cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 438 Documents
Penggunaan Bantuan Penyerbukan dalam Upaya Peningkatan Hasil Benih Beberapa Aksesi Mentimun (Cucumis sativus L.) Sri Ratna Ningsih Ginting; Taryono taryono
Vegetalika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.54781

Abstract

Penggunaan benih untuk budidaya akan menentukan hasil panen. Untuk meningkatkan hasil panen maka diperlukan adanya peningkatan mutu benih, dan tingginya hasil benih bernas mentimun dapat diperoleh melalui penyerbukan buatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyerbukan buatan dalam upaya meningkatkan hasil benih bernas mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT), Kalitirto, Berbah, Sleman, yang terletak pada ketinggian 130 mdpl. Penelitian berlangsung pada bulan Maret hingga Agustus 2019. Penelitian ini mengggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan 2 faktor yaitu penyerbukan buatan dan aksesi mentimun. Data pengamatan di ambil dari hasil berat biji per tanaman, jumlah biji per tanaman, berat 100 biji, dan jumlah buah per tanaman. Analisis data menggunakan uji ANOVA, dengan uji lanjut Scott-Knott tingkat kepercayaan 5%. Seluruh analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak R versi 3.5.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerbukan buatan pada mentimun memberikan perbedaan nyata pada jumlah biji per tanaman, sedangkan untuk pengamatan jumlah buah, berat biji per tanaman ataupun berat 100 biji tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata.
Kontribusi Genomika dalam Penemuan Gen Toleran Salinitas pada Tanaman Padi Bagus Herwibawa; Florentina Kusmiyati
Vegetalika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.54889

Abstract

Kendala abiotik seperti salinitas, merupakan tantangan utama yang menjadi pembatas produktivitas tanaman padi. Sifat toleran salinitas sangat kompleks dan melibatkan banyak gen. Oleh sebab itu sangat sulit menyimpulkan bagaimana tanaman padi merespon cekaman salinitas. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan kontribusi genomika dalam penemuan gen toleran salinitas tanaman padi. Saat ini, genomika telah berkontribusi dalam penemuan gen toleran salinitas tanaman padi, khususnya melalui genomika komparatif dan kajian asosiasi lintas genom. Pengembangan pangkalan data genom juga bermanfaat untuk mengidentifikasi famili gen yang berkaitan dengan toleransi salinitas antar spesies berdasarkan homologi dan sintaksis. Gen-gen toleran salinitas yang ditemukan dapat dimanfaatkan melalui silang balik berbantuan penanda, seleksi berbantuan penanda, dan seleksi genomik, namun hingga saat ini gen-gen tersebut belum secara optimal dimanfaatkan. Penggunaan teknik baru, seperti rekayasa genetika dan pengeditan genom juga menjadi metode baru dan cepat untuk menghasilkan tanaman padi toleran salinitas. Meskipun demikian, kedua pendekatan tersebut juga belum banyak memanfaatkan gen-gen toleran salinitas yang telah ditemukan. Tren penelitian pangkalan data berbasis web diperkirakan akan terus meningkat karena murah, relatif mudah, dan mampu menghasilkan data prediktif. Pangkalan data yang akan terus berkembang, tentu harus dapat dimanfaatkan oleh peneliti dan pemulia tanaman di Indonesia.
Pengaruh Pupuk Kalsium dan Kalium terhadap Pertumbuhan dan Kualitas Hasil Sawi Hijau (Brassica rapa L.) Monica Intan Aryandhita; Dody Kastono
Vegetalika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.55473

Abstract

Mustard (Brassica rapa L.) is one of vegetable that cultivated and consumed by people in Indonesia regions. Using calcium fertilizer in mustard cultivation is less important, so that it is done when symptoms of calcium deficiency affect the quality of crop yield such as tip burn. Calcium fertilization could overcome calcium deficiency, but plant will undergo potassium deficiency as side effect. Foliar application of calsium fertilizer was used to avoid negative interaction between calcium and phosphate in the soil so that good quality yield and growth could be produced. A research was conducted on August-October 2019 at Kebun Percobaan Tri Dharma, Agriculture Faculty, Gadjah Mada University, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. The research used RCBD with two factors which were the concentration of calcium fertilizer (0, 2, 4, and 6 g/l) and the second factor was the dosage of KCl fertilizer (0, 100, 200, and 300 kg/ha). Concentration showed amount of calcium fertilizer mixed in a liter of water and dosage showed amount of fertilizer applied per plant. Result of the research showed that interaction between calcium concentration and phosphate dosage did not increase mustard growth and yield but had potensial in increasing texture and taste of mustard by applying 4 and 6 g/l calcium concentration with 100 kg/ha phosphate dosage, while 2 and 4 g/l calcium concentration with 200 kg/ha dosage could increasing sweet taste in mustard. Calcium fertilizer concentration increased mustard consumption index. The more amount of phosphate fertilizer dosage applied (> 300 kg/ha) could decrease mustard fresh weight
Pengaruh Irigasi Tetes dan Mulsa terhadap Pertumbuhan Tajuk Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) di Lahan Kering Gunungkidul Melia Noor Kartika; Budiastuti Kurniasih
Vegetalika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.55590

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan tanaman yang sensitif terhadap cekaman kekeringan sehingga ketersediaan air merupakan faktor penting dalam budidaya tomat. Di lahan kering Gunungkidul, kekeringan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi saat musim kemarau dan faktor pembatas pada pertumbuhan tomat. Penggunaan irigasi tetes dengan pemberian mulsa diharapkan mampu meminimalkan efek cekaman dan mendukung pertumbuhan tomat saat musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan irigasi tetes dan jenis mulsa terhadap pertumbuhan tajuk tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Dusun Karang, Girikarto, Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta dan Laboratorium Manajemen Produksi Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan Agustus-Desember 2019. Rancangan yang digunakan yaitu split plot dengan jenis irigasi sebagai petak utama dan jenis mulsa sebagai anak petak yang terdiri dari tiga blok sebagai ulangan. Perlakuan irigasi terdiri dari irigasi tetes (500 ml/tanaman/hari) dan penyiraman manual (750 ml/tanaman/hari) serta perlakuan mulsa terdiri dari mulsa plastik hitam-perak, mulsa jerami, dan tanpa mulsa (control). Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara irigasi tetes dengan mulsa jerami  yang dapat mempercepat laju transpirasi dan meningkatkan sekapan cahaya sebesar 31,4% dibandingkan dengan perlakuan pengairan manual dan tanpa mulsa. Irigasi tetes dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, indeks luas daun serta meningkatkan laju pertumbuhan nisbi tajuk sebesar 38,8%, sementara penggunaan mulsa dapat meningkatkan laju pertumbuhan nisbi tajuk sebesar 31,6%.
Hubungan Nisbah Perakaran Dalam dengan Ketahanan Kekeringan dan Hasil Enam Kultivar Padi (Oryza sativa L.) Ahmad Zainal Abidin; Didik Indradewa
Vegetalika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.57787

Abstract

Padi merupakan komoditas penting yang mengalami peningkatan kebutuhan tiap tahun. Perluasan areal penanaman ke lahan kering adalah salah satu cara meningkatkan produksi padi. Perlu penelitian terhadap ketahanan kekeringan pada padi agar kebutuhan dapat terpenuhi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan nisbah jumlah, bobot segar, bobot kering, panjang, luas permukaan, dan volume perakaran dalam yang mempunyai hubungan dengan ketahanan kekeringan pada tanaman padi gogo secara dini. Penelitian ini dilakukan di Kebun Tridharma Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta pada bulan Maret sampai Agustus 2019. Rancangan lingkungan yang dipakai split plot dengan dua faktor yaitu perlakuan kekeringan sebagai faktor pertama dan kultivar sebagai faktor kedua. Perlakuan kekeringan terdiri dari 2 aras yaitu cukup air dengan disiram 2 hari sekali dan kekeringan dengan disiram 10 hari sekali. Kultivar padi yang digunakan terdiri dari 6 macam yaitu Unsoed Parimas, Rindang 2, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11 dan IR 64. Variabel pengamatan berupa nisbah perakaran dalam (jumlah akar, bobot segar akar, bobot kering akar, panjang akar, luas permukaan akar, volume akar) dan indeks toleransi cekaman. Terdapat hubungan nyata nisbah bobot kering perakaran dalam, nisbah panjang perakaran dalam, dan nisbah luas permukaan perakaran dalam dengan indeks toleransi cekaman hasil saat panen. Nisbah perakaran dalam tidak dapat digunakan untuk pendugaan ketahanan kekeringan tanaman padi secara dini, yaitu pada 6 mst dan 9 mst.
Keragaman Genetik 27 Aksesi Kedelai (Glycine max L. Merr.) Introduksi Subtropis berdasarkan Marka SSR Puji Lestari; Rizki Eka Putri; Innaka Ageng Rineksane; Etty Handayani; Kristianto Nugroho; Rerenstradika Tizar Terryana
Vegetalika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.58418

Abstract

Karakterisasi aksesi kedelai (Glycine max L. Merr.) dalam koleksi perlu dilakukan berdasarkan marka molekuler untuk mendukung karakter morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman genetik aksesi kedelai yang diintroduksi dari daerah subtropis menggunakan marka simple sequence repeats (SSR) yang didukung melalui informasi karakter morfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 15 SSR berhasil dideteksi polimorfismenya pada 27 aksesi kedelai dari daerah subtropis dengan total 158 alel berukuran antara 100-368 bp dengan kisaran jumlah 4-18 alel per lokus. Rata-rata polymorphism information content (PIC) ditemukan sebesar 0,92 dengan nilai tertinggi 0,96 (SATT463, SATT249, SATT063) dan nilai terendah 0,87 (SATT038). Semua marka SSR memiliki nilai PIC >0,8 yang mengindikasikan sebagai marka sangat informatif, artinya mampu mendiferensiasi antar aksesi dan dapat diaplikasikan dalam mendeteksi keragaman genetik plasma nutfah kedelai lainnya. Keragaman genetik aksesi kedelai terebut sangat tinggi seperti yang direfleksikan oleh rata-rata indeks diversitas gen sebesar 0,93. Analisis klaster dengan marka SSR berhasil membagi 27 aksesi kedelai menjadi dua kelompok utama yang sebagian besar dalam kelompok I (26 aksesi) dan kelompok II khusus aksesi D76-8070. Karakterisasi molekuler dengan SSR tersebut mendukung keragaman yang tinggi karakter morfologi yang memisahkan total aksesi menjadi empat kuadran. Informasi keragaman genetik berdasarkan marka S yang didukung karakter morfologi tersebut dapat menjadi dasar awal seleksi tetua persilangan aksesi dari daerah subtropis untuk pengembangan varietas baru melalui pemuliaan kedelai di iklim tropis Indonesia.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Anorganik dan Vinase Diperkaya Mikrobia terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) Dyah Weny Respatie; Muhammad Saifur Rohman; Donny Widianto; Jaka Widada
Vegetalika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.60497

Abstract

Penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang akan berdampak buruk bagi lahan pertanian, oleh karena itu diperlukan eksplorasi pupuk alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi pupuk NPK dan vinase diperkaya mikrobia yang memberikan pertumbuhan dan hasil jagung optimal serta mengetahui efektivitasnya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung. Penelitian dilaksanakan pada Februari - Juni 2020. Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor yang diuji berupa kombinasi pupuk NPK standar (NPK majemuk + urea) dan vinase diperkaya mikrobia yang terdiri atas enam aras yaitu tanpa pupuk (P0), NPK standar yang terdiri dari 300 kg/ha NPK + 250 kg/ha urea (P1), vinase diperkaya mikrobia sesuai dosis anjuran 15000 L.ha-1 (P2), ¾ NPK standar + 15000 L.ha-1 vinase diperkaya mikrobia (P3), ½ NPK standar  + 15000 L.ha-1 (P4) dan ¼ NPK standar  + 15000 L.ha-1 vinase diperkaya mikrobia (P5). Data pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf  α = 5%  apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf  α = 5%. Kombinasi  3/4 NPK standar  + 15000 L.ha-1 (P3) memberikan pertumbuhan dan hasil jagung optimal yang sama baiknya dengan NPK standar (P1). Vinase diperkaya mikrobia sebanyak 15000 L.ha-1 yang dikombinasikan dengan ¾ NPK standar (P3) efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung dengan nilai RAE >100%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa vinase diperkaya mikrobia mampu mensubstitusi penggunaan pupuk kimia sebesar 25 % pada pertanaman jagung.
Fungsi Vegetasi sebagai Pengendali Iklim Mikro dan Pereduksi Suara di Tiga Taman Kota DKI Jakarta Fauzan Erawan Pratama; Siti Nurul Rofiqo Irwan; Rohlan Rogomulyo
Vegetalika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.39112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tutupan kanopi tanaman di taman kota serta pengaruhnya terhadap pengendalian iklim mikro dan pereduksi suara, dan mempelajari komposisi vegetasi yang terdapat di taman kota. Lokasi penelitian terletak di tiga taman kota, yaitu Taman Ayodya, Taman Menteng dan Taman Cattleya. Ketiga taman dipilih secara purposive sebagai sampel untuk mewakili ruang terbuka hijau (khususnya taman) yang ada di DKI Jakarta. Metode penelitian ini adalah metode survei, data yang diperoleh dianalisis menggunakan T-test student dengan signifikasi 95%. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan di lapangan dan studi literatur, pada bulan November 2017 - Januari 2018. Variabel yang diamati di lapangan meliputi rasio penutupan kanopi, bentuk vegetasi, iklim mikro ,tingkat kebisingan, dan pendapat masyarakat tentang kondisi iklim mikro dan kebisingan. Hasil penelitian menunjukan mayoritas tanaman yang terdapat di Taman Ayodya, Taman Menteng, dan Taman Cattleya adalah pohon, baik yang bersifat  pengarah, peneduh, pembatas ataupun estetis. Persentase penutupuan kanopi yang terdapat di Taman Ayodya, Taman Menteng dan Taman Cattleya termasuk kategori penuh, rata-rata persentase penutupan kanopi pada masing-masing taman yaitu 85,06%, 87,21% dan 81,97%. Komposisi dan sruktur vegetasi serta kondisi penutupan kanopi di Taman Ayodya, Taman Menteng, dan Taman Cattleya,  dapat menurunkan suhu sebesar 4°C dan mereduksi kebisingan sebesar 14 dB. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai komposisi vegetasi di Taman Ayodya, Taman Menteng, dan Taman Cattleya dan sebagai salah satu rekomendasi kepada pemerintah daerah dan pihak terkait mengenai penerapan tata hijau taman di Jakarta khususnya fungsi ekologis
Mutu dan Daya Simpan Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L.) sebagai Tanggapan terhadap Berbagai Jenis Pupuk Hayati Destirana Anjayani; Erlina Ambarwati
Vegetalika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.47817

Abstract

Cabai merah tergolong komoditas yang mudah rusak dengan tingkat kerusakan mencapai 40%. Tindakan yang dapat dilakukan untuk memperpanjang daya simpan dan mempertahankan mutu buah cabai dengan memanfaatkan pupuk hayati selama budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati saat budidaya tanaman cabai terhadap daya simpan dan mutu buah cabai merah. Penelitian dilakukan di Sub Laboratorium Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada pada bulan Maret sampai April 2017. Buah cabai merah yang dihasilkan dari tanaman yang diberi pupuk hayati Bacillus spp., Mikoriza, Streptomyces spp., serta buah cabai yang dihasilkan dari tanaman yang tidak diberi pupuk hayati (kontrol) digunakan sebagai bahan penelitian. Buah cabai merah sesuai perlakuannya disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga blok sebagai ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah cabai merah hasil tanaman yang diberi pupuk hayati Bacillus spp., Mikoriza, dan Streptomyces spp. dapat memperpanjang daya simpan selama satu hari, dengan rata-rata daya simpan selama 14 hari. Penggunaan Streptomyces spp. pada tanaman cabai dapat meningkatkan panjang buah cabai hingga 1,05 cm serta meningkatkan padatan terlarut total hingga 0,45 oBrix dibandingkan buah cabai yang dihasilkan oleh tanaman kontrol. Penggunaan Mikoriza pada tanaman cabai dapat meningkatkan pH dengan rata-rata sebesar 0,085. Pemanfaatan Bacillus spp., Mikoriza, dan Streptomyces spp. pada budidaya cabai merah dapat memperpanjang umur simpan dan meningkatkan mutu buah cabai merah. Pemanfaatan ketiga macam pupuk hayati tersebut menghasilkan buah cabai yang sehat, tidak ada residu pestisida, dan ramah lingkungan.
Potensi Keberhasilan Pembentukan Buah Lima Klon Kopi Robusta Sakiroh Sakiroh; Dewi Nur Rokhmah; Handi Supriadi
Vegetalika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.61350

Abstract

Budidaya tanaman kopi Robusta sangat tergantung dengan keadaan iklim. Curah hujan merupakan salah satu komponen iklim yang dapat mempengaruhi pembungaan kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi keberhasilan pembentukan buah 5 klon kopi Robusta. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan (KP) Pakuwon, Sukabumi, Jawa Barat, dari Bulan Juli 2014 sampai dengan Juli 2015. Karakterisasi yang diamati meliputi karakter morfologi yaitu proses pembentukan bunga dari fase primordia sampai buah matang fisiologis, dan sebagai pendukung adalah data iklim yang diambil dari stasiun meteorologi Citeko dan stasiun meteorologi Balai Klimatologi lokasi Pakuwon. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa keberhasilan pembuahan lima klon kopi Robusta, yaitu BP 308, BP 436, BP 42, SA 237 dan BP 543, tergolong rendah pada tahun pembuahan 2014/2015. Persentase keberhasilan primordia bunga dari klon BP 308, BP 436, BP 42, SA 237 dan BP 543 yang menjadi buah hanya 6,15-12,43%.