cover
Contact Name
Buhaerah
Contact Email
jmli@iainpare.ac.id
Phone
+6282394655062
Journal Mail Official
jmli@iainpare.ac.id
Editorial Address
Jl. Amal Bhakti No.8, Bukit Harapan, Kec. Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan 91131
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Mathematics Learning Innovation (JMLI)
ISSN : -     EISSN : 29854105     DOI : 10.35905
Core Subject : Education,
Journal of Mathematic Learning Innovation (JMLI) adalah jurnal internasional akses terbuka peer-refereed yang telah didirikan untuk penyebaran pengetahuan mutakhir di bidang pendidikan matematika. Jurnal ini didirikan atas kerjasama antara pengembangan pendidikan matematika dan matematika. Mulai tahun 2022 akan terbit dua kali dalam setahun ( Maret dan September ). Semua manuskrip yang dikirimkan pada awalnya akan ditinjau oleh editor dan kemudian dievaluasi oleh minimal dua reviewer melalui proses tinjauan double-blind. Hal ini untuk memastikan kualitas manuskrip yang diterbitkan dalam jurnal
Articles 48 Documents
Analisis Sistem Antrian dan Optimalisasi Layananan pada UPTD Puskesmas Lakessi Parepare Alimuddin, Suhartini; Ahsan, Muhammad
Journal of Mathematics Learning Innovation Vol 1 No 2 (2022): Journal of Mathematics Learning Innovation
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.577 KB) | DOI: 10.35905/jmlipare.v1i2.4298

Abstract

Antrian adalah salah satu jenis permasalahan yang paling umum dialami oleh seseorang untuk mendapatkan pelayanan dari jasa yang disediakan. Pada instansi kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit ataupun Poliklinik, bahkan proses mengantri juga harus dilakukan pasien sebagai pendaftar sebelum dapat dilayani. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan model sistem antrian pada UPTD Puskesmas Lakessi Parepare serta berapa lama waktu antrian seorang pasien untuk mendapatkan pelayanan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, berupa angka yang dapat di hitung yaitu jumlah kedatangan pasien dan waktu pelayanan pasien saat melakukan registrasi dan waktu pemeriksaan kondisi awal pasien. Selanjutnya akan dilakukan uji distribusi pola kedatangan dan distribusi pola pelayanan dengan menggunkan Uji satu sample Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan model sistem antrian pada loket pendaftaran pasien BPJS ataupun pada pemeriksaan kondisi awal pasien di UPTD Puskesmas Lakessi Parepare mengikuti model antrian (M/M/1) : (FIFO/∞/∞) dengan tingkat kedatangan berdistribusi poisson dan tingkat pelayanan berdistribusi eksponensial, disiplin antrian berbentuk first in first out (FIFO) yang datang lebih dahulu akan dilayani lebih awal, jumlah pasien yang berada di sistem antrian serta ukuran populasi pada sumber kedatangan tak terhingga. Pada loket pendaftaran pasien BPJS, menunjukkan tidak terpenuhinya kondisi steady state sehingga membutuhkan penambahan fasilitas pelayanan atau mempercepat waktu pelayanan. Setelah melakukan perhitungan menggunakan 2 loket dengan rata-rata waktu pelayanan 3 menit/pasien dan membentuk model antrian (M/M/2) : (FIFO/∞/∞), maka diperoleh sistem antrian menjadi optimal. Sedangkan pada pemeriksaan kondisi awal pasien dengan model antrian (M/M/1) : (FIFO/∞/∞) bekerja cukup efektif atau sistem antrian dapat dikatakan sudah optimal.
MATH ANXIETY SISWA: LEVEL DAN ASPEK KECEMASAN SERTA PENYEBABNYA Mardhatillatus Sholichah, Fazha; Aini, Afifah Nur
Journal of Mathematics Learning Innovation Vol 1 No 2 (2022): Journal of Mathematics Learning Innovation
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.397 KB) | DOI: 10.35905/jmlipare.v1i2.4374

Abstract

Math anxiety is a student's anxiety when learning mathematics. This research is qualitative descriptive to describe the levels and aspects of students' math anxiety and its causes. The research subjects were class VIII students of MTs Bustanul Ulum Krai who were selected by purposive sampling method. The instruments used were questionnaires and interviews. The results showed that 96% of students had moderate levels of math anxiety and the rest had low cognitive aspects, while the affective and physiological aspects had moderate levels of student math anxiety. The reason is the low self-confidence of students and a lack of mathematical ability.
Mathematics Mathematics Anxiety (MA) Pada Mahasiswa Calon Guru Matematika Achsan bakrin, Tarisa Shinta ihsani
Journal of Mathematics Learning Innovation Vol 2 No 1 (2023): Journal of Mathematics Learning Innovation
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/jmlipare.v2i1.3647

Abstract

Kecemasan Matematika merupakan salah satu faktor psikologis yang menentukan keberhasilan seseorang dalam belajar matematika pada setiap jenjang usia. Mathematics Anxiety (MA) adalah kondisi seseorang yang merasa tegang, khawatir, dan takut dengan hal-hal yang berkaitan dengan matematika. Mahasiswa calon guru mengalami kecemasan mengajar matematika dikarenakan belum mampu menguasai cara mengajar matematika dan mengembangkan materi/bahan ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat mathematics anxiety (MA) calon guru matematika di FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa tadris matematika semester 3 yang berjumlah 40 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dan observasi. Hasil observasi menyatakan bahwa dari 40 mahasiswa calon guru matematika semester tiga yang menjadi sampel, sebanyak 28 (70%) mahasiswa calon guru berada pada tingkat MA kategori tinggi, 2 (5%) mahasiswa berada pada tingkat MA kategori sedang, dan 10 (25%) mahasiswa berada pada tingkat kecemasan matematika kategori rendah. Hasilnya, gejala-gejala kecemasan matematika yang dialami oleh sebagaian mahasiswa ternyata tidak lagi nampak saat mereka berinteraksi dengan matematika di luar kelas. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa faktor emosional berperan dalam kinerja matematika dan kecemasan matematika. Hal inilah yang selanjutnya dikatakan sebagai kecemasan Matematika semu (Pseudo), yakni mahasiswa yang menunjukkan gejala-gejala perilaku, fisik dan/atau kognitif kecemasan Matematika hanya pada saat-saat tertentu. Kecemasan ini lebih dominan tampak padadomain attitude, dimana mereka merasa takut dan tidak percaya diri pada saat melakukan praktik mengajar.
Efektivitas Metode Pembelajaran Demonstrasi Berbantuan Geogebra Dalam Meningkatkan Kemampuaan Kognitif Siswa Ibrahim, Musdalifah; Usman; Ahsan, Muhammad
Journal of Mathematics Learning Innovation Vol 2 No 1 (2023): Journal of Mathematics Learning Innovation
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/jmlipare.v2i1.5017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan kognitif siswa sebelum dan setelah diterapkannya metode demonstrasi berbantuan GeoGebra di UPTD SMP Negeri 6 Parepare dan juga untuk mengetahui keefektivan Penerapan metode demonstrasi berbantuan GeoGebra dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa di UPTD SMP Negeri 6 Parepare. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 6 Parepare . Pengumpulan data mengggunakan pretest dan posttest. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Statistik inferensial terdiri dari pengujian persyaratan analisis data (uji normalitas, dan uji homogenitas) serta uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Berdasarkan analisis data menggunakan analisis kuantitatif pada hasil pretest yaitu penerapan metode pembelajaran demonstrasi berbantuan GeoGebra diperoleh nilai rata-rata 55,4 dan berdasarkan klasifikasi masih ada 25 % siswa dalam ketegori kurang, terdapat 39 % siswa mendapat nilai yang berkategori cukup, 36% siswa mendapat nilai yang berkategori baik. (2) Berdasarkan analisis data menggunakan analisis kuantitatif pada hasil posttest yaitu sesudah penerapan metode demonstrasi berbantuan GeoGebra diperoleh nilai rata-rata 83,04 dan frekuensi tertinggi berdasarkan klasifikasi adalah ketegori sangat baik yang bernilai sebesar 50 %. Serta terdapat 43% siswa yang memperoleh nilai yang berkategori baik, dan 7 % siswa yang mendapat nilai yang berkategori cukup. Hasil ini meyakinkan bahwa kemampuan kognitif siswa setelah diberikan treatment mengalami peningkatan.
Penerapan Metode Permainan Bowling Untuk Mengembangkan Matematika Permulaan pada Anak Usia 5-6 Tahun Asraf Naufal, Muhammad
Journal of Mathematics Learning Innovation Vol 2 No 1 (2023): Journal of Mathematics Learning Innovation
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/jmlipare.v2i1.5045

Abstract

Kemampuan matematika sangat dibutuhkan dalam kehidupan nyata. Di lingkungan bermain anak sering mendapatkan konsep matematika sehingga memaksa anak untuk memahami bagaimana berhitung yang benar, bagaimana menjumlahkan dan bagaimana pengurangi serta bagaimana mengenal benda disekitar anak. Pembelajaran matematika pada anak lebih menyenangkan bagi anak saat diajarkan secara konkrit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perkembangan matematika permulaan pada anak usia 5-6 tahun dalam metode penerapan bermain bowling di TK dharma wanita. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research, dengan subjek penelitian yaitu semua siswa TK Dharma Wanita Desa Bojo yang terdiri dari . Dengan tahapan penyelesaian siklus sebanyak 2 (dua) siklus. Model yang digunakan pada penelitian ini yaitu model PTK Kurt Lewin. Berdasarkan hasil penelitian melalui permainan bowling secara keseluruhan terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi kemampuan berhitung anak. Hal Ini dapat dilihat melalui tindakan pra siklus, siklus I dan siklus II yang terjadi peningkatan kemampuan berhitung anak yang signifikan. Selanjutnya melalui pendekatan bowling anak dapat lebih aktif dan memberikan pengetahuan dan pengalaman baru dalam pembelajaran
Pemahaman Siswa Terhadap Keliling Dan Luas Lingkaran Puling Tang, Melki Imamastri
Journal of Mathematics Learning Innovation Vol 2 No 1 (2023): Journal of Mathematics Learning Innovation
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/jmlipare.v2i1.5069

Abstract

Mathematics learning is a teaching and learning process built by teachers to develop students' creative thinking that can improve students' thinking skills, and can construct new knowledge as an effort to improve good mastery of mathematical material, especially around circles. The purpose of this study is how the knowledge of class VIII SMP Negeri Tamalabang on the value of phi (π) and the ability to understand and solve problems related to determining the circumference and circle. The research method used is descriptive qualitative. The form of descriptive research used is case research. The results showed that students' understanding in finding the value of phi and the formula for the circumference of a circle developed well from the comparison of pree test and post test. This learning design makes students look more active and begins to show the ability to express opinions even though the result is that there is a development in students' understanding. Students' understanding in finding the value of phi and the formula for the circumference and area of ​​a circle developed well from the comparison of pree test and post test. This learning design makes students look more active and begins to show the ability to express opinions even though the result is that there is a development in students' understanding. The average pree test and post test scores of 21 class VIII students of SMP Negeri Tamalabang are for the average pree test score for the area of ​​the circle is 55.05 and for the pree test average value is 84.76. Meanwhile, from the 21 people who were assessed, it turned out that the average value of the area of ​​the circle where the pree test score was 54,095 and the post test average was 86,190. This indicates that there is a well-developed understanding of the eighth grade students. In other words, many students understand the concept of the circumference of a circle and are able to solve problems related to the circumference of a circle. There needs to be motivation that stimulates students to continue to study hard, especially in the field of mathematics.
Etnomatematika Budaya Bugis: Inovasi Pembelajaran Matematika pada Burasa' Rusli, Fitriani; Azmidar
Journal of Mathematics Learning Innovation Vol 2 No 1 (2023): Journal of Mathematics Learning Innovation
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/jmlipare.v2i1.5077

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam budaya dan tersebar dari Sabang hingga Merauke. Dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, peran dan fungsi dari budaya ini sangat penting utamanya dalam proses pendidikan. Pendidikan merupakan proses kebudayaan, sebab proses pendidikan terjadi dalam konteks kebudayaan yang menjadikan kedua hal ini sangat berkaitan satu sama lain. Keterkaitan antara pendidikan dan kebudayaan memang sangat mempengaruhi perkembangan zaman, dimana pendidikan yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan kebudayaan. Hal ini dikarenakan pendidikan yang sifatnya reflektif sehingga dalam pendidikan berlangsung proses transfer nilai-nilai kebudayaan. Setiap proses pendidikan berpotensi menjadikan manusia memahami kebudayaan dan menjadi manusia yang berbudaya, maka pendidikan dan kebudayaan itu saling terkait. Budaya juga mengarahkan manusia hidup dengan mematuhi aturan serta norma-norma kehidupan yang berlaku sebagai pedoman dan petunjuk dalam menjalankan kehidupan. Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi konsep matematika pada makanan khas Bugis yaitu Burasa. Pendekatan etnografi sebagai metode kualitatif digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada makanan Burasa terdapat konsep matematika yang sangat berguna dalam pembelajatran matematika, khususnya pada sifat-sifat bangun datar.
Peranan Model Pembelajaran Jigsaw dalam Perbaikan Prestasi Belajar Matematika Siswa Jumrah, Jumrah
Journal of Mathematics Learning Innovation Vol 2 No 1 (2023): Journal of Mathematics Learning Innovation
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/jmlipare.v2i1.5088

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII6 SMPN 3 Makassar melalui model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, semester II tahun pelajaran 2021/2022. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII6 SMPN 3 Makassar dengan siswa sebanyak 40 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah data mengenai peningkatan prestasi belajar yang diambil dari tes setiap siklus dan data mengenai situasi belajar mengajar yang diambil pada saat dilaksanakan tindakan dengan menggunakan lembar observasi. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh skor rata-rata untuk siklus I ialah 42,18 dan pada siklus II skor rata-rata yang diperoleh ialah 75,55. Meningkatnya prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw ditandai dengan semakin meningkatnya persentase kategori dari kategori rendah pada siklus I menjadi kategori tinggi pada siklus II. Hasil yang diperoleh tersebut bila dikaitkan dengan situasi belajar mengajar, maka model pembelajaran Jigsaw yang digunakan dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII6 SMPN 3 Lembang.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Articulate Storyline Terhadap Hasil Dan Minat Belajar Peserta Didik j, Winaldi; Ahsan, Muhammad; Usman, Muhammad; Misbahuddin
Journal of Mathematics Learning Innovation Vol 2 No 2 (2023): Journal of Mathematics Learning Innovation
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/jmlipare.v2i2.5743

Abstract

This research aims to find out whether there is an influence of using articulate storylines on students' learning outcomes and interest. The approach used is a quantitative approach with a quasi experimental design research type in the form of a nonequvalent control group design. The population in this study was class XI of SMAN 5 Soppeng, totaling 206 students. By using a simple cluster random sampling technique, class XI.2 was chosen as the control class whose learning used conventional methods and class XI.6 as the experimental class whose learning used articulate storyline media. Data on learning outcomes was obtained through tests, while data on interest in learning was obtained through questionnaires. The data analysis used is descriptive and inferential statistical analysis. From this research it was found that (1) the use of Articulate Storyline media in learning was carried out very well. (2) there is a better or increased influence on the learning outcomes and interest of students who use Articulate Storyline media compared to using conventional learning, (3) there is an influence of using Articulate Storyline media on students' learning outcomes and interest as proven by the MANOVA test with values significance is 0.00 which is below the value of 0.05.
Pengembangan Media Pembelajaran Ular Tangga Untuk Peningkatan Edupreneurship Siswa Pada Materi Aritmatika Sosial Badriyyah, Lu'luatul; Khofya Haqiqi, Arghob
Journal of Mathematics Learning Innovation Vol 2 No 2 (2023): Journal of Mathematics Learning Innovation
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/jmlipare.v2i2.5827

Abstract

Education has an important role in the world of entrepreneurship and job creation. According to the results of the initial analysis carried out, students' entrepreneurial competence is relatively low, so there is a need for relevant entrepreneurship education in learning media that can increase students' entrepreneurial competence, one of which is the existence of Social Arithmetic Snakes and Ladders media for Increasing Edupreneurship. So this research aims to develop learning media and analyze the validation of design results for developing snakes and ladders learning media to increase student education in social arithmetic material. This research uses Research and Development (R&D) with the Thiagarajan 4D development model consisting of Define, Design, Development and Dissemination. The data collection technique used was validation questionnaires from material experts, media experts, edupreneurship experts, and student response questionnaires. The development results obtained are the Snake and Ladder Media product for increasing student education in social arithmetic material. The results of the research were obtained from the validation results of material experts getting a mean of 4.21, media experts getting a mean of 4.33, edupreneurship experts getting a mean of 4.71 and student responses through limited scale development trials with a mean score of 96%. Based on these data, it can be concluded that the media is declared very suitable for use as a mathematics learning medium to support the mathematics learning process and increase edupreneurship, especially at SMPN 2 Kaliwungu Kudus.