cover
Contact Name
Sri Dwi Fajarini
Contact Email
sridf@umb.ac.id
Phone
+6281229766045
Journal Mail Official
j-sikom@umb.ac.id
Editorial Address
Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl.Adam Malik, KM 8 Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM)
ISSN : -     EISSN : 27225550     DOI : https://doi.org/10.36085/jsikom.v3i2
Core Subject : Humanities, Social,
J-Sikom adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu sosial dan ilmu politik dengan ruang lingkup kajian ilmu komunikasi yang fokus mewadahi karya ilmiah hasil penelitian mahasiwa/i ilmu komunikasi di dalam, maupun di luar lingkup Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam Jurnal J-Sikom ini merupakan pengembangan dari penelitian yang telah dilakukan mahasiswa/i ilmu komunikasi, karenanya J-sikom hadir sebagai wadah yang memfasilitasi mahasiswa/i ilmu komunikasi, di seluruh Indonesia untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bidang komunikasi. Harapannya jurnal ini tidak hanya sekedar menjadi wadah publikasi mahasiswa, namun dapat mengangkat hasil karya mahasiswa yang bermanfaat, dan dapat memberikan sumbangsih bagi perkembangan ilmu komunikasi dan riset-riset mahasiswa maupun praktisi komunikasi kedepannya. Jurnal ini akan terbit 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Mei dan November.
Articles 127 Documents
IMPLEMENTASI BAHASA JURNALISTIK DALAM PENULISAN SOFT NEWS DI WEBSITE TRIBUNNEWS BOGOR Yuningsih, Asri; Bachtiar, Willy; Latif, Alfa Taufan
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 6 No 1 (2025): Vol.6 No.1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v6i1.8246

Abstract

The development of online media in the digital era has driven significant changes in journalistic practices, including the use of journalistic language. This study aims to describe and analyze the implementation of journalistic language in the writing of soft news articles on the Tribunnews Bogor website. The research approach employed is qualitative, using an analytical method based on Sumadirian's (2016) theory, which emphasizes simplicity, accuracy, word economy, and emotional appeal. Data collection was conducted through in-depth interviews with journalists who also serve as editors at Tribunnews Bogor, as well as through non-participatory observation. The results of the study show that the soft news writing process at Tribunnews Bogor is carried out systematically, starting from the selection of topics that contain elements of human interest, novelty, and proximity, to the presentation of news in a narrative style. The use of journalistic language is reflected in simple, straightforward, and efficient sentence structures, as well as in the selection of communicative and easily understood diction. In addition, the application of the journalistic elements of 5W+1H, the use of direct quotations, and the choice of a human-centered perspective are key characteristics of soft news writing in Tribunnews Bogor. Key words: Journalistic Language, Soft News, Tribunnews Bogor
STRATEGI DIVISI SOCIAL MEDIA COORDINATOR DALAM PEMANFAATAN INSTAGRAM @KAMISAHABAT SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PUBLIK: Ayala, Ammar Nabhan; Astuti, Vievien Febri; Camila, Tasya
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 6 No 1 (2025): Vol.6 No.1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v6i1.8248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Divisi Social Media Coordinator dalam memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi publik, dengan menggunakan kerangka analisis The Circular Model of SOME oleh Regina Luttrell yang terdiri dari empat tahap: Share, Optimize, Manage, dan Engage. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang mana data didapatkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Divisi SMC telah menerapkan strategi komunikasi yang terstruktur dan efektif dalam menyebarkan informasi mengenai program Sahabat kepada audiens utama yaitu mahasiswa. Strategi tersebut mencakup pemilihan media yang sesuai, pengoptimalan konten berbasis tren dan karakteristik audiens, pengelolaan komunikasi dua arah, serta pelibatan audiens melalui konten interaktif. Dengan demikian, pemanfaatan Instagram oleh Divisi SMC terbukti mampu meningkatkan keterlibatan serta memperkuat peran media sosial sebagai sarana komunikasi publik Kata Kunci : Instagram, Komunikasi Publik, Strategi Media Sosial, Social Media Coordinator
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI PIMPINAN DAN KARYAWAN DALAM PENYAMPAIAN INSTRUKSI KERJA DI PT BUKIT ANGKASA MAKMUR Al Aziz, Ahmad Wahyu; Riswanto
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 6 No 1 (2025): Vol.6 No.1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v6i1.8280

