cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Algoritma Penghindaran Tabrakan Pada Multi-robot Berbasis Posisi Dan Pembagian Orientasi Joao Amaral de Fatima Pereira; Agung Nugroho Jati; Randy Erfa Saputra
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Algoritma penghindaran tabrakan pada multi-robot merupakan hal yang paling penting pada multi-robot untuk penyelesaian suatu tugas yang telah ditanamkan ke dalam robot masing-masing, sesuai alokasi tugas dan pembagian orientasi antara setiap multi-robot. Dengan adanya penghindaran robot dapat berjalan menuju titik tujuan tampa adanya tabrakan. Ada beberapa algoritma yang sering digunakan untuk menjalankan penghindara tabrakan. Maze adalah salah satu masalah yang harus dipecahkan oleh robot ketika berada di dalamnya, untuk menyelesaikan maze dapat menggunakan banyak algoritma, seperti flood fill algorithm, Mouse Finder dan wall follower. Penghindaran tabrakan juga adalah salah satu masalah mendasar dalam robotika. Masalah umumnya dapat didefinisikan dalam konteks single robot otonom yang bernavigasi di lingkungan dengan hambatan dan / atau entitas seluler lainnya, di mana robot menggunakan penginderaan berkelanjutan dan siklus tindakan. memecahkan labirin dengan lebih dari 2 robot, masalah serius yang perlu dilihat, karena menghindari tabrakan mungkin terjadi selama robot berjalan di dalamnya. robot memiliki tujuan untuk mencapai titik akhir, maka kemungkinan tabrakan akan terjadi jika robot menghadapi dinding labirin atau dengan robot lain. Dalam masalah ini penulis mengetahui bahwa surutnya suatu algoritma untuk setiap robot adalah kunci untuk menghindari masalah tersebut. Pada penilitian ini dibuat agar dapat menyelesaikan masalah tabrakan pada robot ketika berada di maze dengan menggunakan algoritma Right Wall Follower agar robot dapat menuju titik tujuan dengan tampa adanya tabrakan. Kata kunci: Penghindaran tabrakan, Multi-Robot, Rihgt Wall Follower Abstract Multi-robot collision avoidance algorithm is the most important thing in multi-robot for completion of a task that has been implanted into each robot, according to task allocation and orientation division between each multi-robot. With the avoidance of the robot can walk toward the point without collision. There are several algorithms that are often used to run collision avoidance. Maze is one of the problems that robots must solve when in it, to complete the maze can use many algorithms, such as flood fill algorithm, Mouse Finder and wall follower. Collision avoidance is a fundamental problem in robotics. Problems can generally be defined in the context of autonomous mobile robots that navigate in environments with barriers and/or other mobile entities, where robots use continuous sensing and action cycles. solving a maze with more than 2 robots, such a serious problem that we need to take a look, because collision avoidance may occur during the robots are running inside it. robots have a goal it is to reach the endpoint, then probably collision will happen if the robots face the wall of a maze or with another robot. In this problem we find out that ebbed an algorithm for each robot is the key to avoiding those problems. In this research is made in order to solve the problem of collision on the robot when in the maze by using the Right Wall Follower algorithm so that the robot can reach the destination point with no collision. Keywords: Multi-Robot,Right Wall Follower, Collision Avoidance
Implementasi Alat Pengukuran Kualitas Blended Learning Menggunakan Chart For Blended Learning Mikoreza Fakhrurozi; Sri Widowati; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran kualitas dalam sebuah pembelajaran pada sebuah institusi dapat mengetahui seberapa bagus kualitas dari metode yang diambil dalam pembelajaran tersebut, yang dimana dapat meningkatkan daya saing untuk bisa mencapai tujuan dari sebuah institusi. Dengan demikian tugas akhir ini dibuat untuk mengimplementasikan model salah satu untuk pengukuran blended learning dengan menggunakan chart for blended learning dalam bentuk website sehingga institusi tersebut dapat mengetahui kualitas blended learning yang mereka terapkan. Kata Kunci : Blended Learning, Chart for blended learning, E-Learning, Website
Sistem Rekognisi Iris menggunakan Algoritma Klasifikasi Learning Vector Quantization Nur Indah Puspa Idham; Kurniawan Nur Ramdhani; Febryanti Sthevanie
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem pengenalan iris mata dianggap sebagai salah satu metode biometrik yang umum digunakan untuk identifikasi dan verifikasi manusia, ini karena iris mata memiliki pola unik yang berbeda-beda pada setiap manusia. Pada paper ini penulis mengusulkan pengenalan iris dengan menggunakan suatu algoritma klasifikasi, yaitu Learning Vector Quantization. Proses identifikasi iris mata pada penelitian ini berupa proses awal, ektraksi ciri, dan klasifikasi. Pertama, citra iris yang sudah disegmentasi, dihilangkan noise-nya dan dinormalisasi. Lalu dilakukan ekstraksi ciri, algoritma yang digunakan adalah transformasi wavelet, yang merupakan metode analisis tekstur. Lalu hasil ekstraksi diklasifikasi dengan metode klasifikasi Learning Vector Quantization. Hasil simulasi menunjukkan hasil akurasi tertinggi 88.89%. Kata kunci : iris mata, biometrik, wavelet, LVQ Abstract Iris recognition system is considered to be one of the best biometric methods used for human identification and verification, because human iris has distinct unique patterns in every human being. In this paper the author proposes the identification of iris by using a classification algorithm, namely Learning Vector Qu-antization. The process of identification of the iris in this study is the initial process, feature extraction, and classification. First, segmented the iris image, removed the noise and normalized. Then extraction fe-ature process, the algorithm used is wavelet transformation, which is method of texture analysis. Then the extraction results are classified by the Learning Vector Quantization classification method. The simulation results show the highest accuration is 88.89%. Keywords: human iris, biometric, wavelet, LVQ
Analisis Performansi Dan Optimasi Throughput High Speed Downlink Packet Access Di Dalam Kereta Api Rian Raya; Achmad Ali Muayyadi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Stasiun Bekasi setiap harinya diberangkatkan 56 rangkaian kereta api Commuter Line dan terdapat 58 rangkaian kereta api Commuter Line yang tiba. Berdasarkan “Data Volume Pendapatan Penumpang Commuter Line Stasiun Besar Bekasi” bulan Oktober 2014 yang didapatkan dari PT KCJ terdapat paling sedikit 20.029 jiwa perharinya yang menggunakan moda transportasi Commuter Line. Dan tidak sedikit diantara mereka para pengguna Commuter Line tersebut yang mengakses Internet dengan menggunakan Smartphone mereka selagi menunggu tiba di Stasiun tujuan. Berdasakan hasil percobaan mengakses Internet didalam kereta api Commuter Line didapatkan fakta bahwa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuka suatu halaman website, pengiriman pesan chatting dan speed download di antara Stasiun Buaran hingga Stasiun Klender Baru cukup lambat, sehingga hal ini dapat mengakibatkan konsumen merasa tidak senang dan bisa mengakibatkan konsumen berpindah ke operator seluler yang lain. Setelah dilakukan optimasi jaringan, terdapat peningkatan nilai RSCP (level daya terima) sebesar 5,85 dBm dan peningkatan nilai RSSI sebesar 5,36 dBm. Dengan penaikan RSCP dan RSSI seperti itu menjadikan peningkatan performansi Ec/No (kualitas kanal) sebesar 3,15 dB. Dengan meningkatnya Ec/No menyebabkan peningkatan performansi throughput dari 164 kbps menjadi 532 kbps. Dengan nilai throughput sebesar 532 kbps telah sesuai dengan standar KPI dari operator X sebesar 500 kbps. Kata kunci : HSDPA, throughput
Perancangan Sistem Pemeringkatan Jawaban Pada Forum Tanya Jawab Menggunakan Textual Feature Dan Semantic Similarity Lutfi Hadi; Moch. Bijaksana
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi yang sangat pesat, tingginya jumlah pengguna internet di dunia, serta basic manusia sebagai makhluk sosial menjadi beberapa faktor munculnya situs-situs forum diskusi online atau forum tanya jawab di internet. Situs-situs tersebut memudahkan seseorang untuk mendapatkan jawaban atau solusi dari permasalahan yang dihadapi. Tetapi, seringkali ditemui jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan. Penelitian ini akan mencoba membuat sebuah sistem pemeringkatan jawaban. Dataset yang digunakan berasal dari SemEval2017 Task 3 Subtask A. Pemberian peringkat jawaban dimulai dari prepocessing data, kemudian proses feature extraction. Lalu dilanjutkan dengan proses klasifikasi menggunakan Support Vector Machine (SVM). Nilai yang dihasilkan dari proses klasifikasi akan digunakan untuk memberikan peringkat jawaban. Pengukuran performansi pada aplikasi yang dibuat dalam tugas akhir ini menggunakan sistem penilaian yang sama seperti pada SemEval2017 yaitu Mean Average Precision (MAP). Sistem yang dibangun pada penelitian ini memiliki performansi yang cukup baik, dengan nilai MAP terbesar yang didapat yaitu 72.3%. Jika dibandingkan dengan hasil dari SemEval 2016, sistem yang dibangun pada tugas akhir ini berada di peringkat ke-8 dari 13 peserta. Kata kunci: question answering system, semantic similarity, peringkat jawaban, support vector machine, mean average precision
Analisis Kinerja Kombinasi Topologi Jaringan Ng-pon2 Sarah Shafira Wijaya; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NG-PON2 merupakan teknologi terbaru untuk mengatasi permasalahan keterbatasan bandwidth pada teknologi PON saat ini. Teknik time-and-wavelength division multiplexing dengan metode agregasi/staxking OLT pada NG-PON2 menjanjikan jaringan broadband masa depan yang memberikan bandwidth sangat besar. Namun dalam penggelaran jaringan akses NG-PON2 belum pernah dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi performansi kinerja jaringan NG-PON2 dengan teknik TWDM. Evaluasi performansi dilakukan untuk mengetahui adakah pengaruh pada performansi NG-PON2 apabila dilakukan penambahan ODC dengan pemakaian hingga 3 ODC kanal TWDM. Skema pengujian menggunakan kecepatan 40 Gbps downstream dan kecepatan 10 Gbps upstream. Pengukuran terhadap kelayakan jaringan NG-PON2 dilakukan dengan mengubah parameter panjang link yaitu 20 dan 40 km. Analisis kelayakan jaringan adalah Q-Factor, BER dan SNR. Hasil simulasi dan perhitungan yang telah dilakukan didapatkan bahwa kapasitas feeder yang dapat digunakan yaitu 96 core yang dapat mengakomodir semua user pada skema penelitian. Kapasitas user hanya dapat mengakomodir 56 ONU dengan penggunaan 2 ODC pada panjang link 20 dan 40 km. Kata Kunci : NG-PON2, Time-and-Wavelength Division Multiplexing, Sistem Komunikasi Serat Optik, Kapasitas per User dan per Feeder
Pengaruh Penggunaan Kompensator Dispersi Fiber Bragg Grating (fbg) Pada Sistem Komunikasi Optik Long Haul Muhamad Rizky Darmawansyah; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dispersi merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan performansi dari komunikasi optik khususnya di komunikasi yang jaraknya jauh (long haul). Hal tersebut mengakibatkan kualitas komunikasi yang buruk dan dapat menyebabkan kegagalan komunikasi. maka dari itu dibutuhkan tindakan untuk mengatasi hal tersebut. Di dalam ilmu teknik telekomunikasi ada beberapa tekhnik kompensasi untuk menaggulangi dispersi, dan salah satu yang bisa digunakan adalah teknik penggunaan kompensator dispersi Fiber Bragg Grating (FBG). Penggunaan metode Fiber Bragg Grating (FBG) pada penelitian ini menjadi salah satu solusi untuk menanggulangi dispersi di komunikasi optik. Penelitian ini dilakukan pada komunikasi long haul optik dengan jarak komunikasi sejauh 100 km – 300 km dengan bit rate 10 Gbps. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah perbandingan jaringan sebelum dan sesudah ditambahkan kompensator dispersi Fiber Bragg Grating (FBG). Dengan penelitian pada 3 jarak yang berbeda yaitu 100 km, 200 km, dan 300 km dengan bit rate 10 Gbps. Hasil dari jarak terjauh yaitu 300 km, sebelum nilai performasnsi-nya adalah BER= 0,486, Q-factor= 1,64, dan setelah ditambahkan kompensator dispersi Fiber Bragg Grating (FBG) hasil nilai performansi-nya adalah BER = 1,62x10 -91, dan Q-factor-nya = 20,26. Kata kunci: Komunikasi Longhaul, Dispersi, Kompensator, FBG, BER, Q-factor. ABSTRACT Dispersion is one of the factors that reduce the performance of fiber optic communication, especially in long haul communication which results in poor communication quality and can lead to communication failure. In the field of telecommunications engineering, there are several compensation techniques for preventing dispersion. The use of the Fiber Bragg Grating (FBG) method in this study is one solution to overcome dispersion in optical communication. This research was conducted on optical communication with a distance of 100 km - 300 km with a 10 Gbps bit rate. The Fiber Bragg Grating (FBG) compensator is added. By using 3 different distances, 100 km, 200 km and 300 km with 10 Gbps bit rate. The sample from the farthest distance is 300 km with the results before its performance is BER = 0,486, Q-factor = 1,64, and after adding the compensator of the Fiber Brag Grating dispersion (FBG) the performance result is BER = 1,62x10 -91, and the Q-factor = 20,26. Keywords: Longhaul Optic, Dispersion, FBG, BER, Q-factor
Implementasi Dan Analisis Filter Harmonisa Pada Sistem Penerangan Lampu Tube Lamp (tl) Utomo Sandhy Putra Pakila'allo; Sigit Yuwono; Ekki Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lampu TL atau tube lamp adalah barang elektronik yang umum digunakan untuk penerangan rumah, perkantoran dan indsutri karena lampu TL dinilai lebih hemat daya daripada lampu pijar. Namun, ditemukan banyak lampu TL yang melampaui tingkat harmonisa arus standar seperti yang diatur Standar IEC 6100-3-2 class C. Tingkat harmonisa yang terlalu tinggi dapat berdampak buruk pada barang elektronika lain yang terhubung ke jaringan listrik (PLN) yang sama. Untuk mengurangi tingkat emisi arus harmonisa, pada tugas akhir ini dirancang dan diimplementasikan filter harmonisa pada sistem lampu TL. Lampu TL yang dijadikan objek penelitian berasal dari produk yang dijual di pasaran. Filter dirancang untuk bekerja di frekuensi 50 Hz dan diharapkan dapat meredam tingkat harmonisa pada frekuensi ke 2,3,5,7,9,11,15 sesuai yang diatur pada Standar IEC 6100-3-2 class C dari harmonisa sebelum pemasangan filter. Dari rancangan filter yang diperoleh kemudian dibuat rumus nilai kapasitansi dan induktansi dalam perancangan filter harmonisa untuk memperoleh optimalisasi hasil redaman filter.Kata Kunci : lampu TL, harmonisa arus, filter daya
Deteksi Polycystic Ovarian Syndrome (pcos) Menggunakan Klasifikasi Microarray Data Dengan Algoritma Artificial Neural Network (ann) Backpropagation Dan Fitur Seleksi Principal Component Analysis Tiara Laksmi Basuki; Jondri Jondri; Untari Novia Wisesty
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PCOS (polycystic ovary syndrome) atau sindrom ovarium polikistik merupakan kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada di usia subur. Kondisi ini menyebabkan hormon wanita yang menderita PCOS menjadi tidak seimbang karena hal-hal yang tidak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem klasifikasi menggunakan data yang berbentuk microarray karena berguna untuk menganalisis beribu-ribu sampel pada waktu bersamaan yang dapat membantu analisis dan diagnosis terhadap penyakit PCOS. Sistem klasifikasi akan terdiri dari tiga tahapan, yaitu pre-processing data dengan normalisasi, ekstraksi fitur dengan menggunakan Principal Component Analysis, dan klasifikasi menggunakan metode Artificial Neural Network yaitu Backpropagation, dan didapatkan hasil akurasi sebesar 50% - 100%. Kata kunci:PCOS, microarray, Principal Component Analysis, Artificial Neural Network Abstract PCOS (polycystic ovary syndrome) or polycystic ovary syndrome is a condition of impaired ovarian function in women in childbearing age. This condition causes female hormones that suffer from PCOS to become unbalanced because of things that are not known. This study aims to make a classification system using data in the form of a microarray because it is useful to analyze thousands of samples at the same time which can help analysis and diagnosis of PCOS disease. The classification system will consist of three stages, namely pre-processing data with normalization, feature extraction using Principal Component Analysis, and classification using the Artificial Neural Network method, namely Backpropagation, and the results are 50%-100%. Keywords:PCOS, microarray, Principal Component Analysis, Artificial Neural Network
Analisis Dan Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Pada Lembaga Keuangan Mikro Menggunakan Framework Cobit 5 Domain Build, Acquire And Implement (bai) (studi Kasus: Pt Sarana Jabar Ventura) Nada Lutfi Rinanty; Yuli Adam Prasetyo; Rahmat Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Sarana Jabar Ventura merupakan sebuah Perusahaan Modal Ventura Daerah pertama di Indonesia yang didirikan dengan tujuan untuk membina pengusaha kecil dan menengah di Jawa Barat melalui pembiayaan dan pembinaan manajemen. Berdasarkan hasil wawancara menyimpulkan bahwa PT Sarana Jabar Ventura belum menerapkan suatu praktik tata kelola teknologi informasi. Hal ini didasari dengan tidak adanya kebijakan dan prosedur terkait tata kelola TI di perusahaan. Sehingga diperlukan suatu perancangan tata kelola TI pada PT Sarana Jabar Ventura. Pada penelitian ini kerangka kerja yang digunakan adalah COBIT 5 pada domain Build, Acquire and Implement (BAI). Perancangan tata kelola TI akan dilakukan analisa seven enabler existing dan mengidentifikasikan gap analysis yang dimiliki perusahaan dengan kondisi ideal pada COBIT 5. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi perancangan model tata kelola TI dan perancangan dokumen terkait domain BAI. Sehingga diharapkan perancangan tata kelola TI dapat diterapkan dengan baik pada PT Sarana Jabar Ventura dalam menerapkan praktik tata kelola teknologi informasi. Kata Kunci: COBIT 5, Tata Kelola Teknologi Informasi, Seven Enabler, BAI

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue