cover
Contact Name
Muhammad Amin Sunarhadi
Contact Email
mamin.sunarhadi@staff.uns.ac.id
Phone
+6281390716299
Journal Mail Official
jurnalekosains@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Lingkungan FMIPA Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A, Kentingan, Jebres Surakarta 57126 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ekosains
ISSN : 19797826     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ekosains mempublikasikan hasil penelitian di bidang lingkungan maupun interdisipliner terkait yang belum pernah dipublikasikan atau sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Jurnal Ekosains menerima artikel baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris yang mencakup beberapa topik kajian lingkungan antara lain: Manajemen lingkungan Ekologi Lingkungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pembangunan dan Lingkungan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Perencanaan dan Administrasi Lingkungan Kesehatan lingkungan Teknik Lingkungan dan Pencemaran Lingkungan, dan Sistem Informasi Lingkungan Manajemen Bencana
Articles 42 Documents
STUDI KASUS PENGARUH PARAMATER FISIKA DAN KIMIA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN WADER DI ANAK SUNGAI PEPE DESA SAWAHAN Ramadhani, Danila Desti
Ekosains Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai merupakan salah satu tempat yang mudah tercemar. Pembuangan limbah secara tidak bertanggung jawab ke dalam sungai tanpa memperhatikan kemampuan daya dukung dan daya tampung lingkungan akan memberikan dampak buruk terhadap kualitas ekosistem. Selain itu, adanya laju pertumbuhan penduduk yang sangat besar baik dari dalam Desa Sawahan ataupun adanya migrasi penduduk yang berjalan seiring dengan pesatnya pembangunan di Desa Sawahan menyebabkan keberadaan sungai terancam. Sungai dengan kualitas lingkungan yang rendah tentu akan mempengaruhi ketersediaan makanan yang akan berpengaruh pula pada jumlah ikan diperairan. Penilitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui indikator kualitas sungai dengan parameter yang diukur meliputi suhu, pH, TSS, BOD dan DO serta untuk mengetahui pengaruh parameter fisika dan kimia Sungai di Desa Sawahan terhadap pertumbuhan Ikan Wader. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif menggunakan teknik sampling. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa Ikan Wader jantan dan betina baik sebelum dan sesudah sumber pencemar memiliki pertumbuhan yang lebih dominan pertambahan panjangnya dibandingkan pertambahan beratnya. Berdasarkan beratnya Ikan Wader yang terdapat di sebelum sumber pencemar memiliki bobot yang lebih berat dan lebih panjang dibandingkan Ikan Wader yang berada sesudah sumber pencemar. Hal ini karena sumber makanan dan nutrisi lebih banyak terdapat pada sungai sebelum sumber pencemar dan di tempat tersebut pula air tidak terlalu keruh dan padatan yang tersuspensi tidak terlalu tinggi.
Identifikasi Pola Distribusi Bambu sebagai Vegetasi Riparian di Sekitar Tempuran Sungai Langsur-Sungai Samin Reisha Azzahra Putri Restanta
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vegetasi riparian memiliki manfaat bagi lingkungan sekitar sungai, yakni dapat mencegah bencana banjir, mengatasi erosi tanah, serta dapat meningkatkan kualitas air dan tanah di sungai. Bambu merupakan salah satu jenis vegetasi riparian yang tumbuh di daerah sempadan sungai, penelitian ini melakukan pengamatan di sekitar tempuran Sungai Langsur-Sungai Samin karena terdapat vegetasi riparian, yakni tumbuhan bambu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola persebaran serta identifikasi jenis bambu di sekitar tempuran Sungai Langsur-Sungai Samin. Metode yang digunakan adalah pendekatan metode deskriptif kualitatif, serta pengamatan secara langsung di lokasi penelitian. Hasil penelitian ini, terdapat 5 jenis bambu yang tumbuh di daerah sempadan sungai dengan jumlah yang berbeda di setiap titik pengamatan, memiliki karakteristik yang berbeda-beda, serta manfaat yang beragam. Dapat disimpulkan berdasarkan karakteristik 5 jenis bambu yang ada di daerah tempuran sungai,  bambu tumbuh merumpun di Tempuran Sungai Samin Sungai Langsur dengan kondisi tanah yang terindikasi kekeringan.
Pengaruh Aktivitas Masyarakat Sempadan Sungai terhadap Kualitas Fisik Air Studi Kasus RW.07, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari Haydar Ally
Ekosains VOL 17 (02) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Kelurahan Sumber, Banjarsari, Surakarta terdiri dari 17 Rukun Warga (RW) salah satunya adalah RW.07, kawasan RW.07 dilewati oleh anak sungai Gajah Putih yang menuju yang akan bermuara ke Sungai Bengawan Solo. Pada lokasi sekitar anak sungai Gajah Putih Digunakan sebagai kawasan pemukiman. Kondisi bangunan permukiman yang berada di wilayah sekitar sungai menghasilkan limbah rumah tangga yang langsung dibuang ke badan air. Kualitas air yang berada di sungai sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia pada lingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh aktivitas masyarakat di sekitar sungai terhadap kualitas fisik air di daerah Rw.07, Kelurahan Banjarsari. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari observasi secara langsung dengan teknik wawancara, dan pengukuran kualitas air anak sungai Gajah Putih. Metode analisis data yang digunakan adalah membandingkan hasil analisis dengan baku mutu sungai kelas 2 menurut Peraturan Pemerintah (PP)  nomor 22 tahun 2021. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas fisik air anak sungai Gajah Putih yang berada di RT.02, RW.07 belum menunjukkan angka yang melebihi baku mutu berdasarkan PP nomor 22 tahun 2021. Namun, kondisi anak sungai Gajah Putih yang berada di RT.02, RW.07 yang memprihatinkan akibat aktivitas masyarakat di daerah sempadan sungai terutama dalam pengelolaan sampah domestik perlu dilakukan upaya dari stakeholder terkait.
Analisis Temperature Humidity Index (THI) secara Time-Series Menggunakan Sistem Monitoring berbasis Internet of Things (IoT) di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Surakarta Fadhil Achmad Zaky; Ardia Candra Fajar Herbowo; Faisya Haqqin Abrari; Haydar Ally; Muhammad Adib Al-Dzahabi; Muhammad Hanif Ahsani Taqwim; Naila Maulida Ibriza; Nida Ulhaq Fil'ardiani; Yonanda Surya Agustin; Agnar Pradipa Daniswara
Ekosains Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTemperature Humidity Index (THI) merupakan indeks yang digunakan untuk mengukur kenyamanan udara. THI yang tinggi dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan gangguan kesehatan. Pemantauan THI secara berkala perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi udara dan mengambil tindakan yang diperlukan. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis THI secara time-series menggunakan sistem monitoring berbasis IoT di Kelurahan Sumber, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Sistem monitoring terdiri dari sensor suhu dan kelembaban udara yang dipasang di beberapa titik di Kelurahan Sumber. Data sensor kemudian dikirim ke cloud untuk diolah dan dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa THI di Kelurahan Sumber memiliki pola yang bervariasi sepanjang hari, THI tertinggi terjadi pada hari Minggu pada tanggal 15 Oktober 2023 dengan rata-rata 31,9℃. THI terendah terjadi pada hari Rabu pada tanggal 25 Oktober 2023 dengan rata-rata 29,2℃. Hasilnya menunjukkan variasi suhu dan kelembaban dengan THI dalam rentang 29–31℃. Kondisi ini menggambarkan bahwa sebagian besar waktu tergolong dalam kategori sebagian nyaman atau tidak nyaman.Sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa sistem monitoring berbasis IoT dapat digunakan untuk pemantauan THI secara time-series. Hasil analisis THI dapat digunakan untuk mengetahui kondisi udara dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat yaitu dengan peningkatan vegetasi untuk mengurangi pemanasan langsung dan menyerap polutan udara, beralih ke transportasi ramah lingkungan, dengan pengelolaan sampah efisien: dapat mempengaruhi suhu mikro lingkungan, serta efisiensi energi fosil. Namun, perlu diingat selain dari partisipasi masyarakat harus ada tindakan bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga, dan masyarakat, untuk menurunkan THI dan meningkatkan kenyamanan lingkungan di Kelurahan Sumber. Kata kunci: THI, IoT, time-series, Kelurahan Sumber, monitoring udara, tingkat kenyamanan ABSTRACTTemperature Humidity Index (THI) is an index used to measure air comfort. This high can cause discomfort and even health problems. Therefore, regular THI monitoring needs to be carried out to determine air conditions and take necessary action. In this research, time-series THI analysis was carried out using an IoT-based monitoring system in Sumber Village, Surakarta City, Central Java. The monitoring system consists of temperature and humidity sensors installed at several points in Sumber Village. The sensor data is then sent to the cloud to be processed and explained. The analysis results show that the THI in Sumber Subdistrict has a varying pattern throughout the day, the highest THI occurred on Sunday, October 15 2023 with an average of 31.9℃. The lowest THI occurred on Wednesday 25 October 2023 with an average of 29.2℃. The results show variations in temperature and humidity with THI in the range 29– 31℃. This condition illustrates that most of the time is classified as partially comfortable or uncomfortable. So this research shows that an IoT-based monitoring system can be used to monitor THI in a time-series manner. The results of the THI analysis can be used to determine air conditions and take necessary actions to maintain public comfort and health, namely by increasing vegetation to reduce direct heating and absorbing air pollutants, switching to environmentally friendly transportation, with efficient waste management: can influence the temperature of the micro environment, as well as fossil energy efficiency. However, it should be remembered that apart from community participation, there must be joint action from various parties, including the government, institutions and the community, to reduce THI and increase environmental comfort in Sumber Village.Keywords: THI, IoT, time-series, Sumber sub-district, air monitoring, comfort level
ANALISIS SPASIAL KERAWANAN BANJIR DAN KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI SURAKARTA Constantine Herlita Yekti Mumpuni; Muhammad Amin Sunarhadi
Ekosains VOL 18 (01) 2026
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak pada ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kota Surakarta rawan terhadap banjir karena berada pada elevasi rendah dan beberapa aliran sub-DAS, serta peningkatan lahan terbangun akibat urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat kerawanan banjir di Surakarta, (2) mengetahui kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat terhadap bencana banjir, dan (3) memberikan rekomendasi penanggulangan banjir yang sesuai di Surakarta. Metode yang digunakan untuk analisis kerawanan banjir adalah Composite Mapping Analysis (CMA) untuk menghitung bobot parameter kerawanan banjir meliputi curah hujan, tutupan lahan, kemiringan lereng, elevasi, jenis tanah, dan jarak dari sungai, serta wawancara yang berpedoman Panduan Penilaian Destana BNPB untuk analisis kesiapsiagaan. Hasil menunjukkan kerawanan banjir Surakarta tergolong kategori “Sedang”, yaitu seluas 37,6362 km² (80,5%). Sedangkan kerawanan banjir “Rendah” seluas 6,9472 km2 (14, 85%) dan kerawanan banjir “Tinggi” seluas 2,1749 km2 (4,65%). Parameter penyebab banjir Surakarta dengan bobot tertinggi berdasarkan perhitungan CMA adalah jenis tanah (17,75). Kelurahan Pucangsawit memiliki luas kerawanan banjir “Tinggi” terbesar (0,496 km²). Kesiapsiagaan bencana banjir menunjukkan adanya inisiatif, manfaat, dan kerja sama dengan berbagai pihak, namun belum berkelanjutan karena keterbatasan anggaran. Rekomendasi penanggulangan bencana banjir meliputi perbaikan infrastruktur, eco-drainase, edukasi, pengembangan sistem peringatan dini, dan peningkatan peran aktif lembaga serta masyarakat setempat.
