cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Implementasi Dan Analisis Performansi Sistem Pengendalian Smart Garage Dengan Menggunakan Media Komunikasi Instant Messaging Arief Rakhman Saputra; Rendy Munadi; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang paling cepat pertumbuhannya berada pada sektor Teknologi Informasi (IT). Internet of Things (IoT) hadir dengan konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dan konektivitas internet yang saling terhubung satu sama lain. Dalam penelitian ini dilakukan sebuah perancangan sistem yang dapat digunakan untuk membuka garasi secara otomatis menggunakan microcontroller yang telah terintegrasi dengan chip wireless. Sistem ini menciptakan teknologi remote controlling dengan jaringan internet sebagai penguhubung antara server dan client menggunakan protokol MQTT dan HTTP. Dengan menggunakan sistem ini, pengemudi tidak perlu turun dari dalam mobil hanya untuk untuk membuka garasi dengan tujuan untuk mengurangi terjadinya tindakan kejahatan. Dari hasil pengukuran one way delay terhadap sistem yang digunakan, protokol MQTT memiliki performa lebih baik dibandingkan dengan protokol HTTP. Terdapat perbedaan sebesar 74,5% untuk kondisi sistem OFF – ON dan terdapat perbedaan sebesar 102% kondisi sistem ON - OFF. Pada parameter throughput terdapat perbedaan sebesar 6,84% Pada pengukuran response time sistem dengan kondisi sistem OFF – ON, protokol MQTT memiliki response time lebih cepat 18,7%. Sedangkan untuk reponse time pada kondisi ON - OFF, Perbedaan antara kedua protokol tersebut sebesar 32,9%. Kata kunci : IoT, NodeMCU, Wireless, Microcontroller, Instant Messaging Abstract The most rapid development of technology is in the Information Technology (IT) sector. Internet of Things (IoT) comes with a concept that aims to expand the benefits and connectivity of the Internet are connected to each other. In this research, a system design that can be used to open garage automatically using microcontroller which has been integrated with wireless chip. This system creates remote controlling technology with internet network as a liaison between server and client using MQTT and HTTP protocol. By using this system, the driver does not need to get out of the car just to to open the garage in order to reduce the occurrence of crime. From the one way delay measurement to the system used, MQTT protocol has better performance compared to HTTP protocol. There is a difference of 74.5% for OFF - ON system condition and there is a difference of 102% ON - OFF system condition. In the parameter throughput there is a difference of 6.84% In measuring the system response time with OFF - ON system condition, MQTT protocol has a response time of 18.7% faster. As for reponse time on ON - OFF condition, The difference between the two protocols is 32.9%. Keywords : IoT, NodeMCU, Wireless, Microcontroller, Instant Messaging
Deteksi Anomali Trafik Menggunakan Algoritma Birch Dan Dbscan Pada Streaming Traffic M. Aldo Shauma; Yudha Purwanto; Astri Novianty
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan internet yang sangat pesat memiliki dampak positif maupun dampak negatif bagi seluruh pengguna. Begitupula dengan serangan ataupun ancaman yang dapat terjadi terhadap sebuah komputer maupun server didalam sebuah jaringan, salah satunya yaitu berupa anomali trafik. Salah satu bentuk anomali trafik adalah flashcrowd yang ditandai dengan adanya kenaikan trafik secara signifikan. Ini disebabkan karena banyaknya user yang mengakses dan menimbulkan kepadatan trafik. Banyak penelitian mengenai anomali trafik namun data yang digunakan masih bersifat damped atau offline, artinya data yang sudah disimpan sebelumnya dan sudah diketahui isi datanya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem deteksi untuk mengenali dan mendeteksi anomali trafik dengan streaming traffic ( data online ). Pada Tugas Akhir ini , akan dilakukan pendeteksian anomali yang terjadi pada suatu jaringan menggunakan algoritma BIRCH ( Balanced Iterative Reducing and Clustering Using Hierarchies ). Sistem deteksi trafik ini mempunyai kemampuan untuk mendeteksi anomali yang terjadi dengan cara membentuk klaster trafik anomali dan klaster trafik normal. Selanjutnya akan dibantu dengan algoritma clustering DBSCAN ( Density Based Spatial Clustering of Applications with Noise) pada bagian Clustering feature tree (CF Tree) BIRCH dalam mengelompokkan datastream berdasarkan kepadatan data streaming traffic yang masuk serta pelabelan trafik. Hasil dari penelitian ini, algoritma BIRCH dan DBSCAN memiliki performansi yang baik dalam mendeteksi anomali trafik. Hal ini dapat ditunjukkan dengan pengujian yang dilakukan terhadap Akurasi dari hasil klaster, dimana nilai rata rata akurasinya adalah 98.45 % serta memakan waktu kurang lebih 600 detik atau sekitar 10 menit dalam sekali proses 30.000 data. Kata Kunci : BIRCH, DBSCAN, flashcrowd, streaming traffic
Perancangan Multikoil Pada Sistem Induksi Medan Magnet M.Nabil Ainul Amri; Dudi Darmawan; Suprayogi Suprayogi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengujian suatu material merupakan sebuah proses identifikasi untuk mendeteksi kandungan suatu material, Jumlah kandungan, maupun posisi kandungan material dalam suatu objek. Berbagai tahap identifikasi telah dikembangkan saat ini mulai dari Destructive Testing maupun Non-Destructive Testing. Seiring dari berkembangnya teknologi, metode Non-Destructive Testing yang sering digunakan untuk melakukan pengujian, karena metode Non-Destructive Testing ini adalah pengujian tanpa merusak objek secara kontak langsung. salah satunya digunakan dalam bidang eksplorasi. Dalam penelitian tugas akhir ini, objek uji yang akan ditinjau adalah kandungan tanah kosong dan tanah yang dicampur serbuk logam. Dari objek uji ini akan didapatkan beberapa data berupa gaya gerak listrik (ggl) yang akan dianalisis selisih rata – rata nilai perbedaannya. Kemudian dalam pengujiannya masing-masing menggunakan konfigurasi koil yang berbeda sehingga dapat menghasilkan data selisih ggl paling besar pada objek pengujian agar mendapatkan konfigurasi koil yang paling feasible. Kata Kunci: Non-Destructive Testing, Feasible, Gaya Gerak listrik (ggl), konfigurasi koil. Abstract Testing a material is an identification process to detect the content of a material, the amount of content, and the position of the material content in an object. Various stages of identification have been developed now by starting from Destructive Testing and Non-Destructive Testing. Along with the development of technology, Non-Destructive Testing method is often used to perform testing, because the method of Non-Destructive Testing is a test without damaging the object in direct contact. one of which is used in the field of exploration. In this research, the test object to be reviewed is the content of vacant soil and soil mixed with metal powder. From this test object will be obtained some data in the form of electric motion (emf) to be analyzed difference difference - average value difference. Then in each test using different coil configurations that can produce the largest emission difference data on the test object to obtain the most feasible coil configuration. Keywords: Non-Destructive Testing, Feasible, Electric motion force (emf), coil configuration.
Perancangan Positioning K-lite Radio Berdasarkan Perceptual Mapping Dengan Metode Multidimensional Scaling Wanda Suci Utami; Yati Rohayati; Devi Pratami
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

K-Lite Radio merupakan radio bersegmen dewasa di Kota Bandung. Dilihat dari sisi pendapatan tiga tahun terakhir, K-Lite Radio masih belum bisa mencapai targetnya. Selain itu, K-Lite Radio berada pada posisi ketiga pada tingkatan top of mind masyarakat, dimana posisi pertama diduduki oleh Delta Radio. Hal ini berdampak pula pada pendapatan yang diperoleh perusahaan, dari hasil pemasangan iklan di radio yang tidak mencapai target, dikarenakan jumlah pendengar yang sedikit, jika dilihat dari peringkat K-Lite Radio pada lima tahun terakhir. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali persepsi para pendengar radio ketika mereka memilih radio bersegmen dewasa di Kota Bandung, menggunakan perceptual mapping dengan metode Multidimensional Scaling (MDS) berbasis atribut. Atribut-atribut yang terpilih dalam penelitian ini adalah ciri khas lagu yang diputar, ciri khas penyiar, informasi yang disiarkan, konten program, kejernihan suara yang dihasilkan, popularitas radio, jarak jangkauan penyiaran radio, fasilitas streaming, jenis iklan, dan penyiar yang terkenal. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, diambil sampel 100 orang pendengar radio dengan rentang usia 25-45 tahun. Hasil rekapitulasi data kuesioner akan menjadi data masukan untuk penggambaran perceptual mapping yang diperoleh dengan olahan metode MDS. Setelah dilakukan pengolahan data menggunakan MDS, dihasilkan perceptual mapping yang menggambarkan bahwa Delta Radio merupakan pesaing utama dari K-Lite Radio. Kata Kunci : Analisis Positioning, K-Lite Radio, Perceptual Mapping, dan Multidimensional Scaling.
Simulasi Jaringan Radio Over Fiber (rof) Dengan Mengimplementasikan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (ofdm) Pada Arsitektur Pon Winda Ika Syukrina; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem komunikasi serat optik mengalami perkembangan yang sangat pesat begitu juga dengan sistem komunikasi nirkabel, perpaduan antara Radio over Fiber (RoF) dan Ortogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dapat menghasilkan data rate yang tinggi dengan bandwidth yang rendah dalam teknologi jaringan nirkabel.Pada Tugas Akhir ini perancangan sistem mencakup tiga bagian utama yaitu bagian transmitter, link transmitter dan bagian receiver yang disimulasikan menggunakan perangkat lunak simulator. Didalam penelitian ini analisis dilakukan hanya pada sisi downstream dengan bitrate sebesar 10Gbps, modulasi yang digunakan 4 - QAM dengan menggunakan radio frekuensi sebesar 7,5 GHz sinyal radio dimodulasi menggunakan Mach Zehnder Modulator (MZM) dengan jarak maksimum link sistem ditransmisikan sejauh 100 Km menggunakan serat Single Mode Fiber(SMF). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jarak serat optik dan variasi Power Splitter (PS) mempengaruhi performansi, dimana semakin panjang jarak dan besarnya jumlah variasi PS maka nilai BER semakin besar. Dimana hasil simulasi menggunakan PS 1:2 dengan nilai BER 5,3x10-9 memenuhi sampai pada jarak 60 km, PS 1:4 dengan nilai BER 7,645x10-13 memenuhi sampai pada jarak 40 km, PS 1:8 dengan nilai BER 1,49x10-14 memenuhi sampai pada jarak 20 km, PS 1:16 dengan nilai BER 1,8x10-9 memenuhi sampai pada jarak 20 km. Diagram konstelasi mengalami penurunan amplitudo dan penyebaran simbol pada nilai Real (Q) dan Imajiner (I) dalam setiap penambahan jarak. Kata kunci : RoF, OFDM , PON ABSTRACT Fiber optic communication systems are experiencing rapid growth, as well as wireless communication systems. The combination of Radio over Fiber (RoF) and Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) can generate high data rate with low bandwidth in the latest wireless network technology. In this Final Project, the system design includes three main parts, namely transmitter section, link transmitter and receiver section which are simulated using simulator software. In this study analysis is carried out only on the downstream side with a bitrate of 10Gbps, the modulation used by 4-QAM using a radio frequency of 7.5 GHz, radio signals modulated using Mach Zehnder Modulator (MZM) with a maximum link distance system transmitted as far as 100 Km using Single Mode Fiber (SMF) fiber. Based on the results of the study it can be concluded that the distance of optical fibers and variations in Power Splitter (PS) affect performance, where the longer the distance and the number of variations of PS, the greater the BER value. Where the simulation results using PS 1: 2 with a BER value of 5.3x10-9 meets up to a distance of 60 km, PS 1: 4 with a BER value of 7.645x10-13 meets up to a distance of 40 km, PS 1: 8 with a BER value of 1, 49x10-14 meets up to a distance of 20 km, PS 1:16 with a BER value of 1.8x10-9 meets up to a distance of 20 km. The constellation diagram has a decrease in the amplitude and spread of symbols in the Real (Q) and Imaginary (I) values in each additional distance. Keywords: RoF, OFDM, PON
Pengaruh Pengkondisian Temperatur Pada Produksi Benih Kentang Dengan Menggunakan Sistem Aeroponik Yudika Pratamanda; Ismudiati Puri Handayani; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pertanian aeroponik merupakan sistem pertanian yang menggunakan udara sebagai media pengganti tanah sebagai tempat tumbuh akar. Pada penelitian ini, telah dibuat sebuah instrumen yang mampu mengkondisikan temperatur ruang tumbuh akar tanaman pada sistem pertanian aeroponik dengan menggunakan Arduino. Sistem dirancang agar mampu memonitor perubahan suhu dan mendistribusikan nutrisi  menggunakan pompa melalui nozzle. Selain mendistribusikan nutrisi, air dingin didistribusikan juga secara bersamaan dengan nutrisi untuk menurunkan temperatur pada ruang tumbuh akar tanaman. Tanaman kentang dipilih sebagai tanaman percontohan dengan pertimbangan kentang dapat menjadi makanan alternatif pengganti nasi yang tingkat produksinya masih rendah. Sebagai pembanding, dibuat juga sistem aeroponik tanpa menggunakan pengkondisian tempertur dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan antara keduanya. Temperatur rata-rata pada ruang tumbuh akar dengan menggunakan pengkondisian temperatur sebesar (21,35 ± 2,63) °C, tinggi rata-rata tanaman (102,75 ± 1,57) cm, jumlah umbi yang diproduksi sebanyak 185 umbi dengan jumlah umbi rata - rata pertanaman sebesar 17 umbi per tanaman. Untuk ruang tumbuh akar tanaman tanpa menggunakan pengkondisian temperatur memiliki temperatur rata – rata (23,09 ± 3,31) °C, tinggi rata – rata tanaman (98,38 ± 1,50) cm, dan jumlah umbi yang diproduksi sebanyak 168 umbi dengan jumlah umbi rata – rata pertanaman sebesar 8 umbi pertanaman. 
Antena Mikrostrip Bahan Tekstil Patch Segi Empat Pada Frekuensi 5-6 Ghz Susilawati Susilawati; Trasma Yunita; Levy Olivia Nur
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teknologi komunikasi wireless merupakan bagian penting dalam perkembangan sistem komunikasi generasi ke-4. Salah satu yang mengalami perkembangan sangat pesat dalam teknologi ini adalah antena. Antena adalah sebuah alat yang berhubungan langsung dengan media transmisi dan hal ini sangat berguna untuk komunikasi wireless. Salah satu antena yang sedang dikembangkan saat ini ialah antena mikrostrip berbahan tekstil. Antena mikrostrip bahan tekstil merupakan jenis wearable antenna yang berbahan dasar kain atau tekstil, penggunaan bahan tekstil tersebut sangat baik untuk diterapkan karena bersifat ringan, lembut dan fleksibel. Pada tugas akhir ini telah dilakukan penelitian tentang perancangan serta simulasi antena mikrostrip patch segi empat yang bekerja pada rentang frekuensi 5-6 GHz untuk wearable antenna, pada bagian substrat menggunakan 3 lapis tekstil bahan jeans dengan nilai dielektrik substrat 1,7, ketebalan 1 mm, dan nilai loss tangent 0,025. Sedangkan untuk patch serta groundplane menggunakan bahan copper tape. Teknik pencatuan yang digunakan ialah microstrip line agar mempermudah proses pabrikasi. Dari hasil simulasi on body diperoleh lebar bandwidth 320,6 MHz dari rentang frekuensi 5695,4 MHz – 6016 MHz dengan nilai VSWR ≤ 1,6. Gain antena sebesar 7,2 dB dengan nilai SAR 1,115 pada jarak 2 mm dari tubuh. Sedangkan hasil pengukuran saat kondisi biasa antena menghasilkan lebar bandwidth 152,5 MHz dengan VSWR ≤ 1,6 dan gain sebesar 3,5 dB. Untuk pola radiasi hasil simulasi dan pengukuran pada saat kondisi biasa dan on body menghasilkan unidirectional. Kata kunci: Bahan tekstil, Metode patch mikrostrip ABSTRACT Wireless communication technology is an important part in the development of the 4th generation communication system. One that has experienced very rapid development in this technology is the antenna. An antenna is a device that deals directly with the transmission media and this is very useful for wireless communication. One of the antennas currently being developed is microstrip antenna made from textiles. Microstrip antenna textile material is a type of wearable antenna based on fabric or textile, the use of textile materials is very good to be applied because it is lightweight, soft and flexible. In this final project, research has been carried out on the design and simulation of a rectangular patch microstrip antenna that works in the 5-6 GHz frequency range for wearable antennas, on the substrate using 3 layers of jeans textile with a substrate value of 1.7, 1 mm thickness, and the loss tangent value is 0.025. As for patches and ground planes using copper tape. The rationing technique used is microstrip line to simplify the manufacturing process. From the simulation results on body obtained width of 320.6 MHz bandwidth from the frequency range of 5695.4 MHz - 6016 MHz with VSWR value ≤ 1.6. The antenna gain is 7.2 dB with a SAR value of 1.115 at a distance of 2mm from the body. While the measurement results when the normal condition of the antenna produces a width of 152.5 MHz bandwidth with VSWR ≤ 1.6 and a gain of 3.5 dB. For radiation patterns the results of simulation and measurement when ordinary conditions and on body produce unidirectional. Keyword: Textile material, Microstrip patch method
Rancang Bangun Prototype Magnetic Levitation Sebagai Kontrol Posisi Bola Besi Dengan Menggunakan Metode Fuzzy Logic Control Indra Laksana; Porman Pangaribuan; Prasetya Dwi Wibawa
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magnetic levitation adalah salah satu inovasi teknologi yang banyak digunakan dewasa ini. Prinsip kerja magnetic levitation ini yaitu menggunakan pemanfaatan energi magnet yang dihasilkan dari gaya elektromagnetik. Tujuan dibuatnya purwarupa dari sistem ini adalah untuk mengamati dan membuktikan peristiwa pelayangan benda dengan menggunakan teori yang diterapkan pada sistem ini. Serta mencari rentang jarak stabil posisi benda pada saat proses pelayangan. Pada pengerjaan tugas akhir ini telah dibuat suatu prototype/purwarupa dari teori sistem magnetic levitation ini menggunakan metode fuzzy logic. Dari perolehan data yang sudah didapatkan berupa tegangan, arus, PWM, dan juga hasil pembacaan sensor nantinya akan diolah oleh sistem untuk mengatur keseimbangan bola pada saat diudara dengan bantuan metode fuzzy logic control. Penggunaan metode ini digunakan untuk mengatur PWM yang masuk ke lilitan solenoid yang nantinya akan menghasilkan gaya elektromagnetik berdasarkan hasil pembacaan dari sensor hall effect. Dari penelitian yang dilakukan, prototype sistem magnetic levitation dengan metode fuzzy logic tipe sugeno yang telah dirancang dengan menggunakan lima keluaran nilai out defuzzy serta tiga daerah fungsi keanggotaan pada kedua input fuzzy yaitu untuk nilai batas error -50,10,30 dan daerah batas delta error -20,5,20, prototype yang telah dibuat dapat melakukan proses pelayangan objek walaupun dengan waktu pelayangan paling lama selama lima detik diudara pada jarak 1,2 cm yang diukur dari batas bawah solenoid dengan beban yang tetap yaitu 18 gram dan tegangan sumber 6,63 volt. Jarak akan berubah sesuai dengan keluaran PWM yang dihasilkan dari proses logika fuzzy pada mikrokontroller. Kata Kunci : Magnetic Levitation, Gaya Elektromagnetik, Fuzzy Logic
Analisis Dan Implementasi User Interface Aplikasi Pengenalan Hewan Sebagai Media Interaktif Pembelajaran Untuk Pendidikan Anak Usia Dini Dengan Teknologi Augmented Reality Menggunakan Metode Child Centered Design Setyono Utomo; Veronikha Effendy; Dawam Jatmiko
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini merupakan usia paling efektif untuk menentukan masa depan anak. Pembelajaran pengenalan hewan dapat mengembangkan beberapa aspek perkembangan anak diantaranya perkembangan kognitif, perkembangan fisik motorik, perkembangan bahasa, dan seni. Permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran tentang hewan ialah anak tidak bisa membayangkan atau memvisualisasikan bentuk, gerakan, dan suara hewan. Adapun solusi dari pengajar yaitu pembelajaran pengenalan hewan dengan menggunakan buku bergambar hewan, alat peraga, video tentang hewan, dan berkunjung ke kebun binatang. Namun hal tersebut masih ditemukan kekurangan yaitu, tidak semua anak dapat memahami materi dengan buku bergambar, alat peraga mahal dan tidak lengkap, dan juga mahalnya biaya untuk mengunjungi kebun binatang. Oleh karena itu dibutuhkan media pembelajaran lain nya seperti aplikasi smartphone. Solusi yang dimaksud adalah aplikasi Pengenalan Hewan sebagai Media Interaktif Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini Dengan Teknologi Augmented Reality. Pendekatan yang dilakukan untuk perancangan prototype aplikasi tersebut dengan menggunakan metode Child Centered Design sesuai dengan pengalaman dan kebutuhan pengguna, sebagai tambahan dalam belajarnya. Metode ini merupakan metode yang melibatkan secara langsung pengguna anak dalam percangan desainnya. Setelah desain user interface berhasil dirancang kemudian akan dijadikan prototipe yang dapat berjalan pada platform Android. Prototype diuji tingkat usability nya menggunakan QUIM. Hasil pengujian prototype mendapatkan nilai dengan presentase 94% sehingga dapat dikatakan tingkat usability dari aplikasi belajar mengenal hewan sudah sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Kata Kunci : Pendidikan Anak Usia Dini, Pengenalan hewan, Child Centered Design (CCD).
Simulasi Dan Analisis Speaker Recognition Menggunakan Metode Mel Frequency Cepstrum Coefficient (mfcc) Dan Gaussian Mixture Model (gmm) Doanda Khabi Putra; Iwan Iwut; Ratri Dwi Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas akhir ini membahas mengenai pengenalan pembicara (speaker recognition), yaitu mekanisme pengenalan identitas subjek berdasarkan ciri suaranya. Pertama, sinyal suara subjek yang diuji diekstraksi cirinya menggunakan metode MFCC (Mel Frequency Cepstrum Coefficient). Tahapan di dalam MFCC termasuk diantaranya adalah pre-emphasis, framing, windowing, FFT (Fast Fourier Transform), mel scaling dan DCT (Discrete Cosine Transform), yang mana keluaran MFCC adalah feature vector yang dinamakan cepstrum. Selanjutnya, cepstrum dari masing-masing subjek akan dimodelkan menggunakan metode GMM (Gaussian Mixture Model). Tahapan di dalam GMM termasuk diantaranya adalah Expectation-step dan Maximization-step, yang mana keluaran GMM adalah distribusi Gaussian dengan parameter mean (µ) dan variance ( ) yang unik untuk masingmasing subjek. Proses klasifikasi dilakukan dengan membandingkan parameter distribusi Gaussian antara data latih dan data uji. Pada penelitian internasional sebelumnya oleh kelompok mahasiswa di Preston University dan Jinnah Women University, Pakistan, dengan judul “Speaker Identification Using GMM with MFCC” diperoleh akurasi sebesar 87.5% dengan metode ekstraksi ciri MFCC, metode clustering K-Means, metode modelling GMM dan diklasifikasikan menggunakan log probability. Pada tugas akhir ini, kita akan melewatkan tahap clustering dan tahap klasifikasi dilakukan dengan melakukan perbandingan pada distribusi Gaussian memanfaatkan parameter mean (µ) dan variance ( ), dimana merupakan cara paling cepat dan mudah. Pada tugas akhir ini, diusahakan akurasi yang didapat mampu mendekati penelitian yang sudah ada mengingat tahap klasifikasi yang digunakan bisa dikatakan cara ‘kasar’ dalam penggunaan Gaussian Mixture Model (GMM) sehingga tidak bisa diekspektasikan lebih baik, meskipun banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi akurasi simulasi. Kata kunci: Speaker recognition, Mel Frequency Cepstrum Coefficient (MFCC), Gaussian Mixture Model (GMM), Expectation Maximization (EM)

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue