cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Sistem Deteksi Api Berbasis Spatial-temporal Dengan Metode Ekstraksi Kontur Dan Area Movement Analysis Brilian Aringga Prabowo; Tjokorda Agung Budi Wirayuda; Febryanti Sthevanie
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstraksi kontur dan area movement analysis merupakan kunci untuk mendeteksi keberadaan api pada citra sekuensial seingga waktu dan lokasi api dapat dideteksi. Untuk mengektrak kontur pada frame dilakukan binerisasi dengan menggunakan adaptive threshold. Kemudian dengan memanfaatkan cita biner yang didapatkan dilakukan pendeteksian berdasarkan nilai rata-rata keabuan setiap objek serta nilai piksel pada tepi objek. Pada area movement analysis dilakukan analisis berdasarkan area overlapping dan area growing pada objek api di dua frame yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dengan memanfaatkan ekstraksi kontur dan area movement analysis sistem mampu mendeteksi waktu kemunculan serta lokasi api dengan baik.Kata Kunci : ekstraksi kontur, area movement analysis, adaptive threshold, area overlapping, area growing.
Perancangan Dan Implementasi Automated Guided Vehicle (agv) Dengan Sistem Pengendali Arah Pada Roda Depan Menggunakan Sistem Fuzzy Logic Afrursah Satrio Bia Pratama; Angga Rusdinar; Erwin Susanto
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak AGV (Automated Guided Vehicle) merupakan kendaraan cerdas yang digunakan dalam sistem distribusi untuk mengirimkan produk dari satu tempat ke tempat yang diinginkan dengan menggunakan mikrokontroler sebagai pengendalinya. AGV pada umumnya dirancang dengan menggunakan motor sebagai penggerak dan pembelok pada setiap rodanya. Hal ini menyebabkkan terjadinya pemborosan penggunaan motor karena membutuhkan motor yang banyak. Selain itu, pengendalian motor terutama untuk kestabilan dalam pembelokan AGV agar dapat bergerak optimal menjadi lebih sulit. Tugas akhir membahas tentang pengembangan sistem pengendalian AGV yang dikhususkan pada sistem pengendalian pembelokan AGV dengan menggunakan Fuzzy Logic. Sistem pengendalian pembelokan ini akan dikembangkan pada AGV yang akan dibentuk menyerupai mobil dimana ada dua roda yang akan menentukan arah AGV yang digerakan oleh sebuah motor stepper yang dikontrol menggunakan mikrokontroler. Sistem ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan, kestabilan, dan akurasi AGV saat berbelok serta memperhalus laju pergerakan AGV. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga akurasi dan kestabilan AGV saat berbelok dengan kecepatan yang konstan. Dari hasil pengujian didapatkan pergerakan pembelokan AGV yang terjadi cukup baik. Dengan rata-rata error pada roda kana sebesar 0.84o dan pada roda kiri sebesar 0.91o dengan kecepatan yang cukup konstan yang bergerak sesuai dengan PWM yang telah diatur. Kata kunci : Automated Guided Vehicle, Sistem Pengendalian Pembelokan AGV
Performance Analysis Of Artificial Bee-colony Algorithm For Routing And Wavelength Assignment In Dwdm Transport Network Yudhi Suryanto; Arfianto Fahmi; Ahmad Tri Hanuranto
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setting up lightpaths for a set of requested connection of wavelength division multiplexing (WDM) network, is by routing and assigning wavelengths to each connection. So as to minimize the use of network resources or maximize the traffic served, is called the routing and wavelength assignment (RWA) problem. A new idea based on Artificial Bee Colony (ABC) algorithm is introduced for solving RWA problem which is known to be an NP-hard problem. In the proposed ABC-RWA approach every food source represents a possible and feasible candidate lightpath between each original and destination node span in demand matrix. The situation of the food source is modified by some artificial bee in the population where the aim is to discover the places of food sources. The food source with the highest nectar value seems to be a solution which is evaluated by the fitness function. This paper proposes solutions to solve the RWA problem using artificial bee-colony algorithm in order to achieve better performance of the network connection to serve a given demand matrix of an optical network to reach RWA global solution. The work will evaluate the path length (propagation delay) for solving RWA problem with ABC algorithm in a real-world optical networks test bench to find optimal routes for connection request in demand matrix and assigning wavelength to them according to objective function and some physical and operational constraints in Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) optical networks. Based on simulation with several generated traffic distribution, ABC algorithm can be used to solve routing and wavelength problem at DWDM transport network as shown that in line with iteration process the path length observed toward minimum value. The number of iteration needed to reach the fitness value depends on several parameter such as number of connection request, number of wavelength and alternative path, the distribution of generated traffic and also population size. Keywords—rwa; bee-colony; path length
Perancangan Media Pembelajaran Berupa E-Learning Solidworks Untuk Modul Molding Dengan Menggunakan Metode Model Addie Sebagai Alat Bantu Ajar Di Keprofesian Pde Telkom University Alam Fathurochman; Rino Andias A.; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keprofesian PDE (Product Design and Ergonomic) Universitas Telkom merupakan keprofesian yang memiliki konsentrasi keahlian pada desain produk. Dalam hal untuk menunjang konsentrasi keahlian tersebut, kompetensi yang menjadi fokus utama keprofesian ini adalah kompetensi menggunakan software SolidWorks yang merupakan perangkat lunak untuk digunakan dalam merancang desain produk. Namun, dalam kondisi eksisting anggota keprofesian memiliki keterbatasan dalam memenuhi kompetensi penguasaan software SolidWorks sehingga membutuhkan media pembelajaran yang efektif dan efisien. Media pembelajaran yang memiliki tingkat efektif dan keefesienan saat ini berupa e-learning. Pada saat ini kebutuhan akan produk berbahan material plastik semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penguasaan terhadap modul molding menjadi kebutuhan dalam memenuhi kompetensi software desain produk. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode desain instruksional ADDIE. Diawali dengan tahap analisis untuk analisa kebutuhan metode pembelajaran, analisa hardware dan software, serta analisa kebutuhan user yang merupakan mahasiswa Keprofesian PDE Universitas Telkom. Selanjutnya tahap desain e- learning dengan mengacu pada manual book SolidWorks Mold Tools , CSWPA-Mold Tools dan storyboard. Tahap terakhir pada penelitian ini adalah development yaitu perancangan teknis aplikasi dengan menggunakan softwre Adobe Flash. Pada fase akhir penelitian dilakukan evaluation dengan menguji aplikasi e-learning kepada mahasiswa dengan menggunakan metode pilot test dan user acceptance test. Hasil akhir penelitian ini berupa aplikasi e-learning SOLIDLEARN modul Mold Tools berbasis Adobe Flash. materi pembelajaran melalui media elektronik termasuk intranet, internet, audio/video tape, TV interaktif, CD ROM, dan Computer Based Training (Gilbert & Jones, 2001). Banyak keuntungan ketika proses belajar mengajar dilakukan dengan e-learning. Beberapa keuntungannya adalah dapat mengurangi waktu kegiatan belajar mengajar, meminimasi biaya akomodasi, meminimasi biaya pendidikan secara komprehensif, dapat meliputi wilayah geografis dengan lebih luas