cover
Contact Name
Edisah Putra Nainggolan
Contact Email
medanijurnal@gmail.com
Phone
+6285158011646
Journal Mail Official
jurnalmedani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Karyajaya Perum Taman Karyajaya Indah Blok C.15 Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Lembaga Riset Ilmiah
ISSN : 29628032     EISSN : 29628032     DOI : -
Medani Jurnal Pengabdian Masyarakat is a publication media for the results of Community Service in the Social, Science, and Applied Sector. Medani received articles from community service to be published covering the scope of Economics, Social Affairs, Agriculture, Environment, Education, Health, and other community service results. All submitted articles will go through a peer-reviewed process to ensure publication quality. Medani published 3 times a year April, August, and December.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 89 Documents
Pemberdayaan Generasi Muda Melalui Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Profitabilitas Siregar, Achiruddin; Islamiyati , Dian; Hidayat, Hilman; Meilandri, Detti; Jamin, Nunung Suryana
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v4i1.931

Abstract

Generasi muda merupakan penerus masa depan bangsa yang memiliki potensi besar untuk mendorong perubahan sosial dan ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui metode pelatihan, diskusi kelompok, dan praktik langsung. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan kepada siswa SMKS YWKA dalam merancang dan menerapkan strategi pemasaran yang terencana dan profesional. Berdasarkan hasil evaluasi, ditemukan bahwa sebagian besar peserta sebelumnya belum memahami konsep strategi pemasaran dan profitabilitas secara komprehensif. Setelah mengikuti pelatihan, terjadi peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta menyusun strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan profitabilitas usaha. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kewirausahaan dan keterampilan praktis generasi muda, sekaligus mendorong lahirnya calon wirausahawan muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing di masa depan.   Young people are the nation’s future generation and possess great potential to drive social and economic transformation. This community service activity was carried out using a participatory approach through training sessions, group discussions, and hands-on practice. The main focus of this program was to enhance the knowledge and skills of SMKS YWKA students in designing and implementing well-planned and professional marketing strategies. The results showed that most participants initially lacked an understanding of marketing strategy and profitability concepts. After participating in the training, there was a significant improvement in their ability to develop effective marketing strategies aimed at increasing business profitability. Therefore, this training proved to be effective in improving entrepreneurial literacy and practical skills among young people, while fostering the emergence of creative, innovative, and competitive young entrepreneurs for the future
Pentingnya Laporan Keuangan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Desa Bondansari, Wiradesa Febianti, Agilia; Zacky, Mohammad; Burhan, Ali
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v4i2.1075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya laporan keuangan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Desa Bondansari, Wiradesa. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui kajian literatur dan dokumentasi. UMKM di Desa Bondansari memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memanfaatkan sumber daya dan keahlian komunitas, namun manajemen yang buruk terus menghambat pertumbuhan mereka, terutama dalam hal pelaporan keuangan dan pencatatan. Banyak pemilik usaha kesulitan memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mendapatkan dana tunai, serta bersaing di pasar yang lebih besar akibat rendahnya literasi keuangan dan kurangnya pengetahuan akuntansi. Pada kenyataannya, laporan keuangan yang baik merupakan prasyarat penting untuk mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan, alat untuk menilai kinerja, dan landasan untuk pengambilan keputusan. Untuk mendorong kemandirian, meningkatkan akses ke pembiayaan, dan memperkuat kontribusi UMKM Bondansari terhadap kemajuan ekonomi lokal dan nasional, sangat penting untuk meningkatkan standar dokumentasi keuangan, meskipun sederhana.   This study aims to analyze the importance of financial reporting for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Bondansari Village, Wiradesa. The method used is descriptive qualitative, and the type of data used in this study is secondary data obtained through literature reviews and documentation. MSMEs in Bondansari Village have great potential to drive local economic growth by leveraging community resources and expertise, but poor management continues to hamper their growth, especially in terms of financial reporting and record-keeping. Many business owners struggle to separate personal and business finances, obtain cash, and compete in larger markets due to low financial literacy and a lack of accounting knowledge. In fact, good financial reporting is an important prerequisite for obtaining financing from financial institutions, a tool for assessing performance, and a basis for decision-making. To encourage independence, increase access to finance, and strengthen the contribution of MSMEs in Bondansari to local and national economic progress, it is crucial to improve the standard of financial documentation, even if it is simple.  
Implementation of Qris as a Digital Payment and Financial Governance Education for MSMEs in the Digitalization Era Nasution, Yusneni Afrita; Khadijah, Siti; Lubis, Mahmuddin Syah
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v4i3.1200

