cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Pemantauan Dan Kontrol Parameter Lingkungan Terhadap Ruang Pembibitan Selada Keriting Hijau Nana Sutrisna
eProceedings of Engineering Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTanaman selada keriting hijau merupakan salah satu tanaman hortikultura. Permintaan selada keriting hijau cukup tinggi, sehingga pemerintah Indonesia masih membutuhkan impor selada keriting hijau. Hal tersebut terjadi karena cuaca di Indonesia tidak bisa diprediksi, sehingga pertumbuhan tanaman selada tidak maksimal. Tanaman selada keriting hijau memiliki karakteristik tumbuh pada suhu 15oC-20oC serta kelembaban udara berkisar 60%-80%. Jika suhu dan kelembaban udara berada di atas atau di bawah karakteristik tumbuh tanaman selada keriting hijau, maka proses pembibitan akan mengalami kegagalan. Maka dari itu, diperlukan suatu alat atau sistem yang dapat mengendalikan suhu maupun kelembaban udara. Sehingga pada penelitian ini penulis akan merancang suatu ruangan yang bisa mempertahankan suhu maupun kelembaban udara sesuai dengan karakteristik tanaman. Diharapkan dengan adanya ruangan pembibitan(plants house) dapat membuat kondisi lingkungan stabil sesuai dengan karakteristik tumbuh tanaman selada keriting hijau. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa sistem sudah dapat membuat kelembaban udara di dalam plants house stabil antara 60% - 80%, akan tetapi suhu di dalam plants house stabil pada rentang 25oC – 38oC. Hasil pembibitan selada keriting hijau pada plants house kontrol memiliki perbedaan tinggi rata-rata 6.25 mm dibandingkan plants house konvensional. Pada panjang dan lebar daun di plants house konvensional memiliki perbedaan panjang rata-rata 0.67 mm dan lebar rata-rata 0.38 mm dibandingkan plants house kontrol.Kata kunci: karakteristik tanaman, plants house, selada
Analisis Perbandingan Performance Server Pada Cloud Storage Untuk Umkm Dengan Metodologi Sdlc Dan Iso/iec 25010:2011 (studi Kasus : Opennebula Dan Openstack) Dicky Dwi Kurniawan Putra; Samuel Putra Hari; Haryasena Panduwiyasa; Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto; Raden Rohmat Saedudin; Ariq Yumna Mubarok
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Transformasi Industri 4.0 telah mengubah seluruh strategi pengembangan bisnis yang dulunya tradisional menjadi digitalisasi dengan menggunakan berbagai jenis teknologi seperti cloud computing. Selain itu, perkembangan sistem informasi menuju era yang terus maju dalam ekosistem society 5.0 menciptakan mobilitas bisnis yang lincah menjadi pola bisnis yang disruptif yang harus diakhiri oleh perusahaan agar dapat bertahan. Untuk meningkatkan efisiensi proses operasional UKM, digitalisasi proses bisnis dan penerapan komputasi awan merupakan jalan keluar dari keterbelakangan teknologi. Pada penelitian ini penulis melakukan uji komparatif pada dua open source cloud computing yaitu OpenNebula dan OpenStack, dan diuji secara komparatif menggunakan stress testing dengan benchmark Apache dan standarisasi ISO/IEC 25010:2011 yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bisnis UKM dan keunggulan kompetitif. Kata Kunci : Cloud Computing, OpenNebula, OpenStack, SMEs, ISO 25010:2011
Evaluasi Kualitas Aplikasi Sapawarga Pemprov Jawa Barat Berdasarkan Iso/iec 25010 Dan Analytical Hierarchy Process (ahp) Nisrina Nurhuda; Eko Darwiyanto; Sri Widowati
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas perangkat lunak didefinisikan ISO sebagai totalitas dari fitur dan karakteristik dari produk atau layanan yang bergantung dari kemampuan untuk memuaskan kebutuhan pengguna. Sapawarga adalah perangkat lunak yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga dalam menyalurkan aspirasi, usulan, dan memperoleh informasi dalam satu aplikasi. Ada beberapa komentar negatif terhadap aplikasi pada app store Google. Hal ini menunjukkan ada masalah kualitas di perangkat lunak Sapawarga. Hasil survei lanjutan menunjukkan pengguna dari aplikasi mengalami penurunan 45,20%, akibat server tidak merespon, sulitnya mencari informasi, dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas perangkat lunak berdasarkan ISO 25010 yang terdiri dari delapan karakteristik diantaranya functional suitability, reliability, usability, performance efficiency, maintainability, portability, security, dan compatibility. Metode perbandingan berpasangan AHP digunakan untuk memilih tiga karakteristik ISO paling penting. Tiga karakteristik paling penting ini selanjutnya digunakan untuk menilai aplikasi sapawarga dan mengusulkan rekomendasi perbaikannya. Berdasarkan informed judgment pakar menggunakan metode perbandingan berpasangan AHP, tiga karakteristik yang paling mempengaruhi aplikasi sapawarga adalah functional suitability, usability, dan performance efficiency dengan tingkat kepentingan 24,9%, 23,2%, 16,5%. Rekomendasi diusulkan untuk memperbaiki kualitas pada ketiga karakteristik tersebut. Kata kunci: Sapawarga, ISO 25010, kualitas perangkat lunak, AHP. Abstract The quality of the software is defined ISO as the totality of the features and characteristics of the product or service depending on the ability to satisfy the needs of the user. Sapawarga is software used to meet the needs of citizens in channeling aspirations, proposals, and obtaining information in a single application. There are some negative comments about the app on Google's app store. This indicates there are quality issues in sapawarga software. The results of a follow-up survey showed users of the application experienced a 45.20% decrease, due to the server not responding, difficulty finding information, etc. This research was conducted to evaluate the quality of the software based on ISO 25010 consisting of eight characteristics including functional suitability, reliability, usability, performance efficiency, maintainability, portability, security, and compatibility. The AHP pairing comparison method is used to select the three most important ISO characteristics. These three most important characteristics are then used to assess the application of sapawarga and propose recommendations for improvement. Based on expert judgment using ahp pair comparison methods, the three characteristics that most affect the application of sapawarga are functional suitability, usability, and performance efficiency with interest rates of 24.9%, 23.2%, 16.5%. Recommendations are proposed to improve the quality of these three characteristics. Keywords: Sapawarga, ISO 25010, software quality management, AHP.
Optimasi Parameter Longitudinal Vibration Assisted Turning (l-vat) Untuk Meminimalkan Surface Roughness Dan Cutting Temperature Dengan Metode Rsm Anak Agung Sri Nandini; Rino Andias A; Teddy Sjafrizal
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan material substrat baru berbahan campuran aluminium, magnesium, titanium, bahkan keramik yang sulit untuk dipermesinkan karena sifatnya yang keras dan getas, hal ini menjadi tantangan bagi industri manufaktur. Berbagai penelitian dilakukan hingga ditemukan bahwa untuk mendapatkan hasil pemotongan yang baik pada material getas, permesinan dapat dilakukan dengan ductile mode. Permesinan ductile mode menggunakan kedalaman makan yang sangat kecil sehingga memerlukan waktu yang banyak dan tentunya mengakibatkan biaya yang lebih besar. Teknologi Vibration Assisted Turning (VAT) kemudian ditemukan sebagai alternatif karena mampu menghasilkan pemotongan ductile mode pada kedalaman makan lebih besar. Namun untuk kualitas yang lebih baik pertimbangan yang bijak memilih kombinasi parameter yang tepat harus dilakukan. Maka dari itu penting dilakukan proses optimasi. Studi ini menyelesaikan optimasi parameter Longitudinal VAT untuk meminimalkan surface roughness dan cutting temperature menggunakan metode RSM. Eksperimen berdasarkan RSM dilakukan dan parameter optimal telah didapat, disamping itu model prediksi yang akurat berhasil diformulasikan dan dapat digunakan untuk mempermudah pengaplikasian Longitudinal VAT ke depannya. Abstract The use of new substrate materials made from aluminum, magnesium, titanium, and even ceramics alloy that are difficult to process because of their hard and brittle nature, this is a challenge for the manufacturing industry. Various studies were carried out until it was found that to get good cutting results on brittle material, machining can be done with ductile mode. Ductile mode machining uses a very small depth of cut so it requires a lot of time and of course results in higher costs. Vibration Assisted Turning (VAT) technology was later found as an alternative because it was able to produce ductile mode cuts at greater depth of cut. But for better quality a wise consideration should be given to choosing the right combination of parameters. Therefore, it was important to do the optimization process. This study completed the optimization of the VAT Longitudinal parameters to minimize surface roughness and cutting temperature using the RSM method. Experiments based on RSM were carried out and optimal parameters were obtained, besides that an accurate prediction model was successfully formulated and could be used to facilitate the application of Longitudinal VAT in the future.
Perancangan Dan Realisasi Antena Helix Dengan Beamwidth Lebar Untuk Satelit A5 Muhammad Abi Dhikri Alfadillah; Bambang Setia Nugroho; Harfan Hian Ryanu
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Pada saat ini Indonesia sedang bekerjasama dengan Jepang dengan membangun satelit baru yaitu LAPAN A-5 dengan fokus untuk mendeteksi bencana alam di Indonesia. Lembaga tersebut membutuhkan antena yang memiliki beamwidth lebar dan polarisasi circular. Antena Helix dapat menghasilkan beamwidth lebar, dengan frekuensi 2-5 GHz. Namun penulis hanya membuat simulasi dan realisasi antena tersebut tidak dengan melakukan pengujian ke LAPAN. Dengan desain Antena Helix, penulis melakukan simulasi desain awal hingga optimasi dan melakukan realisasi antena. Sehingga penulis mendapatkan hasil dari frekuensi 2 – 2.22 GHz yaitu Return Loss (-12.6269, -12.8173, -12.0061), VSWR (1,598, 1,595, 1,674), Beamwidth 132.2 derajat dan Polarisasi Circular. Untuk realisasi pada frekuensi 2 – 2.22 GHz Return Loss (-9.0002, -94232, -11.1034), VSWR (2.33, 2.13, 1.77) Beamwidth 130 derajat dan Polarisasi Elips. Perbedaan signifikan pada simulasi dan realisasi karena pada saat realisasi dan pengukuran antena alat yang dimiliki dan digunakan terbatas. Kata Kunci— antena helix, lembaga antariksa dan penerbangan, polarisasi circular, S-Band, dan beamwidth.
Evaluasi Dan Perancangan Model Bisnis Rasa Kopi Menggunakan Pendekatan Bisniss Model Canvas (bmc) Rinaldi Julian; Budi Praptono; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa Kopi merupakan usaha yang bergerak pada bidang makanan dan minuman. Rasa Kopi memiliki sebuah kafe yang menyediakan makanan dan minuman, hampir semua minuman di Rasa Kopi berbasis kopi. Rasa Kopi yang baru berjalan satu t ahun mengalami beberapa permasalahan yang terjadi. Pada faktor internal, Rasa Kopi masih belum bisa memaksimalkaan proses penjualan yang stabil dengan infrastruktur yang ada. Dari sisi eksternal permasalahan yang dialami Rasa Kopi adalah hubungan dengan pelanggan atau kurang optimalnya pelayanan kepada pelanggan. Model bisnis adalah sebuah alat untuk merumuskan strategi agar tetap kompetitif serta dapat bersaing dengan cara memetakan peta secara baik pada model bisnis. Business Model Canvas (BMC) adalah salah satu metode yang digunakan. Dengan metode ini, SWOT digunakan untuk menganalisis terhadap empat aspek utama yaitu proporsisi nilai, infrastruktur, biaya dan pendapatan juga hubungan pelanggan. Mengetahui bagaimana kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang akan dihadapi oleh Rasa Kopi adalah tujuannya. Lalu strategi usulan dirancang dengan mempertimbangkan Value Proposition Canvas, analisis lingkungan dan customer profile untuk keinginan serta kebutuhan atas produk dan jasa yang ditawarkan oleh Rasa Kopi. Melalui sembilan blok bangunan diantara lain Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationship, Revenue Streams, Key Activities, Key Resources, Key Partnerships dan Cost Structure akan dipetakannya strategi usulan. Rasa Kopi akan mendapatkan rekomendasi usulan strategi yang telah dirancang. Jika Rasa Kopi dapat mengimplementasikan strategi usulan, akan mendapatkan keuntungan yang salah satunya meningkatkan pendapatan Rasa Kopi. Kata kunci : Rasa Kopi, Business Model Canvas (BMC), SWOT, Value Proposition Canvas.
Perancangan Electronic Kanban Menggunakan Metode Constant Quantity Withdrawal System Untuk Mengurangi Keterlambatan Pada Assembly Junction Di Pt Dirgantara Indonesia Puput Nidaul Choiriyah; Denny Sukma Eka Atmaja; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Dirgantara Indonesia merupakan salah satu perusahaan milik Negara yang bergerak dalam bidang kedirgantaraan. Saat ini perusahaan sedang mengalami permasalahan pada keterlambatan dalam pengiriman Tailboom. Tailboom merupakan ekor dari helicopter. Permasalahan ini disebabkan karena keterlambatan pada salah satu komponen Tailboom yaitu Junction. Komponen Junction mengalami keterlambatan pada proses assembly dikarenakan kekurangan part di assembly line. Kekurangan part disebabkan karena tidak lengkapnya work package yang dikirimkan dari fabrikasi. Untuk mengatasi keterlambatan pada assembly Junction dibutuhkan sistem kontrol produksi yang berupa Kanban. Kanban merupakan tools dari Just In Time untuk sistem produksi tarik atau pull system. Dengan menggunakan kanban dapat mengontrol aliran produksi sesuai quantity yang dibutuhkan dan waktu yang tepat. Hasil dari penelitian ini adalah perancangan sistem Electronic Kanban menggunakan metode constant quantity withdrawal system yang diimplementasikan di area fabrikasi, assembly store dan assembly line. Hasil simulasi dengan menggunakan electronic kanban pada assembly Junction mampu mengurangi keterlambatan sebesar 56% yang disebabkan karena factor part. Hal ini disebabkan karena level stock di departemen assembly store dapat terjaga, kemudian material dan kapasitas pada fabrikasi memenuhi.Selain itu, electronic kanban memberikan informasi antar departemen saling terintegrasi sehingga mudah diketahui kesalahan yang terjadi secara realtime. Dengan demikian production control dapat mengambil kebijakan terkait permasalahan yang dideteksi. Electronic kanban dapat menginformasikan apa, berapa, dan kapan harus memproduksi part atau komponen. Kata kunci : Constant Quantity, Electronic Kanban, Junction, Keterlambatan, Tailboom Abstract PT Dirgantara Indonesia is a state-owned company engaged in the field of aerospace. Today company has a problem on delivery Tailboom. Tailboom cannot delivery on time. Tailboom is a tail of helicopter. This problem occurs because late on Tailboom component, Junction. Junction component was late on assembly process due to lack of part on assembly line. This caused by uncomplete work package that delivered from fabrication. To reduce lateness in assembly Junction, kanban is needed as production control system. Kanban is a tools of Just In Time for pull production system. Using kanban system can control the production according to the quantity needed and in the right time. The results of this study is design Electronic Kanban system using constant quantity withdrawal system method which is implemented in fabrication, assembly store and assembly line. Constant quantity withdrawal system method is used to calculate the required kanban. The result from simulation using electronic kanban in assembly Junction can reduce lateness for 56% that caused by part faktor. It caused level stock in assembly store is maintained, material and capacity in fabrication is available. In other that, electronic kanban give the information flow between department is integrated with each other so it easy to know what errors that occur in real time. Based on that reason, production control can make a decision related on that problem. Electronic kanban can inform what, how, and when to produce parts or component. Keywords: Constant Quantity, Electronic Kanban, Junction, Lateness, Tailboom
Optimasi Portofolio Saham Lq45 Dengan Mempertimbangkan Prediksi Return Menggunakan Metode Support Vector Regression (svr) Vina Putri Damartya; Deni Saepudin; Putu Harry Gunawan
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi portofolio saham dibutuhkan investor untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Untuk mendapatkan portofolio yang diharapkan, dibutuhkan prediksi guna untuk menghasilkan bobot yang optimal. Optimasi portofolio sudah dikembangkan sejak lama, namun biasanya hanya mempertimbangkan risiko dan nilai harapan. Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, mengintegrasikan prediksi return pada model time series tradisional dalam pembentukan portofolio dapat meningkatkan kinerja model pengoptimalan portofolio asli. Machine learning telah menunjukkan keunggulan yang luar biasa dalam prediksi pasar saham, banyak peneliti menerapkan model-model ini dalam proses pembentukan portofolio dan menghasilkan hasil yang memuaskan, penelitian ini menggabungkan prediksi return dalam pembentukan portofolio dengan metode Support Vector Regression (SVR). Adapun data saham yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah saham LQ45. Berdasarkan hasil pengujian, hasil dari prediksi return menggunakan metode Support Vector Regession (SVR) dievalusi menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) mendapatkan nilai 0.34973. Portofolio yang mempertimbangkan prediksi return menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan Indeks LQ45 yang diukur berdasarkan nilai rata-rata return portofolio, standar deviasi dan sharpe ratio. Kata kunci : Optimasi portofolio, return, support vector regression, LQ45
Perancangan Perbaikan Komunikasi Pemasaran Reclays.id Menggunakan Metode Benchmarking Dan Tool Analytical Hierarchy Process Pinki Meita Permata Putri; Husni Amani; Meldi Rendra
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Reclays.id merupakan salah satu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang bergerak di bidang fashion. Reclays.id memproduksi kaos dengan desain-desain ilustrasi yang unik agar brand tersebut memiliki ciri khas dibanding brand lain. Kaos yang diproduksi Reclays.id pun terbuat dari material terbaik sehingga menghasilkan kualitas yang bagus dan nyaman ketika digunakan. Namun, Reclays.id memiliki permasalahan pada penjualannya yaitu penjualan dari produk kaos Reclays.id mengalami fluktuasi pada setiap bulannya dan tidak dapat memenuhi target. Permasalahan tersebut dapat terjadi karena program komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Reclays.id belum maksimal. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan dan memberi rekomendasi program komunikasi pemasaran untuk Reclays.id dengan menggunakan metode benchmarking dan tool Analytical Hierarchy Process (AHP). Benchmarking digunakan untuk mencari praktik terbaik dari kompetitor agar dapat diimplementasikan oleh Reclays.id sesuai dengan kemampuan internal dan dibantu dengan tool Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan benchmark partner yang sesuai dengan Reclays.id. Rekomendasi program komunikasi pemasaran yang dapat diterapkan oleh Reclays.id adalah dengan mengiklankan melalui majalah, menambah program giveaway dan program diskon pada tahun baru, mengadakan seminar mengenai wirausaha minimal satu kali dalam setahun, menggunakan Line sebagai platform aplikasi chat, mengikuti expo berskala nasional minimal satu kali dalam setahun, meningkatkan frekuensi posting dan jumlah likes, dan menambah jumlah outlet di luar kota Bandung. Kata Kunci: Analytical Hierarchy Process, Benchmarking, Benchmark Partner, Fashion, Program Komunikasi Pemasaran, UKM Abstract Reclays.id is one of the Small and Medium Enterprises (SMEs) which is engaged in fashion. Reclays.id produces t-shirts with unique illustration designs so that the brand has a characteristic compared to other brands. T-shirts produced by Reclays.id are also made of the best material so that it produces good quality and comfortable when used. However, Reclays.id has a problem in its sales, namely the sales of Reclays.id's t-shirt products fluctuate every month and cannot achieve the target. These problems can occur because the marketing communication program implemented by Reclays.id is not optimal. This study aims to make improvements and provide recommendations for marketing communication programs for Reclays.id using benchmarking methods and Analytical Hierarchy Process (AHP) tools. Benchmarking is used to find best practices from competitors so they can be implemented by Reclays.id in accordance with internal capabilities and assisted by Analytical Hierarchy Process (AHP) tools to determine benchmark partner that are compatible with Reclays.id. Marketing communication recommendations that can be applied by Reclays.id are with advertising through magazines, adding to giveaway programs and discount programs in the new year, holding seminars on entrepreneurship at least once a year, using Line as a chat application platform, attending a national-scale expo of at least one times a year, increasing the frequency of posts and the number of likes, and increasing the number of outlets outside the city of Bandung. Keywords: Analytical Hierarchy Process, Benchmarking, Benchmark Partner, Fashion, Marketing Communication Program, SMEs
Merancang Artificial Intelligence Karakter Pembeli Pada Wira Games Dengan Menggunakan Metode Knapsack Problem untuk Siswa Taman Kanak-Kanak Rachmah, Jabal; Kusuma, Purba Daru; Nugrahaeni, Ratna Astuti
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Game dengan judul Wira Games dikembangkan untuk memberikan edukasi tentang kewirausahaan. Game ini dirancang untuk tidak secara langsung mengedukasi tentang perhitungan, berinteraksi, dan bagaimana cara memesan produk dengan keterbatasan kantong atau tas. Non player character pada game ini dirancang menggunakan metode knapsack problem untuk memberikan pengenalan karakter pembeli kepada para pemain. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa metode knapsack problem dapat diterapkan pada NPC pembeli. Hasil pengujian survey yang dilakukan dengan perhitungan skala likert menunjukan bahwa game ini menarik, mudah dimainkan, dan konten edukasinya mudah dipahami. Persentase sebesar 92,72% mengatakan bahwa karakter NPC pembeli sudah sesuai.Kata Kunci— Kewirausahaan, Non-player character, Knapsack problem

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue