cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Automation System Design For Stopper Valve Chamfering Process On Bench Lathe SD-32A Machine At PT. Dharma Precision Parts Mohamad Ilham Fauzan; Haris Rachmat; Rino Andias Anugraha
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract As the rapid development of technology, encourages manufacturing companies to be able to implement the technology into its production process, one of the technologies is automation that can improve the productivity. PT. Dharma Precision Parts is one of the manufacturing company that producing machining parts with various types of products, one of them is stopper valve. The problems that arise in stopper valve production process is the manufacturing process still manual that rely on the operator's involvement and also the inability of the company to fulfill production targets. Automation system design using a Programmable Logic Controller (PLC) as the main controller in the process and pneumatic technology as driver is done in order to resolve the these problems and can be applied to the chamfering process of stopper valve part. From research conducted it can be concluded that, automation system design for chamfering process stopper valve parts on Bench Lathe machine SD-32A at PT. Dharma Precision Parts has been completed and the new process time for chamfering process is around 5 seconds/parts. Using automation system in the stopper valve part production process is expected to increase production capacity and reduce the use of labor then provide a positive impact to the company. Keywords: Automation, Programmable Logic Controller, PLC Programming, Pneumatic, Omron PLC
Penggunaan Kompensator Dispersi Pada Jaringan Berbasis Optik Antara Sto Lembong Dan Sto Cianjur Menggunakan Fiber Bragg Grating Ratih Kusuma Wardhani; Akhmad Hambali; Zulfi Zulfi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Sistem komunikasi serat optik memiliki kelebihan berupa transmisi loss yang kecil, bandwidth yang lebar, tidak terpengaruh gelombang elektromagnetik, dan keamanan data. Sehingga dengan kelebihan yang dimilikinya, penelitian terus dilakukan untuk meningkatkan performansi sistem komunikasi serat optik. Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan kelayakan suatu jaringan serat optik berkaitan dengan bit rate adalah rise time budget. Besar rise time system harus lebih kecil sama dengan 70% data NRZ, sehingga dibutuhkan kompensator dispersi untuk mengurangi besar dispersi untuk dapat mentransmisikan bit rate sesuai yang diinginkan. Pada penelitian kali ini dilakukan analisis peletakan kompensator dispersi terhadap performansi link optik antara STO Lembong dan STO Cianjur sejauh 67,46 Km menggunakan kompensator dispersi fiber bragg grating menggunakan software OptiSystem. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peletakan kompensator dispersi dengan pengaruh efek non-linearitas mempengaruhi performansi suatu jaringan, pada bit rate 10 Gbps semakin besar jarak pelatakan kompensator dispersi terhadap transmitter maka nilai BER dan Q-Factor semakin bagus. Performa terbaik adalah pada jarak 52,642 Km dengan nilai BER 2,31822x10-12 dan Q-Factor 6,91173, performa terburuk pada jarak 4,804 dengan nilai BER 3,66458x10-12  dan Q-Factor 6,84697. Sedangkan pada bit rate 40 Gbps semakin besar jarak peletakan kompensator dispersi terhadap transmitter maka nilai BER dan Q-Factor semakin. Performa terbaik adalah ketika kompensator dispersi diletakan pada jarak 4,804 Km dengan nilai BER 0,007568 dan Q-Factor 2,29233, performa terburuk pada jarak 52,642 dengan nilai BER 0,008145 dan Q-Factor 2,2629. Pada skenario kedua, peletakan kompensator dispersi tanpa efek non-linearitas menghasilkan nilai BER dan Q-Factor yang sama di semua jarak. Pada bit rate 10 Gbps BER sebesar 3,32078x10-12 dan Q-Factor sebesar 6,86077. Sedangkan dengan bit rate 40 Gbps nilai BER sebesar 0,008153 dan Q-Factor sebesar 2,26279. Hal ini terjadi karena pada skenario kedua tidak terdapat efek non-linearitas yang tidak menimbulkan beberapa sinyal baru.
Analisis Handover Latency Pada Long Term Evolution (lte) Dengan Perubahan Jumlah User, Kecepatan Dan Time To Trigger Febrina Puspita Utari; Endro Ariyanto; Aji Gautama Putrada
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LTE mempunyai mekanisme X2 dan S1 untuk handover. Secara umum performansi handover latency, yaitu waktu untuk handover, dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya jumlah user, kecepatan dan time to trigger.  Untuk  penelitian  mengenai  peningkatan performansi  handover  diperlukan  karakteristik perubahan faktorfaktor di atas terhadap handover latency, serta batas-batas maksimum jumlah user enodeb yang tidak menurunkan performansi LTE . Tujuan dari tugas akhir ini adalah mengetahui pengaruh perubahan jumlah user, kecepatan dan time to trigger terhadap handover latency. Serta mendapatkan fungsi perubahan jumlah user terhadap handover latency. Sehingga jumlah maksimum user yang tidak menurunkan performansi LTE dapat diketahui. Ini dapat diperoleh dengan melakukan simulasi handover LTE pada NS 3 dengan mengubah jumlah user, kecepatan dan time to  trigger, serta mencatat handover latency-nya. Fungsi perubahan jumlah user terhadap handover latency diperoleh dengan metode regresi dan koefisien korelasi Pearson. Hasil yang didapat adalah fungsi peningkatan handover latency terhadap jumlah user adalah linier, sedangkan perubahan handover latency terhadap kecepatan dan time to trigger naik-turun. Fungsi perubahan jumlah user pada handover latency adalah y = 0,86 x + 18,4. Dengan begitu jumlah user maksimum pada satu enodeb yang tidak menurunkan performansi LTE adalah 143 user pada kondisi baik dan 443 user pada kondisi buruk. Kata kunci: LTE, NS 3, Handover
Membangun Web Crowdsourcing E-preparation Smb Universitas Telkom Modul E-learning Dengan Menggunakan Metode Iterative Incremental Joses Adelwin Sitepu; Nia Ambarsari; Taufik Nur Adi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi— E-Learning merupakan salah satu bentuk persiapan belajar yang dibutuhkan oleh siswa sebelum menghadapi ujian., tingkat persaingan untuk masuk perguruan tinggi semakin ketat, materi yang tersedia untuk dipelajari belum mengakomodasi siswa untuk belajar efektif dan efisien, serta hanya dapat belajar disuatu tempat dan waktu tertentu seperti tempat bimbingan belajar ataupun perpustakaan. Dengan meningkatnya mobilitas seseorang, perkembangan teknologi yang semakin pesat dan bertambahnya jumlah pengguna internet di Indonesia maka aplikasi e-Learning adalah solusi yang sesuai, oleh karena itu dibuatlah aplikasi e-Learning sebagai pemenuhan kebutuhan tersebut. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan metode iterative incremental dan menggunakan penerapan crowdsourcing. Penerapan crowdsourcing memungkinkan terjadi interaksi diantara pengguna dalam pengumpulan informasi dan berbagi informasi. Aplikasi ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP framework Codeigniter. Fase-fase yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi inception, elaboration, construction, dan transition. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi e-Learning menggunakan penerapan crowdsourcing. Rancangan aplikasi e- Learning ini diharapkan dapat mengakomodasi siswa yang ingin belajar dan berlatih sebelum mengikuti ujian seleksi masuk perguruan tinggi termasuk ujian SMB Universitas Telkom. Aplikasi ini dibangun menggunakan portal e-Preparation berbasis web dengan menggunakan media internet, agar pengguna dapat mengakses aplikasi ini dimanapun dan kapanpun, serta aplikasi ini diharapkan dapat memberi nilai tambah bagi penggunanya. Kata kunci: e-learning, crowdsourcing, iterative incremental, codeigniter
Perancangan Conveyor Berbasis Otomasi Pada Proses Penggilingan Teh Hitam Orthodoks Menggunakan Metode Rasional Di Pt. Perkebunan Nusantara Viii Rancabali Luqman Makarim; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu proses yang memiliki pengaruh besar dalam menentukan kualitas teh adalah proses penggilingan. Tidak terjaganya proses perpindahan antar mesin pada proses penggilingan menyebabkan terjadinya pemborosan waktu, tidak terjaganya ketebalan bubuk sehingga tidak maksimalnya proses pada mesin pengayakan. Untuk melakukan perpindahan material antar mesin pada workstation penggiling an rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah 2 menit, waktu perpindahan ini merupakan sebuah pemborosan yang menyebabkan bertambahnya waktu produksi sehingga untuk menghilangkannya diperlukan adanya material handling berupa conveyor yang dapat membuat proses pemindahan menjadi kontinu sehingg dapat mengurangi waktu perpindahan serta membantu menjaga proses perpindahan material antar mesin pada proses penggilingan. Untuk merancang sebuah conveyor yang tepat untuk proses penggilingan dibutuhkan sebuah metode yang dapat memberikan hasil rancangan sesuai dengan kebutuhan. Dengan menggunakan proses perancangan produk rasional melalui beberapa tahapan yaitu clarifying objectives, setting requirements, determining characteristics, generating alternatives dan evaluating alternatives. Metode rasional dapat membantu peroses perancangan menjadi sistematis dan tepat sasaran sehingga hasilnya akan sesuai dengan kebutuhan user . Hasil dari perancangan ini berupa conveyor dengan panjang lintasan conveyor 21,5 meter, dengan tinggi akhir conveyor 9,75 meter dan tinggi awal (input) conveyor 3,75 m, lebar conveyor 50 cm , dan kemiringan conveyor yaitu 27o dengan sistem otomasi pada conveyor yang dibuat dengan menggunakan PLC siemens S7-1200 dan dilengkapi dengan Human Machine Interface yang dapat mempermudah proses monitoring dan controlling terhadap plant. Kata kunci : Conveyor, perancangan produk rasional, SCADA, Otomasi Industri, Teh Hitam Orthodoks.
Validasi Karakteristik Pada Antena Coplanar Vivaldi 27 Ghz Dengan Teknik Scaling Down Ke 2,7 Ghz Mardaputri Rannu Pairunan; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi LTE yang dikenal sebagai 4G akan dilanjutkan dengan teknologi 5G untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Teknologi 5G dialokasikan pada frekuensi 27,5 GHz sampai 28,35 GHz. Antena vivaldi yang diciptakan oleh Gibson pada tahun 1979[1] merupakan antena yang memiliki beamwidth lebar dan mampu bekerja pada frekuensi 27 GHz. Pada pengukuran antena di frekuensi tinggi dibutuhkan teknik penskalaan. Teknik penskalaan merupakan suatu teknik yang dapat dilakukan untuk melaksanakan pengukuran antena yang berhubungan dengan struktur yang sangat besar. Teknik ini sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang sesuai, seperti pola radiasi, return loss serta vswr dengan pengaturan pengukuran frekuensi yang lebih terjangkau. Pada tugas akhir ini, dirancang dan direalisasikan proses pengecilan skala antena co-planar vivaldi di frekuensi 27 GHz yang ditujukan untuk mengukur resonansi yang diinginkan dimana ditetapkan pada frekuensi 2,7 GHz dengan menggunakan bahan Duroid Rogers 4003C (Ԑr=3,55 dan h=0,813 mm). Dari hasil simulasi melalui CST Microwave Suite 2017 dan hasil realisasinya diperoleh kesebandingan kedua frekuensi dengan nilai vswr ≤ 1,1 ; return loss ≤ -10 dB serta Pola radiasi uni-directional Kata kunci : antena vivaldi, teknik scaling down. Abstract LTE technology known as 4G will be continued with 5G technology to meet the needs of a growing community. The 5G technology is allocated at frequency of 27.5 GHz to 28.35 GHz. The vivaldi antenna created by Gibson in 1979 is an antenna that has wide beamwidth and is capable of working at a frequency 27 GHz. In antenna measurement at high frequency scaling technique is required. Scaling technique is a technique that can be done to carry out antenna measurements associated with very large structures. This technique is needed to get the appropriate results, such as radiation pattern, return loss and vswr with a more affordable frequency measurement setting. In this final project, we designed and realized the process of variance of co-planar vivaldi antenna at 27 GHz frequency which is intended to measure the desired resonance which is set at 2.7 GHz frequency using Duroid Rogers 4003C (Ԑr = 3,55 and h = 0,813 mm). From the simulation results through CST Microwave Suite 2017 and the realization results obtained the comparison of two frequencies with the value of vswr ≤1,1 ; return loss ≤ -10 dB and uni-directional radiation pattern. Keywords: vivaldi antenna, scaling down technique.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Fractal Susunan Linier Dual Band Untuk Aplikasi Energy Harvesting Pradika Erta Ardanta; Arfianto Fahmi; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frekuensi merupakan sumber daya atau energi yang terbatas. Pada penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, dinyatakan bahwa frekuensi dapat diubah menjadi sumber daya yang berupa tegangan. Untuk mengubah frekuensi ke sumber daya lain, diperlukan antena sebagai penerima frekuensi dan rectifier sebagai penyearah gelombang, hal ini bisa disebut Rectenna (Rectifier Antenna) yang berfungsi untuk mengkonversi gelombang elektromagnetik menjadi sumber arus DC. Radiasi gelombang elektromagnetik yang berasal dari televisi dan Base Transceiver Station (BTS) dapat dimanfaatkan untuk menjadi sumber daya baru berupa tegangan dengan menggunakan Rectenna. Pada penelitian Tugas Akhir ini akan dilakukan perancangan dan realisasi antena array mikrostrip dengan bentuk patch rectangular Sierpinski Carpet. Antena ini digunakan untuk menyerap gelombang daya pancar dari frekuensi 1900 MHz dan 2100 MHz pada VSWR ≤ 2. Kata kunci : Rectenna, Rectifier, Antena.
Analisis Kelayakan Penambahan Paket Honeymoon Pada Serious Paradise Tour & Travel Nirwan Aprido; Budi Praptono; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serious Paradise Tour & Travel merupakan usaha yang bergerak dibidang jasa, yaitu melayani segala perjalanan / Tour ke segala lokasi wisata di dalam negeri maupun luar negeri . Dalam penelitian ini aspek pasar didapatkan dengan menyebar kuesioner kepada 95 responden yang pernah memakai jasa Serious Paradise Tour & Travel untuk mengetahui berapa banyak pasar potensial, pasar tersedia, dan pasar sasaran. Sedangkan untuk aspek teknis dan finansial digunakan data sekunder yang didapat dari berbagai sumber. Hasil penyebaran kuesioner menunjukkan persentase pasar potensial sebesar 100%, pasar tersedia 98%, dan untuk pasar sasaran perusahaan membidik 1% dari pasar tersedia. Hasil perhitungan finansial menunjukkan bahwa nilai NPV untuk periode 2016-2020 adalah Rp 6.594.312.735,86 presentase IRR sebesar 62,62%, dan PBP 1,700 tahun. IRR yang diperoleh lebih besar dari nilai MARR yaitu 15% dan NPV bernilai positif. Dari parameter tersebut, maka Penambahan Paket honeymoon pada Serious Paradise Tour & Travel dapat dikatakan layak. Kata kunci: Serious Paradise Tour & Travel, analisis kelayakan, NPV, IRR, PBP
Perancangan Dan Analisis Modifikasi Kunci Kriptografi Algoritma Twofish Pada Data Teks Dwi Anggreni Novitasari; R. Rumani R. Rumani; Rita Magdalena
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menjaga keamanan suatu data atau informasi yang tersimpan dalam bentuk file dokumen terdapat metode tertentu, salah satunya adalah kriptografi. Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari cara untuk menjaga keamanan data agar tetap aman saat dikirimkan, tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga. Data yang dikirimkan bisa berupa informasi umum atau rahasia. Dalam tugas akhir ini dilakukan suatu perancangan untuk memodifikasi kunci algoritma kriptografi Twofish. Teks dienkripsi dan didekripsi dengan menggunakan algoritma Twofish standar. Setelah proses enkripsi berhasil teks masukan akan dienkripsi dan didekripsi dengan menggunakan algoritma Twofish yang kuncinya telah dimodif. Bagian yang dimodif dari algoritma Twofish adalah pada bagian kuncinya yang difungsikan dengan Blum Blum Shub. Algoritma Twofish yang digunakan memiliki performansi yang baik, terlihat dari nilai Avalanche Effect yang diberikan berkisar antara 0,41 – 0,63. Waktu rata-rata yang digunakan untuk proses enkripsi algoritma Twofish standar adalah 19,375107 detik, sedangkan waktu rata-rata yang diperlukan untuk proses enkripsi pada algoritma Twofish dengan kunci modifikasi adalah 13,835254 detik. Jadi dapat dilihat dari hasil tersebut bahwa waktu yang digunakan pada proses enkripsi dengan menggunakan Algoritma Twofish kunci modifikasi lebih cepat jika dibandingkan dengan algoritma Twofish standar. Memori rata-rata yang digunakan pada algoritma Twofish standar adalah 17,06667 MB, sedangkan memori rata-rata yang digunakan untuk Algoritma Twofish kunci modifikasi adalah 25,63333 MB. Dapat dilihat dari hasil di samping bahwa pada saat penghitungan memori komputasi terlihat bahwa algoritma Twofish kunci modifikasi membutuhkan memori lebih banyak. Kata kunci: File teks, Kriptografi, Algoritma Twofish, Blum Blum Shub
Penyelesaian Masalah Keterlambatan Pada Permasalahan Vehicle Routing Problem With Time Window Distribusi Obat Di Pt Xyz Bandung Dengan Algoritma Branch And Bound Ghofar Arrosid; Luciana Andrawina; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Supply chain management adalah segala sesuatu yang mempunyai hubungan dari berbagai sumber bisnis yang ada, baik didalam perusahaan maupun diluar perusahaan untuk mendapatkan suatu sistem yang berani bersaing serta menciptakan aliran produk dan informasi. Transportasi produk adalah kegiatan perpindahan barang dari suatu tempat ke tempat yang berbeda, pengangkutan barang memutuhkan alat bantu yang sesuai dengan kebutuhnan agar menunjang kelangsungan operasional serta tepat waktu. Transportasi dalam SCM menyumbang sampai 60% dari total biaya logistik. Maka dari itu, perlunya perusahaan mempunyai sistem transportasi yang baik dan benar. PT XYZ adalah sebuah Distribution Center khusus apotek Kimia Farma yang ada di wilayah Bandung. PT XYZ mempunyai masalah dalam proses distribusi yaitu masih ada keterlambatan pengiriman ke pelanggan karena belum ada konfigurasi rute yang tepat. Keterlambatan ini berakibat meningkatnya biaya transportasi yang ditanggung oleh PT XYZ. Permasalahan seperti ini disebut Vehicle routing problem (VRP) yaitu penentuan rute kendaraan untuk distribusi dengan berbagai batasan. Pada penelitian ini, batasan yang digunakan adalah mempunyai armada dengan kapasitas berbeda (heterogeneous fleet) dan mempunyai jam batas pelayanan (time windows). Dalam penyelesaian masalah VRP ini, digunakanlah algoritma branch and bound untuk menghasilkan solusi. Hasil dari peneraapan algoritma ini mendapatkan konfigurasi rute yang optimal sehingga permasalahan keterlambatan dapat diatasi dan menurunkan biaya transpotasi sebesar 2%. Kata Kunci : VRP, Time Windows, Heterogeneous fleet, Algoritma Branch and Bound ABSTRACT: Supply chain management is anything that has a connection from various existing business sources, both within the company and outside the company to get a system that dares to compete and create a flow of products and information. Transportation of products is the activity of moving goods from one place to another, the transportation of goods requires a tool that is in accordance with the needs to support the continuity of operations and timely. Transportation within SCM accounts for up to 60% of total logistics costs. Therefore, the need for the company has a good and correct transportation system. PT XYZ is a Distribution Center special chemist pharmacy Kimia Farma in Bandung area. PT XYZ has problems in the distribution process that there is still delay in delivery to the customer because there is no proper route configuration. This delay resulted in increased transportation costs borne by PT XYZ. Such problems are called Vehicle routing problem (VRP) which is the determination of the vehicle route for distribution with various limitations. In this study, the limitations used are having a fleet of different capacities (heterogeneous fleet) and have a clock service (time windows). In solving this VRP problem, a branch and bound algorithm is used to generate a solution. The result of this algorithm determination gets the optimal route configuration so that the delay problem can be overcome and decrease the transportation cost by 2%. Keywords: VRP, Windows Time, Heterogeneous fleet, Branch and Bound Algorithm.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue