cover
Contact Name
Muhammad Amin Sunarhadi
Contact Email
mamin.sunarhadi@staff.uns.ac.id
Phone
+6281390716299
Journal Mail Official
jurnalekosains@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Lingkungan FMIPA Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A, Kentingan, Jebres Surakarta 57126 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ekosains
ISSN : 19797826     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ekosains mempublikasikan hasil penelitian di bidang lingkungan maupun interdisipliner terkait yang belum pernah dipublikasikan atau sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Jurnal Ekosains menerima artikel baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris yang mencakup beberapa topik kajian lingkungan antara lain: Manajemen lingkungan Ekologi Lingkungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pembangunan dan Lingkungan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Perencanaan dan Administrasi Lingkungan Kesehatan lingkungan Teknik Lingkungan dan Pencemaran Lingkungan, dan Sistem Informasi Lingkungan Manajemen Bencana
Articles 42 Documents
Pengembangan Ekowisata Grenden Berbasis SDGs di Resort Wonolelo, Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) Distayana Alda Gestan
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata merupakan jenis pariwisata berbasis alam yang melibatkan pendidikan dan interpretasi lingkungan/alam dan pengelolaan yang berkelanjutan bagi ekologis. Wisata Alam Bukit Grenden merupakan ekowisata yang dikelola oleh Taman Nasional Gunung Merbabu. Wisata Alam Bukit Grenden terletak di Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pariwisata sebagai salah satu sektor pembangunan yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, dikatakan sebagai aset strategis untuk mendorong pembangunan wilayah-wilayah tertentu yang memiliki daya tarik wisata. Dalam pengelolaan konsep pariwisata perlu memperhatikan konsep pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk merekomendasikan strategi yang layak dilakukan agar wisata grenden dapat optimal sebagai ekowisata yang berkelanjutan sehingga dapat bersaing dengan tempat-tempat wisata yang lainnya. Penelitian ini dilaksanakan di Wisata Alam Bukit Grenden dengan metode analisis SWOT. Ekowisata Grenden dapat dikembangkan dengan menggunakan strategi yang berdasarkan pada SDGs dan pembangunan berkelanjutan dengan memuat aspek lingkungan, ekonomi dan sosial budaya. Strategi yang direkomendasikan adalah reboisasi dan pemanfaatan kayu pohon pinus untuk pembangunan sarana dan prasarana, penyewaan alat-alat camping di lokasi wisata dan pembangunan warung-warung di kawasan wisata, melibatkan masyarakat setempat dalam membangun dan menjalankan wisata alam Bukit Grenden, pembuatan acara kebudayaan tahunan sebagai media promosi wisata alam Bukit Grenden, dan pemanfaatan sosial media dalam promosi wisata.
Analisis Kualitas Air Sungai Kotes dengan Penambahan Eco-Enzyme Buah Berdasarkan Parameter Fisika dan Kimia Perairan Calvin Levyanto Pramono
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kotes merupakan salah satu aliran sungai yang mengalir di Desa Papringan yang berasal dari beberapa sungai besar termasuk Sungai Bengawan Solo. Masyarakat di Desa Papringan banyak memanfaatkan aliran Sungai Kotes karena sebagian besar bekerja sebagai petani. Hal ini tentunya banyak menimbulkan masalah ketika masyarakat banyak melakukan kegiatan di sekitar aliran sungai. Salah satu metode yang biasanya digunakan untuk mengurangi kadar pencemar dalam air adalah water purification atau pemurnian air dengan menggunakan Eco-Eznym. Tujuan dari penelitian kali ini yaitu untuk menganalisis kualitas air sungai terhadap parameter fisika (suhu, pH, padatan total terlarut (TDS), dan kekeruhan (NTU)) serta faktor kimia perairan (Dissolved Oxygene (DO)) sebelum dan sesudah diaplikasikan Eco-Enzyme. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pengukuran secara langsung di tiga titik sungai sepanjang Sungai Kotes menggunakan multi parameter. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan hasil pengukuran diketahui bahwa parameter TDS, DO, dan kekeruhan sudah memenuhi standar baku mutu air sungai menurut PP No. 22 Tahun 2021 sebelum diaplikasikan Eco-Enzyme. Sedangkan setelah diaplikasikan Eco-Enzyme terjadi penurunan kadar TDS, pH, dan kekeruhan serta peningkatan kadar DO dalam aliran Sungai Kotes. Dapat disimpulllan bahwa larutan Eco-Enzyme mampu mengurangi kadar pencemaran air di aliran Sungai Kotes.
PENGEMBANGAN DASHBOARD SISTEM PEMANTAUAN LINGKUNGAN EENNOS KONDISI SUHU DAN UDARA DAN KELEMBABAN DI KOTA SURAKARTA Sunarhadi, R. Muh. Amin; Sunarto, Sunarto; Dewangga, Aru; Himawan, Widhi; Suryo Guritno, Sangaji
Ekosains Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kapasitas yang diperlukan untuk membangun ketahanan masyarakat adalah ketersediaan informasi Sistem Informasi Lingkungan (SIL) tentang lingkungan kondisi. Hal itu memerlukan ketersediaan dari informasi pada waktunya dan dengan kualitas yang baik sehingga akan mendorong interaksi antara manusia dengan lingkungannya untuk mengurangi bencana. Artikel ini bermaksud menyajikan pengembangan dashboard sistem pemantauan lingkungan (environmental monitoring system) yang disebut dengan EENNOS. Dashboard EENNOS ini menyajikan kondisi suhu dan kelembaban dari sensor pemantau yang dipasang di Kota Surakarta. Data yang masuk secara terus menerus dan realtime harus diwadahi dengan tampilan dan sajian informasi dashboard yang dapat mendasari pengambilan keputusan. Sistem informasi lingkungan EENNOS dapat diimplementasikan secara tepat dalam situasi daring dan mendorong praktik komunikasi risiko yang mengedepankan kesiapsiagaan terhadap dinamika ancaman bencana dari lingkungan masyarakat.
Perbandingan Kerapatan Vegetasi Taman Nasional Gunung Merbabu Tahun 2019 dan Tahun 2023 Martina Putri Maharani
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Gunung Merbabu adalah kawasan konservasi yang berfungsi untuk melindungi keanekaragaman hayati dan sumber daya alam di dalamnya. Kelestarian keanekaragaman hayati dan sumberdaya alam di Taman Nasional Gunung Merbabu tidak lepas dari indikator-indikator lingkungan. Kerapatan vegetasi adalah salah satu indikator penting dalam ekosistem yang mencerminkan seberapa rapat komunitas tumbuhan yang ada pada suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kerapatan vegetasi TNGMb pada tahun 2019 dan 2023 agar dapat mengetahui perubahan ekologis di wilayah tersebut selama empat periode untuk dapat memberikan petunjuk penting tentang stabilitas ekosistem  dan juga potensi ancaman yang mungkin dihadapi oleh vegetasi setempat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah interpretasi citra. Data yang digunakan adalah 2 Citra Satelit Landsat 8 OLI/TIRS. Hasil yang didapat dari interpretasi citra satelit adalah perbedaan luas klasifikasi kerapatan vegetasi pada tahun 2019 dan 2023. Luas klasifikasi kerapatan vegetasi pada tahun 2019 lebih rendah, yaitu 3.521,29 Ha daripada luas klasifikasi kerapatan vegetasi tahun 2023, yaitu seluas 5.814,97 Ha. Hal ini dikarenakan citra satelit 2019 diambil pasca kebakaran hutan yang menyebabkan penurunan kerapatan vegetasi.
Analisis Perubahan Tutupan Lahan di Kawasan Rawa Pening dengan Landsat 8-9 OLI/TIRS C2 L1: Studi Kasus Periode 2013 dan 2023 Sofiyana Khourunnisa
Ekosains VOL 17 (02) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lingkungan yang dihadapi Danau Rawa Pening di Jawa Tengah, Indonesia, antara lain pertumbuhan eceng gondok, pencemaran, dan kerusakan lingkungan. Eceng gondok adalah tanaman besar dan cepat tumbuh yang dapat menyerang dengan kuat dan memberikan dampak negatif terhadap ekosistem perairan, menyebabkan banyak masalah pada air. Danau tersebut saat ini menghadapi permasalahan pertumbuhan eceng gondok yang menyebabkan penurunan kualitas dan kerusakan lingkungan. Menurunnya fungsi Danau Rawa Pening disebabkan oleh pencemaran dan kerusakan lingkungan air danau tersebut, ditambah lagi dengan perilaku masyarakat di dalamnya. ktivitas eksploitasi sumber daya alam seperti pengambilan tanah untuk pembangunan, penambangan pasir, dan aktivitas industri juga dapat menyebabkan perubahan signifikan dalam tutupan lahan kawasan Rawa Pening. Upaya konservasi dan restorasi telah dilakukan untuk melestarikan ekosistem rawa yang semakin menipis. Danau Rawa Pening di Semarang, Jawa Tengah, telah menjadi fokus berbagai program restorasi dan konservasi. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi danau ini adalah pertumbuhan enceng gondok yang telah menyebabkan pendangkalan, penurunan kualitas air danau, dan penurunan produktivitas perikanan Permasalahan lingkungan yang dihadapi Danau Rawa Pening di Jawa Tengah, Indonesia, antara lain pertumbuhan eceng gondok, pencemaran, dan kerusakan lingkungan. Eceng gondok adalah tanaman besar dan cepat tumbuh yang dapat menyerang dengan kuat dan memberikan dampak negatif terhadap ekosistem perairan, menyebabkan banyak masalah pada air. Danau tersebut saat ini menghadapi permasalahan pertumbuhan eceng gondok yang menyebabkan penurunan kualitas dan kerusakan lingkungan. Status kualitas air Danau Rawa Pening termasuk dalam kategori tercemar berat, dan telah dilakukan upaya untuk memperbaikinya. Metode analisis citra satelit dari Landsat 8-9 OLI/TIRS untuk memantau perubahan tutupan lahan di Kawasan Rawa Pening. Faktor penyebab perubahan lahan ini yaitu Pertumbuhan populasi, urbanisasi, perubahan kebijakan lingkungan, dan berbagai faktor alam. Sehingga dibutuhkan pengelolaan yang berkelanjutan, konservasi dan restorasi, serta pemberdayaan masyarakat
Analisis Status Mutu Air dengan Metode Indeks Pencemaran Berdasarkan Parameter Fisika-Kimia di Sungai Beji, Desa Pondok , Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten Youhana Eli Santika
Ekosains Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Beji Desa Pondok yang dapat mempengaruhi kualitas air sungai yaitu pertanian, permukiman, dan peternakan. Hal ini menjadikan peningkatan terhadap jumlah limbah yang dihasilkan dari proses domestik yang tidak disertai dengan pengelolaan limbah yang ada sehingga sungai dijadikan salah satu tempat pembuangan limbah baik limbah industri, organik, maupun anorganik. Dari proses tersebut akan membuat kondisi perairan Sungai Desa Pondok semakin hari semakin buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui status mutu air di Sungai Beji, Desa Pondok . Lokasi penelitian berada di Sungai Beji, Desa Pondok , Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten pada 4 stasiun yang berbeda. Analisis Status Mutu air di  Sungai Beji, Desa Pondok berdasarkan parameter fisika dan kimia diukur menggunakan alat Multi-Parameter Water Quality Meter dan pH meter, kemudian disesuaikan dengan Baku Mutu Air Kelas II yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam menentukan status mutu air dilakukan analisis menggunakan metode Indeks Pencemaran. Hasil dari penelitian ini yaitu Parameter yang melebihi baku mutu adalah Dissolved Oxygen (DO).  Hasil perhitungan status mutu air di Sungai Beji Desa Pondok menggunakan Metode Indeks Pencemaran menunjukkan total skor sebesar 1,91. Hal ini mengartikan bahwa status mutu air di Sungai Beji Desa Pondok termasuk kategori tercemar ringan. Usaha mitigasi, adaptasi, dan partisipasi masyarakat yang optimal dalam menjaga Air Sungai supaya tidak tercemar diantaranya mengurangi dampak pencemaran di perairan. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pemerataan penyebaran penduduk dan pengendalian pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah padat, pembuatan fasilitas pembuangan sampah disekitar permukiman, dan pembuatan instalasi pengolahan air limbah.
PEMANFAATAN AIR TAWAR SEBAGAI SISTEM IRIGASI PADA LAHAN PERSAWAHAN DI DESA PAPRINGAN, KECAMATAN KALIWUNGU, KABUPATEN SEMARANG Anisa Eka Putri Aryanto
Ekosains Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Papringan merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Desa Papringan memiliki area lahan persawahan yang luas sekitar 43% dari seluruh kawasan Desa Papringan. Adanya lahan persawahan ini membutuhkan irigasi yang optimal dengan sumber daya air yang baik untuk mengelola pertanian. Aktivias domestik yang tinggi mempengaruhi kualitas sumber daya air yang terdapat di Desa Papringan, sehingga akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan air tawar di Desa Papringan dalam penggunaan irigasi pada lahan persawahan kualitas air tawar serta implementasi sistem irigasi yang diterapkan pada Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Metode dalam penelitian ini adalah melalui observasi dan pengamatan, dokumentasi, serta wawancara dengan masyarakat Desa Papringan. Hasil dalam penelitian ini adalah bahwa air tawar yang terdapat di Desa Papringan dapat dimanfaatkan dan layak untuk penggunaan irigasi pada lahan persawahan, serta implementasi sistem irigasi yang terdapat di Desa Papringan menggunakan mesin irigasi yang dimanfaatkan secara bergantian oleh 6 dusun di Desa Papringan dengan durasi panen lahan persawahan 3 kali dalam setahun.
KAJIAN TERHADAP TINGKAT KETAATAN PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN DAN/ATAU USAHA TERHADAP KEWAJIBAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI KABUPATEN SRAGEN Purwaka A.N, Muhammad; Setyono, Prabang; Rachmi, I Gusti Ayu Ketut
Ekosains Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri mendapatkan prioritas utama karena menciptakan lapangan pekerjaan dan menghasilkan pendapatan dan meningkatkan taraf perekonomian. Industri juga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan karena menyebabkan pencemaran lingkungan harus ada usaha paksa dari pemerintah agar penanggung jawab kegiatan dan/atau usaha sektor industri mau untuk menaati segala aturan yang mengatur kewajiban mereka untuk mengelola dampak lingkungan yang hadir akibat proses produksi yang mereka lakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat ketaatan penanggung jawab kegiatan dan/atau usaha terhadap  pemenuhan kewajiban yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan dibidang pengendalian pencemaran lingkungan dan atau kerusakan lingkungan. Untuk menilai kriteria penaatan  dilakukan modifikasi dari kriteria Proper dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 3 Tahun 2014 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Hasil   Penelitian   menunjukkan   Hasil penghitungan skor tingkat ketaatan terhadap 9 (sembilan) penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan sektor  industri  skala besar yang ada di Kabupaten Sragen, 3 (tiga) industri yang mencapai level taat, 2 (dua) kegiatan belum taat  dan 4 (empat) kegiatan tidak taat terhadap kewajiban pengelolaan lingkungan hidup. Ketidaktaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan sektor  industri  skala besar dalam pelaksanaan kewajiban pengelolaan lingkungan hidup dikarenakan oleh; komitmen dan tingkat pemahaman penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan, lemahnya pengawasan  badan lingkungan hidup Kabupaten Sragen, lemahnya kualitas personil pengawas, tidak ada tindak lanjut pasca pengawasan, carut-marut penyusunan dokumen UKL-UPL dan mahalnya biaya pengelolaan lingkungan hidup.
Sebaran Land Surface Temperature, Indeks Kerapatan Vegetasi dan Indeks Kerapatan Bangunan Di Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten Junieta Wahyuningtyas; Muhammad Irfan Rahmadana; Salma Kamiliya Fatin; Syahita Martha De Wela; Wian Ayu Wardha'adlina
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan lahan mengacu pada aktivitas manusia yang terjadi pada sebidang tanah tertentu dan cara pemanfaatannya. Penelitian dilakukan pada bulan November 2023 di Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari citra landsat yang diolah dengan software arcgis menggunakan indeks kerapatan vegetasi dan Land Surface Temperature. Berdasarkan hasil interpretasi visual dan pengetahuan analis terhadap karakteristik sebaran tutupan lahan di Desa Pondok, teridentifikasi lima tipe, merupakan jenis tutupan lahan terakhir yaitu lahan bangunan, sawah, semak belukar, kebun, ladang dan lahan kosong. Berdasarkan hasil NDVI Badan Air memiliki kontribusi yang sangat kecil terhadap total luas area, yaitu hanya 0.09 Ha atau 0.07%. Sementara Non-Vegetasi memiliki luas area 2.4 Ha yang menyumbang 1.81% dari total luas area. Tidak Rapat memperlihatkan luas area sebesar 32.8 Ha atau 24.69% dan Cukup Rapat dengan 46.57 Ha atau 35.04%. Klasifikasi dengan luas area terbesar adalah Rapat, mencapai 50.96 Ha atau 38.35%. Hasil analisis LST menunjukkan variasi suhu yang signifikan, dengan suhu terendah 25,66°C dan suhu tertinggi mencapai 30,77°C. Hasil NDBI total luas keseluruhan adalah 133,04 Ha dengan wilayah dengan suhu Permukiman jarang mendominasi, mencakup 48,12 hektar dari total luas area. Permukiman Rapat memiliki luas area sekitar 35,08 hektar atau hampir 26,37%. Non Permukiman, menyumbang sekitar 31,28 hektar atau 23,51%. Permukiman sangat rapat memiliki luas sekitar 18,57 hektar atau 13,96%.
Analisis pola persebaran gastropoda berdasarkan parameter kualitas air sebagai faktor pembatas distribusi di sungai Kotes, Desa Papringan, Kab. Semarang. Nilam Sariramadhani Koesdaryanto
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem akuatik merupakan ekosistem yang dominan terdiri dari air sebagai komponen abiotik yang menjadi tempat hidup bagi berbagai makhluk hidup. Peran penting komponen-komponen ekosistem akuatik dalam lingkungan terletak pada kemampuannya sebagai indikator kualitas perairan. Gastropoda merupakan organisme yang menjadi salah satu bioindikator kualitas air di sungai Kotes, Desa Papringan. Aliran sungai ini berperan bagi aktivitas masyarakat daerah tersebut sehingga seiring berjalannya waktu, aliran sungai dapat mengalami penurunan kualitas air akibat sumber bahan tercemar tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola penyebaran populasi gastropoda yang ada di sedimen sungai pada lokasi yang telah ditentukan secara spasial serta mengukur parameter ekosistem sungai yang dianggap sebagai faktor pembatas distribusi densitas populasi gastropoda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, metode pengumpulan data menggunakan sample survey method dan metode penentuan stasiun menggunakan purposive sampling method terhadap 3 stasiun. Dilakukan juga pengukuran parameter perairan meliputi TDS, pH, DO, dan suhu. Hasil penelitian menunjukkan pola penyebaran Gastropoda dengan rumus indeks Hopkins yakni 283.26 dan menunjukkan pola persebaran seragam. Pengukuran kualitas air sungai menunjukkan kualitas air sungai Kotes masih terjaga dan berkesinambungan dengan densitas populasi gastropoda. Perhitungan densitas menghasilkan perhitungan variansi 0.001855 sehingga dapat dibuktikan parameter menjadi faktor pembatas distribusi organisme.