cover
Contact Name
Ratih Novi Listyawati
Contact Email
ratihnovilistyawati@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
matrapolis.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37, Kampus Tegal Boto, Sumbersari, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
MATRAPOLIS : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27458520     DOI : https://doi.org/10.19184/matrapolis
Core Subject : Social, Engineering,
The MATRAPOLIS journal is an open access journal with a specialty in the area of urban and regional planning. Matrapolis publishes two numbers in one volume every year, and all accepted manuscripts will be released worldwide. The topics and scopes of the Matrapolis Journal consist of five fields, including Housing and Settlements; Urban and Rural Infrastructure; Land Use; Economic Region; Conservation and preservation.
Articles 48 Documents
Coastal Area Resilience Assessment Study of Kalibuntu to Rob Flood Disaster: Studi Penilaian Tingkat Ketahanan Kawasan Pesisir Kalibuntu Terhadap Bencana Banjir Rob Wulandari, Ratri; Nuring Hayati, Nunung; Novi Listyawati, Ratih
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Probolinggo Regency is one of cities in Indonesia located on the north coast of Java which has a relatively flat and plain. This condition causes Probolinggo to hava a potential for various disaster risks, one of which is tidal flooding. The three sub-districts that are areas with the highest intensity of tidal flooding are Kraksaan District, Paiton District and Gending District. The coastal area in Kraksaan District, Probolinggo Regency is a lowland with an altitude of 0-100 m above sea level which is prone to tidal flooding. The tidal flood incident in Kraksaan District mostly inundated Kalibuntu Village which is a fishing village and has the highest population density of 7,989 km2 (BPS Probolinggo Regency, 2020). Many community business areas were inundated by tidal flooding such as 496.80 ha of ponds which caused crop failure for pond farmers, community rice fields covering an area of 311.12 ha caused damage to the commodities planted (Pratama et al, 2017). These losses will have a negative impact on the sustainable livelihoods of people living on the coast if tidal floods continue to occur repeatedly. Based on these conditions, it is necessary map disaster vulnerability using 4 vulnerability parameters, namely physical, social, economic and environmental vulnerability. Areas with high vulnerability due to very high population and settlement density can cause the area to be vulnerable to disasters. After the level of vulnerability is known, an assessment of the resilience of the Kalibuntu coastal area to tidal flood disasters will be carried out by several selected respondents using the ANP (Analitycal Network Process) method with the final output is determining priority criteria and selecting the best alternatives that can be used as recommendations for increasing the resilience of Kalibuntu coastal area to tidal flood disasters. The main priority in increasing the resilience of Kalibuntu coastal area is optimizing the improvement of tidal flood mitigation infrastructure.
Rancangan Pedestrian Area Kawasan Kampus Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember (Studi Kasus : Jl. Jawa, Jl. Kalimantan, Jl. Mastrip dan Jl. Riau: Design Of Pedestrian Area Campus Area Sumbersari District, Jember Regency (Case Study : Jl. Jawa, Jl. Kalimantan, Jl. Mastrip, Jl Riau) Bahanan, Zakaria; Sulistyono, Sonya; Revana, Dano Quinta
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i2.35169

Abstract

Pedestrian di area kampus lambat laun mengalami perubahan fungsi, yang saat ini menjadi fungsi lain, seperti contoh fungsi perdagangan serta sebagai fungsi area kosong yang belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Berdasarkan pengamatan secara eksisting didapatkan juga beberapa titik lokasi pedestrian yang tidak sesuai dengan fungsi yang seharusnya, seperti di area jalan jawa dan jalan kalimantan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dan desain pengembangan pedestrian. Dalam proses penelitian dilakukan terhadap 100 responden, hasil data resonden selanjutnya diolah menggunakan analisis IPA dan Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedestrian di area kampus masih banyak ditemukan permasalahan yang ada. Hasil permasalahan pada kawasan pedestrian meliputi lampu penerangan yang rusah, tidak terdapat jalur difabel pada beberapa titik dan masih banyak lagi. Berdasarkan hasil IPA didapatkan variabel prioritas penanganan meliputi meliputi Ketersediaan jalur difabel, desain atau langgam pedestrian, ketersediaan penerangan pedestrian/jalan, tempat sampah, vegetasi, dan ketersediaan rambu. Atas dasar tersebut diterapkan konsep walkability untuk pedestrian.
Pengembangan Kawasan Wisata Unggulan di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember: Development of a Leading Tourism Area in Ambulu District, Jember Regency Firmansyah, Regie; Badriani, Ririn Endah; Listyawati, Ratih Novi
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i2.36528

Abstract

Kecamatan Ambulu memiliki potensi pariwisata, mulai dari obyek wisata alam, buatan hingga budaya terdapat di Kecamatan Ambulu , dengan total keseluruhan delapan (8) obyek wisata. Potensi pariwisata yang dimiliki Kecamatan Ambulu berbanding lurus dengan kebijakan yang ada di Kabupaten Jember. Kabupaten Jember ditetapkan masuk dalam kluster ijen dimana kluster ijen merupakan kluster yang terentuk dari kesamaan sektor unggulan yakni agrowisata (sektor pariwisata, perkebunan dan perikanan), selain itu pada RPJMD Jatim 2019 - 2024 Kabupaten Jember juga termasuk dalam koridor pariwisata dan maritim itu berarti kondisi eksisting Kabupaten Jember sangat mendukung berkembangnya sektor pariwisata. Namun dalam perkembangannya belum ada kebijakan atau arahan mengenai pariwisa ta, hanya ada pada salah satu misi di RPJMD Kabupaten Jember 2016 – 2021 yakni “Meningkatkan kontribusi sektor pariwisata dalam rangka mewujudkan jember sebagai salah satu destinasi wisata utama Jawa Timur”, hal tersebut menjadi kontras dimana Kecamatan dengan Potensi terbesar justru tidak ada arahan strategi khusus mengenai pariwisata. Pemecahan masalah pengembangan obyek wisata unggulan di Kecamatan Ambulu dilakukan dalam metode Mix Methods yakni mencari data kualitatif dengan metode kuantitatif. Adapun analisis yang digunakan untuk memecahkan permasalahan ini adalah analisis skoring dan analisis AHP (Analytical Hierarchy Process). Analisis skorinng digunakan untuk mencari klasifikasi perkembangan obyek wista di Kecamatan Ambulu yang belum diketahui sebelumnya, dan persepsi wisatawan terhadap obyek wisata sehingga didapatkan strategi pengembangan sesuai dengan klasifikasi. Sementara AHP digunakan untuk menyusun arahan strategi yang didasarkan pada prioritas pengembangan yang yang telah di pilih oleh para pakar, adapun pakar yang dipilih berasal dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, OPD Kecamatan Ambulu dan POKMAS yang ada pada Kecamatan Ambulu. Hasil akhir yang di harapkan dari studi ini adalah arahan strategi dapat dijadikan sebuah masukan kepada Pemerintah Kabupaten Jember sebagai salah satu perwujudan atau opsi dalam penyusunan kebijakan mengenai wisata sesuai dengan misi RPJMD Kabupaten Jember, serta meningkakan dan membangun kesadaran masyarakat Kecamatan Ambulu tentang pentingnya pengembangan suatu kawasan wisata dalam meningkatkan taraf hidup dalam sektor perekonomian.
Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Pelayanan di Bandar Udara Notohadinegoro Jember Satria, Aldho Bagus; Hayati, Nunung Nuring; Alfiah, Rindang
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i2.37048

Abstract

Bandar udara Notohadinegoro merupakan bandara yang terletak di Kabupaten Jember.Bandar udara Notohadinegoro menentukan peningkatan potensi dalam pengembangan pengoperasianya di Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dengan melakukan strategi perbaikan dan penambahan sarana dan prasarana agar dapat memberi kenyamanan dan keamanan kepada setiap pelanggan diBandar Udara Notohadinegoro di Kabupaten Jember. Metode yang digunakan yaitu metode Importance Performance Analysis (IPA) dan SWOT. Metode IPA dapat menentukan tingkat kepuasan dan kinerja pelanggan. Sedangkan metode SWOT dapat menentukan strategi weaknesess (W), opportunities (O), strenghts (S), threats (T) dengan menggunakanperhitungan matriks EFAS dan IFAS. Hasil penelitian ini di dapatkan bahwa kuadran IPA memiliki indikator komponen pada kuadran A yaitu toilet, tempat beribadah, air bersih, tugu nama bandara untuk di kembangkan. Analisis SWOT dapat memperoleh strategi weaknesess (W) dan opportunities (O untuk meminimalkan kelemahan dan memanfaatkan peluang.Hasil dari titik koordinat (x,y) diperoleh titik (-0,16;0,92) terletak pada kuadran 3 turn around start yang memiliki peluang cukup besar sehingga sarana dan prasarana di bandar udara Notohadinegoro perlu adanya strategi yang harus diterapkan untuk perkembangan bandara.
Analisis Stakeholders Dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Bedadung Kabupaten Jember Murdiyanto, Adhitya Ferdiansyah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i2.40303

Abstract

Kerusakan DAS disamping faktor perubahan tata guna lahan disebabkan lainya oleh masalah institusi, hukum dan kelembagaan yang belum mengatur pada daerah aliran sungai (Nugroho, 2003) dalam (Mulyawan et al., 2022). DAS Bedadung merupakan salah satu 109 DAS Prioritas Nasional dengan kondisi daya dukung DAS Bedadung termasuk dalam kategori yang daya dukung yang di pulihkan (Wibisono, 2021). Dalam kurun waktu tahun 2019-2022 telah terjadi 141 kejadian bencana banjir di wilayah DAS Bedadung Kabupaten Jember. Kurangnya keseriusan pemerintah dalam pengelolaan DAS Bedadung Jember terlihat dari belum adanya dokumen perencanaan lintas sektor RPDAST dan rencana kontijensi DAS Bedadung. Karena banyaknya insttusi yang mengelola DAS Bedadung menimbulkan permasalahan dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi DAS. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji bagaimana peran setiap stakeholders dalam pengelolaan DAS Bedadung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deduktif kualitaf. Metode analisis yang digunakan menggunakan analisis pemetaan aktor atau analisis stakeholders dengan dua variabel yakni tingkat kepentingan dan tingkat pengaruh. Tingkat kepentingan stakeholders diukur dengan menggunakan 4 indikator, sedangkan tingkat pengaruh diukur dengan menggunakan 3 indikator. Berdasarkan identifikasi stakeholders tersebut terdapat empat kategori stakeholders dengan 11 stakeholders yang berpengaruh dalam pengelolaan DAS Bedadung. Hasil dari analisis stakeholders dapat ditemukan empat kategori stakeholders yang paling berpengaruh adalah key player yang berasal dari BPDASHL Brantas Sampean, Cabang Dinas Kehutanan Jember dan Perhutani Kabupaten Jember. Di perlukannya upaya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan DAS Bedadung dan di perlukannya koordinasi, integrasi sinkronisasi dan sinergi dalam pengelolaan DAS.
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Perubahan Sektor Unggulan Ekonomi di Kabupaten Jember: The Impact of Covid-19 Pandemic on Leading Economic Sectors Changes in Jember Regency Farizkha, Ivan Agusta; Nugraha, Cahyadi Setya; Ilhaq, Robit Dahnial
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i2.41143

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memberikan kontraksi terhadap perekonomian di Kabupaten Jember. Pada tahun 2020 perekonomian di Kabupaten Jember turun sebesar -2,98 persen, dengan sekor lapangan usaha yang mengalami laju pertumbuhan minus tertinggi dialami oleh Lapangan Usaha Jasa Lainnya (-14,35%), Penyedia Akomodasi dan Makan Minum (-13,26%), dan Jasa Kontruksi (-6,74%). Penurunan yang cukup siginikan tersebut dilatar belakangi oleh adanya pembatasan kegiatan sesuai dengan kebijakan untuk mengurangi penuralan Covid-19 di Kabupaten Jember, mengingat Kabupaten Jember tergolong wilayah dengan kasus penularan nomor – 4 tertinggi di Jawa Timur. Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi dampak pandemic terhadap perubahan sektor unggulan di Kabupaten Jember. Metode kajian menggunakan analisis LQ (Location Quontient) dan DLQ (Dinamic Location Quotient), dimana kedua analisis tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi sektor unggulan di Kabupaten Jember selama lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukan bahwa sebelum terjadinya pandemic terdapat beberapa sektor yang secara konsisten tergolong sektor unggulan yaitu lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, dan Lapangan Usaha Jasa Pendidikan. Adapun beberapa sektor lapangan usaha unggulan yang cenderung mengalami perubahan sebelum terjadinya pandemi terdiri dari Lapangan Usaha Pertambangan, Informasi dan Komunikasi, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib, dan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Dampak pandemic Covid-19 telah menyebabkan keseluruhan sektor lapangan usaha yang sebelumnya tergolong unggulan berubah menjadi prospektif atau adanya pendemi telah berpengaruh terhadap keberadaan sektor unggulan di Kabupaten Jember.
Karakteristik Pengguna Ruang Publik Terbuka Di Kota Jambi (Studi Kasus : Taman Jomblo, Taman Arena Remaja, Taman Kongkow, dan Taman PKK The Hok) Dhoifullah, Ahmad; Sunarharum, Tri Mulyani
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i2.44191

Abstract

Ruang publik sebagai tempat dimana masyarakat dapat melakukan aktivitas sehari-hari atau bersifat temporal yang dapat mengikat suatu kelompok atau aktivitas sampingan lain yang secara fungsional berkaitan dengan publik. Dalam sebuah kota, layanan ruang publik yang berkualitas adalah layanan yang mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan kenyamanan. Mengingat hal tersebut, sangat penting untuk melakukan studi untuk meneliti karakteristik pengguna yang akan menjadi panduan bagi para perancang untuk menciptakan dan mengelola ruang publik yang sesuai dengan perilaku penduduk kota, sehingga dapat menghidupkan kembali ruang publik yang inklusif sebagai komponen penting kota. Penelitian ini menggunakan metode mix method, yang menggabungkan teknik penelitian kualitatif dan kuantitatif. Dalam penelitian ini, sebanyak 320 responden tersebar di 4 (empat) ruang publik yaitu Taman Jomblo, Taman Arena Remaja, Taman Kongkow, dan PKK The Hok. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ruang publik tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh gender dengan mayoritas memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA dan perguruan tinggi yang juga secara langsung berhubungan dengan usia penggunanya. Pengunjung pada keempat taman memanfaatkan ruang terbuka tersebut untuk berkumpul bersama dan untuk beristirahat sejenak. Banyak pengunjung yang datang untuk pada sore hari untuk berkumpul bersama karena lokasi yang mudah diakses dan ditemukan dengan lama aktivitas rata-rata selama 31-60 menit.
Analisis Perkembangan Wilayah Menggunakan Permodelan Citra VIIRS Night-Time Light Pada Kabupaten Jember P, Prasetiyo; Listyawati, Ratih Novi; Fitriah, Lailatul; Pratama, Dhani Malik
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i2.53618

Abstract

Mengidentifikasi perkembangan wilayah dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai pendekatan. Umumnya, tingkat perkembangan wilayah dilakukan dengan mentapkan pusat pertumbuhan menggunakan analisis Indeks Sentralitas dengan mempertimbangkan jumlah fasilitas, infrastruktur yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat untuk menentukan hierarki pusat daerah. Namun, terdapat keterbatasan dengan Indeks Sentralitas, terutama ketepatan temporal dan spasial, karna mengacu pada data sensus yang tidak mewakili seluruh area secara real-time. Untuk itu, terdapat inovasi dalam melihat perkembangan wilayah menggunakan metode Visible and Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS), yang merupakan salah satu instrumen di Suomi-NPP (National Polar-orbiting Operational Environmental Satellite System Preparatory Project). Metode VIIRS memanfaatkan cahaya di malam hari karna adanya aktivitas masyarakat. Data tersebut selanjutnya diklasifikasikan menjadi delapan interval kelas di mana semakin besar angka kelas, semakin besar intensitas emisi cahaya dan dengan demikian semakin aktif penduduknya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecamatan dengan tingkat perkembangan wilayah tertinggi berada pada Kecamatan Kaliwates dan area Sumbersari. Sedangkan kecamatan dengan perkembangan wilayah terendah berada pada Kecamatan Arjasa, Kecamatan Jelbuk, Kecamatan Jombang, Kecamatan Mayang, Kecamatan Pakusari, serta Kecamatan Sukorambi. Kata kunci: Perkembangan Wilayah, Visible and Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS), Pusat Kegiatan