Analisis Sifat Fisika dan Kimia Air Sungai Tempuran Langsur-Samin pada Tata Guna Lahan yang Berbeda Zahra, Jasmine Aisyah
Ekosains Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Langsur dan Sungai Samin merupakan anak sungai dari Sungai Bengawan Solo dimana banyak perbedaan penggunaan lahan di sekitar aliran sungai mulai dari kawasan industri, pemukiman, dan pertanian. Penelitian ini menganalisis adanya pengaruh perbedaan penggunaan lahan terhadap kualitas air sungai yang diukur berdasarkan 2 jenis parameter kualitas air, yaitu parameter fisika dan kimia yang terdiri atas suhu, DO (Dissolved Oxygen), TDS (Total Dissolve Solid), dan pH (Potensial of Hydrogen). Pengukuran kualitas air dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa HORIBA U-50 (Multiparameter Water Quality Checker). Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2023. Lokasi pengambilan sampel dibagi menjadi 2 kawasan berdasarkan penggunaan lahannya. Hasil data primer yang telah diambil kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang berasal dari penelitian terdahulu. Hasil data pengukuran kualitas air dianalisis dengan mengacu pada PP No 22 Tahun 2021 dan PP No 82 Tahun 2001. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, ditemukan bahwa terdapat pengaruh penggunaan lahan terhadap kualitas air sungai, salah satunya didapat dari hasil  pengambilan sampel air di stasiun pemantauan pada area kawasan industri alkohol yang menghasilkan angka yang lebih rendah/tinggi dari ambang batas kualitas air sungai, antara lain: kadar pH air yang lebih asam yaitu 6,85 dari baku mutu 6,5-8,5; suhu air lebih tinggi 31,17℃ dari baku mutu suhu air yaitu 22-28⁰C; kadar DO lebih rendah yaitu sebesar 3,27 mg/L dari baku mutu 8,4 mg/L; kadar TDS sebesar 379 mg/L dari baku mutu 1000 mg/L.
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BAMBU DI DESA PAPRINGAN KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN SEMARANG Daniel Abileon Alyodya; Risma Salsabila Foresty; Calvin Levyanto Pramono; Eprian Juniar Restuti; Nilam Sariramadhani Koesdaryanto
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBambu adalah tumbuhan yang berasal dari famili Poaceae ataupun Gramineae yang merupakan rumput-rumputan berukuran besar. Bambu sendiri memiliki keanekaragaman yang cukup tinggi sehingga termasuk sumber daya yang sangat melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan bambu di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Penelitian dilaksanakan di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang pada lima titik tersebar pada kawasan desa yang memiliki jumlah bambu yang tergolong tinggi dengan metode random sampling melalui pembuatan plot. Data yang diperoleh dilakukan perhitungan indeks keanekaragaman menggunakan rumus Shannon-Wiener. Hasil penelitian ini ditemukan terdapat lima jenis spesies bambu yaitu Dendrocalamus asper, Schizostachyum silicatum, Bambusa blumeana, Gigantochloa atroviolacea, dan Gigantochloa atter dengan total jumlah keseluruhan yaitu 474 bambu. Hal ini menunjukkan nilai indeks keanekaragaman (H’) sedang atau cukup beragam dengan nilai sebesar 1,56611. Keanekaragaman ini dipengaruhi oleh kesesuaian lahan geografis seperti ketinggian permukaan, pH tanah, suhu, dan kelembaban. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeliharaan vegetasi untuk mempertahankan spesies-spesies yang ada.Kata kunci : Bambu, Desa Papringan, Shannon-Wiener, Keanekaragaman jenis, Biogeografi ABSTRACTBamboo is a plant that comes from the Poaceae or Gramineae family, which are large grasses. Bamboo itself has quite high diversity so it is a very abundant resource. This research aims to determine the diversity of bamboo plant species in Papringan Village, Kaliwungu District, Semarang Regency. The research was carried out in Papringan Village, Kaliwungu District, Semarang Regency at five points spread across village areas that have relatively high amounts of bamboo using a random sampling method through plotting. The data obtained was calculated by calculating the diversity index using the Shannon-Wiener formula. The results of this research found that there were five types of bamboo species, namely Dendrocalamus asper, Schizostachyum silicatum, Bambusa blumeana, Gigantochloa atroviolacea, and Gigantochloa atter with a total number of 474 bamboos. This shows that the diversity index (H') value is moderate or quite diverse with a value of 1.56611. This diversity is influenced by geographical land suitability such as surface height, soil pH, temperature and humidity. Therefore, public awareness is needed in maintaining vegetation to maintain existing species.Key words: Bamboo, Papringan Village, Shannon-Wiener, Species diversity, Biogeography
Pengaruh Pembersihan Sampah di Sungai Terhadap Kualitas Air Sungai Kotes, Desa Papringan, Kaliwungu, Semarang Daniel Abileon Alyodya
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kotes merupakan salah satu aliran sungai yang mengalir di Desa Papringan, Kaliwungu, Semarang dan memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat di sekitarnya. Masyarakat memanfaatkan Sungai Kotes sebagai sumber yang digunakan sehari-hari untuk berbagai kegiatan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, semakin tinggi pertumbuhan penduduk di desa menimbulkan semakin banyak pula sampah yang dihasilkan. Banyak sampah yang ditemukan di beberapa titik Sungai Kotes yang baunya sangat mengganggu. Sampah yang berada di sungai ini menjadi sumber bahan pencemar yang mengakibatkan menurunnya kualitas air sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pembersihan sampah di Sungai Kotes terhadap kualitas air berdasarkan parameter fisika dan kimia. Metode penelitian yang dilakukan adalah pengukuran secara langsung di tiga titik sepanjang Sungai Kotes menggunakan multi parameter da pH meter. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh data sebelum pembersihan titik 1 diperoleh TDS sebesar 0,1406 g/L, pH sebesar 4.08, dan DO sebesar 9.38 mg/L. Titik 2 diperoleh TDS sebesar 0.1993 g/L, pH sebesar 4.66, dan DO sebesar 8.04 mg/L. Titik 3 diperoleh TDS sebesar 0.2033 g/L, pH sebesar 5.82, dan DO sebesar 6.21 mg/L. Titik 3 diperoleh TDS sebesar 0.2033 g/L, pH sebesar 5.82, dan DO sebesar 6.21 mg/L. Sedangkan setelah dilakukan pembersihan sungai, pada sungai titik 1 diperoleh TDS sebesar 0.1863 g/L, pH sebesar 5.88, dan DO sebesar 8.18 mg/L. Titik 2 diperoleh TDS sebesar 0.159 g/L, pH sebesar 7.44, dan DO sebesar 11.14 mg/L. Titik 3 diperoleh TDS sebesar 0.176 g/L, pH sebesar 6.09, dan DO sebesar 12.43 mg/L. Pembersihan sungai dapat mempengaruhi kualitas air sungai menjadi lebih baik dan sesuai dengan standar baku mutu air sungai yang berlaku.
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KUALITAS FISIK AIR TANAH DI KOTA SURAKARTA (STUDI KASUS KECAMATAN BANJARSARI) Haydar Ally; Alvina Novelinda Kusuma; Anggi Dwiki; Ceciliana Charsyah; Chandra Digta; DistayanaAlda Gestan; Farah Meilani; Jasmine Aisyah Zahra; Lunetta Khalis Alfiyah
Ekosains Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Banjarsari merupakan salah satu kecamatan di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia dengan penduduk mencapai 168.873 jiwa pada tahun 2021. Kecamatan Banjarsari menjadi peringkat ketiga dengan penduduk terbanyak di Kota Surakarta. meningkatnya jumlah penduduk maka semakin banyak permintaan kebutuhan air tanah. Kebutuhan air yang terus meningkat dan tidak diimbangi dengan ketersediaan air dapat memicu konflik. Penurunan kuantitas diikuti oleh penurunan kualitas air tanah, berdampak pada fungsi air tanah yang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Identifikasi kualitas fisik dan kuantitas air tanah dapat menggunakan bantuan Sistem Informasi Lingkungan (SIL). Penyusunan peta merupakan bentuk penyajian basis data lingkungan yang bermanfaat dalam pengambilan kebijakan terhadap pembangunan. Penelitian ini dilakukan pada Kecamatan Banjarsari. Metode pengumpulan data dilakukan secara observasi secara langsung, wawancara pihak terkait, pengambilan dan uji sampel. Data sekunder digunakan studi literatur yang dapat mendukung penelitian dan dilakukan pencarian data kepada pihak terkait diantaranya yaitu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan kelurahan yang berada pada Kecamatan Banjarsari. Analisis data pemetaan D3TLH dengan tahapan awal pemetaan yaitu pembuatan peta status air tanah dari setiap kelurahan yang diteliti. Analisis ketersediaan air dan kebutuhan akan air yang ditekankan pada daya dukung dan daya tampung air yang belum terlampaui atau telah terlampaui. kebutuhan air total di Kecamatan Banjarsari yaitu 20.498.209 m3/tahun. Kualitas air tanah dari 15 kecamatan, 4 kecamatan memiliki kualitas air berbahaya bagi kesehatan. 11 kecamatan sisanya tergolong air bersih. supply-demand air tanah di Kecamatan Banjarsari tergolong surplus. Hal tersebut mengartikan bahwa kebutuhan air di Kecamatan Banjarsari terpenuhi dari beberapa peruntukkan kebutuhan yaitu peruntukkan untuk kebutuhan domestik dan kegiatan ekonomi.
ANALISIS KERAPATAN VEGETASI DENGAN CITRA SATELIT LANDSAT 8 MENGGUNAKAN METODE NDVI TAHUN 2013 DAN 2023 DI KECAMATAN KARANGANOM, KABUPATEN KLATEN Aisyah Aida Riadi; Muhammad Nur Fitriawan; Rida Ayu Surya Putri; Ririn Nur Fadhilah; Youhana Eli Santika
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan vegetasi yang terus terjadi di suatu wilayah menjadi sebuah tantangan yang serius mengingat pertumbuhan populasi manusia yang terus meningkat dan adanya dorongan untuk terus melakukan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan kualitas hidup. Pemantauan perubahan vegetasi di Kecamatan Karanganom memiliki kepentingan yang penting dalam konteks berbagai aspek, termasuk lingkungan, sosial, dan ekonomi. Salah satu kepentingannya adalah guna konservasi lingkungan demi membantu dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi keanekaragaman hayati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan kerapatan vegetasi Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten pada tahun 2013 dan 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui aplikasi penginderaan jauh yaitu menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Berdasarkan penelitian didapatkan hasil Kelas lahan tidak bervegetasi mengalami peningkatan sebesar sebesar 1,18 ha (0,04%), Kerapatan vegetasi sangat rendah meningkat sebesar 213,93 ha ( 8,22%), Kerapatan Vegetasi Rendah terjadi peningkatan sebesar 386,52 ha (14,85%), Kerapatan vegetasi sedang mengalami penurunan luasan sebesar 226,24 ha (8,70%), dan kerapatan vegetasi tinggi mengalami penurunan luasan sebesar 374,85 ha (14,41%). Dapat disimpulkan bahwa faktor yang menyebabkan peningkatan dan penurunan luas pada setiap kelas antara lain, perubahan penggunaan lahan yang disebabkan oleh penambahan laju pertumbuhan, kepadatan penduduk, dan pertumbuhan sarana prasarana.