cover
Contact Name
Yusep Supriadi
Contact Email
supriadi@iaipibandung.ac.id
Phone
+6281221770776
Journal Mail Official
jurnalalibanah@iaipibandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciganitri No.2, Cipagalo, Kec. Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40287
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
IJED
ISSN : 28287908     EISSN : 28287894     DOI : https://doi.org/10.54801/ijed
IJED: Islamic Journal of Education is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic education. Islamic Journal of Education promotes research and scholarly discussion concerning the education practices in Islamic educational institutions internationally, both formal and non-formal education. Topics might be about Islamic educational studies in a madrasa, pesantren, Islamic higher education, and the worldviews upon the practices in those settings. 1. Leasson Plan 2. educational Psycology
Articles 88 Documents
Penerapan Read Aloud Terhadap Peningkatan Keterampilan Bahasa Reseptif Pada Anak Usia Dini Dalam Mengenalkan Bahasa Inggris Permanik, Intan
AL-IBANAH Vol. 9 No. 1 (2024): JOURNAL AL-IBANAH
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/ibanah.v9i1.255

Abstract

Salah satu aspek penting dalam perkembangan bahasa anak adalah kemampuan bahasa reseptif. Agar anak dapat mengembangkan keterampilan bahasa reseptifnya secara optimal, penting untuk memberikan mereka rangsangan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penggunaan metode read aloud pada perkembangan keterampilan bahasa reseptif dalam memahami Bahasa Inggris pada anak-anak usia dini. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode quasi eksperimen dan pola non-equivalent control group design. Sampel penelitian diambil dari siswa RA Persis 08 Bojongsoang dengan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pertimbangan tertentu. Alat ukur yang digunakan mencakup lembar observasi, dan analisis hipotesis dilakukan menggunakan uji statistik Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan metode read aloud dilakukan dengan sangat baik sesuai dengan sintaks, dengan tingkat keterlaksanaan mencapai 91,7%; (2) Hasil dari uji Independent Samples Test menunjukkan nilai signifikan (p < 0,05), sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode read aloud dalam kelompok eksperimen secara signifikan memengaruhi perkembangan keterampilan bahasa reseptif pada anak usia dini dalam mengenalkan Bahasa Inggris.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Kisah Nabi Khiḍir dan Nabi Musa Berdasarkan Perspektif Deep Learning wisnu susanto; Islah Gusmian
AL-IBANAH Vol. 11 No. 1 (2026): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/9cwd9y37

Abstract

Education, as a continually evolving phenomenon, has adopted a deep learning approach, exemplified in the story of Prophet Khiḍir. This narrative emphasizes that learning involves profound experiences and reflection, rather than mere knowledge transfer. Through the events in the story of Prophet Musa and Khiḍir, it becomes evident how direct experiences can provide deeper meaning and understanding within the educational context. This study aims to identify essential elements of deep learning that can be integrated into the educational curriculum in Indonesia, while also addressing challenges in implementing the Merdeka curriculum. Utilizing a qualitative approach and analysis of the Quranic text, this research reveals the relevance of education within a religious context and underscores the importance of holistic learning. The findings indicate that the application of deep learning principles in the story of Prophet Khiḍir can offer new insights into the advancement of education for future generations.
Perkembangan Sosio-Emosional dan Pembelajaran Tahsin Iqro Siswa Kelas 1 Ainun Najikha; Annisa Nur Hasanah
AL-IBANAH Vol. 11 No. 1 (2026): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/77bcbz37

Abstract

Penelitian ini mengkaji karakteristik perkembangan sosio-emosional siswa kelas 1 Sekolah Dasar (usia 6-7 tahun) dan implikasinya dalam pembelajaran tahsin Iqro. Masa awal sekolah dasar merupakan periode krusial dalam pembentukan keterampilan sosial dan regulasi emosi yang berdampak signifikan terhadap keberhasilan pembelajaran, termasuk pembelajaran membaca Al-Qur'an. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan karakteristik perkembangan sosio-emosional, menganalisis implikasi dalam pembelajaran tahsin Iqro, dan merumuskan strategi pembelajaran yang sesuai. Penelitian studi literatur ini menggunakan analisis deskriptif-kualitatif terhadap teori perkembangan anak dan praktik pembelajaran PAI. Temuan menunjukkan karakteristik sosio-emosional siswa kelas 1 meliputi: kebutuhan akan penerimaan sosial, sensitivitas tinggi terhadap pujian dan kritik, kemampuan regulasi emosi yang masih berkembang, dan pembentukan konsep diri awal. Implikasi dalam pembelajaran tahsin Iqro mencakup: penggunaan metode menyenangkan dan bermakna, penerapan penguatan positif, pembelajaran kelompok yang mendukung interaksi sosial positif, dan penciptaan lingkungan belajar yang aman secara emosional. Penelitian merekomendasikan guru PAI mengintegrasikan pemahaman perkembangan sosio-emosional dalam merancang strategi pembelajaran tahsin Iqro yang efektif dan humanis berbasis developmentally appropriate practice.
Relasi Mursyid – Salik: Komunikasi Edukatif AL-Ghazali Dalam Ihya ‘Ulum Al-din Aas Asrulsani; Gigin Sugiwa; Agus Wahyudin; Elpata Sahrizal Firdaus; Ziyad Fakhrur Razi
AL-IBANAH Vol. 11 No. 1 (2026): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/7zr4k928

Abstract

This study examines the pedagogical relationship between mursyid (spiritual guide) and salik (spiritual learner) through the perspective of educational communication based on Imam al-Ghazali’s teachings in Ihya’ Ulum al-Din. The urgency of the study lies in the fact that many previous works emphasize hierarchical and normative aspects of the mursyid–salik relationship, while the communicative mechanisms that shape spiritual character remain insufficiently explored. Therefore, this research focuses on identifying how spiritual education is communicated and internalized through exemplary guidance. This study employs a qualitative textual method (library research) by analyzing sections of Ihya’ concerning the ethics of the teacher–student relationship, soul purification, and moral cultivation. Social Learning Theory is used to interpret al-Ghazali’s concepts of uswah (modeling), suhbah (companionship), talqin (transmitting creed), muhasabah (corrective dialogue), and riyadah (discipline) as communicative processes that reinforce spiritual values. The findings reveal that guidance in al-Ghazali’s perspective is not merely a transfer of knowledge, but primarily a transfer of adab, by which the learner acquires spiritual maturity through persistent modeling, emotional closeness, and persuasive communication. This study concludes that the mursyid acts as a transformative educator whose role remains relevant for strengthening ethical-spiritual communication in contemporary Islamic education.
Teori Kecenderungan Remaja untuk Berkomunitas dan Pembuktiannya Melalui Pembentukan & Pembinaan RISMA Subulussalam Kota Bengkulu Iqwam
AL-IBANAH Vol. 11 No. 1 (2026): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/0fjnfs54

Abstract

Penelitian yang bertujuan membuktikan teori kecenderungan remaja untuk berkomunitas sekaligus memakmurkan Masjid Subulussalam ini dilakukan dengan cara membentuk dan membina Remaja Islam Masjid, atau yang biasa disingkat RISMA. Melalui pengamatan berkala dengan metode kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini telah membuktikan bahwa: Teori yang menyatakan kecenderungan remaja untuk berkomunitas ini bergantung pada izin dan kesepahaman orang tua mereka, serta bergantung pada waktu dan minat mereka. Kemudian, pengaplikasian teori ini agar bermanfaat dalam pendidikan bisa dilakukan dengan: Mengarahkan mereka menggunakan segala potensi yang ada, bekerja keras, mendampingi mereka, menyiapkan generasi berikutnya, sabar, dan niat beramal shalih semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Terakhir, metode yang bisa digunakan untuk mendidik mereka adalah: Mengajak mereka bermusyawarah pada hal-hal yang tidak melanggar syariat, mengikutsertakan mereka pada kegiatan positif yang diselenggarakan di sekitar mereka, dan memberikan kesempatan mereka untuk tampil menyampaikan hasil usaha mereka. Dengan semua ini, insyaAllah akan membuahkan hasil berupa: Lahirnya generasi-generasi yang terbaik dalam kehidupan, dan urusan-urusan kita sebagai kesatuan orang-orang beriman yang lebih kokoh dan sempurna akan dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Pendidikan Jasmani Dalam Perspektif Hadis Maslani; Taufik Hamdani; Bilal Zakawali Al-Patoni
AL-IBANAH Vol. 11 No. 1 (2026): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/hqpeb851

Abstract

Pendidikan jasmani dalam perspektif Islam tidak hanya bertujuan mengembangkan kebugaran fisik, tetapi juga membentuk karakter dan keseimbangan antara jasmani dan rohani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan jasmani menurut ajaran Islam serta relevansinya dalam praktik pendidikan di sekolah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah Al-Qur’an, Hadis, dan literatur pendidikan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam mendorong aktivitas fisik, kedisiplinan, dan pemeliharaan kesehatan sebagai bagian dari amanah menjaga tubuh. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan jasmani modern, sehingga integrasi nilai Islam dalam pembelajaran pendidikan jasmani dapat memperkuat pembentukan peserta didik yang sehat dan berakhlak.
Ruang Lingkup Maqasid dalam Tafsir al-Tahrir wa’l-Tanwir amir ahmad nabil; Tasnim Abdul Rahman
AL-IBANAH Vol. 11 No. 1 (2026): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/wbzbp273

Abstract

the paper examines underlying topic and scope of maqasid shariah advocated by muhammad al-tahir ibn ashur in his seminar work of tafsir al-tahrir wa al-tanwir
Maqāṣid al-Sharī‘ah sebagai Paradigma Dakwah Transformatif dalam Pemberdayaan Ekonomi Mikro Umat : Kajian Literatur Moch. Hoerul Gunawan; Andri Hendrawan
AL-IBANAH Vol. 11 No. 1 (2026): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/q6qvt902

Abstract

Artikel ini mengkaji integrasi Maqāṣid al-Sharī‘ah sebagai landasan normatif dakwah dalam pemberdayaan ekonomi mikro umat. Latar belakang penelitian ini adalah masih dominannya praktik dakwah yang bersifat normatif–verbal, sementara umat menghadapi persoalan ekonomi mikro seperti kemiskinan, ketimpangan, dan keterbatasan akses modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Maqāṣid al-Sharī‘ah sebagai fondasi dakwah ekonomi, mengkaji peran dakwah dalam pemberdayaan ekonomi mikro berdasarkan literatur, serta merumuskan kerangka konseptual dakwah pemberdayaan ekonomi mikro. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis konseptual terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, meliputi Al-Qur’an, Hadis, literatur klasik dan kontemporer Maqāṣid al-Sharī‘ah, serta jurnal ilmiah terkait dakwah dan ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Maqāṣid al-Sharī‘ah memberikan kerangka normatif dan praktis bagi dakwah ekonomi yang berorientasi pada kemaslahatan, keadilan, dan kesejahteraan umat. Dakwah berbasis Maqāṣid al-Sharī‘ah mampu berfungsi sebagai instrumen Islam transformatif melalui pendekatan dakwah bil-ḥāl dan pemberdayaan ekonomi mikro. Artikel ini berkontribusi pada penguatan paradigma dakwah yang integratif antara nilai spiritual dan pemberdayaan sosial-ekonomi umat.