cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Analisis Penurunan Mutual Coupling Antena Mikrostrip Mimo 2×2 Dengan Menggunakan Meander Line Resonator Pada Frekuensi 2,4 Ghz Eka Rezky Syitha; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan kebutuhan user dalam mengakses informasi yang membutuhkan waktu yang cepat dalam mengakses informasi tersebut, sehingga mendorong munculnya teknologi Wi-Fi. Wi-Fi dapat memberikan kecepatan transfer data yang tinggi dengan jumlah user yang banyak. Pada sistem Wi-Fi terdapat teknik MIMO dimana teknik MIMO dapat membantu meningkatkan penggunaan sistem Wi-Fi. Pada tugas akhir ini membahas tentang perancangan antena mikrostrip MIMO 2×2 untuk frekuensi 2,4 GHz dengan menggunakan Meander Line Resonator. Di mana teknik ini berupa 4 resonator yang saling terhubung satu sama lain yang berfungsi untuk mengurangi efek mutual coupling. Mutual coupling adalah suatu efek yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas parameter antena karena adanya interferensi elektromagnetik dari dua antena atau lebih yang jaraknya terlalu berdekatan. Hasil dari fabrikasi untuk nilai bandwidth antena MIMO 2×2 tanpa Meander Line Resonator sebesar 74 MHz untuk kedua portnya, , return loss ≤ -18,625 dB untuk port 1 dan ≤ -16,782 dB untuk port 2, nilai mutual coupling untuk port 1 sebesar ≤ -20,405 dB dan port 2 sebesar ≤ -20,899 dB . Sedangkan untuk antena MIMO 2×2 dengan menggunakan Meander Line Resonator menghasilkan nilai bandwidth sebesar 74 MHz untuk kedua portnya, return loss ≤ -17,440 dB untuk port 1 dan ≤ -16,701 dB untuk port 2 , nilai mutual coupling untuk port 1 sebesar ≤ -22,371 dB dan port 2 sebesar ≤ -22,827 dB . Dengan penambahan elemen Meander Line Resonator di antara dua patch menyebabkan adanya penurunan nilai mutual coupling sebesar 1,96 dB untuk port 1 dan 1,92 dB untuk port 2 dan menyebabkan adanya pergeseran frekuensi. Kata Kunci : Antena, MIMO, Patch persegi panjang Abstract Along with the needs of users in accessing information that requires a fast time in accessing the information, thus encouraging the emergence of Wi-Fi technology. Wi-Fi can provide high data transfer rates with a large number of users. On Wi-Fi systems there is a MIMO technique where MIMO techniques can help improve the use of Wi-Fi systems. In this final project discuss about design of MIMO 2x2 microstrip antenna for frequency 2,4 GHz by using Meander Line Resonator. Where this technique is 4 resonators are connected to each other that serves to reduce the mutual coupling effect. Mutual coupling is an effect that causes a decrease in the quality of antenna parameters due to electromagnetic interference from two or more antennas that are too close together. The results of fabrication for the bandwidth value of 2 × 2 MIMO antenna without a 74 MHz Meander Line Resonator for both ports, return loss ≤ -18,625 dB for port 1 and ≤ -16,782 dB for port 2, mutual coupling value for port 1 is ≤ - 20.405 dB and port 2 for ≤ -20.899 dB. Whereas for 2 × 2 MIMO antenna using Meander Line Resonator, it produces bandwidth of 74 MHz for both ports, return loss ≤ -17,440 dB for port 1 and 16 -16,701 dB for port 2, mutual coupling value for port 1 is ≤ -22,371 dB and port 2 equal to 22 -22,827 dB. With the addition of the Meander Line Resonator element between the two patches, there is a decrease in the mutual coupling value of 1.96 dB for port 1 and 1.92 dB for port 2 and causes a frequency shift. Keywords: LTE, Electromagnetically Coupled, Dual Band, Microstrip Antenna
Sharpe Square Ratio (ssr) Untuk Ukuran Performansi Portofolio Dini Apriliani Lestari; Deni Saepudin; Aniq Atiqi Rohmawati
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengukur kinerja portofolio yang harus diperhatikan adalah nilai return dan risikonya. Pada perhitungan kinerja portofolio biasanya terdapat selisih nilai kesalahan atau error di dalam kinerjanya. Maka dari itu, sebagai manajer investasi mengharapkan nilai return yang tinggi dengan nilai risiko sekecil mungkin. Pada penelitian sebelumnya alat ukur kinerja portofolio untuk menghitung pengembalian yaitu menggunakan metode sharpe ratio, dimana sharpe ratio adalah perhitungan pengembalian pendapatan yang dibagi dengan standar deviasinya. Pada Tugas Akhir ini yaitu mengukur kinerja portofolio dengan memprediksi nilai pengembalian dengan estimasi Sharpe Square Ratio (SSR), dangan metode Sharpe Square Ratio (SSR) diharapkan nilai estimasi pada theta (maksimum sharpe ratio) dapat lebih baik dengan perkiraan data sampel yang ada. Pengukuran ini menggunakan data historis saham mingguan selama 4 tahun. Dari data tersebut yang akan digunakan adalah data return saham untuk pengolahan data sampai ke pengukuran Sharpe Square Ratio (SSR). Berdasarkan hasil analisis, metode Sharpe Square Ratio (SSR) menggunakan hampiran orde 1 dan 2 yang memperoleh hasil estimasi baik dengan mengetahui nilai selisih antara theta asli (TA) dengan theta data sampel (TS). Kata Kunci : Sharpe ratio, Sharpe Square Ratio (SSR), Return.
Perancangan Sistem Monitoring Sepeda Motor Menggunakan Modul Gps Berbasis Android Fredy Fredy; Sony Sumaryo; Porman Pangaribuan
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang banyak dipilih masyarakat untuk berpindah tempat. Hal tersebut disebabkan biaya yang lebih minimal dan dapat menghindari macet berkepanjangan. Akantetapi, tingkat kriminalitas terhadap sepeda motor setiap tahun terus meningkat. Hal tersebut mendorong para produsen sepeda motor untuk merancang suatu sistem keamanan yang dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan konsumen dalam menggunakan sepeda motor. Oleh karena itu, dirancanglah suatu sistem yang dapat memantau posisi letak sepeda motor yang dapat dilihat melalui aplikasi android. Secara singkat, pada sepeda motor akan dipasang sebuah mikrokontroller, modul gps, modul SIM800L dan relay. Modul gps berfungsi menentukan koordinat posisi sepeda motor secara real time dan ditampilkan pada aplikasi berbasis android melalui komunikasi serial GPRS menggunakan modul GSM. Relay berfungsi sebagai sistem keamanan yang dirancang untuk memutus aliran listrik dari CDI sepeda motor dan membunyikan alarm (klakson) yang dikontrol melalui aplikasi berbasis android untuk mencegah apabila terjadi tindak kriminal. Hasil Tugas Akhir ini yaitu aplikasi android dapat memantau posisi letak sepeda motor dan menyalakan/mematikan sistem keamanan yang dirancang untuk mencegah tindak kriminalitas terhadap pencurian sepeda motor. Kata Kunci: Sistem monitoring , GPS , Android, Sistem keamanan. Abstract Motorcycles are one of the transportation tools that many people choose to move places. This is due to more minimal costs and can avoid prolonged traffic jams. But, the level of crime against motorcycles every year continues to increase. This encourages motorcycle manufacturers to design a security system that can improve the safety and comfort of consumers using motorbikes. Therefore, a system is designed that can monitor the position of the motorcycle that can be seen through the Android application. In short, a motorcycle will be installed in a motorcycle, a GPS module, SIM800L module and relay. The GPS module functions to determine the coordinates of the position of the motorcycle in real time and displayed on an android-based application via GPRS serial communication using a GSM module. Relay serves as a security system that is designed to cut off electricity from CDI motorcycles and sound an alarm (horn) that is controlled through an Android-based application to prevent criminal acts. The result of this Final Project is that the android application can monitor the position of the motorcycle and turn on / off the security system designed to prevent criminal acts against motorcycle theft. Keywords: Monitoring system, GPS, Android, Security system
Perancangan Program Employee Engagement Guna Meningkatkan Organisational Performance Menggunakan Framework Aps Employee Engagement Model Di Pt Xyz (persero) Yusrina Nuridzni; Budhi Yogaswara; Litasari Litasari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menghadapi daya saing perusahaan di era globalisasi ini perlu dilakukan perubahan secara kontinu dan pengelolaan sumber daya manusia yang baik. Untuk mengetahui hal tersebut dapat dilihat melalui penilaian organizational performance atau kinerja organisasi. Pada PT XYZ (Persero) ditemukan bahwa nilai kinerja organisasi pada 11 area dari 15 area wilayah belum mencapai target perusahaan yaitu sebesar 93.19. Terdapat penekanan pada engagement dan kepuasan karyawan yang merupakan faktor nonfinansial yang penting untuk membawa kinerja organisasi jangka panjang. Dilihat dari statistik kepuasan kerja pada PT XYZ (Persero) telah mencapai standar yaitu 70. Hal ini tidak sebanding dengan nilai kinerja organisasi yang belum mencapai sasaran. Faktor lainnya yaitu employee engagement yang belum diketahui kondisinya pada PT XYZ (Persero), oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi employee engagement dan perancangan programnya untuk meningkatkan organizational performance. Pada penelitian ini digunakan framework APS employee engagement untuk mengetahui kondisi engagement karyawan yang dilakukan pada masing-masing setiap area PT XYZ (Persero). Kondisi engagement diukur dengan mengacu pada dimensi dan komponen engagement pada framework APS yang dilakukan dengan pembobotan dengan metode AHP pada setiap antar dimensi dan komponen engagement yang selanjutnya dilakukan perancangan program employee engagement yang akan berpengaruh pada peningkatan organizational performance. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui pembobotan engagement dengan metode AHP pada PT XYZ (Persero) adalah Job engagement 27.86%, team engagement 38.07%, supervisor engagement 24.31% dan agency engagement 9.76%. Adapun program yang dirancang dengan metode PDCA pada dimensi yang memiliki bobot tertinggi yaitu dimensi team engagement dengan komponen team behaviour dan recognition. Kata kunci : Organisational Performance, Employee Engagement, APS Employee Engagement, PDCA
Sistem Pengalihan Arah Conveyor Pada Agv Gede Eka Adi Sanjaya; Angga Rusdinar; IG. Prasetya Dwi Wibawa
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Automatic guided vehicle merupakan salah satu alat yang memudahkan proses pendistribusian barang dalam bidang industri. Dalam pengoperasian AGV diperlukan beberapa subsistem penyusun kinerja AGV salah satunya adalah sistem line follower. Selain AGV alat yang sering dijumpai pada saat proses distribusi barang adalah Conveyor. Conveyor merupakan alat yang digunakan untuk mengangkut/memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Meskipun proses pendistribusian barang telah di dukung oleh alat - alat canggih, namun masih terdapat kesalahan seperti barang yang rusaak saat terdistribusi yang diakibatkan oleh human error. Pada Tugas Akhir ini akan dibahas cara proses distribusi barang secara otomatis tanpa menggunakan tenaga manusia , melainkan menggunakan conveyor diverting system pada AGV. Conveyor diverting system akan mengarahkanan barang saat berada diatas AGV menyesuaikan dengan printah yang diberikan oleh sinyal RFID. Selain itu, AGV diprogram agar dapat berhenti secara otomatis tepat pada Terminal barang. Conveyor diverting system dirancang agar dapat membantu proses pendistribusian barang agar lebih aman serta menambah fitur dari AGV agar dapat bekerja lebih optimal dalam mendistribusikan barang. Kata kunci: Automatic guided vehicle, Conveyor Diverting System, Distribusi Barang
Implementasi Dan Analisis Channel Coding Dvb-t2 Pada Software Gnuradio Maryam Namira; Achmad Ali Muayyadi; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Channel coding adalah teknik yang digunakan sistem komunikasi dengan tujuan utama mendeteksi dan mengoreksi error. Channel coding yang digunakan pada DVB-T2 adalah Forward Error Correction (FEC) encoding dengan penggabungan dua jenis code yaitu Low Density Parity Check (LDPC) code dan Bose Chaudhuri Hocquenghem (BCH) code sehingga diharapkan dapat menghasilkan Bit Error Rate (BER) yang lebih kecil dari sistem dengan penggunaan satu jenis code saja. Tugas akhir ini mengimplementasikan blok DVB-T2 berdasarkan standar ETSI EN 302 755 V1.3.1 pada software GNURadio. Implementasi pada software GNURadio dilakukan dengan jumlah subcarrier 6817, mapper 64-QAM, besar guard interval 1/8 serta code rate 1/2, 3/5, 3/4, 4/5 and 5/6, sementara itu pada software simulasi BER dengan code rate 1/2 dan 3/5. Hasil simulasi menunjukkan bahwa nilai Eb/N0 terkecil didapatkan pada code rate LDPC 1/2 dengan Eb/N0 0,79 dB dan coding gain sebesar 8,64 dB terhadap kurva BER teori pada BER 10-5 dan Eb/N0 terbesar didapatkan pada code rate LDPC 3/5 dengan Eb/N0 1,2 dB. Kata kunci: DVB-T2, channel coding, GNURadio, TV Digital, code rate. Abstract Channel coding is a technique used in communication system with main purpose to detect and correct errors. Channel coding that has been used in DVB-T2 is Forward Error Correction (FEC) encoding with a concatenation of two code, thus are Low Density Parity Check (LDPC) code and Bose Chaudhuri Hocquenghem (BCH) code. It is expected to obtain lower Bit Error Rate (BER) with the use of concatenation code rather than usage of only one code. This thesis implement DVB-T2 blocks based ETSI EN 302 755 V1.3.1 in GNURadio software. Implementation in GNURadio software is done using number of subcarrier 6817, mapper 64-QAM, guard interval 1/8, and code rate 1/2, 3/5, 3/4, 4/5 and 5/6 while in BER simulation software is done with code rate 1/2 and 3/5. Simulation result smallest Eb/N0 value obtained in LDPC code rate 1/2 with Eb/N0 0.79 dB and coding gain 8.64 dB toward theoritical BER curve in BER 10-5 and biggest Eb/N0 obtained in LDPC code rate 3/5 with Eb/N0 1.2 dB. Keywords: DVB-T2, channel coding, GNURadio, Digital TV, code rate.
Pengambilan Keputusan Pada Trafik Management Dengan Menggunakan Reinforcement Learning Leonita Angelina; Yudha Purwanto; Astri Novianty
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan berkembangnya kecanggihan dunia komunikasi, lalu lintas jaringan komputer juga semakin padat . Tidak menutup kemungkinan akan adanya serangan – serangan yang dapat menggangu trafik jaringan.Serangan yang sering kali dialami adalah serangan DDoS (Distributed Denial Of Service). Menurut [10] serangan Distributed Denial Of Service (DdoS) adalah jenis serangan yang dapat merugikan trafik jaringan yang sedang digunakan, baik terhadap target serangan maupun seluruh pengguna. Setelah sistem mendeteksi anomali yang terjadi dan mengenali setiap serangan , maka management yang dilakukan berikutnya adalah pemilihan keputusan yang tepat untuk mengatasi serangan tersebut. Dalam kasus ini Reinforcement Learning dapat menjadi salah satu metode yang digunakan untuk memilih keputusan dalam penanganan anomali. Hasil dari penelitian ini, sistem yang dibangun dapat bekerja dengan baik dalam pemilihan keputusan terbaik untuk mengatasi anomali trafik yang terjadi. Serangan yang terjadi akan dianalisa terlebih dahulu mneggunakan Reinforcement Learning dengan pemrosesan yang dibantu dengan Markov Decision Process . Kata kunci : DDOS, non agent, traffic shaping, QoS, token bucket filter
Pengembangan Kotak Pendingn Berbasis Termoelektrik Dengan Memanfaatkan Heatpipes Sebagai Komponen Pelepas Kalor Hafizh Farras Putra; Suprayogi Suprayogi; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kotak pendingin berbasis termoelektrik adalah kotak pendingin yang memanfaatkan modul termoelektrik sebagai komponen pendingin ruang yang terinsulasi dari lingkungan. Heatpipes adalah teknologi penghantar panas dengan menggunakan pipa berukuran khusus dan memiliki fluida kerja di dalamnya. Penerapan modul TEC pada aplikasi pendiginan merupakan teknologi yang ramah lingkungan, selain itu bentuknya kecil dan tidak memerlukan sistem instalasi yang rumit menjadikan kombinasi TEC dan heatpipes sebagai pilihan yang tepat untuk diaplikasikan pada sistem pendingin. Maka dari itu dilakukan penelitian dan pembuatan kotak pendingin berbasis termoelektrik dengan memanfaatkan heatpipes sebagai komponen pelepas kalor. Pada penelitian ini sistem pendingin dapat mengkondisikan ruang di kotak pendingin hingga ±8oC dengan kondisi lingkungan di temperatur 26oC. Dengan kondisi yang sama kotak pendingin juga dapat menurunkan temperatur 800gr air menjadi ±17ºC dalam waktu 3600s. Kata Kunci: termoelektrik, kotak pendingin, heatpipes, efek Peltier, cooling box, air. Abstract Cooling box based thermoelectric is a cooling box utilizing a thermoelectric module as a cooling medium of an insulated box or chamber from the environment. Heatpipes is heat conducting technology technology using special sized pipes and have working fluids in them. The application of TEC module and heatpipes on cooling applications is an environmentally friendly technology, otherwise the shape is small and does not require a complicated installation system makes the combination of these two components as one of the right choice in order to maintain the temperature of the box. Therefore, research and manufacture of cooling box based thermoelectric by heatpipes utilizing as heat release component. This research can keep the air temperature in the cooling box of ± 8 º C on temperature in the environment ranging from 26oC. The cooling box can also lower the temperature of 800gr water to ± 17 º C within 3600s. Keywords: thermoelectric, cooler, heatpipes, Peltier effect, cooling box, water.
Analisis Kebijakan Maintenance Pada Mesin Murata 310a Dengan Menggunakan Metode Reliability Centred Spares Dan Maintenance Value Stream Map Albertus Thio Kurnianto; Endang Budiasih; Nopendri Nopendri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT ULS merupakan perusahan tekstil yang memproduksi gulungan benang dengan menggunakan mesin Murata 310A. Mesin Murata 310A adalah mesin twist for one yang digunakan untuk memintir benang menjadi satu bagian. Kerusakan komponen pada mesin akan berpengaruh pada hasil produksi karena pada saat mesin rusak, mesin dihentikan untuk dilakukan perbaikan. Penentuan komponen kritis dilakukan dengan risk priority number (RPN). Setelah komponen kritis didapatkan, selanjutnya menentukan criticality part dari komponen kritis dengan menggunakan reliability centred spares (RCS). Jumlah kebutuhan cadang juga dapat diketahui dengan menggunakan Poisson Process. Kemudian dari hasil Poisson Process diketahui jumlah kebutuhan suku cadang untuk periode 12 bulan. Selanjutnya dengan metode Maintenance Value Stream Map (MVSM) dilakukan pemetaan aktivitas perbaikan dari komponen gear end box dan dianalisis aktivitas value added dan non value added. Dari pemetaan, aktivitas perbaikan dikategorikan menjadi Mean Time To Organize (MTTO), Mean Time To Repair (MTTR), dan Mean Time To Yield (MTTY). Penelitian ini menggunakan diagram sebab akibat dan prinsip 5S untuk menganalisis aktivitas perbaikan tersebut. Penyebab kurang efektinya aktivitas perbaikan tersebut dikarenakan beberapa faktor seperti mesin, manusia, material, lingkungan, dan metode. Pemetaan selanjutnya dibuat dengan future state map, dan efisiensi bertambah dari 23.81% menjadi 30%. Kata kunci : risk priority number, reliability centred spares, poisson process, maintenance value stream map
Perbaikan Program Komunikasi Pemasaran Pada Ukm Inkra Batant Stride Menggunakan Metode Benchmarking Trigo Septia; Sari Wulandari; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak UKM Inkra Batant Stride atau biasa disebut Batant Stride merupakan UKM yang bergerak dibidang pembuatan sepatu pria seperti sepatu formal dengan model sepatu pantofel dan oxford selain itu ada juga sepatu kasual dengan model sepatu boot dan ventura. Produk unggulan dari Batant Stride adalah sepatu boot. Dalam segi pendapatan dan penjualan mengalami penurunan. Hal tersebut dikarenakan program komunikasi pemasaran yang kurang efektif. Pada penelitian ini merekomendasikan perbaikan program komunikasi pemasaran dengan menggunakan metode Benchmarking. Metode ini digunakan untuk mencari program komunikasi pemasaran yang terbaik dari partner benchmark untuk dilakukan penyesuaian dan diimplementasikan pada Batant Stride. Pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) dilakukan untuk menentukan partner benchmark yang berdasarkan pembobotan kriteria dari program komunikasi pemasaran dan pembobotan alternatif partner benchmark dengan berdasarkan pada program komunikasi pemasaran. Dengan berdasarkan kemampuan Batant Stride didapatkan output penelitian ini yaitu rekomendasi program komunikasi pemasaran pada pemasaran online dan media sosial, promosi penjualan, pemasaran langsung dan database, mobile marketing, acara dan pengalaman, hubungan masyarakat dan publisitas, penjualan perorangan. Kata kunci: Batant Stride, Benchmarking, Analytical Hierarchy Process, Partner Benchmark, Pembobotan, Program Komunikasi Pemasaran Abstract UKM Inkra Batant Stride or usually called as Batant Stride is a small medium enterprise which is focus on men shoes production such as formal shoes with pantofel and oxford model, beyond that as casual shoes with boot models and ventura.Favorite product of Batant Stride is Boot shoes. In terms of revenue and selling revenue decline. It is because of ineffective marketing communication. This research recommends a marketing communication program using a benchmarking method. This method has benefit to finding the best marketing communication program from benchmarking’s partner to be suited and implemented on Batant Stride. Approaching of Analytical Hierarchy Process (AHP) is done to decide the best sample based on weighting on criteria of marketing communication and weighting on alternative partner based on their own marketing communication.Based on current ability of Batant Stride, the output of this research is a recommendation on marketing communication program including on online marketing & social media, sales promotion, direct marketing & database, Mobile Marketing, event & experience, public relations and publicity and direct selling. Keyword: Batant Stride, Benchmarking, Analytical Hierarchy Process, Partner Benchmark, Pembobotan, Marketing Communication Program

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue