cover
Contact Name
Ratih Novi Listyawati
Contact Email
ratihnovilistyawati@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
matrapolis.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37, Kampus Tegal Boto, Sumbersari, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
MATRAPOLIS : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27458520     DOI : https://doi.org/10.19184/matrapolis
Core Subject : Social, Engineering,
The MATRAPOLIS journal is an open access journal with a specialty in the area of urban and regional planning. Matrapolis publishes two numbers in one volume every year, and all accepted manuscripts will be released worldwide. The topics and scopes of the Matrapolis Journal consist of five fields, including Housing and Settlements; Urban and Rural Infrastructure; Land Use; Economic Region; Conservation and preservation.
Articles 48 Documents
Implementasi Konsep Kampung Tematik sebagai Solusi Permukiman Kumuh di Kauman Jember Ilham Wahyu Hartono; Wafi Farhan; Indy Farha Elya Hardiyanti; Piping Dwi; Nanta Andra Yoga
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.559 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v1i1.19220

Abstract

Permukiman kumuh adalah masalah kompleks yang sedang dihadapi oleh kota besar maupun berkembang. Secara umum, permukiman kumuh dapat dilihat dari kodisi fisik berupa bangunan, jaringan jalan, sistem drainase, dan pengelolaan sampah. Dilihat dari kondisi sosial ekonomi dimana tingkat kemisikinan dan angka pengangguran tinggi dan terjadi dampak berupa kondisi kesehatan, sumber penyebaran dan perilaku menyimpang. Munculnya kampung kota berawal dari masyarakat desa yang ingin meningkatkan perekonomianya dengan mencari pekerjaan ke kota. Salah satu kampung kota yang menarik untuk dibahas dan diteliti adalah Kauman Jember. Kauman Jember merupakan permukiman yang terletak di kawasan perkotaan Jembet tepatnya di daerah alun-alun. Kauman Jember merupakan salah satu kawasan yang mencirikan permukiman kumuh. Sehubungan dengan hal tersebut, kondisi lokasi penelitian mememiliki kesaamaan secara fisik dan histroris, Kampung Jodipan Malang memiliki karakteristik yang sama dengan Kampung Kauman, saat ini Kampung Jodipan menjadi kampung smarth living, sebelum menjadi kampung smart living kampung jodipan merupakan permukiman kumuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kawasan permukiman kumuh yang terdapat di Kauman dan di korelasikan dengan karakteristik Kawasan Wisata Jodipan dahulu yang kemudian muncul sebuah konsep untuk mengatasi permasalahan kumuh di Kauman dan di korelasikan dengan karakteristik Kawasan Wisata Jodipan dahulu yang kemudian muncul sebuah konsep untuk mengatasi permasalahan kumuh di Kauman. Hasil yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan Kampung Kauman yang dijadikan kawasan wisata dapat diharapkan menjadi sumber dan potensi kegiatan ekonomi yang dapat dipercaya, termasuk kegiatan sektor lain sehingga lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah meningkat melalui upaya pengembangan kampung kauman menjadi kampung Tematik warna-warni.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata Pantai Watu Pecak Kabupaten Lumajang Priska Dwi Marcella; Sri Sukmawati; Rendra Suprobo Aji
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.562 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.36637

Abstract

Pada Rencana Penetapan Kawasan Strategis, dalam penetapan strategis pengembangan kawasan perekonomian jalur selatan terdapat wisata pantai. Pantai Watu Pecak memang menawarkan banyak keindahan dan keunikan tersendiri. Partisipasi masyarakat Desa Selok Awar–Awar sangat dibutuhkan dalam meningkatkan jumlah wisatawan di Pantai Watu Pecak. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi pengembangan pariwisata Pantai Watu Pecak dalam mendukung sektor kepariwisataan di Kabupaten Lumajang, untuk mengetahui bentuk partisipasi yang dilakukan masyarakat dalam pengembangan Pantai Watu Pecak dan merumuskan strategi pengembangan pariwisata Pantai Watu Pecak di Kabupaten Lumajang. Metode analisis yang digunakan dalam menentukan faktor-faktor adalah Delphi, untuk penentuan bentuk partisipasi masyarakat menggunakan metode Deskriptif, sedangkan dalam penentuan strategi pengembangan wisata dilakukan dengan menggunakan metode SWOT. Berdasarkan hasil analisa, diketahui bahwa faktor penentu yang dapat mempengaruhi pengembangan wisata Pantai Watu Pecak ada 5 faktor, yakni: Atraksi, Aksesibilitas, Fasilitas, Pelayanan Tambahan dan Lingkungan. Bentuk partisipasi terbanyak yang diberikan oleh masyarakat Desa Selok Awar–Awar untuk pengembangan wisata Pantai Watu Pecak yaitu partisipasi buah pikiran dan partisipasi tenaga, dengan tingkat partisipasi masyarakat berada pada tingkat consultation, sehingga tergolong dalam kategori Tokenism (partisipasi semu). Selain itu hasil dari analisis SWOT diketahui dalam penetapan Strategi Pengambangan Kawasan Pariwsata Pantai Watu Pecak berada pada kuadran 1.
Strategi Penanganan Banjir Perkotaan pada Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember Rindang Alfiah; Sonia Nuri Aprilia; Nunung Nuring Hayati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.504 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32101

