cover
Contact Name
Ira Cinta Lestari
Contact Email
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Phone
+628196029417
Journal Mail Official
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jalan STM No. 77, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia 20146
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
ISSN : 14119986     EISSN : 26142996     DOI : https://doi.org/10.30743/ibnusina
Core Subject : Humanities, Health,
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara merupakan jurnal yang memiliki cakupan keilmuan dalam bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, dan ilmu perilaku dan terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Terbitan pertama adalah bulan Januari 2020. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan menerima naskah dengan topik bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, ilmu perilaku, dan topik lainnya yang relevan.
Articles 258 Documents
EFEKTIVITAS EDUKASI TABIR SURYA TERHADAP PENGETAHUAN PEDAGANG PASAR SARINONGKO PRINGSEWU : THE EFFECTIVENESS OF SUNSCREEN EDUCATION ON THE KNOWLEDGE OF MARKET VENDORS AT SARINONGKO MARKET PRINGSEWU Qatrunnada Jasmine Jauza; Irene Dorthy Santoso
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1078

Abstract

Pedagang pasar, merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan sinar ultraviolet (UV) karena aktivitas mereka yang sebagian besar dilakukan di luar ruangan tanpa perlindungan yang memadai. Paparan sinar UV bersumber utama dari matahari yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kulit seperti kemerahan, penuaan dini, hingga risiko kanker kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan tentang tabir surya yang dilakukan kepada pedagang di Pasar Sarinongko Pringsewu sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Penelitian ini menggunakan studi analitik kuasi eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sebanyak 80 pedagang dipilih menjadi responden melalui teknik consecutive non-random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berisi 15 pertanyaan yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi edukasi yang dilakukan secara langsung dengan media leaflet. Analisis data dengan menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 29, Uji statistik Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai (p<0,05) dengan effect size yang tinggi (r = 0,83), hal ini mengindikasikan bahwa edukasi mengenai tabir surya efektif meningkatkan pengetahuan pedagang di Pasar Sarinongko Pringsewu tentang pentingnya penggunaan tabir surya sebagai perlindungan terhadap paparan sinar UV. Edukasi dan penyuluhan secara rutin sangat dianjurkan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terkait tabir surya.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI DESA CIGADUNG, KABUPATEN BREBES: THE CORRELATION BETWEEN MOTHER'S ATTITUDE AND KNOWLEDGE OF STUNTING INCIDENCE IN CIGADUNG VILLAGE, BREBES REGENCY Vernika Angelina Prabandari; Eni Suhaeni; Thysa Thysmelia Affandi
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1081

Abstract

Stunting yakni perawakan tubuh pendek pada anak usia di bawah lima tahun dan secara global masih menjadi masalah malnutrisi kronis pada anak-anak. Asia memiliki persentase stunting tertinggi sebesar 53% dan kejadian stunting di Indonesia masih jauh dari angka yang ditargetkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara sikap dan pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting di Desa Cigadung, wilayah kerja Puskesmas Cikakak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, pendekatan cross sectional, dan bersifat korelasional. Sampel penelitian sejumlah 200 orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh menggunakan kuesioner dan pengukuran tinggi badan anak secara langsung. Uji analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menggunakan uji korelasi Rank Spearman bahwa terdapat hubungan antara sikap ibu (ρ = 0.783; p= 0.000) dan pengetahuan ibu (ρ = 0.936; p = 0.000) dengan kejadian stunting. Kesimpulannya, terdapat hubungan antara sikap dan pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting di Desa Cigadung, Wilayah Kerja Puskesmas Cikakak.
GAMBARAN HASIL SITOLOGI BIOPSI ASPIRASI JARUM HALUS PADA BENJOLAN LEHER DI RS SRI PAMELA TEBING TINGGI TAHUN 2021-2025: THE RESULTS OF FINE NEEDLE ASPIRATION BIOPSY CYTOLOGY ON NECK LUMPS AT SRI PAMELA TEBING TINGGI HOSPITAL IN 2021-2025 Suryani Eka Mustika
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1100

Abstract

Diagnosa benjolan di leher memiliki kendala tersendiri karena adanya beberapa organ di leher. Kasus peradangan seperti tuberkulosa maupun keganasan yang bermanifestasi pada leher semakin meningkat. Pemeriksaan sitologi leher yang direkomendasikan untuk diagnostik pra bedah yaitu biopsi aspirasi jarum halus. Pemeriksaan ini minim resiko dan dapat memberikan hasil diagnosa lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil sitologi biopsi aspirasi jarum halus benjolan leher pasien Rumah Sakit Sri Pamela dari tahun 2021-2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling kasus di Patologi Anatomi dari Januari 2021- Desember 2025. Benjolan pada leher berjumlah 234 kasus berasal dari kelenjar getah bening yaitu sebanyak 116 kasus (50%), kelejar liur 10 kasus (4%), jaringan lunak 22 kasus (9%), Kelenjar tiroid 65 kasus (28%), dan organ lainya 21 kasus (9%). Hasil sitologi jinak yaitu 217 kasus (92,7%), sedangkan ganas 17 kasus (7,3%). Jenis diagnosa sitologi paling banyak yaitu limfadenitis TB yaitu sebanyak 56 kasus (20%). Jumlah Kasus keganasan didapati dari metastase 12 kasus (5,3%) dan keganasan dari tiroid 5 kasus (2,14%). Kesimpulan penelitian adalah benjolan yang paling banyak dijumpai pada leher adalah limfadenitis tuberkulosis. Kasus keganasan terbanyak adalah metastasis karsinoma dan colloid goiter adalah tumor jinak terbanyak.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN PANJANG, LEBAR DAN TINGGI LENGKUNG KAKI ANAK USIA 12-15 TAHUN: THE RELATIONSHIP BETWEEN BODY MASS INDEX AND THE LENGTH, WIDTH, AND HEIGHT OF THE FOOT ARCH IN CHILDREN AGED 12–15 YEARS Saadatur Rizqillah Pasaribu; Sylvia Aisya; Nondang Purnama Siregar; Wan Muhammad Ismail; Vani Gita Pertiwi; Athika Adnani; Rifqi Hamdani Pasaribu
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1107

Abstract

Indeks massa tubuh sering digunakan sebagai acuan dalam pengkategorian berat badan. Peningkatan indeks massa tubuh mempengaruhi tinggi lengkung telapak kaki dan menyebabkan peningkatan tekanan telapak kaki yang dapat mempengaruhi ukuran dan dimensi kaki terutama panjang dan lebar kaki. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan panjang, lebar, dan tinggi lengkung telapak kaki. Metode penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional study dengan tehnik stratified random sampling. Subjek penelitian anak usia 12-15 tahun dengan jumlah sampel 81 anak. Panjang dan lebar kaki diukur dengan penggaris, tinggi lengkung telapak kaki dengan footprint yaitu Staheli Index. Hasil pengukuran dalam mean, median, standar deviasi, nilai maksimum dan minimum. Hubungan dengan menggunakan uji Spearman Correlation. Hasil penelitian diperoleh usia terbanyak 12 tahun sebanyak 23 anak (28,4%), jenis kelamin terbanyak perempuan 41 anak (50,6%), indeks massa tubuh yang terbanyak indeks massa tubuh normal sebanyak 33 anak (40,7%). Rata-rata panjang, lebar dan tinggi lengkung telapak kaki pada anak dengan indeks massa tubuh overweight dan obesitas memiliki rata-rata lebih besar dibandingkan anak dengan indeks massa tubuh normal. Uji Spearman Correlation p<0.05. Kesimpulan: terdapat hubungan signifikan indeks massa tubuh dengan panjang, lebar dan tinggi lengkung telapak kaki.
HUBUNGAN LATIHAN RESISTENSI TERHADAP FSTL1, MTOR, DAN BDNF DALAM PATOGENESIS SARKOPENIA PADA PROSES PENUAAN OTOT : RELATIONSHIP OF RESISTANCE TRAINING WITH FSTL1, MTOR, AND BDNF IN SARCOPENIA PATHOGENESIS DURING AGING PROCESS Juwita Ninda Suherman; Sri Utami; Maya Genisa; Karimullah
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1088

Abstract

Sarkopenia merupakan sindrom geriatri terkait penuaan yang ditandai oleh penurunan massa, kekuatan, dan fungsi otot rangka. Beberapa jalur molekuler, termasuk FSTL1, mTOR, dan BDNF, berperan penting dalam regenerasi, metabolisme, inflamasi, dan fungsi neuromuskular otot. Studi ini bertujuan untuk secara sistematis mengkaji hubungan keempat biomolekul tersebut dalam proses patogenesis sarkopenia serta keterkaitannya dengan intervensi latihan fisik, terutama latihan ketahanan dan latihan fleksibilitas. Pencarian bahan literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, dan ScienceDirect dengan memilih penelitian eksperimental, klinis, dan tinjauan yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa berkurangnya latihan fisik berhubungan dengan terganggunya miogenesis, sementara peningkatan FSTL1 akibat latihan berfungsi sebagai myokine yang melindungi melalui aktivasi jalur PI3K/Akt dan AMPK. Disregulasi mTOR berkontribusi pada resistensi anabolik pada orang lanjut usia, sementara penurunan BDNF memperburuk masalah neuromuskular dan metabolisme pada mitokondria. Latihan ketahanan terbukti paling ampuh dalam meningkatkan mTORC1, sintesis protein otot, serta merangsang pelepasan myokines, sedangkan latihan fleksibilitas membantu meningkatkan aliran darah, elastisitas jaringan, dan ketersediaan bio NO. Sebagai kesimpulan, interaksi FSTL1, mTOR, dan BDNF berperan penting dalam patogenesis sarkopenia. Latihan fisik terstruktur berpotensi menjadi terapi nonfarmakologis untuk memperlambat progresi kondisi ini.
EFEKTIVITAS DIAGNOSTIK FORMULIR DESKAB SEBAGAI ALAT SKRINING UNTUK SKABIES DI PONDOK PESANTREN KOTA JAMBI: DIAGNOSTIC EFFECTIVENESS OF THE DESKAB FORM AS A SCREENING TOOL FOR SCABIES IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS IN JAMBI CITY Muhammad Reza Aditya; Hanina; Nyimas Natasha Ayu Shafira; Lipinwati; Hasna Dewi
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1092

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang banyak ditemukan di lingkungan padat seperti pesantren. Deteksi dini penting untuk mencegah penularan, namun pemeriksaan baku berupa kerokan kulit memerlukan alat dan tenaga terlatih. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Formulir DeSkab sebagai alat skrining sederhana yang dapat digunakan oleh tenaga nonmedis. Penelitian potong lintang dilakukan pada 69 santri dengan keluhan gatal di lokasi khas skabies. Hasil Formulir DeSkab dibandingkan dengan pemeriksaan komposit kerokan kulit. Analisis diagnostik menunjukkan sensitivitas 85,4%, spesifisitas 52,4%, nilai prediksi positif 80,4%, nilai prediksi negatif 61,1%, dan akurasi 75,4%. Formulir DeSkab terbukti memiliki kemampuan deteksi yang baik dan konsistensi hasil yang signifikan, sehingga dapat digunakan sebagai alat skrining awal skabies di pesantren.
SKABIES DI LINGKUNGAN PESANTREN: GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU HIGIENITAS SANTRI: SCABIES IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS: A DESCRIPTIVE STUDY OF STUDENTS’ KNOWLEDGE AND HYGIENE PRACTICES Chindy Octaviani; Munauwarus Sarirah
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1112

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang masih sering ditemukan di lingkungan komunal, termasuk pondok pesantren. Pengetahuan dan perilaku higienitas santri berperan penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian skabies, namun data deskriptif mengenai kondisi tersebut masih terbatas, khususnya di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku higienitas santri pondok pesantren penderita skabies di Kota Tebing Tinggi. Penelitian deskriptif potong lintang ini melibatkan 51 santri yang terdiagnosis skabies. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk menilai pengetahuan tentang skabies dan perilaku higienitas terkait risiko penularan. Analisis dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam frekuensi serta persentase. Sebagian besar santri (64,7%) menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik mengenai skabies, namun perilaku higienitas berisiko masih ditemukan, antara lain berbagi alat shalat dan pakaian (27,5%), berbagi handuk (31,4%), dan tidur berhimpitan (43,1%). Pengetahuan dan perilaku higienitas santri penderita skabies masih perlu ditingkatkan. Temuan ini dapat menjadi dasar perencanaan program edukasi kesehatan dan intervensi promotif–preventif di lingkungan pesantren.
PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN DAN TEKANAN DARAH SEBELUM DAN SESUDAH DONOR DARAH PADA MAHASISWA FK UISU: CHANGES IN HEMOGLOBIN LEVELS AND BLOOD PRESSURE BEFORE AND AFTER BLOOD DONATION AMONG MEDICAL STUDENTS OF THE FACULTY OF MEDICINE, UISU Muhammad Salman Alfarisi; Sisca Devy; Dian Afriandi; Bambang Susanto
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1114

Abstract

Donor darah merupakan tindakan penting dalam upaya penyelamatan nyawa, namun prosedur ini dapat memengaruhi kadar hemoglobin dan tekanan darah. Perubahan fisiologis tersebut berpotensi menimbulkan efek sementara, terutama pada mahasiswa yang masih berada dalam fase perkembangan fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan kadar hemoglobin terhadap tekanan darah sebelum dan sesudah donor darah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan one-group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data diperoleh melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan Hb meter digital serta pengukuran tekanan darah menggunakan sfigmomanometer digital sebelum dan sesudah donor darah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin mengalami penurunan dari 13,70 g/dL menjadi 13,16 g/dL (p = 0,000). Tekanan darah sistolik menurun dari rata-rata 118,43 mmHg menjadi 117,03 mmHg (p = 0,018), sedangkan tekanan darah diastolik menurun dari rata-rata 78,93 mmHg menjadi 76,26 mmHg (p = 0,012). Dengan demikian, terdapat perbedaan yang bermakna pada kadar hemoglobin dan tekanan darah sebelum dan sesudah donor darah pada mahasiswa FK UISU tahun 2025.
SALAT SEBAGAI NEUROPROTECTIVE EXERCISE: TINJAUAN MEKANISME PERFUSI OTAK DAN AKTIVITAS SARAF TERHADAP FUNGSI KOGNITIF: SALAT AS A NEUROPROTECTIVE EXERCISE: A REVIEW OF CEREBRAL PERFUSION MECHANISMS AND NEURAL ACTIVITY ON COGNITIVE FUNCTION Samira Amanda; Muhammad Solehuddin; Yunisa Najswa Abdillah
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1117

Abstract

Penurunan fungsi kognitif merupakan masalah kesehatan global yang meningkat seiring bertambahnya usia. Aktivitas fisik ringan dengan unsur fokus dan relaksasi diketahui berperan dalam menjaga kesehatan otak. Salat, sebagai ibadah yang menggabungkan gerakan tubuh, pengaturan napas, dan ketenangan mental, diduga memiliki efek neuroprotective melalui mekanisme fisiologis dan elektrofisiologis. Tujuan kajian ini meninjau literatur terkait pengaruh shalat terhadap perfusi otak dan aktivitas saraf serta relevansinya terhadap fungsi kognitif. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan ResearchGate dengan kata kunci “shalat”, “cerebral perfusion”, “EEG”, dan “cognitive function”. Dari 68 artikel yang ditemukan, 6 studi memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Studi-studi menunjukkan bahwa gerakan rukuk dan sujud meningkatkan sementara perfusi otak yang diatur melalui mekanisme autoregulasi vaskular, sedangkan aktivitas saraf selama shalat memperlihatkan peningkatan gelombang alfa dan gamma yang berhubungan dengan relaksasi dan fokus. Selain itu, normalisasi kortisol dan α-amylase saliva menunjukkan aktivasi sistem saraf parasimpatis. Kombinasi efek vaskular dan neuronal ini berpotensi memperkuat cognitive resilience dan mencegah penurunan kognitif. Kesimpulan: Shalat berpotensi menjadi neuroprotective exercise yang alami dan terukur, dengan efek sinergis terhadap sistem neurovaskular dan otonom, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai model intervensi spiritual-fisik untuk pencegahan gangguan kognitif.
INJEKSI DEKSAMETASON INTRA-ARTIKULAR UNTUK MENCEGAH PROGRESIVITAS KONTRAKTUR FLEKSI ARTROGENIK PADA LUTUT TIKUS SELAMA FASE REMOBILISASI: INTRA-ARTICULAR DEXAMETHASONE INJECTION FOR THE PREVENTION OF ARTHROGENIC KNEE FLEXION CONTRACTURE PROGRESSION IN RATS DURING THE REMOBILIZATION PHASE Nico Sutanto; Otman Siregar; Iman Dwi Winanto; Stephan Udjung
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1119

Abstract

Imobilisasi sendi berkepanjangan memicu kontraktur artrogenik akibat fibrosis kapsular. Studi ini mengevaluasi efikasi injeksi deksametason intra-artikular dosis tunggal dalam mencegah kontraktur tersebut pada model lutut tikus selama fase remobilisasi. Studi ini menggunakan desain experimental pretest-posttest control group dengan 24 tikus Wistar jantan. Semua tikus menjalani 28 hari imobilisasi lutut menggunakan K-wire. Pada hari ke-28, K-wire dilepas, dan tikus dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok deksametason (injeksi tunggal deksametason natrium fosfat 0,5 mg/kg intra-artikular, 30 µL), kelompok saline (injeksi NaCl 0,9% 30 µL), dan kelompok kontrol (tanpa injeksi). PROM diukur pada baseline, setelah imobilisasi, serta setelah injeksi dan miotomi. Evaluasi histopatologis kapsul sendi posterior mencakup pengukuran ketebalan, panjang, dan jumlah sel radang. Kelompok deksametason menunjukkan rerata PROM yang signifikan lebih tinggi (130,13 ± 4,94°) dibandingkan kelompok saline dan kontrol (p < 0,001). Analisis histopatologis mengonfirmasi penurunan ketebalan kapsul dan infiltrasi sel radang, serta peningkatan panjang kapsul yang signifikan, mengindikasikan berkurangnya artofibrosis. Injeksi deksametason intra-artikular dosis tunggal efektif meningkatkan PROM dan memitigasi artofibrosis. Hal ini menunjukkan potensi deksametason lokal sebagai strategi profilaksis kontraktur artrogenik.