Abstract

Perkembangan dalam teknologi informasi dan keuangan telah mengakibatkan transformasi signifikan dalam sistem transaksi dan pengelolaan keuangan di Indonesia. Dalam usaha menuju ekonomi digital, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus beradaptasi agar tetap relevan  khususnya berkenaan dengan metode pembayaran dan pencatatan keuangan. Penerapan QRIS pada UMKM tidak hanya bertujuan untuk memperbaharui cara pembayaran. QRIS memberikan peluang untuk memperkuat pengelolaan keuangan UMKM melalui pencatatan transaksi secara otomatis, memisahkan keuangan bisnis dari keuangan pribadi. Ini akan mempermudah proses penyusunan laporan keuangan, memperlancar akses ke pembiayaan resmi di masa depan, serta meningkatkan profesionalisme dalam aspek administrasi. Tingkat penerimaan QRIS di Sumatera Utara, terutama di Kota Medan, masih dianggap rendah. Pengguna QRIS di Kota Medan mencapai 58,6% pada sektor usaha mikro. Tingginya pengaruh literasi digital yang rendah dan minimnya pelatihan adalah faktor-faktor utama yang mengakibatkan perlambatan dalam penerapan sistem ini di kalangan UMKM. Oleh karena itu, diperlukan bimbingan bagi UMKM sebagai langkah pelaksanaan, agar QRIS dapat diakses secara optimal, tidak hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan manajemen serta pengelolaan keuangan UMKM. Metode Penelitian yang digunakan adalah observasi/wawancara, edukasi dan dokumentasi pada UMKM di Kelurahan Sidorejo Kota Medan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pelaku UMKM dapat menyusun laporan keuangan yang sederhana, guna memantau keadaan usaha mereka. Diharapkan juga agar dapat menggunakan QRIS dengan aktif dalam transaksi jual beli, memahami cara pemakaiannya, dan menyadari manfaatnya dalam mendukung kelancaran operasional bisnis.   Developments in information and financial technology have resulted in a significant transformation in the transaction and financial management system in Indonesia. In an effort to move towards a digital economy, Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) must adapt to remain relevant especially with regard to payment methods and financial records. The implementation of QRIS for MSMEs is not only aimed at updating payment methods. QRIS provides an opportunity to strengthen MSME financial management through automatic transaction recording, separating business finances from personal finances. This will simplify the process of preparing financial statements, facilitate access to official financing in the future, and increase professionalism in administrative aspects. The QRIS acceptance rate in North Sumatra, especially in Medan City, is still considered low. QRIS users in Medan City reached 58.6% in the micro business sector. The high influence of low digital literacy and lack of training are the main factors that result in a slowdown in the implementation of this system among MSMEs. Therefore, guidance is needed for MSMEs as an implementation step, so that QRIS can be accessed optimally, not only as a means of payment, but also as a means to improve the management and financial management of MSMEs. The research method used is observation/interview, education and documentation on MSMEs in Sidorejo Village, Medan City. The results obtained show that MSME actors can compile simple financial reports, in order to monitor the state of their business. It is also expected to be able to use QRIS actively in buying and selling transactions, understand how to use it, and realize its benefits in supporting smooth business operations.  
Penyuluhan Menggambar Rangkaian Elektronika dengan Menggunakan Program Circuit Maker di SMK HKBP Pangururan Pulau Samosir Managam Simamora, Antonius; Simanullang, Subur; Sinaga, Joslen; Sholeha, Dewi; Monang Siburian, Jhonson; Jumari; Endayanti, Masriani
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v4i3.1384

Abstract

Di era yang serba otomatis sekarang ini, komputer menjadi sarana amat penting dalam membantu kita untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dialami oleh para perancang elektronika dalam membuat desain rangkaian sekarang ini. Saat ini, telah banyak beredar program program computer untuk menggambar dan menjalankan rangkaiannya, seperti Digcirsi (Digital Circuit Simulator), Icap Deluxe, Pldesign, Pspsign, Pspice, Circuit Maker, Electronic Work-Bench, Multisime, Etap, dan lain sebagainya. Untuk penyuluhan ini penulis memilih program Circuit Maker. Adanya program program tersebut tentunya sangat membantu kalangan yang sehari harinya berkecimpung dalam dunia elektronika karena mereka tinggal menggambar rangkaian kemudian biarkan komputer yang akan mengolah untuk menjalankan gambar rangkaian yang telah kita buat. Jika kita ingin membuat Netlist Layout PCB yang untuk nantinya dapat dibuat track PCB, cukup dengan menekan beberapa tombol, sekali lagi komputer akan mengolah untuk membuat gambar rangkaian menjadi format Netlist dalam sekejap. Selain itu, adanya program program aplikasi elektronika tersebut, cukup banyak waktu, tenaga dan biaya yang bisa dihemat, jika dibandingkan dengan bekerja secara manual. Banyak sekali masalah yang harus dihadapi seorang perancang rangkaian elektronika jika kita bekerja secara manual, terutama pada kerapian skema gambar rangkaian yang kita rancang serta kecepatan pembuatannya. Oleh karena itu memakai komputer adalah jawaban tepat bagi perancang elektronika untuk membuat gambar skema rangkaian, sehingga penulis melakukan penyuluhan menggambar rangkaian elektronika dengan menggunakan program circuit maker. In today's automated era, computers have become a crucial tool in helping us solve the problems faced by electronics designers in designing circuits. Currently, there are many computer programs available for drawing and running circuits, such as Digcirsi (Digital Circuit Simulator), Icap Deluxe, Pldesign, Pspsign, Pspice, Circuit Maker, Electronic Work-Bench, Multisim, Etap, and so on. For this training, the author chose the Circuit Maker program. The existence of these programs is certainly very helpful for those who work in the world of electronics because they only need to draw the circuit and then let the computer process it to run the circuit image that we have created. If we want to create a PCB Netlist Layout that can later be used to create PCB tracks, just by pressing a few buttons, the computer will once again process it to make the circuit image into Netlist format in an instant. In addition, the existence of these electronic application programs can save a lot of time, energy, and costs, compared to working manually. There are many problems that an electronic circuit designer must face if we work manually, especially regarding the neatness of the schematic drawing of the circuit we design and the speed at which it is made. Therefore, using a computer is the right answer for electronics designers to create circuit schematic drawings, so the author provides training on drawing electronic circuits using a circuit maker program.
Penguatan Karakter dan Pengetahuan Dasar Anak Usia Dini Melalui Program Pengabdian Masyarakat Zuhdi, Abdurrahman; Aldhila, Adang; ‘Afifah, Nur; Dari, Wulan; Musprawita, Citra; Nainggolan, Edisah Putra
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v4i3.1385

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Karisma di Kelurahan Karang Berombak, Medan Barat, pada 15 September 2025 hingga 24 september 2025 dilaksanakan untuk mendukung pengembangan potensi lokal sekaligus melestarikan tradisi masyarakat. Kegiatan meliputi pendampingan UMKM, pelestarian budaya melalui tari dan permainan tradisional, edukasi anak-anak, kegiatan keagamaan, serta kerja bakti. Program ini menggunakan metode observasi, sosialisasi, dan pendampingan masyarakat. Hasilnya menunjukkan peningkatan keterampilan UMKM, penguatan karakter anak, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga budaya lokal. KKN ini berhasil mempererat hubungan mahasiswa dengan warga serta memberi dampak sosial, budaya, dan ekonomi. The Karisma Community Service Program (KKN) in Karang Berombak, Medan Barat, held in 2025 September 15 to 24, aimed to develop local potential and preserve community traditions. Activities included MSME assistance, cultural preservation through dance and traditional games, children’s education, religious events, and communal work. Methods used were observation, socialization, and mentoring. The results showed improvements in MSME skills, children’s character building, and community awareness of cultural preservation. This program strengthened student-community relations and created social, cultural, and economic impacts.
Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Bali sebagai Inovasi Produk Lokal UMKM Desa Klampisan Evani Chilvi Almaisyaroh; Atiatu Kiky Lu’lu’a; Ronaldo Maria Pereira Alves; Lyvia Zahrani; Reza Johan Tribuana; Anita Zulfiani
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v5i1.1473

Abstract

Tumpukan limbah kulit jeruk Bali (Citrus maxima) di Desa Klampisan dapat mencemari lingkungan, namun limbah ini memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertujuan mendorong pemanfaatan limbah tersebut sebagai inovasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk pemberdayaan ekonomi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-eksplanatif melalui observasi dan demonstrasi partisipatif dari perwakilan ibu-ibu warga Klampisan pada 22 Januari 2026 di Balai Desa Klampisan. Keberhasilan program diukur melalui instrumen angket terhadap 30 responden untuk mengevaluasi aspek pengetahuan, keterampilan, dan minat keberlanjutan usaha. Hasil menunjukkan bahwa limbah kulit jeruk Bali dapat diolah menjadi “manisan Kulit Jeruk Bali” yang kenyal dan bercita rasa manis-asam. Hasil tingginya antusias masyarakat, dengan 80% responden menyatakan kesediaan untuk melanjutkan usaha ini sebagai inovasi produk lokal yang dapat memperkuat ekonomi kreatif di Desa Klampisan.   The accumulation of pomelo (Citrus maxima) peel waste in Klampisan Village poses a potential environmental pollution risk; however, this waste has the potential to be processed into value-added products. This Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata) aims to encourage the utilization of such waste as an innovation for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to foster economic empowerment. The method employed is a descriptive-explanatory qualitative approach through observation and participatory demonstrations involving representatives of the women of Klampisan Village on January 22, 2026, at the Klampisan Village Hall. The program's success was measured using a questionnaire distributed to 30 respondents to evaluate aspects of knowledge, skills, and interest in business sustainability. The results indicate that pomelo peel waste can be processed into "Candied Pomelo Peels" with a chewy texture and a sweet-and-sour flavor profile. The findings highlight high community enthusiasm, with 80% of respondents expressing a willingness to pursue this venture as a local product innovation that can strengthen the creative economy in Klampisan Village.
Pendampingan Perangkat Desa Dalam Promosi Wisata Berbasis Instagram di Desa Kawungluwuk, Subang Kesya Hersa Salsabila; Jovienca Hevianie Makkaraka; Yosi Erfinda; Rinie Octaviany Hasan; Dadan Daryono
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v5i1.1487

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi wisata digital di Desa Kawungluwuk, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. Potensi wisata alam dan budaya belum optimal karena keterbatasan keterampilan promosi digital. Metode yang digunakan adalah hands-on workshop melalui tahap persiapan, demonstrasi, serta praktik dan pendampingan pada 7–20 April 2026. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan perangkat desa dalam mengelola Instagram. Capaian meliputi terbentuknya akun resmi, penyusunan content plan satu bulan, serta kemampuan produksi konten mandiri. Kegiatan ini meningkatkan eksposur wisata desa dan membuka peluang ekonomi masyarakat melalui promosi produk dan jasa lokal, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan promosi digital desa secara berkelanjutan. Dari aspek keberlanjutan, program ini dirancang agar dapat terus berjalan dengan sumber daya terbatas melalui optimalisasi perangkat desa sebagai pengelola utama, pemanfaatan perangkat digital sederhana (smartphone), serta penyusunan panduan konten yang mudah diterapkan. Selain itu, keberlanjutan juga didukung oleh pembagian peran pengelola akun dan penjadwalan konten yang realistis. Pemanfaatan Instagram terbukti mampu meningkatkan visibilitas dan memperluas jangkauan promosi potensi wisata desa. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan promosi wisata desa berbasis digital yang berkelanjutan.   This community service initiative aims to enhance the capacity of village officials to utilize social media as a tool for digital tourism promotion in Kawungluwuk Village, Tanjungsiang Subdistrict, Subang Regency. The potential for natural and cultural tourism has not been fully realized due to limited digital promotion skills. The method employed was a hands-on workshop comprising preparation, demonstration, practice, and mentoring sessions held from April 7–20, 2026. The results show an improvement in the village officials’ ability to manage Instagram. Achievements include the creation of an official account, the development of a one-month content plan, and the ability to produce content independently. This activity increases the exposure of village tourism and opens economic opportunities for the community through the promotion of local products and services, as well as encourages active community participation in the sustainable management of the village’s digital promotion. From a sustainability perspective, this program is designed to continue operating with limited resources by optimizing the role of village officials as primary managers, utilizing simple digital tools (smartphones), and developing easy-to-implement content guidelines. Additionally, sustainability is supported by the division of account management roles and realistic content scheduling. The use of Instagram has proven effective in increasing visibility and expanding the promotional reach of the village’s tourism potential. Therefore, this community service initiative serves as a strategic step in supporting the development of sustainable, digital-based village tourism promotion.
Pendampingan Pembuatan Paket Wisata Hiking Bukit Pamoyanan Desa Wisata Kawungluwuk Kabupaten Subang Mohammed Fawwazal Wafiy; Aditya Dwimughni Bhinneka; Yosi Erfinda; Ase Hidayat; Safei Safei; Didi Sunardi
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v5i1.1501

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Wisata Kawungluwuk, khususnya Bukit Pamoyanan, berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan destinasi serta pengembangan produk wisata hiking sunrise yang lebih terstruktur dan siap dipasarkan. Dengan pendekatan Community-Based Tourism (CBT) dan metode partisipatif seperti wawancara, observasi, pemaparan, serta pendampingan, program ini berhasil meningkatkan pemahaman pengelola dalam perencanaan itinerary, penetapan harga, segmentasi pasar, dan strategi promosi. Hasilnya, tersusun paket wisata yang lebih sistematis, realistis, dan sesuai kondisi lapangan, dilengkapi alur perjalanan dan perhitungan biaya yang rasional. Selain itu, dikembangkan media promosi sederhana serta integrasi potensi lokal seperti kuliner dan keterlibatan masyarakat. Secara keseluruhan, program ini memperkuat kapasitas pengelola, menghasilkan produk wisata yang lebih siap jual, dan meningkatkan daya saing Bukit Pamoyanan sebagai destinasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan.   The community service program in Kawungluwuk Tourism Village, particularly at Bukit Pamoyanan, focuses on strengthening human resource capacity in destination management and developing a more structured and market-ready sunrise hiking tourism product. Using a Community-Based Tourism (CBT) approach and participatory methods such as interviews, observations, presentations, and mentoring, the program successfully enhanced managers’ understanding of itinerary planning, pricing, market segmentation, and promotional strategies. As a result, a more systematic, realistic tourism package aligned with field conditions was developed, complete with detailed travel flows and rational cost calculations. In addition, simple promotional media were created, along with the integration of local potentials such as culinary offerings and community involvement. Overall, this program contributes to strengthening management capacity, producing more market-ready tourism products, and enhancing the competitiveness of Bukit Pamoyanan as a sustainable community-based destination.
Pemberdayaan Wisata Berbasis Aktivitas Interaktif melalui Pokja di Desa Kiarasari Candra Karismawan; Rahmat Darmawan; Ilham Liko Basuk; Sultan Kamal
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v5i1.1609

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengembangan wisata edukasi berbasis aktivitas interaktif melalui penguatan kapasitas Kelompok Kerja (Pokja) di Kampung Cibuluh, Desa Kiarasari. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan observasi partisipatif melalui keterlibatan peneliti dan masyarakat. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, diskusi partisipatif, serta penilaian potensi wisata menggunakan skala Likert 1–4 pada aspek wisata alam, agrowisata, budaya, live in, dan aktivitas edukatif masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan potensi wisata edukasi yang besar, namun pengelolaan masih berfokus pada wisata curug sehingga diversifikasi belum optimal. Rekomendasi pengembangan meliputi wisata pengamatan flora-fauna, trekking edukatif, agrowisata, live in, dan wisata budaya partisipatif, serta penyusunan paket wisata, guide book, dan media promosi. Kontribusi penelitian ini adalah model pengembangan wisata edukasi berbasis partisipasi masyarakat untuk mendukung keberlanjutan desa wisata.   This study examines the development of educational tourism based on interactive activities through strengthening the capacity of the Working Group (Pokja) in Kampung Cibuluh, Kiarasari Village. The research employs a qualitative method with a participatory observation approach involving direct engagement with the local community. Data were collected through observation, documentation, participatory discussions, and potential assessment using a 1–4 Likert scale covering nature tourism, agrotourism, cultural tourism, live-in experiences, and community-based educational activities. The findings indicate strong potential for educational tourism development; however, current management remains focused on waterfall-based attractions, resulting in limited diversification. Recommended developments include flora and fauna observation, educational trekking, agrotourism, live-in programs, and participatory cultural tourism, along with supporting outputs such as tour packages, guidebooks, and promotional media. The main contribution of this study is a community-based educational tourism development model that supports sustainable village tourism management.