cover
Contact Name
Ratih Novi Listyawati
Contact Email
ratihnovilistyawati@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
matrapolis.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37, Kampus Tegal Boto, Sumbersari, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
MATRAPOLIS : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27458520     DOI : https://doi.org/10.19184/matrapolis
Core Subject : Social, Engineering,
The MATRAPOLIS journal is an open access journal with a specialty in the area of urban and regional planning. Matrapolis publishes two numbers in one volume every year, and all accepted manuscripts will be released worldwide. The topics and scopes of the Matrapolis Journal consist of five fields, including Housing and Settlements; Urban and Rural Infrastructure; Land Use; Economic Region; Conservation and preservation.
Articles 48 Documents
Prioritas Pengembangan Wisata Pantai Paseban Kecamatan Kencong Kabupaten Jember Berbasis Persepsi Masyarakat Evi Minarsih; Rindang Alfiah; Indra Nurtjahjaningtyas
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.32931

Abstract

Paseban Beach is one of the beaches designated as nature tourism in the RTRW of Jember Regency in 2015-2035. In the strategic plan (RENSTRA) of Jember Regency for 2016-2021 Paseban Beach is also designated as nature tourism. Based on the RIPPDA document of Jember Regency in 2015, Paseban beach was designated as a natural tourism area with potential activities in the form of beach tourism. In the existing condition, the allotment of Paseban beach is used as nature tourism with massive tourism development. This is due to several factors, namely the tourism component that has not been fulfilled and human resources that are not ready for the development of Paseban beach tourism. So that many impacts occur on Paseban Beach tourism. One of the most prominent impacts on Paseban beach tourism is the problem of waste caused by tourist activities that are not balanced with the availability of tourism components and public awareness. This study uses primary data in the form of field observations and questionnaires and secondary data, namely literature studies and agency surveys. The research respondents used were sourced from tourist visits to Paseban Beach in 2015 as many as 15,000 people. Then the number of respondents was determined using the slovin technique with the results of 100 respondents. The method used in this study is a descriptive method to identify the characteristics of the tourism component of Paseban Beach and Importance Performance Analysis (IPA) to determine the priority of developing the tourism component of Paseban Beach. Based on the analysis that has been done, the results obtained are development priorities in quadrant A, namely gazebos, sign boards and tourist maps.
Mitigasi dan Analisis Tingkat Risiko Bencana Banjir di Kabupaten Situbondo Irham Zulfi Maulana; Sri Sukmawati; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.37551

Abstract

Kabupaten Situbondo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi bencana banjir berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan. Kabupaten Situbondo belum memiliki kajian terkait pemetaan tingkat risiko banjir dan perangkat rencana mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada tingkat risiko bencana banjir, memetakan tingkat risiko bencana banjir, dan menentukan upaya mitigasi yang dapat dilakukan dalam pengurangan risiko bencana banjir di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini dilakukan dengan analisis AHP untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap risiko banjir. Analisis spasial dilakukan untuk memetakan tingkat risiko banjir. Serta analisis SWOT yang digunakan untuk menentukan upaya mitigasi banjir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat risiko banjir yaitu penggunaan lahan dan curah hujan. Dari analisis spasial didapat 5 tingkat risiko banjir di Kabupaten Situbondo. Serta terdapat 3 upaya strategi yang dapat diterapkan dalam upaya mitigasi banjir di Kabupaten Situbondo.
Dilemma Pembentukan Institusi Bank Tanah: Pemerataan Sosial atau Pertumbuhan Ekonomi? Afwan Anantya Prianggoro; Retno Widodo Dwi Pramono
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.37226

Abstract

Agenda utama manajemen pertanahan Indonesia adalah reforma agraria yang mengkonsolidasikan dan mendistribusikan tanah untuk pemerataan dan keadilan sosial. Selain memperkuat institusi kelembagaan yang ada, Indonesia membentuk bank tanah yang salah satu tugas utamanya ialah menyediakan tanah untuk kepentingan investasi dan ekonomi. Bagi sebagian orang, tujuan bank tanah mengganggu praktik manajemen pertanahan di Indonesia karena berseberangan dengan tujuan reforma agraria. Sehingga pertanyaan penelitian yang perlu dijawab ialah apa saja kelebihan dan kelemahan praktek bank tanah di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan besar tersebut, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi keuntingan dan kelemahan praktek bank tanah di Indonesia. Dengan mengidentifikasi keuntungan dan kelemahan praktek bank tanah, maka keluaran penelitian ini diharapkan memberikan rekomendasi sebagai upaya peningkatan kualitas kebijaakan bank tanah. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif menggunakan analisis deskriptif. Sumber data berasal dari sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibentuknya bank tanah salah satu keuntungannya adalah menyelesaikan permasalahan lahan, lingkungan dan tata ruang. Sedangkan kelamahan praktek bank tanah di Indonesia adalah berpotensi inkonstitutional dan over kewenangan. Sehingga, dari temuan kelemahan praktek bank tanah, maka rekomendasi bagi pemerintah agar memperjelas fungsi dan tujuan bank tanah sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Perancangan Cottage Wisata Pantai Tanjung Papuma dengan Konsep Building As Nature Dano Quinta Revana
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.39366

Abstract

Perkembangan arus wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri semakin meningkat, sehingga perlu ditingkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana, salah satu nya adalah penginapan. Building as nature menjadi konsep perancangan cottage dan interior yang menjadi salah satu jawaban untuk menyatukan alami cottage terutama interior dengan lingkungan sekitar sehingga wisatawan yang menginap dapat merasakan suasana ruang luar pada ruang dalam. Perancangan ini dilakukan tahap analisis sebelum perancangan, meliputi studi literatur, studi komparasi, dan observasi lapangan yang selanjutnya data tersebut dapat diolah menghasilkan sintesis dan simpulan, yang kemudian menjadi sebuah konsep umum dan dikembangkan menjadi suatu desain skematik akhir yang sesuai dengan metodologi perancangan yang digunakan. Pada produk desain mewadahi aktivitas berwisata, khususnya aktivitas untuk menginap. Banyaknya wisatawan yang menginap dari wisatawan rombongan, keluarga, perorangan, dan pasangan sehingga membutuhkan kebutuhan desain yang sesuai dengan penginap dan interior yang bernuansa alami untuk menyatukan ruang luar dengan ruang dalam melalui pemilihan material, memaksimalkan view ke luar, memaksimalkan penghawaan, pencahayaan, dan warna alami dengan mengandung unsur-unsur dan prinsip-prinsip interior, serta memperhatikan tampilan cottage berkonsep building as nature.
Penggunaan Web Scraping dalam Mengetahui Jangkauan Pelayanan Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Jember Adhitya Ferdiansyah Murdiyanto
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.39685

Abstract

The population growth in Jember Regency which increases every year causes the need for educational facilities. In a period of 21 years, the population of Jember Regency has increased by 13.76%. Based on the Central Statistics Agency, the average length of schooling in Jember Regency is still below the average for the Province of East Java. This indicates a problem with the education system in Jember Regency. Another problem is the lack of synchronization between the data on the number of educational facilities and the data on educational locations. Big data analysis is one of the solutions to overcome this. One analysis that can be easily developed is web scraping. Where in the use of web scraping it provides features that are easy to use by all groups. In this study, researchers used web-scraping to collect data on the number of educational facilities and to analyze the radius of education services in Jember Regency. The web-scraping results show that the total number of educational facilities in the district is 665 units. There are 289 SD facilities, 277 SMP facilities and 127 SMA facilities. The nearest neighbor analysis results obtained a value of 0.562 which is included in the grouped classification. From the results of the service radius, 95.54% of educational facilities have served settlements and 4.46% have not been served by educational facilities
Identifikasi Dampak Kepadatan Penduduk Pada Permukiman Kumuh Kecamatan Tambora Terhadap Karakteristik Sosial Masyarakat Rahmadillah Safitri
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.22279

Abstract

Kecamatan Tambora merupakan salah satu kecamatan yang berada di Jakarta Barat. Kecamatan ini merupakan kecamatan terpadat se Indonesia bahkan se-Asia Tenggara. Dengan kepadatan ini membuat Kecamatan Tambora memiliki banyak permukiman kumuh yang tumbuh dengan organik, hal ini disebabkan populasi yang terdapat pada kecamatam ini terus meningkat. Hal ini berdampak pada banyak hal, terutama masalah sosial seperti tingkat pendidikan, dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui populasi penduduk yang ada di Permukiman Kumuh Kecamatan Tambora, masyarakat yang tinggal di Permukiman Kumuh Kecamatan Tambora, interaksi sosial yang tercipta antar masyarakat, dan dampak penduduk terhadap penduduk permasalahan sosial. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu tertentu. dengan data yang dikumpulkan melalui literatur, jurnal, dan survei sekunder dengan tujuan mendapatkan informasi. Dalam penelitian ini peneliti mendeskripsikan mengenai karakterisik masyarakat dan interakasi sosial serta dampak populasi yang terjadi di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Dampak dari penduduk ini sangat banyak terutama dalam hal masalah sosial. Kecamatan Tambora merupakan kecamatan dengan tingkat kebakaran yang tinggi, pendidikan yang rendah yang menunjukkan adanya pengangguran dan kriminalitas, krisis sosial yang terjadi, dan Covid-19 yang menjadi paling mendesak karena tidak adanya ruang untuk dan survei sekunder dengan tujuan mendapatkan informasi. Dalam penelitian ini peneliti mendeskripsikan mengenai karakterisik masyarakat dan interakasi sosial serta dampak populasi yang terjadi di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Dampak dari penduduk ini sangat banyak terutama dalam hal masalah sosial. Kecamatan Tambora merupakan kecamatan dengan tingkat kebakaran yang tinggi, pendidikan yang rendah yang menunjukkan adanya pengangguran dan kriminalitas, krisis sosial yang terjadi, dan Covid-19 yang menjadi paling mendesak karena tidak adanya ruang untuk dan survei sekunder dengan tujuan mendapatkan informasi. Dalam penelitian ini peneliti mendeskripsikan mengenai karakterisik masyarakat dan interakasi sosial serta dampak populasi yang terjadi di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Dampak dari penduduk ini sangat banyak terutama dalam hal masalah sosial. Kecamatan Tambora merupakan kecamatan dengan tingkat kebakaran yang tinggi, pendidikan yang rendah yang menunjukkan adanya pengangguran dan kriminalitas, krisis sosial yang terjadi, dan Covid-19 yang menjadi paling mendesak karena tidak adanya ruang untuk Dampak dari penduduk ini sangat banyak terutama dalam hal masalah sosial. Kecamatan Tambora merupakan kecamatan dengan tingkat kebakaran yang tinggi, pendidikan yang rendah yang menunjukkan adanya pengangguran dan kriminalitas, krisis sosial yang terjadi, dan Covid-19 yang menjadi paling mendesak karena tidak adanya ruang untuk Dampak dari penduduk ini sangat banyak terutama dalam hal masalah sosial. Kecamatan Tambora merupakan kecamatan dengan tingkat kebakaran yang tinggi, pendidikan yang rendah yang menunjukkan adanya pengangguran dan kriminalitas, krisis sosial yang terjadi, dan Covid-19 yang menjadi paling mendesak karena tidak adanya ruang untukjarak sosial.
Strategic Approach to the Development of Cultural Tourism Potential in Penataran Village, Blitar Regency: Pendekatan Strategis terhadap Pengembangan Potensi Wisata Budaya Desa Penataran, Kabupaten Blitar Novita Sari, Diah Ayu; Badriani, Ririn Endah; Revana, Dano Quinta
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism activities have become an essential need for modern society living amidst the hustle and bustle of daily life. In Indonesia, the tourism sector has been designated as one of the national development priority programs. Priyanto (2016) stated that tourism has now become a growing trend within society. This trend shift is marked by a transition from conventional tourism to special interest tourism, such as culture-based tourism villages. One example is Penataran Village, which, according to Article 45 of Regional Regulation (PERDA) No. 5 of 2013 on the Spatial Plan (RTRW) of Blitar Regency, is designated as a cultural and scientific tourism area. However, Ardian (2018) highlighted that the quality of tourism development in Blitar Regency remains suboptimal. The issues include a lack of supporting infrastructure, low human resource capacity in the tourism sector, limited facilities, weak community awareness of the importance of tourism, and inadequate promotion efforts. These factors have led to stagnation in the development of several tourist destinations. This is also reflected in the Strategic Plan (RENSTRA) of the Blitar Regency Office of Tourism, Culture, Youth, and Sports for the years 2016–2021, which states that efforts in cultural preservation and development have yet to be fully optimized. This research is intended to identify the components and characteristics of cultural tourism in Penataran Village, as well as to formulate development strategies suited to the existing conditions. A qualitative data analysis approach is used to identify tourism characteristics, while the SWOT analysis method is applied to formulate development strategies. The research findings resulted in four key strategies: (1) Utilizing tourism potential through government-initiated programs to attract visitors; (2) Providing accommodation areas and souvenir centers near the tourist site to enhance the local economy; (3) Supervising and maintaining existing facilities; and (4) Positioning Penataran’s cultural tourism area as an educational destination offering historical and cultural values.
Mapping the Flood Vulnerability Levels in the Ciliwung River Basin, Bogor City: PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI CILIWUNG KOTA BOGOR sri, Sri Rejeki O.laoli; Wiwik Yuniarni; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Between 2013 and 2023, floods were Indonesia's most frequent and impactful disasters. In Bogor City, the high intensity of flooding has led to significant economic losses, infrastructure damage, and casualties. Aside from heavy rainfall, one of the main contributing factors is land use change. The area that has undergone the most significant land use transformation is the Ciliwung River Watershed in Bogor City, which has resulted in the watershed functioning suboptimally. Over the past seven years, 160 recorded flood events in Bogor City have been recorded, indicating that this issue has become increasingly complex and requires a strategic and practical management approach. One effort to mitigate the impact of flooding is mapping flood vulnerability within the Ciliwung Watershed. Between 2013 and 2023, floods were the most frequent and impactful disasters in Indonesia. In Bogor City, the high intensity of flooding has resulted in significant economic losses, damage to infrastructure, and casualties. In addition to heavy rainfall, changes in land use have been a major contributing factor. The Ciliwung River Watershed in Bogor City has experienced the most significant land use transformation, which has led to the watershed functioning suboptimally. Over the past seven years, 160 flood events have been recorded in Bogor City, indicating that this issue has grown increasingly complex and requires a strategic and practical management approach. To mitigate the impact of flooding, one initiative has been to map flood vulnerability within the Ciliwung Watershed. This process aims to assess vulnerability levels across the area and identify strategies to reduce the risk of flood disasters. Therefore, this study aims to determine the level of flood vulnerability using scoring and overlay methods and identify priority flood management strategies suitable for implementation in Bogor City. Based on the analysis, vulnerability levels in Bogor City are categorized into four classes. The most appropriate strategy for managing floods in the Ciliwung Watershed is to optimize existing strengths and opportunities to enhance flood resilience.
Analysis of the Suitability of the Pulo Terminal Location: Analisis Kesesuaian Lokasi Terminal Pulo Gadung Andini, Shivanka; Sukmawati, Sri; Prasetiyo
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Pulo Gadung merupakan terminal angkutan umum yang menjadi salah satu tittik simpul. Terminal Pulo Gadung merupakan terminal penumpang dengan tipe B dengan luas keseluruhan 35.196 . Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian antara kondisi eksisting terminal tipe B dengan Peraturan Menteri 40 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan dan mengidentifikasi kesesuaian lokasi terminal berdasarkan Peraturan Menteri 24 Tahun 2021. Metode yang digunakan untuk kondisi eksisting menggunakan analisis deskriptif evaluatif, sedangkan untuk kesesuaian lokasi menggunakan analisisi overlay. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat beberapa fasilitas yang tidak sesuai dengan Standar Pelayanan Terminal, sedangkan hasil dari kesesuaian lokasi bahwa Terminal Pulo Gadung sudah sesuai dengan peruntukkannya yaitu pada zona transportasi dan berada pada jaringan trayek.
Alternative Locations for Final Processing Sites (TPA) Based on Geographic Information Systems in Jember Regency: Penentuan Alternatif Lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Jember Pangestuti, Ajeng; Badriani, Ririn Endah; Listyawati, Ratih Novi
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jember Regency is a region located in East Java that is currently experiencing continuous population growth each year. This increase has a direct impact on the volume of waste generated. One of the resulting issues is the continued use of an outdated Final Processing Site (TPA), which causes disturbances to nearby communities, including air pollution and potential disease transmission. The overcapacity condition of the TPA, with waste piles reaching approximately 25 meters high, poses a serious threat to the environment if not addressed properly. Therefore, this study was conducted to identify alternative locations for a new TPA that meet technical, social, and environmental feasibility criteria within the Jember area. The study also examines the current waste management characteristics in the region to support a more efficient and sustainable waste management system. The methods used include Descriptive Analysis, Analytical Hierarchy Process (AHP), and GIS-based Weighted Overlay Analysis. AHP was applied to determine the weight and priority of each criterion in the TPA site selection process, which then served as input for the Weighted Overlay Analysis to generate potential locations. Based on the analysis results, Jombang District and Ajung District were identified as the most suitable areas for the development of a new TPA. The findings of this study are expected to serve as a reference for determining more appropriate and data-driven TPA site selections in Jember Regency.