cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Analisis Kompresi Nada Seruling Menggunakan Compressive Sensing Dengan Metode Discrete Fourier Transform Dan Stationary Wavelet Transform Ridho Nurbagja Gumelar; Jangkung Raharjo; Irma Safitri
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat musik di Indonesia sangat beragam dan menjadi media untuk menghasilkan berbagai macam nada – nada untuk didengarkan. Salah satunya adalah seruling. Seruling sering kali dipakai untuk mengiringi sebuah lagu dan dapat dimainkan oleh semua orang. Ukuran dari hasil data rekamannya pun sering kali memakan tempat/space yang cukup besar.Kompresi data menjadi cara untuk mengatasi masalah tersebut. Solusi untuk mengurangi kapasitas audio data sekaligus tanpa mengurangi kualitas audionya adalah kompresi dengan teknik compressive sensing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan sebuah kompresi pada nada seruling menggunakan CS (Compressive sensing). CS (Compressive sensing) terdiri dari dua langkah yaitu proses kompresi dan rekontruksi. Audio dalam bentuk format .WAV akan dikompresi menggunakan metode DFT (Discrete Fourier Transform) dan SWT (Stationary Wavelete Transform) dan di rekontruksi menggunakan metode IRLS (Iteratively Reweighted Least Square). Performa yang didapatkan pada pengkompresian dengan menggunakan Perbandingan compressing ratio 10%, 30% dan 50%, dihasilkan hasil yang terbaik dengan compressing ratio 50%. Perbandingan kualitas metode pengkompresian pada rasio kompresi 50 % dengan parameter pengujian SNR, MSE dan MOS diperoleh untuk parameter SNR pada metode SWT 77,80dB, sedangkan metode DFT 77,73dB, untuk parameter MSE pada metode SWT dan metode DFT memiliki nilai yang sama yaitu 0.03, dan hasil Analisa MOS yang dilakukan oleh 5 orang koresponden adalah untuk hasil kompresi SWT bernilai 3,9 (baik), kompresi DFT 3,9 (baik), rekontruksi SWT 3.5 (cukup baik), dan rekontruksi DFT 3,6 (baik).Kata kunci :Compressive Sensing, Discrete Fourier Transform, Stationary Wavelet Transform, Iteratively Reweighted Least Square.
Sintesis Grafit Tereksfoliasi Dengan Larutan Garam K2SO4 Menggunakan Metode Elektrokimia Aji, Indrianto Bayu; Rosi, Memoria; Andiani, Linahtadiya
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis grafit yang berasal dari pensil 2b menjadi exfoliated graphite dengan larutan garam anorganik K2SO4 menggunakan metode elektrokimia. Variasi konsentrasi larutan garam yang digunakan adalah 0,05 M, 0,1 M, 0,2 M, 0,35 M dan 0,5 M kemudian tegangan yang digunakan dalam proses eksfoliasi pada metode elektrokimia sebesar 15 V selama 3 menit. Konsentrasi 0,2 M dianggap optimal karena mendapatkan nilai yield tertinggi yaitu sebesar 15,12 %. Konduktivitas maksimal sebesar 10,5 x 10-3 s/m2, berdasarkan hasil cyclic voltammetry nilai kapasitansi tertinggi sebesar 21,2 F/g dan untuk karakterisasi galvanostatic charge discharge menunjukkan bahwa waktu pengisian dan pengosongan sebesar 2 µs. Sedangkan sebagai pembanding, untuk elektroda grafit tanpa eksfoliasi didapatkan nilai konduktivitas sebesar 0,7 x 10-3 s/m2 dan untuk kapasitansi sebesar 1,2 F/g. Elektroda pembanding melakukan pengisian pengosongan lebih lama sebesar 4 µs dikarena tidak melewati tahap aktivasi melalui metode elektrokimia.kan Kata Kunci- Grafit, exfoliated graphite, K2SO4, metode elektrokimia, superkapasitor
Implementasi Dispenser Pintar Pengisian Otomatis Menggunakan Basis Data Dan Web Server Berbasis Iot Aditya Karyadi Kusuma; Favian Dewanta; Istikmal Istikmal
eProceedings of Engineering Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan air putih pada orang dewasa disarankan yaitu sekitar delapan gelas atau total 2 liter setiap harinya. Pengambilan air pada dispenser umumnya masih manual tanpa adanya fitur-fitur yang dapat memudahkan dalam pengambilan maupun pemantauan penggunaan air minum yang dikonsumsi setiap harinya. Penelitian kali ini, penulis membuat sebuah dispenser pintar yang terhubung dengan web server dan database, yang dapat memantau dan merekam aktivitas dispenser. Kemudian, pengguna dapat melihat informasi tersebut menggunakan browser mereka dengan mengakses web server. Sistem dispenser pintar yang penulis rancang berbasis Internet Of Things (IoT), sehingga aktivitas pengambilan air minum dapat dilihat dan dipantau secara realtime melalui jaringan internet. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, diketahuisistem dapat bekerja dengan baik. Hasil pengujian fungsionalitas, seluruh fitur yang terdapat di website Dispenserku dapat diakses dan digunakan dengan baik. Selain itu pengujian Quality Of Service juga dilakukan untuk mengetahui kualitas dari layanan yang telah dibuat. Hasil pengujian delay dari client-server mendapatkan delay rata-ratanya sebesar 0.138 detik dan server-client mendapatkan delay rata-ratanya sebesar 0.198 detik. Hasil pengujian jitter dari client-server mendapatkan jitter rata-ratanya sebesar 0.00511 ms dan server-client mendapatkan jitter rata-ratanya sebesar 0.00356 ms. Pengujian performansi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa server masih dapat berjalan dengan baik. Kata kunci : Dispenser Pintar, Web Server, Website, Air Minum, MySQL. Abstract The recommended water requirement for adults is about eight glasses or a total of 2 litres per-day. In this study, the author makes a smart dispenser that is connected to a web-server and database, which can monitor and record dispenser activity. Then, users can query information using their browser by accessing the web-server. The smart dispenser system that the author designed is based on the Internet of Things (IoT), so that drinking water extraction activities can be seen and monitored in real-time via the internet network. From the results of the tests that have been carried out, it is known that the system can work well. The functionality test results show that all the features on the Dispenserku website can be accessed and used properly. In addition, Quality of Service testing is also carried out. The delay test results from client-server show an average delay of 0.138 seconds and server-client shows an average delay of 0.198 seconds. The results of the client-server jitter test show an average jitter of 0.00511 ms and the server-client shows an average jitter of 0.00356 ms. In the load testing that has been done, it can be concluded that the server can still run well. Keywords: Smart Dispenser, Web Server, Website, Drinking Water, MySQL.
Analisis Perbandingan Klasifikasi Microarray Menggunakan Naïve Bayes Dan Support Vector Machine (svm) Untuk Deteksi Kanker Dengan Feature Extraction Pca Vina Mutiara Purnama; Widi Astuti; Adiwijaya Adiwijaya
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian manusia terbanyak di dunia. Diperkirakan penderita kanker terus meningkat setiap tahunnya. Kanker yang dapat terdeteksi lebih dini memiliki probabilitas lebih tinggi untuk mendapatkan penanganan yang lebih cepat dan tepat. Salah satu caranya dengan menggunakan teknologi Microarray. Teknologi Microarray dapat menganalisis ribuan profil gene expression dalam waktu yang bersamaan. Dengan melakukan analisa terhadap data Microarray selanjutnya dapat diketahui apakah seseorang terkena kanker atau tidak. Namun, permasalahan dalam data Microarray adalah jumlah atribut yang jauh lebih banyak dibandingkan sampel sehingga perlu dilakukannya reduksi dimensi. Untuk mengatasi hal tersebut, penulis menggunakan salah satu teknik reduksi dimensi yaitu Principal Component Analysis (PCA) dan menggunakan 2 metode klasifikasi yaitu Naïve Bayes dan Support Vector Machine (SVM), yang selanjutnya akan dibandingkan dan dianalisa hasil performansi dari kedua metode tersebut untuk mencari mana yang lebih baik. Akurasi dari hasil penelitian ini menunjukkan 4 dari 5 data kanker mendapatkan akurasi sebesar 77-96% sedangkan 1 data lainnya yaitu data breast cancer mendapatkan akurasi terkecil yaitu 54.6%. Kata kunci : Kanker, Microarray, Reduksi Dimensi, Principal Component Analysis (PCA), Naïve Bayes, Support Vector Machine (SVM).
