cover
Contact Name
Fitria Yuliani
Contact Email
fitria@umb.ac.id
Phone
+6281234245495
Journal Mail Official
madia@umb.ac.id
Editorial Address
Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl.Adam Malik, KM.8 Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer)
ISSN : -     EISSN : 27754316     DOI : https://doi.org/10.36085/madia.v3i1
Jurnal Ilmiah Humas dan Media Kontemporer, merupakan jurnal ilmiah dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Jurnal Ilmiah ini diperuntukkan bagi akademisi, praktisi, mahasiswa ilmu komunikasi
Articles 71 Documents
REPRESENTASI NILAI SOSIAL DALAM FILM MIRACLE IN CELL NO 7 VERSI TURKI Ari Prenata; Juliana Kurniawati
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i2.8861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi nilai-nilai sosial dalam film Miracle In Cell No. 7 versi Turki. Dalam proses pendeskripsian, penelitian ini menggunakan metode penelitian pendektan deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis teori semiotika dari Roland Barthes. Teori semiotika Roland Barthes yang digunakan pada penelitian ini untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terdapat dalam tanda-tanda visual dan verbal pada adegan di film tersebut. Penelitian ini menggunakan film Miracle In Cell No. 7 versi Turki sebagai subjek penelitian terkait nilai sosial dikarenakan pada film ini terdapat penanda dan petanda yang dapat merepresentasikan nilai sosial berupa kasih sayang, Tanggung jawab, dan keserasian hidup. Hasil dari pengamatan peneliti terdapat 7 adegan yang dapat merepresentasikan nilai sosial. Film bukan hanya untuk dapat menyampaikan pesan moral, tetapi juga dapat membangun sebuah makna sosial yang dalam dengan melalui struktur naratif maupun simbolis. Sehingga film dapat menjadi medium yang efektif di dalam merepresentasikan dan menyebarkan nilai-nilai sosial kepada khalayak luas. Kata Kunci: Representasi, Semiotika, Roland Barthes, Nilai Sosial, Film.
PERAN INTERAKSI SIMBOLIK DALAM GAME MOBILE LEGENDS TERHADAP PEMBENTUKAN IDENTITAS DAN HUBUNGAN SOSIAL REMAJA DI DESA PASAR TALO Meilando Meilando; Eceh Trisna Ayuh
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i2.8864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna interaksi simbolik dalam game Mobile Legends dan dampaknya terhadap pembentukan identitas serta hubungan sosial di kalangan remaja di Desa Pasar Talo. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap remaja yang aktif bermain game ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi simbolik dalam Mobile Legends tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga berperan signifikan dalam pembentukan identitas diri remaja. Dalam konteks teori interaksi simbolik George Herbert Mead, proses berpikir (mind) remaja dipengaruhi oleh interaksi dalam game, di mana mereka belajar memahami perspektif orang lain. Penggunaan avatar yang mencerminkan kepribadian memungkinkan remaja mengekspresikan diri dan membangun citra diri yang positif (self). Selain itu, pengalaman bermain dalam tim menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas, memperkuat ikatan sosial di antara pemain, yang berkontribusi pada dinamika hubungan sosial di luar game (society).Temuan penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana game online, khususnya Mobile Legends, berfungsi sebagai medium efektif untuk membangun identitas dan relasi sosial dalam konteks budaya lokal. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran teknologi dan permainan dalam kehidupan sosial remaja di era digital.   Kata Kunci: Interaksi simbolik, Mobile Legends, identitas, hubungan sosial, remaja
ANALISIS SEMIOTIKA REPRESENTASI TENTANG KEHARMONISAN KELUARGA DALAM IKLAN POLYTRON Ipan Pebrian Hasibuan; Mely Eka Karina
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i2.8878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi keharmonisan keluarga yang disampaikan dalam iklan Kita Bersama Polytron melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Iklan berdurasi 2 menit 36 detik ini dipilih karena memuat berbagai simbol visual dan naratif yang mencerminkan nilai-nilai keluarga, teknologi dan gaya hidup modern. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis semiotik yang menitikberatkan pada tiga lapis makna Teori Roland Barthes yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan ini merepresentasikan kebahagiaan keluarga ideal melalui simbol-simbol keseharian seperti makan bersama, perayaan dan kebersamaan di rumah. Melalui analisis denotasi, ditemukan bahwa simbol-simbol visual seperti ekspresi wajah, gerakan serta adegan yang menggambarkan bentuk nyata dari tindakan harmonisasi. Pada tingkat konotasi, iklan ini menekankan bahwa kesabaran, kasih sayang, kepedulian dan tanggung jawab dalam menjaga dan menciptakan kebahagiaan keluarga. Sementara itu, pada tingkat mitos, iklan ini membangun narasi bahwa rasa nyaman dan ketentraman dalam keluarga merupakan bagian dari terciptanya keharmonisan dalam keluarga. Di balik representasi tersebut, terdapat mitos tentang keharmonisan keluarga modern yang ditopang oleh peran teknologi sebagai fasilitator kenyamanan hidup. Selain itu, iklan ini juga mengonstruksi peran gender dan relasi emosional antar anggota keluarga secara simbolik. Dengan demikian, iklan Kita Bersama Polytron tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga membentuk makna-makna kultural yang berkaitan dengan identitas, nilai dan aspirasi masyarakat urban. Kata Kunci : Semiotika, Representasi Keharmonisan Keluarga, Iklan
REPRESENTASI KESETARAAN DAN HAK PEREMPUAN DALAM FILM “DUA DETIK” KARYA MENJADI MANUSIA Reski Dwi Putra; Sri Dwi Fajarini
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i2.10087

Abstract

Transformasi digital telah menciptakan realitas baru dalam komunikasi massa, termasuk dalam cara penyampaian berita tentang isu-isu sosial terkini. Studi ini mengeksplorasi bagaimana film pendek “Dua Detik” karya Menjadi Manusia membangun diskusi tentang kesetaraan gender melalui penggambaran pengalaman perempuan dalam menghadapi tantangan di dunia digital. Dengan menerapkan metode kualitatif dan analisis semiotik seperti yang dikemukakan oleh John Fiske, studi ini menyelidiki makna yang dibangun dari tiga elemen: fakta yang dapat diverifikasi, representasi teknis, dan visualisasi. Visualisasi tokoh utama mencerminkan interaksi antara kerentanan dan kekuatan, menciptakan beragam citra perempuan dan menantang stereotip yang ada. Signifikansi penelitian ini terletak pada kontribusinya dalam memahami bagaimana media independen dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung kesetaraan gender. Kata Kunci: Representasi, Kesetaraan dan Hak Perempuan, Film Dua Detik
Interaksi Simbolik dalam Pelayanan Transportasi Online: Studi pada Driver GrabBike dan Penumpang di Kota Bengkulu Muhammad Belo; Riswanto
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Madia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v7i1.8847

Abstract

Interaksi simbolik merupakan aspek penting dalam membangun kualitas layanan transportasi berbasis aplikasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis interaksi simbolik yang terjadi antara pengemudi GrabBike dan penumpang di Kota Bengkulu menggunakan perspektif Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan delapan informan, terdiri dari lima pengemudi GrabBike aktif dan tiga penumpang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi simbolik dalam layanan GrabBike terbentuk melalui penggunaan simbol verbal dan nonverbal yang diinterpretasikan bersama oleh pengemudi dan penumpang. Simbol-simbol ini terwujud dalam sapaan, pilihan kata, intonasi suara, ekspresi wajah, gerak tubuh, dan komunikasi melalui fitur aplikasi seperti obrolan, panggilan telepon, dan notifikasi. Proses interpretasi simbol-simbol ini memengaruhi persepsi penumpang terhadap keramahan, profesionalisme, dan kualitas layanan yang diberikan. Selain itu, ditemukan bahwa komunikasi digital melalui aplikasi berfungsi sebagai tahap awal pembentukan makna sebelum interaksi tatap muka terjadi. Studi ini berkontribusi pada pengembangan penelitian tentang interaksionisme simbolik dalam konteks transportasi daring dengan menunjukkan bahwa kualitas layanan ditentukan tidak hanya oleh aspek teknis perjalanan, tetapi juga oleh proses pembentukan makna yang dibangun melalui interaksi sosial antara pengemudi dan penumpang. Kata kunci: Interaksi Simbolik, GrabBike, Pengemudi, Penumpang, Layanan Transportasi Daring.  
Gaya Komunikasi Setiawan Ade dalam Membangun Interaksi dengan Viewers pada Restream Mobile Legends Professional League Indonesia Season 15 Luthfi Razzaq; Juliana Kurniawati
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Madia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v7i1.10174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gaya komunikasi yang digunakan oleh Setiawan Ade dalam membangun interaksi dan kedekatan dengan pemirsa selama aktivitas restream Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID) Season 15. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data termasuk observasi non-partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi digital. Informan penelitian terdiri dari lima pemirsa aktif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan tingkat partisipasi mereka dalam live chat dan pengalaman mereka menonton siaran restream. Proses analisis data menggunakan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman, yang meliputi tahapan reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Setiawan Ade cenderung menerapkan gaya komunikasi asertif yang ditandai dengan penjelasan analitis yang jelas, penggunaan humor kontekstual, dan interaksi aktif dengan pemirsa melalui fitur live chat. Gaya komunikasi ini menciptakan suasana siaran yang dinamis, meningkatkan keterlibatan emosional pemirsa, dan memperkuat hubungan antara streamer dan pemirsa. Studi ini memberikan kontribusi pada studi komunikasi digital dengan menunjukkan bahwa gaya komunikasi yang asertif dan interaktif merupakan faktor penting dalam membangun keterlibatan dalam praktik siaran langsung e-sports. Kata kunci: e-sports, siaran langsung, MPL Indonesia, siaran ulang, gaya komunikasi
DINAMIKA KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM MEMBANGUN SOLIDARITAS KOMUNITAS COSPLAYER BENGKULU: KAJIAN FENOMENOLOGI BERBASIS TEORI DE VITO Hafis Al Yusufi; Riswanto
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Madia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v7i1.10255

Abstract

This study examines the role of interpersonal communication in strengthening solidarity within the Bengkulu Cosplayer communityan interestbased community predominantly composed of introverted individuals. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through indepth interviews, participant observation, and documentation involving five purposively selected informants at Bencoolen Mall, Bengkulu (1–8 December 2025). Data analysis followed Miles and Huberman's interactive model, validated through source and technique triangulation. Findings show that all five elements of De Vito's interpersonal communication theoryopenness, empathy, supportiveness, positiveness, and equalitymanifested concretely and worked synergistically to construct organic solidarity. Openness developed gradually, facilitated by WhatsApp and Discord. Empathy grew from shared experiences of social stigma. Support manifested across practical, emotional, and informational dimensions through a sustained payingitforward culture. Positiveness was built through genuine appreciation of every member's contribution. Equality was practiced through a onepersononevote principle. The resulting solidarity is organic, built not merely from shared interests, but from relationship quality consistently cultivated through effective interpersonal communication. Keywords: Cosplayer Community, De Vito's Theory, Interpersonal Communication, Phenomenology, Solidarity
Komunikasi Interpersonal Petugas Pemasyarakatan dalam Pembinaan Perilaku Warga Binaan Perempuan di Bengkulu Ary Saputra; Sri Dwi Fajarini
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Madia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v7i1.10740

Abstract

This study aims to analyse interpersonal communication in the behavioural guidance of inmates at the Class IIB Women’s Correctional Institution in Bengkulu. The study employs a qualitative method with a descriptive approach. There were six informants, comprising the Head of the Correctional Institution, the Head of the Registration and Rehabilitation Sub-Section, the Head of the Security and Order Administration Section, and three inmates. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were subsequently analysed using the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that interpersonal communication between correctional officers and inmates plays a crucial role in the behavioural rehabilitation process. The effectiveness of communication is demonstrated by the increased openness of inmates in disclosing their personal backgrounds and issues, the emergence of empathetic relationships between officers and inmates, the provision of support through personality development and self-reliance programmes, the development of positive attitudes among inmates towards rehabilitation activities, and the creation of communicative equality that enables inmates to express their opinions and receive feedback openly. The research findings also indicate that a communication approach which positions staff as mentors and listeners is capable of encouraging behavioural change among inmates towards a more adaptive, cooperative, and participatory approach in following the programme rehabilitation. This study contributes to the development of research on interpersonal communication within the context of the prison system by demonstrating that the dimensions of openness, empathy, supportive attitudes, positive attitudes, and equality as proposed by Joseph A. Devito are key factors in the successful rehabilitation of inmates.Keywords: interpersonal communication, behavioural rehabilitation, female prisoners, women’s correctional institutions.
Tradisi Bezikir sebagai Media Komunikasi Budaya Masyarakat Desa Pulau Panggung Kabupaten Kaur Feby Lajua Jaya; Sri Dwi Fajarini
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Madia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v7i1.10752

Abstract

This study aims to analyze the Bezikir tradition as a medium of cultural communication in the community of Pulau Panggung Village, Luas Subdistrict, Kaur Regency. The study employs a descriptive qualitative approach, involving five informants consisting of the traditional leader, members of the kendaur (Bezikir practitioners), community leaders, and community members who understand the practice of the Bezikir tradition. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles, Huberman, and Saldaña model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while data validity was tested through source triangulation and member checking. The research findings indicate that the Bezikir tradition functions not only as a series of wedding customs but also as a medium of cultural communication that plays a role in transmitting religious values, social solidarity, respect for ancestors, and the cultural identity of the Kaur community. The communication process occurs through interactions between traditional practitioners, the bride and groom, families, and the community members present at the ritual. Cultural symbols such as the gendang, the recitation of the Maulid Saiful Anam, ritual movements, and collective community participation are interpreted as representations of gratitude, togetherness, and hope for a harmonious married life. The research findings also indicate that the Bezikir tradition serves as a means of transmitting cultural values across generations while strengthening social cohesion within the community.This study contributes to the development of cultural communication studies by demonstrating that local traditions can be understood as spaces for the exchange of symbols and the construction of cultural meaning. Practically, the research findings have implications for efforts to preserve the Bezikir tradition through strengthening the role of customary institutions, local cultural education, and the involvement of the younger generation in ensuring the sustainability of the region’s cultural heritage. Keywords: cultural communication, Bezikir tradition, ritual communication, cultural symbols, local culture.
PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI UMKM MINUMES BENGKULU DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN KONSUMEN Ipan Julianto; Fitria Yuliani
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Madia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v7i1.10755

Abstract

This study aims to analyze Minumes Bengkulu’s use of Instagram as a promotional medium and to identify the marketing communication strategies employed to increase consumer engagement. The study employs a descriptive qualitative approach involving five informants, comprising Instagram account managers, store managers, and active Minumes Bengkulu customers. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was ensured through triangulation of sources and methods. The results indicate that Instagram is utilized optimally through the use of photo posts, promotional videos, Instagram Stories, and Direct Messages (DMs) to foster interaction with consumers. The implemented promotional strategies focus on presenting visually appealing content, maintaining posting consistency, and engaging in two-way communication with customers. The research findings indicate that the utilization of Instagram features is capable of increasing consumer engagement, as demonstrated by high levels of response in the form of comments, direct messages, and interactions with uploaded content. In addition to serving as a promotional medium, Instagram also serves as a means of building closer relationships between businesses and customers. This study contributes to the development of research on digital marketing communication by demonstrating how social media can be utilized by SMEs to build consumer engagement through interactive communication strategies. In practical terms, the findings of this study can serve as a reference for SME operators in optimizing the use of Instagram as an effective and sustainable promotional medium. Keywords: Instagram, digital marketing communication, promotion, consumer engagement, SMEs.