Abstract

Komunikasi antarpribadi menjadi kunci dalam keberhasilan penyampaian instruksi kerja di lingkungan organisasi. Penelitian ini menelaah peran komunikasi antara pimpinan dan karyawan di PT Bukit Angkasa Makmur, Bengkulu. Permasalahan muncul akibat informasi yang tidak tersampaikan melalui jalur yang sesuai. Penelitian ini bertujuan memahami efektivitas komunikasi dalam mendukung pelaksanaan instruksi kerja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara dan observasi. Hasil menunjukkan komunikasi yang terbuka, responsif, dan sesuai struktur organisasi mampu meningkatkan pemahaman tugas. Kesimpulannya, komunikasi antarpribadi yang efektif memperlancar pelaksanaan instruksi kerja dan meningkatkan kinerja karyawan. Kata kunci: komunikasi antarpribadi, pimpinan, karyawan, instruksi kerja, efektivitas
ANALISIS SEMIOTIKA NILAI-NILAI PATRIOTISME DALAM FILM AUM! KARYA BAMBANG KUNTARA MURTI Savero, Giovan; Kurniawati, Juliana
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 6 No 1 (2025): Vol.6 No.1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v6i1.8292

Abstract

Film merupakan media yang memungkinkan penciptanya menyampaikan pesan berupa ide, konsep, pemikiran bahkan kegelisahan. Film Aum! Karya sutradara Bambang Kuntara Murti ini bercerita tentang tantangan sineas independen dalam proses produksi film di situasi dan kondisi era orde baru. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai patriotisme tercermin dalam film Aum! menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk-bentuk nilai patriotisme. Menurut Roland Barthes, semiotika adalah studi tentang tanda dan maknanya melalui sistem denotasi, konotasi, dan mitos. Analisis semiotika Roland Barthes digunakan untuk mencari tanda dan melihat realitas sosial dengan membagi unsur audio dan visual ke dalam adegan. Dari 72 adegan, terdapat 6 adegan yang mewakili nilai-nilai patriotisme. Sumber data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Pada penelitian ini studi dokumenter digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan upaya para tokoh dalam film tersebut, yaitu para sineas dan aktivis yang berusaha memperjuangkan reformasi dan menyampaikan kritiknya terhadap pemerintahan Orde Baru melalui karya film. Menggunakan analisis semiotika terhadap adegan-adegan yang menunjukkan nilai-nilai patriotisme seperti keberanian, pantang menyerah, pengorbanan dan toleransi melalui analisis semiotik karya roland barthes yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Wujud nilai-nilai patriotisme tersebut terlihat pada dialog yang diucapkan para tokoh, gerak-gerik tokoh, serta lingkungan dan pakaian yang dikenakan Kata kunci:Nilai-nilai Patriotisme, Semiotika Roland Barthes, Film Aum!
INTERPRETASI PESAN MORAL DALAM ANIME ONE PIECE EPISODE 1096 Putra, Aditya Pramana; Ayuh, Eceh Trisna
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 6 No 1 (2025): Vol.6 No.1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v6i1.8293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan moral dalam anime "One Piece" episode 1096, dengan tujuan mengidentifikasi dan mengkaji nilai-nilai moral yang disampaikan kepada penonton. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, di mana data dianalisis secara mendalam untuk memahami pesan-pesan moral tersirat dalam cerita. Teori yang diadopsi dalam analisis ini adalah teori semiotika Roland Barthes, yang digunakan untuk menguraikan struktur naratif dan simbol-simbol yang mengandung pesan moral dalam cerita anime tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa episode 1096 "One Piece" mengacu pada narasi atau representasi simbolis yang menggambarkan pesan moral yang terdiri dari 5 aspek yaitu persahabatan, tolong menolong, keberanian, rela berkorban. Kesimpulannya, "One Piece" tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai positif kepada penonton. Analisis semiotika Roland Barthes menunjukkan bahwa pesan moral dalam anime ini direpresentasikan melalui denotasi, konotasi, dan mitos dalam setiap adegan, memengaruhi persepsi dan interpretasi penonton tentang pengetahuan, kebenaran, solidaritas, dan moralitas Kata Kunci: Anime, Pesan Moral, Anime One Piece
REPRESENTASI BUDAYA PATRIARKI DALAM FILM "GADIS KRETEK" EPISODE PERTAMA Puspita, Agnes Della; Yuliani, Fitria
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 6 No 1 (2025): Vol.6 No.1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v6i1.8294

Abstract

Dalam budaya patriarki laki-laki merupakan pemegang kekuasaan utama sekaligus mendominasi peran kepemimpinanan dan menempatkan perempuan sebagai pihak nomor dua atau subordinat. Studi ini bertujuan untuk mempresentasikan budaya patriarki yang digambarkan dalam film "Gadis Kretek" menggunakan pendekatan penelitian deskriptif. Teori yang digunakan pada penenlitian merupakan model semiotika Roland Barthes melalui denotasi, konotasi, dan mitos. Dalam semiotika Roland Barthes tahapan awal penanda dan petanda yang dianalisis akan menghasilkan denotasi. Pada tahapan kedua penanda dan petanda yang dianalisis akan menghasilakan konotasi. Dari konotasi inilah yang akan menghasilkan mitos.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada film “Gadis Kretek" diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa : 1.) Pekerja perempuan dalam film Gadis Kretek hanya boleh melakukan pekerjaan yang cocok untuk perempuan salah satunya melinting kretek. 2.) Dasiyah sebagai tokoh utama dipandang sebelah mata oleh Pak Budi mengenai pengetahuan tentang rokok kretek. 3.) Perempuan dalam film Gadis Kretek tidak diperbolehkan membuat saus kretek karena pada masa itu peracik saus kretek adalah laki-laki. Jika perempuan yang melakukannya saus kretek akan menjadi asam dan baunya tidak enak. 4.) Perempuan tidak boleh ikut campur terkait pekerjaan laki-laki walaupun mereka paham karena tugas perempuan itu hanya bersih-bersih rumah dan mencari suami Kata Kunci : Semiotika Roland Barthes ,Representasi,Budaya Patriarki, Gadis Kretek
PERAN ALGORITMA MEDIA SOSIAL DALAM MEMBENTUK FILTER BUBBLE DAN ECHO CHAMBER DI KALANGAN MILENIAL DAN GEN Z KOTA BENGKULU Fajarini, Sri Dwi; Yuliani, Fitria; Kurniawati, Juliana
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 6 No 1 (2025): Vol.6 No.1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v6i1.8456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran algoritma media sosial dalam membentuk filter bubble dan echo chamber di kalangan generasi milenial dan Gen Z di Kota Bengkulu. Dengan menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), penelitian ini menggabungkan survei kuantitatif, analisis jaringan sosial, serta wawancara mendalam untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai bagaimana algoritma media sosial memengaruhi pola konsumsi informasi dan interaksi sosial pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma berperan penting dalam menyajikan konten yang sesuai dengan preferensi pengguna, sehingga memperkuat bias konfirmasi, membatasi keragaman informasi, dan mendorong terbentuknya lingkungan digital yang homogen. Fenomena ini tidak hanya membentuk pola pikir yang tertutup terhadap perspektif lain, tetapi juga berpotensi memperburuk polarisasi sosial dan sikap intoleran di masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital serta pengembangan algoritma yang lebih inklusif untuk menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat dan terbuka Kata Kunci: Algoritma media sosial, filter bubble, echo chamber, milenial, Gen Z
MUSIK SEBAGAI MEDIA KRITIK SOSIAL : ANALISIS SEMIOTIKA LAGU BAYAR BAYAR BAYAR KARYA BAND SUKATANI Damayanti, Poppi; Savitri, Ayu Resti
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/j-sikom.v7i1.9261

Abstract

The song titled "Bayar Bayar Bayar" is a work by the punk band Sukatani, which conveys a social critique from the songwriter to the listeners. It features straightforward, sharp, and critical lyrics regarding a widespread social issue: the practice of corruption by certain rogue police officers who violate regulations. This study aims to describe and analyze the effectiveness of music as a medium for social critique through the lens of Roland Barthes' semiotics.The research employs a descriptive qualitative method with a content analysis technique focused on the song's lyrics. The findings indicate that, denotatively, the lyrics depict the phenomenon of illegal levies (extortion) by unscrupulous officials, while connotatively, they represent public resistance against the hegemony of corrupt power.This research provides a scholarly contribution to the development of conflict communication studies within artistic works, where the effectiveness of music as a critical medium is measured not only by its lyrical content but also by the dialectics that emerge in the public sphere following the work's release. The findings suggest that although music possesses a strong emotional appeal to drive social change, its existence remains vulnerable to the limitations of freedom of expression in Indonesia. These results enrich the literature on the function of music as a channel for political aspiration while mapping the challenges faced by independent musicians regarding legal and institutional risks in the digital era. Keywords: Social Critique, Music, Roland Barthes, Semiotics.
PENGARUH PENGGUNAAN CAPCUT TERHADAP KEBEBASAN BEREKSPRESI MAHASISWA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL Iltizam, Ratu Prameswari; Nugroho, David Rizar; Ulya, Enden Darjatul; Mulyono
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/j-sikom.v7i1.9495

Abstract

This study examines CapCut usage and its influence on students’ freedom of expression on social media. Freedom of expression refers to confidence, the courage to express ideas, and satisfaction in self-expression. A quantitative descriptive-associative design was used with 100 purposively selected respondents, and data were collected through a Likert-scale questionnaire. Analysis was conducted using simple linear regression. The findings show that editing feature convenience (X1), duration and frequency of use (X2), and usage purpose (X3) have a positive and significant effect on students’ freedom of expression (p < 0.05). The strongest effect appears in the relationship between usage purpose and satisfaction in self-expression (β = 0.640). Regression results indicate that CapCut usage explains 33.1% of the variance in freedom of expression (R² = 0.331). Keywords: CapCut, Freedom of Expression, Social Media, Digital Self-Expression.
LITERATURE REVIEW: STRATEGI KOMUNIKASI VISUAL DALAM MEMBANGUN PERSEPSI AUDIENS DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Alfin, Icha Nur Lailatul; Putri, Putu Riana Artyanti
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/j-sikom.v7i1.9497

Abstract

This study aims to identify the visual communication strategies used in Instagram content and to understand how these strategies shape audience perception. The study employs a literature review approach by examining four international and six national articles published between 2021 and 2025. The literature search was conducted through Google Scholar using inclusion criteria that emphasize relevance to visual communication strategies, Instagram, visual communication, and audience perception. The data were analyzed using content analysis and thematic synthesis. The findings reveal five key strategies consistently identified across studies, namely message clarity, visual identity consistency, emotional appeal, contextual relevance, and differentiation. These strategies play an important role in enhancing audience understanding, building emotional connections, strengthening brand identity, and improving the effectiveness of message delivery on Instagram. The results of this review provide theoretical contributions by reinforcing the understanding of audience perception mechanisms within the context of digital visual communication, as well as practical contributions by highlighting the importance of consistent visual identity, authentic storytelling, and differentiation as guidance for content creators and digital practitioners in designing more effective and competitive content. Keywords: Instagram, Visual Communication, Audience Perception, Visual Communication Strategy, Visual Strategy

Page 11 of 13 | Total Record : 127