cover
Contact Name
Yusep Supriadi
Contact Email
supriadi@iaipibandung.ac.id
Phone
+6281221770776
Journal Mail Official
jurnalalibanah@iaipibandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciganitri No.2, Cipagalo, Kec. Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40287
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
IJED
ISSN : 28287908     EISSN : 28287894     DOI : https://doi.org/10.54801/ijed
IJED: Islamic Journal of Education is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic education. Islamic Journal of Education promotes research and scholarly discussion concerning the education practices in Islamic educational institutions internationally, both formal and non-formal education. Topics might be about Islamic educational studies in a madrasa, pesantren, Islamic higher education, and the worldviews upon the practices in those settings. 1. Leasson Plan 2. educational Psycology
Articles 95 Documents
Implementasi Kurikulum Pesantren Muadalah dalam Bingkai Kurikulum Merdeka: Analisis Kebijakan dan Adaptasi Pedagogis Achmad Muharam Basyari; Ela Komala; Anie Rohaeni
AL-IBANAH Vol. 11 No. 2 (2026): Journal Al-Ibanah artikel on progres
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/hbkxyp77

Abstract

Integrasi nilai positif Kurikulum Merdeka ke dalam ekosistem pesantren muadalah merupakan kondisi ideal pendidikan holistik, namun realitas di lapangan menunjukkan kesenjangan berupa dilema pedagogis dan beban kognitif guru dalam mengadaptasi pembaruan tersebut ke dalam struktur tradisional yang kaku. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana guru memaknai dan mengadaptasi kebijakan kurikulum dalam praktik sehari-hari, serta merumuskan model implementasi kontekstual. Menggunakan pendekatan kualitatif interpretif dengan desain multiple case study, data dikumpulkan dari Pondok Pesantren Al Basyariyah dan Darussalam melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumentasi, dengan instrumen berbasis kerangka Policy Enactment dan Pedagogical Content Knowledge (PCK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak mengadopsi label administratif Kurikulum Merdeka, kedua pesantren secara organik menyerap esensinya—seperti pembelajaran berdiferensiasi dan berbasis projek—ke dalam kurikulum terpadu 24 jam melalui praktik otentik seperti Fathul Kutub dan Amaliyah Tadris. Guru bertransformasi menjadi navigator kultural yang memanfaatkan kekuatan ekologi relasional untuk menavigasi keterbatasan regulasi makro. Temuan ini berkontribusi pada khazanah keilmuan dengan membuktikan konsep Third Space (hibriditas), di mana modernitas pedagogis dan tradisi salaf-khalaf berpadu harmonis tanpa kehilangan jati diri. Implikasi penelitian menegaskan perlunya pemberian otonomi epistemologis bagi pesantren untuk mengakui asesmen kinerja tradisional sebagai ekuivalen kompetensi nasional yang sah. Selain itu, negara perlu menyediakan dukungan sistemik guna mencegah kelelahan profesional guru, alih-alih memaksakan standarisasi administratif yang kaku yang berpotensi menggerus identitas spiritual lembaga.
Fungsi Heterotopia Masjid Al Lathiif dalam Aktivitas Dakwah di Kota Bandung Dede Irawan; Dede Lukman
AL-IBANAH Vol. 11 No. 1 (2026): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/5prn9642

Abstract

This article examines Al-Lathiif Mosque in Bandung as a heterotopic space that reflects the intersection of the sacred and the profane dimensions within urban society. Using a descriptive qualitative approach, the study explores how the mosque functions not only as a place of worship but also as a social, psychological, and cultural arena that responds to the complex needs of urban residents. The findings reveal that Al-Lathiif Mosque serves as an alternative space that offers inner tranquility, a slower rhythm of time, and an atmosphere that alleviates the pressures of urban life. At the same time, the mosque has evolved into an inclusive community space where diverse groups interact beyond rigid ideological boundaries. The mosque becomes a meeting point across identities while symbolizing reconciliation between tradition and modernity. These dynamics affirm that Foucault’s concept of heterotopia remains relevant for understanding the role of urban mosques as spaces that reconfigure the spiritual, social, and cultural experiences of urban communities.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PENGEMBANGAN WISATA ALAM NIAGARA JONGGOL (BHUTAN VAN JAVA) Ramdan Junaeni; Herman
AL-IBANAH Vol. 11 No. 1 (2026): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/yy2wcy82

Abstract

Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kawasan perdesaan sering kali dihadapkan pada tantangan kerentanan ekonomi agraris dan keterbatasan kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat lokal, proses pengembangan kapasitas dan kesadaran kritis warga, serta tingkat kemandirian komunitas dalam mengelola keberlanjutan ekowisata alam Niagara Jonggol ("Bhutan van Java") di Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Community Based Research (CBR). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan wawancara mendalam bersama pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemandu keselamatan (river rescue), pelaku usaha kuliner perempuan, serta tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Partisipasi masyarakat terbentuk secara organik (bottom-up) dan inklusif, dengan pembagian peran yang fungsional pada tahap operasional dan pemanfaatan hasil ekonomi secara berkeadilan, meskipun pada tahap perencanaan makro masih didominasi pengurus inti; (2) Aktivitas ekowisata berfungsi sebagai media experiential learning yang berhasil meningkatkan keterampilan hospitality, komunikasi publik, dan mitigasi bencana air, sekaligus menumbuhkan kesadaran kritis (critical consciousness) warga dalam merawat ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipamingkis; (3) Komunitas lokal memiliki tingkat kemandirian (community resilience) yang tinggi dalam membiayai operasional harian secara swadaya dan menyelesaikan konflik internal melalui musyawarah adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan modal sosial dan kepemilikan penuh masyarakat menjadi fondasi utama keberlanjutan ekowisata perdesaan.
Konseling Rational Emotive Behavior Therapy Islami dalam Menangani Perilaku Agresi dan Regulasi Emosi Ilman Najah
AL-IBANAH Vol. 11 No. 1 (2026): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/w2v6jf10

Abstract

High school outdoor club members are identified with extreme activities and are thought to tend to behave aggressively, even though they are tasked with preserving the environment. The aim of this research is to test the application of Islamic REBT Counseling in dealing with aggressive behavior and emotional regulation. This research is a qualitative research with a phenomenological design conducted on high school students who are members of KAP3LA at SMAN 24 Bandung with 10 informants. The analysis used is based on the Islamic REBT Counseling format with 4 aspects of aggressive behavior and 3 aspects of emotional regulation. Research is carried out by modifying irrational beliefs into rational beliefs. The results show that Islamic REBT Counseling is able to handle aggressive behavior and emotional regulation of KAP3LA member students at SMAN 24 Bandung.
Hambatan Guru RA Cempaka Putih dalam Pengenalan Bahasa Inggris Intan Permanik
AL-IBANAH Vol. 11 No. 2 (2026): Journal Al-Ibanah artikel on progres
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/nqgzkh82

Abstract

Pengenalan bahasa Inggris pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) semakin menjadi tuntutan di era globalisasi. Namun, sebagian besar guru PAUD tidak memiliki latar belakang pendidikan bahasa Inggris, sehingga menghadapi berbagai hambatan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan linguistik dan pedagogis yang dihadapi guru dalam mengenalkan bahasa Inggris kepada anak usia 4–6 tahun serta mendeskripsikan upaya adaptif guru dalam merespons hambatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas lima guru aktif (in-service teachers) di RA Cempaka Putih yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi naturalistik, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Penelitian berlandaskan prinsip Developmentally Appropriate Practice (DAP). Hasil penelitian diharapkan mengungkap bentuk hambatan linguistik dan pedagogis serta strategi adaptif guru dalam mengenalkan bahasa Inggris sesuai karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini diharapkan berkontribusi terhadap pengembangan kajian Teaching English to Young Learners (TEYL) dan memberikan rekomendasi praktis bagi guru, lembaga PAUD, program studi PAUD, dan pemangku kebijakan.

Page 10 of 10 | Total Record : 95