Articles
114 Documents
Studi Kasus Manajemen Kebidanan pada Ibu Hamil, Bersalin, Nifas dan Bayi Baru Lahir dengan Asfiksia Sedang
Daini Zulmi
Jurnal Obstretika Scientia Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.946 KB)
|
DOI: 10.55171/obs.v6i2.371
Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2012 menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu adalah 359 kematian per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup (Kementrian kesehatan, 2012). Kabupaten Lebak berdasarkan data, Angka Kematian Ibu 2014 sebesar 47 jiwa dari 201/100.000 Kelahiran Hidup dan Angka Kematian Ibu pada Tahun 2015 sebesar 43 jiwa dari 179/100.000 Kelahiran Hidup. Tujuan studi kasus manajemen kebidanan adalah mampu memberikan asuhan kebidanan secara komprehenif pada ibu hamil dengan menggunakan pendekatan asuhan kebidanan0varney0dengan0metode0pendokumentasian menggunakan SOAP. Metode yang digunakan adalah studi kasus manajemen yang berkesinambungan dimulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan kontrasepsi. Pada Ny. I dalam kehamilannya hasil pemeriksaan fisik normal tidak ada kelainan pada saat dilakukan pemeriksaan Ante Natal Care, Intra Natal Care, Postnatal care, dan ditemukan kendala pada bayi baru lahir dengan Asfiksia. Pada studi kasus ini dapat menjadi bahan masukan dalam menerapkan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi baru lahir sesuai standar asuhan kebidanan khususnya dilahan praktik yang digunakan.
PENGARUH PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP KESEHATAN DAN PERILAKU REMAJA
Cancan Firman Wilantika
Jurnal Obstretika Scientia Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.925 KB)
|
DOI: 10.55171/obs.v3i2.160
Alat komunikasi canggih atau yang terkenal dengan sebutan ponsel cerdas atau smartphone, saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar orang. Ponsel cerdas/smartphone selain sebagai alat komunikasi, dapat pula membantu seseorang dalam menyelesaikan berbagai kegiatannya. Baik di tempat kerja, tempat pendidikan/sekolah, perjalanan, dan di rumah sekalipun.smartphone dapat digunakan untuk keperluan seperti browsing internet, membaca e-book, belanja, transfer uang, games, bahkan kegiatan ibadah pun dapat dilakukan dengan bantuan alat komunikasi ini. Smartphone memiliki sejumlah fiture yang dapat disesuaikan dengan keperluan penggunanya. Misalnya seorang siswa dapat memanfaatkan smartphone untuk membantu dalam kegiatan belajarnya terutama untuk memperoleh informasi tentang pelajaran yang sedang dipelajari. Contoh lain adalah tukang ojeg, sekarang ini tukang ojeg sudah sudah lebih maju dengan menggunakan fasilitas internet yang diakses melalui smartphone. Tukang ojeg pun dapat dengan mudah dalam melayani konsumen/penumpangnya dengan bantuan aplikasi yang sudah tersedia di dalam smartphone. Disamping kelebihan serta kenyamanan menggunakan smartphone ini, terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi kesehatan serta perilaku seseorang. Dalam penelitian kali ini akan dibahas tentang pengaruh penggunaan smartphone terhadap kesehatan dan perilaku remaja.
PENGARUH KEANEKARAGAMAN JENIS MAKANAN TERHADAP KEJADIAN DISMENORHOE
Anis Ervina
Jurnal Obstretika Scientia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.384 KB)
|
DOI: 10.55171/obs.v3i1.172
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa hal yang dapat menjadi solusi dari kejadian dismenore pada remaja yaitu olahraga, mengkonsumsi makanan yang bergizi, dan status gizi yang baik. Metode yang digunakan survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional (Potong Lintang), analisis bivariate dengan menggunakan chi-Square dan multivariate menggunakan analisis regresi logistik dengan metode Backward Wald. Dari penelitian ini didapatkan hubungan antara jenis makanan yang dikonsumsi dan kebiasaan berolahraga dengan kejadian dismenore, dan kebiasaan berolahraga minimal 30 menit/hari merupakan faktor yang paling berpengaruh untuk mengurangi nyeri haid (dismenore). Memiliki pola hidup yang sehat dengan mengkonsumsi makanan dengan menu seimbang, berolahraga dengan teratur serta mengurangi tingkat stress merupakan cara efektif untuk mengoptimalkan kesehatan tubuh.
R & D : Teh Daun Kelor, Upaya Peningkatan Volume ASI di Kelurahan Cijoro Kabupaten Lebak Provinsi Banten Tahun 2022.
Anis Ervina;
Rika Fitriyani;
Sulis Sulis;
Mila Lestari;
Anita Purnama Sari;
Pujawati Pujawati;
Umul Bahriah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (528.615 KB)
|
DOI: 10.55171/obs.v10i2.347
Moringa leaf tea is tea that comes from a leaf called Moringa Oleifera based on several studies that have many proven properties (Winarno, 2018). One of its properties is to increase milk production because it contains phytosterol compounds, namely alkaloids, saponins and flavonoids which function to increase and facilitate milk production (Purnanto, Himawati and Ajizah, 2020). Milk production is the result of breast stimulation by the hormone prolactin, this prolactin hormone is produced by the anterior pituitary gland. (Zakaria et al., 2016). The purpose of this study was to determine the effectiveness of Moringa leaf tea (moringa olifiera) on increasing the volume and perception of breast milk in breastfeeding mothers in the Cijoro Lebak Village, the Working Area of the Rangkasbitung Health Center in 2022. The type of research used is pre-experimental design, the population is breastfeeding mothers who are in the Cijoro Lebak Village, the Working Area of the Rangkasbitung Health Center in 2022, namely 307 people, and a sample of 17 people. Based on the results of the analysis, it was found that the perception of breastfeeding mothers increased by 14 respondents (76.5%) and while the average increase in breast milk volume was 78.1 grams or equivalent to 78.1 ml. Therefore, the community and health workers can use Moringa leaf tea as a way to solve problems in handling breastfeeding mothers who feel they are lacking breast milk.
Hubungan Status Gizi dengan Gangguan Mestruasi Pada Mahasiswa Akbid La Tansa Mashiro Rangkasbitung Tahun 2022
Rita Ariesta
Jurnal Obstretika Scientia Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55171/obs.v10i2.813
Dysmenorrhea is the pain felt by a woman when she is having menstruation divided into primary and secondary dysmenorrhea. Primary dysmenorrhea is usually associated with uterine muscle contraction and release of prostaglandins resulting in an increase in prostaglandins, and almost always first occurs in women aged 20 years or even younger after their ovulatory cycles become fixed. Management of primary dysmenorrhea Non-pharmacological therapy that can be done as an effort to treat dysmenorrhea without using chemical drugs, for example using emphasis on certain points. This type of research method uses case control with a population of 75 female students. The sample in this study uses the total population. The independent variables in this study were nutritional status, independent solutions, menstrual cycle, duration of menstruation, age of first menarche, while the dependent variable was dysmonorhoe. Bivariate analysis found that the nutritional status variable (P = 0.064) and the independent solution variable (P 0.00) had a relationship with the incidence of dysmenorrhea. Providing counseling about the factors that cause primary dysmenorrhea and their treatment needs to be done regularly so that prevention and treatment choices by taking drugs can be reduced.
Hubungan Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Di SMK PGRI Rangkasbitung
Aminah Aminah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.435 KB)
|
DOI: 10.55171/obs.v6i1.355
Masalah kesehatan reproduksi masih dianggap tabu untuk dibahas, terutama di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Sehingga anak- anak yang memasuki usia remaja tidak mempunyai bekal pendidikan dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang berakibat pada perilaku seksual yang tidak sesuai dengan aturan dan norma yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual pranikah. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh kelas XI SMK PGRI Rangkasbitung yaitu 353 orang. Sampel penelitian ini adalah 78 orang yang ditentukan menggunakan program epiinfo.exe 7, data yang digunakan adalah data primer dengan cara membagikan angket. Analisis data menggunakan program statistik R. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual pranikah pada remaja (p-value:0,000 dan OR:10.124). Diharapkan bagi sekolah memberikan pendidikan tentang kesehatan reproduksi untuk meminimalisir kejadian perilaku seksual pranikah pada remaja.
Hubungan Antara Paritas Dan Umur Ibu Dengan Kejadian Plasenta Previa
Indriyani Maya Lestari;
Nurul Misbah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.255 KB)
|
DOI: 10.55171/obs.v2i2.127
This study aimed to determine the relationship between parity and maternal age with the incidence of placenta previa in hospitals Dr. Adjidarmo Gecko 2011. Type retrospective case-control study approach. From the results of this study there was a significant relationship between parity and incidence of placenta previa (P value = 0.002) and there is a significant relationship between maternal age with the incidence of placenta previa (P value = 0.000). Expected health workers provide health education regarding the PUP as seen from the high incidence of placenta previa at age 20 years and 35 years. Because of the PUP, both women and men prepared from all aspects: health, economics, psychology and religion. So that the EFA can be prepared to wade through family life. And promoting the health workers more about the family planning program as seen from the high incidence of placenta previa in women with parity multiparous and grandemultipara. Increase awareness of the danger signs of pregnancy.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMK N 1 Rangkasbitung
Siti Yuhana
Jurnal Obstretika Scientia Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.623 KB)
|
DOI: 10.55171/obs.v7i2.473
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak terjadi diseluruh dunia terutama di negara berkembang seperti di Indonesia dengan masalah gizi terus terjadi dan berkembang. Kekurangan gizi merupakan penyebab anemia yang mencapai persentasi sekitar 85,5% yang ditandai dengan adanya gangguan sintesis hemoglobin. Di Indonesia banyak remaja yang tidak membiasakan sarapan dan kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung zat gizi mencapai 50%, oleh sebab itu remaja di Indonesia mudah menderita anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Negeri 1 Rangkasbitung tahun 2018. Penelitian yang dilakukan bersifat analitik observasional dengan menggunaan desain cross sectional. Populasi yang diperoleh dengan teknik simplerandom sampling sebanyak 315 siswi putri dengan sampel 140 ditentukan menggunakan program Epiinfo.exe 7. Analisis data menggunakan program statistik R. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia (ρ- value=0,00). Dari hasil penelitian tersebut, pentingnya peran tenaga kesehatan untuk melakukan pencegahan anemia pada remaja putri yang bekerja sama dengan UKS di sekolah pada remaja, Puskesmas, dan bagian Gizi dengan melakukan penyuluhan tentang anemia serta edukasi tentang status gizi.
Hubungan Bayi Prematur dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum
aminah aminah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.677 KB)
|
DOI: 10.55171/obs.v4i2.167
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bayi prematur dengan kejadian asfiksia neonatorum. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian survey analitik dengan rancangan penelitian kasus kontrol (case control) dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Banyaknya sampel kasus yang digunakan adalah 100 bayi baru lahir dengan asfiksia dan sampel control adalah 100 bayi baru lahir tidak asfiksia. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Bayi Baru Lahir mengalami Asfiksia sebanyak 290 bayi (8,24%), Bayi Prematur sebanyak 59 bayi (29,5). Secara Bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara bayi prematur dengan kejadian asfiksia neonatorum dengan nilai p= 0,000 (p0,05). Dengan demikian diharapkan tenaga kesehatan lebih sigap dan tanggap serta selalu meningkatkan kemampuan sehingga dapat mendeteksi dini berbagai macam penyulit yang mungkin terjadi pada ibu maupun bayi.
HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU DAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA TB WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBADAK TAHUN 2019
Rita Ariesta;
Neneng Rahmawati
Jurnal Obstretika Scientia Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (473.175 KB)
|
DOI: 10.55171/obs.v8i2.725
According to data obtained from the Lebak District Health Office in 2018, the highest stunting incidence occurred in Mount Kencana at 492, the second highest incidence occurred in Pamandegan sub-district at 156 and the third highest stunting incidence occurred in Cipanas at 132 based on these data with the location The area that is the easiest to reach is TB Village and the researchers conducted research in the work area of the Cibadak Health Center. The purpose of this study was to find out whether there was 2019. The study used a 1:1 case control analytic design with the relationship between maternal education and exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in children aged 6-12 years "In TB Village In the work area of the Cibadak Public Health Center in 2019. approach. Analytical sampling using purposive sampling obtained 44 respondents, namely 22 case data groups and 22 control groups. Univariate analysis data showed that almost half of the children were stunted. (50.0%) of all respondents, almost all of them still found mothers with low education (79.5%), and most of the children were not given exclusive breastfeeding (56.8%) from bivariate analysis data, it shows that respondents with low education are almost entirely (81.8%) experiencing stunting compared to those who are not stunted (77.3%) there is no relationship between education and stunting in TB village in 2019 (α = 0.05 p value p = 0.709 where the value (p 0.05) but there is a relationship between exclusive breastfeeding and stunting in children in Tambak baya village with a value of = 0.05 p value p = 0.00 where the value (p0.05) The importance of preventing stunting by increasing parents' knowledge about how to exclusively breastfeed from birth and continue breastfeeding for up to 2 years