cover
Contact Name
Ira Cinta Lestari
Contact Email
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Phone
+628196029417
Journal Mail Official
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jalan STM No. 77, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia 20146
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
ISSN : 14119986     EISSN : 26142996     DOI : https://doi.org/10.30743/ibnusina
Core Subject : Humanities, Health,
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara merupakan jurnal yang memiliki cakupan keilmuan dalam bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, dan ilmu perilaku dan terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Terbitan pertama adalah bulan Januari 2020. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan menerima naskah dengan topik bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, ilmu perilaku, dan topik lainnya yang relevan.
Articles 233 Documents
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN ASFIKSIA DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBINEMIA PADA NEONATUS DI RSIA ANANDA MAKASSAR TAHUN 2022: THE RELATIONSHIP BETWEEN GENDER AND ASPHYXIA WITH THE INCIDENCE OF HIPERBILIRUBINEMIA AT RSIA ANANDA MAKASSAR IN 2022 Astrid Putri Shafira; Purnamaniswaty Yunus; Arlina Wiyata Gama; Henny Fauziah; Abdul Rahim Yunus
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1124

Abstract

Hiperbilirubinemia pada neonatus merupakan kondisi yang sering terjadi pada minggu pertama kehidupan. Sebagian besar bersifat fisiologis, namun dapat berkembang menjadi patologis dan menimbulkan komplikasi serius seperti kernikterus apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dan asfiksia dengan kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda Makassar Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 373 neonatus yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan data rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 207 neonatus berjenis kelamin laki-laki dan 166 neonatus berjenis kelamin perempuan. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian hiperbilirubinemia (p-value = 0,003). Sementara itu, terdapat 4 neonatus yang mengalami asfiksia dan 369 neonatus yang tidak mengalami asfiksia, dengan hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asfiksia dengan kejadian hiperbilirubinemia (p = 0,129). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus, sedangkan asfiksia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian hiperbilirubinemia.
ANALISIS FAKTOR RISIKO HIV/AIDS PADA IBU DI RSUD SELEBESOLU SORONG PAPUA BARAT 2021–2022: RISK FACTOR ANALYSIS OF HIV/AIDS AMONG MOTHERS AT SELEBESOLU HOSPITAL, SORONG, WEST PAPUA, 2021–2022 Alviani Chandra; Azizah Nurdin; Saharuddin; Ariyanto Arief; Siti Aisyah Kara
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1138

Abstract

HIV dan AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, termasuk di Provinsi Papua Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian HIV dan AIDS pada ibu di RSUD Selebesolu Kota Sorong Provinsi Papua Barat periode 2021–2022. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan case control. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan data kuesioner dan rekam medis, sehingga diperoleh total sampel sebanyak 156 responden yang terdiri atas 78 kelompok kasus dan 78 kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan seksual tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian HIV dan AIDS pada ibu (p = 0,061; p > 0,05). Sebaliknya, riwayat transfusi darah menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian HIV dan AIDS (p = 0,009; p < 0,05), demikian pula penggunaan narkoba suntik yang juga berhubungan secara signifikan (p = 0,003; p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa faktor risiko kejadian HIV dan AIDS pada ibu di RSUD Selebesolu adalah riwayat transfusi darah dan penggunaan narkoba suntik, sedangkan hubungan seksual tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Upaya pencegahan perlu difokuskan pada penguatan skrining darah, peningkatan program harm reduction, serta perluasan edukasi, tes, dan terapi dini HIV untuk menurunkan angka penularan.
CORRELATION ANALYSIS OF THE HISTOMORPHOLOGICAL SPECTRUM OF TUBERCULOUS GRANULOMATOUS INFLAMMATION WITH ACID-FAST BACILLI DENSITY: ANALISIS KORELASI SPEKTRUM HISTOMORFOLOGI RADANG GRANULOMATOSA TUBERKULOSIS DENGAN KEPADATAN INFILTRASI ACID-FAST BACILLI Delyuzar; Betty; T Kemala Intan; Arie Widiansyah Hasibuan
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1152

Abstract

The histomorphological spectrum of tuberculous granulomatous inflammation is considered to reflect bacillary replication dynamics and the host immune response. This analytic observational cross-sectional study was conducted retrospectively by reviewing secondary medical records and archived histopathology slides and paraffin blocks to assess the correlation and strength of association between tuberculous granulomatous histomorphology on Hematoxylin–Eosin staining and acid-fast bacilli (AFB) density on Modified Ziehl–Neelsen staining at the Unit Patologi Anatomik Rumah Sakit Pendidikan Prof. dr. Chairuddin Panusunan Lubis USU Medan and Rumah Sakit Columbia Asia Medan during 2023–2025, using consecutive sampling; 68 cases met the inclusion criteria. Histomorphology was categorized into epithelioid granuloma with or without Langhans-type giant cells with a necrotic mass, epithelioid granuloma with or without Langhans-type giant cells without necrosis, and acellular eosinophilic mass with inflammatory cells. AFB density was graded semi-quantitatively (0, +1, +2, +3) at 1000× magnification. Statistical analysis was performed using Fisher-Freeman-Halton exact test and Cramer’s V. Most cases were extrapulmonary (95.59%), demonstrated epithelioid granuloma with necrosis (69.12%), and showed an AFB score of +1 (67.65%). Histomorphology showed a significant correlation with AFB density (p<0.001) with a strong association (Cramer’s V=0.59), whereas correlations with organ group, age, and sex were not significant (p>0.05).