cover
Contact Name
Ira Cinta Lestari
Contact Email
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Phone
+628196029417
Journal Mail Official
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jalan STM No. 77, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia 20146
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
ISSN : 14119986     EISSN : 26142996     DOI : https://doi.org/10.30743/ibnusina
Core Subject : Humanities, Health,
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara merupakan jurnal yang memiliki cakupan keilmuan dalam bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, dan ilmu perilaku dan terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Terbitan pertama adalah bulan Januari 2020. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan menerima naskah dengan topik bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, ilmu perilaku, dan topik lainnya yang relevan.
Articles 224 Documents
GAMBARAN SINDROM PRAMENSTRUASI SISWI SMAI SINAR CENDEKIA TANGERANG SELATAN : OVERVIEW OF PREMENSTRUAL SYNDROME AMONG FEMALE STUDENTS OF SMAI SINAR CENDEKIA SOUTH TANGERANG Azzahra, Nabilla; Dewi, Andriana Kumala
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.965

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosional yang dirasakan sebelum menstruasi dan mereda saat menstruasi dimulai. Penelitian ini bertujuan menggambarkan PMS pada siswi SMAI Sinar Cendekia Tangerang Selatan tahun 2024 dengan menggunakan metode deskriptif dan desain potong lintang, serta teknik consecutive non random sampling kepada 115 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner sPAF (Shortened premenstrual assessment form) disebarkan melalui google form. Pada penelitian ini ditemukan 42 responden (36.5%) mengalami PMS derajat sedang, diikuti derajat berat (33.9%), dan ringan (29.6%). Gejala fisik paling umum adalah nyeri perut (37.4%), sedangkan gejala emosional tersering adalah mudah marah dan merasa tertekan (29.6%). Pada keluhan retensi cairan, peningkatan berat badan sering dialami (19.1%). Sementara itu, persentase tertinggi pada gejala berat dan ekstrem pada PMS adalah perasaan sedih (26.1%). Sebagian besar responden dengan PMS berusia 16 tahun, memiliki status gizi normal, usia menarche antara 11-15 tahun, lama menstruasi 3-8 hari, dan siklus menstruasi pada rentang 21-35 hari. Mayoritas memiliki riwayat keluarga PMS dan mengalami nyeri haid, tetapi hal ini tidak mempengaruhi kehadiran di sekolah. Temuan ini mengindikasikan remaja di usia sekolah banyak mengalami PMS. Diharapkan adanya peran aktif orang tua, guru, tenaga medis, dan masyarakat dalam edukasi serta penanganan PMS pada kalangan remaja.
PENGARUH PEMBERIAN TABLET FE DAN SARI KACANG HIJAU TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWI DI SMK TARUNA TEKNO NUSANTARA MEDAN TAHUN 2024: EFFECT OF GIVING FE TABLETS AND MUNG BEAN EXTRACT TOWARDS HEMOGLOBIN LEVELS ON THE FEMALE STUDENTS AT SMK TARUNA TEKNO NUSANTARA MEDAN IN 2024 Harahap, Mirna Yani; Devy, Sisca; Pangestuti, Dewi; Diba, Farah
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.974

Abstract

Kadar hemoglobin di bawah normal dikenal dengan istilah anemia, hal ini telah menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja di seluruh dunia. Pengobatan non farmakologi dengan mengkonsumsi kacang hijau dapat berperan dalam pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia karena kandungan fitokimia dalam kacang hijau sangat lengkap sehingga dapat membantu proses hematopoiesis. Penggunaan tablet Fe merupakan anjuran dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup terutama remaja putri agar terhindar dari anemia. Perbandingan pemberian tablet Fe dengan pemberian sari kacang hijau belum ditemukan hasil penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tablet Fe dan sari kacang hijau terhadap kadar hemoglobin pada siswi di SMK Taruna Tekno Nusantara Medan tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode quasi eexperiment dengan desain penelitian two group pretest-posttest, juga merupakan design kelompok eksperimen dilakukan pre-test dan diikuti intervensi, setelah beberapa waktu dilakukan post-test pada kelompok tersebut. Besar sampel 44 responden, dibagi ke dalam 2 kelompok yaitu 22 sampel kelompok kontrol dan 22 sampel kelompok eksperimen menggunakan teknik total sampling. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh pemberian tablet Fe dan sari kacang hijau terhadap kadar hemoglobin pada responden di SMK Taruna Tekno Nusantara Medan tahun 2024. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian tablet Fe dan sari kacang hijau terhadap kadar hemoglobin pada responden di SMK Taruna Tekno Nusantara Medan tahun 2024.
EFFECTIVENESS OF LOW VERSUS HIGH DOSE STATINS FOR REDUCING MAJOR CARDIOVASCULAR EVENTS: A SYSTEMATIC REVIEW AND META-ANALYSIS: EFEKTIVITAS STATIN DOSIS RENDAH DAN TINGGI TERHADAP KEJADIAN KARDIOVASKULAR MAYOR: SUATU TINJAUAN SISTEMATISDAN META-ANALISIS Ananda, Khairuman Fitrah; Sarumpaet, Abigail Christine; Sianturi, Agustina
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.981

