cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
Space Maintainer Tipe Crown And Loop: Suatu Perawatan Kasus Tanggal Dini Gigi Sulung Vera Yulina; Amila Yumna; Dharli Syafriza
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gigi sulung yang mengalami lesi karies luas dengan keterlibatan furkasi merupakan salah satu indikasi dilakukannya ekstraksi. Jika pencabutan terjadi ketika benih gigi permanen masih terletak jauh dan belum waktunya erupsi maka ekstraksi atau tanggal dini gigi sulung harus diikuti dengan pemasangan suatu alat untuk menjaga ruang erupsi gigi permanen pengganti, yaitu space maintainer. Laporan kasus ini menjelaskan pemasangan space maintainer tipe crown and loop pada kasus tanggal dini gigi molar pertama sulung. Kesimpulan Space maintainer tipe crown and loop efektif sebagai alat yang digunakan untuk menjaga dan mempertahankan ruang erupsi gigi permanen pada kasus tanggal dini gigi molar pertama sulung.
Perawatan Periodontal Pada Pasien Dengan Periodontitis Agresif (Laporan Kasus) Dewi Saputri; Sri Lelyati C. Masulili
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periodontitis agresif merupakan penyakit periodontitis yang laju perkembangan dan kerusakannya terjadi sangat cepat. Penyakit ini biasanya menyerang dewasa muda yang berumur di bawah 30 tahun. Secara klinis ditandai dengan kerusakan jaringan periodontal berupa kehilangan perlekatan pada ligamen periodontal dan kerusakan tulang alveolar secara cepat. Pada tahap awal, tidak terjadi inflamasi yang parah, gingiva terlihat normal dan sehat, tetapi terjadi perdarahan saat probing ketika dilakukan pemeriksaan poket periodontal dan jumlah plak pada gigi yang terlibat biasanya sedikit. Pemeriksaan radiograf memperlihatkan kehilangan tulang alveolar secara vertikal. Laporan kasus ini bertujuan memperlihatkan bahwa kerusakan periodontal yang terjadi pada pasien dengan periodontitis agresif dapat dirawat dengan perawatan yang tepat sehingga penyebab penyakit dapat dihilangkan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien seorang wanita berusia 24 tahun, mengalami kegoyangan gigi anterior pada rahang atas dan rahang bawah dengan kebersihan mulut baik. Gambaran radiograf memperlihatkan kerusakan tulang alveolar yang parah mencapai 1/3 apikal. Kasus ini dirawat dengan bedah flap menggunakan bone graft. Kerusakan yang dirawat dengan bone graft memperlihatkan peningkatan level tulang dan epitel penyatu dan pengurangan kedalaman poket. Kesimpulan perawatan periodontal dapat mengurangi kerusakan periodontal yang lebih lanjut, meskipun pada pasien yang telah mengalami kehilangan dukungan jaringan periodontal yang parah.
Direct Veneer Composite Pada Gigi Premolar Satu Kiri Rahang Atas (Laporan Kasus) Maulidar .
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Veneer diindikasikan untuk keadaan gigi yang mengalami malformasi, perubahan warna, abrasi, erosi dan restorasi yang tidak memadai atau mengalami kerusakan. Penderita seorang wanita umur 21 tahun, mengeluh gigi belakang kiri atas keropos, berwarna kehitaman, mengganggu penampilan dan ingin ditambal. Pemeriksaan subjektif tidak ada rasa sakit pada gigi belakang kiri atas. Pemeriksaan klinis terlihat gigi berbentuk lekukan, seperti karies, terjadi pada satu elemen gigi, dijumpai pada permukaan vestibular dan sebagian besar email hilang. Tidak ada riwayat kelainan yang sama dikeluarga. Pemeriksaan objektif dilakukan tes dingin kloretil positif, perkusi negatif dan jaringan lunak disekitar gigi normal. Perawatan pilihan pada kasus ini adalah direct veneer composite. Direct veneer composite dilakukan dengan cara membentuk sesuai bentuk anatomis gigi premolar, lapis demi lapis dengan ketebalan yang cukup. Hasil perawatan terlihat cukup baik. Tiga bulan kemudian dikontrol, hasil direct veneer composite tidak menimbulkan kelainan dan masih beradaptasi dengan baik.