Abstract

Bencana Banjir di Kabupaten Jember termasuk dalam bencana yang memiliki intensitas paling tinggi dibandingkan dengan jenis bencana yang lain. Salah satu kecamatan yang terdampak yaitu kecamatan Sumbersari dimana berdasarkan data BPBD Kabupaten Jember, dampak yang ditimbulkan oleh banjir di kecamatan Sumbersari cukup signifikan yaitu kerusakan bangunan, tempat ibadah dan sarana prasarana umum lainnya. Tingginya intensitas dan dampak yang ditimbulkan akibat banjir di Kecamatan Sumbersari perlu segera di selesaikan. Strategi penanganan yang tepat perlu direalisasikan agar banjir tidak terjadi secara terus menerus. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menysuun strategi penanganan banjir melalui evaluasi kebijakan menggunakan SWOT untuk merumuskan strategi penanganan banjir yang tepat untuk di terapakn di Kecamatan Sumbersari. Berdasarkan hasil analisis SWOT diketahui strategi yang tepat dalam menangani banjir di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember adalah pengoptimalan Kekuatan dan Peluang dalam menangani banjir di kecamatan Sumbersari melalui pengembangan hutan kota, peningkatan kinerja infrastruktur, peningkatan pendanaan untuk penanganan pasca banjir, pengembangan pertanian Lahan kering, dan reboisasi.
Pengembangan Kawasan Pariwisata Malioboro dengan Menggunakan Konsep Heritage dan Teras Budaya Firda Wahyu; Khorina Dwi Disti Amalia; Gusti Kinanti Wahyu; Irham Zulfi Maulana; Rheynaldi Lintang Susila
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.594 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v2i1.26808

Abstract

Pariwisata perkotaan (urban tourism) merupakan bentuk pengembangan pariwisata dengan lokasi wisata yang berada di area atau dalam kota, elemen-elemen kota bahkan kota itu sendiri menjadi daya tarik utama pariwisata (Prijadu dkk, 2014). Salah satu satu kota yang memiliki potensi dan pengembangan pariwisata adalah Malioboro, dimana kawasan tersebut sudah lama dikenal sebagai pusat destinasi wisata dan jantung kota Yogyakarta. Pada artikel ini, akan dibahas mengenai analisis dan konsep pengembangan Urban Tourism pada kawasan Pariwisata Malioboro. Hasil dari pembahasan pada artikel ini terdapat tiga bahasan. Hasil pembahasan pada artikel ini diantaranya: 1) Kondisi wisata yang ada di malioboro berdasarkan sejarahnya lokasi ini dijadikan tempat pariwisata karena lokasinya yang merupakan pusat pemerintahan sehingga banyak terjadi aktivitas di dalamnya hingga berkembang menjadi sektor pariwisata hingga saat ini, kawasan wisata Malioboro juga merupakan kawasan perdagangan dan jasa dan berdekatan dengan objek-objek pariwisata lainnya 2) terdapat 6 ide pengembangan pada kawasan Urban Tourism Malioboro yang didapat dari hasil analisis. 3) Terdapat berberapa konsep yang dapat diterapkan di kawasan Pariwisata Malioboro yaitu konsep Heritage Tourism dan konsep Teras Budaya.
Arah Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Unggul Ras Madura Di Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan Emelia Zain; Luh Putu Suciati; Dewi Junita Koesoemawati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.844 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.34536

Abstract

Pengembangan kawasan peternakan dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh kesesuaian lingkungan fisik dan ketersediaan hijauan pakan yang memadai sebagai sumber makanan ternak. Analisis dilakukan dengan metode overlay pada berbagai jenis peta (Peta penggunaan lahan, peta tanah, peta administrasi, peta suhu, kerengan, dan curah hujan) menggunakan GIS pada analisis kesesuaian lahan, data tabular pada analisis ketersediaan hijauan pakan, serta analisis FFA (Force Field Analysis). Luas kesesuaian fisik lingkungan untuk peternakan sapi yang dikandangkan 5.875,794 Ha (83,6%) dari luas wilayah, lahan yang tidak sesuai 19,1 Ha (0,27%), dan tidak dinilai seluas 1.133,212 Ha (16,1%). Sedangkan lahan yang sesuai untuk berbagai hijauan pakan ternak seluas 5.852,83 Ha (83,2%) dari luas wilayah, lahan yang tidak sesuai seluas 34,60 Ha (0,5%), dan tidak dinilai 1.140,74 Ha (16,3%). Daya dukung hijauan di Kecamatan Waru berada pada kriteria aman di 4 desa (Bajur, Sumberwaru, Sana Laok, Tampojung Tengah), 6 desa dengan kriteria rawan, dan 2 desa (Waru Barat, Tagangser Laok) dengan kriteria kritis. Hasil analisis FFA diketahui faktor kunci pendorong adalah memiliki ketersediaan lahan yang luas, serta peningkatan harga sapi, sedangkan faktor penghambat kunci adalah konversi lahan menjadi kawasan terbangun, dan minimnya dukungan infrastruktur dasar. Arahan pengembangan kawasan peternakan sapi di Kecamatan Waru dilakukan dengan mengoptimalkan potensi ketersediaan lahan.
Analisa Tingkat Kerentanan Banjir Berbasis SIG pada Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember Sonia Nuri Aprilia; Nunung Nuring Hayati; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.694 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32095

Abstract

Berdasarkan DIBI, bencana banjir di Kabupaten Jember memiliki persentase tertinggi dibandingkan dengan bencana alam lainnya, yaitu 59,34 %. Menurut BPBD Kabupaten Jember, salah satu kecamatan yang berpotensi tinggi terjadi banjir adalah Kecamatan Sumbersari. Berdasarkan data terbaru, banjir yang terjadi di Kecamatan Sumbersari setinggi 25 – 150 cm yang mengakibatkan rusaknya 13 bangunan rumah, 1 mushallah, dan sarana prasarana umum lainnya. Melihat riwayat terjadinya banjir di Kecamatan Sumbersari yang mengakibatkan kerugian terus meningkat disetiap tahunnya dan didukung dengan tidak adanya peraturan tata ruang yang membahas mengenai penanganan meminimalisir banjir di Kecamatan Sumbersari, bukan tidak mungkin lagi potensi banjir di kecamatan Sumbersari semakin meningngkat. Maka drai itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan banjir menggunakan analisis overlay dan merumuskan prioritas penanganan banjir di Kecamatan Sumbersari dengan menggunakan teknik analisis analisis hierarki proses (AHP). Berdasarkan hasil analisis overlay diketahui kerawanan banjir di Kecamatan Sumbersari terklasifikasi menjadi tiga (3), yaitu tingkat kerentanan rawan (rendah), cukup rawan (sedang), dan sangat rawan (tinggi). Prioritas penanganan banjir di Kecamatan Sumbersari berdasarkan metode struktural dapat dilakukan dengan pengembangan dan normalisasi saluran drainase, pembangunan hutan kota, pembangunan sumur resapan, serta pembuatan waduk retensi. Sedangkan berdasarkan metode non struktural, prioritas penanganan meminimalisir banjir di Kecamatan Sumbersari dapat dilakukan dengan pengelolaan dan penyediaan tempat sampah dan perencanaan pertanian dengan konsep agroforestri.
Strategi Pengurangan Tingkat Pengangguran dengan Mengetahui Korelasi Tingkat Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Angkatan Kerja di Kabupaten Bondowoso Sonia Nuri Aprilia; Ratri Wulandari; Nizar Qomarodin
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.702 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v1i1.19221

Abstract

Pertumbuhan ekonomi sering dijadikan acuan sebagai indicator keberhasilan ekonomi di suatu wilayah. Indikator tersebut salah satunya adalah terkait pengangguran. Pengangguran merupakan suatu permasalahan serius yan harus ditindaklajuti oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dan keberhasilan ekonomi daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi dan tingkat angkatan kerja terhadap tingkat pengangguran dan merumuskan strategi pengurangan tingkat pengangguran di Kabupaten Bondowoso. Dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi untuk megetahui hubungan antar variable yaitu variable pertumbuhan ekonomi dan tingkat angkatan kerja. Dilanjutkan dengan analytical hierarchy process (AHP) untuk mengetahui variabel yang menjadi prioritas dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjakkan bahwa: Hasil analisis korelasi berdasarkan nilai Sig. (2-tailed) dan correlation pearson diketahui bahwa antara variabel pertumbuhan ekonomi dan angkatan kerja dengan jumlah pengangguran tidak berhubungan. Namun, karena r hitung atau pearson correlations dalam analisis ini bernilai positif maka itu artinya hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat positif (+) atau dengan kata lain semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan angkatan kerja maka akan meningkatkan pula jumlah pengangguran. 2) Berdasarkan hasil Analitycal Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui faktor prioritas yang berpengaruh signifikan terhadap jumalah pengangguran, diketahui bahwa faktor prioritas yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah pengangguran adan kualitas sumber daya manusia. 3) Berdasarkan faktor prioritas yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah pengangguran, maka dapat dilauka upaya dalam mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Bondowoso antara lain mengadakan pelatihan kerja, pengembangan dan bimbingan usaha secara mandiri, meningkatkan mutu pendidikan, dan meningkatkan hubungan antara lembaga pendidikan dan industri.
Penentuan Prioritas Pengembangan Infrastruktur Wilayah Pesisir Kecamatan Muncar Menggunakan Metode Importance – Performance Analysis (IPA) Aurelia Zara Adela; Akhmad Hasanuddin; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.402 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.36643

Abstract

Kecamatan Muncar merupakan salah satu kecamatan yang berada di ujung timur Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Selat Bali. Kecamatan Muncar memiliki potensi yang beragam, berdasarkan RTRW Kabupaten Banyuwangi tahun 2012 – 2032 ditetapkan sebagai Kawasan Minapolitan dan Wilayah Pengembangan Pariwisata II dengan image wisata spiritual dan wisata bahari. Akan tetapi pada kondisi eksisting infrastruktur yang ada dinilai masih kurang mendukung kegiatan di Pesisir Muncar, sehingga terdapat permasalahan antara lain: pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, banyaknya sampah di kawasan Pantai Muncar, sering terjadi abrasi pantai, serta kurangnya lampu penerangan. Selain itu, pada infrastruktur perikanan juga belum optimal, antara lain: akses menuju TPI Brak Kalimoro jalannya sempit dan belum beraspal, pengangkut ikan yang rendah, dermaga yang ada di Pelabuhan Perikanan belum berfungsi dan SPBN yang beroperasinya tidak menentu. Sehingga penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui prioritas pengembangan infrastruktur wilayah Pesisir Muncar dan memberikan arahan pengembangan infrastrukturnya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik serta jenis penelitiannya adalah kuantitatif dan kualitatif. Pada penentuan prioritas pengembangan infrastruktur wilayah pesisir Kecamatan Muncar menggunakan teknik Importance-Performance Analysis (IPA) dan untuk menentukan arahan pengembangan infrastruktur menggunakan analisa triangulasi. Berdasar hasil penelitian, dapat diketahui prioritas infrastruktur, ialah: prioritas 1 (sistem pengelolaan limbah dan sanitasi, persampahan, drainase, dan jaringan jalan), prioritas 2 (fasilitas pendukung transportasi, cold storage, pabrik es, Stasiun Pengisian Bahan bakar Nelayan, dan Tempat Pelelangan Ikan), dan prioritas 3 (puskesmas, Koperasi Unit Desa, rumah makan, dan hotel atau homestay).
Pemodelan Spasial dan Prioritas Penanggulangan Luapan Banjir Sungai di Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember Mochammad Iqbal Maulana; Sri Sukmawati; Rendra Suprobo Aji
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.121 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32105

Abstract

Kabupaten Jember merupakan salah satu dari beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur yang rawan terhadap bencana banjir. Menurut Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) Tahun 2016, banjir yang telah terjadi di Kabupaten Jember memiliki presentase kejadian tertinggi sebesar 48,81% dari kejadian bencana lainnya. Berdasarkan buku Pengenalan Karakteristik Bencana dan Upaya Mitigasinya di Indonesia, kejadian bencana tetap menunjukkan peningkatan baik intensitasnya maupun dampak kerugiannya, maka dari itu upaya‐upaya pengurangan bencana harus tetap dilakukan dan selalu ditingkatkan. Data riwayat kejadian banjir pada beberapa daerah yang memiliki karakteristik perkotaan yang hampir sama dengan kawasan penelitian memiliki kecenderungan mengalami permasalahan dan kerugian yang sama akibat banjir yang berpotensi terjadi beberapa waktu mendatang di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Fenomena seperti ini juga menjadi ancaman sekaligus tantangan dalam pembangunan perkotaan kususnya di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Pengelolaan yang tidak dilakukan dengan bijak justru akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan dan bahkan bisa merugikan banyak pihak. Banjir yang terjadi juga berdampak pada terhambatnya laju dan fungsi perkotaan guna melayani daerah di sekitarnya serta kerugian bagi pemeritah dan masyarakat. Hal ini menjadikan Kecamatan Kaliwates berpotensi banjir yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Berdasarkan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Kabupaten Jember, Kecamatan Kaliwates, tidak termasuk di dalam kawasan rawan bencana banjir (Perda RTRW Kab. Jember 2015 – 2035). Hal tersebut mengakibatkan strategi penataan ruang yang ada di Perkotaan Kabupaten Jember kurang memperhatikan upaya pemanfaatan ruang yang berbasis penanggulangan bencana banjir. Berdasarkan kondisi tersebut di atas, perlu adanya pemodelan spasial menggunakan Raster Calculator guna mengetahui dampak genangan dan prioritas strategi penanggulangan bencana banjir menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Hasil dari pemodelan dapat diketahui bahwa luasan penggunaan lahan yang terdampak paling tinggi berupa pertanian dan bobot strategi prioritas penanggulangan bencana tertinggi adalah mitigasi, penyusunan dan uji coba rencana penanggulangan kedaruratan bencana, pengamatan gejala bencana, dan pelaksanaan penataan ruang.
Perencanaan Ekowisata Kampung Blekok Berbasis Community Based Tourism (CBT) Erlisa Rika Trispa; Darmawan Bagus Kaloka; Cantya Khansa Harmadi; Selgi Puspamika; Ghani Rizqullah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.506 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v2i1.26809

Abstract

Pengembangan kawasan kampung wisata saat ini menjadi alternatif pengembangan ekonomi lokal dan industri kreatif yang telah diterapkan di berbagai daerah. Salah satu kampung yang dikembangkan sebagai objek kampung ekowisata adalah kampong blekok yang terletak Desa Klatakan, Kabupaten Situbondo, yang memiliki potensi berupa tanaman bakau dan mangrove yang cukup luas mencapai 5 hektar. Selain itu keberadaan burung blekok yang menempati hutan mangrove cukup membuat kawasan ini menjadi lebih eksotis. Obyek wisata kampong blekok ini berlokasi di tepi jalur pantura Surabaya-Banyuwangi tidak jauh dari tugu 1000 km anyer panarukan. Jalan utama menuju kawasan ini merupakan jalan nasional dengan perkerasan aspal. Dalam pengembangan wisata kampong blekok ini perlu mengkaji sistem kepariwisataan yang terdiri dariberbagai aspek, sehingga penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi potensi untuk pengembangan Kampong Blekok sebagai daya tarik pariwisata alam yang ada di pedesaan (rural tourism) sehingga dapat menjadi rekomendasi bagi pengembangan Kampung Blekok kedepannya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara umum potensi kampung wisata blekok ini cukup beranekaragam. Beberapa permasalahan yang ditemukan seperti kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta promosi yang belum optimal. Permasalahan yang ditemukan tersebut dapat diatasi dengan peran serta aktif dari berbagai pihak terutama masyarakat kampung ekowisata dan budaya setempat.