Abstract

Coronary heart disease (CHD) remains a leading cause of global mortality. Statins are first-line therapy for reducing major adverse cardiovascular events (MACE); however, the optimal dosing strategy remains debated, particularly between ACC/AHA guidelines recommending high-dose statins and ESC guidelines favoring a stepwise approach. Asian populations with SLCO1B1 gene polymorphisms are at increased risk for statin-related adverse effects, such as myopathy and hepatotoxicity. This study aimed to assess the efficacy and safety of high-dose versus low-dose statins in reducing MACE among patients with coronary artery disease (CAD). Methods: A systematic review and meta-analysis were conducted following PRISMA 2020 guidelines. Literature searches were performed in PubMed, Embase, Cochrane Library, and Scopus (2020–2025). Ten studies (n = 43,985) were included in the final analysis. Random-effects meta-analysis was performed using Review Manager 5.4. Funnel plot asymmetry suggested potential publication bias. High-dose statins significantly reduced MACE risk (RR 0.85; p = 0.004) and LDL-C levels, but increased myopathy (OR 2.3) and hepatotoxicity risks, especially in SLCO1B1 polymorphism carriers. Low-dose statins plus ezetimibe achieved comparable LDL-C reduction with fewer adverse events. High-dose statin therapy significantly increased the relative risk of myopathy (OR 2.3; 95% CI 1.8–2.9), particularly in genetically susceptible individuals. Conclusion: High-dose statins improve cardiovascular outcomes but require close monitoring. Low-dose statins with ezetimibe offer a safer alternative, supporting personalized therapy based on genetic and clinical factors.
META-ANALYSIS OF RANDOMIZED CONTROLLED TRIALS ON FINERENONE FOR CARDIOVASCULAR OUTCOMES IN TYPE 2 DIABETES AND CHRONIC KIDNEY DISEASE: META-ANALISIS UJI ACAK TERKONTROL FINERENON TERHADAP LUARAN KARDIOVASKULAR PADA DIABETES TIPE 2 DAN PENYAKIT GINJAL KRONIK Ananda, Khairuman Fitrah; Sarumpaet, Abigail Christine; Sianturi, Agustina
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.984

Abstract

Patients with chronic kidney disease and type 2 diabetes mellitus are at high risk for cardiovascular events. Finerenone, a non-steroidal mineralocorticoid receptor antagonist, shows potential as an additional therapy with cardioprotective effects. We conducted a meta-analysis based on data from randomized controlled trials by systematically searching the PubMed and ScienceDirect databases, using the PICOS framework: chronic kidney disease and type 2 diabetes mellitus (P); finerenone (I); placebo (C); cardiovascular outcomes (O); and randomized controlled trials (S). We included articles published within the last 10 years and available in full-text format. A total of 4 RCTs were included in this analysis. Statistical analysis was performed using the Random Effect Model. The analysis showed that finerenone reduced the odds of non-fatal myocardial infarction by 9% compared to placebo (OR 0.91; 95% CI: 0.80–1.03) and reduced the risk of hospitalization due to heart failure by 17% (OR 0.73; 95% CI: 0.66–0.82). All statistical results were significant, except for non-fatal myocardial infarction. The heterogeneity level was assessed as low to moderate (I² = 10%, 0%, and 58%). Risk of bias assessment using the RoB-2 tool indicated that all included studies had a low risk of bias. Finerenone demonstrated better outcomes compared to placebo, suggesting its potential benefit in improving cardiovascular outcomes in this population.
APAKAH TRAUMA TUMPUL ABDOMEN DAPAT MENYEBABKAN RUPTUR PADA APPENDIKS YANG BERUJUNG KEMATIAN? SEBUAH LAPORAN KASUS AUTOPSI : CAN BLUNT ABDOMINAL TRAUMA CAUSE APPENDICEAL RUPTURE RESULTING IN DEATH? AN AUTOPSY CASE REPORT Indrayana, Mohammad Tegar; Soleha, Parmita; Pujianto, Heinz Cen; Harahap, Fadhlina Murhami
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1001

Abstract

Appendisitis merupakan suatu kondisi emergensi yang sering ditemukan dalam praktik pelayanan kesehatan primer maupun sekunder. Faktor risiko yang menyebabkan terjadinya appendisitis sangat beragam. Keterlambatan pasien di bawa ke rumah sakit dapat menyebabkan komplikasi serius seperti necrotizing fasciitis dan sepsis yang berpotensi menyebabkan kematian akibat infeksi sistemik. Kami melaporkan sebuah autopsi berbasis rumah sakit yang dilakukan Kelompok Jabatan Fungsional Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, Fakultas Kedokteran, Universitas Riau dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Riau (Biddokkes Polda Riau) pada seorang anak laki – laki berusia 8 tahun yang telah yang telah dinyatakan meninggal dunia selama 1 hari di Rengat, Riau, Indonesia. Penyebab kematian diduga apendisitis perforasi akibat trauma tumpul abdomen. Hasil autopsi menunjukkan ditemukan Escherichia coli pada cairan rongga perut dan histopatologi appendiks menunjukkan appendisitis supuratif akut dengan perforasi. Penyebab kematian terakhir dipastikan adalah sepsis sekunder akibat appendisitis perforasi, yang disebabkan oleh intervensi bedah yang tertunda.
ANALISIS PENGARUH PEMBINAAN PHBS TERHADAP PENGETAHUAN PHBS SISWA SD NEGERI BORONG: ANALYSIS OF PHBS COACHING INFLUENCE ON THE KNOWLEDGE OF ELEMENTARY STUDENTS AT BORONG SCHOOL Lipu, Andi Muhammad Adlan Naufal; Hartoko, Rahadi Arie; Jalaluddin, Syatirah; Rahmadhani, Rauly; Syamsuddin, Darussalam
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1007

Abstract

Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembinaan PHBS terhadap pengetahuan siswa di SD Negeri Borong. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test, melibatkan 96 siswa yang dipilih melalui metode purposive sampling. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pembinaan langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor post-test pada kedua kelompok, dengan peningkatan lebih tinggi pada kelompok pembinaan langsung. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi (p<0,05). Sementara itu, uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa metode pembinaan langsung lebih efektif dibandingkan metode tidak langsung, meskipun perbedaannya tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa pembinaan PHBS efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa, sehingga implementasinya di sekolah perlu dioptimalkan untuk mendukung pembentukan perilaku hidup sehat.
TINJAUAN NARATIF : PATOFISIOLOGI OTITIS MEDIA SEROSA TERKAIT PERAN DISFUNGSI TUBA EUSTACHIUS: NARRATIVE REVIEW : PATHOPHYSIOLOGY OF SEROUS OTITIS MEDIA RELATED TO THE ROLE OF EUSTACHIAN TUBE DYSFUNCTION Mahira, Rona Nasywa; Hernawan, Budi; Astutik, Sri Dewi; Winarno, Chelsa Destra Putri; Suharyono, Cinta Nurul Husna Putri; Zahra, Aura Lintang
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1014

Abstract

Otitis media serosa (OME) merupakan kondisi peradangan telinga tengah tanpa tanda infeksi akut yang ditandai dengan adanya efusi persisten. Disfungsi tuba Eustachius (TE) berperan penting dalam patogenesis OME karena mengganggu ventilasi dan drainase telinga tengah. Artikel ini bertujuan menjelaskan peran disfungsi TE dalam patofisiologi OME berdasarkan temuan ilmiah terbaru. Kajian dilakukan melalui penelusuran literatur di PubMed dan Google Scholar (2021–2025) menggunakan kata kunci “otitis media serosa” dan “disfungsi tuba Eustachius”. Delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Seluruh studi menunjukkan hubungan kuat antara disfungsi TE dan OME. Faktor obstruktif seperti hipertrofi adenoid, deviasi septum, dan massa sinonasal menurunkan ventilasi telinga tengah, sedangkan faktor non-obstruktif seperti refluks gastroesofageal dan infeksi SARS-CoV-2 memperburuk fungsi TE melalui mekanisme inflamasi. Intervensi medis dan bedah terbukti memperbaiki fungsi TE serta menurunkan efusi, meski beberapa kasus memerlukan pendekatan multimodal. Disfungsi TE merupakan faktor sentral dalam patogenesis OME melalui kombinasi mekanisme obstruktif dan inflamasi. Pemahaman mendalam tentang proses ini penting untuk menentukan terapi komprehensif dan mencegah kekambuhan.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN MALARIA DI DESA BAGAN KUALA KECAMATAN TANJUNG BERINGIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2023: RISK FACTORS OF MALARIA INCIDENCE IN BAGAN KUALA VILLAGE, TANJUNG BERINGIN SUB-DISTRICT SERDANG BEDAGAI REGENCY IN 2023 Kaharudin, Rosmiati; Bestari, Ramadhan; Pangestuti, Dewi; Damanik, Rosa Zorayatamin
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1016

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria di Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control study, melibatkan responden positif malaria sebagai kelompok kasus dan responden negatif malaria sebagai kelompok kontrol. Data primer diperoleh melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square atau uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan sekitar rumah (p = 0,196), kondisi fisik rumah (p = 0,053), serta perilaku pencegahan malaria (p = 0,396) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian malaria (p > 0,05). Karakteristik responden menunjukkan sebagian besar berusia 26–35 tahun (28,1%), berjenis kelamin perempuan (54,6%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (34,3%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan, kondisi fisik rumah, dan perilaku pencegahan tidak terbukti sebagai faktor risiko pada wilayah penelitian, sehingga kemungkinan terdapat faktor lain yang berkontribusi terhadap penularan malaria di Desa Bagan Kuala.
INTOKSIKASI ALKOHOL AKUT MENYEBABKAN ASFIXIA: LAPORAN KASUS FORENSIK: ACUTE ALCOHOL INTOXICATION CAUSING ASPHYXIA: A FORENSIC CASE REPORT Indrayana, Mohammad Tegar; Putri, Maisarah Effajri; Lestari, Trinasti; Mayanti, Vika; Pujianto, Heinz Cen
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1024

Abstract

Intoksikasi alkohol akut merupakan keadaan klinis akibat konsumsi etanol berlebihan dalam waktu singkat yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian. Kami melaporkan sebuah autopsi berbasis rumah sakit yang dilakukan oleh Kelompok Jabatan Fungsional Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Riau bekerja sama dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Riau (Biddokkes Polda Riau) pada seorang laki-laki berusia 41 tahun yang ditemukan meninggal di depan tempat hiburan malam dengan mulut mengeluarkan buih putih. Laporan ini bertujuan untuk menyoroti peran pemeriksaan forensik dan toksikologi dalam menegakkan penyebab kematian akibat intoksikasi alkohol akut dengan manifestasi asfiksia yang menonjol. Pemeriksaan luar menunjukkan tanda asfiksia berupa sianosis dan kongesti konjungtiva, disertai buih putih dari mulut dan hidung serta cairan putih dari lubang kemaluan. Pada autopsi ditemukan cairan berbau manis dengan iritasi mukosa lambung, bercak perdarahan pada jantung, pelebaran pembuluh darah otak, dan cairan berbusa pada paru-paru. Analisis toksikologi menunjukkan kadar etanol darah perifer 167,459 mg/dL dan darah jantung 194,867 mg/dL, yang termasuk dalam rentang intoksikasi. Mekanisme kematian diduga akibat depresi sistem saraf pusat yang menyebabkan paralisis pernapasan dan asfiksia.
PENDEKATAN DIAGNOSIS LESI KISTIK REGIO COLLI: DIAGNOSTIC APPROACH OF CYSTIC NECK LESION Wijayanti, Arini Rizky; Setiyandari, Bernadeta Hernik; Saputra, Lili Ananta
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1036

Abstract

Lesi kistik di regio colli merupakan temuan klinis yang sering dijumpai dan memiliki variasi etiologi yang luas, mulai dari kelainan bawaan, infeksi dan neoplasma. Penegakan diagnosis yang tepat sangat penting untuk menentukan terapi yang sesuai dan mencegah komplikasi. Tinjauan pustaka naratif ini dilakukan melalui pencarian literatur pada Google Scholar antara tahun 2015–2025 dengan kata kunci: “cystic neck lesion”, “neck cyst”, “diagnostic approach”, “ultrasound”, “CT”, “MRI”, dan “fine needle aspiration”. Kriteria inklusi meliputi artikel yang membahas aspek diagnostik lesi kistik leher pada manusia, berbahasa inggris atau indonesia, dan diterbitkan tahun 2015–2025. Artikel yang tidak relevan, duplikasi, atau tanpa akses teks penuh dikeluarkan. Dari 17.100 artikel, 29 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara kualitatif. Pemeriksaan klinis dengan pendekatan lokasi, pencitraan (ultrasonografi/ USG, CT scan, MRI) dan sitopatologi (fine needle aspiration biopsy/ FNAB) memiliki peran komplementer dalam diagnosis lesi kistik di regio colli. Pemeriksaan USG merupakan modalitas pemeriksaan penunjang awal paling efektif, sementara CT scan/MRI memberikan karakterisasi lebih mendalam dan menilai keterlibatan jaringan sekitar. Pemeriksaan FNAB membantu membedakan proses infeksi dan neoplasma, meskipun sensitivitasnya menurun pada lesi yang bersifat kistik. Kombinasi multimodal meningkatkan akurasi diagnostik. Kesimpulan: Pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan data klinis, radiologis, dan sitopatologis disarankan untuk diagnosis komprehensif lesi kistik ldi regio colli.