cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Pengenalan Wajah Menggunakan Metode Local Binary Pattern Dan Principal Component Analysis Hizas Sabilal Rasyad; Febryanti Sthevanie; Anditya Arifanto
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengenalan Wajah merupakan sistem teknologi berbasis biometrik yang digunakan untuk mengidentifikasi seseorang dari suatu gambar digital ataupun video dengan cara menganalisa wajah mereka menggunakan algoritma tertentu. Meningkatkan akurasi pada pengenalan wajah menjadi sebuah tantangan bagi peneliti. Pada penelitian sebelumnya[1], pengenalan wajah menggunakan ekstraksi fitur Local Binary Pattern pada resolusi rendah 35 piksel telah mencapai akurasi 90%. Pada penelitian ini, penulis membuat system pengenalan wajah menggunakan metode Local Binary Pattern dan dikombinasikan dengan Principal Component Analysis untuk meningkatkan penelitian sebelumnya, dan berhasil mencapai akurasi 94% pada resolusi rendah. Kata kunci : Pengenalan Wajah, Local Binary Pattern, Principal Component Analysis, Ekstraksi Fitur Abstract Face Recognition is a biometric-based technology system that is used to identify someone from a digital image or video by analyzing their faces using certain algorithms. Increasing accuracy in facial recognition is a challenge for researchers. In previous studies [1], face recognition using features extraction of Local Binary Pattern features at a low resolution of 35 pixel has reached 90% accuracy. In this study, the author made a face recognition system using the Local Binary Pattern method and combined it with the Principal Component Analysis to improve previous research, and achieved 94% accuracy at low resolution. Keywords: Face Recognition, Local Binary Pattern, Principal Component Analysis, Feature Extraction
Perancangan Aplikasi Pengadaan Aset Berbasis Web: Studi Kasus Pt. Xyz Ryanda Argantara; Irfan Darmawan; Anwar Sadat
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Asset procurement is an attempt to obtain goods or services, either from a third party or internally. This process can ensure a company will always have inventory on the assets needed to carry out its daily work. Procurement of assets at PT. XYZ is still experiencing some obstacles, such as the approval process and the delivery of procurement-related documents that often take a long time. Another problem is the number of documents printed and handled from the beginning of procurement to completion. These important documents are often piled up and messy, which makes Purchasing & Procurement unit staff able to make mistakes, such as document redundancy, missing documents, or documents that are still needed wasted with old documents. These problems can be solved by creating an electronic procurement system (eprocurement) through online so that it can be accessed anywhere and anytime, even data storage is better and regular. Application design method used is Waterfall method which is analyzed to existing business process first, system requirement analysis and user requirement, designing business process result of analysis, making and testing application. Testing is done by black box testing where the resulting output must be in accordance with the existing function. The asset procurement system is electronically built using ASP.NET language and SQL Server database. The results of this study is an online e-procurement system that has functionality in accordance with the results of design and analysis of the procurement process of existing assets at PT. XYZ. With e-procurement built is expected to facilitate and facilitate the procurement process in PT. XYZ. Keywords: asset, procurement, e-procurement
Perancangan Dan Implementasi Sistem Informasi Kemacetan Berbasis Android Dan Konsep Graf Alfin Ferdiansyah; Andrew Brian Osmond; Roswan Latuconsina
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jumlah kendaraan di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kemacetan sudah tidak hanya ada di kota-kota besar saja namun sudah sampai ke kota-kota kecil pada waktu yang tidak tentu, terutama saat musim liburan, jam pergi dan jam pulang kantor. Contohnya adalah Kota Bandung yang semakin hari semakin padat akan kendaraan pribadi yang berlalu lalang. Disaat jam-jam tertentu ruas jalan di Kota Bandung selalu dipadati dengan kendaraan. Sudah banyak sekali aplikasi untuk mengetahui informasi tentang kondisi traffic di jalan raya. Namun terkadang data yang disampaikan oleh aplikasi belum begitu sesuai dengan data yang sebenarnya. Sebab dari keterbatasan aplikasi ini, penulis bermaksud untuk mengembangkan sebuah aplikasi yang dapat memberikan informasi tentang kemacetan. Penulis akan membuat aplikasi yang menampilkan rute tercepat, sehingga dapat memudahkan pengguna jalan yang akan bepergian. Segala informasi yang terdeteksi oleh alat yang bersensor ultrasonik yang disimpan di beberapa ruas jalan akan dikirimkan ke aplikasi android para pengendara. Penentuan rute tercepat didasarkan pada Algoritma Genetika. Algoritma Genetika merupakan metode adaptive yang biasa digunakan untuk memecahkan suatu pencarian nilai dalam sebuah masalah optimasi. Kata kunci : Kemacetan, sistem informasi, fastest route, Algoritma Genetika Abstract The number of vehicles in Indonesia from year to year is increasing. Congestion is not only in the big cities but has reached the small towns at an indefinite time, especially during the holiday season, hours away and office hours back home. An example is the city of Bandung which is increasingly crowded will be private vehicles passing by. While certain hours of roads in the city of Bandung is always packed with vehicles. There are so many applications to find out information about traffic conditions on the highway. But sometimes the data submitted by the application has not been so in accordance with the actual data. Because of the limitations of this application, the author intends to develop an application that can provide information about congestion. The author will create an application that displays the fastest route, so it can facilitate road users who will travel. Any information detected by ultrasonic censored devices stored on multiple streets will be sent to the rider's android apps. The fastest route determination is based on the Genetic Algorithm. Genetic Algorithm is a adaptive method commonly used to solve a value search in an optimization problem. Keywords: Congestion, information system, fastest route, Genetic Algorithm
Analisis Implementasi Algoritma Mapreduce K-means Clustering Pada Hadoop Aditya Alifinsyah; Fitriyani Fitriyani
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clustering merupakan sebuah teknik yang banyak digunakan untuk pendistribusian dan pengolahan data. Tujuan dari klustering itu sendiri adalah untuk menemukan struktur dasar dari sebuah data dan mengelompokkannya menjadi sekumpulan data yang mempunyai nilai untuk dapat dipelajari dan dianalisis lebih lanjut. Sebuah teknik pengelompokan dan pendistribusian data yang banyak digunakan saat ini adalah K-Means Clustering. K-Means Clustering banyak digunakan karena kemudahan dalam pengaplikasiannya serta memberikan hasil klustering yang cukup baik. Ditengah era Big Data yang semakin berkembang seperti saat ini, penggunaan teknik dan analisis data yang masih bersifat tradisional ataupun serial mungkin tidak akan efisien lagi dalam pengolahan data yang jumlah dan ukurannya sangat besar. Maka dari itu penggunaan sebuah hardware ataupun system seperti Hadoop akan sangat membantu dalam proses klustering data yang sangat besar tersebut. Hadoop dapat digunakan secara efisien untuk pengolahan data dalam jumlah besar dikarenakan Hadoop memiliki sebuah algoritma pemrosesan data sendiri yang disebut MapReduce. MapReduce adalah sebuah algoritma yang dapat digunakan untuk mengatasi ukuran dan jumlah data yang besar dengan melakukan pendistribusian dan pengolahan data secara bersamaan. Pada penelitian ini akan dianalisis bagaimana implementasi penggunaan MapReduce pada algoritma K-Means Clustering dengan menggunakan sebuah Single Node Hadoop yang akan dibandingkan dengan pemrosesan algoritma K-Means Clustering secara sekuensial dengan melihat waktu komputasinya. Kata kunci: Hadoop , MapReduce, K-Means, Mapreduce K-Means
Analysis Of Workload Using Nasa-tlx Method To Determine The Number Of Operator In Ciganitri Pants Garment Revina Hardiyanti; Budi Sulistyo; Christanto Triwibisono
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Ciganitri Pants Garment is a home industry engaged in field jeans convection, the activity is to make several jeans for men of different types. In carrying out its activities the operator at Ciganitri Pants Garment gets a high customer demand and often does not fulfill it, making the operator's mental workload increase. So it is necessary to analyze how much mental workload is experienced and what factors that influence it. Therefore Ciganitri Pants Garment can determine the right steps to improve conditions. One of method that can be used to measure mental workloadn is NASA-TLX. The NASA-TLX method is a method of measuring mental workload that divides workload into 6 working element dimensions. From the results of NASA-TLX calculations, the value of mental workload for several operators Ciganitri Pants Garment is at a high level with the highest mental workload indicators are PD (Physical Demand) and MD (Mental Demand) scales. Therefore, it is necessary to add operators to 4 Work Stations, so that the operator, which originally 12, became 16 operators working on 10 Work Stations. Research of T.Fariz Hidayat, et al (2013) that conducted in one of the hospital in Indonesia showed that the results of workload measurement that dominant in physical needs (PD) factors affect the workload of nurses. The results obtained in Ciganitri Jeans Konveksi have in common with the results of research conducted in one of the hospital in Indonesia that physical needs are the most important factor that caused the high workload. Keyword: Workload, NASA-TLX, Pants Garment.
Analisis Quality Of Service (qos) Algoritma Antrian Cbwfq Dan Llq Pada Jaringan Mpls-te Dini Adlina Salman; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi dan komunikasi yang berbasis packet switch, mengutamakan performansi dan utilitas jaringan packet switch. Jaringan packet switch mengembangkan metode forwarding paket seperti MPLS. Kualitas komunikasi yang berbasis packet switch sangat dipengaruhi oleh  delay, packet loss, throughput dan parameter lainnya. Komunikasi suara dan video harus realtime dan reliable, karena hal itu dapat menunjang kenyamanan user dalam berkomunikasi. Metode yang biasa dilakukan untuk meningkatkan performansi dan kinerja dari suatu jaringan seperti Multi Protocol Label Switching (MPLS), Resource Reservation Protocol, dan penggunaan metoda routing. Multi Protocol Label Switching (MPLS) adalah sebuah metode forwarding data melalui suatu jaringan dengan menggunakan informansi dalam label yang diletakkan pada paket IP.Dengan metode routing yang diterapkan dalam MPLS, diharapkan mampu meningkatkan performansi dan meningkatkan nilai QoS pada jaringan tersebut. Dengan berkembangnya teknologi, MPLS menawarkan fungsi traffic engineering yang effisien. Pada tugas akhir ini, penulis membandingkan algoritma antrian yang ada pada jaringan MPLS yaitu Class-Based Weighted Fair Queueing (CBWFQ) dan Low Latency Queueing (LLQ) untuk mendapatkan QoS terbaik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada jaringan MPLS-TE dengan algoritma antrian LLQ mendapatkan hasil perbaikan delay sebesar 91.99 % pada layanan VoIP, 53.02% pada layanan Video Streaming, dan 84.95 % untuk layanan FTP. Untuk parameter jitter didapatkan perbaikan sebesar 83.53 % untuk layanan VoIP dan untuk layanan Video Streaming 49.67 %. Hasil pengujian pada jaringan MPLS-TE dengan algoritma antrian CBWFQ mendapatkan perbaikan delay sebesar 72.64 % pada layanan VoIP, 47.22 % pada layanan Video Streaming, dan 91.44 % untuk layanan FTP. Dan untuk parameter jitter  didapatkan perbaikan sebesar 19.59 %  dan  untuk layanan Video Streaming 48.11 %. Penggunaan MPLS TE dapat menghasilkan QoS yang lebih baik ketika menggunakan algoritma antrian LLQ, dapat dilihat dari throughtput, delay, packet loss dan jitter. Dengan menggunakan jaringan MPLS-TE dengan algoritma antrian mempunyai nilai lebih bagus dibandingkan dengan jaringan MPLS-TE tanpa algoritma antrian. Kata kunci : MPLS, MPLS-TE, CBWFQ, LLQ
Degradasi Kandungan Metilen Blue Pada Air Menggunakan Sekam Padi Iqbal Dwi Cahyo; Mamat Rokhmat; Edy Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Limbah air pada pabrik tekstil umumnya masih banyak mengandung Metilen Blue (MB). Oleh Karena itu, air limbah tersebut harus diolah terlebih dahulu agar aman dibuang dan tidak mencemari lingkungan. Pada penelitian ini, sekam padi ditambahkan pada limbah air Metilen blue untuk mereduksi konsentrasinya. Air limbah Metilen blue yang digunakan adalah sampel yang dibuat dari campuran Aquadest dengan Metilen blue. Pengujian dilakukan dengan membandingkan sampel air yang telah diberi sekam padi kering (telah dijemur selama 8 jam) dan sekam padi yang direbus (selama 15 menit). Penjerapan pada sekam padi yang direbus lebih baik dibanding sekam padi yang dijemur. Penggunaan sekam padi yang direbus dapat mengurangi kadar Metilen blue sebesar 89 %. Selain itu pada penelitian ini juga diamati pengaruh masa sekam padi terhadap penjerapan metilen blue. Penggunaan sekam padi yang dijemur dengan massa 5 gram lebih baik dibanding penggunaan sekam padi dengan massa 2,5 gram. Sekam padi dengan massa 5 gram dapat mengurangi kandungan metilen blue sebesar 84% sedangkan sekam padi dengan massa 2,5 gram dapat mengurangi kandungan metilen blue sebesar 73%. Kata kunci: Limbah air Metilen blue, Sekam padi, adsorpsi. Abstract Waste water in textile factories generally still contains a lot of methylene blue. Therefore, the water must be processed first so that the waste water is safely removed and does not pollute the environment. In this study, the husk was immersed in Methylene blue water waste to determine its adsorbs power. Methylene blue waste water used is a sampel made from aquadest mixture with Methylene blue. The test was carried out by comparing the yield of water from rice husk which had been dried for 8 hours and rice husk which was boiled for 15 minutes. Absorption of boiled rice husk is better than dried rice husk. The use of boiled rice husk can reduce the amount of Metilen blue by 89%. In addition, this study also looked at the effect of rice husk on absorption. The use of rice husks which are dried at 5 grams is better than the use of rice husks with a mass of 2.5 grams. Rice husk with a mass of 5 grams can reduce the content of methylene blue by 84% while rice husk with a mass of 2.5 grams can reduce the content of methylene blue by 73% Keywords: Waste water,Methylene blue, Rice husk, adsorption.
Perancangan Dan Implementasi Sistem Informasi Geografis Untuk Pengukuran Kualitas Air Febrian Erliana; Rumani M; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, dibuat perancangan dan implementasikan sistem informasi geografis untuk pengukuran kualitas air dengan studi kasus kota Bandung. Dari 8 lokasi titik pengairan di kota bandung akan di ambil datanya dengan alat pengukur kualitas air. Dari titik lokasi pengambilan data, alat pengukur akan langsung memasukan data kedalam database. Data tersebut akan diolah menjadi informasi yang akan di tampilkan di website. Informasi yang diberikan adalah pengukuran data ph dan kekeruhan air, hasil kualitas air, dan visualisai pada peta kondisi kualitas air. Kata Kunci : Kualitas air, Pengukuran, sistem informasi geografis, Kota Bandung, website.
Perancangan Sistem Deteksi Wajah Untuk Presensi Kehadiran Menggunakan Metode Lbph (local Binary Pattern Histogram) Berbasis Android Ahmad Fauzan Fauzan; Ledya Novamizanti; R Yunendah Nur Fuadah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap manusia di dunia ini pasti memiliki bentuk wajah yang tidak sama bahkan dengan kembar identik memiliki perbedaan dalam bentuk wajah. Salah satu cara manusia untuk mengenal setiap individu lain adalah dengan mengingat bentuk wajah idividu tersebut dalam memori otak kita. Pada memori otak manusia akan memberikan sebuah gambaran wajah yang pernah kita kenal sebelumnya. Oleh karena itu, dibuatlah aplikasi deteksi wajah yang dapat mengenali wajah dan identitas yang ada dalam database berbasis android. Dalam tugas akhir ini dibuat sebuah sistem deteksi wajah berbasis android yang dapat menerjemahkan citra latih dalam format jpg dan dapat dikenal oleh system dalam citra uji . Citra yang menjadi masukan berupa citra wajah yang terdiri dari 90 citra dimana terdapat 60 citra latih dan 30 citra uji. Tahapan pre-processing terdiri dari scaling, rescale, konversi RGB ke grayscale, normalisasi wajah, mengurangi efek noise Setelah dilakukan preprocessing, selanjutnya tahap ekstraksi fitur menggunakan Local Binary Pattern Histogram (LBPH) yang bertujuan untuk mencari nilai yang dapat dikenal oleh system dalam citra hasil preprocessing lalu disimpan kedalam database. Lalu dilakukan klasifikasi menggunakan nilai histogram dengan Neighbor. Berdasarkan hasil pengujian aplikasi deteksi wajah dapat dilakukan dengan mengunakan metode LBPH (Local Binary Pattern Histogram) pada parameter Neighbors=9, Gridx. Gridy = 8x8, radius=1, ukuran tresh hold BW=180, dan jarak 20-25cm mendapatkan akurasi sebesar 95.56 dan waktu komputasi 2.35 detik. Kata kunci: LBPH,Citra, android, FAR,FRR. Abstract Every human being in this world must have a face shape that is not the same even with identical twins have differences in the shape of the face. One of the human ways to get to know each other is to remember the shape of the idle face in our brain memory. On the memory of the human brain will provide a picture of a face we once knew before. Therefore, a face detection application that can recognize faces and identities that exist in the android-based database. In this final project created an android based face detection system that can translate the image of training in jpg format and can be recognized by the system in the test image. The image into the form of a face image consisting of 90 images where there are 60 images of training and 30 test images. Pre-processing stages consist of registration, RGB, facial normalization, reduced noise effects After preprocessing, the feature extraction stage uses Local Binary Pattern Histogram (LBPH) which aims to find the value that can be recognized by the system in the image of the preprocessing result and then stored into the database. Then do the classification using K-Nearest Neighbor method. Based on the results of application testing can be done by using the LBPH (Local Binary Pattern Histogram) method in the Neighbors = 9, Gridx parameter. Gridy = 8x8, radius = 1, BW resistant tresh size = 180, and an accuracy of 20-25cm has an accuracy of 95.56 and a computing time of 2.35 seconds.Keywords: LBPH,Image, android, FAR,FRR Keywords: LBPH, Image, android, FAR, FRR
Analisis Perbandingan Pola Sinyal Alfa Dan Beta Eeg Untuk Klasifikasi Kondisi Rileks Pada Perokok Aktif Dengan Menggunakan K-nearest Neighbor Ahmad Hilmi; Inung Wijayanto; Sugondo Hadiyoso
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rokok mengandung unsur nikotin yang dapat membuat kecanduan. Kecanduan terhadap alkohol, obat-obatan dan rokok dapat mempengaruhi kondisi rileks penggunanya. Kondisi rileks seseorang dapat diamati menggunakan EEG. EEG atau Electroencephalograph merupakan suatu kegiatan untuk merekam aktivitas listrik neuron otak. EEG sering digunakan untuk analisis aktivitas otak dan prediksi emosi yang dihasilkan. Dengan EEG diharapkan dapat mengamati kondisi rileks perokok aktif. Dalam jurnal ini penulis membahas bagaimana cara membangun sistem untuk mengklasifikasikan kondisi rileks perokok aktif berdasarkan analisis pola sinyal alfa dan beta EEG. K-Nearest Neighbor (K-NN) digunakan sebagai metode pengklasifikasian kondisi. Selain itu, untuk meningkatkan performansi sistem yang dibangun, digunakan Principal Component Analysis (PCA) sebagai ekstraksi ciri untuk melakukan reduksi dimensi pada dataset EEG. Hasil pengujian menunjukkan akurasi terbaik pada sinyal alfa didapatkan dengan nilai 90% dan pada sinyal beta didapatkan dengan nilai 96.67%. Serta hasil korelasi silang menunjukkan bahwa setiap data uji memiliki kemiripan dengan data latih, dengan rata-rata 83.33% pada sinyal alfa dan 90% pada sinyal beta. Maka dapat disimpulkan bahwa sinyal otak orang yang sedang merokok cenderung terdeteksi sebagai sinyal otak orang pada kondisi rileks.Kata Kunci : Rokok, Electroencephalograph, Principal Component Analysis, K-Nearest Neighbor.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue