripenyakitasmasertapahammengenaipengobatannya. Peserta hadir sebanyak 104orang terdiri dari laki-laki dan perempuandimana yang diwakili3 orang karenamengingatsituasi pandemic covid-19 sertalaranganpemerintahuntukberkerumun. Tempat yang digunakan sudah sesuai dengan rencana yang telah dibuat dan menggunakan perlengkapan selama penyuluhan seperti leaflet danlembarbolak-balik. Kegiatan ini dilakukanmahasiswa ilmu keperawatan dari universitas malahayati Bandar Lampung serta di fasilitasi oleh pihak puskesmas. Peran dan tugas telah ditetapkan mencakup penanggung jawab, moderator, notulen, observer, fasilitator dan dokumentasi. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat yang terdiagnosaasmai tentang konsepasma dan cara pencegahannya. Saran pada puskesmas untuk melakukanpromosikesehatankedepannyasebagai program kerjadaripuskesmas.    

Page 9 of 34 | Total Record : 335


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 1 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 10 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2024): PHC Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan More Issue