dan juga menjadi sarana pelatihan subjek belajar untuk lebih mandiri dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Disamping itu e-learning juga memberikan banyak kesempatan penelitian bagi dosen, bersama dengan tantangan terus untuk mendokumentasikan beasiswa. Inovasi dalam e-learning teknologi mengarah ke sebuah revolusi di bidang pendidikan, yang memungkinkan belajar menjadi individual (pembelajaran adaptif), meningkatkan interaksi peserta didik dengan orang lain (pembelajaran kolaboratif), dan mengubah peran pengajar (Ruiz, et al., 2006). Kemudian, dalam survey yang dilakukan oleh Tim Unwin(2007) untuk melihat pengaruh e-learning pada proses pembelajaran di Afrika. Dan hasilnya sebagian besar responden(68%) menyatakan bahwa e-learning dapat memberikan peningkatan nilai pada proses pembelajaran, seperti yang terdapat pada Gambar 1. The Value of E-LearningKesimpulan yang didapat dari penelitian adalah terciptanya 80 alat bantu ajar yang memiliki pengaruh terhadap peningkatan pemahaman modul Mold Tools oleh pengguna 60 aplikasi e-learning SOLIDLEARN. 40 Kata kunci: Keprofesian PDE, Model ADDIE, E-Learning, CSWPA-Mold Tools, SolidWorks
Simulasi Kebijakan Pembayaran Dalam Manajemen Investasi Untuk Dana Amal Menggunakan Monte Carlo Diah Fitri Wulandari; Deni Saepudin; Irma Palupi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian orang atau perusahaan menyisihkan penghasilan mereka untuk dana amal dalam bentuk investasi. Investasi yang digunakan adalah 50% untuk investasi aset berrisiko dalam bentuk saham dari lima perusahaan dan 50% untuk aset bebas risiko dari dana awal. Dalam pengaturan investasi dana amal, akan digunakan tiga kebijakan yang berbeda dengan Simulasi Monte Carlo untuk menyimulasikan investasi bagian aset berrisiko. Kebijakan pertama yaitu, pembayaran dana amal dibayarkan dengan persentase yang konstan dari total investasi setiap tahunnya. Kebijakan kedua, pembayaran dana amal dibayarkan dengan persentase yang konstan tetapi dari rata-rata total investasi tiga tahun sebelumnya. Sedangkan kebijakan ketiga, pembayaran diambil dari keuntungan total investasi di akhir tahun investasi.. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kebijakan pertama investasi bertahan hingga 39 tahun dan pembayaran dana amal hingga 23 tahun dengan rata-rata pembayaran 246.864 rupiah. Pada kebijakan kedua investasi bertahan hingga 28 tahun dan pembayaran dana amal hingga 22 tahun dengan rata-rata pembayaran 244.037 rupiah. Dan untuk kebijakan ketiga investasi bertahan hingga 39 tahun dan pembayaran dana amal hingga 38 tahun dengan rata -rata pembayaran 211.410 rupiah. Kata kunci: Metode Monte Carlo
Mitigasi Serangan Sinkhole Pada Teknologi Wireless Sensor Network Menggunakan Protokol Routing Aodv Dengan Sistem Shutdown Trinanda Aditya Arya Wibisono; M. Teguh Kurniawan; Adityas Widjajarto
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Sensor Network (WSN) merupakan sebuah teknologi jaringan nirkabel yang terdiri dari sejumlah besar sensor node berbiaya rendah, berdaya rendah, dan multifungsi. Sensor node pada WSN juga memiliki kemampuan routing seperti router. Salah satu protokol routing pada WSN adalah Ad hoc On-Demand Distance Vector (AODV). AODV melakukan pencarian jalur routing ketika adanya permintaan dari source node untuk mengirim pesan ke destination node. Dikarenakan sensor node yang dipasang di lingkungan dapat diakses secara fisik, maka potensi terjadinya serangan akan meningkat. Serangan sinkhole merupakan salah satu ancaman bagi WSN. Serangan sinkhole adalah jenis serangan di network layer dimana node yang dikompromikan mengirimkan informasi routing palsu ke tetangganya untuk menarik lalu lintas jaringan ke dirinya sendiri. Untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh serangan sinkhole tersebut, maka dibutuhkan adanya sebuah mitigasi serangan pada WSN menggunakan protokol routing AODV dengan sistem shutdown. Hal ini bertujuan untuk mematikan pengiriman paket antara source node, sinkhole node dan destination node secara langsung sebelum paket tersebut di proses oleh sistem. Dari hasil pengujian perfomansi jaringan dapat diketahui bahwa serangan sinkhole menurunkan performansi jaringan pada paket delivery ratio dan throughput sedangkan end to end delay mengalami kenaikan, dengan penurunan packet delivery ratio sebesar 99,8%, penurunan throughput 99,8 kbps, lalu delay yang mengalami penaikan sebesar 3992 ms. Sedangkan nilai dari energy consumption pada sistem shutdown stabil. Dengan adanya sistem shutdown, serangan sinkhole dapat dimitigasi serta tidak menurunkan dan menggangu performansi jaringan pada WSN. Kata Kunci: Wireless sensor network, serangan sinkhole, AODV, sistem shutdown
Implementasi Dan Analisis Performansi Glbp ( Gateway Load Balancing Protocol ) Pada Jaringan Vlan Untuk Layanan VOIP Rizal Erwin Irwansyah; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kontribusi teknologi untuk meningkatkan kinerja jaringan adalah dengan kemampuan untuk membagi sebuah broadcast domain yang besar menjadi beberapa broadcast domain yang lebih kecil dengan menggunakan VLAN (Virtual Local Area Network). Teknologi VLAN bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam beberapa subnet. Untuk menghubungkan VLAN yang berbeda jaringan menggunakan interVLAN, interVLAN routing adalah proses untuk meneruskan trafik jaringan VLAN satu ke jaringan VLAN yang lainnya menggunakan router. Layanan komunikasi suara saat ini mulai bergerak ke jaringan berbasis paket. Layanan komunikasi yang sedang popular adalah VoIP. VoIP menawarkan sebuah servis yang cukup handal bagi penggunanya untuk saling berhubungan dengan pengguna yang lain secara real-time dan memiliki tingkat kestabilan yang terjaga. Agar mewujudkan jaringan VLAN yang high availabity maka dalam tugas akhir ini diimplementasikan GLBP (Gateway Load Balancing Protocol) yang berfungsi sebagai load balancing dan backup router. Jadi, dengan GLBP router masih bisa melakukan load balancing membagi trafik walaupun router menjadi router forwarding/active ataupun router standby/backup. Dari hasil pengukuran tanpa menggunakan background traffic dan menggunakan background traffic sebesar 20 Mb/s, delay yang didapat dari hasil pengukuran telah memenuhi standar ITU-T G.1010 untuk semua skenario. Jitter yang didapat adalah dibawah 1 ms untuk semua skenario. Hasil throughput yang didapat dapat tetap terjaga karena adanya protokol GLBP sebagai gateway-redundancy. Protokol GLBP mengakibatkan ketika router mati atau terjadi link-failure akan terjadi perpindahan active-gateway, sehingga layanan tetap tersedia. Nilai downtime ketika interface fastethernet 0/0 router 1 down sebesar 9.302 s dan sebesar 12.5 s ketika interface fastethernet 0/0 router 2 down. Kata kunci :Gateway Load Balancing Protocol ( GLBP ), VLAN, VoIP,QoS , Downtime
Perancangan Model Bisnis Ukm Wheelhouse Dengan Menggunakan Pendekatan Business Model Canvas Eggy Caesario; Endang Chumaidiyah; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wheelhouse merupakan sebuah UKM yang bergerak di industri produk helm kendaraan sepeda motor yan g berdomisili di kota Bandung. Permasalahan internal maupun eksternal selama masa produksi hingga penjualan ialah minimnya strategi dan inovasi dalam merealisasikan proses bisnis sehingga berdampak pendapatan yang tidak memuaskan. Maka dari itu UKM Wheelhouse memerlukan model bisnis yang dapat membantu dalam pemikiran tentang bagaimana menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai baik dari segi ekonomi, sosial dan lainnya. Metode analisis model bisnis yang digunakan adalah Business Model Canvas (BMC). Perancangan model bisnis merupakan salah satu solusi karena dapat memetakan, merancang, dan mengarahkan komponen apa saja yang dapat mendukung segala aspek penjualan bisnis UKM Wheelhouse. Hasil dari penelitian ini sembilan komponen model bisnis UKM Wheelhouse, yaitu segmen pasar yang akan dilayani UKM Wheelhouse. Proposisi nilai yang tawarkan ialah kualitas produk dan karakter merek. Saluran komunikasi dan distribusi yang akan digunakan. Sumberdaya yang harus dimiliki ialah sumber daya manusia, fisik, dan intelektual. Mitra yang bekerjasama ialah penyedia bahan baku dan vendor produksi. Beberapa kegiatan utama UKM ialah proses produksi, pemasaran, dan menjalin kerjasama dengan mitra bisnis lainnya. Kata Kunci— Model Bisnis Kanvas, UKM, Benchmarking
Desain Arsitektur Dan Implementasi Pengkode-pendekode Hard Decision Ldpc Menggunakan Algoritma Message Passing Aditia Tarigan; Rita Purnamasari; Efa Maydhona Saputra
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Low Density Parity Check atau LDPC merupakan teknik channel coding yang dikembangkan oleh Robert G. Gallager pada tahun 1962. LDPC dikenal akan kemampuannya sebagai teknik pengkode yang terdekat untuk mencapai maksimum dari Shannon capacity dan kompleksitas rendah pada implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang arsitektur dan mengimplementasikan teknik pengkode dan pendekode LDPC pada FPGA. Metode koreksi error yang digunakan pada implementasi adalah algoritma message passing. Proses implementasi menggunakan dua jenis code rate yaitu code rate ½ dan code rate ¾. Pada code rate ½, matriks yang digunakan adalah matriks 4x8, matriks 8x16, dan matriks 24x48. Pada code rate ¾, matriks yang digunakan adalah matriks 4x16. Dari hasil percobaan menunjukkan bahwa algoritma message passing dapat melakukan koreksi error lebih dari satu bit error. Hasil implementasi sistem menunjukkan bahwa frekuensi kerja matriks 4x8 adalah 1,35 MHz, frekuensi kerja matriks 8x16 adalah 0,909 MHz, frekuensi kerja matriks 24x48 adalah 0,156 MHz, dan frekuensi kerja matriks 4x16 adalah 1,35 MHz. Kata kunci : code rate, FPGA, LDPC, message passing.
Pengembangan Motif Jenis Karang Acropora Echinata pada Aplikasi Batik Berbasis Web Naufira Septriyanti; Khairunnisa Br Ginting; Purba Daru Kusuma; Andrew Brian Osmond
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstraksiSalah satu warisan budaya yang dimiliki oleh indonesia adalah batik. Dimana kita harus melestarikan dan dibudidayakan dengan cara mengembangkan pola pola baru agar batik berkembang disetiap generasi selanjutnya. Dan salah satu pola yang akan digunakan adalah terumbu karang. Selain batik ciri khas indonesia, terumbu karang pun adalah salah satu keindahan alam yang ada di indonesia. Pada penelitian ini, akan dirancang suatu model untuk aplikasi pengembangan motif batik berbasis web dengan menggunakan metode L-Systems dalam pembuatan aplikasi tersebut. Tujuan dari pnelitian ini adalah membuat motif karang berdasarkan karang jenis karang Acropora Echinata. Desain batik dibuat dengan kumpulan-kumpulan operasi matematika yang dibuat dalam bahasa pemogaramn PHP dimana hasilnya desain bisa dilihat dari browser web.Pada pembuatan motif karang terdapat beberapa operasi matematika dan setiap operasi memiliki fungsinya sendiri. Setiap operasi memiliki variable yang memiliki peranannya masing-masing dalam membangun desain motif batik, selain itu L-Systems juga digunakan sebagai metode pengembangan desain motif batik ini. Hasil dari pengujian melalui survei pun menunjukan bahwa 83% menyatakan sudah bagus dalam mengembangkan desain batik dan 17% menyatakan cukup bagus dan perlu dikembangkan lagi dalam desain batik. 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue