cover
Contact Name
Anis Ervina
Contact Email
lp2makbidlatansa@gmail.com
Phone
+6287772706700
Journal Mail Official
lp2makbidlatansa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Soekarno-Hatta Pasir Jati By Pass Rangkasbitung Lebak Banten
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Obstretika Scientia
ISSN : 23376120     EISSN : 27164330     DOI : http://dx.doi.org/10.55171
Jurnal Obstretika Scientia adalah Jurnal penelitian Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro, yang terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juli dan Desember. ISSN : 2337-6120, e-ISSN : 2716-4330. Ruang Lingkup Penelitian terkait dengan ilmu Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Reproduksi serta Kesehatan Ibu dan Anak.
Articles 119 Documents
PROTOTIPE SISTEM MONITORING DATA IBU HAMIL BERBASIS WEB DENGAN PENDEKATAN METODE SERVICE ORIENTED ARCHITECTURE (SOA) DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN LEBAK Cancan Firman Wilantika; Wendi Usino
Jurnal Obstretika Scientia Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.187 KB) | DOI: 10.55171/obs.v6i2.375

Abstract

Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak merupakan salah satu instansi pemerintahan yang bergerak di bidang kesehatan. Salah satu tugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak adalah melakukan monitoring terhadap perkembangan ibu hamil. Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak akan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas wilayah setempat. Pendataan ibu hamil di setiap Puskesmas Kabupaten Lebak belum menerapkan system yang terintegrasi, sehingga informasi tentang data ibu hamil tidak dapat diakses setiap saat oleh unit-unit terkait yang berhubungan dengan kegiatan monitoring perkembangan ibu hamil. Sehingga hal ini menyebabkan terhambatnya penyampaian informasi kepada pihak-pihak terkait yang membutuhkan informasi tentang perkembangan ibu hamil tersebut. Pengolahan data ibu hamil di setiap Puskesmas masih menggunakan aplikasi desktop dan belum adanya fitur Hari Perkiraan Lahir yang memberikan informasi yang dapat diatur berdasarkan kurun waktu dan memberikan notifikasi jika terdapat ibu hamil yang akan melahirkan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut maka dibutuhkan suatu sistem berbasis WEB yang dapat mengintegrasikan sistem yang ada di setiap elemen pada instansi Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, yang mampu menampilkan berbagai macam informasi tentang ibu hamil sesuai dengan kebutuhan di Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak. Dalam perancangan Sistem Monitoring Data Ibu Hamil ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Service Oriented Architecture (SOA), SOA adalah sebuah kerangka kerja untuk mengintegrasikan proses bisnis dan mendukung infrastruktur teknologi informasi dan menstandarisasi komponen-komponen layanan yang dapat digunakan kembali dan digabungkan sesuai dengan prioritas bisnis, sehingga diharapkan dapat menghasilkan suatu sistem yang dapat diterima dan sesuai dengan kebutuhan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak. Prototipe sistem monitoring data ibu hamil ini diuji menggunkan metode User Acceptance Test untuk mengetahui apakah sistem yang dikembangkan ini diterima atau tidak oleh pengguna. Pada pengujian sistem melalui tahap pengujian Alpha dan Beta didapatkan hasil pengujian dengan hasil rata-rata skor penerimaan user sebesar 77%. Berdasarkan hasil pengujian sistem tersebut maka prototipe sistem monitoring data ibu hamil berbasis WEB ini dapat diterima oleh user atau pengguna di lingkungan wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pekerjaan Terhadap Pernikahan Usia Dini Pada Remaja Putri Di Desa Mekar Jaya Kabupaten Tangerang Tahun 2020 Iis Sumiyati; Andriana Inya Mete; Ahmad Romadloni
Jurnal Obstretika Scientia Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.616 KB) | DOI: 10.55171/obs.v9i2.585

Abstract

Marriage is an important event in life. With marriage, a person will get a balance of life both biologically, psychologically and socially. The purpose of this study was to determine the relationship between education and work with early marriage in young women in Mekar Jaya Village, Tangerang Regency.This research is an analytical survey with a cross-sectional approach. Data were collected using quota sampling, amounting to 100 young women, the data were obtained from the Kelurahan in Mekar Jaya Village, Tangerang Regency. This study uses secondary data using a checklist sheet.There was a higher tendency for young women with lower education to marry early. Through the chi-square test, it is known that there is a relationship between education and early marriage (P-value 0,000) and there is no relationship between work and early marriage in young girls (p-value 0.675).It is hoped that related agencies will continue to take promotional actions such as education on reproductive health and providing knowledge for parents about the impact of early marriage on adolescents.
HUBUNGAN UMUR PARITAS DAN PEKERJAAN IBU DENGAN KEJADIAN ABORTUS ajeng septiani; daini zulmi
Jurnal Obstretika Scientia Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.76 KB) | DOI: 10.55171/obs.v3i2.176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur paritas dan pekerjaan dengan kejadian abortus di RSB Permata Ibunda Pandeglang tahun 2013. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan case control, waktu penelitian bulan januari 2013 sampai desember 2013 dengan menggunakan rekam medic Berdasarkan hasil penelitian bahwa (50,0%) ibu yang mengalami Abortus adalah ibu yang berumur 20/35 (65,0%), dan lebih banyak terjadi pada ibu paritas 1dan 3 (55,8%), dan hampir sebagian besar ibu pekerja (61,5%). Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square pada α=0,05 maka  terdapat  hubungan bermakna antar umur paritas dan pekerjaan dengan  kejadian abortus karena nilai (p α), saran dalam penelitian ini adalah pentingnya kesiapan dalam menghadapi kehamilan terutama bagi PUS dan  pentingnya  penyuluhan  kepada masyarakat  tentang bahaya- bahaya pada saat kehamilan. 
Faktor – faktor yang berhu Usia Pertama Berhubungan Sek Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Provinsi Banten (Analisis Data Sekunder SDKI 2017) Aminah Mu'min
Jurnal Obstretika Scientia Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/obs.v9i2.811

Abstract

Women of Reproductive Age are a nation's asset, because future generations will be born who will lead the world. However, this also has a risk if the first age of having sex in women of childbearing age (wus) is done too early. Because the reproductive organs are immature which will result in negative effects on health.The age at first having sex in women of childbearing age is influenced by various factors, which will be explained in this study. This study aims to determine whether there is a relationship between education level, area of residence and wealth quintals.This research study is a quantitative analysis, using secondary data from the 2017 SDKI Banten Province. The focus of this study was all women of childbearing age, whether married or not, aged 15-49 years, totaling 1722 people. The independent variables in this study are: education level, area of residence and wealth quintals. While the dependent variable is the age at which you first had sex.From the results of the study it was found that the age at first having sex at the highest age was 16 years as much as 66.7% and the least was at the age of 16-20 years as much as 6.2%. The highest education was high school graduates at 55.1% and the least was PT education at 13.4%.The most residential areas are in cities as much as 74.3% and the least in villages as much as 25.7%. the highest quintal of wealth is in the top category as much as 35.4% and the smallest is in the lowest position as much as 9.3%. From the results of the bivariate analysis, it was found that the p value = .000 for the variable level of education, area of residence and quintal of wealth, which means that all variables have a significant relationship to the age at first having sex in women of childbearing age. The conclusion obtained in this study is that the level of education must be increased, so that WUS have broad knowledge and can determine their attitude from the knowledge they have. The area of residence should not prevent WUS from obtaining any information, because now even in villages they can access information via the internet. The internet can also be used to improve the economy while still living in the village, so that the quintal of wealth at WUS can increase and they can have economic independence.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SEKSUAL PRANIKAH DENGAN PERILAKU SEKSUAL Dewi Nurul Sari
Jurnal Obstretika Scientia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.847 KB) | DOI: 10.55171/obs.v1i1.115

Abstract

The aim of this study is to know correlative between knowledge concerning about secual premarital towards sexual behavioral at students class XI of 1st Senior High School Of Kesatrian Semarang in 2009. This research work at 1st Senior High School of Kesatrian Semarang, amounting to 78 respondents and analysis using chi square. Result of this research there is correlation between knowledge concerning about sexual premarital towards sexual behavioral at students class X1 of 1st Senior High School of Kesatrian I Semarang IN 2009.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Diare pada Balita di Puskesmas Rangkasbitung Siti Juhariyah; Siti Anisa Sajidah Fadya Mulyana
Jurnal Obstretika Scientia Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.776 KB) | DOI: 10.55171/obs.v6i1.359

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2013 di Indonesia, diare adalah pembunuh balita nomor dua setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan setiap 100.000 balita meninggal karena diare. Faktor penyebab diare pada balita salah satunya yaitu status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kejadian diare dengan status gizi pada balita di Puskesmas Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Jenis penelitian analitik dengan rancangan case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh balita yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Rangkasbitung sebanyak 1.254 balita dan sampel sebanyak 38 responden dengan menggunakan teknik systematic random sampling. Cara ukur menggunakan lembar checklist yang dianalisa secara univariat dan bivariat dengan analisa chi square. Hasil pengolahan data proporsi kejadian diare pada balita sebesar 19 responden dengan gizi buruk dan kurang sebanyak 18 responden. Hasil uji statistik ada hubungan antara status gizi dengan kejadian diare pada balita dengan p value: 0,04 dan OR 5.93 berarti balita yang mengalami gizi buruk dan kurang berpeluang hampir 6 kali lebih beresiko untuk terjadinya diare dibandingkan dengan balita dengan gizi baik.. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan antara kejadian diare dengan  status gizi pada balita. Perlu upaya meningkatkan penyuluhan mengenai dampak dari penyakit diare. Kegiatan proaktif tenaga kesehatan untuk melakukan penelusuran status gizi pada balita yang tidak dibawa ke Puskesmas atau Posyandu.
Hubungan Usia Menarche dan Status Gizi Siswi SMP Kelas 2 Dengan Kejadian Dismenore Dita Trimayasari; Kadar Kuswandi
Jurnal Obstretika Scientia Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.142 KB) | DOI: 10.55171/obs.v2i2.131

Abstract

The research objective was to determine the relationship of age and nutritional status menarhce second grader with dysmenorrhea events SMP Negeri 1 Warunggunung in February of 2013". Design analytical research (quantitative) type of cross-sectional. Independent Variabels are age of menarche and nutritional status, and the dependent Variabel is dysmenorrhea. The population is all second grade students of SMP Negeri 1 Warunggunung many as 110 girls, while the sample is 53 grader 2. Instrument angket. Uji research is a statistic used is the Chi Square test to evaluate the level of signitifikasi or strength of the relationship. From these results it can be concluded that there was no correlation of age of menarche and nutritional status of grade 2 with the incidence of dysmenorrhea SMP Negeri 1 Warunggunung in February in 2013. Memperluas insight and knowledge on the relationship of age of menarche and nutritional status of class 2 with an incidence of dysmenorrhea SMP Negeri 1 Warunggunung in February of 2013.
Hubungan BBLR Dan Asfiksia Dengan Kejadian Ikterus Neonatorum rita rositawati; sefti dewi putri
Jurnal Obstretika Scientia Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.001 KB) | DOI: 10.55171/obs.v4i2.171

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan BBLR dan asfiksia dengan kejadian ikterus neonatorum di ruang perinatologi RSUD dr Adjidarmo Rangkasbitung tahun 2014. Desain penelitian yang digunakan adalah tipe kasus kontrol. Populasi dalam penelitian adalah bayi baru lahir tunggal dan tercatat di ruang perinatologi RSUD dr.Adjidarmo rangkasbitung tahun 2014 sebanyak 1087 bayi baru lahir dengan jumlah sampel sebanyak 258 bayi. Hasil univariat menunjukan bahwa bayi yang lahir di ruang perinatologi memiliki berat badan lahir 2500 gram sebanyak 23,6 % dan sebagian bayi yang mengalami kejadian asfiksia sebesar 54,7%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara BBLR (nilai P = 0,000 p 0,05 (OR) 7,781 CI : 95% 3,729-16,235) dan asfiksia (nilai P = 0,001 p 0,05 (OR) 2,358 CI : 95% 1,428 - 3,895) dengan kejadian ikterus neonatorum. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara BBLR dan asfiksia kejadian Ikterus Neonatorum.
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI RSUD. ADJIDARMO RANGKASBITUNG Aminah Aminah; Nyai Risma
Jurnal Obstretika Scientia Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.119 KB) | DOI: 10.55171/obs.v8i2.808

Abstract

Mual muntah secara berlebihan yang terjadi lebih dari 10 kali selama 24 jam disebut hiperemesis gravidarum. Hal tersebut dapat menyebabkan dehidrasi pada ibu hamil yang akan mempengaruhi tumbuh kembang janin (Ummi aiman, 2019). (Paskana Gusnidarsih, 2020). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritas dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di RSUD.Adjidarmo. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik (kuantitatif) tipe kasus control tidak berpasangan (unmatched control study) dengan menggunakan pendekatan retroseptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil ≤ 20 minggu yang ada di RSUD.Adjidarmo, yang berjumlah 477 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari catatan medik RSUD.Adjidarmo, kemudian data diolah secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian di dapatkan nilai p= 1,000 0,05, yang artinya tidak ada hubungan antara Paritas ibu dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum. 
Hubungan Paritas dengan ASI Eksklusif pada Bayi Usia 7-12 Bulan Anis Ervina; Wiwit Ismalita
Jurnal Obstretika Scientia Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.346 KB) | DOI: 10.55171/obs.v6i1.354

Abstract

ASI eksklusif yaitu pemberian ASI tanpa diberikan makanan tambahan lain dari umur 0-6 bulan. Pemberian ASI ekslusif sangat penting terhadap pertumbuhan bayi. Hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2016 pemberian ASI eksklusif sampai umur 6 bulan di Indonesia mengalami penurunan 0,7 % pada tahun 2017. Di Provinsi Banten tahun 2016 dengan tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 4,62 % (Kemenkes RI, 2018). Di Kabupaten Lebak pada tahun 2016 sebesar 40,28% (Profil Kesehatan Provinsi Banten, 2017). Berdasarkan laporan Puskesmas Cibadak pada tahun 2016 dengan tahun 2017 mengalami penurunan 1,7 dan pada tahun 2018 mengalami penurunan 2,7% dari tahun sebelumnya (Buku Register Ruang Gizi). Faktor yang mempengaruhi ketidak berhasilan ASI eksklusif salah satunya adalah paritas (Anandin, 2013). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui hubungan paritas dengan ASI eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di Puskesmas Cibadak Tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional secara Retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi berusia 7-12 bulan di Puskesmas Cibadak Tahun 2018 berjumlah 784 orang. Besar Sampel Minimal (BSM) yaitu 208 orang yang ditentukan menggunakan program epiinfo.exe 7. Teknik sempling yang digunakan adalah Quota Sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan cara membagikan kuesioner. Analisis data menggunakan program statistik R. Hasil analisis bivariate terdapat hubungan antara paritas dengan ASI eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di Puskesmas Cibadak dengan nilai P0.05 (P=0.0004915) dan nilai OR=2.839335. Untuk itu Puskesmas Cibadak terus menghimbau masyarakat terutama ibu dari ANC dengan memberikan edukasi tentang ASI esksklusif dan ibu setelah melahirkan dengan cara memberikan edukasi tentang teknik menyusui yang benar sehingga program ASI eksklusif bisa tercapai dengan hasil yang maksimal.

Page 6 of 12 | Total Record : 119