cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Pengontrolan Kecepatan Pada Permainan Jungkat-jungkit Automatis Dengan Menggunakan Logika Fuzzy Indah Dwiyana; Porman Pangaribuan; Agung Surya Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jungkat-jungkit adalah sebuah permainan yang terbuat dari papan lurus yang panjang dan memiliki titik tumpuan pada posisi tengah, jika salah satu sisinya naik maka sisi yang lain akan turun. Permainan ini biasanya terdapat di taman bermain. Cara bermain jungkat-jungkit adalah masing-masing anak duduk di setiap ujung, kemudian mereka bergiliran melonjakkan tubuh dari tanah. Hal ini membuat lonjakan pada kedua sisi akan berbeda. Tujuan tugas akhir ini adalah mengontrol pergerakan frekuensi ayunan jungkat-jungkit walaupun berat beban yang ada pada sisi jungkat-jungkit berbeda, frekuensi ayunan akan tetap konstan. Di sisi lain, jungkat-jungkit otomatis juga dirancang bergerak secara otomatis apabila hanya satu orang anak saja yang ingin bermain. Pada tugas akhir ini, dibuat sebuah prototype jungkat-jungkit otomatis. Sistem ini menggunakan mikrokontroler, motor DC dan sensor rotary encoder. Memonotoring frekuensi ayunan akan ditampilkan pada sebuah Liqiud Crystal Display(LCD). Frekuensi dan sensor rotary encoder sebagai umpan balik sistem. Algoritma yang digunakan adalah metode logika fuzzy. Metode ini dilakukan agar mencapai hasil yang di inginkan. Dalam tugas akhir ini, prototype jungkat-jungkit yang dirancang dapat mengatasi permasalahan berat beban yang berbeda pengguna dengan memiliki frekuensi ayunan yang konstan. Pada pengujian respon tanpa beban, respon sistem menunjukkan apabila Nilai input membership function error semakin diperbesar, maka waktu settling time yang diperoleh semakin cepat. Prototype jungkat-jungkit dapat dimainkan dengan perbedaan berat beban pada kedua sisi. Respon sistem juga tetap mengikuti set point walau terdapat berat beban.Kata Kunci : Speed control, Fuzzy Logic, rotary encoder, sistem kontrol
Analisa Reduksi Papr Pada Ofdm Dengan 64 Qam Menggunakan Transformasi Wavelet Avirian Candra Emanuel; Dharu Arseno; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penerapannya OFDM sering digunakan untuk sistem transmisi nirkabel, karena ketahanannya terhadap multipath fading. Namun permasalahan yang timbul pada implementasi OFDM adalah nilai peak-to average power ratio (PAPR) yang terlalu tinggi. Hal ini berdampak pada sub-carrier menjadi tidak ortogonal yang merupakan efek dari distorsi non-linier pada bentuk gelombang yang menyebabk an inter-block interference (IBI), sehingga dibutuhkan guard time yang berdurasi lebih panjang dibandingkan response impulse akibatnya efisiensi spektrum serta perfomansi sistem berkurang. Transformasi wavelet merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk melakukan reduksi`pada peak-to average power ratio(PAPR). Tujuannya seperti proses filtering yaitu untuk memisahkan komponen frekuensi tinggi dan frekuensi rendah, hal ini diharapkan dapat mereduksi PAPR. Untuk jenis wavelet yang dipergunakaan adalah keluarga biorthogonal dan orthogonal wavelet.. Dari penelitian ini didapatk an reduksi PAPR terbaik didapatkan dari wavelet reversebior yaitu rbior5.5 yaitu sebesar 1.017 dB dengan nilai BER 0.00579. Untuk keluarga biorsplines reduksi PAPR terbaik didapatkan dari bior3.5 yaitu sebesar 1 dB dengan nilai BER 0.07685. Keluarga daubechies melakukan reduksi PAPR sebesar 0.723 dB dengan nilai BER 0.004813. Kata kunci : OFDM, Trasformasi Wavelet, PAPR, QAM Abstract This application is often used for wireless transmission system, because of its resistance to multipath fading. However, the probelm that came out in OFDM implementation is the PAPR (Peak-to Average Power Ratio) that is too high. This affects the non-orgthogonal subcarrier wich is the effect of non-linier distortion on the waveform causing inter-block interference or IBI, sothat is take longer guard time than the impulse response, and it will decreases the s pectrum efficiency and the system performance. The wavelet transform is one of the techniques used to perform PAPR reduction. The purpose of such filtering process is to separate high frequency components and low frequency, wich is expected to reduce PAPR. The type of wavelet used in this research is the familty of the biorthogonal and the orthogonal wavelet. The result of this project, the best reduction technique of PAPR obtained wavelet reversbior is rbior5.5 that is equal to 1.017 dB with BER 0.00579. For the biorsplines family the best PAPR reduction is obtained from bior3.5 which is 1 dB with BER value 0.07685. Then the daubechies wavelet family did a PAPR reduction of 0.723 dB with BER value of 0.0048 Keywords: OFDM, Wavelet Transform, PAPR, QAM
Analisis Dan Implementasi Sistem Pakar Dengan Metode Case Based Reasoning Dan Rule Based Reasoning (studi Kasus: Diagnosis Penyakit Demam Berdarah) Arman Dwi Jatmiko; Danang Junaedi; Mahmud Imrona
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit demam berdarah merupakan salah satu penyakit menular yang sering menimbulkan wabah dan menyebabkan kematian. Di Indonesia ancaman penyakit ini masih tinggi. Pada 2015 tercatat 126.675 penderita DBD di 34 provinsi dan sebanyak 1229 orang meninggal dunia. Wabah DBD terjadi pada kurun waktu tertentu, sehingga jumlah terduga penderita DBD yang datang ke Rumah Sakit pada saat itu tidak menutup kemungkinan lebih banyak dibanding dokter yang ada. Pada kenyataannya yang mempunyai wewenang dalam melakukan diagnosis adalah seorang pakar/dokter, maka diagnosis yang dilakukan memakan waktu sehingga pasien harus mengantri. Pada penelitian ini dibangunlah sistem pakar yang digunakan oleh tenaga medis/asisten dokter, sehingga dapat melakukan diagnosis dengan pengetahuan layaknya pakar dan hasil diagnosis tersebut menjadi rekomendasi dokter untuk dikonfirmasi dan ditindak lanjuti. Pada penelitian ini dibangun sistem pakar menggunakan metode Case Based Reasoning (CBR) dan Rule Based Reasoning (RBR). Data yang digunakan adalah data kasus lama pasien pengidap demam berdarah dari RSUD dr. Soeselo Slawi dan data yang didapatkan dari pengetahuan pakar secara langsung. Data tersebut diolah untuk menjadi acuan saat pasien memasukan gejala yang dialaminya. Pencocokan kasus antara kasus lama dan kasus baru menggunakan konsep similarity dan solusi terbaik diambil berdasarkan perhitungan probabilitas bayes. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, aplikasi sistem pakar untuk diagnosis demam berdarah ini mencapai tingkat akurasi sebesar 92%. Nilai tersebut dinilai cukup memuaskan karena telah memenuhi klasifikasi minimum yang ditentukan oleh WHO, serta mampu mencapai rata-rata kemampuan dokter di Indonesia dalam mendiagnosis demam berdarah. Kata Kunci: case based reasoning, rule based reasoning, bayes, sistem pakar, demam berdarah
Recurrent Neural Network Untuk Pengenalan Ucapan Pada Bahasa Sunda Selatan Dialek Garut Luthfi Abdul Hakim; Andrew Brian Osmond; Randy Erfa Saputra
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa adalah alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Pada sebuah bahasa memiliki bermacam-macam dialek, salah satunya adalah bahasa sunda. Bahasa sunda ini memiliki 6 dialek, yaitu dialek Barat (bahasa banten), dialek Utara, dialek Selatan (priangan), dialek Tengah Timur, dialek Timur laut (bahasa Cirebon), dialek Tenggara. Dengan kata lain dialek ini juga merupakan pembeda (cirikhas) dalam sebuah bahasa. Bisa dikatakan bahwa dialek memiliki pola yang membedakan antara satu dialek dengan dialek yang lain. Pembedaan pola ini bisa dilakukan dengan menggunakanrecurrent neural network dengan memfokuskan pada pengambilan sampel yang baik, dan penggunaan fungsi utama recurrent neural networkyang membaca data secara sekuensial (sejalan dengan waktu), metode recurrent neural network yang digunakan disini adalah long-short term memory. Pada penelitian ini didapat hasil epoch terbaik adalah 250, minibatch size terbaik adalah 10 dan hidden size terbaik adalah 50, dan akurasi kecocokan antara data uji dan data latih yang di dapat adalah saat diuji dengan bahasa sunda dialek garut sebesar 100%, diuji dengan bahasa sunda yang dialeknya bukan garut sebesar 77,778%, dan untuk orang yang bukan sunda sebesar 66,667%. dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh besar nilai epoch, minibatch size, hidden size dan banyak data latih berpengaruh terhadap nilai akhir. Kata kunci : Bahasa sunda, dialek, recurrent neural network, long-short term memory. Abstract Language is a tool that humans use to communicate. In a language has a variety of dialects, one of which is the language of Sundanese. This Sundanese language has 6 dialects, which are Western dialect (banten language), Northern dialect, Southern dialect (Priangan), Middle Eastern dialect, Northeastern dialect (Cirebon language), Southeastern dialect. In other words this dialect is also a differentiator in a language. It can be said that dialect has a pattern that distinguishes between one dialect with another dialect. The differentiation of this pattern can be done using a recurrent neural network by focusing on good sampling, and the use of the main recurrent neural network function that reads data sequentially (over time), the recurrent neural network method used here is long-short term memory. In this research, the best epoch result is 250, the best minibatch size is 10 and the best hidden size is 50, and the accuracy of the match between the test data and the train data can be tested with Sundanese dialect garut 100%, tested with Sundanese language the dialect is not garut of 77.778%, and for people who are not Sundanese 66.667%. from this research can be concluded that the influence of the value of epoch, minibatch size, hidden size and a lot of training data affect the final value. Keywords: language of Sundanese, dialect, recurrent neural network, long-short term memory
Usulan Alokasi Penyimpanan Menggunakan Metode Class Based Storage Untuk Mengurangi Waktu Pencarian Pada Aktivitas Order Picking Gudang Farmasi Pt Xyz Muhammad Wibisono; Dida Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan industri farmasi yang memiliki gudang pusat di daerah Kota Bandung, Jawa Barat. Kondisi pada gudang farmasi PT XYZ saat ini diketahui memiliki kekurangan dalam melakukan pemenuhan permintaan dengan rata – rata sebesar 212.218 unit produk. Hal ini diakibatkan karena gudang farmasi PT XYZ mengalami keterlambatan dalam kegiatan pemenuhan permintaan yaitu pada aktivitas order picking selama 10 menit. Keterlambatan tersebut terjadi dikarenakan kegiatan pencarian produk yang memiliki penyerapan waktu terbesar pada aktivitas order picking. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi, maka gudang farmasi PT XYZ dapat melakukan perbaikan alokasi penyimpanan menggunakan metode class based storage untuk mengurangi waktu pencarian pada aktivitas order picking. Kebijakan class based storage ini mengelompokan produk ke dalam suatu kelas yang berdasarkan klasifikasi dari FSN Analysis. Klasifikasi FSN Analysis dapat membagi kelas produk yang cepat, lambat dan tidak bergerak berdasarkan nilai average stay dan consumption rate dalam persediaan, sehingga SKU dengan kelas yang cepat dapat ditempatkan ke lokasi penyimpanan yang paling dekat dengan titik input-output dari pergerakan gudang dengan tujuan memperkecil jarak perjalanan operator dalam melakukan pencarian produk dan menghasilkan waktu pencarian produk yang lebih cepat. Hasil dari penelitian ini, didapatkan waktu siklus dari kegiatan pencarian produk berkurang menjadi 143 detik pada kondisi usulan alokasi penyimpanan pada gudang farmasi PT XYZ. Kondisi ini menghasilkan penurunan waktu pada aktivitas order picking sebesar 12.10 menit sehingga waktu pemenuhan permintaan pada gudang farmasi PT XYZ berada dibawah waktu standar saat ini dengan hasil 132.50 menit. Kata Kunci : gudang, farmasi, keterlambatan, order picking, class based storage.
Purwarupa Smart Home Dengan Multi Sensor Dan Kontrol Buka Tutup Jendela Serta Tirai Otomatis Menggunakan Logika Fuzzy Dewa Alit Anugrah Widiasa; Porman Pangaribuan; Ekki Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini teknologi berkembang dengan sangat cepat dan pesat. Salah satu teknologi yang saat ini sedang berkembang adalah proses otomatisasi didalam rumah dan sering kita dengar dengan sebutan sistem smart home. Jika pada rumah konvensional yang biasa kita temui, dalam penggunaannya masih secara manual seperti membuka pintu, menghidupkan lampu, maupun membuka atau menutup jendela dan tirai. Namun berbeda halnya dengan smart home, dimana pemilik rumah sangat dimanjakan oleh teknologi otomatisasi pada sistem rumah ini. Pada tugas akhir ini dirancang purwarupa sistem smart home yang berfungsi untuk mengatur dan mengontrol buka tutup tirai serta jendela otomatis dengan metode kontrol fuzzy logic dan mengoptimalkan board Arduino sebagai pengontrol dan pengumpul data. Data yang menjadi input pada sistem ini diperoleh dari hasil pengukuran tiga jenis sensor. Sensor cahaya LDR yang berfungsi mendeteksi intensitas cahaya di luar rumah dan sensor LM35 untuk mendeteksi suhu dalam ruangan. Sedangkan untuk mendeteksi jumlah orang dalam ruangan menggunakan metode counting dengan memaksimalkan fungsi dari dua buah sensor LDR. Output dari sistem ini adalah sudut putar motor servo untuk menggerakkan jendela dan siklus putar motor stepper untuk menggerakkan tirai. Prototype sistem smart home dengan pengontrolan buka tutup jendela serta tirai otomatis berbasis Arduino UNO yang diujikan di tiga kondisi yaitu saat siang hari yang cerah, mendung dan malam hari. Dengan memaksimalkan metode fuzzy logic perubahan dari setiap kondisi ruangan yang diukur sensor mempengaruhi terbuka maupun tertutupnya jendela serta tirai secara otomatis. Kata Kunci: Smart Home, Fuzzy Logic, Arduino Uno, Sensor LDR, Sensor LM35
Penentuan Kebijakan Pengelolaan Suku Cadang Pada Sistem Reforming Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Spares (rcs) Dan Inventory Analysis Di Pt Pupuk Kalimantan Timur Luqman Arrezha Faiz Dirgantara; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Pupuk Kalimantan Timur merupakan perusahaan penghasil pupuk urea dan amonia terbesar di Indonesia. PT Pupuk Kalimantan Timur mengoperasikan tujuh unit pabrik, yaitu Pabrik 1-A, Pabrik 2, Pabrik 3, Pabrik 4, Pabrik 5, Pabrik 6 (Boiler Batubara), dan Pabrik 7 (NPK). Pabrik 4 memiliki jumlah produksi urea dan amonia paling rendah dibandingkan keempat pabrik lainnya. Hal ini dikarenakan oleh tingkat kegagalan yang lebih tinggi sehingga menyebabkan kegiatan produksi di Pabrik 4 terhenti sampai kegiatan maintenance selesai dilakukan. Dalam kasusnya, tidak jarang pula kegiatan maintenance terhambat karena suku cadang yang dibutuhkan tidak tersedia di gudang sehingga kegiatan maintenance harus menunggu sampai suku cadang yang dibutuhkan tiba setelah dipesan. Pabrik 4 terdiri dari enam sistem dan sistem yang paling vital adalah sistem Reforming. Dari sistem tersebut kemudian dilakukan spare part management untuk mengantisipasi ketidaktersediaan suku cadang sehingga dapat menunjang kegiatan maintenance perusahaan. Dari hasil Risk Matrix, subsistem yang terpilih dari sistem Reforming adalah subsistem Primary Reformer (1-H-201). Berdasarkan RCS Worksheet, komponen kritis dari subsistem tersebut ada enam, yaitu XV2009, XV-2003, XV-2004, FV-2013, PV-3008A, dan FV-2016. Komponen-komponen kritis tersebut kemudian dihitung jumlah kebutuhannya dalam satu periode menggunakan metode poisson process dan dari hasil tersebut, ditentukan kebijakan inventory-nya. Total biaya inventory komponen-komponen kritis tersebut adalah Rp Rp 324.490.250,00. Kata kunci: inventory analysis, maintenance, reliability centered spares Abstract PT Pupuk Kalimantan Timur is the largest producer of urea and ammonia fertilizer in Indonesia. PT Pupuk Kalimantan Timur operates seven factories, namely Plant 1-A, Factory 2, Factory 3, Factory 4, Factory 5, Factory 6 (Coal Boilers) and Factory 7 (NPK). Factory 4 has the lowest production of urea and ammonia compared to the other four plants. This is due to the higher failure rate causing the production activities at Factory 4 to stop until maintenance activities are done. In the case, maintenance activities are inhibited because the required parts are not available in the warehouse so that maintenance activities have to wait until the required spare parts arrive after the ordering. Factory 4 consists of six systems and the most vital system is the Reforming system. Spare part management then applied to anticipate the unavailability of spare parts so it can support the company's maintenance activities. From the Risk Matrix result, the selected subsystem of the Reforming system is the Primary Reformer (1H-201) subsystem. Based on the RCS Worksheet, there are six critical components of the subsystem, namely XV-2009, XV-2003, XV-2004, FV-2013, PV-3008A, and FV-2016. The critical components are calculated the number of needs in one period using the poisson process method and from these results, determined its inventory policy. The total cost of inventory of these critical components is Rp Rp 324.490.250,00. Keywords: inventory analysis, maintenance, reliability centered spares
Kendali Kecepatan Dan Posisi Automated Guide Vehicle Menggunakan Fuzzy Logic Dan Pid Control M Darfyma Putra; Dudi Darmawan; Angga Rusdinar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum Automated Guided Vehicle (AGV) adalah sebuah mobile robot pengangkut barang yang mengikuti petunjuk atau jalur berupa garis. Saat ini AGV terus dikembangkan dan disempurnakan, dan masih perlu banyak pengembangan yang lebih mendalam, untuk beberapa kasus AGV mengalami kesulitan pada kendali kecepatanya dikarenakan load yang berubah, maka diperlukan sebuah sistem yang dapat mempertahankan kecepatan AGV meski beban yang dibawa mengalami perubahan. Hasil pengujian tenyata sistem kontrol Fuzzy dan PID masih belum optimal dalam perancangannya dikarenakan tidak bisa semua beban membuat AGV dibawa dengan kecepatan konstan, hanya beban yang berada di rentang nilai 0-2,5 kg. Kata Kunci : Automated Guide Vehicle, Fuzzy Logic, PID Control
Pengaruh Bahan Tambahan Terhadap Kalor Briket Dari Sampah Raysa Nurpujawati Gunawan; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Secara umum sampah menjadi sumber masalah utama pencemaran lingkungan oleh karena itu salah satu pemanfaatan sampah bisa dijadikan bahan bakar alternative. Sampah yang akan dijadikan bahan bakar alternative terlebih dahulu dihitung nilai kalornya. Nilai kalor sampah menjadi parameter penting karena dengan mengetahui nilai kalor setiap komponen sampah akan memudahkan untuk mendapatkan bahan bakar alternative yang lebih efisien. Nilai kalor yang dibutuhkan untuk proses pembakaran sampah minimal sekitar 1500 kcal/kg, sedangkan nilai kalor sampah di indonesia hanya mencapai 1000 kcal/kg. Selain sampah ada beberapa yang bisa dijadikan bahan campuran agar menghasilkan nilai kalor yang tinggi antara lain penambahan bahan additive seperti batu bara, sekam padi, serbuk gergaji, king grass. Metode yang dilakukan dengan mengukur nilai kalor sampah dengan alat kalorimeter bom. Untuk nilai kalor sampah rata-rata sekitar 4668 cal/g, nilai kalor batu bara sekitar 5708 cal/g, nilai kalor serbuk gergaji sekitar 4408 cal/g, nilai kalor sekam padi sekitar 4424 cal/g, dan nilai kalor king grass sekitar 4997 cal/g. Kata Kunci: Energi Alternative, Kalor Sampah, Uji Kalorimater Bom, Waste to Energy Abstract In general, waste becomes the main source of environmental pollution, therefore one of the utilization of waste can be used as alternative fuel. The waste that will be used as alternative fuel is calculated calorific value first. The value of waste heat becomes an important parameter because by knowing the calorific value of each waste component will make it easier to get a more efficient alternative fuel. The calorific value required for the waste combustion process is at least about 1500 kcal / kg, while the calorific value of waste in Indonesia only reaches 1000 kcal / kg. In addition to waste there are some that can be used as a mixture of materials to produce high calorific value such as the addition of additive materials such as coal, rice husks, sawdust, king grass. The method performed by measuring the value of waste heat with bomb calorimeter tool. For average waste heat calorific value of about 4668 cal / g, coal calorific value is about 5708 cal / g, sawdust heat value about 4408 cal / g, rice calorific value of rice about 4424 cal / g, and king grass calorific value about 4997 cal / g. Keywords: Alumina, nanoparticles, viscosity, thermal conductivity, concentration, and coefficient of performance
Perancangan Mixed Model Untuk Minimasi Idle Time Pada Proses Pengepakan Di Ptpn Viii Ciater Muhammad Naufal Amanullah; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Perkebunan Nusantara VIII, Ciater adalah salah satu perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang beroperasi di bidang perkebunan di seluruh Indonesia. Pada salah satu proses pembuatan bubuk teh di PT. Perkebunan Nusantara VIII, Ciater yaitu pada proses pengepakan dilakukan kebijakan penyimpanan bubuk teh di dalam peti miring sebelum dilakukan proses pengepakan. Kebijakan penyimpanan ini mengakibatkan idle time, dan waktu menganggur pada proses pengepakan. Dalam kondisi eksisting proses penyimpanan mengakibatkan idle time 164008,07 menit, balance delay 85,63%, line efficiency 14,37, smoothest index 66956 untuk proses pengepakan bubuk teh BOP I sebagai sample dengan menggunakan 4 operator. Dalam untuk mencapai tujuan meminimasi idle time pada proses pengepakan maka diusulkan menggunakan mixed model, yaitu melakukan proses pengepakan tanpa dilakukannya penyimpanan bubuk teh. Bubuk teh yang dihasilkan akan langsung dimasukkan ke proses pengepakan. Setelah dilakukan perubahan proses pengepakan dengan menghilangkan peti miring menggunakan mixed model dan menghasilkan idle time 940,70 menit, balance delay 30,78%, line efficiency 69,22, smoothest index 678 dan roses pengepakan dilakukan secara berurutan berdasarkan waktu proses kerja setiap bubuk teh dengan menggunakan 1 operator. Kata Kunci : Mixed Model, Idle Time, Balance Delay, Line Efficiency, Smoothest Index.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue