cover
Contact Name
Muhammad Anggie J. Daulay
Contact Email
anggie.fbsunimed@yahoo.com
Phone
+6281370069751
Journal Mail Official
jurnalsasindounimed@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar Pasar 5 Medan Estate Kode Pos 20221 Provinsi Sumatra Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Sastra Indonesia
urnal Sastra Indonesia (Sasindo) merupakan media publikasi hasil penelitian dan kajian konseptual dalam bidang sastra, media pembelajaran sastra, linguistik, seni budaya, multimedia senimatografi, dan kajian media massa. Bidang sastra memuat tentang ilmu sastra, sejarah sastra, kritik sastra, dan apresiasi sastra serta pembelajarannya. Bidang lingustik memuat kajian fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, serta terapannya. Bidang seni budaya berkaitan dengan dunia kesusastraan. Bidang multimedia senimatografi memuat kajian film dan dasar-dasar senimatografi, serta pada bidang media massa meliputi kajian jurnalistik sastrawi.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL" : 8 Documents clear
ANALISIS MAKNA MITOS PADA CERPEN RUMAH KOPI SELATAN JAKARTA DAN OBROLAN-OBROLAN SETELAH PANDEMI KARYA DONI AHMADI: TINJAUAN SEMIOLOGI ROLAND BARTHES Ramadhani, Nabilla Hanifah Suci
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v12i1.44648

Abstract

Abstrak Pandemi virus covid-19 di Indonesia menimbulkan berbagai permasalahan sosial bagi kehidupan masyarakat. Realitas itu terdokumentasikan pada cerpen Rumah Kopi Selatan Jakarta dan Obrolan-Obrolan setelah Pandemi Karya Doni Ahmadi. Cerpen berbentuk dialog dan dimunculkan tanda-tanda kultural. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna mitos pada cerpen RKSJOP. Metode yang digunakan adalah metode analisis naratif struktural. Langkah-langkah penelitian: 1) menentukan leksia, 2) mengategorikan kode pembacaan, 3) menyatukan dan menyimpulkan makna kode. Hasil penelitian menunjukkan ada 61 leksia dan lima kode pembacaan. Bentuk mitos adalah rumah kopi di kawasan Jakarta Selatan merupakan simbol prestise sosial tinggi dan modern bagi pemakainya. Makna kosong berupa para tokoh ingin menaikkan status sosial dengan memanfaatkan citra tongkrongan di kawasan Jakarta Selatan.Kata Kunci: mitos, semiologi, Roland Barthes, pandemi covid-19. AbstractThe COVID-19 pandemic in Indonesia has caused social problems in people's lives. That reality is documented in the short stories Rumah Kopi Selatan Jakarta and Chats after the Pandemic by Doni Ahmadi. Short stories take the form of dialogue and appear as cultural signs. This study aims to describe the form and meaning of myths in RKSJOP. The method used is a method of structural narrative analysis. Research steps: 1) determining Lexia, 2) categorizing the reading code, and 3) unifying and inferring the meaning of the code. The results showed that there were 61 Lexia and five reading codes. The mythical form is that the coffee house in the South Jakarta area is a symbol of high social prestige and modernity for its wearers. The empty meaning is that the characters wanting to raise social status by utilizing the image of a hangout in the South Jakarta area.Keywords: myth, semiology, Roland Barthes, covid-19.
VULGARISME SEBAGAI HUMOR OLEH STREAMER GAMING YOUTUBE MILYHYA Wulandari, Ayu Nadira; Purba, Jefri Fernando; Situmorang, Rudolf P.; Yahya, Nazar Alwi
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v12i1.43720

Abstract

Abstrak: Penelitian ini ditujukan untuk menjabarkan mengapa bahasa vulgarisme dianggap lucudan mampu menarik penonton milenial dalam konten Youtube Milyhya yang berisikan kata-kata vulgar. Vulgarisme ialah variasi  sosial  yang  cirinya  adalah pemakaian  bahasa  oleh  orang-orang  yang  kurang  terpelajar  atau  dari  kalangan  yang  tidak berpendidikan;  biasanya  orang-orang  dan  kalangan  tersebut  memperformansikan  bahasa  secara langsung  dalam  mengungkapkan  maksudnya  dan  tidak  mempertimbangkan  bentuk bahasanya, sehingga  cenderung  berkata-kata  dengan  kasar. Objek penelitian ini adalah ujaran yang dituturkan oleh Manca dan teman-temannya dalam kanal Youtube bernama Milyhya pada episode “PUBG Indonesia – Voice to All, Lagu Random, Jadi Caster”. Pengambilan data dilakukan dengan cara dokumentasi dan simak-catat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan human instrument di mana peneliti mencari, mendapatkan, mengklasifikasikan, serta menganalisis data sendiri. Data yang ditemukan dalam video yang telah disebutkan antara lain: bodoh, bajingan, cao ni ma, bangsat, pantek, dan goblok. Hasil analisis menyebutkan bahwa alasan kelucuan, keterbalikan makna dengan ujaran, status kedekatan antar teman, ujaran ofensif dan memaki namun ada pengertian antar penutur dengan pendengar bahwa makna yang secara implisit berbeda adalah daya tarik kelucuan dan “slank vulgar” yang sedang digemari remaja milenial. Pada akhirnya, bahasa vulgarisme digunakan sebagai keseruan semata tanpa mendalami makna sesungguhnya dari kata tersebut.
KEMISKINAN DALAM NOVEL DEKAT DAN NYARING KARYA SABDA ARMANDIO ALIF (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA) Fadilah, Ridho Daffa
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v12i1.44759

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas gambaran kemiskinan dalam novel Dekat dan Nyaring karya Sabda Armandio Alif dengan menggunakan tinjauan sosiologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran kemiskinan yang terdapat di dalam novel Dekat dan Nyaring Karya Sabda Armandio Alif. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan landasan teori yang dipakai adalah teori Alan Swingewood tentang karya sastra merupakan refleksi sosial atau cerminan zaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data tertulis mengenai kemiskinan. Teknik yang digunakan adalah teknik pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Dari penelitian yang telah dilakukan, dalam novel Dekat dan Nyaring karya Sabda Armandio Alif ditemukan ada tiga jenis kemiskinan, yaitu kemiskinan absolut, kemiskinan relatif, dan kemiskinan struktural.Kata kunci: novel, Sabda Armandio Alif, kemiskinan, Sosiologi Sastra.  AbstractThis study discusses the description of poverty in the novel Dekat dan Nyaring by Sabda Armandio Alif using a review of the sociology of literature. This study aims to see how the description of poverty is contained in the novel Dekat dan Nyaring by Sabda Armandio Alif. This study uses a sociology of literature approach with the theoretical basis used is Alan Swingewood's theory that literary works are a social reflection or a reflection of the times. The method used in this study is a qualitative method which produces written data on poverty. The techniques used are data collection techniques, data analysis, and presentation of the results of data analysis. From the research that has been done, in the novel Dekat dan Nyaring by Sabda Armandio Alif it is found that there are three types of poverty, namely absolute poverty, relative poverty, and structural poverty.Keywords: novel, Sabda Armandio Alif, poverty, Sociology of Literature.
PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA DALAM LANSKAP LINGUISTIK DI BANDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN Mahmudah, Mahmudah; Radin, Nur Indahsari
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v12i1.45133

Abstract

AbstrakLanskap linguistik merupakan representasi pemakaian bahasa dalam tata ruang publik. Artikel ini membahas tentang “Kontur Global dari Konteks Plurilingual”. Lanskap linguistik terkait erat dengan persoalan ruang berbahasa antar bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil pembahasan lanskap bahasa negara (bahasa Indonesia) dalam konteks komunikasi pada era globalisasi, khususnya era Revolusi Industri 4,0 yang ketika dilihat dari geopolitik bahasa memberikan peluang dan sekaligus ancaman bagi bahasa negara dalam penggunaannya di ruang publik. Dari penelitian ini diperoleh bahwa, manusia penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin merupakan salah satu cara untuk menginternasionalkan bahasa indonesia, sebab di luar negeri bahasa Indonesia tidak digunakan di ruang publik.Kata kunci: bahasa, Indonesia, Lanskap linguistik AbstractThe linguistic landscape is a representation of the use of language in public space. This article discusses the "Global Contour of a Plurilingual Context". The linguistic landscape is closely related to the problem of language space between nations. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results of the discussion on the landscape of the state language (Indonesian) in the context of communication in the era of globalization, especially the era of the Industrial Revolution 4.0, when viewed from the geopolitics of language, provide both opportunities and threats for the state language in its use in public spaces. From this research it was found that, humans use Indonesian as the main language at Sultan Hasanuddin International Airport is one way to internationalize Indonesian, because overseas Indonesian is not used in public spaces.Keywords: language, Indonesia, linguistic landscape 
KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP TOKOH UTAMA DALAM CERPEN POKROL BAMBU MARTOYO: KAJIAN FEMINISME LIBERAL NAOMI WOLF Adriani, Milka
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v12i1.45145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguak ketidakadilan gender yang dialami oleh Bik Rimang, sehingga melahirkan kesengsaraan, penderitaan, dan perjuangan terhadap tokoh utama dalam sebuah rumah tangga sepasang suami istri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deksriptif kualitatif melalui teori Feminisme Liberal Naomi Wolf, dengan pendekatan objektif. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa tokoh utama, Bik Rimang merupakan tokoh yang mengalami ketidakadilan gender akibat sikap superior dan patriarki yang dibangun oleh sang suami. Oleh sebab itu, ketidakadilan tersebut melahirkan perjuangan-perjuangan yang amat besar dan berat terhadap Bik Rimang. Perjuangan tersebut dimulai dengan kesabaran, hingga akhirnya melahirkan pembunuhan yang dilakukan oleh Bik Rimang terhadap Jemprot, suaminya. 
REPRESENTASI BUDAYA PATRIARKI DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP KARYA BENE DION RAJAGUKGUK Yunisha, Rara; Pangesti, Nesa Riska
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v12i1.44875

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk merepresentasikan budaya patriarki yang terdapat dalam film Ngeri-ngeri Sedap karya Bene Dion Rajagukguk. Penelitian ini menggunakan teori semiotika dengan pendekatan kualitatif untuk memahami makna budaya patriarki dalam film Ngeri-ngeri Sedap. Sumber penelitian ini adalah film Ngeri-ngeri Sedap dan sumber bacaan yang mendukung data, seperti informasi dari buku-buku dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini berupa kumpulan deskripsi budaya patriarki dalam film Ngeri-ngeri Sedap karya Bene Dion Rajagukguk.Kata kunci : Patriarki, Ngeri-ngeri Sedap, Batak. AbstractThis article aims to represent the patriarchal culture found in the movie Ngeri-ngeri Sedap by Bene Dion Rajagukguk. This research uses semiotic theory with a qualitative approach to understand the meaning of patriarchal culture in Ngeri-ngeri Sedap movie. The sources of this research are Ngeri-ngeri Sedap movie and reading sources that support the data, such as information from books and journals related to this research. The result of this research is a collection of descriptions of patriarchal culture in the movie Ngeri-ngeri Sedap by Bene Dion Rajagukguk.Keywords : Patriarchy, Ngeri-ngeri Sedap, Batak.
GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM SINANDONG MELAYU TANJUNG BALAI Maida, Hida Al; Marsella, Emma; Widayati, Dwi
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v12i1.44815

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dari gaya Bahasa dan diksi-diksi yang terkandung dalam Sinandong Melayu Tanjung Balai dengan menggunakan kajian stilistika yang bermanfaat untuk mengembangkan dan melestarikan seni kebudayaan Sinandong Melayu Tanjung Balai. Pradopo (2020: 2) menjelaskan bahwa stilistika adalah ilmu tentang gaya (bahasa). Gaya Bahasa dibagi menjadi gaya Bahasa perulangan, gaya Bahasa perbandingan, gaya Bahasa pertentangan, dan gaya Bahasa pertautan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi.  Sumber dari penelitian ini adalah Sinandong Melayu Tanjung Balai dengan data berupa kata-kata atau kalimat yang ditemukan melalui teknik telaah pustaka, analisisi data, dan pengolahan data. Hasil penelitian ditemukan banyak sekali gaya Bahasa dan diksi dalam Sinandong Melayu Tanjung Balai yang mengandung makna sarat akan nasehat, pelajaran hidup, petuah-petuah orang tua, dan lain-lain.Kata kunci: analisis, gaya bahasa, sinandong Melayu, Stilistika AbstrackThis study aims to determine the meaning of the language style and dictions contained in the Tanjung Balai Malay Sinandong by using stylistic studies that are useful for developing and preserving the Tanjung Balai Malay Sinandong cultural arts. Pradopo (2020: 2) explains that stylistics is the science of style (language). Language style is divided into repetition language style, comparative language style, contradicting language style, and linking language style. The method used in this study is a qualitative descriptive method with a content analysis approach. The source of this research is the Tanjung Balai Malay Sinandong with data in the form of words or sentences found through literature review techniques, data analysis, and data processing. The results of the study found that there are many styles of language and diction in Tanjung Balai Malay Sinandong which contain meanings full of advice, life lessons, advice from parents, and others.Keywords: analysis, language style, sinandong Melayu, Stylistics
MAKANAN ETNIS NIAS: KAJIAN LINGUISTIK KULINER Zai, Aprina Cindera Kasih; Daulay, Muhammad Anggie Januarsyah
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v12i1.45123

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas makanan etnis dalam bahasa Nias dengan menggunakan Pendekatan Linguistik Kuliner. Masalah yang diteliti adalah (1) Struktur penamaan makanan etnis Nias, (2) Makna makanan etnis dalam masyarakat Nias, (3) Nilai-nilai budaya yang berkaitan dengan makanan khas dalam bahasa Nias. Penelitian ini dilakukan di Pulau Nias. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menguraikan gejala bahasa yang berkaitan dengan linguistik kuliner. Teknik pengumpulan data dalam mengkaji penelitian ini adalah teknik cakap semuka, rekam, dan catat. Data dikumpulkan berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur penamaan makanan etnis Nias terdiri dari 90 nama makanan dan dikelompokkan dalam enam kategori, yaitu: penamaan baru berdasarkan serapan bahasa lain (contohnya: godo-godo), bahan utama (contohnya: rifi gae), pengolahan (contohnya: fakhe nilӧwӧsi, gowi nifufu/nitutu/nihandro) keserupaan bentuk (contohnya: sualo), alat/tempat masak (contohnya: doru nitutu ba zole), dan aturan adat (contohnya: sumange dome). Nilai budaya yang terkandung dalam penamaan makanan etnis Nias terdapat lima nilai budaya, yaitu: nilai kekompakan (solidarity), kemurahan hati (generousity), nilai-nilai persamaan (egalitarianism), keadilan (equity), dan nilai timbal-balik (reciprocity). Kata kunci: Linguistik kuliner, makanan, penamaan, makna, nilai. AbstractThis research discusses ethnic food in Nias language by using Culinary Linguistic Approach. The problems studied are (1) The naming structure of Nias ethnic culinary, (2) The meaning of ethnic culinary in Nias society, (3) Cultural values related to ethnic culinary in Nias language. This research was conducted on Nias Island. Descriptive qualitative method was used to describe language symptoms related to culinary linguistics. Data collection techniques in reviewing this research are open chats, recording, and note-taking techniques. Data were collected in the form of interviews and observations. The results showed that the Nias ethnic culinary naming structure consists of 90 food names and is grouped into six categories, namely: naming based on the absorption of other languages (for example: godo-godo), based on the main ingredients (for example: rifi gae), based on the cooking process (for example: fakhe nilӧwӧsi, gowi nifufu/nitutu/nihandro) based on shape (for example: sualo), based cooking tools/places (for example: doru nitutu ba zole), and lastly based on customary rules (for example: sumange dome). There are five cultural values contained in the naming of Nias’ ethnic culinary: solidarity, generosity, egalitarianism, equity, and reciprocity.Keywords: Culinary linguistics, food, culinary, naming, meaning, value.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol. 14 No. 1` (2025): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol. 13 No. 3 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI DESEMBER Vol. 13 No. 2 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol 13, No 2 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol 13, No 1 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol. 13 No. 1 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol 12, No 3 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI DESEMBER Vol. 12 No. 3 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI DESEMBER Vol 12, No 2 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol. 12 No. 2 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol 12, No 1 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol 11, No 2 (2022): JURNAL SASINDO Vol 11, No 1 (2022): JURNAL SASINDO Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SASINDO Vol 9, No 2 (2020): JURNAL SASINDO Vol 9, No 1 (2020): JURNAL SASINDO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SASINDO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL SASINDO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL SASINDO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL SASINDO Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Sasindo Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Sasindo Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SASINDO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SASINDO Vol 4, No 3 (2015): JURNAL SASINDO Vol 4, No 2 (2015): JURNAL SASINDO Vol 4, No 1 (2015): JURNAL SASINDO Vol 3, No 4 (2014): JURNAL SASINDO Vol 3, No 3 (2014): JURNAL SASINDO Vol 3, No 2 (2014): JURNAL SASINDO Vol 3, No 1 (2014): JURNAL SASINDO Vol 2, No 4 (2013): Jurnal Sasindo Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Sasindo Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Sasindo Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Sasindo Vol 1, No 01 (2012): Jurnal Sasindo Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Sasindo Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Sasindo More Issue