cover
Contact Name
Ira Cinta Lestari
Contact Email
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Phone
+628196029417
Journal Mail Official
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jalan STM No. 77, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia 20146
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
ISSN : 14119986     EISSN : 26142996     DOI : https://doi.org/10.30743/ibnusina
Core Subject : Humanities, Health,
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara merupakan jurnal yang memiliki cakupan keilmuan dalam bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, dan ilmu perilaku dan terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Terbitan pertama adalah bulan Januari 2020. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan menerima naskah dengan topik bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, ilmu perilaku, dan topik lainnya yang relevan.
Articles 224 Documents
PROFIL HEMATOLOGI PADA INFEKSI VIRUS DENGUE DI RS PKU MUHAMMADIYAH WONOSARI YOGYAKARTA: HEMATOLOGICAL PROFILE OF DENGUE VIRUS INFECTION AT RS PKU MUHAMMADIYAH WONOSARI YOGYAKARTA Nugraheti, Prita Murani; Nabila, Nabila; Mulyaningrum, Utami
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1038

Abstract

Demam berdarah merupakan penyakit demam akut yang disebabkan virus dengue (DENV), yaitu penyakit Flavivirus yang ditularkan nyamuk. Menurut Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia sebanyak 0,64% dengan prevalensi terbanyak terdapat di Provinsi Papua Tengah (3,90%). Di Kabupaten Gunung Kidul angka kesakitan DBD mencapai 245 per 100.000 penduduk di tahun 2024. Variasi dalam parameter hematologi dan biokimia seperti jumlah trombosit, kadar hematokrit, jumlah leukosit, dan jumlah limfosit dikaitkan dengan infeksi dengue. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran profil parameter pemeriksaan hematologi pada infeksi virus Dengue. Penelitian merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional yang diambil dari data sekunder pasien suspek Dengue yang dilakukan pemeriksaan Serologi Dengue, diambil secara keseluruhan dari data pemeriksaan laboratorium RS PKU Muhammadiyah Wonosari Januari-Desember 2024 sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Dari data pemeriksaan laboratorium hematologi RS PKU Muhammadiyah didapatkan sebanyak 61 pasien dengan infeksi virus dengue yang terdiri dari 26 pasien laki-laki (42,6 %) dan 35 pasien perempuan (57,4%), dengan median umur 11 tahun. Profil hematologi pada infeksi virus Dengue cenderung didapatkan leukopenia dan trombositopenia. Terdapat perbedaan signifikan secara statistik beberapa nilai parameter hematologi antara subjek perempuan dan laki-laki juga antara subjek anak dan dewasa. Angka trombosit lebih rendah pada subjek laki-laki, sedangkan nilai limfosit, angka trombosit, lebih rendah pada subjek dewasa. Profil ini dapat sebagai panduan dalam membantu mendiagnosis, memantau klinis dan tingkat keparahan pada pasien dengan infeksi virus Dengue.
PERBEDAAN PERILAKU VAGINAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN NON FAKULTAS KEDOKTERAN: DIFFERENCES BETWEEN VAGINAL HYGIENE BEHAVIOR AND PATHOLOGICAL VAGINAL DISCHARGE INCIDENCE AMONG MEDICAL AND NON-MEDICAL FACULTY STUDENTS Ani, Afri; Rahmadhani, Mayasari; Damanik, Rosa Zorayatamin; Diba, Farah
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1040

Abstract

Lebih 75% dari seluruh wanita di dunia akan mengalami keputihan paling sedikit sekali seumur hidup dan sebanyak 45% akan mengalami 2 kali keputihan atau lebih. Faktor pencetus keputihan dapat dibagi menjadi dua yaitu faktor infeksi dan faktor non-infeksi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada mahasiswi. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain studi cross sectional. Analisis pada penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square atau dengan uji alternative fisher exact test. Hasil penelitian menunjukkan Angka kejadian keputihan patologis pada fakultas kedokteran sebanyak 32 responden (61,5%) dan pada fakultas non-kedokteran sebanyak 36 responden (69,2%), mayoritas pengetahuan vaginal hygiene dengan kategori baik berada pada fakultas kedokteran sebanyak 41 responden (78,8%), mayoritas tingkat sikap vaginal hygiene yang baik berada pada fakultas kedokteran sebanyak 45 responden (86,5%), Mayoritas tindakan vaginal hygiene yang baik berada pada fakultas kedokteran sebanyak 39 responden (75%). Dalam uji chi square, ditemukan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan vaginal hygiene dengan kejadian keputihan pada mahasiswi fakultas kedokteran dan fakultas non-kedokteran (p=0,000).
RESISTENSI ANTIBIOTIK DIPENGARUHI OLEH BIOFILM PADA PENGOBATAN OTITIS MEDIA AKUT: TINJAUAN NARATIF: BIOFILM-MEDIATED ANTIBIOTIC RESISTANCE IN ACUTE OTITIS MEDIA TREATMENT: A NARRATIVE REVIEW Hernawan, Budi; Rohmah, Malihatin Nur; Zava, Muna Laila; Bimantoro, Handika Muhammad; Triyuniati, Annisa Khusnul; Masaro, Yuke
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1041

Abstract

Otitis media akut (OMA) adalah infeksi telinga yang umum terjadi pada anak-anak dengan gejala seperti rasa sakit, demam, dan gangguan pendengaran yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Meskipun antibiotik telah menjadi pilihan pengobatan utama selama ini, banyak kasus yang tidak sembuh sepenuhnya. Salah satu penyebab masalah ini adalah adanya biofilm, yaitu kumpulan bakteri yang terorganisir dalam lapisan pelindung membuatnya kebal terhadap antibiotik dan sistem kekebalan tubuh inang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa biofilm berperan penting dalam kegagalan terapi dan kekambuhan OMA. Mekanisme yang terlibat meliputi penghalang penetrasi obat, keberadaan sel persister, heterogenitas metabolik bakteri, dan transfer gen resistensi. Dampak klinis meliputi infeksi yang sering terjadi kembali, otitis media kronis, perforasi membran timpani, hingga gangguan perkembangan bicara dan kognitif pada anak-anak. Keterbatasan terapi antibiotik mendorong pengembangan pendekatan baru, seperti penggunaan agen antibiofilm non-antibiotik (misalnya N-asetilsistein), terapi faga, penghantaran obat menggunakan nanopartikel, serta pendekatan imunomodulasi. Selain itu, inovasi dalam diagnostik non-invasif dan terapi berbasis cahaya juga menunjukkan potensi yang menjanjikan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran biofilm, pengelolaan OMA perlu beralih dari sekadar mengandalkan antibiotik menjadi pendekatan multimodal yang lebih menyeluruh. Penerapan terapi inovatif diharapkan dapat mengurangi angka kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak yang terdampak.
WAKTU PENGANGKATAN SELANG DADA DINI (≤24 JAM) SETELAH OPERASI CORONARY ARTERY BYPASS GRAFT: TINJAUAN SISTEMATIS: EARLY (≤24-HOUR) CHEST TUBE REMOVAL AFTER CORONARY ARTERY BYPASS GRAFTING: A SYSTEMATIC REVIEW Orlensia; David; Nakamura, Nata
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1045

Abstract

Selang dada dipasang rutin setelah operasi coronary artery bypass graft (CABG) untuk mencegah tamponade dan efusi pleura. Namun, waktu pengangkatan optimal masih kontroversial karena pengangkatan dini berpotensi mempercepat pemulihan tetapi dikhawatirkan meningkatkan komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai keamanan, efektivitas, dan luaran klinis pengangkatan selang dada dini (≤24 jam) dibandingkan pengangkatan standar/tertunda setelah CABG. Tinjauan sistematis mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian dilakukan pada PubMed, Scopus, dan Cochrane Library untuk publikasi tahun 2000–2023, mencakup uji acak terkontrol (RCT), studi kohort, dan studi observasional pada pasien dewasa pasca-CABG. Risiko bias dinilai menggunakan RoB 2 (RCT) dan ROBINS-I (studi non-acak). Karena terdapat heterogenitas klinis dan metodologis (misalnya perbedaan ambang volume drainase, lokasi selang, serta definisi luaran), data disintesis secara naratif. Empat belas studi memenuhi kriteria inklusi. Secara umum, pengangkatan selang dada dalam 24 jam dikaitkan dengan nyeri pascaoperasi yang lebih rendah dan lama rawat inap yang lebih singkat, tanpa peningkatan bermakna pada komplikasi mayor (misalnya tamponade atau efusi yang memerlukan intervensi ulang). Faktor yang memengaruhi kelayakan pengangkatan dini meliputi lokasi selang, karakteristik/volume drainase, serta strategi manajemen perikardium. Pengangkatan selang dada dini (≤24 jam) setelah CABG tampak aman dan bermanfaat pada pasien terpilih bila diterapkan dengan protokol klinis terstandar dan pemantauan yang adekuat; keputusan tetap harus mempertimbangkan penilaian klinis individual.
DETEKSI DINI GANGGUAN MINERAL TULANG PADA PENYAKIT GINJAL KRONIK: TINJAUAN SISTEMATIK: EARLY DETECTION OF BONE MINERAL DISORDERS IN CHRONIC KIDNEY DISEASE: A SYSTEMATIC REVIEW Agustiawan; Mukmin, Sugianto; Mastari, Ekawaty Suryani; Hardigaloeh, Amanda Trixie; Susanto, Denny
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1052

Abstract

Gangguan metabolisme mineral dan tulang merupakan komplikasi penting pada pasien penyakit ginjal kronik yang berdampak pada meningkatnya morbiditas, mortalitas, dan risiko fraktur tulang. Tinjauan sistematik ini bertujuan untuk menganalisis bukti terkini mengenai peran biomarker biokimia dan pemeriksaan radiologis dalam deteksi dini CKD-MBD pada pasien CKD stadium 2–5. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, dan ScienceDirect untuk periode 2015–2025. Empat studi yang memenuhi kriteria inklusi berasal dari India, Italia, Tiongkok, dan Bangladesh, dengan desain potong lintang dan kohort prospektif. Bukti yang kami himpun menunjukkan bahwa peningkatan kadar parathyroid hormone (PTH), fosfat, alkaline phosphatase (ALP), dan fibroblast growth factor-23 (FGF-23) secara konsisten berhubungan dengan penurunan bone mineral density (BMD) serta progresivitas CKD. Kombinasi pemeriksaan biokimia dengan densitometri tulang (DXA) dan pendekatan berbasis machine learning terbukti meningkatkan akurasi diagnosis dini. Oleh karena itu, pemantauan biomarker tersebut dapat menjadi strategi penting dalam deteksi dan pencegahan CKD-MBD secara komprehensif.
HSP70 EXPRESSION AND BETHESDA CLASSIFICATION IN BUCCAL MUCOSAL CELLS OF RESIDENTS NEAR MEDAN LANDFILL: EKSPRESI HSP70 DAN KLASIFIKASI BETHESDA PADA SEL MUKOSA BUKAL PENDUDUK SEKITAR TPA MEDAN Ramadansyah; Intan, T. Kemala; Lubis, Nadjib Dahlan; Mariedina, Causa Trisna
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1056

Abstract

Chronic exposure to pollutants generated from landfill environments may induce oxidative and genotoxic stress in oral epithelial cells, while Heat Shock Protein 70 (HSP70) functions as a key cellular chaperone involved in maintaining proteostasis and mediating adaptive responses to environmental stressors. This study aimed to evaluate the association between HSP70 expression and the Bethesda 2014 cytological classification in buccal mucosal cells of residents living in proximity to the Terjun landfill in Medan, Indonesia. A cross-sectional analytical design was employed involving 100 adult participants, comprising 24 individuals residing within ≤1–3 km of the landfill and 76 residing ≥3 km away. Buccal epithelial samples were collected using sterile cytobrushes, examined using Papanicolaou staining, and assessed immunocytochemically for HSP70 expression using the Immunoreactive Score (IRS), categorized as low (≤4) or high (>4). Statistical analysis was performed with Fisher’s Exact Test at a significance level of p<0.05. The results demonstrated that 98% of samples were classified as NILM and 2% as ASC-US, with high cytoplasmic HSP70 expression identified in 5% of samples, predominantly among the exposed group; however, a statistically significant association was observed between HSP70 expression and Bethesda classification. In conclusion, the overall low HSP70 expression with slight elevation among exposed individuals suggests early adaptive epithelial responses to chronic pollutant exposure, supporting the potential role of HSP70 as a noninvasive biomarker for monitoring environmentally induced epithelial stress.
BREAKING THE CYCLE: HOW THROMBOCYTOSIS AMPLIFIES RISKS IN PERIPARTUM CARDIOMYOPATHY WITH SEVERE VALVE DYSFUNCTION: MEMUTUS SIKLUS: BAGAIMANA TROMBOSITOSIS MEMPERBESAR RISIKO PADA KARDIOMIOPATI PERIPARTUM DENGAN DISFUNGSI KATUP BERAT Laksono, Sidhi; Zheng, Tonni
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1068

Abstract

Peripartum cardiomyopathy (PPCM) is a rare but serious condition involving heart failure with reduced ejection fraction developing late in pregnancy or within five months postpartum. Thrombocytosis may increase thromboembolic risk, and severe functional mitral regurgitation (MR) from left-ventricular dilation further worsens clinical status. A 38-year-old woman, three months postpartum, presented with worsening dyspnea, orthopnea, paroxysmal nocturnal dyspnea, and leg edema. She had hypertension and dyslipidemia. Examination revealed fluid overload and elevated jugular venous pressure. ECG showed sinus tachycardia with ST-T changes, and chest X-ray demonstrated cardiomegaly with pulmonary congestion. Laboratory testing identified thrombocytosis (platelets 627,000/µL). Echocardiography revealed severe LV dilation (LVEDD 63 mm), markedly reduced ejection fraction (21%), grade 3 diastolic dysfunction, severe functional MR, and spontaneous echo contrast. This case illustrates the interaction of PPCM, reactive thrombocytosis, and severe MR, emphasizing the need for thorough cardiac–hematologic evaluation and multidisciplinary management to optimize outcomes.
ESTIMASI TINGGI BADAN BERDASARKAN ANALISA SEFALO-FASIAL PADA SUKU TAMIL DI KOTA MEDAN: CEPHALOFACIAL ANALYSIS FOR STATURE ESTIMATION IN A TAMIL POPULATION IN MEDAN Simorangkir, Saharnauli J. Verawaty; Sitanggang, Ervina Julien Hotmangiring; Lahagu, Tegar Kurnia Putra; Limbong, Murniaty Rovegy Gloria br.; Sufida
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1073

Abstract

Identifikasi sisa-sisa kerangka sangat penting dalam praktik medikolegal. Selain jenis kelamin, usia, dan garis keturunan, tinggi badan merupakan karakteristik biologis yang menggambarkan ciri seseorang. Tetapi, terkadang hanya sisa-sisa kerangka sefalo-fasial yang tersisa. Studi ini memperkirakan tinggi badan dengan menggunakan 4 pengukuran sefalo-fasial (lingkar kepala, lebar bizigomatik, lebar bigonial, dan tinggi wajah morfologis) pada 100 orang Tamil (50 laki-laki, 50 perempuan) yang berusia 21 hingga 30 tahun. Ukuran tinggi badan dan sefalo-fasial laki-laki lebih besar daripada perempuan (p<0,05). Korelasi antara tinggi badan dan dimensi sefalo-fasial dinilai menggunakan uji alternatif Spearman. Korelasi antara dimensi sefalo-fasial dan tinggi badan pada suku Tamil menunjukkan korelasi yang sangat lemah untuk lingkar kepala dan lebar bigonial pada laki-laki, serta tinggi wajah morfologis pada kedua jenis kelamin. Selain itu, terdapat korelasi yang lemah untuk lingkar kepala dan lebar bigonial pada perempuan dan lebar bizigomatik pada laki-laki dan perempuan. Satu-satunya pengukuran sefalo-fasial yang menunjukkan korelasi signifikan dengan tinggi badan pada perempuan adalah lebar bizigomatik (r=0.307; p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pada demografi perempuan Tamil di Kota Medan, tinggi badan dapat diprediksi menggunakan persamaan regresi linier yang diturunkan dari lebar bizigomatik.
HUBUNGAN PENYULUHAN KESEHATAN SADARI DENGAN PENGETAHUAN DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA: THE RELATIONSHIP BETWEEN BREAST SELF-EXAMINATION (BSE) HEALTH EDUCATION AND KNOWLEDGE OF EARLY BREAST CANCER DETECTION Mardiah; Rahman, Abd; Fauziah, Henny; Hartoko, Rahadi Arie; Syamsuddin, Darussalam
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1074

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering menyerang perempuan, sementara tingkat pengetahuan mengenai deteksi dini masih tergolong rendah, terutama di Indonesia. Pengetahuan tentang deteksi dini kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) berperan penting dalam upaya pencegahan dan penemuan kasus secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan tentang SADARI terhadap peningkatan pengetahuan deteksi dini kanker payudara pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan one group pretest–posttest yang melibatkan 83 mahasiswi kedokteran. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan responden setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang SADARI. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan tentang SADARI berperan dalam meningkatkan pengetahuan deteksi dini kanker payudara.
PERBEDAAN TEKNIK CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI KALANGAN MAHASISWA: DIFFERENCES IN HANDWASHING WITH SOAP TECHNIQUES AMONG UNIVERSITY STUDENTS Sabriya, Ayesha Azwa; Chris, Arlends
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1076

Abstract

Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan salah satu indikator penting dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang efektif mencegah penularan penyakit seperti diare dan ISPA. Namun, tingkat kepatuhan terhadap praktik CTPS yang benar masih rendah, termasuk di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan teknik CTPS antara mahasiswa kedokteran dan non-kedokteran. Penelitian dilakukan dengan desain analitik observasional potong lintang pada 75 mahasiswa di Jakarta menggunakan instrumen checklist CTPS sesuai standar World Health Organization (WHO). Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan teknik CTPS antar jurusan (p<0,001), dengan mahasiswa kedokteran memiliki nilai teknik CTPS tertinggi dibandingkan mahasiswa eksakta dan sosial. Uji lanjutan juga menunjukkan perbedaan signifikan antara kedokteran dengan eksakta (p=0,001) dan sosial (p=0,000), tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan antara mahasiswa eksakta dan sosial (p=0,171). Simpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran memiliki penguasaan teknik CTPS yang lebih baik, didukung oleh pemahaman dan pelatihan yang lebih intensif. Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi teknik CTPS yang tepat untuk meningkatkan perilaku higienis di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas.