cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Analisis Sentimen Program Acara Di Sctv Pada Twitter Menggunakan Metode Naive Bayes Dan Support Vector Machine Dery Anjas Ramadhan; Erwin Budi Setiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan penonton merupakan suatu faktor yang menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan keberhasilan program acara televisi. Dengan kepuasan penonton perusahaan tahu harus membuat jadwal tayang yang baik dan menentukan berapa durasi acara maupun berapa episode yang harus dibuat. Selain itu perusahaan dapat meminimalisir kerugian karena jumlah penonton yang tidak sesuai harapan, maka dari itu dapat dilakukan suatu Analisis Sentimen pada Tweet Twitter SCTV yang berupaya untuk mengetahui sentimen dari setiap Tweet. Metode klasifikasi yang digunakan adalah Naive Bayes dan Support Vector Machine. Setelah dilakukan penelitian akurasi terbaik dari Metode Naive Bayes dan Metode Support Vector Machine adalah Support Vector Machine dengan Seluruh Program Acara didapatkan hasil akurasi 88,57%. Kata kunci : Analisis Sentimen, Naive Bayes, Support Vector Machine
Pengembangan Kualitas Pelayanan Dan Fasilitas Pada Seaside Beach Resto & Lounge Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (qfd) Amalia Indah Pratiwi; Budi Praptono; Ully Yunita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seaside Beach Resto & Lounge merupakan hotel dengankonsep Eropa Minimalis yang berlokasi di Desa Mulyoharjo RT 02/RW 04, Mulyoharjo, Jepara. Seaside Beach Resto & Lounge berdiri sejak tahun 2014 lalu. Hotel ini terletak di bibir pantai. Seaside Beach Resto & Lounge pada saat ini masih banyak kekurangan yang dirasakan konsumen dalam pelayanan dan fasilitas yang diediakan oleh pihak hotel. Pada saat ini, tamu hotel atau konsumen dari Seaside Beach Resto & Lounge, maka perlu dilakukan pengembangan fasilitas dan pelayanan yang disediakan oleh Seaside Beach Resto & Lounge. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memberikan rekomendasi pengembangan produk berdasarkan true customer needs. metode yang dapat digunakan dalam perbaikan dan pengembangan produk salah satunya adalah Quality Function Deployment (QFD). Metode ini dipilih karena berbasis pada kebutuhan dan keinginan konsumen yang berfungsi sebagai alat ukur kualitas untuk melakukan perbaikan, sehingga menghasilkan strategi yang embuat konsumen puas. Dari penelitian ini, dapat diidentifikasi 15 atribut kebutuhan konsumen terait fasilitas dan pelayanan pada Seaside Beach Resto & Lounge. Dan pada atribut kebutuhan tersebut, diidentifikasi ada 6 prioritas karakteristik teknis dari 10 karakteristik teknis yang perlu diperhatikan dalam pengembangan fasilitas dan pelayanan, dan ada 8 prioritas critical parts dari 10 critical parts dengan masing-masing target yang kemudian diterjemahkan dalam rekomendasi pengembangan kualitas failitas dan pelayanan pada Seaside Beach Resto & Lounge. Kata Kunci – Quality Function Deployment, True Customer Needs, House of Quality, Part Deployment. Abstract Seaside Beach Resto & Lounge is a hotel with a Minimalist European concept located in Mulyoharjo Village RT 02 / RW 04, Mulyoharjo, Jepara. Seaside Beach Resto & Lounge was founded in 2014. This hotel is located on the beach. Seaside Beach Resto & Lounge at this time still has many shortcomings felt by consumers in the services and facilities provided by the hotel. At this time, hotel guests or consumers from Seaside Beach Resto & Lounge, it is necessary to develop facilities and services provided by Seaside Beach Resto & Lounge. This study aims to provide product development recommendations based on true customer needs. methods that can be used in product improvement and development, one of which is Quality Function Deployment (QFD). This method was chosen because it is based on the needs and desires of consumers that function as a quality measurement tool to make improvements, resulting in a strategy that makes consumers satisfied. From this study, 15 attributes of consumer needs related to facilities and services can be identified at Seaside Beach Resto & Lounge. And on those needs attributes, there are 6 priority technical characteristics from 10 technical characteristics that need to be considered in developing facilities and services, and there are 8 priority critical parts from 10 critical parts with each target which are then translated into recommendations for developing quality and service quality. at Seaside Beach Resto & Lounge. Keywords–Reliability-Maintenance-Availability, Overall-Equipment-Effectiveness, Six-big-losses.
Perancangan Line Bot Layanan Pesan Antar Warung Makan “dikampus” Menggunakan Metode User Centered Design (studi Kasus Layanan Pesan Antar Makanan Untuk Wilayah Kampus Universitas Telkom) Aprianil Sesti Rangga; Soni Fajar Surya Gumilang; Alvi Syahrina
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan jumlah mahasiswa Universitas Telkom dari tahun ketahun mendorong pertumbuhan warung yang berada di lingkungan Universitas Telkom. Peningkatan jumlah warung dan mahasiswa mendorong pengusaha warung untuk berinovasi dengan menyediakan layanan pesan antar makanan di sekitar wilayah Universitas Telkom yang bisa dipesan melalui social messanger seperti whatsapp, LINE, ataupun SMS. Media Pemasaran warung yang masih konvensional dengan cara menyebarkan brosur kepada mahasiswa menjadi latar belakang startup Dikampus hadir sebagai alternatif solusi yang menghubungkan pengusaha warung dengan mahasiswa dalam melakukan transaksi pesan antar makanan dalam bentuk layanan chatbot. Untuk mempermudah mahasiswa dalam melakukan pemesanan makanan melalui LINE Bot startup Dikampus, dilakukan perbandingan terhadap desain chatbot yang memiliki skor usability yang baik. Metode yang digunakan yaitu user-centered design dengan pemanfaatan LINE Front-end framework sebagai media perancangannya dan system usability scale (SUS) sebagai standar usability pada rancangan LINE Bot startup Dikampus. Melalui pendekatan tersebut dihasilkan dua skor usability dari desain yang dijadikan sebagai rekomendasi desain utama. Desain yang menggunakan LINE Front-end Framework (LIFF) memiliki skor yang lebih besar dengan jumlah skor SUS 84 yang tergolong kategori excellent dengan grade desain B yang berarti dapat diterima oleh user. Kata Kunci : chatbot, user centered design, system usability scale, user experience, user interface, layanan pesan antar. Abstract The growth of Telkom University students increased from year to year and it was followed by the growth of stalls around Telkom University. The growth of stalls and students encourage stall entrepreneurs to innovate by providing message services between food around the Telkom University campus area that can be ordered through social messengers such as WhatsApp, LINE, or SMS. The conventional marketing that used by stall owner which are distributing brochures to students every year becoming the background of Dikampus to present the alternative solution that connects food stall entrepreneurs with students through a new way to promote their businesses using automated chat to handle the transaction in a form of chatbot services. To facilitate students in ordering food through the LINE bot Dikampus startup, a chatbot design comparison that has a good usability score is compared. The method used is user-centered design and LINE Front-end framework as a medium of design and the system usability scale (SUS) as the usability standard in the design of LINE Bot Dikampus startup. Through these results, two usability scores from the design are made as to the main design assessment. Designs that used LINE Frontend Framework (LIFF) have a larger score with a total score of SUS was 84 which is classified as an excellent category. It means that design B can be accepted by the user. Key Word : chatbot, user centered design, system usability scale, user experience, user interface, delivery service.
Optimasi Parameter Spin Coating Untuk Deposisi Lapisan Tipis Molibdenum Disulfida Hastuti Delima; Ismudiati Puri Handayani; Edy Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tugas akhir ini mempelajari tentang lapisan MoS2 yang dideposisi di atas substrat PET, ITO/PETdan SiO2 dengan menggunakan dua metode yaitu drop casting dan spin coating. Untuk mendapatkanlapisan MoS2 yang tipis dan merata maka perlu dilakukan optimasi parameter spin coating yang baik. Padapenelitian ini, kecepatan putar dan lama waktu putar (pick dwell) divariasikan untuk mengoptimasi sebaranlapisan yang dapat mempengaruhi sifat optik dan listrik. Lapisan MoS2 yang dideposisi denganmenggunakan cara spin coating menghasilkan lapisan yang lebih tipis dibandingkan dengan cara dropcasting. Untuk deposisi dengan spin coating sebaran MoS2/PET terlihat lebih banyak celah dibandingkandengan sebaran lapisan MoS2/ITO/PET dan MoS2/SiO2. Lapisan MoS2/PET menghasilkan ketebalan rataratasebesar7nmsedangkanlapisanMoS2/ITO/PETmenghasilkanketebalanrata-ratasebesar5nm.Jikawaktuputarlebihsingkatmakadiperolehlapisanyangtebal.PadasaatkecepatanputarmeningkatmakalapisanMoS2yangdihasilkanlebihtipis.PengukuransifatlistrikdilakukandengancaramengamatikurvakarakteristikI-V lapisan MoS2 pada substrat. Proses deposisi tidak terlalu mempengaruhi sifat listrikdibandingkan dengan jenis substrat yang digunakan. Kata kunci : MoS2, PET, ITO/PET, SiO2, drop casting, spin coating. Kata Kunci: MoS2, PET, ITO/PET, SiO2, drop casting, spin coating This final project studies the MoS2 layer deposited on PET, ITO / PET and SiO2 substrates using twomethods, namely drop casting and spin coating. To get a thin and evenly distributed MoS2 layer, a good spincoating parameter optimization is needed. In this experiment, the rotating speed and pick dwell were varied inorder to optimize the layer distribution. Which might affect optical and electrical properties. The deposited MoS2layer using spin coating results in a thinner layer thickness than the drop casting method. The distribution ofMoS2 / PET has more gaps between two layers compared to the distribution of MoS2 / ITO / PET and MoS2 /SiO2 layers. The average thickness of the MoS2 / PET layer & MoS2/ITO layers are 7 nm and 5 nm, respectively.The shorter the pick dwell, the thicker the layer. The thickness decreases with the increasing of the spin coatingrotating speed. Electrical characteristic measurement was being done by observing I-V characteristic curve ofMoS2 layer on each substrates. Deposition methods do not influence significantly the electrical propertieswhich are more dependent on substrat types. Keywords : MoS2, PET, ITO/PET, SiO2, drop casting, spin coating.
Desain Perangkat Keras Untuk Unit Pengaturan Rumah Berbasis Sistem Tertanam M Agung Baskoro; Agung Nugroho Jati; Casi Setianingsih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem otomasi dan keamanan rumah adalah suatu sistem yang mengintegrasikan dan mengontrol peralatan listrik rumah. Sistem otomasi dan keamanan rumah biasanya terdiri dari sensor, controller, dan aktuator. Suatu controller sistem otomasi dan keamanan rumah biasanya beroperasi secara statis yang artinya, controller harus diprogram ulang jika ditambahkan sensor maupun aktuator. Dalam sejarah perkembangan, sistem otomasi rumah sudah mengalami perkembangan karena kebutuhan rumah yang semakin meningkat. Dengan banyaknya perangkat elektronik yang mampu mendukung sistem otomasi, maka banyak juga sistem yang mampu digabung dengan sistem yang lain. Untuk itulah dibutuhkan perangkat keras berupa papan kontrol yang mampu melakukan integrasi dengan sistem yang lain. Fitur yang ditawarkan dalam pembuatan modul papan control sendiri mewakili dari fungsi dari sistem otomasi rumah sehingga fungsi dari sistem otomasi rumah mampu dioptimalkan dengan baik sesuai dengan kebutuhan user. Pada penelitian ini, dibuat sebuah modul papan kontrol yang mendukung beberapa fungsi sistem otomasi. Papan kontrol ini berfungsi sebagai pusat kendali beberapa modul agar menjadi suatu sistem otomasi rumah. Kemudian jumlah input dan output disesuaikan dengan kebutuhan user. Perangkat dikonfigurasi terlebih dahulu menggunakan aplikasi, setelah dikonfigurasi perangkat dapat dipantau menggunakan aplikasi mobile maupun desktop. Kata Kunci: mikrokontroler, STM32, board controller, home automation
Perancangan Kebutuhan Pelanggan Terhadap Layanan Penyewaan Gudang Berbasis Website Inaventory Menggunakan Pendekatan Integrasi Electronic Service Quality Dan Model Refined Kano Aisya Kha’irunisa; Yati Rohayati; Ima Normaliah Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Insan Agritama Teknologi (Inagri) adalah supplier sayuran online untuk restoran dan industri pengolahan makanan. Inagri mempunyai produk turunan yaitu Inaventory. Inaventory merupakan bagian perusahaan dari Inagri yang bergerak dalam bidang IT Consultant khususnya manajemen pergudangan. Inaventory berencana memperluas jangkauannya dengan membangun penyewaan gudang berbasis online sebagai platform yang mempertemukan pebisnis atau yang membutuhkan gudang dengan penyedia gudang. Dalam mengembangkan layanan Inaventory, media yang digunakan adalah website. Penyewaan gudang berbasis website di Indonesia yang sudah cukup dikenal diantaranya Crewdible, Pakde, Waresix, dan Fullfilled by Lazada namun penyewaan gudang berbasis website yang sudah ada teridentifikasi masih belum memenuhi kebutuhan penggunanya. Dalam hal ini Inaventory akan memanfaatkan kelemahan dari penyewaan gudang berbasis website yang ada untuk membangun layanan penyewaan gudang berbasis website Inaventory. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan integrasi Electronic Service Quality dan Refined Kano dengan tujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan penyewaan gudang berbasis website. Adapun dimensi Electronic Service Quality yang digunakan yaitu Information Quality, Effeciency, Responsiveness, Security & Privacy, Web Design, dan Ease of Navigation. Dari dimensi tersebut diperoleh 20 atribut kebutuhan layanan penyewaan gudang berbasis website dan diperoleh 11 atribut sebagai True Customer Needs yang harus dikembangkan dan diprioritaskan sebagai tahapan rekomendasi. Kata Kunci: Attribute needs, Electronic Service Quality, Inagri, Inaventory Kano Models, True Customer Needs, Refined Kano, Abstract PT. Insan Agritama Teknologi (Inagri) is an online vegetable supplier for the restaurant and food processing industry. Inagri has a derivative product called Inaventory. Parent is part of the Inagri company which is an IT Consultant specialized in warehousing management. Investment plans to expand by building an onlinebased warehouse as a platform that brings businesses or those who need a warehouse with a warehouse provider. In developing Inaventory services, the media used is the website. Website-based warehouse rentals in Indonesia are already well-known about Crewdible, Pakde, Waresix, and Fullfilled by Lazada but the website-based warehouse rentals that have been identified still do not meet the needs of its users. In this case Inaventory will take advantage of the disadvantages of existing web-based warehouse rentals to build warehouse services based on Inaventory's website. This research was conducted using the integration of Quality Electronic Services and Enhanced Canoeing with the aim of meeting the needs of web-based warehouse rental services. The dimensions of Electronic Service Quality used are Information Quality, Efficiency, Responsiveness, Security & Privacy, Web Design, and Navigation. From these dimensions obtained 20 attributes of web-based warehouse service needs and obtained 11 attributes as True Customer Needs which must be developed and prioritized as the development obtained. Keywords: Attribute needs, Electronic Service Quality, Inagri, Inaventory Kano Models, True Customer Needs, Refined Kano
Evaluasi Kualitas Website Bandung Smart City Menggunakan Iso/iec 25010 Quality-in-use Model Hanna Afiah; Eko Darwiyanto; Dawam Dwi Jatmiko Jatmiko
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPemerintah Kota Bandung mendapatkan penghargaan Smart City Readiness dari PT. Telkom Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Kota yang telah mengimplementasikan Smart CityNusantara. Salah satu cara untuk mendukung berjalannya konsep Smart City, maka dibangun websiteBandung Smart City. Website Bandung Smart City merupakan website yang berfungsi untuk memberiinformasi dari berbagai bidang, sarana sosialisasi program dan kegiatan serta sebagai bentuk transparansiPemerintah Kota Bandung. Berdasarkan observasi website Bandung Smart City dengan melakukanwawancara bersama Kepala Divisi Perencanaan DISKOMINFO, diketahui belum adanya feedback dari useruntuk mengetahui seberapa baik kualitas penggunaan pada website Bandung Smart City. Untuk mengetahuiseberapa baik kualitas penggunaan tersebut maka digunakanlah ISO, lebih tepatnya karakteristik ISO/IEC25010 Quality in Use Model. ISO/IEC 25010 Quality in Use Model adalah suatu metode standar internasionalyang digunakan untuk mengevaluasi kualitas penggunaan dengan memperhatikan perspektif user, meliputiefektifitas, efisiensi, tingkat kepuasan website dalam memenuhi kebutuhan pengguna. Hasil dari penelitianini berupa prototype, dimana prototype dapat menghasilkan peningkatan skor efektifitas, efisiensi dan tingktkepuasan dari website Bandung Smart City dengan rata-rata sebesar 77.17% dibandingkan sebelum evaluasiyang memiliki skor efekifitas, efisiensi dan tingkat kepuasan dengan rata-rata sebesar 61.22%. Kata Kunci: DISKOMINFO, Bandung Smart City, website, ISO/IEC 25010 Quality-in-Use, evaluasi.Abstract Bandung City Government won the Smart City Readiness award from PT. Telkom Indonesia. This award is givento the City Government which has implemented the Smart City Nusantara. One way to support the Smart Cityconcept is develop Bandung Smart City website. Bandung Smart City website is a website that contains informationfrom various fields, socialization programs and activities as well as the form of approval of the City Governmentof Bandun. Based on the Bandung Smart City website observation by conducting interviews with the Head of theDISKOMINFO Planning Division, it is known there’s still no feedback from the user to find out how good thequality of use on the Bandung Smart City website. To find out how good the quality in use then ISO is used, moreprecisely ISO/IEC 25010 Quality-in-Use Model ISO / IEC 25010 Quality-in-Use model is an internationalstandard method that used to evaluate the quality of usage by paying attention to the user’s perspective, includeeffectiveness, efficiency and website satisfaction level in meeting user needs. This study evaluates the BandungSmart City website using the ISO / IEC 25010 Quality-in-Use model to evaluate the effectiveness, efficiency anduser satisfaction of the website. The results of this study are in the form of a prototype, where the prototype canincrease the result in the effectiveness, efficiency and satisfaction level of the Bandung Smart City website withan average of 77.17% compared to before the evaluation which has a score of effectiveness, efficiency andsatisfaction level with an average of 61.22% . Keywords: DISKOMINFO, Bandung Smart City, website, ISO/IEC 25010 Quality-in-Use, evaluation.
Penjadwalan Job Pada Mesin Injection Molding Untuk Meminimasi Makespan Dan Tardy Job Dengan Menggunakan Algoritma Greedy Lintong Tarnama Lumbantoruan; Pratya Poeri Suryadhini; Ayudita Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV Gradient merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai jenis produk berbahan dasar plastik. Jumlah pesanan yang diterima dari customer rata-rata mencapai 5.000 – 7.000 pieces per hari. Dalam mendukung proses produksi perusahaan ini mengakomodasikan empat buah mesin Injection Molding. Keempat mesin Injection Molding tersebut diurutkan secara paralel dan memiliki fungsi yang sama sehingga dapat dikatekorikan sebagai sistem job scheduling identical parallel machine. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara ternyata CV Gradient sering mengalami keterlambatan produksi sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dari customer. Penyebab keterlambatan tersebut ternyata akibat dari pengaturan penjadwalan produksi CV Gradient yang belum optimal. Metode penjadwalan yang diterapkan saat ini adalah First Come First Serve (FCFS) artinya pesanan konsumen yang pertama kali datang yang pertama kali dilayani. Kelemahan dari penerapan metode First Come First Serve tidak mempertimbangkan waktu penyelesaian pekerjaan maksimum (Makespan) dan waiting time rata-rata. Berdasarkan permasalahan tersebut dapat dilakukan perancangan usulan penjadwalan produksi dengan menggunakan Algoritma Greedy agar penjadwalan keempat mesin tersebut menjadi seimbang. Tujuan penelitian ini adalah merancang penjadwalan produksi dari keempat mesin Injection Molding untuk meminimasi Makespan dan Tardy job. Berdasarkan hasil penelitian, penjadwalan Algoritma Greedy dapat menghasilkan solusi optimal yaitu dapat meminimasi Makespan dan Tardy job dibandingkan dengan penjadwalan metode First come first serve (FCFS). Kata Kunci: Identical Parallel Machine, First Come First Serve (FCFS), Greedy Algorithm, Makespan, Tardy Job Abstract CV Gradient is a manufacturing company that manufactures various types of plastic-based products. The number of orders received from customers reaches an average of 5,000 - 7,000 pieces per day. In supporting the production process, the company accommodates four Injection Molding machines. The four Injection Molding machines are sorted in parallel and have the same function so that they can be labeled as a job system scheduling identical parallel machine. Based on observations and interviews, it turns out that CV Gradient often experiences production delays that are unable to meet the needs of the customer. The cause of the delay was apparently due to the optimal production scheduling arrangement of the CV Gradient. The scheduling method applied today is First Come First Serve (FCFS), which means that first-time customer orders are served. The weakness of applying the First Come First Serve method does not take into account the maximum completion time (Makespan) and average waiting time. Based on these problems, it can be done by designing a production scheduling proposal using the Greedy Algorithm so that the scheduling of the four machines is balanced. The purpose of this study is to design production scheduling of the four Injection Molding machines to minimize Makespan and Tardy Jobs. Based on the results of the study, scheduling Greedy Algorithm can produce optimal solutions that can minimize the Makespan and Tardy Jobs compared to scheduling the First come first serve (FCFS) method. Keywords: Identical Parallel Machine, First Come First Serve (FCFS), Greedy Algorithm, Makespan, Tardy Job
Perancangan Lini Perakitan Motor Listrik Bldc 5 Kw Untuk Meningkatkan Efisiensi Lini Dengan Menggunakan Metode Moodie Young Dan Pendekatan Simulasi Pada Pt Xyz Evita Rengganis; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ di bagian divisi alat berat memproduksi motor listrik BLDC 5 kW. Pada lini perakitan motor listrik BLDC 5 kW terdapat permasalahan yaitu tidak tercapainya target produksi dan adanya peningkatan permintaan motor listik BLDC 5 kW pada tahun 2020 sebesar 20%. Sehingga perlu dilakukannya sebuah penelitian perancangan suatu lini perakitan motor listrik BLDC 5 kW dengan tujuan meningkatkan efisiensi lini dengan meminimasi jumlah stasiun kerja menggunakan metode moodie young, dan untuk memvalidasi hasil perhitungan dengan metode tersebut digunakan software Arena Simulation. Proses perakitan motor listrik BLDC 5 kW dilakukan secara manual sehingga waktu mengalami berfluktuasi dan dibutuhkan observasi. Dari hasil perbandingan antara lini perakitan aktual dan lini perakitan usulan dengan melakukan pengalokasian elemen kerja dengan waktu dari hasil observasi maka diperoleh peningkatan efisiensi lini menjadi 84,55%, jumlah stasiun kerja dapat di-minimasi menjadi 4 stasiun kerja dan berdasarkan hasil simulasi untuk memproduksi 30 unit produk dibutuhkan waktu selama 7,97 jam. Sedangkan untuk lini perakitan usulan dengan kenaikan permintaan sebesar 20% diperoleh efisiensi lini sebesar 79,85%, dengan jumlah stasiun sebanyak 8 stasiun kerja dan berdasarkan hasil simulasi untuk memproduksi 36 unit produk dibutuhkan waktu selama 8,5 jam. Kata kunci: Penyeimbangan Lini Perakitan, Moodie Young, Simulasi
Pengaruh Tegangan Terhadap Kapasitas Pelepasan Kalor Kondensor, Kapasitas Pendinginan Evaporator Dan Efisiensi Pada Sistem Refrigerasi Kompresi Uap Adrian Muhammad Irwansyah; Tri Ayodha Ajiwiguna; M. Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBangunan komersial mengkonsumsi energi yang sangat besar hanya untuk sistem tata udara/HVAC (Heating,Ventilating and Air Conditioning). Oleh karena itu dibutuhkan suatu cara untuk memperhemat energi pada sistemtersebut. Salah satu sistem yang banyak digunakan dikehidupan sehari-hari yaitu Sistem Refrigerasi Kompresi Uap(SRKU). Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi yaitu menggunakan konduksi kalor yang lebih baik seperti airsebagai objek yang dapat mengurangi temperatur tambahan[4]. Pada studi ini, akan dilakukan analisis pengaruhtegangan terhadap kapasitas pelepasan kalor kondensor, kapasitas pendinginan evaporator dan efisiensi pada sistemrefrigerasi kompresi uap (SRKU). Agar dapat terukur, maka sistem ini dibuat menggunakan air sebagai objek yangdigunakan oleh kondensor maupun evaporator untuk pendinginan tambahan, kemudian air disirkulasikan pompamenuju heat exchanger dan kembali ke tampungan yang berbeda. Hasil penelitian ini adanya kenaikan tegangan padafan cooler sebesar 4,5 volt, 6,5 volt, 8,5 volt, 10,5 volt dan 11,9 volt menyebabkan kenaikan kapasitas pelepasan kalorkondensor masing-masing sebesar 0,043466418 KW, 0,060852985 KW, 0,104319402 KW, 0,104319402 KW dan0,1130127 KW yang berdampak kapasitas pendinginan pun ikut naik masing-masing sebesar 0,052159701 KW,0,069546268 KW, 0,104319402 KW, 0,113012686 KW dan 0,1130127 KW. Setiap tegangan input pada fan coolerdinaikan maka efisiensi Sistem Refrigerasi Kompresi Uap pun akan naik masing-masing sebesar 1,19%, 1,28%,1,45%, 1,46% dan 1,61%. Hal ini terjadi adanya kenaikan tegangan yang menyebabkan fan cooler berputar lebih cepatsehingga suhu air yang keluar dari heat exchanger lebih dingin.Kata kunci: Hemat Energi, SRKU, Sistem Refrigerasi, Efisiensi. Abstract Commercial buildings spend amounts of energy only for air conditioning/HVAC systems (Heating, Ventilation andAir Conditioning). Therefore we need a way to save energy on the system. One of system that is widely used in dailylife is the Vapor Compression Refrigeration System. One of way to increase efficiency is to use better heat conductionsuch as water as an object that can reduce additional temperatures[4]. In this study, an analysis effect of voltage forcapacity of releases heat condenser, cooling capacity evaporator and efficiency in vapor compression refrigerationsystem. In order to be measured, this system was made using water as an object used by a condenser or evaporator foraddition, then the pump is circulated to the heat exchanger and returned to a different reservoir. The results of thisstudy, there is voltage increase on fan cooler of 4.5 volt, 6.5 volt, 8.5 volt, 10.5 volt and 11.9 volt causing an increasein capacity of releases heat condenser each of 0,043466418 KW, 0,60852985 KW, 0.104319402 KW, 0,104319402KW and 0,1130127 KW which had an impact on cooling capacity each of 0,052159701 KW, 0,069546268 KW,0,104319402 KW, 0,113012686 KW and 0,1130127 KW. Each input of voltage on fan cooler was increased, so theefficiency of the Vapor Compression Refrigeration System will increase each of 1.19%, 1.28%, 1.45%, 1.46% and1.61%. This happens because of voltage increase which causes the cooling fan to spin faster so that the temperatureof the air coming out of the heat exchanger was cooler. Key word: Saving Energy, SRKU, Refrigeration System, Efficiency.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue