cover
Contact Name
Mia Wimala
Contact Email
miasoejoso@unpar.ac.id
Phone
+6222-2032655
Journal Mail Official
josc@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No.94, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Bandung, Provinsi Jawa Barat, 40141
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Sustainable Construction
ISSN : 29644437     EISSN : 28082869     DOI : https://doi.org/10.26593/josc
Core Subject : Engineering,
The Journal of Sustainable Construction (JoSC) is a double-blind peer-reviewed and open access journal that provides a venue for publishing original research articles focusing on promoting and advancing the research and applications of sustainable construction from both empirical and theoretical perspectives. The scope of the journal is as below but NOT LIMITED to: Construction management Project delivery system Green construction material, method, and technology Construction information technology Asset management and infrastructure Construction policy, law, and contract Construction risk management Human resources management Disaster risk management Construction automation
Articles 90 Documents
Greening Nigeria’s Cities: A Case Study on Renewable Energy in Sustainable Urban Development Unegbu, Hyginus; Yawas, Danjuma Saleh; Dan-asabe, Bashar; Alabi, Abdulmumin Akoredeley
Journal of Sustainable Construction Vol 4 No 2 (2025): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v4i2.8867

Abstract

This study examines how renewable energy can be used in sustainable building projects in three major Nigerian cities: Lagos, Abuja, and Port Harcourt. It looks at the potential of solar panels (PV systems), wind energy, and converting biomass waste into energy to reduce both energy use and greenhouse gas emissions. To gather insights, the research involved interviews, site visits, and computer simulations using energy modelling software. The analysis included cost-benefit studies, sensitivity checks, and life cycle assessments to measure both economic and environmental outcomes. Results show that solar PV systems are the most efficient, cutting energy use by 25% to 35% and paying for themselves in 6 to 8 years. Biomass energy showed good potential in industrial areas, while wind energy is less common due to high upfront costs and slower returns. The study highlights key challenges such as high starting costs, limited technical skills, and weak enforcement of energy policies. To overcome these barriers, the paper suggests increasing financial support, strengthening policy implementation, investing in local skills development, and encouraging public-private partnerships to promote the use of renewable energy in Nigerian cities.
Life Cycle Assessment of Sustainable Building Materials in The Nigerian Construction Industry Unegbu, Hyginus; Yawas, Danjuma Saleh; Dan-asabe, Bashar; Alabi, Abdulmumin Akoredeley
Journal of Sustainable Construction Vol 4 No 2 (2025): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v4i2.8869

Abstract

This study presents a comprehensive life cycle assessment (LCA) of sustainable building materials in the Nigerian construction industry, focusing on bamboo, recycled steel, and low-carbon concrete. It evaluates the environmental impacts of these materials across their entire life cycles—from raw material extraction to end-of-life disposal. A mixed-methods approach was employed: primary data were collected via interviews and surveys with industry professionals, while secondary data came from credible literature and databases. Results revealed bamboo as the most environmentally friendly, with the lowest impacts on global warming, ozone depletion, eutrophication, and resource depletion. Low-carbon concrete also offered significant environmental advantages, particularly in reducing greenhouse gas emissions. Recycled steel supported circular economy goals but had higher energy demands and emissions due to its intensive recycling process. Key barriers to adoption in Nigeria included high upfront costs, limited local availability, and inadequate regulatory support. The study recommends strengthening regulatory frameworks, offering financial incentives, boosting local production, and promoting awareness through education and training. These findings underscore the potential of sustainable materials to reduce the environmental footprint of construction in Nigeria and offer practical guidance for policymakers, industry stakeholders, and researchers committed to advancing sustainability in the built environment.
Retrofit Kolom Menggunakan Concrete Jacketing dan Steel Jacketing Pada Gedung Beton Bertulang Dengan Soft Story Tjong, Lidya Fransisca; Singh, Amardev
Journal of Sustainable Construction Vol 4 No 2 (2025): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v4i2.9220

Abstract

Ketidakberaturan struktur akibat tuntutan arsitektur, seperti perbedaan tinggi lantai yang signifikan, dapat menimbulkan kondisi soft story (ketidakberaturan vertikal tipe 1a) yang berisiko menyebabkan kegagalan pada kolom. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode retrofit kolom dalam mengatasi kondisi soft story. Tiga model dianalisis: (1) model eksisting dengan soft story pada lantai 1, (2) model 1 yaitu model eksisting dengan soft story pada lantai 1 dengan retrofit concrete jacketing, dan (3) model 2 adalah model eksisting dengan soft story pada lantai 1 dengan retrofit steel jacketing. Retrofit diterapkan pada kolom sisi terluar lantai 1, dengan analisis menggunakan metode respons spektrum pada sistem struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil analisis menunjukkan peningkatan kekakuan tingkat sebesar 26,12% pada model 1 dan 11,95% pada model 2, yang berhasil menghilangkan kondisi soft story. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas kolom yang ditunjukkan oleh penurunan nilai Demand to Capacity (D/C) Ratio masing-masing sebesar 4,11% dan 6,75%, serta peningkatan kapasitas aksial dan momen sebesar 58,58% dan 78,43% pada model 1, serta 273,11% dan 65,27% pada model 2.
Kajian Pemanfaatan Slag Feronikel dan Silica Fume Sebagai Pengganti Sebagian Semen Terhadap Kekuatan Tekan dan Tarik Belah Mortar Struktural Djayaprabha, Herry Suryadi; Joti, Sila
Journal of Sustainable Construction Vol 4 No 2 (2025): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v4i2.9223

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang semakin meningkat akan menyebabkan bertambahnya konsumsi semen secara global. Penggunaan semen sebagai material konstruksi utama menyebabkan peningkatan emisi karbon dioksida (CO2) sekitar 5-10% dari total emisi global. Emisi ini berdampak negatif terhadap lingkungan, termasuk penipisan lapisan ozon. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, perlu diupayakan material alternatif untuk dimanfaatkan sebagai bahan penggantian sebagian dari semen. Kajian ini mengevaluasi pengaruh penggantian sebagian semen dengan slag feronikel (SFN) dengan variasi sebesar 0 wt% hingga 30 wt% terhadap kekuatan tekan dan tarik belah mortar struktural. Hasil pengujian kekuatan tekan pada 28 hari menunjukkan bahwa mortar dengan substitusi SFN sebesar 0, 10, 20 dan 30 wt% memiliki kekuatan tekan sebesar 43,4 MPa, 51,5 MPa, 43,8 MPa, dan 29 MPa. Sedangkan, pada pengujian kuat tarik belah diperoleh nilai substitusi masing-masing adalah 1,4 MPa, 1,7 MPa, 1,6 MPa, dan 1,4 MPa untuk substitusi SFN sebesar 0, 10, 20 dan 30 wt%. Substitusi SFN sebesar 10 wt% memiliki kinerja terbaik yang dapat meningkatkan kekuatan tekan dan tarik belah sebesar 18,7% dan 25,4% apabila dibandingkan dengan campuran tanpa penggantian dengan SFN. Fenomena ini menunjukkan potensi pemanfaatan SFN dapat memberikan dampak positif sebagai material alternatif yang efektif untuk meningkatkan properti mekanis mortar yang lebih ramah lingkungan.
Analisis Serbuk Cangkang Kerang Sebagai Subtitusi Binder Terhadap Campuran Mortar Geopolimer Desimaliana, Erma; Ma'aruf, Asep Rahmat; Shima, Ratih Dewi
Journal of Sustainable Construction Vol 4 No 2 (2025): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v4i2.9258

Abstract

Serbuk cangkang kerang dapat dijadikan material substitusi binder dalam campuran mortar geopolimer karena memiliki kandungan senyawa kimia pozzolan yaitu kapur (CaO), alumunium oksida (Al) dan silika (Si). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serbuk cangkang kerang sebagai substitusi binder terhadap kuat tekan mortar geopolimer. Persentase substitusi serbuk cangkang kerang terhadap fly ash sebesar 0%, 20%, 40% dan 60%. Sampel uji mortar geopolimer berbentuk kubus 5 cm x 5 cm x 5 cm. Uji kuat tekan mortar geopolimer dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Dari hasil uji kuat tekan rata-rata mortar geopolimer diperoleh nilai maksimal sebesar 30,86 MPa pada subsitusi serbuk cangkang kerang dengan persentase 20% pada umur 28 hari. Semakin tinggi persentase substitusi cangkang kerang dalam campuran mortar geopolimer, maka kuat tekan rata-rata mortar geopolimer akan mengalami penurunan. Akan tetapi kuat tekan rata-rata seluruh variasi masih mencapai kuat tekan mortar tipe M di atas 17,16 MPa sesuai ASTM C270, sehingga serbuk cangkang kerang dapat direkomendasikan sebagai alternatif material konstruksi ramah lingkungan dan berkelanjutan serta diaplikasikan pada bangunan sebagai elemen dinding bata bertulang. 
Overcoming Barriers to Integrating Circular Economy in Nigerian Infrastructure Design and Construction Unegbu, Hyginus; Yawas, Danjuma Saleh; Dan-asabe, Bashar; Alabi, Abdulmumin Akoredeley
Journal of Sustainable Construction Vol 5 No 2 (2026): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v5i2.9269

Abstract

This study investigates the integration of Circular Economy (CE) principles into Nigerian infrastructure projects, identifying key barriers and proposing effective countermeasures. The research employed a mixed-methods approach, combining surveys and semi-structured interviews with 100 stakeholders, including policymakers, construction professionals, and academic experts. The analysis revealed significant barriers across economic, technical, policy, and social dimensions. Economic challenges included high initial costs and limited financial resources. Technical barriers were characterized by a lack of expertise and insufficient infrastructure for sustainable materials. Policy and regulatory obstacles highlighted inadequate policies and poor enforcement, while social barriers pointed to resistance to change and low awareness of CE benefits. Proposed countermeasures included implementing government incentives such as tax breaks and subsidies, fostering public-private partnerships to leverage combined resources and expertise, and launching education and awareness campaigns to build capacity and support for CE practices. The findings have significant implications for policymakers and industry stakeholders, emphasizing the need for a comprehensive national CE policy framework and collaborative efforts to promote sustainability. Future research should focus on the long-term impacts of CE integration and explore innovative solutions to overcome identified barriers.
Indonesia's Strategy in Infrastructure Development Maritime Through China's Belt and Road Initiative (BRI) Midiyani, Nina; Yumitro, Gonda
Journal of Sustainable Construction Vol 5 No 2 (2026): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v5i2.9638

Abstract

The improvement of global well-being and economic progress is largely driven by the development of infrastructure. An increasing number of countries, including Indonesia, recognize that investing in physical infrastructure is essential to achieving national development objectives within the global context. This article centers on Indonesia’s involvement in developing maritime infrastructure within the framework of China’s Belt and Road Initiative (BRI) and aims to analyse the strategies and efforts undertaken by states in advancing global infrastructure. This research looks at how Indonesia is improving its marine infrastructure development by taking use of its partnership with China via the BRI. To decipher the partnership's underlying political, economic, and strategic dynamics, this study technique employs literature and policy analysis. Analysis shows that Indonesia is strategically using the BRI to speed up the development of its marine infrastructure, regional connectivity, and international collaboration. 
Freight Elevator Planning for Enhanced Safety: A Case Study of Building A, Institut Teknologi Kalimantan Hijriah; Akbar, Fachreza; Depari, Andi Sahputra; Alamsyah; Panjaitan, Pianti Putriana
Journal of Sustainable Construction Vol 5 No 2 (2026): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v5i2.10213

Abstract

Building A of the Institut Teknologi Kalimantan has different rooms on each floor, necessitating the intensive movement of goods between floors. Currently, goods are transported manually via the stairs, which poses a risk of injury and is not in accordance with Occupational Safety and Health (OSH) principles [1]. According to Minister of Manpower Regulation No. 6 of 2017 and SNI 03-1739-2002, vertical transportation facilities such as freight elevators must consider safety and accessibility aspects [2]. The aim of this study is to design a safe and efficient freight elevator for Building A with a steel main structure. It has a capacity of 500 kg, carriage dimensions of 1.83 m x 1.3 m x 2.1 m, an 8 mm diameter steel sling and a 17 HP drive motor. The main structure comprises 200 x 200 x 8 x 12 mm H-beam columns, 150 x 100 x 6 x 9 mm IWF beams, and 150 x 100 x 6 x 9 mm IWF lateral bracing, while the foundation comprises 30 cm diameter bored piles, 8.6 m deep. The total estimated cost of constructing the elevator is IDR 435,615,821.74 (USD 25272.16). Risk analysis indicates that the highest potential hazard stems from overload conditions, but this can be mitigated through the installation of sensors and alarms. 
Pengaruh Penambahan Serat Polypropylene terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton Geopolimer Desimaliana, Erma; Widyaningsih, Euneke; Syafira, Tsania Hasna
Journal of Sustainable Construction Vol 5 No 2 (2026): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v5i2.10264

Abstract

Beton geopolimer merupakan material konstruksi ramah lingkungan yang memanfaatkan fly ash sebagai pengganti semen Portland. Namun, beton geopolimer masih memiliki kelemahan berupa sifat getas dan kecenderungan mengalami retak akibat beban tarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat polypropylene terhadap workability, kuat tekan, dan kuat tarik belah beton geopolimer berbasis fly ash kelas F dari PLTU Paiton. Metode penelitian ini berupa eksperimental di laboratorium dengan 36 benda uji silinder (diameter 100 mm, tinggi 200 mm) pada tiga variasi kadar serat: 0 kg/m; 0,5kg/m; dan 1 kg/m³. Campuran menggunakan larutan NaOH 8 M dan Na₂SiO₃ dengan rasio 2:1, proporsi filler 60% dan binder 40%, serta perawatan membrane curing. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa penambahan serat menurunkan workability campuran secara signifikan. Kuat tekan tertinggi pada umur 28 hari diperoleh pada campuran tanpa serat yaitu 24,08 MPa. Penambahan serat 0,5 dan 1 kg/m³ ternyata menurunkan kuat tekan masing-masing sebesar 16,17% dan 23,00%. Sebaliknya, kuat tarik belah meningkat sebesar 18,11% dan 33,86% dengan nilai tertinggi 3,40 MPa pada kadar serat 1 kg/m³. Hasil tersebut menunjukkan bahwa serat polypropylene lebih efektif untuk meningkatkan ketahanan retak dan kapasitas tarik belah daripada untuk meningkatkan kuat tekan pada campuran beton geopolimer yang diteliti.
Identifikasi Determinan Keputusan Pengembang dan/atau Pengelola Apartemen dalam Penerapan Bangunan Hijau di Kota Bandung Wimala, Mia; Wirakusumah, Rizkitaama Arif
Journal of Sustainable Construction Vol 5 No 2 (2026): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v5i2.10269

Abstract

Penerapan konsep bangunan hijau menjadi semakin penting seiring meningkatnya dampak perubahan iklim dan kebutuhan akan pembangunan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan yang memengaruhi keputusan pengembang dan/atau pengelola apartemen sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam penerapan bangunan hijau di Kota Bandung. Melalui kajian literatur, ditambah dengan wawancara semi terstruktur, penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa keputusan penerapan bangunan hijau dipengaruhi oleh tujuh determinan yaitu Kebijakan dan Dukungan Pemerintah, Determinasi Ekonomi dan Sosial, Kepedulian terhadap Lingkungan, Teknologi dan Inovasi Bangunan Hijau, Dukung dan Kompetensi SDM, Strategi Pemasaran dan Keunggulan Properti, serta Organisasi dan Tata Kelola Bangunan Hijau. Beberapa rekomendasi strategis juga berhasil dirumuskan khususnya untuk meningkatkan penerapan bangunan hijau di gedung-gedung apartemen di Kota Bandung. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembang dan/atau pengelola apartemen dalam mengambil keputusan dan merumuskan program strategis yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.