Hubungan Tingkat Kesulitan Dengan Komplikasi Post Odontektomi Gigi Impaksi Molar Ketiga Rahang Bawah Pada Pasien di Instalasi Gigi Dan Mulut RSUDZAFakhrurrazi Banda Aceh Fakhrurrazi .; Rachmi Fanani Hakim; Rizki Rifani
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gigi molar ketiga rahang bawah sering memiliki gangguan erupsi, seperti gigi impaksi. Gigi impaksi dapat diakibatkan adanya halangan gigi tetangga, lapisan tulang yang padat atau jaringan lunak yang tebal. Gigi impaksi dapat mengganggu fungsi pengunyahan dan sering menyebabkan berbagai komplikasi. Oleh karena itu, diperlukan tindakan pembedahan yang disebut odontektomi. Tindakan odontektomi sering menyebabkan komplikasi post odontektomi berupa perdarahan, trismus, edema, dry socket dan paraestesi. Derajat tingkat kesulitan diduga sebagai salah satu penyebab terjadinya komplikasi post odontektomi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara derajat tingkat kesulitan odotektomi dengan komplikasi post odontektomi gigi impaksi molar ketiga rahang bawah pada pasien di Instalasi Gigi dan Mulut RSUDZA Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik melibatkan 58 subjek pada gigi impaksi yang telah dilakukan pemeriksaan radiologis, kemudian dilakukan tindakan odontektomi dan pemeriksaan klinis untuk menilai komplikasi post odontektomi. Tingkat kesulitan odontektomi ringan, sedang, dan sulit ditentukan berdasarkan hubungan posisi molar ketiga, kedalaman dan ruang yang tersedia. Berdasarkan hasil uji chi-square tidak terdapat hubungan antara tingkat kesulitan pencabutan dengan komplikasi post odontektomi gigi impaksi molar ketiga rahang bawah (p0,05). Kesimpulan pada penelitian ini tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kesulitan pencabutan dengan komplikasi post odontektomi.
Pengaruh Perawatan Aktivator Pada Maloklusi Klas II Ditinjau Dari Radiografi Sefalometri Lateral Hilda Fitria Lubis
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maloklusi Klas II sering dijumpai pada masyarakat dan menjadi alasan penting untuk mencari perawatan. Maloklusi Klas II sangat efektif dirawat pada masa tumbuh kembang dengan berbagai tipe pesawat fungsional. Salah satunya dengan aktivator, yang memiliki efek dentofasial orthopaedic. Pengaruh perawatan aktivator secara radiografi sefalometri lateral, dijumpai adanya perubahan pada skeletal mandibula yang signifikan daripada dental dan juga berpengaruh pada pertumbuhan kondilus serta posisi dagu. Aktivator dapat mengoreksi anomali dalam arah sagital, transversal, dan vertikal. Dua laporan kasus mengenai hasil perawatan dengan aktivator secara sefalometri akan dibahas.
Perawatan Kebiasaan Buruk Mengisap Ibu Jari (Thumb Sucking) Dengan Alat Orto Trainer Dewi Elianora
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan buruk (oral habit) mengisap ibu jari dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya maloklusi. Oral habit wajar terjadi pada usia kurang dari enam tahun, namun dapat berlanjut pada usia lebih dari enam tahun yang dapat menyebabkan kelainan pada struktur dentofasial. Tingkat keparahannya tergantung dengan frekuensi dan durasinya yang lama. Perawatan perlu dilakukan, mengingat akibat yang dapat ditimbulkannya. Laporan kasus seorang anak umur 9 tahun 6 bulan mempunyai kebiasaan mengisap ibu jari (thumb sucking) sejak kecil dan kebiasaan tersebut berlanjut sampai sekarang. Anak tersebut tidak mempunyai riwayat penyakit sistemik. Pemeriksaan intraoral gigi anterior rahang atas terlihat proklinasi. Penanganan awal yang dilakukan pada anak tersebut adalah dengan pemakaian alat orto trainer. Kesimpulan pemakaian alat orto trainer dalam masa tumbuh kembang diharapkan dengan hilangnya bad habit maka deep bite yang disebabkan oleh kebiasaan buruk akan kembali normal seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan rahang.
Kajian Tingkat Pengetahuan Kepala Keluarga Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi Di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Fahrevy .; Sri Adelila Sari; Indra .
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa faktor penyebab utama timbulnya banyak korban akibat bencana gempa adalah karena kurangnya pengetahuan kepala keluarga tentang bencana dan kurangnya kesiapan kepala keluarga dalam mengantisipasi bencana tersebut. Oleh karena itu, untuk meminimalisir risiko bencana harus menjadi bagian terpadu dengan kepala keluarga. Jenis penelitian berbentuk deskriptif dengan metode penelitian menggunakan sequential exploratory yang bertujuan untuk mendapatkan kajian tentang pengetahuan kepala keluarga dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi. Pengumpulan data telah dilakukan pada bulan Januari sampai bulan Februari 2015 di Kecamatan Baitussalam KabupatenAceh Besar. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu cluster sampling pada 381 responden kepala keluarga di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, pengolahan dan analisis data secara manual dengan menggunakan rumus p = 100% untuk melihat sejauh mana pengetahuan kepala keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan kepala keluarga dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi di Kecamatan Baitussalam sudah baik, dari 381 responden hanya 46 responden yang masih kurang dalam memahami pengetahuan kebencanaan.
Pengaruh Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) Terhadap Interaksi Streptococcus Sanguinis dan Streptococcus Mutans Secara In Vitro Ridha Andayani; Santi Chismirina; Iga Kumalasari
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Streptococcus sanguinis bakteri Gram positif menginisiasi adhesi bakteri rongga mulut lainnya dengan reseptor adhesin, seperti dengan bakteri Streptococcus mutans. Streptococcus mutans patogen utama terjadinya karies. Pemanfaatan tanaman herbal seperti belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) untuk mengurangi resiko karies karena tanaman ini memiliki kemampuan antibakteri. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi Streptococcus sanguinis dan Streptococcus mutans secara in vitro pada ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi). Ekstraksi belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kultur S. sanguinis dan S. mutans pada media Trypticase Yeast Cysteine (TYC), interaksi dilakukan pada media cair Nutrient Broth (NB). Uji dilakukan dengan metode Standart Plate Count (SPC) dengan kelompok kontrol akuades. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata jumlah koloni kelompok kontrol 33,67 x 103 CFU/ml, kelompok perlakuan 3,67 x 103 CFU/ml. Kesimpulan dari penelitian ini ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) memiliki pengaruh terhadap interaksi S. sanguinis dan S. mutans secara in vitro.
Klinis Restorasi Resin Komposit Pada Kavitas Klas I Pasca Penumpatan Tiga Tahun Lisa Triwardhani; Martha Mozartha; Trisnawaty .
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resin komposit merupakan material restorasi yang semakin populer di bidang kedokteran gigi. Adanya tuntutan akan estetik dan peningkatan performa klinis resin komposit menjadikan material ini sebagai material alternatif untuk restorasi gigi posterior, menggantikan amalgam. Semakin lama restorasi berada di dalam rongga mulut maka kualitas dari restorasi tersebut akan semakin menurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas restorasi resin komposit pada kavitas Klas I gigi posterior di praktik pribadi salah satu dokter gigi di Kota Palembang. Penelitian ini merupakan suatu penelitian survei deskriptif yang menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 restorasi resin komposit pada gigi posterior yang telah ditumpat selama tiga tahun pada pasien yang terdaftar di praktik pribadi dokter gigi di Kota Palembang. Kualitas restorasi diukur menggunakan kriteria USPHS. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa seluruh restorasi yang dievaluasi secara klinis menunjukkan hasil yang memuaskan. Skor Alfa didapatkan pada 65% dari total restorasi dan 35% mendapatkan skor Bravo. Tidak terdapat restorasi yang mendapatkan skor Charlie. Secara umum, seluruh restorasi menunjukkan hasil yang memuaskan setelah penumpatan selama tiga tahun.
Menilai Kualitas Hidup yang Berhubungan Dengan Kesehatan Mulut Anak Berusia 12 Tahun: Validitas Cohip-sf Versi Indonesia Youla Karamoy; Risqa Rina Darwita; Diah Ayu Maharani
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak rentan terhadap masalah kesehatan mulut yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai reliabilitas, validitas diskriminan, dan validitas konvergen dari COHIP-SF versi Indonesia pada sampel anak 12 tahun di Indonesia dan untuk menggambarkan kesehatan mulut mereka dalam kaitannya dengan kualitas hidup. Menggunakan desain cross sectional dan pengambilan sampel secara convenience, pada 321 anak sekolah berusia 12 tahun yang tinggal di Kota Bekasi dan Minahasa Utara untuk mengisi kuesioner COHIP-SF versi Indonesia. Pemeriksaan DMF-T, PUFA dan OHI-S dilakukan oleh satu pemeriksa yang sudah dikalibrasi. Hasil: koefisien Cronbachs alpha untuk skor keseluruhan adalah 0,81. Skor COHIP keseluruhan berkisar antara 4384 (Mean SD: 68,0 8,8). Validitas diskriminan didukung oleh perbedaan yang signifikan antara skor COHIP di Bekasi dan Minahasa Utara (p=0,000). Validitas konvergen dikonfirmasi oleh hubungan yang signifikan antara skor kualitas hidup dengan penilaian kesehatan mulut yang dirasakan sendiri (r=0,33), antara kualitas hidup dan DMF-T (r=-0,13); PUFA (r=-0,16); OHI-S (r=-0,16). Rerata DMF-T, PUFA, dan OHI-S masing-masing adalah 2,5, 0,5, dan 1,7. Ada hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup anak. COHIP-SF versi Indonesia adalah reliabel dan valid untuk memberikan informasi penting dalam menilai kebutuhan perawatan, membuat keputusan klinis dan mengevaluasi intervensi, layanan dan program.