Usulan Penerapan Metode Reliability And Risk Centered Maintenance (rrcm) Berdasarkan European Standards Application Guide Rcm (csn En 60300-3-11) Pada Mesin Bubut Konvensional Di Pt. Dwitama Mulya Persada Syavira Ramadianti; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT PT. Dwitama Mulya Persada is a national private company that focuses its business activities by offering various solutions and solving problems faced by many industries. Conventional lathes are one of the machines used by the company and are the most frequently experienced engine downtime. Downtime is due to the old engine life so often cause much damage to the component, other than that the production capacity of the machine does not reach the target in the years 2017, 2018, 2019. Unfulfilled targets can be caused by treatment habits and less precise or inappropriate treatment intervals. The purpose of this study is to determine the optimal maintenance time intervals for selected critical components and their total maintenance costs. In determining the critical components of the conventional lathes, it uses a risk matrix and three critical components are selected namely transmission activation lever, gearbox, and bar for lathe activation. Using the RRCM method based on the European standards application guide RCM (CSN EN 60300-3-11), the maintenance policy and total maintenance costs were obtained. Based on the results of data collection and data processing, it was found that there were five proposed maintenance tasks with one scheduled on-conditional, four scheduled restoration tasks with an average interval of maintenance time of 1.5 months. The total proposed maintenance costs obtained amounted to Rp 40,182,296 per year's where the costs were Rp 5,357,639 lower than the existing's company maintenance costs. Keyword : Maintenance, Risk Matrix, Reliability and Risk Centered Maintenance, RCM CSN EN 60300-3-11, RCM Information Worksheet, Uncertainty Assessment ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.7, No.2 Agustus 2020 | Page 6552 ABSTRAK PT. Dwitama Mulya Persada merupakan perusahaan swasta nasional yang memfokuskan kegiatan bisnisnya dengan menawarkan berbagai solusi dan penyelesaian masalah yang dihadapi oleh banyak bidang industri. Mesin bubut konvensional merupakan salah satu mesin yang digunakan oleh perusahaan dan merupakan mesin yang paling sering mengalami downtime. Downtime yang terjadi disebabkan karena umur mesin yang sudah tua sehingga sering menyebabkan banyak terjadinya kerusukan pada komponen tersebut, selain itu kapasitas produksi mesin tidak mencapai target pada tahun 2017, 2018, 2019. Tidak terpenuhinya target bisa disebabkan oleh kebijikan perawatan dan interval perawatan yang kurang tepat atau tidak sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interval waktu perawatan yang optimal untuk komponen kritis yang terpilih serta total biaya perawatannya. Dalam penentuan komponen kritis dari mesin bubut konvensional ini menggunakan risk matrix dan terpilih tiga komponen kritis yaitu transmission activation lever, gearbox, dan bar for lathe activatin. Menggunakan metode RRCM berdasarkan European standards application guide RCM (CSN EN 60300-3-11) didapatkan kebijakan perawatan dan total biaya perawatannya. Berdasarkan hasil dari pengumpulan data dan pengolahan data, maka didapatkan hasil bahwa terdapat lima proposed maintenance task dengan satu scheduled on-conditional, empat scheduled restoration task dengan rata-rata interval waktu perawatannya selama 1,5 bulan. Total biaya perawatan usulan yang diperoleh sebesar Rp 40.182.296 per tahun dimana biaya tersebut lebih rendah Rp 5.357.639 dibandingkan dengan biaya perawatan eksisting perusahaan. Kata kunci: Perawatan, Risk Matrix, Reliability and Risk Centered Maintenance, RCM CSN EN 60300-3-11, RCM Information Worksheet, Uncertainty Assessment
Analisis Penggunaan Algoritma Alokasi Sumber Daya Berbasis Bipartite Matching Untuk Sistem Komunikasi Device-to-device Rifqi Naufal Julian; Nachwan Mufti Adiriansyah; Vinsensius Sigit Widhi Prabowo
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dewasa ini, teknologi semakin berkembang khususnya pada dunia telekomunikasi. Perkembangan telekomunikasi ini ditandai dengan meningkatnya kebutuhan berkomunikasi menggunakan smartphone. Meningkatnya kebutuhan berkomunikasi, maka trafik data akan semakin tinggi yang menyebabkan permasalahan laju data dan efisiensi daya. Pada Celular User (CU) saat berkomunikasi perangkat harus mengirimkan sinyal melalui Base Station(BS) atau evolved Node B (eNB). Device to device (D2D) merupakan teknologi komunikasi yang menghubungkan langsung antar perangkat tanpa harus mengirimkan sinyal ke eNB. Dalam menyikapi permasalahan interferensi, perlu dilakukan resource allocation agar sumber daya dapat dipakai secara bersamaan dengan mempertahankan Quality of Service (QoS) pada komunikasi D2D. Pengalokasian sumber daya dilakukan pada jaringan komunikasi underlaying. Sistem pengalokasian sumber daya hanya diperhitunghkan pada arah downlink. Algoritma yang diajukan pada tugas akhir ini adalah Bipartite Matching, bertujuan untuk melakukan perbandingan pengukuran performansi sum rate, data rate rata-rata, fairness, efisiensi energi dan efisiensi spektral kemudian dibandingkan dengan algoritma Greedy dan Random Allocation pada satu sel dengan menambahkan sebanyak-banyaknya pasangan D2D. Tugas akhir ini membuktikan melalui hasil simulasi bahwa algoritma Bipartite Matching dengan metode maksimisasi Hungarian memperoleh system sum rate yang lebih unggul dibandingkan kedua algoritma pembandingnya. Pada hasil simulasi yang dilakukan pada tugas akhir ini, algoritma yang diajukan merupakan solusi pada keadaan tingkat kepadatan user yang tinggi dalam suatu sistem komunikasi. Kata kunci : Device-to-device, Underlaying, Downlink, Resource Allocation Bipartite Matching, Greedy, Random Allocation Abstract Nowadays, technology is growing especially in telecommunication. This telecommunications development is marked by the increasing use of smartphones to communicate. The more increasing need to communicate, then the data traffic will be higher which causes data rates and power efficiency problems. While communicating with Celular Users (CU), the devices have to send signals through Base Stations (BSs) or evolved Node B (eNB) on Long Term Evolution (LTE) communications that requires a lot of power. Device to device (D2D) is a communications technology which connects each device directly without sending the signal to eNB. {To overcoming the interference problem, resource allocation needs to be done, so that resources can be used simultaneously while maintaining Quality of Service (QoS) D2D communication is carried out. Resource allocation is carried out on an underlaying communication network. Resource allocation system to downlink direction. The algorithm proposed in this final project is Bipartite Matching, where the algorithm aims to make comparison of performace measurement sum-rate (amount of data rate), average of data rate, fairness, energy efficiency and spectral efficiency then compared with Greedy and Random Allocation algorithm in one cell by adding as many D2D pairs as possible. This final project has given prove with the simulation results that the Bipartite Matching algorithm with Hungarian maximization method gets a system sum-rate that is more superior than two comparison algorithms. In the results of simulations performed in this final project, the proposed algorithm is a solution in a state of high user density in a communication system. Keywords : Device-to-device, Underlaying, Downlink, Resource Allocation Bipartite Matching, Greedy, Random Allocation
Rancang Bangun Sistem Monitoring Daya Ugv (unmanned Ground Vehicle) Noval Hadriawan; Angga Rusdinar; Irwan Purnama
eProceedings of Engineering Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi di bidang persenjataan dan militer juga semakin berkembang pesat, salah satunya adalah mulai banyaknya pengoperasian Unmanned Vehicle atau kendaraan tanpa awak seperti pengoperasian pada kendaraan darat atau UGV (Unmanned Ground Vehicle). Selama bertahun-tahun UGV telah digunakan di berbagai aplikasi seperti intuk penggunaan kebersihan, medis, dan militer [1]. Pemanfaatan prototipe sistem monitoring daya pada UGV ini dapat dimaksimalkan untuk operasi UGV seperti misi pengiriman perlengkapan logistik perang, karena akan sangat mempermudah dan mengurangi risiko yang disebabkan karena mayoritas sistem pengiriman saat ini masih dilakukan secara personel (dibawa oleh manusia) atau dengan sistem drop dengan kendaraan udara. Sistem juga dapat dipantau dari jarak jauh melalui platform IoT MIT App Inventor yang dapat diunduh melalui gawai Android untuk melihat data baterai secara realtime. Penelitian ini menggunakan sensor tegangan, sensor arus, Mikrokontroler Arduino Mega, LoRa Shield Dragino, dan platform IoT. Hasil dari monitoring baterai yang dilakukan menunjukkan error pada pengukuran sensor hanya menunjukkan 2,78% dengan akurasi 97,22%, dengan daya tempuh baterai menyisakan 53% pada baterai 60 Volt, 51% pada baterai 12 Volt 18Ah, dan 78% pada baterai 12 Volt 70Ah selama 89 menit pengoperasian. Delay pada komunikasi LoRa ke Antares menunjukkan rata-rata 491 milisekon untuk waktu pengiriman. Sehingga sistem monitoring ini dinilai cukup akurat, dan diharapkan sistem monitoring ini dapat membantu pengoperasian UGV Rover. Kata Kunci: UGV (Unmanned Ground Vehicle), Baterai VRLA, IoT
Otomatisasi Sistem Pengendali Hidroponik Dengan Menggunakan Lampu Led Untuk Mempercepat Pertumbuhan Tanaman Davy Rachmandiaz Hartoyo; Randy Erfa Saputra; Fussy Mentari Dirgantara
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik merupakan cara budidaya tanaman yang hanya membutuhkan air. Pada budidaya tanaman menggunakan hidroponik, pH air dan TDS (Total Dissolved Solids) nutrisi harus diperhatikan. Jika pH atau TDS tidak ideal maka pertumbuhan tanaman akan terhambat. Otomatisasi pada proses pemantauan dan pengendalian pH air dan TDS nutrisi akan sangat membantu pengguna. Sistem ini dirancang dengan menggunakan NodeMCU dan Arduino sebagai mikrokontroler dan sensor-sensor seperti sensor pH, sensor TDS dan sensor ultrasonic. Sensor berfungsi untuk memantau nilai pH, TDS, dan jarak sehingga tidak diperlukan lagi mengecek secara manual. Sistem ini menggunakan mini water pump untuk mengontrol nilai–nilai tersebut dengan cara memompa larutan solusi. Digunakan 7 larutan berbeda untuk menguji tingkat akurasi sensor pH dan sensor TDS. Berdasarkan pengujian tersebut, sensor pH memiliki perbedaan rata–rata 2% dari alat perbandingan, dan untuk sensor TDS memiliki perbedaan rata–rata 3.5%. Untuk pengujian sensor ultrasonic digunakan 11 perbandingan jarak yang sudah diukur dengan penggaris. Hasil dari pengujian sensor ultrasonic memiliki akurasi mencapai 100%. Untuk pengujian lampu LED, dilakukan penyemaian sawi putih dan caisim hanya menggunakan lampu. Dari hasil pengujian, pertumbuhan semai yang seharusnya 16 s.d. 18 hari dapat dipercepat menjadi 11 s.d. 13 hari. Dengan sistem ini, pengguna akan lebih dipermudah untuk menggunakan hidroponik. Kata Kunci: Arduino, Hidroponik, NodeMCU, Sensor pH, Sensor TDS, Sensor ultrasonic
Pengukuran Infrastruktur Jaringan Komputer Di Kawasan Asrama Universitas Telkom Menggunakan Metode Qos Adam Aji Bhuwana; Umar Ali Ahmad; Randy Erfa Saputra
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jaringan komputer saat ini telah merubah segala aspek yang ada didunia, mulai dari kita bersekolah, mendapatkan informasi, termasuk cara kita berkomunikasi. Seperti halnya pada Kawasan Asrama Telkom University jaringan internet tidak dapat dibuat hanya sebatas agar bisa digunakan, tetapi dibutuhkan racancangan topologi, konfigurasi IP dan konfigurasi routing protocol agar dapat digunakan sebagaimana mestinya. Penulis merancang jaringan baru agar dapat menjadi acuan dasar untuk digunakan. Dengan menggunakan topologi Ring kombinasi Star yang memiliki fungsi berbeda. Pemilihan topologi Ring kombinasi Star untuk menghindari collision dan meningkatkan availability. OSPF dan EIGRP adalah jenis protokol routing yang digunakan penulis dalam rancangan jaringan baru ini. Nilai delay yang didapatkan dengan OSPF paling kecil 31,96 ms dan paling besar pada 160,58 ms. Sedangkan dengan EIGRP paling kecil 31,82 ms dan paling besar pada 160,59 ms. Untuk nilai Jitter yang didapatkan dengan OSPF paling kecil 2,27 ms dan paling besar pada 4,80 ms. Sedangkan dengan EIGRP paling kecil 2,02 ms dan paling besar pada 4,73 ms. Hasil pengukuran nilai Throughput dengan OSPF paling kecil 6,23 KBps dan paling besar 31,29 KBps. Untuk pengukuran nilai Throughput dengan EIGRP paling kecil 6,23 KBps dan paling besar 31,43 KBps. Besar Packet Loss yang didapatkan dengan OSPF adalah 0% sedangkan dengan EIGRP paling rendah 0% dan paling tinggi 2%. Kata kunci: Jaringan Komputer, Routing, Topology, Quality of Service. Abstract Computer network nowadays has changed all aspect in the world, for instance we use it to get information when we are at school and we use it for communicating with each other. As in the Telkom University Dormitory Area, the internet network cannot be made only to the extent that it can be used, but it requires topology design, IP configuration and routing protocol configuration so that it can be used properly. The author designed that new network so that it can be a basic reference for use. By using Star Ring Topology combination which has different function. Choosing a Star combination Ring topology is to avoid collisions and increase availability. OSPF and EIGRP are the types of routing protocols that the author uses in this new network design. The smallest OSPF delay value IS 31,96ms and the biggest is at 160,58 ms. While the smallest EIGRP value is 31,82 ms and the biggest is 160,59 ms. For Jitter value of OSPF, the smaleest is 2,27ms and the biggest is 4,80 ms. While at EGRP the smallest is 2,02ms and the biggest is 4,73 ms. The results of measuring the value of throughput with OSPF are the smallest 6.23 KBps and the highest is 31.29 KBps. For the measurement of the value of throughput with EIGRP, the smallest is 6.23 KBps and the highest is 31.43 KBps. The amount of Packet Loss which was obtained with OSPF is 0% while with EIGRP the lowest is 0% and the highest is 2%. Keyword: Computer Network, Routing, Topology, Quality of Service.
Kapasitas Sistem Noma-vlc Dengan Perubahan Metode Alokasi Daya Pada Kanal Propagasi NLOS Rana Ayunda Salsabila; Brian Pamukti; Nachwan Mufti Adriansyah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kekurangan dalam sistem visible light communication (VLC) yaitu sempitnya bandwidth modulasi yang dapat mengurangi kapasitas yang dicapai sistem. Pada penelitian ini, diimplementasikan nonorthogonal multiple access (NOMA) untuk meningkatkan kapasitas sistem. NOMA merupakan suatu teknik penggabungan beberapa sinyal yang dilakukan berdasarkan daya tiap user. Dalam sistem NOMA, terdapat superposition coding pada sisi pengirim dan successive interference cancellation (SIC) di sisi penerima. Tugas Akhir ini membandingan dua metode alokasi daya, gain ratio power allocation (GRPA) yang mempertimbangkan perbedaan kondisi kanal setiap user dengan metode alokasi daya static power allocation (SPA). Selain itu, dilakukan juga penelitian tentang pengaruh jumlah residu yang terjadi pada proses SIC dan pertambahan jumlah user terhadap performansi sistem dengan kondisi kanal NLOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alokasi daya GRPA lebih efektif digunakan dalam sistem NOMA-VLC dibandingkan dengan SPA. Dalam simulasi diperoleh bahwa penggunaan GRPA dapat meningkatkan kapasitas hingga 4.323% dari penerapan alokasi daya SPA. Selain itu, bertambahnya jumlah residu yang terjadi dalam proses SIC dan semakin banyak jumlah user dalam sistem NOMA-VLC berdampak pada penurunan performansi sistem.Kata Kunci: VLC, NOMA, NLOS, Alokasi Daya, SIC

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue