cover
Contact Name
Ratih Novi Listyawati
Contact Email
ratihnovilistyawati@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
matrapolis.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37, Kampus Tegal Boto, Sumbersari, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
MATRAPOLIS : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27458520     DOI : https://doi.org/10.19184/matrapolis
Core Subject : Social, Engineering,
The MATRAPOLIS journal is an open access journal with a specialty in the area of urban and regional planning. Matrapolis publishes two numbers in one volume every year, and all accepted manuscripts will be released worldwide. The topics and scopes of the Matrapolis Journal consist of five fields, including Housing and Settlements; Urban and Rural Infrastructure; Land Use; Economic Region; Conservation and preservation.
Articles 48 Documents
Pengembangan Infrastruktur Perdesaan Dalam Mendukung Produktivitas Pangan Di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Firda Wahyu Puspita Sari; Luh Putu Suciati; Nunung Nuring Hayati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.388 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.36645

Abstract

Pengembangan produktivitas padi dapat menjadi baik apabila didukung dengan infrastruktur perdesaan yang memadai sebagai salah satu penunjang produktivitas padi. Analisis yang di lakukan yaitu analisis skoring, analisis korelasi Spearman Rank dan Force Field Analysis (FFA). Analisis skoring di dapatkan hasil sebesar 56% yang dimakan kondisi infrastruktur dalam kondisi cukup baik. Keterkaitan infrastruktur perdesaan dengan produktivitas padi sebesar 0,651 yang termasuk kategori kuat, sehingga keterkaitan infrastruktur perdesaan kuat dengan produktivitas pangan di Kecamatan Ambulu dan untuk stategi yang di dapatkan berdasarkan pendorong dan penghambat yang telah di pilih dengan cara menyinerginakan antara beberapa pihak yang terkait dan dapat membantu perwujudan keberadaan pengembangan infrastruktur perdesaan dalam mendukung produktivitas pertanian Kecamatan Ambulu agar di manfaatkan secara kontinyu. Tidak hanya sampai disitu, diperlukan juga pendampingan kelompok – kelompok tani yang bisa membantu para petani dalam mendukung tercapainya panen padi sehingga bisa dilakukan evaluasi secara berkala. Melakukan Forum Group Discussion (FDG) yang mana setiap masukan dan kendala dari para petani bisa didiskusikan secara bersama untuk mencarikan solusi yang tepat.
Kajian Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang Yovita Inggar Mawardi; Yeny Dhokhikah; Ratih Novi Listyawati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.946 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.34534

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang sangat pesat menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat juga bertambah banyak. Bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat ini berpengaruh terhadap jumlah sampah yang dihasilkan. Desa Gucialit merupakan salah satu desa wisata dengan kunjungan wisatawan terbanyak kedua di Kabupaten Lumajang. Para pengunjung juga berkontribusi dalam menghasilkan sampah, sehingga sampah yang dihasilkan semakin bertambah. Masyarakat di Desa Gucialit cenderung mengelola sampah secara konvensional yaitu dibakar, ditimbun, dan dibuang tidak pada tempatnya. Pengelolaan sampah tersebut menyebabkan berbagai macam dampak, seperti polusi udara, kerusakan sumber air, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, mengetahui bentuk partisipasi berdasarkan kesediaan masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Gucialit. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik dan analisis penentuan bentuk partisipasi berdasarkan kesediaan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Setelah dilakukan analisis dihasilkan bahwa terdapat tiga faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat, yaitu durasi tinggal, pendidikan, dan pendapatan. Selain itu, bentuk partisipasi berdasarkan kesediaan masyarakat dalam pengelolaan sampah ialah 80% masyarakat bersedia berpartisipasi dalam bentuk tenaga, dan 20% masyarakat bersedia berpartisipasi dalam bentuk uang. Rekomendasi peningkatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat adalah dengan memberikan sosialisasi dan penyuluhan, memberikan pelatihan untuk meningkatkan skill, pembentukan kader lingkungan, optimalisasi bank sampah, penamabahan petugas kebersihan, pembangunan TPS di Desa Gucialit, dan pengawasan pelanggaran pengelolaan sampah.
Konsep Pengembangan Infrastruktur Pariwisata Pantai Bandealit dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Indah Ludiana Putri; Indra Nurjahjaningtyas; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1651.277 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.31998

Abstract

Pantai Bandealit adalah pantai yang secara administrasi berada pada Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pantai ini berpotensi sebagai daya Tarik wisata pantai berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember, dimana pemanfaatan Pantai Bandealit diprioritaskan pengembangannya. Akan tetapi, terdapat permasalahan dalam pengembangan wisata yaitu kurang maksimalnya infrastruktur dasar dalam mendukung kegiatan wisata, sehingga sektor pariwisata di Pantai Bandealit kurang maksimal pemanfaatannya. Kurangnya sarana dan prasarana di lokasi Pantai Bandealit sehingga tidak mendekati standar pelayanan pariwisata. Sehingga diperlukan sebuah konsep pengembangan infrastruktur pariwisata Pantai Bandealit. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui penentuan zonasi pengembangan wisata berdasarkan potensi dan konsep pengembangan infrastruktur pariwisata di Pantai Bandealit. Pada penelitian ini memiliki 2 (dua) tahapan analisis. Tahap pertama yaitu menggunakan Teknik Analisis Perceptual Mapping untuk menentukan zonasi pengembangan wisata. Tahap kedua yaitu menggunakan Teknik Analisis AHP (Analytical Hierarchy Process) dalam penentuan prioritas pengembangan infrastruktur pariwisata dan konsep pengembangannya. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 3 (tiga) zonasi pengembangan wisata Pantai Bandealit yaitu zona inti dengan luas 30,99 ha, zona pendukung langsung dengan luas 11,26 ha dan zona pendukung tidak langsung dengan luas 9,81 ha. Sedangkan konsep pengembangannya yaitu dalam bentuk site plan berdasarkan beberapa analisis, teori dan kondisi eksisting. Hasil prioritas pengembangan infrastruktur pariwisata berdasarkan analytical Hierarchy Process (AHP), sub-Kriteria Sarana yaitu toilet, tempat parkir, gazebo, kantor pengelola, fasilitas Kesehatan, jasa pangan, fasilitas olahraga, souvenir, penginapan, dan peribadatan. Sedangkan sub-Kriteria prasarana berdasarkan jumlah bobot yaitu jaringan jalan, air bersih, persampahan, drainase dan sanitasi, listrik, dan telekomunikasi.
Penerapan Teori Big Push dalam Pengembangan Ekonomi Lokal untuk Mengatasi Kemiskinan Jember Wafi Farhan; Ilham Wahyu Hartono; Yuliatri Meganingrum
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.226 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v1i1.19219

Abstract

Kemisikinan suatu daerah merupakan masalah besar yang selalu menjadi momok tiap tahunya. Kemiskinan daerah terjadi kaerana ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan yang mendasar seperti pendidikan, pakan dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan karena sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Menurut Friedman pengertian kemiskinan adalah ketidaksamaan kesempatan untuk memformulasikan kekuasaan sosial berupa asset, sumber keuangan, organisasi sosial politik, jaringan sosial, barang atau jasa, pengetahuan dan keterampilan, serta informasi. Teoru Big Push merupakan suatu teori untuk mendorong percepatan perekonomian disuatu daerah. Hal tersebut lebih efisien apabila dapat dikolaborisakn dengan pengembangan ekonomi lokal. Dimana pengembangan ekonomi lokal di gunakan untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya lokal yang melibatkan masyarakat lokal, dunia usaha, pemerintah dan organisasi masyarakat untuk mengembangkan ekonomi suatu wilayah. Diharapkan kedua teori tersebut dapat menjadi solusi untuk mengatasi kemiskinan di suatu daerah.
Peningkatan Daya Tarik Wisata Megalitikum Melalui Konservasi dan Preservasi Situs Duplang Berbasis Masyarakat di Kabupaten Jember Galuh Ajeng Hamindhani; Dewi Junita Koesoemawati; Dano Quinta Revana
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.793 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.36636

Abstract

Situs Duplang di Desa Kamal merupakan situs utama di Kabupaten Jember dan sebagai wisata budaya di Kecamatan Arjasa, yang memiliki potensi sebagai tempat wisata, sumber pendidikan, dan sebagai tempat penelitian. Situs Duplang sebagai bukti peradaban manusia harus terlestarikan agar dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama, sehingga keterlibatan masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan dalam upaya tersebut karena masih belum ada pengelolaan secara profesional sebagai kawasan wisata sejarah dan edukasi. Oleh karena itu perlunya melakukan upaya konservasi dan preservasi berbasis masyarakat, dimana terdapat keterlibatan masyarakat dalam melindungi dan meningkatkan daya tarik wisata Situs Duplang dengan dorongan dan bantuan dari pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif, skoring objek cagar budaya, dan analisa SWOT. Arahan atau strategi pelestarian yang harus dilakukan ada lima yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait situs dan upaya konservasi-preservasi, melestarikan sosio kultur atau budaya masyarakat lokal, meningkatkan perlindungan Situs Duplang, mengembangkan kawasan wisata megalitikum dengan museum terbuka, serta meningkatkan promosi pada Situs Duplang.
Penataan Ruang Parkir pada Kawasan Komersial (Studi Kasus : Jalan Trunojoyo, Kabupaten Pamekasan Riyana Aleyda Ayu; Akhmad Hasanuddin; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.206 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32099

Abstract

Jalan Trunojoyo merupakan kawasan komersial di Kabupaten Pamekasan yang mampu menarik banyak pengunjung. Permasalahan di Jalan Trunojoyo terletak pada parkir badan jalan yang menempati dua sisi badan jalan. Hal tersebut tidak sesuai dengan kebijakan dalam Peraturan Bupati Kabupaten Pamekasan Nomor 22 Tahun 2011 yang menyebutkan bahwa parkir badan jalan berada disatu sisi jalan, yaitu sisi sebelah barat. Selain itu, permasalahan meningkat saat jam puncak, yaitu kemacetan dibeberapa titik. Sehingga diperlukan rekomendasi penataan parkir pada kawasan komersial Jalan Trunojoyo untuk meminimalisir permasalahan parkir dan mampu mendukung fungsi kawasan sebagai kawasan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting parkir, menghitung kebutuhan parkir, dan merumuskan rekomendasi penataan parkir di Jalan Trunojoyo. Rumusan rekomendasi penataan parkir berasal dari 3 hasil analisis, yaitu dari analisis kondisi eksisting dengan hasil terdapat ketidaksesuaian ruang parkir pada kondisi eksisting badan jalan dengan ketentuan larangan parkir yang tertuang dalam Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir seperti pada jarak ke persimpangan, jarak ke jembatan, jarak ke jalur penyeberangan jalan, dan risiko kemacetan. Indeks parkir menunjukkan kebutuhan ruang parkir mobil lebih besar daripada kapasitas parkir yang ada, sehingga rekomendasi penataan mengarah pada penyesuaian dengan pedoman parkir dan petak parkir disesuaikan dengan penghitungan kapasitas parkir. Selanjutnya yaitu dari analisis preferensi pengunjung dalam memilih lokasi parkir menggunakan analisis faktor dalam SPSS dengan hasil 3 faktor yang menjadi prioritas pengunjung dalam memilih lokasi parkir, yaitu faktor ketersediaan, kedekatan, dan kenyamanan. Selanjutnya yaitu hasil penghitungan kebutuhan parkir yaitu 1124 m2 yang menjadi dasar dalam menentukan lokasi parkir alternatif yaitu di segmen 1 dan segmen 2.
Konsep Sustainability Tourism Dengan Tema Smart Cultural Tourism Pada Desa Penglipuran, Bali Belqis Yasmine; Betarisma Putri; Nugroho Chandra; Royyan Zuhdi
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.122 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v2i1.26807

Abstract

Kebutuhan manusia akan sarana hiburan memang semakin bertambah seiring dengan adanya modernisasi dan perkembangan kebutuhan manusia. Salah satu bentuk hiburan yang sering diakses adalah pariwisata. Adanya kegiatan pariwisata juga mampu meningkatkan aspek lingkungan, ekonomi dan sosial-budaya apabila melalui perencanaan yang baik. Salah satu wisata yang memiliki potensi tinggi untuk di kembangkan adalah Desa Penglipuran. Namun, terdapat permasalahan yang dialami yaitu makin bergesernya nilai-nilai tradisional Bali pada permukiman yang berstatus sebagai atraksi atau daya tarik utama pada desa adat ini. Selain itu kurangnya pengembangan konsep perencanaan pariwisata sehingga kurang adanya diferensiasi sehingga meningkatkan persaingan dengan target pasar yang sama dengan desa wisata lain di Bali. Kurangnya kompetensi masyarakat desa dalam mengelola Desa Penglipuran sebagai destinasi wisata sehingga berdampak pada pengemasan Desa Penglipuran dalam aspek kepariwisataan. Sehingga sasaran dari penulisan ini yaitu merumuskan strategi pengembangan pariwisata dengan konsep Sustainable Tourism dengan tema Smart Culture Tourism. Analisa dilakukan dengan analisis deskriptif dan SWOT
Pengembangan Kawasan Wisata Alam Berbasis Partisipasi Masyarakat (Studi Kasus Air Terjun Jagir Desa Kampunganyar Kabupaten Banyuwangi) Piping Dwi Krismawati; Nunung Nuring Hayati; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.614 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.36646

Abstract

Air Terjun Jagir adalah wisata alam yang berada di Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah. Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Kawasan wisata alam Air Terjun Jagir menjadi destinasi pilihan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi. Namun pada kondisi eksistingnya, dengan jumlah pengunjung yang banyak wisata Air Terjun Jagir tidak diimbangi dengan fasilitas penunjang wisata yang sesuai. Dalam hal pengembangan wisata sebagian masyarakat sudah mengetahui mengenai pengembangan wisata dan menanggapi secara baik, namun masih banyak juga masyarakat yang belum mengetahui bahkan tidak berpartisipasi terhadap wisata alam Air Terjun Jagir. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor penentu pengembangan kawasan wisata alam Air Terjun Jagir, mengetahui bentuk partisipasi masyarakat Desa Kampunganyar, dan merumuskan arahan pengembangan kawasan wisata alam Air Terjun Jagir berdasarkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan 2 metode analisis data untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pertama, menggunakan metode Analisis Delphi untuk menentukan faktor-faktor penentu pengembangan Air Terjun Jagir. Kedua, menggunakan Analisis Deskriptif untuk menentukan bentuk-bentuk partisipasi masyarakat Desa Kampunganyar dan untuk menentukan arahan pengembangan kawasan wisata alam Air Terjun Jagir. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 6 faktor penentu yang mempengaruhi pengembangan Air Terjun Jagir. Sedangkan bentuk partisipasi yang diberikan masyarakat Desa Kampunganyar terbanyak yaitu partisipasi tenaga dan tingkat partisipasinya berada di tingkat consultation yang tergolong dalam Tokenis. Serta arahan pengembangannya ditentukan berdasarkan faktor attraction, accessibility, amenities, ancillary, sumberdaya manusia, dan lingkungan yang disesuiakan dengan kebijakan atau teori yang berkaitan.
Analisis Pengembangan Kawasan Perkotaan Berbasis Kinerja Jasa Ekosistem dalam Pencegahan Banjir dan Luapan. Studi Kasus: Wilayah Perkotaan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat Ivan Agusta Farizkha; Yuliana Sukarmawati; Cahyadi Setya Nugraha
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.227 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.34535

Abstract

Salah satu permasalahan akibat adanya pembangunan yang signifikan di kawasan perkotaan adalah adanya bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kawasan perkotaan berdasarkan simulasi banjir dan luapan. Metode dalam penelitian ini adalah analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis. Lokasi studi adalah Wilayah Perkotaan Pangkalan Banteng yang merupakan wilayah dengan tipologi perkotaan di Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Hasil simulasi terhadap pola ruang menunjukkan bahwa terdapat adanya potensi banjir dan luapan pada area infrastruktur transportasi dan area perumahan. Rekomendasi untuk meminimalisir dampak adalah pengembangan infrastruktur jaringan drainase untuk menjangkau seluruh kawasan perumahan dengan konstruksi yang standar dan relevan dengan kondisi lingkungan serta sistem manajemen konservasi tanah dan air melalui tata kelola lahan untuk menyeimbangkan alih fungsi lahan.
Peningkatan Kinerja Pedestrian Berdasarkan Persepsi Pejalan Kaki di Jalan Jawa Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Wulida Putri Romadona; Akhmad Hasanuddin; Ratih Novi Listyawati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.039 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32104

Abstract

Pedestrian merupakan lintasan yang bertujuan memberikan pelayanan bagi penggunanya sehingga menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pejalan kaki (Departemen Pekerjaan Umum,1999). Namun kenyataannya masih terdapat pedestrian yang tidak berfungsi secara maksimal dimana pemanfaatannya digunakan untuk berdagang PKL dan parkir kendaraan motor sehingga pelayanannya tidak menjamin kelancaran, keamanan dan kenyamanan. Jalan Jawa adalah bagian dari kecamatan Sumbersari dengan fungsi jalan kolektor yang memiliki keberagaman penggunaan lahan seperti pendidikan, perkantoran serta perdagangan dan jasa sehingga menimbulkan banyaknya pejalan kaki yang berjalan di jalan Jawa. Adapun beberapa permasalahan di koridor Jalan Jawa seperti banyakanya PKL yang berjualan serta parkir kendaraan di sepanjang koridor.Jalan Jawa..Selain.itu, kondisi fisik.pedestrian mengalami kerusakan di beberapa titik pedestrian di koridor Jalan Jawa. Permasalahan yang terjadi perlu adanya peningkatan kinerja pedestrian guna menunjang rasa aman, nyaman dan menyenangkan bagi pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja pedestrian berdasarkan persepsi pejalan kaki menggunakan metode analisis IPA (importance performance analysis). Analisis IPA digunakan untuk mengetahui tingkat kinerja dan tingkat kepentingan pada variabel keselamatan, kondisi menyenangkan, dan keamanan. Hasil dari analisis IPA, didapatkan sub varaibel yang masuk dalam kuadran I meliputi ketersediaan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, pedestrian bebas dari PKL, pedestrian bebas dari kendaraan bermotor, ketersediaan tempat sampah, dan ketersediaan bolar. Ouput dalam penelitian ini berupa rekomendasi dalam meningkatkan kinerja pedestrian berdasarkan persepsi pejalan kaki antara lain penyediaan lajur pemandu pada pedestrian, pemberlakukan peraturan terkait penataan PKL, pengaturan parkir, pengadaan tempat sampah, serta perbaikan dan pengadaan bolar.