cover
Contact Name
Yusep Supriadi
Contact Email
supriadi@iaipibandung.ac.id
Phone
+6285865475441
Journal Mail Official
journalqurantafsir@iaipibandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciganitri No.2, Cipagalo, Kec. Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40287
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JUQUTS
ISSN : 28294483     EISSN : 28296915     DOI : https://doi.org/10.54801/juquts
Journal of Ulumul Quran and Tafsir Studies disingkat JUQUTS adalah sebuah open access journal yang diterbitkan dua kali dalam setahun. Menerima submisi tulisan ilmiah yang terkait dengan kajian AlQuran, teks dan konteks. JUQUTS diterbitkan oleh Program Studi Ilmu AlQuran dan Tafsir STAI Persis Bandung. Journal of Ulumul Quran and Tafsir Studies disingkat JUQUTS Menerima submisi tulisan ilmiah yang terkait dengan kajian AlQuran, teks dan konteks. Ulumul Quran Tafsir Ilmu tafsiir
Articles 44 Documents
Phases of Human Creation from the Scientific Interpretation Perspective of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia Kemal Bagja; Usman, Muhamad Hafidz; Abun Nasheer, Rega; Fathurabani, Ali; Baasil Wafdulloh, Muhammad
Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies Vol. 3 No. 2 (2024): JUQUTS: Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/juquts.v3i1.271

Abstract

This article discusses the creation or origins of humans as stated in Q.S Ali-Imran: 59, Q.S. Al-Mu'minun: 12-14. This study uses a qualitative comparative study method with a literature review approach. The data source is the book "Tafsir Kemenag". Data collection techniques use search methods and data analysis techniques use content analysis. This article explains the basic stages of human creation, namely that there are several stages starting from sperm-egg cells, uterus, alaqah formation, embryo formation, bone formation, muscle formation, fetal development and metaphysical development. The question of when life on earth began to exist has been answered unequivocally by the Qur'an. According to the Qur'an, life began when the universe was created in Q.S al-Anbiya: 30.
KONSEP HUJAN DALAM AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA PADA KELESTARIAN LINGKUNGAN (STUDI KITAB TAFSIR AL-AZHAR) zinnur'aini, farida; Abidin, Zainal
Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies Vol. 3 No. 2 (2024): JUQUTS: Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/h1kvhh98

Abstract

Hujan dapat diartikan sebagai pembawa berkah. Keajaiban penciptaan hujan sangat mengesankan, dimana ketika Allah memberkahi dengan memberikan rezeki hujan, banyak kemudahan yang diberikan kepada manusia. Namun manusia sering kali lupa bahwa eksistensi hujan adalah elemen penting, dimana hidup akan menjadi sulit tanpa hadirnya hujan.  Saat hujan turun, manusia sering mengeluh dengan alasan khawatir aktivitas terhambat, kesulitan menjemur, ancaman banjir, tanah longsor, potensi sakit akibat kena air hujan, kerusakan jalan akibat lumpur, dan lain sebagainya. Oleh karena itu pemahaman akidah tentang prasangka baik manusia kepada Tuhan sangat dibutuhkan dengan menjelaskan ruang pemaknaan hujan sebagai rahmat Allah untuk menentang pemikiran negatif manusia terhadap  hujan. Penelitian ini akan mengkaji konsep hujan dan relevansinya pada kelestarian lingkungan yang merujuk pada ayat-ayat tentang hujan dalam Tafsir Al-Azha>r karya Buya HAMKA. Dengan menggunakan metode maudu>’i> (tematik). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Buya HAMKA dan beberapa mufasir lainnya dalam menafsirkan ayat-ayat hujan sama-sama menjelaskan manfaat hujan yang diturunkan oleh Allah untuk keberlangsungan semua mahkluk hidup di bumi, yang masing-masing ayat menjelaskan manfaat hujan baik untuk menumbuhkan buah-buahan, menyuburkan tumbuhan, dan menghidupkan tanah yang mati serta masih banyak ayat Al-Qur’an lainnya yang menjelaskan manfaat diturunkannya hujan tetapi dalam penelitian ini difokuskan beberapa ayat saja yaitu: QS. Al-Baqarah [2]: 22, QS. Al-A’ra>f [7]: 57, QS. An-Nah}l [16]: 10, QS. An-Nu>r [24]: 43, QS. Az-Zumar [39]: 21.
Analysis of Qur'an Interpretation Methodology in Tahfidz  Al-Fath Learning Module Volume 1,2,3,4 at Ar Rafi' Drajat Elementary School Jubaedah, Siti; Najihah, Bannan Naelin
Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies Vol. 3 No. 2 (2024): JUQUTS: Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/svv3gb38

Abstract

Learning to memorize the Qur'an has an important role in Islamic education, especially in forming a generation that has a close relationship with the holy book as a religious guide. Learning modules that are structured and accompanied by appropriate interpretation methodologies can increase students' understanding and motivation in memorizing the Qur'an. Ar Rafi' Drajat Elementary School has implemented the Tahfizh Al-Fath module which involves a concise explanation of the verses. Tafsir Alqur'an methodology is a systematic procedure followed in an effort to understand and explain the meaning of Alqur'an content and is the most important component in interpreting Alqur'an. In the interpretation of the Qur'an, there are 4 kinds of methods that have developed , namely tahlili, ijmaly, muqarran, and maudhu'i. Each of these methods has its own criteria. Each of these methods has its own criteria. This study aims to determine the Tahfizh Al-Fath method in tahfizh learning at Ar Rafi' Drajat Elementary School and to determine the methodology of interpreting Alqur'an in the Tahfizh Al Fath learning module at Ar Rafi' Drajat Elementary School. This research uses a mixed method approach between literature study and field study with descriptive qualitative analysis using discourse analysis techniques. This study found that the stages of Tahfidz Al-Fath at Arrafi' Drajat Elementary School include listening, understanding, memorizing, practicing, and preaching the verses of the Qur'an, as well as purifying themselves through continuous understanding and practice. The Tahfidz Al-Fath module itself uses interpretation methodology with ijmaly style and has bil ma'tsur interpretation sources.
Variety Of Allah's Help In The Quran (methodology of tafsir Abdul Hayy Al-Farmawi analytical study Qs. al-Baqarah 216, Qs. Ali Imran 12-13, and Qs. al-Anfal 9-10) Kaida, Urfa; Rohmanudin, Deden; Muhamad Fajar
Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies Vol. 3 No. 2 (2024): JUQUTS: Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/8ns5pm76

Abstract

Pertolongan Allah dalam Alquran memiliki derivasi bentuk kata yang berbeda yang menyebabkan memiliki makna dan konteks yang berbeda pula, mulai dari pertolongan Allah terhadap kaum muslimin, pertolongan Allah dalam peperangan dan berbagai bentu jenis pertolongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam pertolongan Allah, apa saja bentuknya, bagaimana cara Allah menolong hambanya terkhusu pada medan pertempuran yang akan di paparkan lebih jelas pada pembahasan penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data-data yang dapat digunakan yang berkaitan, dengan menggunakan pendekatan melalui metode tafsir maudhu’i (tematik). Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah adanya ruang lingkup yang beragam dalam memaknai pertolongan Allah. Hasil penelitian ini adalah di temukannya berbagai macam jenis pertolongan Allah dalam Alquran, terkhusus analisis yang lebih khusus adalah pertolongan Allah dalam Alquran di medan pertempuran antara kaum beriman dan kaum kafirin.  
Ayat-ayat Qasam Allah dalam Surah al-Ashr Menurut Tafsir al-Azhar Nila Wafiatun Nida; Musyarofatunnafisah; Kholid, Abdul
Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies Vol. 3 No. 2 (2024): JUQUTS: Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/v3q7m431

Abstract

Surah Al-Asr adalah surah pendek yang memiliki kedalaman makna luar biasa, khususnya dalam konteks waktu dan prinsip kehidupan. Allah membuka surah ini dengan sumpah (qasam) menggunakan kata "Al-Asr" yang berarti waktu atau masa. Dalam Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, ayat-ayat ini tidak hanya diartikan secara tekstual tetapi juga dijelaskan relevansinya dalam kehidupan manusia, terutama dalam memanfaatkan waktu secara bijak untuk keimanan, amal shaleh, dan hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur sumpah dalam Al-Qur'an berdasarkan Surah Al-Asr dan memaparkan bagaimana Buya Hamka, melalui Tafsir Al-Azhar, menghubungkan konsep waktu dengan prinsip-prinsip kehidupan yang relevan di masa modern. Kajian ini juga mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat qasam dapat menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan di era globalisasi.
Analysis of the Miracles of the Qur'an in the Development of the Ulumul Qur'an: Mukjizat Al-Qur'an Dalam Perkembangan Ulumul Qur'an Susanta, Edris Susanta; Khotimah, Husnul
Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/4a9aqx05

Abstract

[Analysis of the Miracles of the Qur'an in the Development of the Ulumul Qur'an) This research aims to examine the Miracles of the Qur'an in the development of the Ulumul Qur'an, to reveal hidden signals regarding the Miracles in the development of the Ulumul Qur'an from various aspects, such as language, content, interpretation, and its relationship with science. Muslims must be active in studying the Ulumul Qur'an because when we understand it, our hearts and souls will be inspired by the privileges of His word through knowledge of the Qur'an. This research uses qualitative methods with a historical and analytical approach to library research. This means that the data source for this research comes from written works because, in the data collection process, the researcher did not carry out direct field research, and only took references in books, documents, and journals related to the main focus of the discussion. namely the analysis of the miracles of the Koran in the development of the Ulumul Koran. The data used are various literature sources related to the Ulumul Koran. The data obtained was then analyzed using descriptive-analytic techniques. The results of this research show that the Ulumul Koran has dynamic and diverse developments, by the conditions of the times and the needs of the people. The Ulumul Koran also has various branches of knowledge that are interrelated and complementary, such as the science of i'jaz, the science of munasabah, the science of asbabun nuzul, the science of nasikh wa mansukh, the science of muhkam wa mutasyabih, the science of aam wa khoos, and the science of scientific signs. Ulumul quran is very important to learn because it can help us understand and interpret the Koran correctly, as well as admire the wonders and truth of the word of Allah SWT. The arguments that show the miracle of the Al-Quran include the beauty and uniqueness of the language and literary style of the Al-Quran, news that cannot possibly be reached by the human mind, there is no conflict between the concepts of the Al-Quran and the reality of the findings and scientific inquiry, and the spread of the Koran throughout the world.
Risalah mukjizat al Qur'an dari aspek sejarah Imam agus Setiawan, Imam Agus Setiawan
Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/thwggq76

Abstract

RISALAH MUKJIZAT AL QUR`AN DARI ASPEK SEJARAH) Penelitian ini bertujuan untuk menyampaikan Al Qur`an dari aspek sejarah dengan pembahasan kebahasaan Al Qur`an ,Munasabah,dan Berita gaib. Al-Qur'an merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW. Terbukti, mukjizat tersebut masih relevan hingga saat ini yang di dalamnya mengatur segala urusan makhluk hidup.. untuk mengingat mukjizat terbesar yang di turunkan Allah untuk Nabi Muahamad SAW, dan isyarat tersembunyi mengenai sejarah, , diungkapkan dalam kebahasan Al Qur`an, Munasabah, dan berita gaib. Memberikan dorongan kepada umat Muslim untuk rajin mengamalkan Al Qur`an dan mengetahui Al Qur`an dari aspek sejarah , karena ketika kita paham maka akan terketuk hatinya dan jiwa kita akan keistimewaan firman-Nya. Teori dalam penelitian ini Dalam mengkaji Risalah kemukjizatan al qur`an dari aspek sejarah, sebagai keindahan sastra yang tidak akan bisa ditiru oleh sastrawan manapun maka dari itu al-Qur'an itu sendiri dianggap sebagai mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad sebagai bukti kebenaran risalah kenabiannya. Mukjizat al-Qur'an bersifat universal dan abadi, berlaku untuk semua umat manusia sampai akhir zaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode kualitatif adalah suatu rumusan masalah yang memandu penelitian untuk mndapatkan lebih banyak situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam, sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau dari perilaku orang-orang yang dapat diamati. Sumber jenis data pada penelitian ini ialah subyek dari data dan yang dapat diperoleh. Teknik pengumpulan yang digunakan ialah search library yaitu studi keperpustakaan. Dalam teknik pengumpulan data jurnal juga buku dijadikan sebagai sumber data yang telah ada. Analisa data dalam penelitian secara teknis dilakukan secara induktif, yaitu analisa dimulai dari pengumpulan data,reduksi data,penyajian data dan verifikasi data. Data-data yang diperoleh dari hasil study library kemudian mencari makna dari hasil penelitian yang terkumpul. Al Qur`an adalah mukjizat terbear dengan Gaya bahasa Al-Qur'an dengan variasi yang digunakan untuk mengungkapkan dan menyampaikan makna yang diinginkan, dengan memperhatikan kondisi psikologis, alam, sosial, dan politik masyarakat Arab. Keindahan bahasa Al-Qur'an ditentukan oleh keindahan unsur dasarnya, keselarasan unsur-unsur pokoknya, dan ketepatan makna dalam mencapai maksud yang diungkapkan. Selain itu mukjizat Al Qur`an dari aspek sejarah ada Munasabah, adalah ilmu yang menerangkan hubungan antara ayat atau surah yang satu dengan yang lain dalam Al-Qur'an. Dan juga ada berita Ghaib, Al-Qur'an hanya diketahui oleh Allah SWT namun Allah SWT telah memberitahukan kepada kita berita ghaib tersebut. Seperti kisah kisah umat terdahulu dan kisah kisah yang terjadi pada masa Rasullulah SAW.
Analisa Gender Pada Ayat-ayat Yang Mengisyaratkan Aborsi Rahmawati, Ratih; Zulaiha, Eni
Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/070zf979

Abstract

Al-Quran memberi wawasan terhadap perubahan masyarakat dalam artian sebagai bentuk antisipasi dari perubahan-perubahan yang bersifat negatif maupun sebaliknya,yaitu mencipta perubahan yang positif ditengah-tengah masyarakat. Fenomena aborsi hari ini semakin menjamur dengan berbagai jenis kasus, ditengah hadirnya undang-undang yang menghalalkan praktik tersebut namun dalam beberapa Tafsir al-Qur’an masih banyak yang secara mutlak mengharamkannya . Penelitian ini membahas terkait bagaimana isyarat al-Qur’an tentang ayat aborsi yang dihadirkan dari mufassir lintas generasi dan perspektif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa hukum melakukan aborsi adalah boleh dengan alas an yang benar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bertujuan untuk mengungkap penafsiran terkait isyarat mengenai ayat-ayat aborsi melalui pendekatan yang adil gender.
The Impact of Qiraat Asyrah Diversity on The Meaning Of Qur'an Surah Al-Maidah Abdul Aziz, Ahmad Arif; Ojim
Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/3an4nd16

Abstract

Al-Qur'an diturunkan dalam berbagai variasi bacaan (qiraat) dengan tujuan memudahkan umat Islam dalam membaca dan memahami kandungannya. Namun, tidak semua umat Islam memahami bahwa hanya bacaan tertentu yang divalidasi sebagai bagian dari Al-Qur'an. Salah satu faktor yang mempengaruhi makna ayat adalah adanya perbedaan huruf atau lafaz dalam bacaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lafaz-lafaz dalam surah Al-Maidah yang mengandung varian bacaan qiraat asyrah dan mengkaji dampaknya terhadap makna ayat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, mengumpulkan data berupa ayat-ayat dalam Qs. Al-Maidah yang memiliki variasi bacaan qiraat asyrah. Teknik analisis melibatkan penerapan kaidah ilmu qiraat, yaitu farsyul huruf, yang menisbatkan bacaan kepada imam qiraat, serta kaidah ushul untuk menilai apakah varian tersebut mempengaruhi makna ayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Qs. Al-Maidah ayat 6, terdapat varian bacaan pada lafaz "اَوْ لٰمَسْتُمُ" menurut riwayat Hafs an Ashim yang bermakna "saling bersentuhan", sementara bacaan Hamzah tanpa mad pada huruf lam memiliki makna "menyentuh". Perbedaan ini mempengaruhi interpretasi hukum batalnya wudhu; pada riwayat Hafs, batal wudhu terjadi saat hubungan intim, sedangkan pada riwayat Hamzah, wudhu batal dengan sekadar menyentuh perempuan, baik disengaja maupun tidak. Meskipun perubahan huruf dapat menyebabkan perbedaan makna, penelitian ini juga menemukan bahwa tidak semua varian bacaan dalam surah Al-Maidah berdampak signifikan pada maknanya.
The Concept of Wara in the Study of Ascetic Life and Piety in Tafsir At-Tustari Nurfadilah, Silmi; Husein, Muhammad
Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/205qvm16

Abstract

Kata wara sering disalahartikan menjadi perilaku menghindari dunia dan hanya fokus pada akhirat semata. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan pada tataran implementasi, terlalu condong akhirat namun abai dalam dunia. Sekurang-kurangnya hal ini menimbulkan mis-konsepsi terkait wara yang sebenarnya. Terutama dalam konteks kehidupan asketis sering terjadi kesalahpahaman. Oleh sebab itu judul dari penelitian ini adalah "Konsep Wara dalam Kajian Kehidupan Asketis dan Ketaqwaan dalam Tafsir At-Tustari". Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis isi. Penelitian ini menggunakan teori sufistik oleh Al-Junaid Al-Baghdadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa At-Tustari memaknai wara sebagai sikap hati-hati dalam menjauhi dosa dan perbuatan yang dapat merusak hubungan dengan Allah. Baginya wara adalah tingkat kesadaran yang tinggi terhadap halal dan haramnya, bahkan dalam hal-hal yang diragukan atau bersifat syubhat (tidak jelas status hukumnya) Konsep wara dalam Tafsir At-Tustari bukan hanya tentang menjauhi dunia, tetapi juga tentang pengendalian diri dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari. Konsep wara dalam Tafsir At-Tustari menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat, serta mengajarkan kehati-hatian dan kesadaran moral dalam setiap tindakan.